cover
Contact Name
Frenta Helena Simaibang
Contact Email
frentaelenasimaibang@gmail.com
Phone
+628119114381
Journal Mail Official
ojslppmumht@gmail.com
Editorial Address
Kampus A Universitas Mohammad Husni Thamrin Jl. Raya Pondok Gede No. 23 - 25 Kramat Jati
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 23019255     EISSN : 26561190     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan is one of the online-based scientific periodic published by the Institute for Research and Community Service at Universitas Mohammad Husni Thamrin. This journal accepts articles or scientific papers that focus on health issues. This journal will be publishes biannually, in March and September.
Articles 518 Documents
Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Silayang Kabupaten Pasaman Noflidaputri, Resty; Febriyeni, Febriyeni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v12i2.233

Abstract

Di Indonesia kejadian stunting dianggap kronis selain itu Negara Indonesia menempati peringkat ke 5 dunia. Prevalensi balita stunting tahun 2005-2017 adalah 36,4%. Di Kabupaten Pasaman tercatat prevalensi status gizi balita stunting berdasarkan TB/U sebesar 26,88% yang merupakan kasus kedua tertinggi di Sumatera Barat tahun 2018. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui determinan kejadian stunting pada balita usia 24 – 59 bulan. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan case control. Populasi kasus pada penelitian ini sebanyak 151 orang dan populasi kontrol sebanyak 368 orang dengan sampel 33 orang ibu balita untuk kasus dan 33 orang ibu balita untuk kontrol. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2019. Data dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi- square. Hasil analisis univariat 66,7% tidak BBLR, 86,4% makan dengan beragam makanan, 63,2% penghindar makanan, 50% memiliki lingkungan tidak sehat. Analisis bivariat diketahui hubungan stunting dengan BBLR (p value=0,019 dan RR=1,882), keragaman makanan (p value=0,031 dan RR=2,027), perilaku makan balita (p value= 0,001 dan RR=2,737) dan sanitasi lingkungan (p value=0,003 dan RR=2,300). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan BBLR, keragaman makanan, perilaku makan balita dan sanitasi lingkungan dengan stunting. Dari semua variabel yang paling mempengaruhi adalah perilaku makan balita. Diharapkan agar ibu balita dapat mengetahui bagaimana cara mengatasi balita yang memiliki perilaku penghindar makanan.
Pengaruh Pemberian Madu Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Trimester III di BPM Ny “T” Kecamatan Purwadadi Kabupaten Subang Rianti, Ririn; Choirunissa, Risza; Rukmaini, Rukmaini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v13i2.236

Abstract

 Dalam kehamilan, anemia bisa berpengaruh buruk terutama saat kehamilan, persalinan dan nifas. Ibu hamil yang menderita anemia memiliki kemungkinan akan mengalami perdarahan post partum. Berdasarkan hasil data di BPM “T” tahun 2020 terdapat Ibu  hamil trimester III yang mengalami anemia yaitu sebanyak 30 orang (27,6%). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh pemberian madu terhadap kadar hemoglobin ibu hamil trimester III di BPM “T” kecamatan purwadadi kabupaten subang. Metodologi penelitian ini menggunakkan quasi eksperiment group pretest-posttest desaign dengan membagi satu kelompok. Populasi sebanyak 92 orang ibu hamil dan Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang ibu hamil yang mengalami anemia. Teknik pemilihian sampel dengan menggunakkan total sampling. Instrumen penelitian terdiri dari dokumentasi dan lembar inform concent. Data dianalisis menngunakkan Dependen t test untuk mengetahui ada pengaruh atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ada pengaruh pemberian madu terhadap kadar hemoglobin dengan hasil signifikasi pada pretest mendapatkan hasil p-value (Sig) 0,009 dan posttest didapatkan hasil p-value (Sig) 0,550 (p< 0.05). Simpulan dan saran yang dapat diberikan yaitu bahwa pemberian madu efektif dalam meningkatkan kadar Hb ibu hamil, maka diharapkan setelah penelitian ini berakhir pihak BPM akan mensosialisasikan terhadap para ibu hamil khususnya yang menderita anemia untuk rutin mengkonsumsi madu untuk meningkatkan kadar ibu hamil.Kata Kunci : Pemberian Madu dan Kadar HB Ibu Hamil Trimester III.
Pengaruh Pijat Tui Na Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita di Pmb “R” Cipacing Kabupaten Sumedang Pratami, Bella Nurdianti; Choirunissa, Risza; Rifiana, Andi Julia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v12i2.237

