cover
Contact Name
Rois Leonard Arios
Contact Email
rolear72@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Raya Belimbing No. 16 A Kuranji Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA
ISSN : 25026798     EISSN : 25026798     DOI : https://doi.org/10.36424/jpsb
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Penelitian Sejarah dan budaya memfokuskan pada isu sentral memuat hasil penelitian maupun kajian konseptual yang berkaitan dengan kesejarahan dan nilai budaya yang dilakukan oleh peneliti, penulis lepas, akademisi, dan pemerhati kebudayaan. Terbit 2 kali setahun (Mei dan Nopember) oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles 121 Documents
BAHARI, SAWIT, DAN WISATA: DINAMIKA NAGARI AIR BANGIS DALAM PERSPEKTIF SEJARAH SOSIAL zusneli zubir
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.237 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v2i1.78

Abstract

Nagari Air Bangis dalam lembaran sejarah, memiliki peran-terutama selama Kolonial Belanda. Sejak awal abad XIX, pemerintah kolonial Belanda mendirikan pelabuhan strategis di Air Bangis dalam upaya, untuk mengekploitir sebanyak mungkin tanaman pertanian di pedalaman Pantai Barat Sumatera.Sejak itu, Air Bangis mulai bangkit dari pelabuhan perda gangan skala kecil untuk berorientasi ekspor di luar negeri. Kegiatan ekspor juga diimbangi dengan impor, produk Air Bangis yang diimpor dariluar negeri dan didistribusikan ke pedalaman. Pada periode berikutnya, Air Bangis masih memiliki peran strategis, terutama dalam membangun struktur masyarakat. Potensi kekayaan laut tersebut, menyebabkan Air Bangis menjadi wilayah maritim surplus sekitar dua abad. Tidak hanya itu, Nagari Air Bangis juga memiliki daya tarik tersendiri bagi investor dalam dan luar negeri, terutama ketika wilayah ini mulai dihijaukan oleh sawit dan menjadi salah satu tujuan wisata bahari di Sumatera Barat. Potensi yang ada di Nagari Air Bangis, telah membawa dampak yang cukup besar pada transformasi sosial masyarakat.
UPACARA MEMBATUR: SARANA PENDIDIKAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER PADA MASYARAKAT DAYAK HALONG Sisva Maryadi
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.091 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v3i1.115

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengungkapkan upacara tradisional pada masyarakat Dayak Halong yang masih dilaksanakan sampai saat ini. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan,Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam tulisan ini dideskripsikan bagaimana jalannya upacara, bahan yang dipakai untuk upacara dan beberapa manfaat upacara dalam pembentukan karakter pada masyarakat Dayak Halong. Hal penting dalam pelaksanaan upacara ini adalah kepatuhan masyarakat pendukung kebudayaan tersebut maupun masyarakat luar yang tinggal di sekitar komunitas yang bersangkutan dalam mematuhi segala larangan dan pantangan yang diakibatkan dalam pelaksanaan upacara tersebut. Upacara Membatur ini adalah upacara yang dilaksanakan oleh masyarakat untuk membuatkan rumah bagi arwah leluhur yang telah meninggal. Penelitian yang dilakukan ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik pengamatan dan wawancara mendalam. Informan dipilih berdasarkan metode snowball sampling sesuai dengan tujuan penelitian.
BARONG LANDONG: FUNGSI DAN PELESTARIANNYA SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA ORANG LEMBAK DI KOTA BENGKULU Rois Leonard Arios
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 3, No 02 (2017)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1586.297 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v3i02.1

Abstract

Art of the people born from the community can be an identity for the community or a tribe if the art isstill used by the community. This research analyzes and describes barong landong as an art of Lembaktribe in Bengkulu City. The research is conducted by qualitative approach by interviewing the actorsinvolved in making, performing, and preservation efforts. The result of the research shows the changeof function of barong landong art. Functionally barong landong still exist but no longer become thecultural identity of the people of Lembak but already belongs to communal society Bengkulu.
MIGRASI DAN INTERAKSI ANTARETNIS DI KABUPATEN PASAMAN BARAT PROVINSI SUMATERA BARAT Undri Undri
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2470.246 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v4i2.66

