cover
Contact Name
Suniya Dewi
Contact Email
suniyadewi0285@gmail.com
Phone
+6281804125177
Journal Mail Official
info@balimedikajurnal.com
Editorial Address
Jl Kecak No. 9A Gatot Subroto Timur, Denpasar, Bali, Indonesia 80239
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Bali Medika Jurnal
ISSN : 26157047     EISSN : 26146517     DOI : https://doi.org/10.36376/bmj
Core Subject : Health,
BMJ bertujuan memprakarsai dan merangsang penelitian berdampak tinggi dan inovatif yang relevan bagi akademisi dan praktisi di industri kesehatan. Audiensi publikasi ini utamanya terdiri dari akademisi, mahasiswa pascasarjana, praktisi dan semua yang tertarik pada bidang penelitian kesehatan. Jurnal ini menerima artikel dari para praktisi dan akademisi serta penelitian kualitatif dan kuantitatif. Setiap makalah akan dinilai berdasarkan standar nasional, orisinalitas / inovasi kertas, kontribusi terhadap pengetahuan, relevansinya dengan subjek dan kualitas penyajiannya. Makalah-makalah tersebut akan direview oleh mitra bestari yang kredibel dan dapat dipercaya.
Articles 225 Documents
Dampak Senam Lansia terhadap Activity of Daily Living di Panti Sosial Fahmi Pamungkas, Akhmad Yanuar; Desi Trianita; Tri indah Wahyuni
Bali Medika Jurnal Vol 12 No 1 (2025): Bali Medika Jurnal Vol 12 No 1 Juli 2025
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v12i1.489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek senam lansia terhadap Activity of Daily Living (ADL) pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Glenmore Banyuwangi. Dengan menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok, 52 lansia diikutsertakan dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan adalah Barthel Index untuk mengukur kemampuan ADL sebelum dan setelah intervensi senam lansia. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemandirian ADL, dengan 90,4% responden menjadi mandiri setelah mengikuti senam lansia, dibandingkan hanya 71,2% sebelum intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), mengindikasikan pengaruh positif yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa senam lansia dapat meningkatkan kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan program senam yang dapat diimplementasikan di panti sosial, dengan dampak positif pada kualitas hidup lansia. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemandirian lansia.   Video is a type of audiovisual media that is effectively used for mass, individual and group learning processes. It is hoped that this sleep training video can help parents understand and assist in implementing sleep training which is useful for training children's independence from an early age and reducing the risk of SIDS in infants. To determine the effectiveness of sleep training videos on parents' knowledge and attitude in implementing sleep training for infants 4-6 months in Darmasaba Village.This study employed pre-experimental study with one group pre-test and post-test design. It was conducted in Darmasaba Village from August-September 2023 and there were 25 parents recruited as the sample through total sampling technique. The results of the analysis level of knowledge and attitude using the Wilcoxon Rank Test showed that the P value was <0.05; thus, Ha was accepted. It can be concluded that the sleep training video is effective in increasing parents' knowledge and attitude in implementing sleep training for infants 4-6 months in Darmasaba Village.The results of the study show that sleep training videos are effective in increasing parents' knowledge and attitude in implementing sleep training for infants 4-6 months. There was an increase in knowledge and attitude regarding sleep training among parents after providing sleep training videos. However, parents tended to not be willing to implement sleep training because they were worried of the age was too early to carry out sleep training on infants.
Efikasi Ekstrak Etil Asetat Kulit Duku (Lansium domesticum) terhadap Mortalitas Pediculus humanus capitis Darmadi; Syahrin, Muhammad Alpino; Fatma; Yusrita, Eli
Bali Medika Jurnal Vol 12 No 1 (2025): Bali Medika Jurnal Vol 12 No 1 Juli 2025
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v12i1.501