Abstract

Pijat Tui Na merupakan salah satu cara alternatif untuk meningkatkan berat badan anak balita. Prevalensi balita yang mengalami masalah pertumbuhan di PMB R Cipacing Kabupaten Sumedang tahun 2019 sebesar 6,7% dengan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat tui na terhadap kenaikan berat badan balita di PMB R Cipacing Kabupaten Sumedang. Jenis penelitiannya yaitu quasy eksperimental dengan desain two group with control pre test post test design. Sampelnya sebanyak 30 anak usia balita yang terdiri dari 15 kelompok eksperimen dan 15 kelompok kontrol. Analisis data terdiri dari analisis univariat dengan distribusi tendensi sentral dan analisis bivariat dengan uji t-independen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata berat badan pada kelompok kontrol sebelum pijat tui na adalah 11,5 kg sedangkan pada kelompok eksperimen sebelum pijat tui na atau hari pertama pengamatan adalah 11,2 kg. Rata-rata berat badan pada kelompok kontrol sesudah pijat tui na adalah 11,7 kg dan berat badan pada kelompok eksperimen sesudah pijat tui na berkisar antara 11,8 kg.  Ada pengaruh pijat Tui Na terhadap kenaikan berat badan di PMB “R” Cipacing Kabupaten Sumedang Jawa Barat dan besarnya kenaikan berat badan antara kelompok eksperimen 0,6 kg sedangkan kelompok kontrol 0,2 kg yang artinya bahwa dengan perlakuan pijat Tui Na kenaikan berat badan balita akan lebih dibandingkan yang tidak diberikan pijat Tui Na. Kata Kunci: Berat badan, Pijat Tui Na, Balita.
Pengaruh Pisang Ambon Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil di Klinik FS Munggaran Kabupaten Garut Hardiani, Hardiani; Choirunissa, Risza; Rifiana, Andi Julia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v12i2.252

Abstract

Kondisi anemia dapat meningkatkan risiko kematian ibu saat melahirkan, bayi prematuritas, BBLR, ibu dan janin mudah terkena infeksi, keguguran. Upaya yang dilakukan dalam pencegahan anemia ada dua yaitu farmakologi dengan mengkonsumsi tablet Fe dan non-farmakolog dengan pemberian pisang ambon. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh konsumsi buah pisang ambon terhadap kenaikan peningkatan kadar hemoglobin di Klinik FS Munggaran Kabupaten Garut. Jenis penelitiannya yaitu quasy eksperimental dengan desain two group pretest posttest control. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil Trimester III dengan anemia. Sampelnya sebanyak 30 ibu hamil trimester III yang terdiri dari 15 kelompok eksperimen dan 15 kelompok kontrol. Sampel di ambil dengan teknik purposive sampling. Ibu hamil mengkonsumsi buah pisang ambon dua kali sehari setiap pagi dan sore selama 14 hari. Data deperoleh dengan cara melakukan pengukuran kadar hemoglobin dengan (Easytouch GCHB). Hasil penelitian analisa data yang digunakan adalah Analisa univariat rata-rata kadar hemoglobin sebelum diberikan pisang ambon pada kelompok kontrol 9,240 gr/dl, sedangkan pada kelompok eksperimen 9,193 gr/dl. Rata-rata kadar hemoglobin setelah diberikan pemberian pisang ambon pada kelompok kontrol 10,14 gr/dl, sedangkan pada kelompok eksperimen 11,56 gr/dl. Hasil Analis bivariat uji T independen menghasilkan nilai P = 0,000 (P<0,05), ada perbedaan kenaikan kadar hemoglobin antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol di Klinik FS Munggaran. Disarankan dapat diterapkan sebagai cara alternalit untuk mengatasi anemia yang terjadi pada ibu hamil disamping itu harus diimbangi dengan pemberian tablet Fe dan pola makan.Kata Kunci: Ibu Hamil; Anemia; Kadar Hemoglobin; Pisang Ambon..
Pengaruh Konsumsi Labu Siam (Cucurbitaceae) Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Wanita Usia Subur Dengan Hipertensi di Klinik Citra Sehat Kota Bandung Provinsi Jawa Barat Fitri, Merlinda Nur; choirunissa, risza; Rifiana, Andi Julia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v12i2.258

