cover
Contact Name
Evinna Cinda Hendriana
Contact Email
evinnacinda@yahoo.com
Phone
+6285393531008
Journal Mail Official
journal@stkipsingkawang.ac.id
Editorial Address
Jalan STKIP - Kelurahan Naram, Singkawang, Kalimantan Barat
Location
Kota singkawang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Published by STKIP Singkawang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia is a peer-reviewed scientific open access, with e-ISSN : 2477-8435 and p-ISSN 2477-5940 published by Institute for Managing and Publishing Scientific Journals at STKIP Singkawang, Indonesia in 2015. In Last 2016 Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia has built Organization and Editorial team to publish scientific paper. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia is an-Opened Access journal and published twice a year every Maret and August. It publishes the research (no longer than 5 years after the draft proposed) in term of learning, teaching, education in elementary school. All finding in scientific paper can be published in this journal.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2022): VOLUME 7 NUMBER 2 MAY 2022" : 7 Documents clear
PENGUASAAN KONSEP MAHASISWA PGSD PADA MATERI EKOSISTEM MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN REAL LIFE VIDEO Susy Amizera; Hartono Hartono; Elvira Destiansari; Nike Anggraini; Laihat Laihat; Lucia Maria Santoso
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 7, No 2 (2022): VOLUME 7 NUMBER 2 MAY 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v7i2.3307

Abstract

Penguasaan konsep menjadi suatu permasalahan dalam kegiatan pembelajaran karena konsep materi yang didapatkan mahasiswa bukan berasal dari gagasan sendiri melainkan konsep yang didapat dari buku. Ekosistem merupakan salah satu materi pada pembelajaran IPA. Penguasaan konsep ekosistem dapat ditingkatkan melalui strategi pembelajaran kontekstual berbantuan real life video. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengetahui penguasaan konsep  mahasiswa PGSD pada materi ekosistem melalui pembelajaran kontekstual berbantuan real life video, dan (2) mengetahui sikap mahasiswa saat pembelajaran kontekstual berbantuan real life video pada materi ekosistem. Penelitian ini menggunakan metode penelitian gabungan (mixed method) yang merupakan gabungan antara penelitian kuantitatif dan penelitian. Teknik pengumpulan data mengenai penguasaan konsep mahasiswa yaitu menggunakan desain one group pretest-posttest. Data kuantitatif diperoleh melalui test tertulis berupa soal–soal mengenai konsep ekosistem. Selanjutnya, data kualitatif diperoleh melalui instrument lembar observasi dan catatan lapangan. Teknik analisa data kuantitatif berupa hasil pre-test dan post-test menggunakan Uji Paired Sample T-Test. Selanjutnya, menggunakan N-Gain analisis untuk mengentahui peningkatan penguasaan konsep setiap sub materi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan konsep mahasiswa setelah melakasanakan pembelajaran dibandingkan sebelum melaksanakan pembelajaran. Selain itu, Peningkatan penguasaan konsep pada setiap sub materi berada pada kategori tinggi. Berkaitan dengan hal tersebut, melalui pembelajaran kontekstual berbantuan real life video partisipasi mahasiswa PGSD termasuk kategori sangat baik walaupun terdapat beberapa kendala signal dan perangkat saat pembelajaran dikarenakan sistem pembelajaran masih menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Dengan demikian pembelajaran kontekstual berbantuan real life video dapat menjadi salah satu media alternatif untuk meningkatkan konsep ekosistem dalam pembelajaran daring.
Dampak Media Sosial Terhadap Perubahan Sosial Siswa Sekolah Dasar Achmad Fathoni Rodli; Hoiati Hoiati; Fajar Wulandari; Mertika Mertika
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 7, No 2 (2022): VOLUME 7 NUMBER 2 MAY 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v7i2.3301

