cover
Contact Name
M. Taufik
Contact Email
-
Phone
+628115652128
Journal Mail Official
jkmk@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan, Lantai II, Universitas Muhammadiyah Pontianak Jl. Ahmad Yani. Nomor 111. Pontianak
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
ISSN : 23552018     EISSN : 25812858     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa menerima naskah hasil penelitian di bidang Kesehatan Masyarakat dengan focus dan scope meliputi Epidemiologi, Biostatistik, Administrasi & Kebijakan Kesehatan, Keselamatan Kerja, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi.
Articles 132 Documents
DETERMINAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA MASYARAKAT KOTA BENGKULU Iis Suryani; Tati Nuryati; Bambang Setiaji
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i1.3332

Abstract

ABSTRAK Kondisi pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru yang lebih sehat dan bersih terutama perilaku pencegahan Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan agar dapat beraktivitas kembali. Kota Bengkulu merupakan wilayah dengan kasus Covid-19 tertinggi di Provinsi Bengkulu yaitu mencapai sebanyak 9.004 per 21 Oktober 2021 dengan tingkat kepatuhan penerapan prokes Covid-19 untuk menjaga jarak minimal dua meter hanya sebesar 50,5%. Tujuan penelitian untuk menganalisis determinan perilaku pencegahan Covid-19 pada masyarakat Kota Bengkulu. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cros sectional, sampel sebanyak 146 responden dengan teknik simple random sampling.Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner yang dibuat dalam bentuk Google Form dan disebarkan menggunakan media sosial yaitu Whatsapp. Analisis data penelitian berupa analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-quare. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan sikap dengan perilaku pencegahan Covid-19 (p = 0.000) dan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p = 0.747) serta dukungan keluarga (1.000) dengan perilaku pencegahan Covid-19. Untuk mewujudkan sikap yang baik dalam penerapan upaya pencegahan Covid-19 perlu didukung oleh pengetahuan dan keterlibatan keluarga, untuk itu melibatkan peran tokoh masyarakat dalam mensosialisasikan prokes Covid-19 penting untuk dilakukan guna peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat agar mampu melindungi dirinya, keluarga dan lingkungan sekitar dari risiko penularan Covid-19 melalui penerapan perilaku pencegahan Covid-19. Kata kunci: Determinan Perilaku, Pencegahan Covid-19
DEPRESI PADA REMAJA: PERBEDAAN BERDASARKAN FAKTOR BIOMEDIS DAN PSIKOSOSIAL Annisa Axelta; Fitri Ariyanti Abidin
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i1.3207

Abstract

ABSTRAKTidak semua remaja berhasil melewati tugas-tugas perkembangannya dengan baik, bahkan diantara mereka mulai mengalami berbagai peristiwa kehidupan yang tidak mengenakkan.Transisi pada masa remaja dapat meningkatkan prevalensi permasalahan kesehatan mental, salah satunya adalah mengalami depresi. Depresi secara negatif dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan remaja, kinerja sekolah, hubungan antara keluarga maupun teman sebaya hingga mengarah kepada bunuh diri. Faktor resiko meliputi faktor biomedis maupun faktor psikososial perlu dikaji mengingat banyaknya dampak buruk depresi bagi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan derajat depresi remaja berdasarkan faktor-faktor biomedis dan psikosialnya menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survey cross-sectional. Partisipan dari penelitian ini didapatkan menggunakan teknik snowball dengan total 216 remaja dalam rentang usia 15-18 tahun (laki-laki = 50, mean = .94, sd = .44 ; perempuan = 156, mean = 1.25, sd = .56). Pengambilan data menggunakan media online google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya kelompok remaja perempuan dari faktor biomedis, serta faktor psikososial meliputi remaja yang mendapatkan uang saku lebih dari 1 juta rupiah per bulan dan remaja yang hubungan dengan orangtuanya cenderung tidak baik diketahui memiliki derajat depresi yang lebih tinggi dibandingkan kelompok remaja lainnya. Derajat depresi yang lebih tinggi kemungkinan dipengaruhi adanya berbagai faktor, seperti perubahan hormonal dan fisiologis pada remaja perempuan, adanya konflik dan pola asuh yang buruk oleh orangtua, serta tekanan akademik pada remaja dengan uang saku yang lebih tinggi dari 1 juta rupiah. Implikasi dari penelitian ini yakni kelompok dengan kecenderungan derajat depresi yang lebih tinggi perlu mendapatkan prioritas intervensi untuk mencegah dialaminya permasalahan kesehatan mental. Kata kunci: Depresi, Remaja, Faktor Resiko, Biomedis, Psikososial
DETERMINAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KAWASAN PETERNAKAN AYAM KABUPATEN 50 KOTA Aria Gusti; Finy Marsyah; Putri Nilam Sari
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i1.2979

