cover
Contact Name
Frenta Helena Simaibang
Contact Email
frentaelenasimaibang@gmail.com
Phone
+628119114381
Journal Mail Official
ojslppmumht@gmail.com
Editorial Address
Kampus A Universitas Mohammad Husni Thamrin Jl. Raya Pondok Gede No. 23 - 25 Kramat Jati
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 23019255     EISSN : 26561190     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan is one of the online-based scientific periodic published by the Institute for Research and Community Service at Universitas Mohammad Husni Thamrin. This journal accepts articles or scientific papers that focus on health issues. This journal will be publishes biannually, in March and September.
Articles 518 Documents
Sepsis-3 and its Assesment Tools (Sofa and Qsofa): Historical Evolution, Clinical Utility and Criticisms Bhagaskara, Pandya; Wiqoyah, Nurul
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepsis remains a major global health problem with high morbidity and mortality. Over the past three decades, evolving consensus definitions have sought to improve diagnostic accuracy and patient outcomes. The latest definition, Sepsis-3, defines sepsis as life-threatening organ dysfunction caused by a dysregulated host response to infection, with the Sequential Organ Failure Assessment (SOFA) and quick SOFA (qSOFA) as key tools. This review outlines the historical development of sepsis definitions, examines the role of SOFA and qSOFA, and summarizes their strengths and criticisms. Sepsis-3 marked a shift from inflammation-based to organ dysfunction–centered criteria. Evidence shows that SOFA is highly accurate for prognosis in intensive care, while qSOFA is useful for bedside risk stratification outside the ICU. Both outperform systemic inflammatory response syndrome (SIRS) in specificity, though SOFA requires laboratory parameters and qSOFA shows reduced sensitivity. Some authors argue SIRS should not be entirely discarded due to its early recognition value. In conclusion, Sepsis-3 advanced the standardization of sepsis definitions, yet challenges remain, and this article was written to provide a concise overview of its evolution, utility, and ongoing debates. Keywords: Sepsis-3, SOFA, qSOFA, SIRS, sepsis definitions
Perbaikan Kondisi Kerja Melalui SHIP Approach Ergonomic Meningkatkan Kualitas Kesehatan dan Produktivitas Pada Pekerja Peyulingan Minyak Cengkeh : Improving Working Conditions Through the SHIP Ergonomic Approach Increases Health Quality and Productivity of Clove Oil Refinery Workers Saputra, I Kadek Dwi Arta; Ardiyanti, Ni Putu
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.3028

Abstract

Clove leaf oil distillation workers face working conditions with high environmental temperatures, non-ergonomic working postures, and a lack of understanding of occupational safety principles. These conditions potentially increase the risk of health problems and decrease productivity if no improvements are made. This study aims to improve workers’ health and productivity through the SHIP Approach Ergonomic intervention. The intervention included education on proper working posture, short rest periods, banana consumption, and stretching exercises before and after work. Environmental improvements were carried out by installing ventilation and providing 250 ml of drinking water every working hour. The research design used was Quasi-Experiment with a pre- and post-test without control design. The target population was all clove leaf oil distillation workers in four central locations in Kayuputih Village, Banjar District, Buleleng Regency, with a sample of 28 workers. Data analysis employed parametric tests (α=0.05) for normally distributed data and non-parametric tests for non-normally distributed data. The results showed that the SHIP Approach Ergonomic intervention improved workers’ health and productivity, indicated by a 22.28% reduction in musculoskeletal disorder (MSDs) complaints, a 7.74% decrease in blood pressure, and a 2.30% reduction in body temperature after work..
Efektivitas Suplementasi Tablet Tambah Darah Dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin Remaja Putri Rusmiati, Desi; Beda Ama, Petrus Geroda; Wahyuni, Dwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2975

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan pada remaja putri, dengan prevalensi di Kota Depok mencapai 36% pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas suplementasi tablet tambah darah (TTD) mingguan terhadap kadar hemoglobin. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen non-equivalent control group pretest–posttest pada 47 siswi SMP IT At Taufiq, Depok (24 intervensi; 23 kontrol). Kelompok intervensi menerima satu tablet TTD per minggu selama empat minggu, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan TTD hingga penelitian selesai. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Hemometer Digital EasyTouch. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok intervensi (10,8 g/dL menjadi 12,9 g/dL; p<0,001), sementara kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna (12,6 g/dL menjadi 12,7 g/dL; p=0,811). Uji t independen juga menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,001). Kesimpulannya, suplementasi TTD efektif meningkatkan kadar hemoglobin remaja putri serta mendukung program pencegahan anemia berbasis sekolah.
Tingkat Intensitas Nyeri Antara Metode AIR (Akui, Izinkan dan Rasakan) dengan Kompres Air Hangat dalam Proses Persalinan Kala I Fase Aktif Untari, Sri Untari; Nany Wigati, Dhiyan; Mulya Susanti, Meity
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2790

