cover
Contact Name
Frenta Helena Simaibang
Contact Email
frentaelenasimaibang@gmail.com
Phone
+628119114381
Journal Mail Official
ojslppmumht@gmail.com
Editorial Address
Kampus A Universitas Mohammad Husni Thamrin Jl. Raya Pondok Gede No. 23 - 25 Kramat Jati
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 23019255     EISSN : 26561190     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan is one of the online-based scientific periodic published by the Institute for Research and Community Service at Universitas Mohammad Husni Thamrin. This journal accepts articles or scientific papers that focus on health issues. This journal will be publishes biannually, in March and September.
Articles 518 Documents
Beban Psikologis dan Kualitas Hidup Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis: Sebuah Tinjauan Literatur Mochamad Rafi Pratama Hariyanto Putra; Rosyid, Alfian Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.3153

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan beban kesehatan utama yang tidak hanya menyebabkan gangguan fisik tetapi juga beban psikologis signifikan berupa depresi, ansietas, dan penurunan kualitas hidup. Tinjauan literatur sistematis ini menganalisis 14 studi dari berbagai negara untuk mengidentifikasi hubungan antara beban psikologis dan kualitas hidup pasien PPOK. Hasil menunjukkan prevalensi depresi 17,6%-57,6% dan ansietas 37,2% pada pasien PPOK, terutama pada lansia. Faktor risiko meliputi gangguan tidur, usia lanjut, status sosial ekonomi rendah, durasi penyakit, dan keparahan klinis. Dampak signifikan meliputi keterbatasan aktivitas fisik, isolasi sosial, dan beban pada caregiver. Intervensi psikologis seperti wawancara motivasional, mindfulness, dan manajemen psikiatri dalam rehabilitasi pulmoner terbukti meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi gejala psikologis. Pendekatan biopsikososial yang komprehensif, termasuk asesmen psikologis rutin, layanan multidisiplin, dukungan caregiver, dan kebijakan nasional yang mengakui kesehatan mental, sangat diperlukan untuk penatalaksanaan PPOK yang optimal.
Dampak Penerapan Caring Jean Watson terhadap Kepuasan dan Kesejahteraan Pasien: Literature Review Metilda; Manumara, Theophylia Melisa; Novianti, Neng Elysa; Novianti, Gashella Eka Putri; Nurzahra, Aulia; Nafhan, Maycha Aqlima Mahardany; Adianingsih, Nensi; Andriyasa, Raissa Intania; Hapsah, Reina Ainun; Setiawan, Ryane Putra; Fauziah, Anida; Irsalina, Fadia; Agustina, Fauziyah Tri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.3159

Abstract

Literature review ini memiliki kebaruan (novelty) dengan menerapkan teori caring Jean Watson secara komprehensif untuk menilai dampaknya terhadap kepuasan dan kesejahteraan pasien, sehingga diharapkan mampu memberikan perspektif baru mengenai pentingnya penerapan nilai-nilai human caring dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang tidak hanya berorientasi pada kepuasan, tetapi juga kesejahteraan pasien secara menyeluruh. Garis besarnya, teori Jean Watson menegaskan bahwa caring tidak hanya mencakup tindakan klinis, tetapi juga merupakan wujud nilai kemanusiaan, moral, dan hubungan interpersonal yang berfokus pada penyembuhan serta kesejahteraan pasien, sehingga mampu memberikan kepuasan dan kesejahteraan sesuai harapan pasien. Literature review ini dilakukan melalui proses pengumpulan data dengan menelusuri dan mengunduh artikel dari Google Scholar, PubMed, dan MDPI sesuai kriteria kebutuhan materi yang dipublikasikan tidak lebih dari lima tahun terakhir. Hasil penelusuran terhadap 19 artikel menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap perilaku caring perawat bervariasi, dipengaruhi oleh faktor budaya, agama, jenis kelamin, tingkat pendidikan, serta lama perawatan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Susanti Susanti; Yasinta Dewi Kristianti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2316

Abstract

Persoalan kesehatan yang kini tengah dihadapi oleh masyarakat dunia yang sedang diupayakan oleh WHO adalah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat berpengaruh terhadap prevalensi stunting pada balita berusia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut pada tahun 2024. Penelitian ini memakai desain cross-sectional dan metode kuantitatif. Terdapat 103 balita dalam sampel yang memenuhi syarat untuk diikutsertakan. Kuesioner yang diberikan kepada responden digunakan untuk melakukan wawancara dalam rangka mengumpulkan data. Dengan menggunakan perangkat lunak statistik SPSS dan uji statistik Chi Square, analisis univariat dan bivariat adalah dua metode analisis data yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 71,8 % balita di wilayah tersebut mengalami stunting dan terdapat hubungan usia ibu saat melahirkan p-value 0,029, tinggi badan ibu p-value 0,033,status gizi ibu berdasarkan LILA p- value 0,033, paritas ibu p-value 0,033, kunjungan ANC p-value 0,002, tingkat pendidikan ibu rendah p-value 0,000, pemberian ASI p-value 0,00, dan usia pertama pemberian MP-ASI 59 p-value 0,024 dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut tahun 2024. Untuk meningkatkan status gizi balita, utamanya stunting, maka harapannya dinas kesehatan dan instansi terkait dapat menyusun kebijakan atau mencari solusi. Selain itu, ibu hamil harus diberi edukasi saat kunjungan ke puskesmas, dan kader posyandu balita harus dilatih tentang dampak stunting sehingga mereka dapat menjadi lebih berpengetahuan dan mampu mendistribusikan informasi tentang pencegahan stunting.
Pernikahan Dini Dan Implikasinya Terhadap Kesehatan Reproduksi Dan Kesejahteraan Ekonomi Wanita Muda Di Jakarta Timur Tahun 2025 Atikah Pustikasari; Helena Golang; Dahlia Nurdini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2911

