cover
Contact Name
Asri Hidayat
Contact Email
asri.hidayat@kemdikbud.go.id
Phone
+628114118474
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin km.7, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora
ISSN : 25024345     EISSN : 26864355     DOI : https://doi.org/10.36869
Core Subject : Social,
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora is an open access, a peer-reviewed journal published by Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2020)" : 12 Documents clear
EKSPLOITASI MINYAK DI JAMBI TAHUN 1922-1948 (EXPLOITATION JAMBI OIL IN 1922-1948) Dedi Arman
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v6i1.141

Abstract

Kajian ini membahas tentang eksploitasi minyak bumi di Jambi tahun 1922-1948.  Fokus kajian, yakni latar belakang munculnya industri perminyakan, perkembangan dan dampak eksploitasi minyak pada masyarakat Jambi.  Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang menjelaskan persoalan berdasarkan perspektif sejarah. Hasil kajian menunjukkan, Belanda sudah mengincar minyak Jambi sejak abad 19, namun pengeboran sumur minyak pertama di Jambi yang berlokasi di Bajubang, Onderafdeeling Muara Tembesi baru dilakukan tahun 1922.  Hal ini disebabkan banyaknya pro kontra dan persaingan dalam pengelolaan minyak Jambi hingga dipilihnya NV NIAM sebagai pemenang kontrak. Jambi tidak banyak dikenal publik sebagai daerah penghasil minyak dibandingkan daerah lain. Penyebabnya, hasil minyak Jambi tidak diolah (disuling) di Jambi melainkan dikirim lewat pipa ke Plaju (Palembang). Dalam laporan ekspor Belanda,  hasil minyak Jambi dicatat sebagai hasil minyak dari Plaju.  Eksploitasi minyak di Jambi tidak membawa dampak  yang besar pada perekonomian Jambi. NIAM tidak banyak membangun  infrastruktur di Jambi. Hanya jalan Jambi ke Muara Tembesi, landasan bandara di Paal Merah dan fasilitas di kawasan perusahaan. Dampak industri minyak yang sangat terasa adalah Jambi  jadi daerah multietnik karena ramainya penduduk pendatang. Mayoritas pekerja minyak berasal dari Jawa, Palembang dan Minangkabau. Sementara, penduduk lokal Jambi lebih memilih bekerja di sektor perkebunan karet dan pekerjaan lainnya. Kehadiran orang Eropa sebagai pekerja NIAM juga membawa pengaruh penyebaran agama Katolik di Jambi.
TARI PATTENNUNG DI SULAWESI SELATAN tini suryaningsi
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v6i1.128

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang tari pattennung yang terdapat di Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, pengamatan, dan wawancara.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari pattennung merupakan tari yang menggambarkan aktivitas menenun wanita-wanita Bugis dalam mengisi waktu senggang mereka. Tarian ini tercipta melalui penghayatan yang mendalam oleh penciptanya dan menciptakan gerakan gemulai yang indah. Setiap gerakan memiliki makna yang dapat diketahui dengan menghubungkan gerak para penari dengan aktivitas menenun yang dikerjakan oleh para penenun. Setiap unsur dalam gerakan memiliki nama sesuai dengan aktivitas budaya mulai dari awal proses menenun hingga selesai pekerjaan menenun yaitu terciptanya kain tenun sutera. Dalam tari pattennung, dapat menggambarkan kegesitan, keuletan, dan kesabaran para menenun ketika mereka mengerjakan pekerjaannya. Dibutuhkan konsentrasi dan fokus sehingga menghasilkan kain sutera yang indah. Oleh sebab itu, instrument musik sangat penting dalam mengiringi para penari untuk dapat mengekpresikan setiap gerakan ketika cepat atau lambat, gerakan ketika membutuhkan kesabaran dan ketekunan, dan gerakan yang menandakan terjadinya perpindahan tempat atau perpindahan gerakan para penari. Tari yang ditampilkan akan indah dilihat ketika gerakan para penari serasi, seragam, dan kompak.
PERAN KELAPA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SELAYAR Lenrawati Lenrawati
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v6i1.114