Abstract

Resistensi pedikulosida sintetik dan efek sampingnya mendorong pencarian alternatif alami. Ekstrak etanol kulit duku (Lansium domesticum) telah diteliti, namun ekstraksi etil asetat untuk optimalisasi senyawa bioaktif triterpenoid belum dieksplorasi. Tujuan: Menentukan nilai LC₅₀ ekstrak etil asetat kulit duku terhadap telur, nimfa, dan dewasa Pediculus humanus capitis. Metode: Eksperimen laboratorium dengan desain post-test only control group. Sampel (telur=45, nimfa=15, dewasa=15 per konsentrasi) diambil dari panti asuhan Pekanbaru. Perlakuan konsentrasi 10%, 15%, 20% selama 1 jam dengan kontrol positif (Peditox®) dan negatif (DMSO-aquadest). Analisis statistik menggunakan ANOVA dan uji Tukey (p<0,01). Hasil: Mortalitas tertinggi pada konsentrasi 20%: inaktivasi telur 91,11% (LC₅₀=8,5%), mortalitas nimfa 80% (LC₅₀=13,2%), mortalitas dewasa 66,67% (LC₅₀=18,7%). Perbedaan signifikan vs. kontrol (p=0,007) dan ekstrak etanol sebelumnya (p=0,002). Kesimpulan: Ekstrak etil asetat kulit duku efektif sebagai pedikulosida alami, dengan keunggulan 35,7% pada fase telur vs. ekstrak etanol. Optimalisasi pelarut ini berpotensi menjadi strategi penanggulangan resistensi kutu rambut.   Resistance to synthetic pediculicides and their side effects have prompted the search for natural alternatives. Ethanol extracts of duku peel (Lansium domesticum) have been studied, but ethyl acetate extraction for the optimization of triterpenoid bioactive compounds has not yet been explored. Objective: To determine the LC₅₀ value of ethyl acetate extract of duku peel against eggs, nymphs, and adults of Pediculus humanus capitis. Methods: Laboratory experiment with a post-test only control group design. Samples (eggs=45, nymphs=15, adults=15 per concentration) were collected from an orphanage in Pekanbaru. Treatments at concentrations of 10%, 15%, and 20% for 1 hour with positive control (Peditox®) and negative control (DMSO-aquadest). Statistical analysis using ANOVA and Tukey's test (p<0.01). Results: The highest mortality was observed at a concentration of 20%: egg inactivation 91.11% (LC₅₀=8.5%), nymph mortality 80% (LC₅₀=13.2%), adult mortality 66.67% (LC₅₀=18.7%). Significant differences compared to the control (p=0.007) and the previous ethanol extract (p=0.002). Conclusion: Ethyl acetate extract of duku peel is effective as a natural pediculicide, with a 35.7% advantage in the egg stage compared to the ethanol extract. Optimization of this solvent has the potential to become a strategy for addressing head lice resistance.
Determinasi Pneumonia Balita : Studi di Puskesmas Ambacang Padang Wahyuni, Fitri; Arrayya, Rodrigo
Bali Medika Jurnal Vol 12 No 1 (2025): Bali Medika Jurnal Vol 12 No 1 Juli 2025
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v12i1.334

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), pneumonia merenggut lebih dari 800.000 anak balita di seluruh dunia. Sedangkan pneumonia pada balita di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Ambacang Padang dengan focus pada status gizi, status imunisasi, pemberian ASI eksklusif dan tingkat pengetahuan ibu. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 23 Juni – 1 Juli 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu dengan balita pneumonia yang berjumlah 230 orang dengan jumlah sampel 70 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan puposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dan Od ratio (OR) dengan CI 95%. Hasil penelitian didapatkan 40% balita mengalami pneumonia berat, 34,3% status gizi kurang, 44,3% imunisasi tidak lengkap, 60% tidak memberikan ASI eksklusif, 38,6% pengetahuan rendah, serta didapatkan balita yang tidak diberikan ASI eksklusif 5.6 kali lipat mengalami pneumonia (OR=5.6, CI 95%). Kesimpulan didapatkan adanya hubungan status gizi, status imunisasi, pengetahuan dengan kejadian pneumonia di Puskesmas Ambacang Padang. Diharapkan agar petugas kesehatan dapat meningkatkan pemberian informasi melalui penyuluhan, media informasi seperti leaflet, poster dan pamphlet tentang pencegahan pneumonia.   According to the World Health Organization (WHO), pneumonia claims more than 800,000 toddlers worldwide. Meanwhile, pneumonia in toddlers in Indonesia has increased every year. The purpose of this study was to analyze the factors associated with the incidence of pneumonia in toddlers at the Ambacang Padang Health Center with a focus on nutritional status, immunization status, exclusive breastfeeding and maternal knowledge levels. The type of analytical research with a cross-sectional design. Data collection was carried out on June 23 - July 1, 2022. The population in this study were all mothers with toddlers with pneumonia totaling 230 people with a sample size of 70 people. The sampling technique used purposive sampling. Data were analyzed using the Chi Square test and Odd ratio (OR) with 95% CI. The results of the study found that 40% of toddlers experienced severe pneumonia, 34.3% had poor nutritional status, 44.3% had incomplete immunization, 60% did not provide exclusive breastfeeding, 38.6% had low knowledge, and toddlers who were not given exclusive breastfeeding were 5.6 times more likely to experience pneumonia (OR = 5.6, CI 95%). The conclusion obtained is that there is a relationship between nutritional status, immunization status, knowledge with the incidence of pneumonia at the Ambacang Padang Health Center. It is hoped that health workers can improve the delivery of information through counseling, information media such as leaflets, posters and pamphlets about pneumonia prevention.
Prevalensi dan Derajat Anemia pada Pasien Chronic Kidney Disease Hemodialisis di Purwokerto Zhafira, Fiskalisha Zulfa; Cahyaningrum, Etika Dewi; Suandika , Made
Bali Medika Jurnal Vol 12 No 1 (2025): Bali Medika Jurnal Vol 12 No 1 Juli 2025
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v12i1.438