Abstract

ABSTRAKDiare merupakan penyebab utama kematian pada usia bawah lima tahun (balita) di tingkat nasional, regional maupun global.. Kabupaten 50 Kota merupakan Kabupaten dengan kejadian luar biasa diare kedua terbanyak di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian diare pada balita di kawasan peternakan ayam wilayah kerja Puskesmas Pakan Rabaa Kabupaten 50 Kota. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan April tahun 2021 di Kawasan peternakan ayam wilayah kerja Puskesmas Pakan Rabaa dengan populasi balita usia 12-59 bulan. Sebanyak 95 balita dijadikan sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu Data diolah menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Sebanyak 72,63% balita mengalami diare pada 3 bulan terakhir, 53,7% kandang ayam berkepadatan lalat tinggi dan sebanyak 55,8% ibu berperilaku buruk dalam pencegahan diare pada balita. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara kepadatan lalat dengan diare (p-value=0,608). Namun terdapat hubungan bermakna antara perilaku ibu dengan diare pada balita (p-value=0,000). Kepadatan lalat tidak berhubungan dengan diare dan perilaku ibu merupakan determinan dari kejadian diare di kawasan peternakan ayam. Namun demikian kepadatan lalat tetap berpotensi menjadi penyebab diare pada balita. Puskesmas diharapkan menggiatkan promosi kesehatan terkait perilaku hidup bersih dan sehat dan pencegahan diare. Dinas Peternakan dan Dinas Lingkungan Hidup diharapkan mempertegas peraturan pendirian dan perizinan peternakan ayam. Kata kunci: Kepadatan lalat, Perilaku ibu, Diare
PERSONAL HYGIENE PENGOLAH MAKANAN PADA ERA PANDEMI COVID-19: STUDI LITERATUR REVIEW Hery Setiawan; Hadi Pratomo; Khairunnisaa Khairunnisaa; Edy Gunawan; Petrorima Selva; Putri Dwi Oktarina; Faisal Faisal
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i1.2813

Abstract

ABSTRAKPersonal hygiene pada pengolah makanan menjadi hal utama dalam mencegah penyebaran kuman dan penyakit infeksi. salah satu tindakan personal hygiene adalah cuci tangan dan penggunaan masker yang juga menjadi bagian tindakan pencegahan virus COVID-19. Metode Penelitian ini menggunakan metode pendekatan literature review dengan mencari artikel di database jurnal Science Direct, Proquest, Oxford University Press, Research Gate, Google Scholar dan dengan keyword search engine “Personal Hygiene”,”Food Handler”, ”Vendors”, ”Food Security”, ”COVID-19”,“Health Protocol”, “Restaurant”, “Or”,. “Attitude”, “Hygiene Sanitation”, “Food Service Establishments”. Pencarian jurnal dengan rentang waktu 2020-2021 dengan topik yang diambil mengenai personal hygine pengolah makanan (penggunaan masker dan perilaku cuci tangan pakai sabun)  Hasil dan Diskusi penelitian ini menjelaskan mengenai pengetahuan, sikap, dan tindakan pada pengolah makanan yang saling berkaitan dalam menghasilkan personal hygiene yang baik dan sehat serta adanya pelatihan membantu dalam perubahan pada pengolah makanan. Kata Kunci : Personal Hygiene, Pengolah Makanan, Cuci Tangan, Masker, COVID-19
HUBUNGAN KADAR ISOPROSTAN DAN HBA1C PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Muhammad Fachrul Hidayat; Liong Boy Kurniawan; Nurahmi Nurahmi
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i1.3049

