cover
Contact Name
Asri Hidayat
Contact Email
asri.hidayat@kemdikbud.go.id
Phone
+628114118474
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin km.7, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora
ISSN : 25024345     EISSN : 26864355     DOI : https://doi.org/10.36869
Core Subject : Social,
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora is an open access, a peer-reviewed journal published by Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan.
Articles 139 Documents
LA GALIGO IDENTITAS BUDAYA SULAWESI SELATAN DI MUSEUM LA GALIGO andini perdana
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2644.918 KB) | DOI: 10.36869/.v5i1.16

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu fungsi museum dan identitas budaya merupakan salah satu peran museum dalam melayani masyarakat dan perkembangannya. Tulisan ini membahas tentang naskah La Galigo di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Selatan “La Galigo”. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan bersifat filosofis dalam museology, khususnya teori new museum, identitas budaya, dan ekshibisi. Museum La Galigo memiliki koleksi naskah La Galigo yang tedaftar dalam Memory of the World oleh Unesco. Naskah yang merupakan identitas budaya Sulawesi Selatan tersebut belum dikomunikasikan dengan baik melalui ekshibisi di museum. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan pengumpulan informasi dan nilai penting naskah La Galigo sebagai tradisi lisan (intangible heritage) yang selanjutnya dapat digunakan untuk mendesain ekshibisi La Galigo di Museum La Galigo.Kata kunci : La Galigo, museum, identitas budaya
PERILAKU KORUPTIF DALAM TINJAUAN ISLAM DAN KEARIFAN LOKAL BUGIS: SEBUAH AGENDA REVOLUSI MENTAL ANTI KORUPSI Jum Mardi
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.667 KB) | DOI: 10.36869/pjhpish.v5i2.32

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan bangsa yang kompleks dan fundamental, yang diindikasikan oleh lemahnya mentalitas, sehingga berdampak pada budaya korupsi secara masif. Tujuan dari penelitian ini untuk membangun mental anti korupsi, melalui kajian perspketif Islam dan kearifan lokal Bugis. Penelitian ini juga berupaya untuk merumuskan dan menemukan konsep perlawanan terhadap perilaku koruptif berdasarkan nilai Islam dan kearifan lokal Bugis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deksriptif-kualitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder, atau disebut dengan studi literatur. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan tiga alur, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitin ini menunjukkan bahwa perilaku koruptif sangat bertentangan dengan nilai-nilai keadilan dan akhlaq dalam Islam, dan berlawanan dengan nilai-nilai kearfian lokal Bugis. Islam memulai pencegahan dari sisi dalam pada manusia berdasarkan konsep perubahan aqli (pola pikir), qalb (hati), dan nafs (nafsu). Kemudian melalui kearifan lokal Bugis, pencegahan korupsi harus senantiasa merujuk pada prinsip yaitu lempu‟ (kejujuran), amaccang (kecendikiaan), agettengeng (keteguhan), asitinajang (kepatutan), reso (usaha keras), dan ati mapaccing (bawaan hati yang baik). Nilai-nilai ini harus diperkuat dan diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu membangun mentalitas budaya anti korupsi pada level individu, sosial, bangsa.
PROFIL DAN ETOS KERJA NELAYAN SEJAHTERA DI PESISIR KAMPUNG KAILIKABUPATEN BANTAENG Nur Alam Saleh
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.976 KB) | DOI: 10.36869/pjhpish.v4i1.84

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil dan etos kerja nelayan kampung kaili dalam pengelolaan sumberdaya laut di kabupaten bantaeng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memberikan gambaran sosial budaya keluarga nelayan di kampung kaili kelurahan bonto lebang kecamatan bissappu.temuan penelitianetos kerja yang dimiliki masyarakat kampung kaili ada dua hal, yaitu pertama terpenuhinya dasar hidup dan kedua dapat membahagiakan keluarga serta kerabatnya. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa masyarakat kampung kaili memaknai etos kerja sebagai bukti ketekunan, percaya diri, disiplin serta kegigihan. Dalam kondisi tertentu etos kerja masyarakat nelayan kampung Kaili mengalami kenaikan karena kebutuhan yang meningkat. Masyarakat nelayan kampung kaili juga sebagian besar menggunakan konsep etos kerja islami, yang mengharuskan rasa pemanfaatan kepada orang lain dengan cara bersedekah, infak dan sebagainya. Demikianlah etos kerja yang islami mampu mewujudkan kesejahteraan sosial melalui bekerja untuk pemenuhan kebutuhan dasar.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU REMAJA PADA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS DI TOMONI LUWU TIMUR Fatmawati P
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.976 KB) | DOI: 10.36869/pjhpish.v5i2.39

