cover
Contact Name
Suniya Dewi
Contact Email
suniyadewi0285@gmail.com
Phone
+6281804125177
Journal Mail Official
info@balimedikajurnal.com
Editorial Address
Jl Kecak No. 9A Gatot Subroto Timur, Denpasar, Bali, Indonesia 80239
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Bali Medika Jurnal
ISSN : 26157047     EISSN : 26146517     DOI : https://doi.org/10.36376/bmj
Core Subject : Health,
BMJ bertujuan memprakarsai dan merangsang penelitian berdampak tinggi dan inovatif yang relevan bagi akademisi dan praktisi di industri kesehatan. Audiensi publikasi ini utamanya terdiri dari akademisi, mahasiswa pascasarjana, praktisi dan semua yang tertarik pada bidang penelitian kesehatan. Jurnal ini menerima artikel dari para praktisi dan akademisi serta penelitian kualitatif dan kuantitatif. Setiap makalah akan dinilai berdasarkan standar nasional, orisinalitas / inovasi kertas, kontribusi terhadap pengetahuan, relevansinya dengan subjek dan kualitas penyajiannya. Makalah-makalah tersebut akan direview oleh mitra bestari yang kredibel dan dapat dipercaya.
Articles 215 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BALITA USIA 12-23 BULAN DI LINGKUNGAN ARUM TIMUR MELAYA: THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND MATERNAL COMPLIANCE IN COMPLETE BASIC IMMUNIZATION PROVISION TO CHILDREN AGED 12-23 MONTHS IN ARUM TIMUR MELAYA Ayu Merna Eka Sari, Niken; Widiawati, Ni Made; Wijaya, A. A. Ngr. Taruma
Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 (2018): Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 July 2018
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v5i1.14

Abstract

Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak terpapar pada antigen yang serupa, tidak terjadi penyakit. Tanpa imunisasi anak-anak mudah terserang penyakit, kecacatan dan kematian. Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi kepada bayi atau anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan total sampling yang terdiri dari 34 orang ibu dengan anak balita usia 12-23 bulan. Data dukungan keluarga dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dukungan keluarga, data kepatuhan identifikasi dilakukan dengan kuesioner kepatuhan pemberian imunisasi dasar lengkap. Berdasarkan uji statistik menggunakan spearman rank didapatkan p-value 0,001 dengan correlation coefficient 0,530, artinya terdapat hubungan yang sedang antara dukungan keluarga dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap. Berdasarkan hasil ini diharapkan agar keluarga memberi dukungan kepada ibu dan anak untuk melaksanakan imunisasi sesuai jadwal karena imunisasi sangat penting untuk mencegah terjadinya penyakit serta menurunkan komorbiditas pada anak-anak Immunization is a way to boost a person's immune actively to an antigen, when exposed again to a similar antigen, no disease occurs. Without immunization the children are susceptible to disease, disability and death. Family support is one of the factors associated with maternal obedience in immunization to infants or children. The purpose of this study was to determine the relationship of family support to maternal obedience in the provision of complete basic immunization. The type of this research was observational analytic with cross sectional approach. Samples were taken using a total sampling consisting of 34 mothers with children aged 12-23 months. Family support data were collected using a family support questionnaire, identification compliance data were performed with a complete basic immunization compliance questionnaire. Based on statistical test using spearman rank got p-value 0,001 with correlation coefficient 0,530, meaning there was relation between family support with maternal obedience in giving complete basic immunization. Based on these results it is expected that families provide support to mothers and children to carry out immunization on schedule because immunization is very important to prevent the occurrence of disease and reduce comorbidity in children
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG ADHD DI PAUD KECAMATAN DENPASAR UTARA: DESCRIPTION OF FAMILY KNOWLEDGE LEVEL ABOUT ADHD IN PAUD SUB-DISTRICT OF NORTH DENPASAR Adiputra, I Made Sudarma; Trisnadewi, Ni Wayan Trisnadewi; Parlin, Gusti Ayu Ketut Utari
Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 (2018): Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 July 2018
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v5i1.15

