cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2023)" : 23 Documents clear
Proyeksi Kesesuaian Agroklimat Tanaman Kopi Arabika Berdasarkan Skenario Iklim di Sulawesi Selatan, Indonesia Fendy Arifianto; Hardiyanti Ismail
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.342 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1108

Abstract

Erat hubungan antara iklim dan tanaman kopi membutuhkan langkah yang tepat dalam perencanaan dan pengembangan tanaman kopi. Sulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah penghasil tanaman kopi arabika dan sedang direncanakan pengembangannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui sebaran wilayah kesesuaian tanaman kopi Arabika di masa depan berdasarkan hasil proyeksi skenario RCP8.5 periode tahun 2021- 2050 dan 2051-2080 di Sulawesi Selatan, yang digunakan sebagai rekomendasi dalam investasi pengembangan tanaman kopi Arabika di Provinsi Sulawesi Selatan. Data yang digunakan adalah data observasi rata-rata bulanan curah hujan dan suhu udara periode 1989-2018. Data proyeksi yang digunakan merupakan data dari ensemble CORDEX-SEA yaitu model CSIRO dengan resolusi 25x25 km skenario RCP8.5 periode 2021-2080. Periode proyeksi dibagi menjadi dua periode untuk setiap scenario. Kesesuaian agroklimat untuk tanaman kopi Arabika dibuat berdasarkan dari jumlah bobot parameter yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kualitas kesesuaian agroklimat pada periode proyeksi untuk tanaman kopi Arabika di Sulawesi Selatan. Hal ini, terlihat dari menyusutnya luas lahan klasifikasi sangat sesuai (S1) pada periode proyeksi dibandingkan dengan periode baseline. Persentase luas lahan untuk klasifikasi S1 untuk periode baseline sebesar 44% lalu mengalami penyusutan pada proyeksi skenario RCP8.5 periode 2021-2050 menjadi 27%. Hasil proyeksi skenario RCP8.5 periode 2051-2080 mengalami penyusutan persentase luas lahan klasifikasi yang signifikan dibandingkan dengan periode baseline yaitu menjadi 5%. 
Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Padi Sawah tanpa Pestisida Kimia Sutarni Sutarni; Annisa Fitri
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.055 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1168

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis biaya produksi, penerimaan, dan keuntungan usahatani padi sawah tanpa pestisida kimia dan melakukan studi kelayakan finansial usahatani padi sawah di Desa Rejoasri. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kriteria investasi dengan indikator NPV, IRR, dan Net BC ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total yang digunakan dalam usahatani padi sawah tanpa pestisida kimia sebesar Rp 11.999.194,69 per ha per siklus, dengan penerimaan sebesar Rp 29.017.476,92 per ha per siklus. Keuntungan yang diperoleh dalam usahatani padi sawah tanpa pestisida kimia sebesar  Rp 17.018.282,23 per ha per siklus, dengan R/C rasio diperoleh sebesar 2,4182 artinya bahwa setiap  satu rupiah biaya yang dikeluarkan untuk usahatani padi sawah tanpa pestisida kimia akan memperoleh penerimaan (TR) sebesar 2,42,.  Usahatani padi sawah tanpa pestisida kimia di Desa Rejo Asri menggunakan tiga indikator kriteria investasi NPV, IRR, dan Net B/C ratio menunjukkan bahwa usaha tersebut memiliki prospek yang baik dan layak (feasible) untuk dikembangkan.   
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair pada Pengembangan Padi Lokal dengan Sistem Tanam Polybag Sukendah Sukendah; Aprilia Setya Kurniawati; Makhziah Makhziah
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.042 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1096