Abstract

Wanita Usia Subur (WUS) lebih beresiko menderita hipertensi dengan tingkat hipertensi berat karena keterpaparan wanita lebih tinggi terhadap faktor resiko dibandingkan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian labu siam terhadap tekanan darah Wanita Usia Subur dengan hipertensi di Klinik Citra Sehat Kota Bandung. Jenis penelitiannya yaitu quasy ekperimental dengan desain non equivalent control group design. Sampelnya sebanyak 30 wanita usia subur yang terdiri dari 15 kelompok eksperimen dan 15 kelompok kontrol. Analisis data terdiri dari analisis univariat dengan distribusi tendensi sentral dan analisis bivariat dengan uji t-independen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik dengan hipertensi sebelum pemberian labu siam sebesar 148,33 dan rata-rata tekanan darah diastolik sebelum perlakuan sebesar 98,00 mmHg. Rata-rata tekanan darah sistolik sesudah pemberian labu siam sebesar 125,67 mmHg dan rata-rata tekanan darah diastolik sesudah perlakuan sebesar 92,00 mmHg. Sehingga disimpulkan ada pengaruh pemberian labu siam terhadap tekanan darah Wanita Usia Subur dengan hipertensi di Klinik Citra.Besarnya penurunan tekanan darah dengan menggunakan labu siam sebesar  6,54 dibanding yang tidak menggunakan labu siam. Disarankan petugas kesehatan memberikan penyuluhan kepada Wanita Usia Subur tentang pencegahan alternatif hipertensi secara non farmakologis yaitu dengan pemberian labu siam.Kata Kunci: Labu Siam (Cucurbitaceae), Wanita Usia Subur, Hipertensi.
Pemberian Penggunaan Air Rebusan Daun Sirih Merah Terhadap Waktu Penyembuhan Luka Perineum Derajat I Dan II di Klinik Aster Kabupaten Karawang Rostika, Teti; Choirunissa, Rizsa; Rifiana, Andi Julia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v12i2.269

Abstract

 Luka perineum adalah robekan yang terjadi pada saat bayi lahir baik secara spontan maupun dengan menggunakan alat atau tindakan. Salah satu cara alternatif untuk penyembuhan luka perineum adalah dengan penggunaan air rebusan daun sirih merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan air rebusan daun sirih merah terhadap waktu penyembuhan luka perineum di Klinik Aster Kabupaten Karawang Tahun 2020. Penelitian quasy eksperimen desain posttest-only control group design. Sampel pada penelitian ini adalah ibu nifas di Klinik Aster sebanyak 15 kelompok eksperimen dan 15 kelompok kontrol. Pengumpulan datanya menggunakan lembar observasi. Analisis univariat menggunakan distribusi tendensi sentral dan analisis bivariatnya menggunakan uji t independent. Rata-rata waktu penyembuhan luka perineum setelah penggunaan air rebusan daun sirih merah adalah 5,80 hari sedangkan pada kelompok kontrol 7,80. Sehingga disimpulkan Terdapat pengaruh penggunaan air rebusan daun sirih merah terhadap waktu penyembuhan luka perineum. Kata Kunci     : Daun Sirih Merah, Luka Perineum, Waktu Penyembuhan Luka.
PENGARUH JUS NANAS TERHADAP LAMA PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS DI BPM NURMALA DEWI, S.ST BANDAR LAMPUNG Sari, Bunga Suci Permata
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v14i1.277

Abstract

Robekan perineum umumnya terjadi pada garis tengah dan bisa menjadi luas apabila kepala janin lahir terlalu cepat. Prevalensi ibu bersalin yang mengalami ruptur perineum di Indonesia dengan kejadian infeksi luka jahitan sebanyak 5% dan perdarahan sebanyak 7% dan kematian pada ibu postpartum sebanyak 8%. Di Lampung ruptur perineum yang dialami ibu bersalin dengan perdarahan sebanyak 7%, infeksi luka jahitan sebanyak 5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jus nanas terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di BPM Nurmala Dewi, S.ST Bandar Lampung tahun 2020. Desain penelitian dengan two group posttest design. Sampel berjumlah 30 responden yang teridiri dari 15 responden kelompok eksperimen dan 15 responden kelompok kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Rata-rata penyembuhan luka perineum pada kelompok intervensi yaitu pemberian jus nanas didapatkan sembuh pada hari ke 5. Rata-rata penyembuhan luka perineum pada kelompok kontrol yaitu pemberian perawatan standar didapatkan sembuh pada hari ke 6. Sedangkan hasil uji Wilcoxon didapatkan P value  0,004 artinya ada pengaruh pemberian jus nanas terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di BPM Nurmala Dewi, S.ST Bandar Lampung Tahun 2020. Oleh karena itu diharapkan petugas kesehatan dapat menerapkan terapi jus nanas untuk penyembuhan luka perineum pada ibu post partum yang mengalami robekan jalan lahir.
Pelayanan Kefarmasian dan Pemahaman Penggunaan Obat Rasional (POR) di Kota Ternate Maulana, Muhammad Sobri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v13i2.286