Abstract

ABSTRAKDiabetes keadaan ketika kadar glukosa pada darah tidak terkontrol sehingga dapat terjadi stres oksidatif yang dapat mengakibatkan terjadinya komplikasi. Gambaran glukosa darah dapat dinilai dengan pengukuran hemoglobin terglikasi (HbA1c) sedangkan parameter biokimiawi sebagai penanda keadaan stres oksidatif dan disfungsi endotel, yaitu isoprostan. Isoprostan diduga meningkat jumlahnya dalam darah penderita diabetes melitus tipe 2 dan menyebabkan stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan kadar HbA1c dan kadar isoprostan penderita DM tipe 2. Jenis penelitian cross sectional, pemeriksaan kadar isoprostan serum dilakukan dengan kit human F2-isoprostanes dengan metode sandwich Enzym Linked Immunosorbent Assay (ELISA) dan pemeriksaan HbA1c menggunakan metode Boronate Affinity Assay.  Sampel sebanyak 60 orang yang terdiri 23 laki laki dan 37 perempuan. Data dianalisis secara statistik dengan uji Kolmogrov Smirnov dan Spearman,Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar isoprostan pada DM tipe 2 tidak terkontrol memiliki nilai rerata yang lebih tinggi yaitu 26,39±2,16 pg/mL dibandingkan dengan DM tipe 2 terkontrol yaitu 19,5±5,80 pg/mL meskipun secara statistik tidak menunjukkan adanya perbedaan bermakna kadar isoprostan penderita DM tipe 2 terkontrol dan tidak terkontrol (p=0,312). Pada analisis ini tidak ditemukan korelasi antara kadar Isoprostan dan HbA1c penderita DM tipe 2 (r=0,186 p=0,154). Peneliti selanjutnya dapat menggunakan kelompok kontrol sehat sebagai pembanding untuk membuktikan terjadinya peningkatan kadar isoprostan pada penderita DM tipe 2 dan dapat membandingkan kadar isoprostan mengelompokkan penderita DM tipe 2 berdasarkan komplikasinya. Kata kunci: Diabetes Mellitus tipe 2, HbA1c, Isoprostan
KONSUMSI GORENGAN DAN ASUPAN KOLESTEROL BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERKOLESTEROLEMIA PADA MAHASISWA Hesti Yuningrum; Merita Eka Rahmuniyati; Theresia Dwi Putri Lende
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 2 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i2.3911

Abstract

ABSTRAKDi Indonesia proporsi kolesterol abnormal pada penduduk umur ≥15 tahun menurut jenis kelamin yaitu sebesar 69,6% angka ini menunjukkan proporsi kolesterol abnormal. Faktor yang dapat menyebabkan hiperkolesterolemia salah satunya adalah konsumsi makanan tinggi lemak seperti konsumsi gorengan.  Proporsi nasional penduduk dengan perilaku konsumsi makanan yang berlemak, makanan berkolesterol, dan makanan gorengan lebih dari sama dengan 1 kali per hari sebesar 40,7%. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan konsumsi gorengan dan asupan kolesterol dengan kejadian hiperkolesterolemia pada mahasiswa kesehatan masyarakat di Universitas Respati Yogyakarta. Jenis penelitian bersifat kuantitatif dengan rancangan  cross sectional. Teknik sampling  yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 67 orang. Data konsumsi gorengan dan asupan kolesterol diperoleh menggunakan Semi quantitative food frequency questionnaire (SQFFQ). Kadar kolesterol total diperoleh menggunakan rapid test kolesterol (easy touch). Analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil analisis bivariat menunjukkan konsumsi gorengan (p-value=0,026, RP=2,206, CI=1,133-4,296) dan asupan kolesterol (p-value=0,037, RP=2,530, CI=0,959-6,647) mempunyai risiko terhadap kejadian hiperkolesterolemia. Kesimpulannya konsumsi gorengan dan asupan kolesterol berhubungan dengan hiperkolesterolemia sehingga di sarankan pada mahasiswa untuk mengurangi makanan gorengan dan perbanyak makan sayur dan buah.Kata Kunci: hiperkolesterolemia, konsumsi gorengan, asupan kolesterol, mahasiswa
PERILAKU KEPATUHAN IBU HAMIL MENGONSUMSI TABLET ZAT BESI (FE) PADA MASA PANDEMI COVID 19 Maya Zulya; Tri Krianto Karjoso; Yessi Harnani; Mitra Mitra; Meriwati Mahyudin
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 2 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i2.3303

