cover
Contact Name
Anisa Arianingsih
Contact Email
-
Phone
+6285659247804
Journal Mail Official
sj@email.unikom.ac.id
Editorial Address
Jl. Dipati Ukur No.112-116, Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang
ISSN : 23015519     EISSN : 23015527     DOI : https://doi.org/10.34010/js
Janaru Saja : Jurnal Program Studi Sastra Jepang is a journal published two times annually (May and November) by Japanese Department (Program Studi Sastra Jepang) Universitas Komputer Indonesia, Bandung. This journal consist of paper-based articles, fresh ideas about Japanese language, literature, culture and its teaching and learning, which have never been published before. Scientific articles dealing with Japanese Studies are particularly welcome.
Articles 97 Documents
The Social Conflict-Ridden Path in the Japanese Film Confessions Sudargo, Alvin Abyudaya; Manullang, Abel Josafat
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 14 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v14i1.10423

Abstract

Abstract Social conflict is an inseparable part of human life as part of society. Its presence and influence have also manifested in all forms of literature. This research discusses social conflict, focusing on its casual factors. This study aims to identify the many social conflicts and the causes of them in the film Confessions. The method used is descriptive qualitative through a note-taking technique. The results of the study show that personal social conflicts, occurring both within and between individuals are present in the film. Poor socialization and dissatisfaction with legal institutions are factors that cause social conflict in the film Confessions. Keywords: Social conflict, Japanese films, literary sociology Abstrak   Abstrak Konflik sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia sebagai bagian dalam masyarakat. Keberadaan serta pengaruhnya sering kali menjadi bagian dari berbagai jenis karya sastra. Penelitian ini membahas mengenai konflik sosial dengan berfokus pada faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik sosial tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan penyebab terjadinya konflik sosial dalam film Confessions. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik mencatat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik sosial personal berupa konflik dalam diri individu dan antarindividu terdapat pada film tersebut. Sosialisasi yang buruk dan ketidakpuasan terhadap institusi hukum merupakan faktor penyebab konflik sosial dalam film Confessions. Kata kunci: konflik sosial, film Jepang, sosiologi sastra 
Etika Budaya Kerja Pegawai  pada Industri Golf “Keiyo Country Club” Istiqomah, Zulfa; Diner, Lispridona
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 14 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v14i2.12926

Abstract

Abstract  This research aims to (1) Describe how cultural ethics at work exist in Japanese companies (2) Discuss the cultural situation at work in Japanese companies and with whom the culture at work in Japanese companies is implemented, such as Aisatsu, Ojigi, Horensou, varieties of Japanese respect Keigo, Seiri, Seiton, Seiketsu, Seisoo, Shitsuke, Honne and Tatemae. The method used in this research is a qualitative approach with a field study type. The data collection technique uses a closed questionnaire filling technique. The conclusions of this research are: (1) The employee culture ethics at work at the Keiyo Country Club company are Aisatsu, Ojigi, Horensouu, Honne and Tatemae, Kaizen, Keigo variety of respectful language, 5S (Seiri, Seiketsu, Seisou, Shitsuke, Seiton ) concluded that cultural ethics in working is very important for an employee at the Keiyo Country Club company., (2) The situation that occurs regarding cultural ethics in working as an employee at the Keiyo Country Club company is that there is a culture of Hourenso and Kaizen which is very important in running a company system which is used as a cultural ethic at work, then there is harmony with working culture which becomes an ethic for an employee when working.  Keywords: Employee Cultural Ethics, Japanese Companies, Japanese Company Work Culture  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menjabarkan bagaimana etika budaya dalam bekerja yang ada di industri Jepang (2) Bagaimana situasi budaya dalam bekerja di industri Jepang dan dengan siapakah budaya dalam bekerja di industri Jepang ini diterapkan, seperti Aisatsu, Ojigi, Horensou, ragam Baha-sa Jepang hormat Keigo, Seiri, Seiton, Seiketsu, Seisoo, Shitsuke, Honne dan Tatemae. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis studi lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik pengisian dari angket tertutup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Etika budaya dalam bekerja di industri Keiyo Country Club mencakup penerapan nilai-nilai seperti aisatsu (salam), ojigi (membungkuk), horen-sou (komunikasi pelaporan), honne dan tatemae (kejujuran pribadi dan kesopanan sosial), kaizen (perbaikan berkelanjutan), ragam bahasa hormat keigo, serta prinsip 5S (seiri, seiton, seisou, seiketsu, dan shitsuke). Temuan ini menyimpulkan bahwa etika budaya dalam bekerja merupakan elemen yang sangat penting dan menjadi landasan perilaku pegawai di industri tersebut., (2) Situasi budaya kerja di industri Keiyo Country Club ditandai oleh kuatnya penerapan hourensou dan kaizen sebagai bagian integral dari sistem kerja industri. Budaya ini tidak hanya menjadi bagian dari etika profesional, tetapi juga menciptakan keselarasan dalam lingkungan kerja, yang pada akhirnya membentuk perilaku kerja yang disiplin dan bertanggung jawab di kalangan pegawai.  Kata kunci: Etika Budaya Pegawai, Industri Jepang, Budaya Kerja Perusahan Jepang
Analisis Morfofonemik Gairaigo di Bidang Kesehatan dalam Serial Animasi Cells at Work! Kusumowinahyu, Fiorel Amalia; Rasiban, Linna Meilia; Widianti, Susi
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 14 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v14i2.13670