Abstract

Pendahuluan : Attention Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD) adalah sebutan untuk gangguan perilaku dengan gejala-gejala : gangguan pemusatan perhatian dan konsentrasi, impulsivitas dan hiperaktifitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan keluarga tentang Attention Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD) di PAUD Kecamatan Denpasar Utara. Metode : Rancangan penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan satu variable dan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik sampling yang digunakan yaitu multistage random sampling, meliputi : teknik cluster sampling didapatkan sampel sebanyak 23 PAUD kemudian teknik kedua adalah stratified random sampling didapatkan sampel sebanyak 280 responden. Hasil : Hasil penelitian dari 280 responden didapatkan 128 orang (42,2%) memiliki pengetahuan kurang tentang ADHD, pada indikator konsep dasar 131 orang (46,5%) memiliki pengetahuan baik, pada indikator deteksi dini 116 orang (41,1%) memiliki pengetahuan kurang dan pada indikator penanganan 114 orang (40,7%) memiliki pengetahuan kurang. Diskusi : Kesimpulan yang dapat diambil bahwa tingkat pengetahuan keluarga tentang ADHD masih sangat kurang, diharapkan hasil penelitian ini dapat sebagai masukan bagi bidang kesehatan untuk meningkatkan upaya-upaya berupa health education bagi keluarga yang memiliki anak usia dini mengenai ADHD agar dampak negative dari perilaku ADHD dapat dideteksi dan ditangani lebih dini. Kata kunci : pengetahuan, keluarga, ADHD ABSTRACT Introduction : Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) is a term for behavioral disorders with symptoms : attention and concentration disorders, impulsivity and hyperactivity. This study aims to determine the description of family knowledge level about Attention Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD) in PAUD North Denpasar District. Methode : The design of this study used a descriptive quantitative research design with one variable and data collection using questionnaires. The sampling technique used is multistage random sampling, include: cluster sampling of obtained a sample of 23 early childhood then the second technique is stratified random sampling obtained a sample of 280 respondents. Results : The results of the 280 respondents obtained 128 votes (42.2%) have less knowledge about ADHD, the basic concept indicator 131 people (46.5%) had a good knowledge level, the early detection indicator 116 people (41.1%) have less knowledge level and on the handling indicator 114 people (40,7%) have less knowledge level. Discussion : The conclusion can be drawn that the level of knowledge of families who have young children about ADHD is still lacking, the expected results of this study can serve as input to the health sector in order to increase efforts in the form of health education for families who have early chilhood about ADHD so that expected negative impact of ADHD behavior can be detected and handled earlier. Keywords : knowledge, family, ADHD
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU SOSIOPATIK PADA REMAJA KELAS VIII DI SMP PGRI 3 DENPASAR: RELATIONS PARENTING PARENTS WITH SOSIOPATIK BEHAVIOR IN TEENS CLASS VIII IN SMP PGRI 3 DENPASAR Wulandari, Ni Kadek; Resiyanthi, Ni Komang Ayu; Widiastuti, Putu
Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 (2018): Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 July 2018
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v5i1.16

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan salah satu periode dari perkembangan manusia. Masa ini merupakan masa perubahan atau peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang meliputi perubahan biologis, perubahan psikologis, dan perubahan sosial. Adapun permasalahan yang sering dialami pada masa ini adalah perilaku sosiopatik. Penyebab yaitu dapat disebabkan oleh kemajuan teknologi, informasi, lingkungan, keluarga dan salah satunya pola asuh orang tua mempengaruhi perilaku sosiopatik. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 184 responden dengan teknik simple random sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan p value = 0,000< α = 0,05 yang berarti ada hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku sosiopatik pada remaja kelas VIII di SMP PGRI 3 Denpasar. Analisis: Teknik analisa data yang dipergunakan adalah uji Chi-square. Diskusi: Saran bagi orang tua agar memberikan pola asuh yang tepat bagi remaja. Kata kunci: pola asuh, perilaku sosiopatik, remaja ABSTRACT Introduction: Adolescence is a period of human development. This period is a period of change or transition from childhood into adulthood that include biological changes, psychological changes, and social change. As for problems that are often experienced during this period is sosiopatik behavior. Causes that can be caused by advances in technology, information, environment, family, and one of them parenting parents influence the behavior sosiopatik. Method: The method used in this research is descriptive correlation with cross sectional.Number of samples in this study were 184 respondents withtechnique. simple random sampling. Result: The results showed p value = 0.000 <α = 0.05, which means that there is a relationship with the parents' parenting behaviors in adolescents sosiopatik class VIII in SMP PGRI 3 Denpasar. Analysis: Data analysis technique used is thetest. Chi-square. Discussion: Suggestions for parents to provide appropriate parenting for teenagers. Keywords: parenting, sosiopatik behavior, adolescent
KORELASI PERSEPSI TENTANG PROFESI KEPERAWATAN DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM ALIH JENJANG: CORRELATION BETWEEN PERCEPTION OF NURSING PROFESSIONS AND LEARNING MOTIVATION OF NURSING STUDENTS Puspawati, Ni Luh Putu Dewi; Arwidiana, Dewa Putu
Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 (2018): Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 July 2018
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v5i1.17