Abstract

Abstrak Pernikahan dini masih menjadi masalah di Jakarta Timur, dengan 93.332 wanita berusia 15–19 tahun tercatat sudah menikah (BPS, 2020), sebagian besar karena kehamilan di luar nikah. Kondisi ini berdampak pada kesehatan reproduksi, risiko bagi bayi, serta terhambatnya pendidikan dan kesejahteraan Ekonomi wanita muda. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif potong lintang (cross-sectional) dengan data primer dari survei rumah tangga di Jakarta Timur pada 2–27 Juni 2025. Populasi adalah perempuan yang pernah menikah, dengan 217 sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow (1997), tingkat kepercayaan 95% dan presisi 10%. Teknik pengambilan sampel meliputi simple random, proportional, dan cluster sampling agar representatif terhadap populasi. Penelitian ini menemukan 51,1% perempuan di Jakarta Timur menikah <20 tahun, dengan 42,4% hamil pada usia berisiko, 42,4% mengalami komplikasi persalinan, dan 85% berada pada kondisi ekonomi tidak sejahtera. Pernikahan dini terbukti berdampak negatif pada kesehatan reproduksi dan kesejahteraan ekonomi. Disarankan penguatan regulasi usia perkawinan, edukasi kesehatan reproduksi, serta pemberdayaan ekonomi perempuan untuk menekan angka pernikahan dini. Kata Kunci : Pernikahan dini. Kesehatan Reproduksi. Kesejahteraan Ekonomi
Pengembangan Nuget TEPFe (Tinggi Energi Protein dan Fe) Bagi Wanita Usia Subur Anemia Dahlia Nurdini; Slamet Santoso; Atikah Pustikasari; Kartika Pratiwi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.3138

Abstract

Abstrak Menurut laporan dari World Health Organization (WHO), prevalensi anemia pada wanita usia subur mencapai 29.9 % secara global, dengan penyebab utama adalah defisiensi zat besi (WHO, 2021). Di Indonesia, berdasarkan Riskesdas 2018, sebnyak 23,7%, yang mengalami anemia (Riskesdas, 2018). Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui daya terima serta kandungan zat gizi makro, zat besi, pada produk nuget TEPFe berbahan dasar singkong, hati ayam, tempe, dan bayam. Penelitian ini merupakn jenis penelitian eksperimental. Panelis penelitian ini yaitu 30 mahasiswa S1 Gizi Universitas MH. Thamrin, yang mencakup uji mutu hedonik (warna, aroma, rasa, tekstur) dan uji hedonik (tingkat kesukaan terhadap warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua kali pengulangan. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji anova uji Duncan untuk mengetahui perlakuan yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian, formulasi F2 merupakan nugget TEPFe dengan tingkat penerimaan tertinggi. Produk ini dalam 100 gram mengandung energi sebesar 160 kkal (8% AKG), protein 11,90 g (20% AKG), lemak 1,20 g (2% AKG), karbohidrat 27,86 g (8% AKG), dan zat besi 18,46 mg/kg (10,3% AKG). Dari temuan ini disarankan uji lanjut dengan panelis lebih luas dan beragam, analisis gizi lebih mendalam, termasuk kandungan serat pangan, indeks glikemik, serta stabilitas zat gizi selama penyimpanan, untuk menilai kualitas gizi secara menyeluruh. Disarankan untuk melakukan uji daya simpan (shelf life) guna mengetahui ketahanan fisik, sensori, dan zat gizi produk selama periode penyimpanan dalam kondisi yang berbeda serta uji efektivitas produk secara fungsional, terutama pada kelompok target seperti ibu hamil, anak-anak, atau individu dengan kebutuhan gizi khusus, akan memperkuat klaim manfaat gizi dari produk yang dikembangkan. Kata Kunci: Anemia, Nugget, Hati ayam, Abstract According to a report from the World Health Organization (WHO), the global prevalence of anemia among women of reproductive age reaches 29.9%, with iron deficiency being the primary cause (WHO, 2021). In Indonesia, according to the 2018 Riskesdas data, 23.7% of women experience anemia (Riskesdas, 2018). This study aimed to assess the acceptability and determine the macronutrient and iron content of TEPFe nuggets made from cassava, chicken liver, tempeh, and spinach. This research was an experimental study involving 30 undergraduate nutrition students from Universitas MH.Thamrin as panelist. The study evaluated product quality through hedonic quality tests (color, aroma, taste, texture) and hedonic preference tests (overall acceptability of color, aroma, taste, texture, and overall impression). A Completely Randomized Design (CRD) with two replications, and the data were analyzed using ANOVA followed by Duncan’s test to determine significant differences between treatments. The results showed that formulation F2 had the highest level of acceptability. The product contained 160 kcal of energy (7% DV), 11.90 g of protein (20% DV), 1.20 g of fat (2% DV), 27.86 g of carbohydrates (8% DV), and 18.46 mg/kg of iron (9% DV). Based on these findings, it is recommended to conduct further acceptability tests involving a larger and more diverse group of panelists, as well as perform a more comprehensive nutritional analysis. Keywords: Anemia, Nugget, chicken liver
Hubungan Paparan Suara Bising dari Sound Horeg dengan Kejadian Vertigo pada Masyarakat di Kota/Kabupaten Malang Iriane, Vincentia Maria; Setyawan, Yuswanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i2.3082