Abstract

Tanaman padi varietas lokal merupakan varietas dari tanaman padi yang telah ada dan dibudidayakan secara turun-temurun oleh petani serta menjadi milik masyarakat dan dikuasai negara. Salah satu teknologi pada budidaya padi yang masih jarang digunakan di Indonesia adalah sistem pot/polybag. Kandungan unsur hara sebagai nutrisi bagi tanaman padi lokal pada sistem polybag tidak hanya dicukupi dengan media tanam saja, namun juga diperlukan pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman padi lokal yang ditanam dengan sistem polybag. Penelitian ini menggunakan padi lokal varietas Rojolele yang ditanam dengan menggunakan polybag ukuran 40 x 40 cm. Penelitian ini dilakukan di Stasiun Klimatologi Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, sejak bulan November 2021 sampai Februari 2022. Penelitian ini merupakan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, yaitu perlakuan macam konsentrasi pupuk organik cair, meliputi; (1) 9 mL.L-1; (2) 12 mL.L-1; dan (3) 15 mL.L-1. Setiap perlakuan memiliki tiga tanaman sampel dan diulang tiga kali. Variabel pengamatan meliputi fase vegetatif, fase generatif dan komponen hasil dari budidaya padi lokal. Pengaplikasian konsentrasi pupuk organik cair 15 mL.L-1 mampu memberikan nilai rata-rata tertinggi pada parameter panjang malai (27,39 cm) dan jumlah malai per rumpun (11,00 helai) tanaman padi lokal. Pengaplikasian konsentrasi pupuk organik cair 12 mL.L-1 mampu memberikan nilai rata-rata terbaik pada parameter berbunga (69,78 HST) dan umur panen (96,00 HST) tanaman padi lokal.
Optimizing the Integrated Farming System of Coffee and Goat to Maximize Farmers' Income in North Sumatra, Indonesia Dinda Aslam Nurul Hida; Dwi Rachmina; Amzul Rifin
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.861 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1147

Abstract

Most coffee farmers in North Sumatra still need to implement an integrated coffee and goat cultivation system. Only 0.2% of farmers have implemented the program. An integrated farming system cannot be implemented due to limited resources, and optimal conditions for an integrated farming system for coffee plants and goat livestock in North Sumatra have yet to be found. Therefore, this study aims to determine the optimal conditions for an integrated farming system for coffee plants and goat livestock to maximize farmers' income. The sample size is six farming units spread across three districts: Simalungun, North Tapanuli, and Karo districts in North Sumatra Province. Quantitative analysis using a linear programming model was carried out computationally with the help of LINDO 6.1 software. The study results show that the revenue for the optimal solution from the integration model generates IDR 169,358,700.00, 1.04% higher than the actual income. This was due to an increase in coffee bean productivity to 1.68 tons.ha-1 per year with a simple shading coffee pattern, namely coffee planting with a cover crop of 300 trees per ha, as well as an increase in the number of goats kept. , from the actual condition of 59.33 goats to 117 goats. Farmers are advised to utilize all products between coffee and goat farms as their respective production inputs and not sell intermediate products.
Analisis Pendapatan Usahatani dan Strategi Peningkatan Pemahaman Petani Atas Biaya Lingkungan Kelapa Sawit Rakyat di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Indonesia Hotden Leonardo Nainggolan; Fepi Efta Pioni Sidabalok; Basa Rohana Saing; Intan Mustika Bakkara; Agnes Gracia L. Tobing; Samuel Alfredo Sianturi
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.869 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1164

Abstract

Pengelolaan perkebunan usahatani kelapa sawit rakyat telah menimbulkan berbagai dampak bagi lingkungan, dengan demikian dituntut kepedulian petani dengan menyisihkan pendapatannya untuk biaya lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan usahatani dan strategi peningkatan pemahaman petani atas biaya lingkungan usahatani kelapa sawit rakyat.  Penelitian dilakukan bulan April - September 2022, di Kabupaten Batu Bara yang  ditentukan secara sengaja. Populasi penelitian adalah petani kelapa sawit rakyat sebanyak 16.435 kepala keluarga. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan formula Slovin yaitu sebanyak 44 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, yang dianalisis secara deskriptif, dengan metode analisis biaya, analisis pendapatan dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan; a) rata-rata biaya produksi usahatani kelapa sawit sebesar Rp1.906.499/ bulan, dengan rata-rata pendapatan Rp1.554.990/bulan; b) rata-rata biaya lingkungan yang harus ditanggung petani sebesar Rp 449.430/bulan; c) 45,5% responden tidak paham tentang konsep biaya lingkungan. Responden yang tidak paham tentang; komponen biaya lingkungan, pentingnya biaya lingkungan, dan tidak paham menghitung biaya lingkungan masing-masing 54,5%; d) 52,3% responden tidak paham akan pengaruh biaya lingkungan terhadap pendapatan, serta 50,0% responden yang tidak mampu menyisihkan pendapatan untuk biaya lingkungan; e) Strategi yang dapat diterapkan meningkatkan pemahaman petani atas biaya lingkungan adalah strategi agresif. Berdasarkan kesimpulan disarankan agar petani diberikan pelatihan agar pemahaman petani terkait  biaya lingkungan meningkat, dan pemerintah hendaknya melakukan penyuluhan bagi petani tentang usahatani kelapa sawit ramah lingkungan.  
Efektifitas Formulasi Pupuk Organik Cair dan Pupuk Hayati-P60 Mengendalikan Penyakit Hawar Daun Bakteri pada Tanaman Tomat Ceri (Solanum lycopersicum) Sistem Hidroponik Nurkholida Lisa Wulansari; Ratna Dwi Hirma Windriyati; Ari Kurniawati; Lafi Na’imatulbayinah
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.966 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1059