Abstract

Pendahuluan: Upaya peningkatan profesionalisme perawat dan keperawatan memberikan kesempatan kepada perawat untuk melanjutkan ke jenjang profesional dengan mengikuti pendidikan S1 Ilmu Keperawatan. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah mahasiswa alih jenjang yang menempuh pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi tentang profesi keperawatan dengan motivasi belajar mahasiswa program alih jenjang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Metode: Sampel diambil dari mahasiswa alih jenjang sejumlah 78 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa tentang profesi keperawatan sebagian besar dalam kategori cukup baik (60,3%) dan motivasi belajar mahasiswa sebagian besar dalam kategori motivasi tinggi (44,9%). Hasil uji korelasi gamma menunjukkan tidak ada korelasi bermakna antara persepsi responden terhadap profesi keperawatan dengan motivasi belajar mahasiswa alih jenjang STIKes Wira Medika Bali dengan p value 0,121. Diskusi: Hal ini dapat disebabkan karena faktor jenis kelamin, umur dan pengalaman, dan kebutuhan STR Ners. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan, memiliki umur yang masih muda dengan pengalaman klinis yang mencukupi. Faktor tersebut mendukung terbentuknya motivasi yang belajar yang tinggi meskipun persepsi responden terhadap profesi keperawatan tergolong cukup baik. Kata kunci : persepsi profesionalisme, motivasi belajar, mahasiswa keperawatan. ABSTRACT Introduction: Efforts to improve nursing professionalism provide an opportunity for nurses to continue their education to the professional level by attending Bachelor of Nursing program. This led to an increase in the number of students who upgrade their education to the level of bachelor education. They may have different learning motivation than regular student who is recruited from senior high school. This study aimed to analyze the correlation of nursing profession perceptions with the motivation to learn student program transfer rate. Method: The research used cross sectional approach and recruited 78 students as respondents. Result: The results showed that the students 'perceptions of the nursing profession were mostly in fair category (60.3%) and the students' learning motivation was mostly in high motivation category (44.9%). Gamma correlation test results showed no significant correlation between nursing professionalism perceptions to the student learning motivation with p value 0.121. Discussion: This may be due to gender, age and experience, and the need for Registered Nurse Certificate. Most of the respondents were female, having a young age with sufficient clinical experience. These factors support the formation of high learning motivation although the perception of respondents to the nursing profession was fair. Keywords: Professionalism perception, learning Motivation, nursing student
YOGA TAHAP I MAMPU MENINGKATKAN FLEXIBILITAS OTOT PADA REMAJA PUTRI DI SANGGAR SENAM STUDIO 88 DENPASAR: YOGA STAGE I ABLE TO INCREASE MUSCLE FLEXIBILITY IN ADOLESCENTS IN SANGGAR SENAM STUDIO 88 DENPASAR Oktaviani, Ni Putu Wiwik; Lestari, Ni Kadek Yuni
Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 (2018): Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 July 2018
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v5i1.18