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan praktek yang diberikan oleh apoteker agar masyarakat dapat memahami penggunaan obat secara rasional (POR). Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pelayanan kefarmasian dengan pemahaman POR. Penelitian ini menggunakan rancangan survei cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 97. Data dikumpulkan dari bulan Januari–Februari 2020 di Kota Ternate menggunakan kuesioner. Data di analisis menggunakan uji binary logistic. Hasil penelitian menunjukkan pelayanan kefarmasian tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pemahaman POR (P>0.05). Pelayanan kefarmasian seperti kelengkapan obat di apotek, kesiapan apoteker dalam membantu masyarakat dan kecepatan pelayanan yang tidak sesuai dapat menyebabkan kesalahan pemahaman penggunaan dan perbedaan harga obat paten-generik. Untuk itu perlu perhatian khusus mengenai kehadiran dan jumlah apoteker yang sesuai untuk memberikan pelayanan kefarmasian. Kata Kunci: Pelayanan Kefarmasian, Apoteker, POR, Apotek.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Batu Saluran Kemih Pada di Poli Urologi RSAU dr. Esnawan Antariksa Silalahi, Martha Katarina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v12i2.385

Abstract

Penyakit batu saluran kemih adalah penyakit yang banyak di derita oleh penduduk di dunia. Pembentukan batu saluran kemih di pengaruhi oleh faktor intrinsik (usia, riwayat keluarga menderita batu saluran kemih dan jenis kelamin) dan ekstrinsik (geografi, iklim dan temperatur, intake cairan, diet, pekerjaan, stres, kegemukan (obesitas), kebiasaan menahan buang air kemih). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara variabel independen yaitu usia, riwayat keluarga menderita batu saluran kemih, jenis kelamin, intake cairan, lama duduk saat bekerja dan obesitas dengan variabel dependen yaitu kejadian batu saluran kemih pada pasien di ruang Poli Urologi RSAU dr. Esnawan Antariksa. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan korelasional, Jumlah sampel 32 orang dengan teknik Simple Random Sampling. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini faktor – faktor risiko kejadian batu saluran kemih yang terbukti secara signifikan adalah usia (p-value 0,003),  riwayat keluarga (p-value  0,025), jenis kelamin (p-value 0,035), intake cairan (p-value 0,003), lama duduk saat bekerja (p-value 0,035). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari faktor – faktor risiko kejadian batu saluran kemih yang meliputi usia, riwayat keluarga menderita batu saluran kemih, jenis kelamin, intake cairan, lama duduk saat bekerja dan obesitas berpengaruh terhadap kejadian batu saluran kemih.Kata Kunci : Batu Saluran Kemih, Faktor Risiko, Pasien Batu Saluran Kemih.
Pengaruh Konseling Keluarga Terhadap Peningkatan Pola Asuh Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Talagamori Badar, Sarina Hi; Supriyatna, Nana; Mulyono, Sigit
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v13i2.387

Abstract

Balita stunting disebakan kurangnya pola asuh orang tua terhadap balita baik itu pola asuh pemberian makan, pola asuh pemberian MP-ASI dan pola ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konseling keluarga terhadap pola asuh balita stunting pada kelompok kontrol dan intervensi. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental dengan rancangan pre-test and post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dengan sampel 36 balita yang dibagi menjadi 2 kelompok. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah dilakukan konseling p-value= 0,00. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak diberikan intervensi dengan nilai p value = 0,948. Saran dalam penelitian ini dapat diterapkan di pelayanan kesehatan puskesmas dalam upaya meningkatkan pola asuh ibu balita stunting.Kata Kunci : Konseling, Pola Asuh, Balita, Stunting