cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020)" : 17 Documents clear
PENGARUH JENIS PUPUK CAIR DAN CARA PERLAKUAN TERHADAP PERTUMBUHAN STEK DAUN Begonia glabra Aubl. I Putu Agus Hendra Wibawa; I Nyoman Lugrayasa
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.734 KB) | DOI: 10.37637/ab.v3i2.578

Abstract

Begonia adalah salah satu marga besar dalam kelompok Angiospermae yang memiliki kekhasan karakter daun asimetris. Keistimewaan Begonia terutama terletak pada daunnya yang indah, menjadikannya sangat cocok dijadikan tanaman hias. Perbanyakan Begonia dapat dilakukan dengan cara generatif dan vegetatif. Perbanyakan secara vegetatif adalah cara perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian dari tanaman seperti daun, batang, cabang dan akar. Keberhasilan kegiatan penyetekan pada tumbuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu jenis setek dan faktor lingkungan termasuk kelembaban temperatur dan cahaya serta nutrisi dari media tanam. Kualitas media tanam dapat ditingkatkan dengan penambahan pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis pupuk cair, serta cara perlakuannya terhadap pertumbuhan stek daun B. glabra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC/R berpengaruh nyata terhadap kecepatan tumbuhnya tunas dan tinggi tanaman. Perlakuan POC/R menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik, yang berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Semua perlakuan pupuk berpengaruh terhadap kecepatan tumbuhnya tunas, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter panjang akar. Perbedaan jenis pupuk cair dan cara perlakuannya memberikan hasil yang berbeda pula.
THE EFFECTIVITY OF NUTMEG PROCESSING AND PACKAGING REFORMULATION ACTIVITY IN INCREASING THE PUBLIC WELFARE IN JAYA VILLAGE OF TIDORE ISLANDS Suwandi S. Sangadji; Mustasyfa Thabib Kariadi; Saiful Rachman
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.356 KB) | DOI: 10.37637/ab.v3i2.581

Abstract

Low farmer welfare level is one development problem in Tidore. This is explained in the medium-term regional development plan of Tidore Islands 2016-2021. Regarding to the public welfare phenomena, this research aims at knowing the influence magnitude on the effectiveness of nutmeg processing and packaging reformulation activity to the public welfare in Jaya village. The method used in this research was quantitative research conducted by survey sample research approach. The sampling used from the population used stratified random sampling technique. The data collection used literature review, research questionnaire and observation. Data analysis used included item validity test, instrument reliability test, correlation coefficient measurement, determination coefficient measurement, hypothesis test using t-test and regression equation measurement. The research result showed that there was a positive and significant effectivity of nutmeg processing and packaging reformulation activity to the public welfare in Jaya Village of Tidore Islands.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE SINGLE BUD PLANTING DAN METODE KONVENSIONAL PADA PENANAMAN TEBU PLANT CANE DI KABUPATEN BOJONEGORO Badiatud Durroh; Sugiyanto Sugiyanto
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.643 KB) | DOI: 10.37637/ab.v3i2.580

Abstract

Bibitan bud chips merupakan salah satu bibitan yang saat ini mulai dikembangkan di Indonesia.  Teknologi ini berasal dari Brazil dan Columbia.   Keunggulan dari SBP adalah mempunyai daya tumbuh seragam, jumlah anakan yang dihasilkan lebih banyak dibanding sistem pembibitan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan produktivitas tebu dengan metode single bud planting dengan metode konvensional, untuk menganalisis perbandingan rendemen tebu dengan metode single bud planting dengan metode konvensional, untuk menganalisis perbandingan pendapatan petani tebu dengan menerapkan metode single bud planting dan metode konvensional. Penelitian dilakukan di kabupaten Bojonegoro bulan April sampai Agustus 2020, yang diwakili oleh  beberapa wilayah sebagai sampel, yang dipilih dengan cara  Purposive Sampling Method. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif komparasional. Hasil yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk data kuantitatif. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa Produktivitas tebu dengan metode single bud planting lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional. Atau dengan kata lain, metode single bud planting mampu meningkatkan produktivitas tebu secara significan. Rendemen tebu dengan metode single bud planting lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional. Atau dengan kata lain , metode single bud planting mampu meningkatkan rendemen tebu secara significan. Pendapatan petani tebu dengan metode single bud planting lebih tinggi dibandingkan dengan metode konvensional. Atau dengan kata lain , metode single bud planting mampu meningkatkan pendapatan petani tebu secara signifikan.
MODEL PENGEMBANGAN PETANI DALAM MENGENDALIKAN GULMA SECARA BIOHERBISIDA DAN HERBISIDA KIMIA PADA AREAL TANAMAN JAGUNG Fitria Fitria; Juita Damanik; Koko Tampubolon; Aisar Novita; Rini Susanti
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.665 KB) | DOI: 10.37637/ab.v3i2.618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pengembangan petani dalam pengendalian gulma terhadap bioherbisida dan herbisida kimia pada tanaman jagung di Kabupaten Langkat. Penelitian dilakukan pada daerah penanaman jagung di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat dari April sampai Juni 2020. Metode penelitian ini menerapkan  metode kualitatif  dan kuantitatif pada 34 sampel petani. Metode pengumpulan data dengan observasi dan kuisioner. Teknik analisis data menggunakan pengujian asumsi klasik dan statistik menggunakan software SPSS v.25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bioherbisida dan herbisida kimia berpengaruh nyata terhadap model pengembangan petani dalam mengendalikan gulma pada pertanaman jagung di Kabupaten Langkat. Pengaruh bioherbisida dapat menurunkan sedangkan herbisida kimia dapat meningkatkan respon petani dalam mengendalikan gulma pada pertanaman jagung di Kabupaten Langkat. Model pengembangan petani terhadap herbisida kimia lebih dominan dibandingkan bioherbisida.
PENGARUH EKSTRAK DAUN BINTARO (Cerbera odollam) TERHADAP WAKTU BERHENTI MAKAN DAN MORTALITAS LARVA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) Turhadi Turhadi; Bedjo Bedjo; Suharjono Suharjono
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.433 KB) | DOI: 10.37637/ab.v3i2.572