Abstract

ABSTRACTCoconut is a versatile plant in life. Almost all of its parts are beneficial to humans. Coconut is also a strategic commodity that has a socio-cultural role in people's lives. The purpose of this study, namely to determine the extent of the role of coconut in the social cultural life of the Selayar Island’s local people. The research method used is qualitative descriptive type, the fact-based on the field research. The method is divided into two working steps namely data collection and data processing. The results of this study indicate that the role of coconut is very big to the life of the local people in Selayar Island. The role of coconut is seen in the fulfillment of daily needs, either as a source of livelihood, food, medicine, dowry and traditional ceremonies. The role of the coconut contains the value of cultural values in the form of values of trust, moral values, aesthetics, sacred, and education. The value of this cultural value has colored all aspects of the life of the Selayar Islands community. ABSTRAKKelapa merupakan tanaman serbaguna dalam kehidupan. Hampir seluruh bagiannya bermanfaat bagi manusia. Kelapa juga merupakan komoditas strategis yang memiliki peran sosial budaya dalam kehidupan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui sejauh mana peran kelapa dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Kepulauan Selayar. Metode penelitian yang digunakan termasuk jenis deskriptif kualitatif, yaitu penelitian berdasarkan fakta yang ada di lapangan. Metode tersebut dibagi atas dua langkah kerja yaitu pengumpulan data dan pengolahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran kelapa sangat besar terhadap kehidupan masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar. Peran kelapa terlihat dalam pemenuhan kebutuhan sehari hari, baik sebagai sumber mata pencaharian, makanan, pengobatan, mas kawin atau mahar dan upacara adat. Peranan kelapa tersebut mengandung nilai nilai budaya yang berupa nilai kepercayaan, nilai moral, estetis, sakral, dan pendidikan. Nilai nilai budaya ini telah mewarnai segala aspek kehidupan masyarakat Kepulauan Selayar.
REPRESENTASI BURUH PELABUHAN TANJUNG PRIOK DALAM MUSEUM MARITIM INDONESIA Syafaat Rahman Musyaqqat
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v6i1.136

Abstract

Museum Maritim Indonesia adalah salah satu museum yang bertujuan untuk melestarikan identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim di masa lalu. Selain itu, museum ini juga dimaksudkan untuk mengenalkan dunia pelabuhan kepada khalayak. Dengan demikian, museum itu menjadi ruang representasi segala hal mengenai budaya bahari Indonesia  dan kepelabuhan, termasuk buruh pelabuhan. Artikel ini bertujuan menganalisis representasi buruh pelabuhan Tanjung Priok dalam Museum Maritim Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan interdisiplin, studi ini menunjukkan bahwa representasi buruh pelabuhan Tanjung Priok dalam museum sangat minim dan hanya menjadi komplementer dari koleksi lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa museum itu belum memperlihatkan tujuannya secara proporsional. Alih-alih mengenalkan aspek kepelabuhan secara komprehensif, museum justru menjadi ruang yang memarginalkan peran buruh pelabuhan Tanjung Priok, sebagaimana realitas historisnya. Kecenderungan ini mencerminkan adanya bentuk warisan rezim Orde Baru, di satu sisi. Di lain sisi, keadaan itu juga memperlihatkan sikap skeptis dari pihak pengelola museum. Meskipun demikian, ketiadaan kolaborasi antara buruh pelabuhan Tanjung Priok dan pihak pengelola museum turut mempengaruhi kondisi tersebut.
ADAPTASI EKOLOGI PENDUDUK TRANSMIGRASI DI DESA RASAU JAYA SATU Efriani Efriani
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v6i1.124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan adapatasi lingkungan yang dilakukan oleh transmigran di Desa Rasau Jaya Satu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena keberhasilan transmigran dalam bertahan hidup pada lahan dan lingkungan sosial di tempat yang berbeda dengan lokasi asal mereka di Pulau Jawa. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, data-data diperoleh dari wawancara dan observasi. Fenomena lapangan dianalisis dengan konsep ekologi budaya dalam memahami adaptasi para transmigran.  Hasil penelitian menunjukan bahwa transmigran di desa Rasau Jaya Satu bertahan pada lokasi transmigrasi dengan beradaptasi terhadap lingkungan alam dan lingkungan sosial. Beberapa hasil adaptasi adalah (1) beradaptasi dengan lahan gambut dengan cara mengadopsi sistem pengetahuan ladang berpindah pada suku Dayak, (2) Beradaptasi dengan hutan hujan tropis yang renta wabah penyakit malaria dengan sistem pengobatan tradisonal menggunakan buah maoni; (3) mengadaptasikan pengetahuan berkebun suku Jawa dengan mengolah lahan gambut menjadi lahan perkebunan sayuran, umbi-umbian dan jagung, (4) mengadaptasikan budaya Jawa dalam interaksi dengan penduduk lokal.
REPRESENTASI WARISAN KARAENG PATTINGALLOANG DI MUSEUM andini perdana
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v6i1.137