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengenalisis: 1) dampak positif dan negatif media sosial terhadap siswa di SD Negeri 7 Singkawang, 2) dampak media sosial terhadap perubahan sosial siswa di SD Negeri 7 Singkawang. Jenis penelitian ini adalah termasuk jenis penelitian lapangan dan bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara untuk mengetahui bagaimana danpak negatif dan positif media sosial dan bagaimana dampak media sosial terhadap perubahan sosial di SDN 7 Singkawang, sedangkan data tambahan berupa dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah 1) Media sosial TikTok dan WhatsApp memberikan dampak positif dan negatif pada siswa kelas VI SD Negeri 7 Singkawang hal ini dapat dilihat dari hasil pembahasan oleh peneliti bahwa media sosial digunakan sebagai alat komunikasi, dijadikan sebagai media pembelajaran secara daring, meningkatkan kreatifitas, dijadikan sebagai media hiburan bagi siswa. Sedangkan dampak negatif media sosial TikTok dan WhatsApp, siswa secara terus menerus dan berkelanjutan setiap hari siswa menggunakan TikTok dan WhatsApp, lupa waktu untuk belajar, siswa  kecanduan bermain TikTok, siswa bebas berekspresi dengan mengunggah video joget-joget, foto yang tidak sopan menggunakan pakaian terbuka dan tidak ada batasan privasi, 2) Perubahan sosial yang ditemukan oleh peneliti dapat dilihat dari penggunaan media sosial secara terus menerus dan berkelanjutan setiap hari oleh siswa, siswa juga meniru isi konten yang ada di media sosial. Selain menjadikan media sosial WhatsApp sebagai media pembelajaran secara daring, adanya respon negatif dan positif dari komentar pada konten yang dibuat oleh siswa serta tidak adanya batasan pertemanan dengan siapa saja di media sosial oleh siswa.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL SEKOLAH DASAR DI MASA PANDEMI Nurhasanah Nurhasanah; I Nengah Suastika
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 7, No 2 (2022): VOLUME 7 NUMBER 2 MAY 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v7i2.3052

Abstract

Abstrak. Pandemi virus corona telah menjadi masalah sosial bagi kehidupan individu karena mempengaruhi semua bagian dari masalah ekonomi, budaya, politik dan pendidikan. Tinjauan ini diharapkan dapat mengungkap sejauh mana pengajaran multikultural diterapkan di sekolah dasar (SD) dengan menjelaskan implementasi pendidikan multikultural di sekolah dasar selama masa pandemi. Metode analisis dalam tinjauan ini menggunakan teknik studi kepustakaan/library study. Pengajaran multikultural di sekolah dasar (SD) pada dasarnya memiliki sifat dasar dan komprehensif, yang mengandung makna harus diciptakan. Pengajaran multikultural di sekolah dasar dibundel tergantung pada cara hidup dan karakter negara. Pelatihan multikultural diharapkan dapat membentuk cara pandang, praktik dan pertimbangan yang lebih jauh jangkauannya bagi mahasiswa dalam berbagai kajian, sehingga memiliki pilihan untuk mendorong resiliensi. Pembelajaran multikultural dapat menyebabkan siswa memperoleh keragaman dan dapat menumbuhkan rasa.
Pengembangan Media Animasi Berbasis Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar Mety Toding Bua
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 7, No 2 (2022): VOLUME 7 NUMBER 2 MAY 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v7i2.3145

