cover
Contact Name
Anisa Arianingsih
Contact Email
-
Phone
+6285659247804
Journal Mail Official
sj@email.unikom.ac.id
Editorial Address
Jl. Dipati Ukur No.112-116, Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang
ISSN : 23015519     EISSN : 23015527     DOI : https://doi.org/10.34010/js
Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang is a journal published two times annually (May and November) by Japanese Department (Program Studi Sastra Jepang) Universitas Komputer Indonesia, Bandung. This journal consist of paper-based articles, fresh ideas about Japanese language, literature, culture and its teaching and learning, which have never been published before. Scientific articles dealing with Japanese Studies are particularly welcome.
Articles 87 Documents
Dinamika Kepribadian Tokoh Arima Kousei dalam Anime Shigatsu wa Kimi no Uso Fellena, Silfia Tassya; Sutanto, Marisa Rianti
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 12 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v12i2.7610

Abstract

Abstrak Orang tua seringkali menggunakan tindakan kekerasan untuk memberikan hukuman kepada anaknya. Hal ini merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering terjadi di Jepang. Tindak kekerasan tersebut apabila dibiarkan akan berdampak serius terhadap fisik maupun mental anak, yang terefleksi pada anime Shigatsu wa Kimi no Uso. Penelitian ini menggunakan anime Shigatsu wa Kimi no Uso sebagai sumber data dengan tujuan menganalisis dinamika kepribadian Arima Kousei. Dialog dan peristiwa berkenaan dengan tokoh utama anime ini dianalisis dengan teori psikoanalisis yang berfokus pada dinamika kepribadian. inamika kepribadian berhubungan dengan proses penyaluran energi psikis dan pemenuhan insting meliputi id, ego, dan super ego. Dorongan dari insting dan penyaluran energi psikis menciptakan suatu kecemasan yang menimbulkan konflik, kemudian memicu mekanisme pertahanan ego untuk mengendalikan kecemasan yang ditimbulkan oleh id. Dalam anime ini, Arima Kousei memperlihatkan kecemasan yang digambarkan dengan ketakutan, kebingungan, dan tidak nyaman saat terbayang bayangan ibunya. Hal tersebut menciptakan kecemasan neurosis akibat pernah mendapatkan hukuman semasa kecil. Kata kunci: Anime, Arima Kousei, Dinamika Kepribadian, Psikoanalisis
Kepribadian, Ketidaksadaran Kajian Kepribadian Ketidaksadaran Kolektif Tokoh Tooru Dalam Film Ai Uta: Yakusoku No Nakuhito Karya Taisuke Kawamura: Kajian Kepribadian Ketidaksadaran Kolektif Tokoh Tooru Dalam Film Ai Uta: Yakusoku no Nakuhito Hadiah, Bedriany Yedesilva; Andriyani, Anak Agung Ayu Dian; Meidariani, Ni Wayan
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i1.7814

Abstract

Abstract This article aims to explain the personality-forming factors of Tooru’s character based on one of the personality structures, namely collective unconscious containing two archetypes in the film Ai Uta: Yakusoku no Nakuhito. the data collection technique was done by listening and rcording the dialogue between characters. The data analysis technique is done by classifying the data in the form of dialogue and expressions between characters. Informal methods are used to present the results of data analysis. The theory used is Carl Gustav Jung’s psychoanalytic theory. From the results of the study through the two data found, it describes that Tooru character experiences shadow archetypes when scolding Tatsuya, and persona archetypes whwn trying to calm his mother and himself. Keywords: Personality; collective unconscious; film Abstrak Penelitian ini, bertujuan untuk menjelaskan faktor pembentuk kepribadian tokoh Tooru berdasarkan struktur kepribadian ketidaksadaran kolektif yang memuat dua arketip yang terdapat dalam film Ai Uta: Yakusoku no Nakuhito. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menyimak dan mencatat dialog antar tokoh. Teknik analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan data berupa dialog dan ekspresi antar tokoh. Metode informal digunakan untuk menyajikan hasil analisis data. Teori yang digunakan adalah psiko analitik milik Carl Gustav Jung. Dari hasil penelitian melalui dua data yang ditemukan, mendeskripsikan bahwa tokoh Tooru mengalami arketip shadow (bayangan) ketika memarahi Tatsuya, dan arketip persona ketika berusaha menenangkan ibunya dan dirinya sendiri. Kata Kunci: Film; kepribadian;ketidaksadaran kolektif
Implementasi Tingkat Tutur Dalam Konsep Uchi Soto Made, Adi Arta Sudarta; Andriyani, Anak Agung Ayu Dian; Meilantari, Ni Luh Gede
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i1.7818