Abstract

Noise exposure from sound horeg is an environmental factor that may affect hearing and body balance. This study aimed to analyze the relationship between sound horeg noise exposure and the incidence of vertigo among residents in Malang Regency. This research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach involving 316 respondents living near sound horeg activity areas. Data were collected using questionnaires and a sound level meter to measure noise intensity, then analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between noise levels and the incidence of vertigo (p < 0.05), indicating that higher noise intensity increases the risk of vertigo occurrence. It was concluded that sound horeg noise exposure can trigger vestibular system disturbances that affect body balance. The study recommends stricter regulation of noise levels and increased public awareness of the health impacts of loud sound exposure. Keywords: noise exposure, sound horeg, vertigo, vestibular system, public health
Pendekatan Caring Menurut Jean Watson Pada Pasien Yang Sulit Menjalani Pengobatan: Literature Review Metilda; Theophylia Melisa Manumara; Mentari Dwi Putri Juliyanti; Putri Kurnia Ramadhani; Clara Rositawati Anggraeni; Elsya Meylina; Adelia Septiani; Selvia Gusmawati; Adinda Laila Octaviany; Fabyan Velentine Agustian; Bagja Agustian; Yara Muntaha; Putri Nurul Aini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i2.3238

Abstract

Ketidakpatuhan pasien terhadap pengobatan merupakan tantangan besar dalam praktik keperawatan, terutama pada pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan terapi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan Teori Caring Jean Watson dalam meningkatkan kepatuhan pasien melalui metode tinjauan pustaka. Sumber data diperoleh dari lima jurnal nasional dan lima jurnal internasional yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir, diakses melalui PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci “Kepatuhan Pengobatan”, “Caring”, dan “Jean Watson”. Hasil analisis jurnal nasional menunjukkan bahwa perilaku caring perawat, termasuk dukungan emosional, komunikasi terapeutik, empati, dan perhatian penuh, mampu meningkatkan motivasi pasien untuk menjalani pengobatan secara konsisten. Sementara itu, hasil jurnal internasional menunjukkan bahwa penerapan teori Watson berpengaruh positif terhadap kepatuhan pengobatan, kemampuan perawatan diri, serta peningkatan kualitas hidup pasien. Secara keseluruhan, penerapan Teori Caring Jean Watson memberikan kontribusi signifikan dalam membangun hubungan terapeutik yang mendukung keberhasilan pengobatan.
The Effect of Hypnotherapy on Work Stress Reduction Among Employees in a Private Company in West Jakarta, Indonesia Prasakti, Bambang Adhy; Djaali, Nur Asniati; Indriyati, Titi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v18i2.3329

Abstract

High work stress levels among employees of private companies in West Jakarta negatively impact psychological well-being and individual performance. An effective intervention approach is needed to address this issue, one of which is hypnotherapy. This study aimed to analyze the effect of hypnotherapy on reducing work stress among employees of private companies in West Jakarta. This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design. A sample of 34 respondents was divided into an intervention group (n=16) and a control group (n=18). The research instrument was the Workplace Stress Scale (WSS) questionnaire. The intervention group received hypnotherapy sessions, while the control group did not. Data were analyzed statistically using the Paired t-test and Independent sample t-test, supplemented by thematic qualitative analysis. There was a significantly greater reduction in work stress scores in the intervention group (Mean before=38.25, SD=1.57; Mean after=13.38, SD=2.70; Mean difference=24.87; p<0.001) compared to the control group (Mean difference=3.61; p<0.001). The difference in stress levels between the two groups post-intervention was also significant (p=0.000). Qualitative analysis revealed two main themes: reduction of work stress and improvement of individual performance, reinforced by positive career development changes in the intervention group. Confounding factors such as age, gender, employment status, and job type also influenced the results. Hypnotherapy is proven to be significantly effective in reducing employee work stress. Therefore, it is recommended that companies consider hypnotherapy as an intervention program in organizational stress management. For future research, it is advised to control for confounding factors and explore the long-term impacts of hypnotherapy intervention.