Abstract

Media animasi digunakan karena anak akan lebih tertarik untuk mengenal berbagai lambang huruf dan suku kata dalam pembelajaran membaca permulaan. Penelitian ini menggunakan penelitian Research and Development (RnD) dengan model pengembangan ASSURE. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengembangkan media animasi. Hasil penelitian menunjukkan uji coba produk terhadap 2 pendidik dari SD 035 diperoleh hasil rata-rata presentase 83% dengan tingkat kemenarikan video animasi pembelajaran cukup menarik, pada SD 032 Tarakan uji coba produk terhadap 10 peserta didik di kelas A dan B siswa tidak mengalami kesulitan dalam memahami video animasi pembelajaran. Berdasarkan hasil dari uji coba produk siswa tidak mengalami kesulitan dalam memahami video animasi pembelajaran dan diperoleh hasil rata-rata 83% tingkat kemenarikan video animasi yang cukup menarik sehingga penggunaan media animasi berbasis pendidikan karakter dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa sekolah dasar di daerah 2P. Berdasarkan validasi media, materi, bahasa menunjukkan media ini layak dijadikan media membaca permulaan. Kemudian, berdasarkan uji coba yang dilakukan membuktikan bahwa media ini efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa sekolah dasar. Hal ini membuktikan media membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan melalui animasi.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar IPA Ditinjau Dari Keterampilan Metakognitif Nuris Hidayat
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 7, No 2 (2022): VOLUME 7 NUMBER 2 MAY 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v7i2.3339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari keterampilan metakognitif. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan pretest-posstest nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah kelas IV SD di Gugus II Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk keterampilan metakognitif dan tes untuk hasil belajar. Data dianalisis dengan menggunakan analisis varians dua jalur dan uji scheffe. Untuk mengatahui peningkatan hasil belajar yang dialami oleh peserta didik, sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan N-Gain analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara peserta didik yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan peserta didik yang mengikuti model pembelajaran konvensional. 2) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan keterampilan metakognitif terhadap hasil belajar IPA pada peserta didik. 3) Pada peserta didik yang memiliki keterampilan metakognitif tinggi, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara peserta didik yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan peserta didik yang mengikuti model pembelajaran konvensional. 4) Pada peserta didik yang memiliki keterampilan metakognitif rendah, tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara peserta didik yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan peserta didik yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Selain itu, Peningkatan hasil belajar peserta didik setelah mengikuti pembelajaran berada pada kategori tinggi. Dengan demikian penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik terutama yang memiliki keterampilan metakognitif.
Penanaman Sikap Toleransi Melalui Keteladanan Guru di Kelas III SD Negeri 62 Singkawang Mertika Mertika; Tasiana Nadia Gusandyta; Fajar Wulandari
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 7, No 2 (2022): VOLUME 7 NUMBER 2 MAY 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v7i2.3289

Abstract

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui: Penanaman sikap toleransi melalui keteladanan guru di kelas III SD Negeri 62 Singkawang. Jenis penelitian ini adalah termasuk jenis penelitian lapangan dan bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara untuk mengetahui bagaimana penanaman sikap toleransi melalui keteladanan guru di kelas III SD Negeri 62 Singkawang, sedangkan data tambahan berupa dokumentasi. Analisis data menggunakan Teknik analisis menurut Miles and Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman sikap toleransi melalui keteladanan guru di kelas III SD Negeri 62 Singkawang berupa upaya yang dilakukan oleh guru-guru saat memberikan teladan kepada siswa dalam tindakan seperti: menghargai perbedaan, menghormati teman yang berbeda agama, berteman tanpa membedakan agama, tidak mengganggu teman belajar, menghormati hari besar agama lain, tidak menjelekkan ajaran agama lain.
Kesulitan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Ririn Nur Safitri; Abd Basith; Rini Setyowati
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 7, No 2 (2022): VOLUME 7 NUMBER 2 MAY 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpdi.v7i2.3401

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kesulitan belajar siswa pada pembelajaran tatap muka terbatas; (2) menganalisis faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada pembelajaran tatap muka terbatas. Jenis penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Subjek terdiri dari 5 orang siswa kelas IV-B SDN 21 Singkawang yang mengalami kesulitan belajar. Pengumpulan data menggunakan Teknik komunikasi langsung dan tidak langsung. Instrumen yang digunakan adalah panduan observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) kesulitan belajar pada pembelajaran tatap muka terbatas terjadi karena siswa tidak mampu menguasai materi pelajaran dengan waktu yang telah ditentukan, kurangnya kemampuan siswa baik kognitif, afektif, dan psikomotorik, kurangnya penguasaan pengetahuan yang menyebabkan hasil belajar menurun, dan kepribadian yang kurang baik saat belajar, seperti tidak menyimak penjelasan dari guru sehingga mengalami kesulitan saat mengerjakan tugas; 2) faktor-faktor kesulitan belajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal tersebut yaitu kurangnya kemampuan siswa dalam kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Faktor eksternal tersebut yaitu kurangnya dorongan atau motivasi, serta perhatian dari orang tua, teman sebaya, dan terbatasnya waktu dalam pembelajaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 7