Abstract

Tomat ceri merupakan jenis sayur yang dapat dibudidayakan dengan metode konvensional di dataran tinggi.  Seiring bertambahnya permintaan, pola budidaya tomat ceri hidroponik mulai dikembangkan budidaya dengan teknik hidroponik di dataran rendah. Pertumbuhan tomat ceri dengan teknik hidroponik tidak lepas dari serangan patogen. Salah satu patogen Phytopthora infestans yang menyerang tomat ceri yaitu atau dikenal sebagai penyakit hawar daun bakteri. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi dosis pengurangan AB-Mix dengan substitusi menggunakan pupuk organik cair dan pupuk hayati dalam menghambat patogen P. infestans. Metode pelaksanaan penelitian menggunakan rancangan lingkungan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 5 perlakuan yaitu P1(100% dosis AB-Mix), P2 (75% dosis AB-Mix+POC+pupuk hayati), P3 (50% dosis AB-Mix+POC+pupuk hayati), P4 (25% dosis AB-Mix+POC+pupuk hayati), P5(0% dosis AB-Mix+POC+pupuk hayati).  dengan 6 ulangan. Variabel yang diamati yaitu gejala serangan, masa inkubasi, intensitas penyakit, dan efektivitas penghambatan. Penyakit hawar daun bakteri pada tanaman tomat ceri yang disebabkan oleh patogen P. infestans memiliki ciri-ciri bercak coklat kehitaman pada daun, kemudian menyebar pada ranting dan batang. Gejala lanjut akan menyebabkan daun busuk dan akhirnya mengering. Penggunaan perlakuan mampu menunda masa inkubasi. Perlakuan P5 memiliki intensitas penyakit terendah yaitu 8,51% dan efektivitas penghambatan 81,21%. Hal ini berarti dengan pengurangan pupuk AB-Mix dan penambahan POC serta pupuk hayati pada sistem hidroponik efektif dalam menurunkan gejala penyakit hawar daun bakteri.
Pengaruh Nutrisi AB Mix dan Benzyl Amino Purine (BAP) terhadap Pertumbuhan Pisang (Musa acuminata) Var. Cavendish In Vitro Berlina Intan Pratiwi; Pangesti Nugrahani; Nora Augustien K.
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.475 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1163

Abstract

Nutrisi AB Mix dan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) BAP merupakan salah satu perlakuan untuk merangsang pertumbuhan planlet pisang Cavendish. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi AB Mix dan BAP terhadap pertumbuha planlet pisang Cavendish (Musa acuminata). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian UPN Veteran Jawa Timur. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah konsentrasi AB Mix (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu MS (M0), AB Mix 1 ml.l-1 (M1), AB Mix 3 ml.l-1 (M2), dan AB Mix 5 ml.l-1 (M3) dan konsentrasi BAP (B) sebagai faktor kedua yang terdiri dari 4 taraf yaitu BAP 0 ppm (B0), BAP 1,5 ppm (B1), BAP 3 ppm (B2), BAP 4,5ppm (B3), sehingga didapatkan 16 perlakuan kombinasi. Hasil jumlah tunas yang lebih banyak diperoleh pada perlakuan AB Mix 5 ml.l-1 dan BAP 4,5 ppm, jumlah daun yang lebih banyak diperoleh pada perlakuan AB Mix 5 ml.l-1, jumlah akar yang lebih banyak diperoleh pada perlakuan AB Mix 5 ml.l-1 dan BAP 1,5 ppm.
Pengaruh Media Tanam dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh IAA terhadap Pertumbuhan Stek Pucuk Tanaman Kayu Putih (Melaleuca cajuputi) Risma Handayani Darise; Guniarti Guniarti; Nova Triani
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.253 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1120