Abstract

Nyeri pada persalinan merupakan fenomena yang kompleks, rasa tidak nyaman yang dirasakan berbeda pada setiap individu baik dalam komponen sensorik emosional. Nyeri persalinan yang tidak segera ditangani akan mengakibatkan gangguan persalinan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi nyeri persalinan. Teknik relaksasi metode AIR (Akui, Izinkan dan Rasakan) dan kompres air hangat dipercaya mampu mengurangi nyeri persalinan kala I. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat intensitas nyeri antara metode AIR dengan kompres air hangat dalam proses persalinan kala I fase aktif di Puskesmas Toroh, Grobogan. Desain yang digunakan Quasy Experiment dengan pre dan post test control two groub design, dengan populasi ibu inpartu kala I fase Aktif di Puskesmas Toroh, Grobogan pada bulan Maret 2025. Pengambilan sampel secara accidental sampling. Instrument untuk mengukur skala nyeri dengan skala numerik (Numeric Pain Rating Scale - NRS). Hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata metode AIR yaitu 24,62 sedangkan pada kompres air hangat 16,38, sedangkan nilai Z= -2,357, nilai p (0.018) < 0.05, maka secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua metode tersebut dalam hal tingkat nyeri.
Pengaruh Kualitas Tidur dan Kebiasaan Sarapan Terhadap Kejadian Anemia Pada Remaja di SMKN 20 Jakarta Agustin Prikhatina, Ratih; Fitriyanti, Rita; Purwanto Nugroho, Heru
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2970

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang berdampak negatif, terutama pada remaja putri. Jika tidak ditangani secara tepat, anemia dapat berakibat fatal dalam jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kualiatas tidur dan kebiasaan sarapan terhadap kejadian anemia pada remaja di SMKN 20 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan longitudinal. Jenis penelitian ini memepelajari hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat yaitu kadar hemoglobin pada Remaja Putri di SMKN 20 Jakarta tahun 2024 yang dilaksanakan pada bulan November- Desember 2024. Populasi penelitian ini adalah total siswa kelas XI sebanyak 282 orang dengan total sampel menjadi 124 remaja putri. Penelitian ini menemukan prevalensi anemia pada remaja putri SMK Negeri 20 Jakarta sebesar 30,1%, dengan kebiasaan sarapan kurang baik 26,9%, kualitas tidur buruk 87,1%, status gizi tidak normal 11,8%, dan ketidakpatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) 68,8%. Analisis Chi Square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara kebiasaan sarapan, kualitas tidur, status gizi, maupun kepatuhan TTD dengan kejadian anemia. Temuan ini menunjukkan anemia pada remaja dipengaruhi faktor lain, sehingga penelitian selanjutnya disarankan melibatkan variabel tambahan, memperbesar sampel, serta meningkatkan peran orang tua dan sekolah dalam edukasi gizi, pemantauan pola tidur, dan kepatuhan konsumsi TTD. Kata Kunci: Anemia, Kebiasaan Sarapan, Status Gizi, Kepatuhan TTD, Kualistas Tidur Abstract Anemia is a health problem that has a negative impact, especially on adolescent girls. If not handled properly, anemia can be fatal in the long term. The purpose of this study is to determine the effect of sleep quality and breakfast habits on the incidence of anemia in adolescents at SMKN 20 Jakarta. This study uses a quantitative approach, with an observational analytical study with a longitudinal approach. This type of research studies the relationship between the independent variable and the dependent variable, namely hemoglobin levels in adolescent girls at SMKN 20 Jakarta in 2024, which was conducted in November-December 2024. The population of this study was a total of 282 grade XI students with a total sample of 124 adolescent girls. This study found the prevalence of anemia in adolescent girls at SMKN 20 Jakarta was 30.1%, with poor breakfast habits 26.9%, poor sleep quality 87.1%, abnormal nutritional status 11.8%, and non-compliance with Iron Supplement Tablet (TTD) consumption 68.8%. Chi-square analysis showed no significant association between breakfast habits, sleep quality, nutritional status, or iron tablet adherence with the incidence of anemia. These findings suggest that anemia in adolescents is influenced by other factors. Therefore, further research is recommended to include additional variables, enlarge the sample size, and enhance the role of parents and schools in nutrition education, monitoring sleep patterns, and iron tablet adherence. Keywords: Anemia, Breakfast Habits, Nutritional Status, Iron Tablet Adherence, Sleep Quality
Activity Daily Living (ADL) dan Riwayat Penyakit Kronis Terhadap Depresi Lansia di Aceh Barat Daya Ria, Ria Komala Sari; Heri Mis Cicih, Lilis; Indriyati, Titi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.3053