Abstract

 Abstract Gairaigo, which translates as Japanese loanwords, often causes difficulties in its usage in everyday Japanese language, particularly for foreign speakers. This issue becomes more prominent in the field of healthcare, where many medical terms are borrowed from foreign languages and undergo orthographic and phonological adaptation in Japanese. As a result, foreign learners of Japanese often find it challenging to adjust to the specialized terminology used in medical contexts.This study aims to analyze the form and patterns of gairaigo in medical terminology by using the animated series Cells at Work! as the primary data source in order to identify linguistic adaptation phenomena, particularly from a morphophonemic perspective. The method applied in this study is a qualitative descriptive method. The data consist of vocabulary items related to human body cells as well as disease names and explanations found in the animated series Cells at Work! available on the Netflix platform. The findings of this study indicate that loanwords undergo phonemic changes and additions at the morphemic level. These adaptations are largely influenced by structural differences between Indo-European languages and Japanese, particularly the syllabic constraints of the Japanese language system. Such constraints play a major role in triggering phonological adjustment during the borrowing process. Furthermore, the study highlights that research on loanword transformation still requires further exploration, especially in identifying patterns such as phoneme deletion and phoneme fusion, due to the limited data available in this study. Keywords: gairaigo, health, Japanese loanword, medical term, morphophonemic analysis   Abstrak Gairaigo merupakan kata serapan dalam bahasa Jepang, yang kerap menjadi sumber kesulitan bagi penutur asing Bahasa Jepang, terutama dalam kontek penggunaan istilah sehari-hari. Permasalahan ini semakin menonjol dalam bidang kesehatan, yaitu banyaknya istilah medis yang diadaptasi dari bahasa asing mengalami perubahan penulisan dan penyesuaian fonologis. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada analisis bentuk dan pola perubahan gairaigo dalam istilah kesehatan, dengan memanfaatkan serial animasi Cells at Work! sebagai sumber data untuk mengidentifikasi fenomena adaptasi linguistik yang terjadi. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka. Sumber data yang dianalisis merupakan kumpulan kosakata yang berhubungan dengan sel tubuh serta nama-nama dan penjelasan dari penyakit, yang terdapat pada serial animasi Cells at Work! dari platform Netflix. Penelitian ini mengungkap bahwa kata-kata serapan mengalami dinamika perubahan berupa penambahan dan pergeseran fonem pada morfem asalnya. Perbedaan karakteristik struktural antara rumpun bahasa Indo-Eropa dan bahasa Jepang, terutama keterbatasan silabel dalam bahasa Jepang, menjadi faktor utama yang memicu proses adaptasi fonologis tersebut. Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa kajian mengenai perubahan kosakata masih memerlukan eksplorasi lebih lanjut, khususnya dalam mengidentifikasi pola pelesapan dan peleburan fonem, seiring dengan keterbatasan data yang diperoleh dalam penelitian ini. Kata kunci: analisis morfofonemik, bidang kesehatan, istilah medis, gairaigo, kata serapan
Joke Candidate sebagai Kritik Politik dalam Pemilihan Gubernur Tokyo 2024 Ananda Fajar Ayu Kinanti; Agnes Shynta Dewi Prihadi; Zidan Amidyatama Nugraha; Muhammad Fadlila Azam; Zahra Athira Mumtazah; Ashima Sholihatul Hidayah; Umoro, Anisa Ledy
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 14 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v14i1.15847