Abstract

Efek negatif yang ditimbulkan oleh pestisida kimia terhadap ekosistem dan lingkungan mendorong usaha untuk menekan penggunaannya, salah satunya melalui penggunaan biopestisida nabati. Sebagai salah satu hama penting tanaman pertanian, ulat grayak (Spodoptera litura) perlu untuk ditekan populasinya untuk meminimalisir kehilangan hasil panen. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai biopestisida nabati untuk mengendalikan hama ulat grayak yaitu Cerbera odollam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biopestisida nabati daun bintaro terhadap waktu berhenti makan (stop feeding) dan mortalitas larva ulat grayak. Penelitian ini didesain menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari enam taraf perlakuan (0 (kontrol), 10, 15, 20, 25, dan 30 g/L) dan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Ekstrak diaplikasikan ke larva ulat grayak dengan menggunakan metode leaf dipping methods. Efektivitas pengaruh ekstrak daun bintaro terhadap ulat grayak dilakukan dengan mengamati waktu berhenti makan (time of stop feeding) dan mortalitas (tingkat kematian larva). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun bintaro berpotensi digunakan sebagai biopestisida nabati untuk larva S. litura. Mortalitas larva S. litura semakin meningkat sejalan dengan semakin lamanya waktu aplikasi ekstrak. Selain itu, mortalitas larva ulat grayak tertinggi terjadi pada perlakuan 20, 25, dan 30 g/L yaitu sebesar 40% pada 168 jam setelah aplikasi.
EFEK DEFOLIASI TERHADAP LAJU PERIMBANGAN TANAMAN UBI JALAR Edyson Indawan; Reza Prakoso Dwi Julianto; Poppy Indri Hastuti
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.397 KB) | DOI: 10.37637/ab.v3i2.609

Abstract

Defoliation of the leaves of sweet potato plants needs to be done to reduce the rate of vegetative growth, because the rate of vegetative growth that is not balanced with generative growth. The section of the sweet potato plant consists mainly of stems and leaves. The purpose of this study is to obtain sweet potato cultivars with criteria of tubers and stover yields through agronomic experiments with different defoliation and cultivars. Factorial Randomized Design by placing Cultivars as the first factor, (C) included: C₁ (Beta-2), C₂ (Kuningan Merah), C₃ (BIS OP-61-OP-22). The second factor of Defoliated (D), namely : D₁ (Defoliation 16 wap), D₂ (Defoliation 12 wap), D₃ (Defoliation 8 wap), with 3 replications. The results showed that: A high RGR value is followed by a large price URLˊ, meaning that the balance of new plant material is related to the ability of plants to carry out photosynthesis. Cultivar value Beta-2 RGR (8-4) = 71 mg.gˉ¹ dayˉ¹, Kuningan Merah URLˊ(8-12) = 65 mg.cmˉ². BIS OP-61-OP-22 cultivars produce large criteria (51.22 tubers/plot) and medium criteria (44.33 tubers/plot). Beta-2 cultivars produce small criteria (45.56 tubers/plot). Ratio F/R from BIS OP-61-OP-22 cultivars (high dual-purpose), cultivars Beta-2 and Kuningan Merah (high root production)
DEVELOPMENT OF NIPA (Nypa fruticans) SAP CLOSED COLLECTION VESSEL James Paul T. Madigal; Bethany Grace S. Calixto Grace S. Calixto; Michael Duldulao; Thomas D. Ubiña; Shirley C. Agrupis
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.421 KB) | DOI: 10.37637/ab.v3i2.611