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang migrasi dan interaksi antaretnisyakni Minangkabau, Mandailing, dan Jawa di daerah Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat. Interaksi ketiga etnis tersebut tidak terlepas dari proses migrasi. Di rantaunyaMinangkabau tersebut etnik Minangkabau sebagai penduduk asli (urang asa) menganggap dua etnis yakni Mandailing dan Jawa sebagai penduduk pendatang (urang datang). Penelitian ini mengunakan metode penelitian sejarah. Dalam metode penelitian sejarah ada empat tahapan penting yakni pertama heuristic,mencari dan menemukan sumber-sumber sejarah atau pengumpulan sumber, Kedua, kritik menilai otentik atau tidaknya suatu sumber dan seberapajauh kredibilitas sumber. Ketiga, sintesis dari fakta yang diperoleh melalui kritik sumber atau disebut juga kredibilitas sumber, dan keempat, penyajian hasilnya dalam bentuk tertulis. Hasil penelitian yakni di daerah Pasaman Barat telah terjadi interaksi ketiga etnis tersebut. Interaksi tidak terlepas dari proses migrasi. Dari proses migrasi dan interaksi  elah terjadi perkawinan campuran. Salah satu daerah yang paling menarik yakni Nagari Jambak. Sebuah daerah yang berada di Pasaman Barat dan ditempatioleh tiga etnis tersebut. Perkawinan campuran antar etnis telah terjadi di daerah tersebut, perkawinan campuran yang berbeda tentu membawa perubahan dari masing-masing etnik terutama menyangkut keyakinan dan nilai budaya yang dianut oleh masyarakat dan juga memperluas jaringan kekerabatan. Perkawinan campuran dalam masyarakat yang multienik membentuk keyakinan penduduk bahwa tidak ada lagi perbedaan antar etnik, berguna untuk menghilangkan streotype etnik yang tidak baikterhadap etnik lainnya.
PIMPINAN MTI TABEK GADANG PADANG JAPANG DARI MASA KEMASA Hariadi Hariadi
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.509 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v1i1.106

Abstract

Tulisan ini menjelaskan para pimpinan MTI Tabek Gadang dari masa ke masa. Diantara alasan yang melatarinya adalah perjalanan panjang dan pergantian kepemimpinan yang telah silih berganti. Penelitian ini adalah penelitian kwalitatif dengan pendekatan penulisan biografi. Beberapa hasil yang terungkap pemimpin MTI Tabek Gadang semenjak berdiri sampai penelianini telah silih berganti beberapa orang pemimpin. Pemimpin terdiri dari keturunan dan alumni MTI Tabek Gadang.
REFLEKSI NILAI BUDAYA DALAM UNGKAPAN TRADISIONAL MASYARAKAT LUBUKLINGGAU SUMATERA SELATAN Hasanadi Hasanadi
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.383 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v5i1.32

Abstract

This research investigates cultural values reflection existing within Lubuklinggau community in South Sumatera Province through several of traditional expressions. They are: 1) Expression of payu ponga nilek ngelup. Jengan melawan wang tue nilek meresak; (2) Expression of awak tue betunak dǝak hiyang melam kire nak ngelong; (3) Expression of lah ngidar lah baputar lom dǝpat jelan  hatuju; (4) Expression of makan ati nenggung sedingan rube abis resan urung; (5) Expression of lambat bekat gǝcang dǝpat. By using literary sociological approach and reinforced by hermeneutic analysis, it was concluded the five expressions reflect the cultural values of Lubuklinggau community, especially related to several life aspect, namely: (1) The need for a perennial commitment to be consistent and obedient to parents; (2) The importance of wife presence as a life partner and the significance of maintaining the integrity of family; (3) The need for knowledge in understanding the dynamics of dialogue that arises within community; (4) The need to compromise in maintaining friendship and healthy relationship amidst citizens; and (5) The importance of accurateness as well as swiftness in every field of engaged business.Keywords: cultural values reflections, traditional expressions, Lubuklinggau 
EKSISTENSI TARI GANDAI PADA MASYARAKAT MUKOMUKO Refisrul Refisrul
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1406.644 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v4i1.96

Abstract

Tari gandai merupakan seni tradisi yang terdapat pada masyarakat Mukomuko di Provinsi Bengkulu, dengan karakteristiknya perpaduan unsur tari, pantun, dan musik, serta aneka ragam gerakan yang mewarnainya. Tari gandai sebagai tarian khas masyarakat Mukomuko memiliki beberapa unsur yang biasa terdapat dalam seni tradisional meliputi gerak, pola lantai, iringan, penari, tempat dan waktu pertunjukan. Kajian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana eksistensi tari gandai pada masyarakat pendukungnya (Mukomuko). Pentingnya kajian ini karena tari gandai merupakan tari yang masih eksis dalam kehidupan masyarakat pendukungnya, dan selalu ditampilkan pada waktu pelaksanaanupacara perkawinan (bimbang). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif melalui studi kepustakaan, wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari gandai berhubungan dengan legenda Malin Deman dan Puti Bungsu, dan gerakan-gerakan tarinya merefleksikan kisah cintakeduanya. Sekarang, tari gandai menjadi salah satu icon budaya di Kabupaten Mukomuko.
EKSISTENSI DAN PEWARISAN SENI ISLAM SYAROFAL ANAM DI KABUPATEN KAUR NFN HARIADI
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.694 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v5i2.133

Abstract

AbstrakTulisan ini mengungkapkan keberadaan seni Islam Syarofal Anam dan kondisi pewarisannya di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Fokus tulisan ini terkait dengan dua pertanyaan yang akan dijawab. Pertama, bagaimana eksistensi seni Islam Syarofal Anam di Kabupaten Kaur? Kedua, bagaimana pewarisan seni Islam Syarofal Anam di Kabupaten Kaur? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan penelitian terdiri dari informan utama yang merupakan para pelaku seni Islam Syarofal Anam, dan informan pendukung yaitu budayawan, tokoh agama dan pemuka masyarakat di Kabupaten Kaur.  Teknik pengumpulan data adalah dengan melakukan studi pustaka, observasi dan wawancara. Data yang diperoleh dipaparkan dalam bentuk analisis deskriptif. Temuan tulisan ini menunjukkan penurunan eksistensi seni Islam Syarofal Anam pada masyarakat Kaur karena faktor internal dan eksternal. Hal tersebut terbukti dengan semakin jarangnya Syarofal Anam ditampilkan pada upacara adat. Demikian pula dengan pewarisanya, dari tiga group Syarofal Anam yang diamati hanya satu group yang masih menunjukkan terjadinya alih generasi.    Kata kunci: Eksistensi, Pewarisan, Seni Islam, Syarofal Anam
JEJAK AUSTRONESIA PADA MASYARAKAT DAYAK MERATUS DI KECAMATAN HAMPANG RISSARI YAYUK
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.376 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v5i2.34

Abstract

AbstrakAbstrak.  Semua masyarakat Dayak merupakan rumpun Austronesia.  Perlu dibuktikan adanya pewarisan yang ditinggalkan oleh Proto Austronesia ini.  Tujuan penelitian mendeskripsikan wujud jejak budaya penutur Austronesia pada masyarakat Dayak Meratus, Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru.  Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif.  Berdasarkan hasil penelitianmembuktikan akan adanya pewarisan kehidupan sosial budaya dan bahasa.  Kehidupan sosial budaya masyarakat Dayak  Meratus Kecamatan Hampang memiliki kemiripan bentuk maupun konsep dengan Austronesia, meliputi peralatan hidup, hunian, pemenuhan kebutuhan hidup, pakaian asesoris, dan kepercayaan.  Sementara itu, dari perbandingan kosakata kedua penutur menggambarkan adanya hubungan kekerabatan  yang diwariskan sebesar 48%. Atau dengan kata lain bahasa Dayak Meratus Kecamatan Hampang, Provinsi Kalimantan Selatan berada dalam kategori keluarga bahasa dengan Proto Austronesia. Kesimpulan wujud jejak penutur Autronesia masa silam pada masyarakat Dayak Meratus Kecamatan Hampang ini dibuktikan dengan unsur nonlinguistik dan linguistik.  
FUNGSI LEMANG DALAM UPACARA PERKAWINAN SUKU BESEMAH DI KABUPATEN KAUR PROVINSI BENGKULU NFN REFISRUL
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.704 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v5i2.141

Abstract

Lemang adalah sejenis makanan yang terbuat dari beras ketan (pulut) yang dicampur dengan air kelapa (santan) serta garam, yang kemudian dimasukkan kedalam bambu yang sudah berlapis daun pisang muda, selanjutnya dimasak pada perapian yang telah disiapkan. Membuat lemang (melemang) telah menjadi tradisi pada masyarakat Besemah sejak dahulu pada waktu-waktu tertentu, seperti pada bulan puasa (Ramadhan), lebaran, maulud nabi, upacara perkawinan, panen padi, menyambut tamu dan lainnya.Keberadaan (fungsi) lemang dalam upacara perkawinan (bimbang) suku Besemah di Kabupaten Kaur merupakan fokus kajian ini.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan sifat penelitian deskriptif analisis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemang pada suku Besemah di Kabupaten Kaur menjadi unsur penting bagi keabsahan sebuah perkawinan.Lemang merupakan bawaan wajib pihak laki-laki (lanang) kepada pihak perempuan (gadis) dalam upacara perkawinan masyarakat Besemah.

Page 7 of 13 | Total Record : 121