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk memaparkan dan menganalisis penyajian informasi Karaeng Pattingalloang di Museum Karaeng Pattingalloang. Ia adalah seorang mangkubumi dan cendekiawan Kerajaan Gowa-Tallo yang namanya termashur hingga Eropa. Ia juga menjadi inspirasi dalam pemberian nama museum, yaitu Museum Karaeng Pattingalloang. Akan tetapi, informasinya masih minim dikomunikasikan oleh museum, bahkan belum dikaitkan dengan koleksi museum. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan studi pustaka, pengolahan data dengan analisis SWOT, serta penarikan kesimpulan sesuai dengan konsep museologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa museum harus mengomunikasikan informasi yang lebih detail secara menyeluruh terkait Karaeng Pattingalloang. Pengembangan penyajian informasi tersebut didasarkan atas konsep alur cerita, yang di dalamnya menjelaskan konten pameran, metode penyampaian informasi, dan deskripsi ide, koleksi, dan media informasinya. Alur cerita juga membantu museum untuk menghubungkan pesan pameran dengan pengunjung, sehingga mereka dapat memahami secara keseluruhan cerita warisan budaya Karaeng Pattingalloang. Kajian ini bertujuan untuk memaparkan dan menganalisis penyajian informasi Karaeng Pattingalloang di Museum Karaeng Pattingalloang. Ia adalah seorang mangkubumi dan cendekiawan Kerajaan Gowa-Tallo yang namanya termashur hingga Eropa. Ia juga menjadi inspirasi dalam pemberian nama museum, yaitu Museum Karaeng Pattingalloang. Akan tetapi, informasinya masih minim dikomunikasikan oleh museum, bahkan belum dikaitkan dengan koleksi museum. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan studi pustaka, pengolahan data dengan analisis SWOT, serta penarikan kesimpulan sesuai dengan konsep museologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa museum harus mengomunikasikan informasi yang lebih detail secara menyeluruh terkait Karaeng Pattingalloang. Pengembangan penyajian informasi tersebut didasarkan atas konsep alur cerita, yang di dalamnya menjelaskan konten pameran, metode penyampaian informasi, dan deskripsi ide, koleksi, dan media informasinya. Alur cerita juga membantu museum untuk menghubungkan pesan pameran dengan pengunjung, sehingga mereka dapat memahami secara keseluruhan cerita warisan budaya Karaeng Pattingalloang. 
PAJAGA GILIRENG PADA MASYARAKAT WAJO iriani sarah
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v6i1.134

Abstract

Tulisan ini ingin mendeskripsikan eksistensi tari pajaga gilireng yang ada di Kabupaten Wajo. Pengumpulan data dengan menggunakan metode kualitatif, yakni proses pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa tari pajaga gilireng merupakan tari tardisional yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat Gilireng, tepatnya  di Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo. Tarian tersebut menggambarkan kesatria masyarakat Gilireng dalam melawan penjajah Belanda pada masa lampau. Tarian tersebut dimainkan oleh anak laki-laki yang saling berpasangan. Makna berpasangan dalam tarian tersebut menggambarkan peperangan masyarakat gilireng melawan musuh, yang dilengkapi dengan perisai berupa parang. Oleh sebab itu, maka tarian ini terbagi atas beberapa gerakan yang menggambarkan tahap-tahap peperangan, seperti mappakkkaraga, mallebu, massingkerukeng, mappangessi, marrongko, mabetta, silellung, sigajang, dan sigasak. Selain itu tari pajaga Gilireng juga diiringi dengan alat musik berupa gong dan gaukeng, yang terdiri atas beberapa alat musik tradisional. Tarian tersebut saat ini bukan hanya milik masyarakat Gilireng, namun milik masyarakat Wajo secara umum
TRADISI JAMASAN PUSAKA DAN KERETA KENCANA DI KABUPATEN PEMALANG Afiliasi ilafi
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v6i1.41

