cover
Contact Name
Enang Yusuf Nurjaman
Contact Email
enangyusuf@iain-ternate.ac.id
Phone
+6281572238784
Journal Mail Official
altadabbur2017@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Al-Tadabbur ; Jurnal Kajian sosial, Peradaban dan Agama
ISSN : 25273248     EISSN : 26139154     DOI : -
AL-TADABBUR (P-ISSN : 2527-3248; E-ISSN : 2613-9154 ) is a Journal published by Faculty of Ushuluddin Adab dan Dakwah of IAIN Ternate, Indonesia. It is a peer-reviewed open access journal in social civilization and religion.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2023)" : 10 Documents clear
Kajian Arkeologi Islam: Jere Woka-Woka Fiktar Hari
Al-Tadabbur Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v9i2.1176

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi bentuk makam kuno yakni Jere Woka-woka yang berada di Kelurahan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Dengan menggunakan pendekatan historis-arkeologis dan disajikan secara analisis-deskkriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan ciri arsitektur makam yang terdiri dari bentuk makam, jirat misalnya, tersusun dari bebatuan yang disusun rapi di atas permukaan tanah bekas liang kubur. Berbeda dari makam-makam kuno pada umumnya yang berbentuk persegi, Jere Woka-woka berbentuk oval. Selain itu, untuk menziarahi makam ini, peziarah dianjurkan membawa batu berukuran kecil atau kerikil sebagai pengganti dari daun pandan, ini menyebabkan pusara makam ini dipenuhi oleh kerikil.
Agama Sebagai Kontrol Sosial Studi Pemikiran Emile Durkheim Evi Fita Ulifia
Al-Tadabbur Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v9i2.1172

Abstract

Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui peran agama sebagai control sosial yang ditinjau melalui pemikiran Emile Durkheim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah, metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi lapangan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di peroleh hasil berupa Agama acap kali dituding sebagai persoalan intoleransi yang terjadi di masyarakat, namun dalam sudut pandang yang lain agama diartikan sebagai ajaran yang memuat nilai serta norma yang mengarahkan umatnya dalam tindakan-tindakan positif serta salah satu indikator dalam kerukunan antar umat di tengah masyarakat yang dipelopori nilai-nilai agama. Dalam hal ini Durkeheim memiliki pandangan agama sebagai sesuatu yang sakral dan profan semestinya memiliki peluang lebih besar dalam mengcounter pemeluknya. Maka peran agama bersifat sebagai control sosial dapat menggiring pemeluknya kea rah yang toleran dan intoleran dalam satu waktu sekaligus tergantung pada penghayatan terhadap agama yang sejatinya bersifat abstrak. Namun secara umum pemeluk agama meyakini ajaran agama bersifat positif bagi tatanan kehidupan. 
Peran Agama Dalam Pembentukan Identitas Masyarakat Aur Birugo Kota Bukittinggi Annisa Wahid
Al-Tadabbur Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v9i2.1173

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran agama dalam pembentukan identitas masyarakat di Aur Birugo Kota Bukittinggi. Metode ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitian kualitatif yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan analisis dokumen sebagai alat untuk mengumpulkan data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama, dalam hal ini Islam, memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk identitas masyarakat Aur Birugo. Nilai-nilai agama seperti kejujuran, kepedulian sosial, dan solidaritas telah menjadi bagian integral dari norma sosial masyarakat. Institusi agama seperti masjid dan pondok pesantren berperan penting dalam mendidik generasi muda dan memelihara tradisi keagamaan. Upacara adat dan perayaan keagamaan juga menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Aur Birugo. Meskipun agama telah memainkan peran penting dalam mempertahankan identitas kultural masyarakat, penelitian ini juga mengidentifikasi adanya tantangan dalam menghadapi konflik antaragama dan dampak perubahan sosial modern. Dalam menghadapi perubahan zaman, masyarakat Aur Birugo terus berupaya memelihara akar agama dan budaya mereka sambil beradaptasi dengan dinamika global yang semakin cepat. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bagaimana agama menjadi pengikat sosial yang kuat sambil menghadapi dinamika perkembangan sosial dan budaya di Aur Birugo Kota Bukittinggi.
Analisis Komunikasi Kelompok Dalam Komunitas Railfans Edan Sepur Indonesia Bandung Raya Safera Aude Indarto Putra; Adi Permana Sidik
Al-Tadabbur Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v9i2.1170