Abstract

ABSTRAKKepatuhan mengonsumsi tablet zat besi (Fe) merupakan ketaatan ibu hamil dalam melaksanakan anjuran petugas kesehatan mengonsumsi tablet zat besi sebagai salah satu upaya dalam menanggulangi anemia. Capaian konsumsi tablet Fe ibu hamil di Puskesmas Rumbai Bukit Kota Pekanbaru tahun 2020 sebesar 41,0%, sementara mencapai target Renstra tahun 2019 sebesar 95%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet zat besi (Fe). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan yaitu pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, efek samping, kecemasan, paritas dan keteraturan kunjungan ANC. Desain penelitian yaitu analytic cross sectional study. Populasi pada penelitian ini berjumlah 385 orang sedangkan sampel pada penelitian ini ibu bersalin yang melahirkan periode Januari-Juni 2021 berjumlah 161 orang dan dilaksanakan pada bulan Agustus 2021. Teknik sampling menggunakan systematic random sampling dengan bantuan kuesioner dalam pengumpulan data. Analisis didahului dengan deskripsi masing-masing faktor, hubungan antar variabel dengan uji chi-square dan uji regresi logistic. Hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara sikap (p-value 0,020 POR: 2,702), dukungan keluarga (p-value 0,001 POR: 4,557), dan keteraturan kunjungan Antenatal Care (p-value 0,015 POR: 2,763) dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe. Ibu hamil dengan dukungan keluarga kurang mendukung berpeluang tidak patuh dalam  mengonsumsi tablet Fe dibandingkan dengan ibu hamil yang keluarga mendukung. Tenaga kesehatan melakukan konseling dan sosialisasi manfaat tablet Fe kepada ibu hamil serta menunjuk pengawas minum obat. Kata Kunci : Kepatuhan, Tablet Fe, pandemi covid, ibu hamil
PENGALAMAN MANTAN PECANDU NARKOBA, MOTIVASI DAN RELAPSE PASCA REHABILITASI Nisrina Shafira Salsabilla; Bagoes Widjanarko; Budi Laksono
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 2 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i2.3268

Abstract

ABSTRAKKeinginan seseorang untuk menggunakan narkoba kembali cukup tinggi. Mayoritas penyalahguna narkoba pernah mengalami relapse. Kecenderungan untuk relapse selama proses pemulihan merupakan hal serius untuk ditangani secara tepat.(sudah diperbaiki) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman hidup mantan pecandu narkoba yang mengalami relapse, menjelaskan motivasi yang mendorongnya, dan menganalisis faktor pemicu relapse pasca rehabilitasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi fenomenologi. Informan utama yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 6 orang mantan pecandu narkoba yang tergabung dalam komunitas di Yayasan Sokoguru Kabupaten Semarang. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian adalah wawancara mendalam dan dokumentasi. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2021. Teknik analisis data dengan Interpretative Phenomenological Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh mantan pecandu narkoba yang relapse mempunyai pengalaman mendapatkan stigma negatif, dan berurusan dengan hukum. Faktor motivasi hingga akhirnya pecandu narkoba bisa pulih dari konsumsi narkoba yaitu faktor diri sendiri, dorongan keluarga, orang terdekat, dan hukum. Faktor pemicu relapse pasca rehabilitasi yaitu lingkungan atau pergaulan. Rekomendasi dari hasil penelitian ini yaitu hendaklah masyarakat tidak memandang mantan pecandu narkoba dengan stigma negatif, seperti mengucilkan dan mendiskriminasi karena mereka mempunyai sisi positif yang bisa diambil dari pengalamannya untuk bisa pulih dari narkoba dan bisa bekerja secara produktif. Selain itu, menumbuhkan kesadaran tentang bahaya narkoba pada masyarakat.Kata kunci: mantan pecandu narkoba, motivasi, pengalaman, relapse
FAKTOR RISIKO MEROKOK, KOMORBID DENGAN KEPARAHAN COVID-19 (SYSTEMATIC REVIEW & META-ANALISIS) Imraatul Hasni; Dien Gusta Anggraini Nursal; Yessy Markolinda; Masrizal Masrizal; Yusmayanti Yusmayanti
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 2 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i2.3423

