cover
Contact Name
Nurlina Ariani Hrp
Contact Email
nurlinaariani@yahoo.com
Phone
+6281362067516
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja No. 126A km.3,5 Aek Tapa Rantauprapat Kab. Labuhanbatu, Sumatera Utara
Location
Kab. labuhanbatu,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS)
ISSN : 2460593X     EISSN : 26855585     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pembelajaran dan Matematika Sigma (JPMS) diterbitkan oleh FKIP Universitas Labuhan Batu program studi pendidikan matematika yang berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi, pengkaji, guru, dosen dan mahasiswa dalam disiplin ilmu pendidikan dan pembelajaran serta matematika umumnya. JPMS adalah publikasi interdisipliner tentang penelitian dan penulisan asli tentang pendidikan yang menerbitkan karya ilmiah ke khalayak nasional peneliti pendidikan, pembelajaran dan matematika.JPMS diterbitkan oleh FKIP Universitas Labuhan Batu program studi pendidikan matematika yang berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi, pengkaji, guru, dosen dan mahasiswa dalam disiplin ilmu pendidikan dan pembelajaran serta matematika umumnya. JPMS adalah publikasi interdisipliner tentang penelitian dan penulisan asli tentang pendidikan yang menerbitkan karya ilmiah ke khalayak nasional peneliti pendidikan, pembelajaran dan matematika.
Articles 360 Documents
PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA DI KELAS VII SMP NEGERI 3 RANTAU UTARA Rohanita, lili
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v1i2.1262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kemampuan komunikasi matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran Reciprocal Teaching di SMP Negeri 3 Rantau Utara. Desain penelitian ini penerapan model pembelajaran Reciprocal Teaching pada kelas eksperimen dan penerapan model pembelajaran konvensional pada kelas kontrol, kemudian dilakukan tes terhadap kedua sampel dengan tes yang sama. Tes berbentuk uraian sebanyak sepuluh soal. Instrumen pengumpulan data yaitu dengan mengadakan tes kepada siswa pada kelas eksperimen dan kontrol. Pre tes dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dan post tes dilakukan untuk mengukur kemampuan komunikasi matematika siswa. Dari perhitungan data pre tes siswa diperoleh pada df = 30 dan taraf nyata α = 5% dan diperoleh tabel t = 1,697 dan hitung t = 4,780. Karena hitung t > tabel t (4,780 > 1,697) maka kemampuan awal siswa sama. Sedangkan berdasarkan perhitungan post tes siswa diperoleh pada df = 30 dan taraf nyata α = 5%, dan diperoleh hitung t =2,871 dan tabel t = 1,697. Karena hitung t > tabel t (2,871 > 1,697) maka H 0 ditolak H a diterima. Maka dapat disimpulkan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa yang diajar dengan Model Pembelajaran Reciprocal Teaching lebih baik daripada Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa yang diajar dengan Pembelajaran Konvensional Di SMP Negeri 3 Rantau Utara.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI METODE INVESTIGASI KELOMPOK PADA MATERI KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII MTs IBRAHIMY RANTAUPRAPAT Harahap, Amin
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v2i1.1285

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah kelas VIII MTs Ibrahimy Labuhanbatu sebanyak 30 siswa. Dan objek penelitiannya adalah Melalui penerapan metode investigasi kelompok dalam meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Materi Kubus dan Balok kelas VIII MTs Nur Ibrahimy. Berdasarkan hasil tes awal Nilai hasil belajar siswa secara klasikal sebelum diterapkan metode investigasi kelompok adalah sebesar 16,67% dengan criteria sangat rendah. Nilai hasil belajar matematika siswa secara klasikal setelah diterapkan penerapan metode investigasi kelompok pada siklus I sebesar 63,33% dengan criteria sedang berarti nilai yang diperoleh siswa belum mencapai ketuntasan klasikal yaitu sebesar > 85%. Nilai hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan penerapan metode investigasi kelompok pada siklus II sebesar 86,67%.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Self Efficacy Siswa Melalui Pendekatan Pembelajaran Open-Ended Pasaribu, Laili Habibah
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v4i1.1253