Abstract

Overweight menjadi salah satu masalah kesehatan remaja di Indonesia. Latihan yang bersifat aerobik dapat menurunkan lemak tubuh, mencegah overweight dan meningkatkan fleksibilitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hatha yoga dapat meningkatkan fleksibilitas pada remaja putri di Denpasar. Rancangan penelitian randomized with pre-test and post-test group design. Kelompok (13 sampel) mendapat perlakuan hatha yoga. Perlakuan diberikan selama 6 minggu, frekuensi 3 kali/minggu, durasi 45 menit di Sanggar Senam Studio 88 Denpasar pada pagi hari. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan fleksibilitas hatha yoga dengan rerata 12,58 cm. Hasil rerata peningkatan fleksibilitas sebesar 5 cm dengan nilai p=0,035. Simpulan bahwa pelatihan hatha yoga efektif dalam menurunkan persentase lemak tubuh dan meningkatkan fleksibilitas di Denpasar. Kepada individu dengan overweight sebaiknya melakukan aktivitas olahraga secara rutin dan kontinyu. Hatha Yoga sebagai salah satu alternatif kegiatan olahraga yang dapat digunakan untuk meningkatkan fleksibilitas serta kebugaran fisik. Kata Kunci : Hatha yoga, fleksibilitas ABSTRACT Overweight was one of the adolescent health problem in Indonesia. Aerobic exercise can reduce body fat, prevent overweight and increase flexibility. The purpose of this study was to identify the effect of Hatha Yoga flexibility of adolescent girl in Denpasar. Research used randomized pre-test and post-test design involved 26 subject. Group treated hatha yoga. This intervention was given for 6 weeks, frequency 3 times a week, for 45 minute in Sanggar Senam Studio 88 Denpasar. The result shown that hatha yoga increasing of flexibility hatha yoga with a mean 12.58 cm. The result mean increased flexibility by 5 cm with value of p = 0.035. Conclusion: hatha yoga effective increasing flexibility of adolescent girl in Denpasar. It is suggested to individuals with overweight in order to do sports activities regularly and continuously. Hatha yoga as an alternative sport activities that can be used to increase flexibility and physical fitness.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE CERAMAH DAN DEMONSTRASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA REMAJA PUTRI: EFFECTIVENESS OF HEALTH EDUCATION WITH LECTURE AND DEMONSTRATION METHOD ON INCREASING KNOWLEDGE ABOUTEARLY DETECTION BREAST CANCERIN YOUNG WOMEN Deviani, Ni Luh Putu; Citrawati, Ni Ketut; Suasti, Ni Made Adi
Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 (2018): Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 July 2018
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v5i1.19

Abstract

Deteksi dini kanker payudara sangat penting dilakukan. Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pemberian pendidikan kesehatan tentang deteksi dini kanker payudara merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini kanker payudara pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan Quasi Experimental design dengan Nonequivalent Control Group. Teknik sampling yang digunakan yaitu Simple Random Sampling dengan sampel total 68 responden. Hasil yang didapat tingkat pengetahuan siswi setelah diberikan pendidikan kesehatan dalam kategori baik pada kelompok perlakuan sebanyak 28 responden (82,4%) dan pada kelompok kontrol sebanyak 22 responden (64,7%). Berdasarkan hasil uji Mann Whitney didapatkan nilai p value 0,048 < α 0,05. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan efektivitas pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan demonstrasi dibandingkan motode ceramah, maka metode ceramah dan demonstrasi lebih efektif dibandingan dengan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini kanker payudara pada remaja putri di SMA Dharma Praja Denpasar. Diharapkan kepada pelayanan kesehatan agar memberikan pendidikan kesehatan tentang deteksi dini kanker payudara (SADARI) ke sekolah-sekolah untuk meningkatkan derajat kesehatan wanita. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Metode Ceramah Dan Demonstrasi, Pengetahuan, Remaja Putri. ABSTRACT Early detection of breast cancer is very important. Early detection of breast cancer can be done by breast self-examination (BSE). Provision of health education on early detection of breast cancer is an effort that can be done to improve the knowledge of young women. This study aimed to determine the effectiveness of health education by lecture and demonstration methods to increase knowledge about early detection of breast cancer in young women. This research used Quasi Experimental design with Nonequivalent Control Group. The sampling technique used is Simple Random Sampling with a total sample of 68 respondents. The results showed that the level knowledge of female students after being given health education in good category in the experiment group were 28 respondent and control group were 22 respondent (64,7%). Based on Mann Whitney test result got p value 0,048 <α 0,05. The results of this study showed that there is a difference in the effectiveness of health education with lecture and demonstration methods compared to lecture method, then the lecture and demonstration methods are more effective than the lecture method in increasing the knowledge about early detection of breast cancer in adolescent girls in SMA Dharma Praja Denpasar. It is expected that health services will provide health education on early detection of breast cancer (BSE) to schools to improve women's health status. Keywords: Health Education, Lecture and Demonstration Methods, Knowledge, Young Women
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN BERDASARKAN KARAKTERISTIK DAN FREKUENSI MENJALANI HEMODIALISA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD CIBABAT CIMAHI Puspasari, Susy; Sholehudin, Ahmad
Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 (2018): Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 July 2018
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v5i1.20