Abstract

Anemia merupakan komplikasi utama pada pasien gagal ginjal kronik (CKD) yang memperburuk kualitas hidup dan meningkatkan morbiditas. Data mengenai profil anemia pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis di rumah sakit di Indonesia masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan derajat anemia pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RST Wijayakusuma Purwokerto serta faktor-faktor yang berhubungan. Metode: Studi cross-sectional ini melibatkan 119 pasien CKD dewasa yang menjalani hemodialisis rutin minimal tiga bulan. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan dianalisis secara statistik menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antara karakteristik pasien dengan derajat anemia. Hasil: Mayoritas pasien berusia 55–64 tahun (31,1%) dan berjenis kelamin laki-laki (63,9%). Sebagian besar (54,6%) mengalami anemia berat (Hb <8 g/dL), dengan prevalensi tertinggi pada pasien dengan durasi CKD >12 bulan (53,4%) dan lama hemodialisis 13–24 bulan (59,5%). Terdapat hubungan signifikan antara durasi CKD dan lama hemodialisis dengan derajat anemia (p<0,05). Simpulan: Anemia berat sangat umum ditemukan pada pasien CKD hemodialisis di RST Wijayakusuma Purwokerto, terutama pada mereka dengan durasi penyakit dan terapi yang lebih lama. Temuan ini menekankan pentingnya deteksi dini dan penatalaksanaan anemia secara optimal pada populasi ini.   Anemia is a major complication in patients with chronic kidney disease (CKD) that worsens quality of life and increases morbidity. Statistics on the profile of anemia in CKD patients undergoing hemodialysis in secondary hospitals in Indonesia is still limited. Purpose: This study aims to analyze the characteristics and degree of anemia in CKD patients undergoing hemodialysis at Wijayakusuma Hospital in Purwokerto, as well as related factors. Method: This cross-sectional study involved 119 CKD patients adult undergoing routine hemodialysis for at least three months. Data were collected from medical records and analyzed statistically using the chi-square test to examine the relationship between patient characteristics and the degree of anemia. Results: The majority of patients were aged 55–64 years (31.1%) and male (63.9%). Most (54.6%) had severe anemia (Hb <8 g/dL), with the highest prevalence among patients with a duration of chronic kidney disease (CKD) >12 months (53.4%) and hemodialysis duration of 13–24 months (59.5%). There was a significant association between the duration of CKD and the duration of hemodialysis with the severity of anemia (p<0.05). Conclusion: Severe anemia is very common in hemodialysis patients with chronic kidney disease in secondary hospitals, especially in those with longer disease duration and therapy. These findings emphasize the importance of early detection and optimal management of anemia in this population.
Optimalisasi Rekam Medis Elektronik: Implikasinya terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan Nofitriyani; Seha, Harinto Nur; Yulida, Rina; Andrianty, Athika Ayu
Bali Medika Jurnal Vol 12 No 1 (2025): Bali Medika Jurnal Vol 12 No 1 Juli 2025
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v12i1.456