Abstract

 Abstract The emergence of candidates with unusual costumes in the 2024 Tokyo gubernatorial election has led to a new phenomenon in Japanese democracy that is the emergence of joke candidates. These candidates often wear costumes and implement controversial campaign strategies. This article aims to unpack the driving factors behind the emergence of joke candidates in Japanese politics. This research uses qualitative methods in the form of a study to examine how socio-political and cultural factors influence political campaigns by incorporating humour into them. The findings of this study show that the emergence of joke candidates is a response to the public apathy towards politics. In this case, joke candidates act as political critics. In practice, the joke candidate phenomenon has succeeded in attracting the younger generation's interest in politics. However, on the other hand, there are concerns that the lack of seriousness of elections may undermine democracy. This article concludes that while humour in campaigns can increase voter turnout, it also affects perceptions of the seriousness of democracy. Further research is needed to see its long-term impact on democracy in Japan. Keywords: joke candidate, democracy, political campaign, political critics, election   Abstrak Munculnya kandidat dengan kostum menarik dan tidak biasa pada pemilihan gubernur Tokyo 2024 memunculkan fenomena baru dalam demokrasi Jepang, yaitu munculnya kandidat lelucon atau joke candidate. Kandidat-kandidat tersebut seringkali menggunakan kostum menarik dan menerapkan strategi kampanye yang mengundang kontroversi. Menyoroti hal tersebut, artikel ini bertujuan untuk membahas faktor pendorong munculnya joke candidate dalam peta perpolitikan Jepang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi untuk mengkaji bagaimana faktor sosiopolitik dan budaya memengaruhi kampanye politik dengan mengintegrasikan unsur humor. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa munculnya joke candidate adalah respon terhadap sikap apati politik di Jepang. Dalam hal ini, joke candidate berperan sebagai kritik politik. Dalam praktiknya, fenomena joke candidate berhasil menarik minat generasi muda terhadap politik. Namun, di sisi lain muncul kekhawatiran mengenai kurangnya keseriusan pemilihan umum dapat meremehkan demokrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun humor dalam kampanye dapat meningkatkan partisipasi pemilih, hal ini juga memengaruhi persepsi terhadap keseriusan demokrasi. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat dampak jangka panjangnya terhadap demokrasi di Jepang. Kata kunci: joke candidate, demokrasi, kampanye politik, kritik politik, pemilihan umum 
Pemaknaan Mahasiswa Sastra Jepang Universitas Jendral Soedirman (UNSOED) terhadap Popularitas Kimetsu No Yaiba: Mugen Train(Kajian Resepsi) Fithriyah, Marieyatul; Puspitasari, Diana; Kadafi, Muammar
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 14 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v14i1.16048

Abstract

 Abstract The purpose of this study is to examine the responses of the 2021 cohort of Japanese Literature students at Jenderal Soedirman University (UNSOED) to the anime Kimetsu No Yaiba: Mugen Train focusing on how they interpret the film and the factors that influence their perception of the anime's popularity, such as animation, narrative, and media influence. Using Stuart Hall's reception theory, this study explores the dominant, negotiating, and oppositional reading positions in interpreting the film's message. Applying a qualitative descriptive method by implementing in-depth interviews with six students selected by purposeful sampling from a total of 27 students who filled out the questionnaire. The results showed that the majority of informants were in a dominant position, receiving the film's message related to visual quality and emotional delivery positively. Conversely, there were two informants who occupied a negotiating position by acknowledging the quality of the film but criticizing certain narrative aspects. These findings reveal that students' backgrounds and personal experiences have a significant influence on how they understand and respond to this anime. Keywords: Kimetsu No Yaiba, Reception Theory, Stuart Hall, Students, Anime Popularity   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki respons mahasiswa Sastra Jepang angkatan 2021 Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) terhadap anime Kimetsu no Yaiba: Mugen Train, dengan fokus bagaimana mereka memaknai film dan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi mereka terhadap kepopuleran anime tersebut, seperti animasi, narasi, dan pengaruh media. Menggunakan teori resepsi Stuart Hall, penelitian ini mengeksplorasi posisi pembacaan dominan, negosiasi, dan oposisi dalam pemaknaan pesan film tersebut. Menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dengan enam orang mahasiswa yang dipilih secara purposive sampling dari total 27 mahasiswa yang mengisi kuisioner. Hasilnya menunjukkan mayoritas narasumber berada pada posisi dominan, menerima pesan film terkait kualitas visual dan penyampaian emosional secara positif. Sebaliknya, ada dua narasumber yang menempati posisi negosiasi dengan mengakui kualitas film namun mengkritisi aspek naratif tertentu. Temuan ini mengungkap bahwa latar belakang dan pengalaman pribadi mahasiswa berpengaruh secara signifikan terhadap cara mereka memahami dan menanggapi anime ini. Kata kunci: Kimetsu No Yaiba, Teori Resepsi, Stuart Hall, Mahasiswa, Popularitas Anime 
Kinshi Hyougen dalam Lanskap Linguistik: Studi Papan Larangan di Kebun Binatang Asahiyama Hokkaido Muhtarom, Reza Alhadi Dwi; Permana, Aninditya Mayfa; Kalandara, Aurel; Sefiany, Ayudia Rahma
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 14 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v14i2.16561