Abstract

Kegiatan penelitian ini difokuskan pada peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan Self-Efficacy matematis siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan Open Ended di MTs Negeri Rantauprapat. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri Rantauprapat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol non-ekivalen. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh siswa kelas VIII melalui teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes kemampuan awal matematika, tes kemampuan berpikir kreatif, dan angket Self-Efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa yang diajar menggunakan pembelajaran matematika dengan pendekatan Open-Ended lebih baik daripada yang diajar dengan pembelajaran konvensional, (2) peningkatan Self Efficacy siswa yang diajar menggunakan pembelajaran matematika dengan pendekatan Open-Ended lebih baik daripada yang diajar dengan pembelajaran konvensional, (3) tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa, dan (4) tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan Self Efficacy siswa. Berdasarkan temuan penelitian pendekatan Open-Ended dapat direkomendasikan menjadi salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan di sekolah utamanya untuk mencapai kompetensi berpikir kreatif dan Self Efficacy.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII dengan Metode Guided Discovery Learning di MTs Islamiyah Kotapinang Rohani, Rohani; Rahma, Indah Fitria; Hrp, Nurlina Ariani
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v5i1.1471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan metode guided discovery learning pada materi lingkaran kelas VIII MTs Islamiyah Kotapinang. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Objek Penelitian ini adalah upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan metode guided discovery learning pada materi lingkaran dan subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Swasta Islamiyah Kotapinang yang berjumlah 34 siswa. Hasil belajar matematika sebelum diterapkan metode guided discovery learning masih rendah karena dari 34 siswa yang mengikuti tes belajar awal, hanya 14 siswa yang tuntas (41,18 %). Setelah diterapkan metode guided discovery learning hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Berdasarkan tes hasil belajar siklus I, diperoleh nilai rata-rata kelas 56,47 dengan 27 siswa (79,41 %) mencapai ketuntasan belajar dan 7 siswa (20,59) belum mencapai ketuntasan belajar. Dengan melihat persentase klasikal belum mencapai ≥ 85 % maka siklus I belum mencapai ketuntasa secara klasikal. Untuk memperbaiki pelaksanaan siklus I dilaksanakan tindakan siklus II. Pada tes hasil belajar siklus II nilai rata-rata kelas 73,24 dengan 31 siswa (91,18 %) mencapai ketuntasa belajar sedangkan 3 siswa (8,82 %) belum mencapai ketuntasan belajar. Dengan melihat persentase klasikal telah mencapai ≥ 85 % maka kelas ini dapat dinyatakan tuntas secara klasikal. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat ditarik kesimpulan bahwa upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan metode guided discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar matematika.
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Memahami Peredaran Darah Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Team Games Tournament di Kelas V SD Negeri 114368 Pulo Jantan Sirait, Hasnah Hayati
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v5i2.1411