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja pada siswa tingkat sekolah menengah atas di Tomoni, Kabupaten Luwu Timur. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, pengamatan, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa perkembangan teknologi informasi, khususnya media online mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap kehidupan manusia sekarang ini, terutama di kalangan remaja yang masih berstatus sebagai pelajar. Munculnya situs-situs pertemanan di media sosial membawa dampak positif dan negatif terhadap perkembangan kepribadian remaja. Selain hal tersebut, keberadaan media sosial saat ini juga mempunyai nilai-nilai yang dapat menjaga kelestarian dan kearifan dalam perilaku remaja sehari-hari, dimana nilai-nilai ini banyak dirasakan oleh para remaja yang masih duduk dibangku sekolah menengah atas, seperti: nilai informasi, nilai sosialisasi, nilai kerajinan atau kepatuhan, dan nilai ketekunan.
PELABUHAN BUNGENG DALAM JARINGAN PERDAGANGAN ANTARDAERAH DAN ANTARPULAU (1992-2016) sahajuddin sahajuddin
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.382 KB) | DOI: 10.36869/pjhpish.v4i1.75

Abstract

Kajian ini bertujuan mengungkapkan terjadinya perdagangan antardaerah dan antarpulau di Pelabuhan Bungeng, Jeneponto. Metode yang digunakan adalah metode sejarah pada umumnya yang menjelaskan persoalan berdasarkan perspektif sejarah. Hasil kajian menunjukkan bahwa di Pelabuhan Bungeng Jeneponto terjadi kegiatan bongkar muat barang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Nusantara. Jaringan perdagangan ini terjadi karena pelabuhan ini memiliki komoditas unggulan daerah Jeneponto, yaitu produksi garam. Sementara produksi bongkarnya pelabuhan ini juga unik, karena penduduk Jeneponto memiliki budaya makan daging kuda yang sangat tinggi, sehingga komoditi ini banyak diimpor dari daerah atau pulau lain. Dua komoditi itulah yang paling banyak dibongkar muat di pelabuhan ini. Mengimbangi bongkar muat barang tersebut, komoditi lain juga terjadi peningkatan yang cukup signifikan.
PENGETAHUAN LOKAL TENTANG PEMANFAATAN TANAMAN OBAT PADA MASYARAKAT TOLAKI DI KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA raodah hafid
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2657.523 KB) | DOI: 10.36869/.v5i1.25

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan  manfaat tanaman obat yang digunakan masyarakat Tolaki dalam mengobati berbagai penyakit. Pengetahuan lokal tentang tanaman obat diperoleh berdasarkan pengalaman yang diwariskan secara turun temurun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui  wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian masyarakat Tolaki terutama yang tinggal di Desa Abelisawah masih memanfaatkan tanaman obat sebagai ramuan untuk mengobati penyakit medis dan non medis. Tanaman obat banyak tumbuh secara liar di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka, dan sebagian ditanam dihalaman rumah sebagai TOGA (tanaman obat keluarga). Pengobatan dengan ramuan tanaman obat biasanya dilakukan oleh dukun (mbu’ owai) dan dibacakan mantra sesuai dengan jenis penyakit yang diderita pasien. Pemanfaatan tanaman obat digunakan masyarakat Abelisawa mulai dari pasien anak-anak sampai dewasa.  Ada beberapa faktor yang mempengaruhi masyarakat masih menggunakan dukun dan ramuan obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit yaitu: Faktor Ekonomi, terbatasnya tenaga medis, sosial, kepercayaan akan kemampuan dukun menyembuhkan penyakit, tanaman obat dianggap aman dan kurang efek sampaingnya, rendahnya pengetahuan tentang pengobatan medis, dan  waktu pelayanan yang mudah.
NILAI BUDAYA DALAM TRADISI RITUAL NELAYAN PABBAGANG DI DESA LAMURUKUNG KABUPATEN BONE Hj. Raodah
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.941 KB) | DOI: 10.36869/pjhpish.v4i2.52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai budaya dalam prosesi ritual nelayan  pabbagang  pada masyarakat nelayan  di Desa Lamurukung Kecamatan  Tellu Siattingnge  Kabupaten Bone. Tradisi ritual ini merupakan pesta nelayan masyarakat pabbagang yang menangkap ikan dengan menggunakan bagan.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Tradisi ritual nelayan pabbagang adalah implementasi dari hubungan harmonisasi antara manusia dengan alam sebagai wujud kearifan lokal masyarakat nelayan. Prosesi ritual nelayan pabbagang dilakukan dengan penyembelihan kerbau dan  larung kepala kerbau ke laut, sebagai sedekah bagi penghuni laut. Tradisi tersebut sudah berlangsung secara turun-temurun, sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rezeki berupa sumber daya hayati laut. Pesta nelayan pabbagang memiliki nilai-nilai budaya yang memacu etos kerja nelayan dan sebagai ajang silaturrahmi masyarakat nelayan dan warga Desa Lamurukung
WISATA SPIRITUAL: MENUAI BENIH KOMODIFIKASI DARI PARA PENELITI BISSU Feby Triadi
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1915.589 KB) | DOI: 10.36869/.v5i1.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan dampak penelitian yang terus dilakukan pada komunitas Bissu. Dari penelitian yang ada, beberapa diantara mereka masih membahas hal yang sama, baik dari sudut pandang yang berbeda maupun dari sudut yang sama pula, tentu ini merupakan kekosongan narasi penelitian yang tidak mampu dikumpulkan dan diarsipkan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengamatan serta melakukan wawancara langsung dengan informan, seperti Bissu, dewan adat, tokoh pemerintahan. Hasil penelitian ini memiliki temuan sebagai berikut. Pertama, benih komodifikasi yang awalnya dilakukan oleh peneliti, hingga terbalut indah dengan industri pariwisata. Kedua, peneliti sebelumnya juga mewariskan konflik bagi peneliti yang akan datang, dan parahnya lagi karena konflik itu juga masuk dalam kalangan Bissu. Ketiga, penelitian ini juga menemukan, dan menjelaskan batas pemisah antara Bissu sebagai pelaku seni dan Bissu sebagai pelaku kebudayaan.
Dinamika Politik Kerajaan Bone Muhammad Amir
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.724 KB) | DOI: 10.36869/pjhpish.v4i2.44