Abstract

Depression in the elderly is a significant and common mental health concern, especially among those with limited daily activities and chronic disease histories. This study analyzed the relationship between activities of daily living (ADL) and chronic disease history with depression among the elderly in the working area of Lembah Sabil Health Center, Southwest Aceh District. A quantitative cross-sectional design was used, conducted in June–July 2025 with 101 participants. Data were collected via questionnaires and medical records, and analyzed using univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (logistic regression) methods. Significant associations were found between ADL and depression (p = 0.000), and between chronic disease history and depression (p = 0.001). Multivariate analysis showed chronic disease history as the dominant factor (OR = 6.640). Keywords: Elderly, Depression, Activities of Daily Living, Chronic Disease
Positive Blood Culture as a Marker of Sepsis and MODS Risk in Critically Ill Children A Narrative Literature Review Rafly Bayu Surya Wardhana; Arina Setyaningtyas; Rebekah Juniati Setiabudi; Neurinda Permata Kusumastuti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.3063

Abstract

Blood culture is an essential examination for establishing the diagnosis of bloodstream infection (BSI) in critically ill children, as it enables the detection of causative pathogens and guides appropriate antimicrobial therapy. This study aims to examine the association between positive blood culture results and disease severity in children admitted to the pediatric intensive care unit (PICU). A literature review was conducted by searching articles in PubMed, Google Scholar, NCBI, and ScienceDirect over the past 15 years, which were then selected based on topic relevance and methodological quality. Analysis of ten studies revealed that positive blood cultures were strongly associated with increased mortality, longer hospital stay, and a higher incidence of multiple organ dysfunction. Frequently reported risk factors included younger age, the use of central venous catheters, immunocompromised conditions, and infections caused by drug-resistant Gram-negative bacteria. Parameters such as time to positivity (TTP), procalcitonin levels, and organ dysfunction scores (PELOD-2) were identified as important prognostic indicators reflecting infection severity. Thus, a positive blood culture serves not only as a diagnostic tool but also as a crucial prognostic marker for risk stratification and clinical decision-making in critically ill children.
Pengaruh Kualitas Tidur dan Kebiasaan Sarapan Terhadap Kejadian Anemia Pada Remaja di SMKN 20 Jakarta Agustin Prikhatina, Ratih; Fitriyanti, Rita; Purwanto Nugroho, Heru
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2970

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang berdampak negatif, terutama pada remaja putri. Jika tidak ditangani secara tepat, anemia dapat berakibat fatal dalam jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kualiatas tidur dan kebiasaan sarapan terhadap kejadian anemia pada remaja di SMKN 20 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan longitudinal. Jenis penelitian ini memepelajari hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat yaitu kadar hemoglobin pada Remaja Putri di SMKN 20 Jakarta tahun 2024 yang dilaksanakan pada bulan November- Desember 2024. Populasi penelitian ini adalah total siswa kelas XI sebanyak 282 orang dengan total sampel menjadi 124 remaja putri. Penelitian ini menemukan prevalensi anemia pada remaja putri SMK Negeri 20 Jakarta sebesar 30,1%, dengan kebiasaan sarapan kurang baik 26,9%, kualitas tidur buruk 87,1%, status gizi tidak normal 11,8%, dan ketidakpatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) 68,8%. Analisis Chi Square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara kebiasaan sarapan, kualitas tidur, status gizi, maupun kepatuhan TTD dengan kejadian anemia. Temuan ini menunjukkan anemia pada remaja dipengaruhi faktor lain, sehingga penelitian selanjutnya disarankan melibatkan variabel tambahan, memperbesar sampel, serta meningkatkan peran orang tua dan sekolah dalam edukasi gizi, pemantauan pola tidur, dan kepatuhan konsumsi TTD. Kata Kunci: Anemia, Kebiasaan Sarapan, Status Gizi, Kepatuhan TTD, Kualistas Tidur Abstract Anemia is a health problem that has a negative impact, especially on adolescent girls. If not handled properly, anemia can be fatal in the long term. The purpose of this study is to determine the effect of sleep quality and breakfast habits on the incidence of anemia in adolescents at SMKN 20 Jakarta. This study uses a quantitative approach, with an observational analytical study with a longitudinal approach. This type of research studies the relationship between the independent variable and the dependent variable, namely hemoglobin levels in adolescent girls at SMKN 20 Jakarta in 2024, which was conducted in November-December 2024. The population of this study was a total of 282 grade XI students with a total sample of 124 adolescent girls. This study found the prevalence of anemia in adolescent girls at SMKN 20 Jakarta was 30.1%, with poor breakfast habits 26.9%, poor sleep quality 87.1%, abnormal nutritional status 11.8%, and non-compliance with Iron Supplement Tablet (TTD) consumption 68.8%. Chi-square analysis showed no significant association between breakfast habits, sleep quality, nutritional status, or iron tablet adherence with the incidence of anemia. These findings suggest that anemia in adolescents is influenced by other factors. Therefore, further research is recommended to include additional variables, enlarge the sample size, and enhance the role of parents and schools in nutrition education, monitoring sleep patterns, and iron tablet adherence. Keywords: Anemia, Breakfast Habits, Nutritional Status, Iron Tablet Adherence, Sleep Quality
Penerapan Asi Eksklusif Pada Ibu Yang Melahirkan Bayi Prematur di Jakarta Timur Siti Fatimah, Okta Zenita; Damayanti, Dewi Suri; Hendriani, Nani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v12i2.122