Abstract

Latar belakang: Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa tidak hanya mengalami aspek medis saja, tetapi juga menyangkut aspek psikologis, sosial, spiritual, biologi. Lamanya pasien yang menjalani hemodialisa kemungkinan dapat beradaptasi dengan keadaan kecemasannya. Namun demikian faktor karakteristik dan frekuensi menjalani terapi hemodialisa bisa membuat pasien menerima kenyataan atau sebaliknya terjadi kecemasan yang berkepanjangan. Tujuan: untuk mengidentifikasi gambaran tingkat kecemasan berdasarkan frekuensi dan karakteristik menjalani hemodialisa pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Cibabat Cimahi. . Metode: Penelitian deskriptif dengan sampel sebanyak 37 responden yang diambil dengan cara consecutive sampling sesuai kriteria inklusi. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: tingkat kecemasan berdasarkan usia 56-70 tahun hampir setengah responden (32,4 %) tidak mengalami kecemasan atau normal, namun pada rentan usia 36-55 tahun sebagian kecil mengalami kecemasan ringan-sedang (8,1 %) dan pada rentan usia 56-77 tahun sebagian kecil responden (10,8 %) mengalami kecemasan ringan – sedang. Berdasarkan jenis kelamin sebagian kecil responden mengalami kecemasan ringan-sedang (13,5 %) berjenis kelamin perempuan. Kecemasan ringan-sedang lebih banyak dialami responden berjenis kelamin perempuan dibandingkan berjenis kelamin laki-laki yang sebagian kecil mengalami kecemasan ringan-sedang (8,1 %) . Berdasarkan tingkat pendidikan sebagian kecil responden (16,2 %) mengalami kecemasan ringan-sedang dengan pendidikan terakhir sekolah. Simpulan: Pada frekuensi responden yang menjalani hemodialisa 1-12 sebagian kecil (10,8 %) mengalami kecemasan ringan-sedang, dan pada frekuensi responden menjalani hemodialisa >38 kali sebagian kecil (8,1 %) mengalami kecemasan ringan-sedang. Saran: Bagi perawat di ruang hemodialisa RSUD Cibabat Cimahi dalam memberikan asuhan keperawatan agar memperhatikan segi psikologis pasien dengan memberi dukungan secara moril melalui komunikasi terapeutik seperti tehknik mendengarkan, sikap tubuh saat berbicara, sentuhan dan teknik lainnya. Kata kunci: Kecemasan, Hemodialisa ABSTRACT Background: In most cases, post operative patients experiencing in various pain. One of the optional non pharmacological treatments is diaphragmatic breathing which are aimed at relaxation effect resulting in the reduction of pain impulse. The prevalence regarding the occurrence of postoperative patients with extremity fractures in Halmahera Siaga Surgical Hospital has been estimated as equally as 282 patients in the last 3 months of 2014 and 75% of the nurses only initiate collaboration treatments with analgesic medicine. Purpose: this study was conducted to provide scientific explanation on how diaphragmatic breathing affects pain intensity of post operative patients with extremity fractures in Halmahera Siaga Surgical Hospital. Method: this research is quasy experiment with one group pretest and posttest design, and it involved 24 respondents that were included in accordance to established criteria (purposive sampling design). The respondents who participated in this study were given diaphragmatic breathing twice within 5 minutes in a period of 2 days. Obtained data was analyzed by non-parametric Wilcoxon test. Result: this study shows distinctive difference in pain intensity, with an average value of 5.71 (moderate pain) before diaphragmatic breathing and pain intensity after the treatment was initiated which was presented by an average value of 3. 29 (mild pain). This significant changes were emphasized by Wilcoxon Signed Rank Test with p value of 0,000 (p<α 0,05). Conclusion: The giving of diaphragmatic breathing is capable of decreasing pain intensity of post operative patients with extremity fractures in ward of Halmahera Siaga Surgical Hospital. Suggestion: diaphragmatic breathing is applicable for nurses and health care givers to reduce post operative pain in term of non-pharmacological pain management. Keyword : extremity fracture post operation, pain intensity, non pharmacological treatments, diaphragmatic breathing.
PENURUNAN STRES DENGAN TERAPI REMINISCENCE PADA LANJUT USIA DI BANJAR TANGKAS WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEGALLALANG 1: DECREASED STRESS LEVELS IN ELDERLY WITH REMINISCENCE THERAPY AT BANJAR TANGKAS WITH IN HEALTHCARE COVERAGE OF TEGALLALANG COMMUNITY HEALTH CENTER 1 Faidah, Nurul; Indriani, Dewa Ayu Dwita; Abadi, M. Fairuz
Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 (2018): Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 July 2018
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v5i1.21

Abstract

Pendahuluan : Stres merupakan perasaan tertekan, cemas dan tegang. Stres merupakan respon adaptif terhadap situasi yang dirasakan menantang atau mengancam kesehatan seseorang. Untuk menurunkan stres yang di alami oleh lansia berkaitan dengan harapan hidupnya maka terapi Reminiscence tepat untuk di jadikan intervensi sebagai memulihkan kembali perasaan yang menyenangkan atau mengingat kembali memori pada masa lalu seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi reminiscence terhadap tingkat stress pada lanjut usia di Banjar Tangkas Wilayah Kerja Puskesmas Tegallalang 1. Metode : Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pra-eksperiment dengan rancangan penelitian One-group pre-test post-test design. Teknik sampling yang digunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling didapatkan sampel sejumlah 20 orang. Instrument pengumpulan data menggunakan DASS 42 Psychometric Properties Of The Depression Anxiety Stress Scale. Hasil penelitian rata-rata tingkat stress pada lansia pre-test 59,20 dan post-test 41,20 di dapatkan nilai p value =0,000<α=0,05 menunjukkan ada Pengaruh Terapi Reminiscence terhadap tingkat stres pada lanjut usia yang berarti adanya pengaruh yang signifikan. Diskusi : Terapi Reminiscence berpengaruh secara signifikan menurunkan tingkat stres pada lanjut usia di Banjar Tangkas Wilayah Kerja Puskesmas Tegallalang 1. Di sarankan agar terapi reminiscence di jadikan metode alternatif tindakan keperawatan yang dapat dilaksanakan di keperawatan gerontik guna membantu lansia dalam menurunkan stres. Kata Kunci :Lanjut Usia, Stres, Terapi Reminiscence ABSTRACT Introduction : Stress is a feeling of depression, anxiety and tense. Stress is a form of adaptive response to situations that are felt as challenge or threaten someone's health. To lessen the stress that was experienced by the elderly with regards to their life expectancy, Reminiscence therapy is considered appropriate to be created as intervention for restoring back a pleasant feeling or recalling memory in someone's past. The purpose of this study is to determine the influence of Reminiscence therapy toward stress levels in elderly at Banjar Tangkas within healthcare coverage of Tegallalang community health center 1. Method: This research method is designed to use Pre-experimental research type with One-group pre-test post-test design. The sampling technique used is a non probability sampling with purposive sampling technique that produces sample of 20 people. Data collection instrument uses DASS 42 Psychometric Properties of the Depression Anxiety Stress Scale. Result: The result shows the average stress level of elderly in pre-test is 59,20 and in post-test is 41,20 which resulted p value = 0,000 <α=0,05 indicate that there is influence of Reminiscence therapy toward stress level in elderly which means that there issignificant influences. reminiscence therapy significantly influences lower stress level in elderly in Banjar Tangkas With in Health care Coverage of Tegallalang Community Health Center 1. It is recommended that Reminiscence therapy to be madeasan alternative method of nursing act that can be implemented in gerontic nursing to help elderly in reducing their stress. Keywords: Elderly, Stress, Reminiscence Therapy
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 7-24 BULAN DI UPT PUSKESMAS SUSUT I KABUPATEN BANGLI: HISTORICAL TIES OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING WITH NUTRITIONAL STATUS OF TODDLER AGED 7-24 MONTHS IN UPT PUSKESMAS SUSUT I OF BANGLI DISTRICT Sudilestari, Anak Agung Ayu; Laksmi, I Gusti Ayu Putu Satya; Purwanti, Ika Setya
Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 (2018): Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 July 2018
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v5i1.22