Abstract

Kajian ini bertujuan mengungkap dan menjelaskan dinamika budaya politik Kerajaan Bone. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode sejarah, yang menjelaskan suatu persoalan berdasarkan perspektif sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam penyelenggaraan politik pemerintahan Kerajaan Bone tidak didasarkan pada kekuasaan raja yang absolut. Kekuasaan dan kedudukan penguasa diatur berdasarkan pada kontrak pemerintahan antara raja dan rakyat, sehingga kekuasaannya tidak tak terbatas. Selain itu, budaya politik Kerajaan Bone juga berlandaskan pada nilai-nilai dasar budaya Bugis, seperti ada tongeng, lempuk, getteng, sipakatau, dan meppesona ri dewata seuwae juga berpegang teguh pada nilai-nilai demokrasi, bahwa batal ketetapan raja, tidak batal ketetapan adat, batal ketetapan adat, tidak batal ketetapan kaum, batal ketetapan kaum, tidak batal ketetapan rakyat. Namun ketika pemerintah kolonial melakukan intervensi, bahwa setiap pengangkatan seorang raja harus mendapat pengesahan dari pemerintah Hindia Belanda, sehingga panngadereng yang mengatur norma-norma kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan mengalami disfungsi, tertelebih setelah lembaga-lembaga ketatanegaraan kerajaan dihapuskan. 
UPACARA TRADISIONAL MASSORONG LOPI DI DESA TAPANGO KABUPATEN POLMAN PROVINSI SULAWESI BARAT Abdul Hafid
Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.826 KB) | DOI: 10.36869/pjhpish.v4i1.80

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang tradisi ritual upacara massorong lopi yang dilakukan pada masyarakat di Desa Tapango Kabupaten Polman Provinsi Sulawesi Barat.Tulisan ini bersifat deskriptif – kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi (yaitu pengamatan yang dilakukan secara langsung terhadap berbagai aktivitas dan perilaku pada masyarakat Tapango), wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat, budayawan, pelaku ritual dan pemerintah setempat, dan dokumentasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa tradisi ritual ini merupakan warisan nenek moyang terdahulu yang diyakini sebagai pencucian diri atau tolak bala’ dari berbagai gangguan bencana alam, baik gangguan tanaman, gangguan di sungai maupun gangguan wabah penyakit yang dapat membahayakan kehidupan masyarakat.Tradisi ritual ini dipimpin oleh sando banua (dukun kampung) dan dihadiri oleh seluruh warga Desa Tapango dan sekitarnya, serta pemerintah setempat. Waktu pelaksanaan upacara massorong lopiini, dilakukan pada bulan syafar (berdasarkan kelender Hijriah) dan tempat pelaksanaannya yaitu di tepi sungai dalam wilayah Desa Tapango, dengan membawa bersama-sama berbagai jenis sesajen.Dan hingga saat ini kegiatan tradisi ritual massorong lopi masih dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat pendukungnya yang bermukim di Desa Tapango dan masyarakat Mandar pada umumnya.

Page 3 of 14 | Total Record : 139