Abstract

ABSTRACT In the Japanese bussness recognizes uchi soto concept which affects the use of speech levels used by speakers to speech partners This research is aims to analyze and describe how the implementation of speech level according to the ” Uchi soto” concept in the japanese bussness is described in the drama Love Phantom. The data in this research are primary data in the form of dialogue obtained using the observation method using the note-taking technique on the video drama Phantom which is watched online on the website filmarks.com. Analysis of the data using the technical method of determining pillar elements to select the speech data to be studied, namely the level of Japanese speech as a form of qualitative research that describes the speech between characters that appear in the drama Love Phantom, which is allegedly the level of Japanese speech when speaking to uchi and soto side of person. From the results obtained from this research, it shows that in the implementation of the speech level in the “uchi soto”concept, the level of speech used by uchi is futsuugo and teineigo only, this is based on the intimacy between fellow employees which is realized by useing futsuugo, and the use of teineigo to superiors as a form of respect. While the type of speech level used for the Soto party is the Keigo form which is used to show respect to the speech partner who is the Soto side of person. and also found the use of the Futsuugo pattern to the soto Side of person based on a close friendship relationship between the speaker and the speech partner during job. Keyword : Speech level, Uchi soto, Drama, Futsuugo, Keigo ABSTRAK Di dalam ranah bisnis Jepang mengenal konsep uchi soto yang mempengaruhi penggunaan tingkat tutur penutur kepada mitra tutur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana implemntasi tingkat tutur menurut konsep uchi soto dalam ranah bisnis jepang yang digambarkan dalam drama Love Phantom. Data penelitian ini adalah data primer berupa dialog yang didapat dengan metode observasi menggunakan teknik simak catat pada video drama Live Phantom yang secara daring di web filmarks.com. Penganalisisan data menggunakan metode teknik unsur pilar penentu untuk memilih data tuturan yang diteliti, yaitu tingkat tutur bahasa Jepang sebagai wujud penelitian yang kualitatif yang mendeskripsikan tuturan antar tokoh dalam drama Love Phantom saat berbicara kepada pihak uchi maupun soto. Dari hasil yang diperoleh penelitian ini, menunjukan bahwa dalam implementasi tingkat tutur dalam konsep uchi soto, tingkat tutur yang digunakan kepada pihak uchi yaitu futsuugo dan teineigo saja, hal ini didasar oleh adanya keakraban diantara sesama pegawai yang diwujudkan dengan penggunaan futsuugo, serta penggunaan teineigo kepada atasan sebagai wujud rasa hormat. Sementara jenis tingkat tutur yang digunakan kepada pihak soto adalah bentuk Keigo yang dipergunakan untuk menunjukan penghormatan kepada mitra tutur yang merupakan pihak soto, serta ditemukan pula adnaya penggunaan pola Futsuugo kepada pihak soto yang didasari adanya hubungan pertemannan yang akrab diantara sang penutur dan mitra tutur. Keyword : Tingkat tutur, Uchi soto, Drama, Futsuugo, Keigo
Representasi Budaya Patriarki Dalam Drama “Higanbana: Keishichou No Sousa Nanaka” (Taro Otani, 2016) Seranting, Nadia Kembang; Muhlisian, Asep Achmad
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 12 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v12i2.8343