Abstract

Pendahuluan: Kekurangan gizi merupakan masalah kesehatan utama di negara yang sedang berkembang, dan melatarbelakangi lebih dari 50% kematian balita. Pemberian ASI paling sedikit 6 bulan direkomendasikan untuk menurunkan kesakitan dan kematian anak akibat gangguan gizi. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian non eksperimental dengan desain penelitian cross sectional. jumlah sampel pada menelitian ini sebanyak 83 responden dengan Teknik purposive sampling. Hasil: uji analitik menggunakan uji korelasi Rank Spearman didapatkan nilai signifikan p = 0,002 (p < 0,05) dan r = -0,333, sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita usia 7-24 bulan. Diskusi: Pemberian ASI secara eksklusif sampai bayi berumur 6 bulan sangat penting untuk menunjang status gizi balita sehingga pertumbuhan dan perkembangannya menjadi optimal. Kata Kunci: ASI eksklusif, gizi, balita ABSTARCT Introduction: Malnutrition is a major health problem in developing countries, and underlies more than 50% of under-five mortality. Breast feeding of at least 6 months is recommended to reduce morbidity and mortality of children due to nutritional disorders. Method: This research design using non experimental research method with cross sectional research design. the number of samples in this research as many as 83 respondents with purposive sampling technique. Result: analytic test using Rank Spearman correlation test got significant value p = 0,002 (p <0,05) and r = -0,333, so it can be concluded there is correlation between history of exclusive breastfeeding with nutritional status of children aged 7-24 months. Discussion: Breastfeeding exclusively until 6 months old baby is very important to support the nutritional status of toddlers so that growth and development become optimal. Keywords: Exclusive breastfeeding, nutrition, toddlers
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI SEMESTER VIII DI STIKES WIRA MEDIKA BALI: STRESS LEVEL CORRELATION TO CHANGE OF MENSTRUAL CYCLE IN THE SEMESTER VIII IN STIKES WIRA MEDIKA BALI Wisniastuti, Luh Made; Adilatri, A.A Sri Agung; Purwanti, Ika Setya
Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 (2018): Bali Medika Jurnal Vol 5 No 1 July 2018
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v5i1.23

Abstract

Pendahuluan: Pada masa remaja terjadi suatu pertumbuhan dan perkembangan yang cepat dan disertai banyak perubahan baik secara psikis maupun fisik, termasuk di dalamnya ialah perkembangan organ-organ reproduksi atau organ seksual sehingga terjadinya kematangan yang ditunjukkan dengan adanya kemampuan melakukan fungsi reproduksi. Menstruasi atau haid adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Stres dapat menyebabkan terjadinya penekanan pada hormon dan dapat menyebabkan kegagalan ovulasi pada wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswi semester VIII di STIKes Wira Medika Bali. Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 53 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian adalah Probability Sampling yaitu Simple Random Sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat stres dan kuesioner siklus menstruasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar tingkat stres adalah sedang yaitu sebanyak 15 orang (28,3%) dan siklus menstruasi responden sebagian besar adalah tidak teratur yaitu sebanyak 38 orang (71,7%). Hasil analisis dengan menggunakan uji rank spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi mahasiswi semester VIII dengan p value 0,000 dengan koefisien korelasi 0,537 kekuatan hubungan sedang. Diskusi: Maka, mahasiswi diharapkan agar dapat menjaga kesehatan fisik dan mental. Kata Kunci: tingkat stres, kepuasan, siklus menstruasi ABSTRACT Introduction: In adolescence occurs a rapid growth and development and accompanied by many changes both psychically and physically, including in it is the development of reproductive organs or sexual organs so that the maturity indicated by the ability to perform reproductive function. Menstruation or menstruation is a physiological change in a woman's body that occurs periodically and is affected by reproductive hormones. Stress can cause stress on hormones and can cause ovulation failure in women. This study aims to determine the relationship of stress level with menstrual cycle at the semester VIII student in STIKes Wira Medika Bali Methods: The research design is using Cross Sectional approach. The sample used is 53 respondents. Sampling technique in this research is Probability Sampling is Simple Random Sampling. Data were collected using a stress level questionnaire and a menstrual cycles questionnaire. Result: The result of this research shows that most of stress level is moderate that is 15 people (28,3%) and menstruation cycle mostly irregular that is 38 people (71,7%). The result of analysis by using spearman rank test showed that there was a significant correlation between stress level with menstrual cycle of female student of semester VIII with p value 0,000 with correlation coefficient of 0.537 moderate relationship strength. Discussion: Thus, So, female students are expected to maintain physical and mental health. Keywords: Stress level, Menstrual cycle

Page 2 of 22 | Total Record : 215