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara meningkatkan prestasi belajar Memahami Peredaran Darah serta bagaimana siswa menyikapi relevansi penerapan model pembelajaran Team Games Tournament pada proses belajar mengajar IPA dalam meningkatkan ketuntasan dan prestasi belajar. Penelitian Tindakan kelas ini dilakukan di SD Negeri 114368 Pulo Jantan Tahun Pelajaran 2018/2019. Objek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 20 siswa. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan dua aspek yang diukur yaitu Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran, diperoleh dari aspek Partisipasi dalam pembelajaran pada Siklus ke dua semua aspek mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Mayoritas siswa sudah terlibat dan aktif berdiskusi untuk memecahkan masalah yaitu mencapai 15 siswa (83,33%). Begitu juga kemampuan siswa untuk Mengajukan pendapat, bertanya atau berkomentar kepada guru dan siswa dari 6 orang pada Siklus Pertama. Meningkat menjadi 16 orang (88,88%) pada Siklus ke Dua. Kemampuan dan kemauan dalam mengerjakan tugas dan membuat simpulan sendiri meningkat menjadi 14 siswa (77,77%). Pada Siklus Kedua, siswa yang belajar tuntas mencapai 16 orang (88,88%). Dapat disimpulkan bahwa hasil Siklus Kedua dari aspek Partisipasi/Keaktifan dalam proses pembelajaran tercapai secara optimal, sebab rata-rata persentase yang dicapai sudah 86,8% dan ketuntasan belajar juga meningkat pada Siklus pertama hanya 10 Siswa yang termasuk dalam kategori sudah tuntas belajar menjadi 16 siswa (88,88%) untuk kelulusan siswa sudah mencapai 87,5%, artinya metode pembelajaran Teams Games Tournament dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam memahami Memahami Peredaran Darah pada mata pelajaran IPA di kelas V SD Negeri 114368 Pulo Jantan.
Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa di Kelas VII SMP Budi Utomo Julyanti, Eva; Hasibuan, Lily Rohanita; Siregar, Sakinah Ubudiyah; Listiana, Windi; Adelina, Yusnita
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v5i2.1504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran snowball throwing dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa di kelas VII SMP Budi Utomo. Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP dengan mata pelajaran IPA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data dilakukan  dengan analisis deskriptif kuantitatif dengan mendeskripsikan persentase data kuantitatif yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode snowball throwing dalam pembelajaran dapat mengatasi masalah siswa kelasVII SMP Budi Utomo, yaitu siswa dapat memahami materi yang diberikan oleh guru.  Hal ini dapat dilihat dari pemahaman siswa untuk setiap aspek pada setiap siklus mengalami peningkatan sehingga target yang diinginkan tercapai. Pada siklus I dari 34 siswa diperoleh data bahwa siswa yang mendapatkan nilai ≥ 65 sebanyak 16 siswa dengan rata-rata kelas 61,48. Sehingga dapat dikatakan hanya sekitar 47,07% siswa sudah tuntas. Sedangkan pada siklus II, dari 34 siswa diperoleh data bahwa siswa yang mendapatkan nilai ≥ 65 sebanyak 30 siswa dengan rata-rata kelas 78,87 sehingga dapat dikatakan 88,24 % siswa sudah tuntas dan telah memahami materi. Berdasarkan hasil belajar yang diperoleh pada penelitian ini, dapat diketahui bahwa siswa mengalami peningkatan dan nilainya sudah sesuai dengan target yang diinginkan oleh peneliti maupun sekolah. Berdasarkan hasil analisis data dari kedua siklus tersebut, hasil tindakan pada siklus II mengalami peningkatan bila dibandingkan pada siklus I. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran snowball throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII Budi Utomo.
Peningkatan Kemampuan Penalaran Induktif Matematik Siswa Materi Logika Matematika dengan Menerapkan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Kelas X-2 SMA N 1 Torgamba Warni, Warni; Ariani Hrp, Nurlina
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v5i2.1412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Pembelajaran  Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika kelas VIII SMP Muhammadiyah 25 Rantauprapat tahun pembelajaran 2017/2018 dan untuk mengetahui pola jawaban siswa dalam pemecahan masalah matematika. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara tes berupa soal uraian. Instrument penelitian yang digunakan adalah soal pre-test dan post-test sebanyak 3 soal uraian. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji t dengan teknik paired samples t-test. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata kelas sebelum perlakuan sebesar 11,79 dan setelah perlakuan menjadi 18,73, juga terlihat pada pola jawaban siswa sebelum diberikan perlakuan memiliki nilai kategori sedang 24 orang dan kategori rendah 9 orang namun setelah diberi perlakuan memiliki nilai kategori tinggi 12 orang dan sedang 21 orang. Pada hasil uji t diperoleh nilai thitung sebesar 11,601, dan ttabel sebesar 2,037, maka 11,601 > 2,037 dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, ada pengaruh model Pembelajaran  Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Pola jawaban siswa dalam memecahkan masalah matematika pada penyelesaian soal post-test lebih baik daripada penyelesaian soal pre-test. Dimana siswa mampu memahami merencanakan, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali jawaban dengan tuntas dan benar.
Aplikasi Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Suriyani, Suriyani; Rohani, Rohani; Rahma, Indah Fitria
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v5i2.1505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa melalui model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning), dan untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa melalui model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) lebih baik dari pada model pembelajaran konvensional.. Sampel penelitian di ambil 2 kelas yang ditentukan dengan teknik random cluster  sampling, yaitu kelas XI IPA 3 sebanyak 30 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 sebanyak 30 siswa sebagai kelas kontrol. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah  tes kemampuan koneksi matematis siswa dalam bentuk uraian. Data rata-rata pre-test kelas eksperimen yaitu 40,87 dan rata-rata pre-test kelas kontrol yaitu 40,58. Setelah diberikan perlakuan pada masing-masing kelas diperoleh data rata-rata post-test pada kelas eksperimen sebesar 61,70 dan kelas kontrol sebesar 52,40. Berdasarkan hasil pengujian uji t diperoleh nilai sig < taraf sig (α = 0,05) untuk dk = 58 yaitu 0,000 < 0,05 yang artinya bahwa terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan kata lain terdapat peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang diajar menggunakan model CTL (Contextual Teaching and Learning). Berdasarkan uji N-gain pada kelas eksperimen diperoleh indeks gain sebesar 0,53 dengan karakteristik sedang dan pada kelas kontrol diperoleh indeks gain sebesar 0,3 dengan karakteristik rendah.
Perbedaan Hasil Belajar Matematika Siswa dengan Metode Behavior Modification dan Metode Guided Discovery pada Pokok Bahasan Kubus dan Balok di Kelas VIII SMP Negeri I Merbau Rahma, Indah Fitria; Hrp, Nurlina Ariani; Rohani, Rohani
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v4i1.1433