Abstract

Patriarchy is a social system that places men the main power holders. The purpose of this research is to represent patriarchal culture in the drama “higanbana: keishichou no sousa nanaka”. This research is a qualitative descriptive research using data analysis study techniques. The data analysis method using Roland Barthes theory of semiotics with the data source is drama “higanbana: keisichou no sousa nanaka”. The result of the analysis show that in the drama “higanbana: keishichou no sousa nanaka” in the dialogue and scenes it is seen that women are constructed to become human number two. This is illustrated by some coversations that suggest men have a control over woman. Patriarchal representation appears in four areas, namely, women’s productive power & labor, women’s reproduction, control ever women’s sexuality and women’s movement/mobility. Women are not given the freedom and the right to choose as they wish. Keywords: representation, patriarchy, Roland Barthes’ semiotics
Analisis Kebutuhan Pembelajaran Bahasa Jepang Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia Setiana, Soni Mulyawan
Janaru Saja: Jurnal Program Studi Sastra Jepang (Edisi Elektronik) Vol 12 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v12i2.11343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan analisis kebutuhan pembelajaran Bahasa Jepang yang berfokus pada motivasi dan materi yang dibutuhkan dalam perkuliahan Bahasa Jepang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner melalui google form terhadap 45 mahasiswa semester V Program studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia Tahun Akademik 2023/2024 program yang mengambil matakuliah Bahasa Jepang sebagai mata kuliah pilihan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Motivasi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia mengambil matakuliah Bahasa Jepang adalah ketertarikan terhadap Bahasa Jepang, ketertarikan terhadap budaya popular Jepang, serta keinginan untuk bekerja di Perusahaan Jepang. Materi yang dibutuhkan dalam Perkuliahan Bahasa Jepang adalah pemahaman tata bahasa, huruf dan kosakata Jepang, percakapan sederhana untuk kegiatan sehari-hari, serta pemahaman lintas budaya. Selanjutnya, supaya tujuan pembelajaran Bahasa Jepang dapat tercapai dengan baik, diperlukan matakuliah Bahasa Jepang Lanjutan dan juga penambahan jumlah SKS. Luaran dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi guna pembuatan silabus dan pengembangan bahan ajar matakuliah Bahasa Jepang di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Komputer Indonesia.
Penggunaan Keigo Mahasiswa Peserta Internship ke Jepang (Studi Kasus Mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang UNNES) Supriatnaningsih, Rina; Magfiroh, Magfiroh; Nurjaleka, Lisda; Rosliyah, Yuyun
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i1.12664

Abstract

Program Internship ke Jepang adalah program magang ke Jepang bagi khususnya para mahasiswa Bahasa Jepang untuk berkesempatan bekerja di Jepang. Dalam program ini mereka dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan penutur asli orang Jepang. Dan dalam bidang pekerjaannya, kadang kala menggunakan ragam Bahasa hormat di tempat kerja internship. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan keigo mahasiswa peserta program internship Bahasa Jepang khususnya mahasiswa program studi pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang. Metode pengumpulan data menggunakan angket terbka kepada total 18 mahasiswa diantaranya Angkatan, 2013, 2014, 2015 dan 2016. Angket tersebut berisi tentang situasi yang harus di jawab responden di tempat kerja khususnya di Golf dan restoran. Adapun hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat total 267 data dengan temuan penggunaan sonkeigo sebanyak 68 data, kenjougo 1 sebanyak 24 data, kenjougo II sebanyak 38 data, teineigo sebanyak 127 data dan bikago sebanyak 9 data. Penelitian ini hanya memfokuskan pada penggunaan keigo mahasiswa terhadap customer atau tamu, sehingga hubungan uchi dan soto sering terlihat dan mahasiswa banyak menggunakan ragam teineigo dan sonkeigo. Hal ini untuk menunjukkan jarak antara pekerja golf dan restoran (soto) dengan pelanggan atau customer (soto).
UCAPAN KOMISIF PERLOKUSI TERHADAP ANTAR-LAWAN KARAKTER HODAKA DALAM FILM TENKI NO KO: KOMISIF PERLOKUSI FILM TENKI NO KO Nurjaman, Rama Adira; Haryanti, Pitri
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i1.12804