Abstract

Tradisi Jamasan merupakan tradisi yang ada dibeberapa daerah khususnya di daerah pulau Jawa. Tradisi Jamasan banyak dilakukan pada bulan suro atau muharram, seperti pada tradisi jamasan yang dilaksanakan oleh Kabupaten Pemalang meliputi pusaka dan kereta kencana. Tradisi jamasan pusaka dan kereta kencana merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang dengan tujuan untuk melestarikan dan merawat budaya leluhur. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif.  Teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dan wawancara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini berupa teori kebudayaan. Hasil penelitian ini berupa: a) deskripsi tata cara mengenai proses jamasan pusaka dan kereta kencana di kabupaten pemalang yang dibagi dalam dua hari, yakni hari pertama ditandai dengan adanya pembacaan kidung dan beber wayang sedangkan pada hari kedua merupakan acara kedinasan yang dihadiri oleh tamu undangan pejabat pemerintah daerah; b) makna yang terkandung dari prosesi jamasan pusaka dan kereta kencana meliputi makna simbolik umborampe yang digunakan; c) tujuan dilaksanakannya jamasan pusaka dan kereta kencana yang ada di Kabupaten Pemalang supaya pejabat daerah maupun masyarakat ikut andil dalam melestarikan tradisi jamasan; d) adanya peran pemerintah daerah dalam pelaksanaan prosesi jamasan sehingga tradisi jamasan pusaka dan kereta kencana dapat dilaksanakan secara rutin.
ANALISIS BENTUK KOMUNIKASI MASYARAKAT DALAM MENYAMPAIKAN INFORMASI SOCIAL DISTANCING TERHADAP PENANGGULANGAN VIRUS CORONA DI KABUPATEN GOWA Emilsyah Nur
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v6i1.140

Abstract

Keberadaan manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari kegiatan komunikasi dengan manusia lainnya. Panca indera dan kata-kata atau tulisan memiliki peranan penting dalam jalinan komunikasi antar manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk komunikasi masyarakat dalam menyampaikan informasi social distancing di Kabupaten Gowa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif  menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan Bentuk komunikasi yang digunakan dalam menyampaikan informasi social distancing khususnya dalam penanganan virus corona di Kabupaten menggunakan komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal pada pelayanan kepada masyarakat terkait dengan penanganan virus corona di Kabupaten Gowa secara umum dapat dikatakan cukup baik. Hal tersebut dilihat berdasarkan indikator-indikator dari masing-masing bentuk komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal yang dapat mempengaruhi persepsi masyarakat yaitu layanan lisan, layanan tulisan, sikap atau perilaku, ekpresi wajah dan intonasi suara, dalam bidang pelayanan komunikasi yang baik mencakup komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal antara petugas dengan masyarakat merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki, kemampuan lisan dalam menyampaikan sebuah informasi atau memberikan penjelasan dengan ringkas dan jelas, untuk layanan tulisan berupa petunjuk ruangan harus dioptimalkan untuk mempermudah masyarakat dalam memahami penanganan dan mengatasi wabah corona di Kabupaten Gowa, sikap atau perilaku yang sopan dan ramah dan tidak bersikap cuek atau acuh dalam memberikan pelayanan dan ekpresi wajah yang sewajarnya dan tidak menampakkan wajah yang galak atau marah, dan intonasi suara saat memberikan pelayanan dengan nada yang ramah atau lemah lembut dan tidak ada nada yang keras ataupun membentak.
WONOMULYO: DARI KOLONISASI KE TRANSMIGRASI 1937-1952 muhammad amir
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/pjhpish.v6i1.138

Abstract

Kajian ini bukan hanya bertujuan mengungkap dan menjelaskan kebijakan pemerintah Hindia Belanda tentang kolonisasi, melainkan juga tentang dinamika kesejarahan Wonomulyo dari kolonisasi hingga transmigrasi. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode sejarah yang menjelaskan suatu persoalan berdasarkan perspektif  sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah Hindia Belanda memindahkan penduduk dari daerah yang padat di Pulau Jawa ke daerah yang kurang penduduknya di luar Pulau Jawa yang dikenal dengan kolonisasi mulai dilaksanakan pada 1905. Salah satu daerah tujuan kolonisasi di Sulawesi Selatan adalah Distrik Mapilli (Onderafdeling Polewali Mandar) yang mulai dilakukan penempatan secara bertahap pada 1937. Para kolonis yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa tersebut, bukan hanya berhasil membuka hutan belantara dan belukar menjadi menjadi lahan pekarangan dan persawahan dengan susah payah. Melainkan juga mereka tidak sulit beradaptasi dan mendapat respon positif dari penduduk lokal sehingga keharmonisan antaretnik dapat terjalin dengan baik.

Page 1 of 2 | Total Record : 12