Abstract

Keberhasilan pengelolaan unit rekam medis merupakan faktor krusial dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Pengelolaan yang efektif membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten serta sarana dan prasarana yang memadai. Rumah Sakit Panti Nugroho telah menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME) sejak tahun 2022, namun implementasinya belum optimal di seluruh unit pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi penerapan RME dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas pelayanan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis diagram fishbone yang mencakup empat aspek utama: man (sumber daya manusia), machine (infrastruktur teknologi), material (integrasi sistem), dan money (anggaran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor man melibatkan kurangnya pelatihan yang memadai, faktor machine terkait dengan infrastruktur TI yang belum optimal, faktor material menunjukkan integrasi sistem yang belum merata, dan faktor money mencerminkan keterbatasan anggaran. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan pelatihan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur TI, integrasi sistem RME di seluruh unit pelayanan, serta perencanaan anggaran jangka panjang untuk mendukung pemeliharaan sistem. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola rumah sakit dan pemangku kebijakan dalam mengimplementasikan RME secara efektif, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.   The successful management of the medical records unit is a crucial factor in improving the quality of health services. Effective management requires the support of competent human resources and adequate facilities and infrastructure. Panti Nugroho Hospital has implemented Electronic Medical Records (RME) since 2022, but its implementation has not been optimal in all service units. This study aims to identify and analyze the factors that influence the optimization of RME implementation and its impact on improving service quality. The method used is descriptive qualitative with fishbone diagram analysis that includes four main aspects: man (human resources), machine (technological infrastructure), material (system integration), and money (budget). The results show that the man factor involves the lack of adequate training, the machine factor is related to the unoptimized IT infrastructure, the material factor shows uneven system integration, and the money factor reflects budget limitations. The implication of this study is the need for increased continuous training, improved IT infrastructure, integration of RME systems in all service units, and long-term budget planning to support system maintenance. This study provides pr actical recommendations for hospital managers and policy makers in implementing RME effectively, which is expected to improve the overall quality of health services.
Hubungan Persepsi Wanita Usia Subur Tentang Inspeksi Visual Asam Asetat Dengan Keteraturan Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Saskia Amrina; Purnamayanti, Ni Made Dwi; Marhaeni, Gusti Ayu
Bali Medika Jurnal Vol 12 No 2 (2025): Bali Medika Jurnal December 2025
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v12i2.458

Abstract

Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) adalah upaya preventif sekunder untuk menekan insiden kanker serviks. Cakupan IVA di Provinsi Bali Tahun 2023 adalah 4,6% dari total jumlah WUS yang terdata. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis korelasi antara persepsi wanita usia subur tentang skrining metode IVA dengan keteraturan pemeriksaan IVA di Puskesmas Gerokgak I Tahun 2024. Sampel yang dipakai sebanyak 188 responden dengan teknik pengambilan sampel nonprobability sampling jenis purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif korelasional dengan cross sectional design study. Hasil penelitian menunjukkan persepsi positif sebanyak 80 responden (42,6%) dan persepsi negatif sebanyak 108 responden (57,4%). Responden yang teratur sebanyak 6 responden (3,2%) dan tidak teratur sebanyak 182 responden (96,8%). Berdasarkan uji rank spearman diperoleh nilai p = 0,004 (p < 0,05) dan nilai r yaitu 0,211. Hasil tersebut menjelaskan adanya hubungan antara persepsi wanita usia subur tentang IVA dengan keteraturan dalam melakukan pemeriksaan IVA di Puskesmas Gerokgak I. Saran dalam penelitian ini diharapkan petugas kesehatan meningkatkan kegiatan sosialisasi, edukasi mengenai risiko kanker serviks serta manfaat pemeriksaan IVA.
Perbedaan Intensitas Dismenore Primer Sebelum Dan Sesudah Pemberian Air Kelapa Hijau Mulung (Cocos rubescens) Pada Remaja Putri Made Dita Argya Prabaswari; Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Rahayu, Sri
Bali Medika Jurnal Vol 12 No 2 (2025): Bali Medika Jurnal December 2025
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v12i2.464

Abstract

Latar belakang: Dismenore primer mengganggu kualitas hidup 50–90% remaja putri secara global. Intervensi nonfarmakologis berbasis lokal seperti air kelapa hijau menawarkan alternatif aman dan terjangkau. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas air kelapa hijau varietas Mulung terhadap intensitas dismenore primer. Metode: Studi pre-eksperimental one-group pretest-posttest pada 31 remaja putri di Denpasar. Intervensi: 250 mL air kelapa hijau Mulung, 2×/hari selama 2 hari pertama menstruasi. Intensitas nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS 0–10). Analisis menggunakan uji Wilcoxon (α = 0,05). Hasil: Median skor NRS turun signifikan dari 5,0 (IQR: 4–6) menjadi 2,0 (IQR: 0–3) setelah intervensi (Z = –4,904, p < 0,001). Sebanyak 42% responden (n=13) tidak lagi merasakan nyeri (skor = 0). Air kelapa Mulung mengandung kalsium (37,25 mg/250 mL), magnesium (24,45 mg), dan vitamin C (14,014 mg)—nutrien yang berperan dalam relaksasi otot dan inhibisi prostaglandin. Simpulan: Air kelapa hijau Mulung secara signifikan mengurangi intensitas dismenore primer dalam 48 jam. Intervensi ini layak dipertimbangkan sebagai strategi pengelolaan nonfarmakologis yang terjangkau dan berbasis budaya lokal.
LITERATURE REVIEW PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PENDERITA HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA Darmayanti, Ni Nengah Intan; Susanti, Ni Luh Putu Dina; Sagitarini, Putu Noviana
Bali Medika Jurnal Vol 12 No 2 (2025): Bali Medika Jurnal December 2025
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v12i2.492

Abstract

Skizofrenia merupakan penyakit mental kronis serius yang ditandai dengan terganggunya proses berpikir sehingga memengaruhi perilaku. Skizofrenia seringkali disertai dengan halusinasi. 70% orang mengalami halusinasi pendengaran. Terapi musik membuktikan adanya perubahan yang cukup signifikan terhadap penurunan dan perubahan yang dialami klien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik terahadap perubahan perilaku penderita halusinasi pendengaran pada pasien dengan penyakit skizofrenia. Literature review dilakukan melalui pencarian artikel di database Goggle Scholar, Pub Med dan Science direct. Menggunakan kata kunci “Music therapy,” OR “Music intervention,” AND “Schizophrenia,” OR “Psychotic disorders,” AND “Auditory hallucinations,” OR “Hearing voices,” AND “changes in behavior.” Seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi: publikasi 10 tahun terakhir, tersedia full-text, dan sesuai topik penelitian. Proses pencarian menghasilkan enam artikel yang dianalisis menggunakan kerangka PRISMA. Dari keenam artikel yang telah ditemukan, sebagian besar artikel menyatakan bahwa terdapat pengaruh pemberian terapi musik terhadap perubahan perilaku penderita halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Intervensi dengan durasi yang lebih panjang (≥4 minggu) dan keterlibatan aktif dalam musik cenderung menunjukkan perbaikan perilaku yang lebih besar dibandingkan dengan mendengarkan musik secara pasif saja. Terapi musik, memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan perilaku penderita halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Pada pasien skizofrenia, terapi musik membantu mengurangi aktivitas berlebihan di area otak yang bertanggung jawab atas halusinasi pendengaran, memperbaiki pola aktivitas otak, dan menciptakan perubahan perilaku yang lebih positif.
Relaxation–based Immersive Virtual Reality (RIVR) sebagai Strategi Berpusat pada Pasien Untuk Meningkatkan Kenyamanan Selama Hemodialisis Agastiya, I Made Cahyadi; Risnawati, Nyoman Eta; Indrayanti, Ni Kadek
Bali Medika Jurnal Vol 12 No 2 (2025): Bali Medika Jurnal December 2025
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v12i2.494

Abstract

Latar belakang: Pasien hemodialisis sering mengalami ketidaknyamanan multidimensi selama prosedur yang berlangsung 3–5 jam. Intervensi non-farmakologis berbasis teknologi seperti relaxation-based immersive virtual reality (RIVR) menawarkan solusi inovatif untuk meningkatkan kenyamanan. Tujuan: Menilai efektivitas RIVR terhadap kenyamanan fisik, psikospiritual, sosiokultural, dan lingkungan pada pasien hemodialisis di RSUD Tabanan, Bali. Metode: Studi kuasi-eksperimen dengan desain pre-test/post-test control group melibatkan 42 pasien yang dibagi secara konsekutif menjadi kelompok intervensi (n=21; RIVR berbasis panorama alam selama ±10 menit) dan kelompok kontrol (n=21; perawatan standar berupa leaflet relaksasi). Kenyamanan diukur menggunakan Shortened General Comfort Questionnaire in Indonesian version (SGCQ) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney (α=0.05). Hasil: RIVR secara signifikan meningkatkan skor kenyamanan total (Z = −5.0, p < 0.001), terutama pada domain fisik (p < 0.001), psikospiritual (p < 0.001), dan lingkungan (p = 0.003). Tidak ada perubahan signifikan pada kenyamanan sosiokultural (p = 0.64). Simpulan: RIVR efektif meningkatkan kenyamanan multidimensi pasien hemodialisis dan direkomendasikan sebagai bagian dari perawatan holistik di unit nefrologi.   Background: Patients undergoing hemodialysis frequently experience multidimensional discomfort during prolonged 3–5-hour sessions. Technology-based non-pharmacological interventions such as relaxation-based immersive virtual reality (RIVR) offer a promising approach to enhance patient comfort. Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of RIVR on physical, psychospiritual, sociocultural, and environmental comfort among hemodialysis patients at Tabanan General Hospital, Bali. Methods: A quasi-experimental pre-test/post-test control group design was employed with 42 patients randomly assigned to an intervention group (n = 21; 10-minute nature-based RIVR) or a control group (n = 21; standard care with a relaxation leaflet). Comfort was measured using the validated Indonesian Shortened General Comfort Questionnaire (SGCQ) and analyzed using Wilcoxon signed-rank and Mann–Whitney U tests (α = 0.05). Results: The RIVR group showed a significant improvement in total comfort scores (Z = −5.0, p < 0.001), particularly in physical (p < 0.001), psychospiritual (p < 0.001), and environmental domains (p = 0.003). No significant change was observed in sociocultural comfort (p = 0.64). Conclusion: RIVR is an effective, non-invasive intervention to enhance multidimensional comfort in hemodialysis patients and should be integrated into holistic nephrology care protocols.
The Perbedaan Hasil Pemeriksaan Human Chorionic Gonadrotopin (Hcg) Menggunakan Strip Test Kadaluarsa Dan Tidak Kadaluarsa Budi Fristiani, Arista Kurniasari; Kuncoro, Rendra Hadi
Bali Medika Jurnal Vol 12 No 2 (2025): Bali Medika Jurnal December 2025
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v12i2.512

Abstract

Latar belakang: Strip test human chorionic gonadotropin (hCG) merupakan alat diagnostik kehamilan yang umum digunakan, tetapi performanya bergantung pada integritas reagen dalam masa berlaku. Di fasilitas berdaya terbatas, penggunaan strip test kadaluarsa masih kerap terjadi, berpotensi menyebabkan hasil yang tidak akurat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkuantifikasi dampak kedaluwarsa (1 dan 2 tahun) terhadap keandalan hasil strip test hCG dibandingkan dengan strip test yang masih dalam masa berlaku. Metode: Studi eksperimen analitik dilakukan pada 22 sampel urin ibu hamil. Setiap sampel diuji secara paralel menggunakan strip test dari merek yang sama dalam tiga kondisi: tidak kadaluarsa, kadaluarsa 1 tahun, dan kadaluarsa 2 tahun. Hasil dinilai secara blinded menggunakan skala ordinal (0–3). Data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank (α = 0.05). Hasil: Terdapat perbedaan signifikan antara ketiga kelompok (p < 0.05). Strip test kadaluarsa 2 tahun gagal menghasilkan positif jelas pada seluruh sampel, dengan 13,6% menghasilkan negatif palsu. Simpulan: Masa kedaluwarsa secara progresif menurunkan sensitivitas strip test hCG. Penggunaan strip test di luar masa berlaku, bahkan hanya 1 tahun, berisiko tinggi dan tidak direkomendasikan dalam praktik klinis.