Abstract

Abstract This study aims to analyze the use of kinshi hyougen (prohibitive expressions) found on prohibition signs at Asahiyama Zoo, Japan. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected using the observation and note-taking technique. The primary research instrument is the researcher themself, serving as a human instrument. The data analysis technique involved categorizing the kinshi hyougen identified from YouTube videos using the aforementioned observation method. Based on the data collected from nine YouTube videos, the analysis revealed that there are three types of kinshi hyougen used at Asahiyama Zoo: ~禁止, ~ないで and ~できません, each exhibiting unique usage characteristics. Examples include expressions such as 飲食禁止, 食べ物や草などをあげないでね and 館内で三脚は使用できません. The findings indicate that prohibitive expressions in Japanese are not limited to a single fixed form, but instead vary in structure while conveying the same underlying meaning of prohibition. Keywords: Kinshi Hyougen, prohibition sign, Asahiyama Zoo  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kinshi hyougen yang terdapat pada papan larangan di kebun binatang Asahiyama, Jepang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data menggunakan teknik simak catat, instrumen pada penelitian ini adalah human instrument yaitu penulis itu sendiri. Teknik analisis data yang digunakan dilakukan dengan mengategorisasikan kinshi hyougen yang ditemukan dalam video YouTube yang telah disimak dan dicatat oleh penulis. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari sembilan video YouTube, diperoleh hasil analisis bahwa di kebun binatang Asahiyama terdapat tiga jenis kinshi hyougen yaitu 禁止、〜ないで dan 〜できません dan setiap ungkapan memiliki keunikan dalam penggunaannya. Berdasarkan jenisnya seperti 飲食禁止、食べ物や草などをあげないでね dan 館内で三脚は使用できません. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penggunaan kinshi hyougen dalam bahasa Jepang tidak hanya disampaikan melalui satu bentuk tetap, melainkan memiliki perbedaan penulisan dengan makna yang sama, yakni kinshi hyougen. Kata kunci: Kinshi Hyougen, papan larangan, Kebun Binatang Asahiyama
Strategi Gastrodiplomasi Melalui Penggunaan Tema Jepang dalam Branding Restoran F&B di Semarang Ardeva, Ditya Rizky; Widiandari, Arsi
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 14 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v14i2.17714

Abstract

 Abstract This research aims to analyze the branding strategies of Japanese-themed food and beverage (F&B) restaurants in Semarang and to explore the motivations of business owners for choosing a Japanese theme for their businesses. This research focuses on three non-franchise restaurants, such as Amanogawa, Atsushi, and Momotaro, in adapting Japanese culture through menu, elements, ambiences, services and visuals. The method used is qualitative, employing case studies through interviews and direct observation. The data collected are primary sources obtained through in-depth interviews with restaurant owners or managers, as well as direct observation, complemented by secondary sources from literature studies, including journal articles and books. The findings show that each restaurant employs different strategies in adapting Japanese culture—whether through menu, ambience, service, or visual elements and also demonstrate the practice of gastrodiplomacy by using food as a medium to introduce Japanese culture to the people of Semarang. This research contributes to enriching academic discourse on culture-based branding while also providing practical insights for F&B entrepreneurs in designing strategies suited to the local context. Keywords: Japanese theme, Branding strategy, Gastrodiplomacy   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding restoran bertema Jepang di bidang makanan dan minuman (F&B) di Semarang serta mengeksplorasi motivasi pemilik usaha dalam memilih tema Jepang untuk bisnis mereka. Penelitian ini berfokus pada tiga restoran non-waralaba, yaitu Amanogawa, Atsushi, dan Momotaro, dalam mengadaptasi budaya Jepang melalui menu, elemen, suasana, pelayanan, dan visual. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan studi kasus melalui wawancara dan observasi langsung. Data yang dikumpulkan terdiri dari sumber primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pemilik atau manajer restoran serta observasi langsung, dilengkapi dengan sumber sekunder dari studi literatur, termasuk artikel jurnal dan buku. Temuan menunjukkan bahwa setiap restoran menerapkan strategi yang berbeda dalam mengadaptasi budaya Jepang baik melalui menu, suasana, pelayanan, maupun elemen visual, dan juga menunjukkan praktik gastrodiplomasi dengan menggunakan makanan sebagai media untuk memperkenalkan budaya Jepang kepada masyarakat Semarang. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya wawasan akademik tentang branding berbasis budaya sekaligus memberikan wawasan praktis bagi pengusaha F&B dalam merancang strategi yang sesuai dengan konteks lokal.   Kata kunci: Tema Jepang, Strategi branding, Gastrodiplomasi 

Page 10 of 10 | Total Record : 97