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui analisis komunikasi kelompok dalam komunitas railfans di Indonesia yang berfokus pada Komunitas Edan Sepur Indonesia di wilayah Bandung Raya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses komunikasi kelompok dalam Komunitas Edan Sepur Indonesia dalam berbagi informasi, cara menjaga solidaritas serta kepuasan antar anggota, serta hambatan yang dihadapi oleh Komunitas Edan Sepur Indonesia baik dalam melakukan komunkasi maupun kegiatan yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dan untuk memperoleh data, penelitian ini dilakukan melalui penelitian lapangan dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan wawancara tiga anggota komunitas ditambah dengan satu informan dari masyarakat umum. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses komunikasi dan berbagi informasi, anggota Komunitas Edan Sepur Indonesia berbagi informasi antar anggota melalui grup pada media sosial. Sedangkan secara tatap muka dapat dilakukan ketika briefing maupun saat kegiatan. Solidaritas antar anggota dijaga dengan rutin mengadakan “kopi darat” secara tatap muka langsung untuk saling bercengkrama dan berbagi wawasan. Kepuasan anggota karena kecintaan atau hobi dengan perkeretaapian dapat tersalurkan dengan kegiatan postif. Sedangkan dari masyarakat umum dinilai dapat memberikan edukasi. Hanya saja terkadang terkadang terdapat kesalahpahaman penyampaian pesan ketika kegiatan dan mendapatakan beberapa penolakan oleh beberapa masayarakat pelanggar hingga menimbulkan perdebatan.
NILAI TOLERANSI DAN NIRKEKERASAN DALAM MODERASI BERAGAMA SEBAGAI KONSEP PERDAMAIAN Muhamad Hilmi Hilmi
Al-Tadabbur Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v9i2.1161

Abstract

Tujuan penelitian ini membahas tentang nilai-nilai toleransi dan nirkekerasan dalam moderasi beragama sebagai konsep perdamian dengan menggunakan analisis teori segitiga Johan Galtung. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu mendeskripsikan dan menganalisis tentang keberadaan moderasi beragama pada nilai-nilai toleransi dan nirkekerasan dengan teori segitiga Galtung. Pendekatan dalam penelitian ini melalui library research yang bersifat deskriptif. Pembahasan dari penelitian ini meliputi moderasi beragama, moderasi beragama untuk toleransi dan untuk nirkekerasan yang dikaitkan dengan teori segitiga Johan Galtung. Kesimpulan dari  penelitian ini adalah dalam moderasi beragama terdapat nilai-niali toleransi yang akan melekat ketika seseorng memiliki sikap yang moderat dimana seseorang akan hidup berdampingan ditengah keragaman yang berbeda, saling menerima dan menghargai pendapat dan keyakinan orang lain walaupun berbeda bahkan bertentangan dengannya. Sehingga bisa saling mengerti dan memahami satu sama lain dan meyakini keragaman sebagai sunnatullah yang mesti dijaga sebagai rahmatalilalamin. Moderasi beragama dapat digunakan sebagai salah satu cara yang perlu diperhitungkan yang dapat menghasilkan resolusi konflik, bina damai dengan transformasi konflik dinegara Indonesia yang multikultural ini. Moderasi beragama dalam pandangan analisis teori Johan Galtung merupakan suatau alat untuk mengurangi atau menghilangkan kekerasan dengan perdamaian. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penerapan moderasi beragama dalam menghadapi masalah perbedaan yang akan menimbulkan kekerasan dalam toleransi di Indonsesia sehingga dapat menjadikan potensi perdamaian.
Pemikiran Muhammed Arkoun tentang Al-Qur’an : Rekonstruksi Pemikiran Islam Abad 21 Saldan Manufa
Al-Tadabbur Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v9i2.1177

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah membahas gagasan-gagasan Muhammed Arkoun dalam merekonstruksi pemikiran islam dalam Al-Qur’an di abad 21. Secara metodologi, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode library research. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan dalam perkembangan islam, tradisi kemushafan atau skriptual masih menjadi sebuah pegangan yang kuat dilakukan oleh intelektual islam klasik dengan menekankan pada doktrin tafsiran yang statis, tanpa melihat sebuah perkembangan dunia yang telah berubah. Ketika dalam menafsirkan al-qur’an, Arkoun menggunakan pendekatan kritis ilmu-ilmu sosial (dekonstruksi, hermeneutika dan pascastrukturalis). Dengan demikian perlunya sebuah pemahaman tradisi islam yang terbuka, pintu gerbang ijtihad belum terkunci sehingga pemaknaan terhadap penafsiran al-quran terus berkembang mengikuti zaman  Dapat disimpulkan dalam penelitian ini kekakuan dalam menafsirkan teks al-qur’an membuat Arkoun untuk menemukan makna yang tersembunya dibalik teks al-qur’an yang dikodifikasi. Dengan demikian, untuk menganalisis teks-teks al-qur’an, ia menggunakan metode sosial seperti  historis-antropologi, lingustik-semiotik, dan Teologi-religius. Agar al-qur’an dapat disesuikan dengan tantangan dan  perkembangan dunia abad 21.
Mutlak dan Muqayyad Niila Khoiru Amalia; Fahima Abd. Gani
Al-Tadabbur Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v9i2.1174

Abstract

 Artikel ini membahas tentang mutlak dan muqayyad dalam Ulum al-Qur’an. Dengan metode deskriptif analitis, artikel ini mendapatkan hasil bahwa Mutlak  adalah lafadz yang menunjukkan kepada suatu yang maknanya tidak terikat oleh batasan tertentu dan Muqayyad adalah suatu lafadz yang menunjukkan hakikat sesuatu yang dibatasi dengan suatu pembatasan yang mempersempit keluasan maknanya. Bentuk-bentuk dalam menghadapi mutlak dan muqayyad adalah :1) Jika hukum dan sebabnya sama, lafadz mutlak dibawa kepada muqayyad. 2) Jika hukum dan sebabnya berbeda, ulama sepakat masing-masing lafadz tetap pada statusnya masing-masing, 3) Jika hukumnya berbeda dan sebabnya sama, ulama sepakat tidak boleh membawa lafadz mutlak kepada muqayyad. Masing-masing tetap berlaku pada kemutlakan dan kemuqayyadannya. 4) Kemutlakan dan kemuqayyadan terdapat pada sebab hukum, namun masalah dan hukumnya sama, ulama tidak sepakat dalam hal ini. 5) Mutlak dan muqayyad terdapat pada nash yang sama hukumnya namun sebabnya berbeda, ulama tidak sepakat dalam menyikapinya. 
Tradisi Paka Kie Di Tafamutu Pulau Moti Kota Ternate (Perspektif Sosio-Historis) M. Arjun Khalid
Al-Tadabbur Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v9i2.1171

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan Tradisi Paka Kie di pulau Moti Kota Ternate. Paka Kie berasal dari bahasa Tidore yaitu Paka Kie yang memiliki arti “naik gunung”. Pelaksanaan Paka Kie salah satunya untuk menjaga lingkungan alam (hutan dan laut). Tujuan dari penelitian: Untuk mengetahui sejarah Paka Kie di Tafamutu pulau Moti kota Ternate. Untuk mengetahui prosesi dalam tradisi Paka Kie di Tafamutu pulau Moti kota Ternate. Untuk mengetahui dampak sosial dalam tradisi Paka Kie di Tafamutu pulau Moti kota Ternate. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Tradisi Paka Kie awal mula di kelurahan Tafamutu pada tahun 1947, saat kedatangan dua orang Syekh di Moti Tafamutu. Kedua, proses Paka Kie terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan satu tahun satu kali, memiliki tujuan dan manfaat, ziara kuburuan/keramat, moro-moro ata dola bololo, dan terdapat makna simbolik.  Ketiga, Dampak dari pelaksanaan Paka Kie yaitu dampak positif dan dampak negatif. 
Filosofi Alam Makolano Dalam Perspektif Komunikasi Budaya Makbul AH. Din
Al-Tadabbur Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v9i2.1175

Abstract

Penelitian ini bertujuan “Menjelaskan konsep alam Makolano dalam perspektif komunikasi antarbudaya”. Alam makolano adalah sebuah pembagian kekuasaan yang  berdimensi fisik maupun non-fisik. Kekuasaan berdimensi fisik titik singgungnya pada wilayah kekuasaan sementara non fisik memberi otoritas pribadi seorang sultan Ternate sebagai panutan dalam menjawab problem masyarakat adat. Ia mempunyai kharisma setara dengan seorang wali. Untuk itu, penelitian ini menjawab “konsep alam makolano dalam perspektif komunikasi antarabudaya”. Penelitian dengan pendekatan kualitatif dalam paradigma interpretif. Informannya adalah tokoh adat, budayawan, bala kusu se kano kano (masyarakat adat) dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Adapun analisisnya kualitatif. Hasil penelitian ini Pertama, bahwa kekuasaan alam makolano menjadi prasyarat mutlak bagi seorang sultan Ternate. Kedua, adanya pesan spiritualitas dalam komunikasi budaya terhadap konsep alam makolano. Ketiga, bahwa alam Makolano mendorong motivasi dan toleransi yang tinggi pada masyarakat adat Ternate. 
DAKWAH PADA MASYARAKAT PLURAL Badruddin Kaddas
Al-Tadabbur Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v9i2.1156

Abstract

Dakwah dalam masyarakat plural memilik tantangan peluang dan tantang yang yang kompleks Tulisan ini mengeksplorasi bagaimana dakwah dilakukan pada masyarakat yang beragam baik dari latar belakang agama, budaya, ekonomi dan pendidikan. Tulisan ini bertujuan untuk memahami bagaimana dakwah dapat diadaptasikan dan berkontriusi secara positif dalam membangun harmoni serta pemahaman antarumat masyarakat yang beragam.Dengan memahami dinamika dakwah dalam konteks masyarakat yang plural, diharapkan dapat memberikan gambaran dan wawasan yang luas mengenai bagaimana sejatinya menjadikan dakwah agen positif untuk mengonstruksi pemahaman tentang pentingnya menjaga harmoni dan kerukunan antarkelompok yang berbeda. Implikasi dari tulisan ini diharapkan bisa berkontriusi terhadap perkembangan strategi dakwah yang lebih baik pada karakteristik masyarakat yang semakin pluralis

Page 1 of 1 | Total Record : 10