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan perlokusi komisif dalam anime Tenki no Ko. Metode yang digunakan deskriftif kualitatf dengan teknik simak catat. Dari hasil enam data dialog yang dianalisis, penelitian ini menyoroti berbagai situasi di mana antar-lawan Hodaka menggunakan komunikasi komisif untuk mengekspresikan penolakan, niat, berjanji dan menawarkan. Melalui berbagai tindak tutur komisif ini, karakter-karakter mengkomunikasikan niat, penolakan, penawaran, dan janji serta menghasilkan efek atau dampak pada mitra tuturnya. Keywords: komisif, perlokusi, tindak tutur, Penolakan, Intend atau Berniat, Penawaran, Berjanji
Analisis Kepribadian Tokoh Utama pada Novel Mirai no Mirai Karya Mamoru Hosoda Ryaw Tiwu, Ni Made Anjhelia; Andriyani, Anak Agung Ayu Dian
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i2.8094

Abstract

Abstract This research was conducted to determine the psychological personality of the characters in the novel ‘Mirai no Mirai’ by Mamoru Hosoda. The research used is qualitative research with descriptive method. The data collection technique was carried out in three steps, namely observation, reading, and classifying. The theory is carried out using the literary psychology approach of Sigmund Freud's theory with primary and secondary data sources in the form of the novel ‘Mirai no Mirai’ in Japanese and the novel ‘Mirai no Mirai’ translated by Ninuk Sulistyawati. The main character's personality with the theoretical approach of Sigmund Freud who looks for aspects of the character's personality consisting of the id, ego, and superego. It was found that the unfulfilled id aspect showed an ego response that made the main character act by hitting his father. This was due to the character's weak superego structure. Keywords: Literature Psychology, Personality, Novel, ‘Mirai no Mirai’ Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui kepribadian psikologi tokoh pada novel ‘Mirai no Mirai’ karya Mamoru Hosoda. Penelitian yang digunakan menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskripstif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga langkah yaitu observasi, membaca, dan mengklasifikasi. Teori yang dilakukan menggunakan pendekatan psikologi sastra teori Sigmund Freud dengan sumber data primer dan sekunder berupa novel ‘Mirai no Mirai’ dalam bahasa Jepang dan novel ‘Mirai no Mirai’ terjemahan dari Ninuk Sulistyawati. Kepribadian tokoh utama dengan pendekatan teori Sigmund Freud yang mencari aspek-aspek kepribadian tokoh yang terdiri dari id, ego, dan superego. Ditemukan aspek id yang tidak terpenuhi menunjukkan respon ego yang membuat tokoh utama bertindak dengan memukul ayahnya. Hal ini disebabkan karena struktur superego yang lemah dari tokoh tersebut. Kata kunci: Psikologi Sastra, Tokoh, Novel, ‘Mirai no Mirai’
Sekai no Owari dan Shuhasu: Kajian Semiotika Riffaterre Sagala, Budi Mustapa Husin; Widiastika, I Wayan Wahyu Cipta
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i2.8104

Abstract

Abstract This article analyzes and describes the indirect meaning of the song "Shuhasu" by Sekai no Owari. Sekai no Owari has received many awards for its songs, one of which is the song Shuhasu which was released in 2020. A qualitative method is used to analyze objects through data collection. The resource was from Shuhasu by the band Sekai no Owari. Rifaterre's semiotic theory about the unsustainability expression in poetry is used, and it can be investigated by displacing of meaning, distorting of meaning, and creating of meaning. This song has a meaning about someone who really hopes to be able to meet his lover again. This is evidence by the phrase “Dakara iwa sete yo see you again” Therefore, let me say “See you again.” It is repeated three times in the song, showing an emphasis on the meaning of the lyrics. Furthermore, in the depth, in the phrase of this song there is also the lyrics that contained the same meaning, specifically "Baby sabaku de machiawase shiyou; Baby ashita mo machiawase shiyou". Which means "(Dear, let's meet in an arid land; dear, let's meet tomorrow).” Keywords: Song, Semiotics, Shuhasu, Sekai no Owari Abstrak Artikel ini menganalisis dan mendeskripsikan tentang ketidaklangsungan makna pada lagu “Shuhasu’ karya Sekai no Owari. Sekai no Owari telah banyak mendapatkan penghargaan lewat lagu-lagu yang dibawakan, salah satunya lagu Shuhasu yang dirilis pada tahun 2020. Metode kualitatif dilakukan dalam menganalisis objek melalui pengumpulan data-data, dalam hal ini adalah teks lirik lagu Shuhasu oleh grup musik Sekai no Owari. Teori yang digunakan adalah teori semiotika Rifaterre tentang ketidaklangsungan ekspresi dalam puisi yang bisa diteliti melalui penggantian makna, penyimpangan makna, dan penciptaan makna. Pada lagu ini, memiliki makna tentang seseorang yang sangat berharap agar dapat bertemu kembali dengan kekasihnya. Hal ini dibuktikan dari kalimat “Dakara iwa sete yo see you again” (Karena itu, biarkan aku berkata "See you again") yang mengalami pengulangan sebanyak tiga kali dalam lagu tersebut, menunjukkan sebuah penekanan pada makna lirik tersebut. Tak hanya kalimat tersebut, lirik yang juga mengandung makna yang sama yaitu “Baby sabaku de machiawase shiyou”; Baby ashita mo machiawase shiyou”. Yang bermakna “(Kasih, mari bertemu di tanah yang gersang; kasih, mari kita bertemu di hari esok). Kata kunci: lagu, Semiotika, Shuhasu, Sekai no Owari
Prinsip Kepribadian Individual Tokoh Akashi Karya Fujimaki Tadatoshi Melalui Alfred Adler Ramadhani, Karina Sekar; Zuliastutik, Hendri
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v13i2.9302

Abstract

Abstract The study, titled "Personality Principles of Akashi Characters by Alfred Adler", was conducted because researchers became interested in the individuality of Akashi characters. Akashi is the son of a respected family who grew up with love and discipline, so Akashi has an excellent personality, a personality and a strict lifestyle that makes someone want to be strong, a lifestyle that makes people want to be strong. goal. Against the background of the above problems, the purpose of this research is to clarify the principle that forms the personality of Akashi in the anime "Kuroko's Basketball" by Tadatoshi Fujimaki. Researchers use the Individual Psychological Approach of Alfred in his Adler Individual Psychology. This study uses a qualitative method with descriptive data analysis. The data source for this study is Season 3 of Kuroko's Basketball anime by Tadatoshi Fujimaki. As a result of this research, the individual personality includes her six principles: struggle for success or superiority, subjective observation, unity of personality, social concern, lifestyle and self-creativity, and the status of an only child. It was shown that there is The principles that most influence an individual's character development are the struggle for success or dominance and lifestyle. The above results show that the personal character principles that most affect Akashi's character are his struggle for superiority and his lifestyle. Keywords: Akashi, Alfred Adler, Individual Personality Abstrak Kajian “Prinsip Kepribadian Individual Tokoh Akashi Melalui Alfred Adler” ini dilakukan karena peneliti tertarik dengan kepribadian individual dari karakter Akashi. Akashi adalah anak dari keluarga terpandang yang tumbuh dengan cinta dan disiplin, sehingga Akashi memiliki kepribadian yang luar biasa, kepribadian yang membuat seseorang ingin menjadi kuat dan memiliki gaya hidup yang keras, gaya hidup yang membuat orang ingin menjadi kuat untuk mencapai tujuannya. Sasaran berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prinsip-prinsip pembentuk kepribadian Akashi dalam anime Kuroko no Basuke karya Fujimaki Tadatoshi. Peneliti menggunakan teori Psikologi Kepribadian Individu Alfred Adler. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis data deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah anime Fujimaki Tadatoshi Kuroko no Basuke Season 3. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepribadian individu memiliki 6 prinsip yaitu, perjuangan untuk sukses atau superioritas, observasi subjektif, kesatuan kepribadian, kepentingan sosial, dan gaya hidup. dan kekuatan kreatif diri dan status anak tunggal. Prinsip yang paling mempengaruhi kepribadian seseorang adalah perjuangan untuk sukses atau superioritas dan gaya hidup. Hasil di atas menunjukkan bahwa prinsip kepribadian individu yang paling mempengaruhi karakter Akashi adalah perjuangan untuk supremasi dan cara hidup. Kata kunci: Akashi, Alfred Adler, Kepribadian Individual