Abstract

Selama praktik menyusui kadang ibu menemui hambatan yang membuat dilema memberikan ASI, diantaranya ibu yang melahirkan bayi prematur dimana menyusui merupakan hal yang tidak mudah dilakukan dikarenakan bayi yang lahir prematur belum mampu menghisap ASI dari payudara ibu, tapi ia tetap membutuhkan ASI untuk tumbuh kembangnya sehingga bisa membuat proses awal menyusui menjadi terabaikan dan tentu akan semain sulit dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan ASI eksklusif pada ibu yang melahirkan bayi prematur. Target khusus dalam penelitian ini adalah ibu berhasil menerapkan ASI eksklusif dan ditemukan faktor yang mempengaruhi penerapan pemberian ASI Eksklusif serta pemberian solusi terhadap faktor yang menghambat penerapan ASI eksklusif sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan cakupan pemberian ASI Eksklusif di Jakarta Timur.Penelitian ini bersifat kualitatif. Perlakuan peneliti berupa  pendampingan pada ibu yang memiliki bayi usia maksimal 4 bulan dan hanya memberikan ASI. Pendampingan dilakukan sampai usia bayi 6 bulan dengan melakukan kunjungan kurang lebih 2 - 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan peneliti melihat adanya komitmen yang sangat baik dari informan untuk dapat menerapkan ASI eksklusif sehingga sampai kunjungan terakhir terhadap informan Utama bayi masih diberikan ASI secara eksklusif walaupun ada pengaruh dari luar untuk pemberian susu formula dan MP ASI.Kata kunci: ASI Eksklusif, Bayi Prematur.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Cocor Bebek (Kalanchoe Pinnata (Lam)) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi Dengan Metode Kirby Bauer Purwanitiningsih, Eny; Lestari, Desti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v12i2.193

Abstract

Salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat untuk antibakteri adalah daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata (Lam)). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada ekstrak daun cocor bebek. Tanaman cocor bebek digunakan untuk mengatasi demam atau penurun panas. Ekstraksi daun cocor bebek digunakan pelarut polar yaitu etanol 70%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak daun cocor bebek. Metode yang digunakan yaitu Kirby Bauer dengan mengamati zona hambat. Digunakan 5 konsentrasi uji ekstrak daun cocor bebek yaitu 0%, 25%, 50%, 75%,  dan 100% dengan 5 pengulangan . Penelitian ini menggunakan bakteri uji Salmonella typhi karena bakteri tersebut bisa menyebabkan penyakit demam tifus (Typhoid fever). Antibiotik siprofloksasin digunakan sebagai kontrol positif untuk pembanding terhadap hasil ekstrak yang di ujikan dengan konsentrasi 150%. Hasil penelitian terdapat daya hambat yang sangat tinggi pada antibiotik Siprofloksasin. Analisis data menggunakan uji ragam ANOVA satu arah apabila data memiliki beda nyata pada taraf uji 5% (P≤ 0,05) maka dilanjutkan uji BNT (Batas Nilai Terkecil).  Hasil uji ANOVA satu arah antibakteri ekstrak daun cocor bebek memperlihatkan adanya kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri.  Hasil penelitian dari kelima konsentrasi ekstrak daun cocor bebek (0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%) berpengaruh terhadap daya antibakteri. Konsentrasi 75% dan 100% merupakan konsentrasi yang memiliki kemampuan antibakteri tertinggi terhadap bakteri uji. Sehingga hipotesis dapat diterima bahwa ekstrak daun cocor bebek dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi.