cover
Contact Name
Christofora Desi Kusmindari
Contact Email
desi_christofora@binadarma.ac.id
Phone
+6281373720262
Journal Mail Official
Jurnal_tekno@binadarma.ac.id
Editorial Address
Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada masyarakat Universitas Bina Darma Jl. A Yani no 3
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Tekno
Published by Universitas Bina Darma
ISSN : 19075243     EISSN : 26558416     DOI : https://doi.org/10.33557/jtekno
Core Subject : Engineering,
Journal -TEKNO is a scientific article journal that is the result of ideas, great and original thoughts about the latest research and technological developments covering the fields of civil engineering, elektrical engineeering and industrial engineering which is summarized in one publisher. Journal-TEKNO became one of the means for researchers to publish their great works published two times in one year, namely in April and October.
Articles 83 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT LIMBAH KERAJINAN ROTAN TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLIMER ABU CANGKANG SAWIT Abdi Nasrullah
Jurnal Tekno Vol. 22 No. 2 (2025): JURNAL TEKNO
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/zsvan857

Abstract

This research discusses utilization of palm kernel shell ash from residual boiler fuel in tea processingtea processing as a substitute for cement, utilization of leftover shavings from rattan handicraftsas fiber. The purpose of this study was to determine the effect of fiberon the compressive strength of palm kernel shell ash geopolymer motar. The research method used is the experimental method using alkaline activators NaOH and Na2SiO3 with the ratio of NaOH to Na2SiO3. Na2SiO3 with a ratio of 1:1 and a molarity of 16 M, the percentage of fiber addition used was 0%, 0.5%, and 1% of the weight of the precursor and a fiber length of 2.5%. and fiber length of 2 cm. All specimens were tested for compressive strengthat the age of 3, 7, 14, 21, and 28 days. The results of the research that has been doneobtained that the highest compressive strength occurred at the age of 28 days with a percentage ofpercentage of 0% fiber at 7.3 Mpa. While for a percentage of 0.5% fiber of 5.3 Mpaand for 1% fiber percentage of 4.8 Mpa. Based on this researchshows that the addition of rattan craft waste fibers in the geopolymer mortar mixture, the compressive strength decreases. mortar mix, the compressive strength results decreased due to the addition of rattan craft waste fibers to the geopolymer mortar. fiber in the geopolymer mortar resulted in the density level of the mortar decreasing, resulting in shrinkage. mortar decreases, resulting in shrinkage of the fibers, and making the volume of the mortar have voids that affect the compressive strength. mortar has voids that affect the compressive strength of the mortar.
Pemanfaatan Serat Buah Pinang Terhadap Karakteristik Beton Abdi Nasrullah; Heri Wijaya
Jurnal Tekno Vol. 23 No. 1 (2026): JURNAL TEKNO
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/kf8wak59

Abstract

Beton adalah campuran dari pasir, kerikil, batu pecah, atau agregat lainnya yang dipadukan dengan pasta semen dan air, membentuk massa padat menyerupai batu. Beton memiliki kekuatan tekan yang tinggi, namun daya tariknya rendah. Untuk mengatasi kelemahan ini, serat dapat ditambahkan ke dalam campuran beton sebagai bahan pengisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan serat dari buah pinang terhadap karakteristik beton. Metode yang digunakan adalah eksperimen, dengan pengujian kuat tekan menggunakan benda uji silinder 15 x 30 cm dan pengujian kuat tarik belah menggunakan benda uji balok dengan ukuran 15x15x60 cm. Serat buah pinang ditambahkan dalam variasi 1%, 1,5%, dan 2% dari berat semen pada beton mutu K-225. Hasil menunjukkan bahwa berat jenis tertinggi pada silinder beton BN adalah 2,22 cm³/gr, dan pada balok adalah 2,28 cm³/gr, keduanya pada umur 28 hari tanpa campuran serat. Kuat tekan tertinggi sebesar 19,14 MPa juga diperoleh pada beton tanpa serat pada umur 28 hari, yang mengindikasikan bahwa semakin berat dan lama masa perawatan, semakin tinggi kuat tekan yang dihasilkan. Sebaliknya, kuat lentur tertinggi sebesar 5,02 MPa dicapai pada beton dengan penambahan 2% serat buah pinang, membuktikan bahwa serat tersebut efektif meningkatkan kekuatan lentur beton.
Analisis Pengaruh Abu Sekam padi Terhadap Nilai Indeks Plastisitas Tanah Lempung di Kelurahan Perahu Dipo Kota Pagar Alam Heri Wijaya; Elpita Aisah; Ali Okta Akbar; Didi Ardiansyah
Jurnal Tekno Vol. 23 No. 1 (2026): JURNAL TEKNO
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/9zrk8827

Abstract

Tanah lempung di Kota Pagar Alam umumnya memiliki plastisitas tinggi dan daya dukung rendah sehingga kurang ideal digunakan sebagai tanah dasar konstruksi tanpa perbaikan. Berdasarkan kajian pustaka, stabilisasi tanah menggunakan bahan pozzolan seperti abu sekam padi yang kaya silika terbukti mampu memperbaiki karakteristik tanah lempung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap nilai batas cair (LL), batas plastis (PL), dan indeks plastisitas (PI) tanah lempung lokal. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi campuran abu sekam padi sebesar 0%, 2%, 6% dan 10%, serta pengujian parameter Atterberg sesuai standar ASTM. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan perubahan nilai LL, PL, dan nilai PI pada setiap variasi campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LL menurun dari 52,14% menjadi 43,68%, nilai PL meningkat dari 27,28% menjadi 27,40%, dan nilai PI menurun signifikan dari 24,86% menjadi 16,28% pada campuran 10%. Penurunan nilai PI menunjukkan bahwa tanah mengalami perbaikan sifat plastisitas dari kategori tinggi menjadi rendah, sehingga lebih stabil dan layak digunakan sebagai lapisan dasar konstruksi. Dengan demikian, abu sekam padi terbukti efektif sebagai bahan stabilisasi alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan untuk tanah lempung di Kota Pagar Alam.