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perbedaan hasil belajar matematika siswa yang di ajar dengan metode behavior modification dan guided discovery pada bahasan kubus dan balok dikelas VIII SMP Negeri 1 Marbau. Tempat penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Marbau Kabupaten Labuhanbatu. Dalam penelitian ini populasi adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Marbau tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 230 dan dibagi menjadi 6 kelas yang dibagi tidak berdasarkan tingkat kemampuan siswa artinya siswa disebar secara merata. Metode yang digunakan adalah metode kuasi (semu) sebab kondisi-kondisi siswa tidak dapat dikontrol secara keseluruhan, seperti : pengerjaan rumah, hubungan siswa dengan orang tua, hubungan siswa dengan lingkungan tempat tinggal, dimana penelitian dilaksanakan pada 2 kelas yaitu kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2. Dari hasil perhitungan pengujian hipotesis tes, kriteria pengujian adalah thitung > t(1-  α) dari perhitungan diatas diperoleh thitung =2,37 dan ttabel = 1,997 artinya bahwa H0 ditolak Ha diterima. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar dengan metode behavior modification dengan metode guided discovery pada pokok bahasan kubus dan balok dikelas VIII SMP Negeri 1 Marbau tahun ajaran 2014/2015. Kesulitan belajar matematika yang masih dialami siswa dalam pembelajaran metode behavior modification dalam mempelajari pokok bahasan kubus dan balok di kelas VIII SMP Negeri 1 Marbau yaitu siswa kesulitan dalam memahami soal dan siswa kesulitan menyatakan soal dalam bentuk matematika
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Higher Order Thinking Simatupang, Isnani Nuraminah; Hasibuan, Lily Rohanita; Irmayanti, Irmayanti
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v5i2.1561

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui: 1) Untuk mengetahui penggunaan perangkat pembelajaran matematika dapat meningkatkan keterampilan Higher Order Thinking siswa kelas VII MTs.S Islamiyah Batu Ajo pada materi pola bilangan Tahun Ajaran 2018/2019, dan 2) Untuk mengetahui penggunaan perangkat pembelajaran matematika dengan menggunakan Problem Based Learning pada materi pola bilangan Tahun Ajaran 2018/2019. Populasi adalah seluruh siswa kelas VII MTs Swasta Islamiyah Batu Ajo yang terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas VII1 berjumlah 26 siswa dan kelas VII2 berjumlah 27 siswa, jumlah keseluruhan siswa kelas VII adalah 53 siswa. Sampel adalah kelas VII-1 yang berjumlah 26 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-2 yang berjumlah 27 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes uraian sebanyak 5 soal, angket sebanyak 10 pernyataan, dan observasi. Hasil data rata-rata pretest kelas eksperimen adalah 10.27, standart deviasi yaitu 2.585 dan varians yaitu 6.685. Rata-rata post-test dikelas eksperimen adalah 11,19, standart deviasi yaitu 3,522 dan varians yaitu 12,402. Dan nilai rata-rata posttets kelas kontrol adalah 69,69. Respon siswa terhadap keterampilan higher order thinking dirata-ratakan untuk pernyataan positif sebesar 74 dengan persentasi 41% (cukup). Respon siswa terhadap keterampilan higher order thinking dirata-ratakan untuk pernyataan negatif sebesar 35 dengan persentasi 19,4% (sangat lemah). Jadi, kesimpulan respon siswa terhadap keterampilan higher order thinking dikategorikan menjadi cukup. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Terdapat Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matemetika Dengan Pendekatan Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Higher Order Thinking Tahun Ajaran 2018/2019. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretest dan posttest adalah 11,19 dan 10,27 dan uji t-test diperoleh nilai thitung sebesar -1,183, dan ttabel sebesar 1,708 dengan tingkat signifikan 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, ada pengembangan perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan problem based learning untuk meningkatkan keterampilan higher order thinking

Page 8 of 36 | Total Record : 360