Abstract

ABSTRAKMenurut WHO yang menyatakan di dalam Guideline 20 November 2020 berjudul Therapeutics and COVID-19 membagi keparahan penyakit menjadi yaitu tidak parah, parah, dan kritis. Terdapat berbagai faktor risiko berupa karakteristik dan komorbid dari penyakit.  Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan merokok dan penyakit penyerta dengan keparahan COVID-19 menggunakan systematic review dan meta analisis Berdasarkan hasil penelitian didapatkan faktor risiko merokok tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keparahan COVID-19 dengan p-value 0,12 (OR 1,44 95% CI 0,91-2,28). Komorbid diabetes mellitus memiliki hubungan yang signifikan dengan keparahan dengan p-value 0,00001 (OR 3,21 95% CI 2,23-4,63). Hipertensi memiliki hubungan yang signifikan dengan keparahan dengan p-value 0,0001 (OR 2.80 95% CI 1.29-6,09). Kardiovaskular memiliki hubungan yang signifikan dengan keparahan dengan p-value 0,00001 dan 0,005 (OR 2,46 95% CI 1,16-5,25). PPOK tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keparahan dengan p-value 0,07 (OR 1,91 95% CI 0,94-3,85). Faktor risiko merokok dan PPOK tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keparahan. Komorbid diabetes mellitus, hipertensi, kardiovaskular memiliki hubungan yang signifikan dengan keparahan COVID-19. Kata kunci: COVID-19, Keaparahan, Komorbid, Faktor Risiko
DETERMINAN KEJADIAN HIPERTENSI TIDAK TERKENDALI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMUNING TAHUN 2022 Dian Safitri Khairani; Alib Birwin; Yoli Farradika
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 9, No 4 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jkmk.v9i4.4049

Abstract

Hipertensi yang tidak terkendali merupakan faktor risiko yang dapat mengakibatkan stroke, gagal jantung, gagal ginjal, gangguan pada otak dan kerusakan retina. Pada tahun 2013, penderita hipertensi diketahui bahwa sebesar 4% penderita hipertensi terkendali dan 50% penderita hipertensi tidak terkendali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan dari kejadian hipertensi tidak terkendali di wilayah kerja Puskesmas Kemuning tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Case Control. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara berupa lembar kuesioner dan pemeriksaan fisik berupa tensimeter digital, timbangan manual, dan mikrotoa. Sampel kasus berjumlah 76 responden hipertensi tidak terkendali dengan cara quota sampling sedangkan sampel kontrol berjumlah 10 responden hipertensi terkendali dengan cara total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan menggunakan Uji Chi Square, dan multivariat dengan menggunakan Uji Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi tidak terkendali yaitu status pernikahan (Pvalue=0,031; OR=5,055) dan kepatuhan minum obat anti-hipertensi (Pvalue=0,004; OR=9,217). Faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi tidak terkendali yaitu umur (Pvalue=0,470; OR=2,000), obesitas (Pvalue=0,277; OR=0,273), merokok (Pvalue=1,000; OR=0,771), olahraga (Pvalue=0,114; OR=3,643), dan konsumsi makanan asin (Pvalue=0,733; OR=1,607). Faktor dominan dari kejadian hipertensi tidak terkendali adalah kepatuhan minum obat anti hipertensi (Sig=0,007; OR=9,217). Maka dari itu diharapkan instansi terkait menambahkan informasi lebih mendalam berupa penyuluhan secara langsung mengenai kepatuhan untuk minum obat anti-hipertensi dan hipertensi tidak terkendali pada penderita hipertensi. Saran bagi penderita hipertensi untuk selalu minum obat anti-hipertensi secara rutin dan sesuai dengan anjuran dan penderita hipertensi yang menikah untuk dapat mengelola beban pikiran yang dimiliki terhadap kehidupan pernikahannya.

Page 11 of 14 | Total Record : 132


Filter by Year

2017 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 10, No 2 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 10, No 1 (2023): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 4 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 3 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 2 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 9, No 1 (2022): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 4 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 3 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 2 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 8, No 1 (2021): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 7, No 4 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA Vol 7, No 3 (2020): JURNAL KESMAS (Kesehatan Masyarakat) KHATULISTIWA Vol 7, No 2 (2020): JURNAL KESMAS (KESEHATAN MASYARAKAT) KHATULISTIWA Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 4 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2019): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2017): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa More Issue