Abstract

The ultimate goal of the present study was to develop a secure, safe, and hygienic nipa sap collection system for bioethanol production, with the aim of preserving its physico-chemical properties such as physical appearance, pH and sugar brix by reducing the rate of fermentation while attached to the peduncle. The developed collection system was evaluated in terms of the physical and chemical properties of nipa sap collected and ethanol yield in comparison to the traditional and existing collection system used by the nipa community which utilizes bamboo shingle as their collector. Physical appearance of the sap collected using the designed collection system had no foreign materials after harvesting while the traditional collection system had shown traces of insect infestation. The sap that was produced for both of the designed and traditional collection system was milky-white and yellowish-white in color respectively. There was a significant difference in terms of pH concentration of the sap collected using the designed collection system compared to the sap collected using the traditional system overtime. Sugar brix of nipa sap collected using designed collection system is significantly higher than the sap collected using traditional system. A total ethanol yield of 32.25% and 75.54% was obtained for the designed and traditional collection system respectively. Cost Analysis revealed that the designed collection system was found to be cheaper (PhP 11.93) than the traditional collection system (PhP. 20.00). The developed closed collection system can preserved the chemical properties of the nipa sap and could prevent acceleration of fermentation and the deterioration of its potential to yield more ethanol.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI PENGHASIL IAA (INDOLE ACETIC ACID) DARI RHIZOSFER TANAMAN AKASIA (Acacia mangium) Ika Agus Rini; Indah Oktaviani; Muhammad Asril; Revi Agustin; Fina Khaerunissa Frima
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.046 KB) | DOI: 10.37637/ab.v3i2.619

Abstract

IAA adalah produk paling umum dari metabolisme L-triptofan yang dapat diproduksi oleh beberapa mikroorganisme. Beberapa mikroorganisme yang memiliki potensi menghasilkan IAA adalah bakteri rhizosfer pada tanaman Leguminosae, salah satunya adalah akasia. Acacia mangium, juga dikenal sebagai akasia, adalah pohon yang tumbuh cepat. Namun, akasia adalah tanaman invasif. Tanaman akasia memiliki bintil yang merupakan hasil simbiosis akar tanaman dan bakteri. Simbiosis ini dapat mempengaruhi kesuburan tanah. Banyak potensi yang dapat digali dari bakteri tanah, khususnya di rhizosfer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri pada rizosfer tanaman akasia yang mampu menghasilkan IAA sebagai salah satu potensi untuk kandidat PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel, isolasi bakteri penghasil IAA, pemurnian bakteri, identifikasi bakteri dan uji biokimia, pembuatan kurva tumbuha bakteri, dan uji isolat bakteri pelarut fosfat. Hasil isolasi bakteri rhizosfer diperoleh sebanyak 10 isolat bakteri yang memiliki karakteristik berbeda secara morfologi.  Berdasarkan hasil identifikasi bakteri berdasarkan pewarnaan Gram, bakteri tersebut masuk ke dalam genus Bacillus dan terdapat 5 isolat bakteri yang memiliki kemampuan menghasilkan IAA dan melarutkan fosfat sehingga bakteri tersebut memiliki potensi sebagai pupuk hayati.
PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Nova Triani; Vivin Putri Permatasari; Guniarti Guniarti
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.899 KB) | DOI: 10.37637/ab.v3i2.575

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan tanaman sayur yang digemari masyarakat dan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi yakni dengan penambahan konsentrasi dan frekuensi pemberian giberelin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian dilakukan di UPT Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan pada bulan Januari – April 2020. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi giberelin (K) yang terdiri dari K0 = tanpa konsentrasi giberelin; K1 = 100 ppm; K2 = 200 ppm; K3 = 300 ppm dan frekuensi pemberian giberelin (P) yang terdiri dari P1 = 2 kali aplikasi; P2 = 3 kali aplikasi ; P3 = 4 kali aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi antara konsentrasi pemberian giberelin 200 ppm dan frekuensi pemberian giberelin 2 kali aplikasi, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (28 hst-56 hst), jumlah daun (35 hst-49 hst), umur berbunga, jumlah bunga total, jumlah buah total, dan berat buah per tanaman.
IDENTIFIKASI ANGGREK ALAM PADA KAWASAN RAWAN GANGGUAN DI SUAKA MARGA SATWA BUKIT RIMBANG DAN BUKIT BALING RESORT KUANTAN SINGINGI Pebra Heriansyah; Seprido Seprido; Desta Andriani
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.656 KB) | DOI: 10.37637/ab.v3i2.583

Abstract

Anggrek alam merupakan kekayaan yang dimiliki oleh suatu Kawasan, sehingga keberadaannya perlu diidentifikasi agar tidak terjadi kepunahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi anggrek alam di Kawasan Rawan Gangguan di Suaka Marga Satwa Bukit Rimbang dan Bukit Baling Resort Kuantan Singingi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling melalui tahapan identifikasi baik dengan cara pengambilan hasil foto atau gambar dan spesimen hasilnya akan diidentifikasi dengan bantuan buku identifikasi. Kesimpulan penelitian ini adalah ditemukan 12 jenis anggrek dan 10 genera di Kawasan Rawan Gangguan Suaka Marga Satwa Bukit Rimbang dan Bukit Baling, dari ketinggian 90 – 200 mdpl. Dari 12 jenis ini ada beberapa jenis yang terancam punah yaitu Grammatophyllum speciosum Blume hanya ditemukan di satu titik saja, Dendrobium aloifolium (Blume) Reichb.f, Robiquetia spathulata (Blume) J.J.Smith, Epigeneium sp, Cimbidium spp, ditemukan di 2 titik

Page 1 of 2 | Total Record : 17