Abstract

Media tanam dan konsentrasi zat pengatur tumbuh IAA merupakan beberapa faktor penunjang keberhasilan stek pucuk tanaman kayu putih.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam dan konsentrasi zat pengatur tumbuh IAA terhadap pertumbuhan stek pucuk tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi). Penelitian ini dilaksanakan di BKPH Perhutani Tuban, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor perlakuan yang diulang tiga kali.  Faktor pertama adalah media tanam (M), yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanah (M0), tanah + pupuk kandang (M1), tanah + pasir (M2), dan tanah + pasir + pupuk kandang (M3), dan konsentrasi zat pengatur tumbuh IAA sebagai faktor kedua, yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 ppm (R0), 50 ppm (R1), 100 ppm (R2), dan 150 ppm (R3), sehingga didapatkan 16 interaksi perlakuan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi media tanam dan konsentrasi zat pengatur tumbuh IAA memberikan pengaruh nyata terhadap parameter jumlah cabang, jumlah daun, dan panjang akar. Perlakuan media tanam berpengaruh nyata terhadap  parameter jumlah akar primer dan berat segar akar, sedangkan konsentrasi ZPT IAA berpengaruh nyata terhadap  perlakuan waktu muncul tunas.
The Effects of GA3 Application on the Quality of ‘Kediri Kuning’ Variety of Grape (Vitis vinifera L.) Ni Nyoman Ari Mayadewi
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.778 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1217

Abstract

‘Kediri Kuning’ is one of the superior varietiy in Indonesia. Fruit quality is an important thing that must be considered. This research reports the effects of GA3 on the quality of ‘Kediri Kuning’ variety of grape. This experiment employed a randomized block design, five treatments, and seven replications. Meanwhile, the treatments employed GA3 concentrations of 0, 25, 50, 75, and 100 ppm. The GA3 was applied by spraying GA3 in inflorescence twice before anthesis, namely on days 14 and 28 after production pruning. Data was analyzed using analysis of variance and the differences between treatment means were analyzed using Least Significant Difference (LSD). This study revealed that GA3 25-100 ppm could more significantly increase fruit sugar content at harvest, fruit length, and fruit diameter than the control group. Seed weight at a concentration of 100 ppm is lower and more statistically significant than that at other treatments. However, all treatments could not induce seedless because the seed remains in the fruit. 
Strategi Pengembangan Ekspor Kopi Arabika di Sumatera Utara, Indonesia Ari Permana Ginting; Satia Negara Lubis; Diana Chalil
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.024 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.943

Abstract

Perkembangan ekspor kopi arabika Sumatera Utara mengalami penurunan disebabkan karena rendahnya tingkat efisiensi usahatani kopi di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan perusahaan eksportir kopi arabika di Sumatera Utara, mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan eksternal yang menjadi peluang dan ancaman eksportir kopi arabika di Sumatera Utara, dan merumuskan strategi yang dapat dijalankan perusahaan sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan eksportir kopi arabika di Sumatera Utara. Metode penelitian menggunakan analisis SWOT untuk menganalisis strategi pengembangan ekspor kopi arabika di Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal yang menjadi kekuatan dalam ekspor kopi arabika yaitu kondisi fisik dan mutu kopi arabika, waktu pengiriman kopi arabika, potensi eksportir menjangkau negara importir, dan yang menjadi kelemahan dalam ekspor kopi arabika yaitu promosi kopi arabika, jumlah modal yang dimiliki eksportir, penyuluhan mengenai sertifikat mutu. Faktor eksternal yang menjadi peluang dalam ekspor kopi arabika yaitu surat izin untuk melakukan kegiatan ekspor, konsumen tetap yang mengkonsumsi kopi arabika, gagal panen pada negara pesaing pengekspor kopi arabika, harga jual kopi arabika, permintaan kopi arabika di luar negeri, dan yang menjadi ancaman dalam ekspor kopi arabika yaitu penetapan tarif ekspor, peranan pemerintah, pesaing dari negara produsen kopi arabika, pengaruh iklim. Alternatif strategi dalam pengembangan ekspor kopi arabika yaitu mempertahankan konsumen tetap, memanfaatkan surat izin untuk memudahkan eksportir menjangkau negara importir, meningkatkan modal dengan mengoptimalkan permintaan dari konsumen tetap, meningkatkan promosi, meningkatkan kuantitas dan kualitas mutu kopi arabika, meningkatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait, meningkatkan peranan pemerintah dalam mendukung pelaksanaan promosi dan akses bantuan permodalan. 

Page 2 of 3 | Total Record : 23