cover
Contact Name
Abdul Rohman
Contact Email
abdulrohman15@gmail.com
Phone
+628561717901
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Banjarsari Barat No. 1 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Neo Teknika: Jurnal Ilmiah Teknologi
Published by Universitas Pandanaran
ISSN : 24426504     EISSN : 25027662     DOI : -
Jurnal Neo Teknika merupakan salah satu Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Pandanaran secara berkala. Kami mengundang para cendikiawan, akademisi, peneliti, praktisi dan profesional untuk memberikan sedekah pemikirannya melalui paper atau makalah yang dapat dikirimkan. Dalam Jurnal Neo Teknika membuka kesempatan kaum akademisi dan non-akademisi (praktisi) untuk menuangkan pemikirannya untuk meperkaya khasanah ilmu pengetahuan, khususnya yang berhubungan dengan Teknik. Kami berfokus pada penelitian yang berhubungan dengan berbagai disiplin ilmu yang masih memiliki pertalian atau ikatan dengan dunia Teknik.
Articles 128 Documents
BIOETANOL DARI LIMBAH BIJI ALPOKAT DI KABUPATEN SEMARANG Sukaryo Sukaryo; Sri Subekti
Neo Teknika Vol 3, No 1 (2017): Jurnal NeoTeknika Vol 3, No 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.655 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v3i1.1049

Abstract

Alpukat merupakan tanaman tropis yang buahnhya sangat bergizi. Tumbuhan ini sangat cocok tumbuh di Indonesia. Namun demikian bijinya banyak di kesampingkan sehingga dianggap sebagai limbah. Padahal kandungan biji alpokat banyak bermanfaat bagi manusia, salah satu kandungan biji alpokat adalah karbohidrat. Salah satu bahan baku pembuatan bioetanol adalah bahan yang mengandung karbohidrat. Dalam hal ini biji alpokat merupakan salah satu bahan alternatif yang cocok di gunakan sebagai pembuatan bioetanol. Bioetanol merupakan senyawa alkohol yang di peroleh melalui proses fermentasi biomassa dengan bantuan mikroorganisme. Bioetanol merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai energi alternatif. Dalam proses pembuatan bioetanol dari bahan baku biji alpokat diproses dengan fermentasi. Sebagai yest menggunakan ragi (Saccharomyces cerevisia), sebagai nutrientnya adalah urea dan NPK. Variabel yang digunakan waktu fermentasi (5 hari, 7 hari, 9 hari, 11 hari dan 13 hari) dan menggunakan bahan baku basah dan kering untuk membandingkan hasil bioetanol yang di peroleh. Pada bahan basah diperoleh hasil bioetanol sebesar 3 % selama fermentasi 7 hari. Sedangkan pada bahan yang kering bioetanol yang di peroleh sebesar 4 % selama fermentasi 9 hari. Dapat disimpulkan bahwa bahan antara baku biji alpokat yang basah dan kering, bioetanol lebih banyak diperoleh dari biji alpokat kering yaitu sebesar 4 %. Dari hasil studi, biji buah alpokat dapat di gunakan sebagai bahan baku bioetanol sebagai sumber energi alternatif dan terbarukan.Kata kunci : bioetanol, biji alpokat, fermentasi
MODEL ALGORITMA C4.5 UNTUK PREDIKSI PENYAKIT JANTUNG Abdul Rohman; Muhammad Rochcham
Neo Teknika Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Neo Teknika Vol 4 No.2 Desember 2018
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.317 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v4i2.1228

Abstract

Penyakit jantung terjadi akibat adanya penyumbatan sebagian atau total dari suatu pembuluh darah. Akibatnya adanya peyumbatan, maka dengan sendirinya suplai energi kimiawi ke otot jantung akan berkurang, sehingga terjadi gangguan keseimbangan antara suplai dan kebutuhan. Dalam penelitian ini dilakukan prediksi penyakit jantung menggunakan algoritma C4.5 dan terbentuk model algoritma. Dari hasil pengujian dengan mengukur metode C4.5 menggunakan, confusion matrix, dan curve ROC, diketahui bahwa algoritma C4.5 menghasilkan nilai akurasi 86,59 %, nilai AUC yang diperoleh 0.957 dan masuk kategori kelompok klasifikasi yang sangat baik.Kata Kunci: Algoritma, C4.5, Jantung
ESTETIKA VISUAL KORIDOR PADA BANGUNAN-BANGUNAN KOMERSIL DI JALAN PANDANARAN SEMARANG Mutiawati Mandaka
Neo Teknika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.617 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v1i2.552

Abstract

Semarang, as a big city, has rapidly developed in buildings. It is indicated mainly by the increasing number of commercial buildings such as supermarkets, office buildings and mall. It also occurred on Pandanaran street, where buildings use for housings become commercial buildings. Signage is needed to give the identity of building which is used as communication tool in architecture and direct information for community. Based on function, there are four reason why signage is needed in a city : traffic sign, commercial identity, informational sign and mall identity. In fact, on Pandanaran street, signage is dominated by commercial identity. Besides the trespassing line, the commercial corridor has developing to be the media for expressing and giving information, because advertising is the effective way to win the market competition. This research is aimed to find the influence of signage to visual aesthetic corridor on Pandanaran street in Semarang. Based on literature and existing condition, the elements that construct the character of visual corridor are façade the typhology of space and its activity.Keyword: urban design, signage, visual corridor, aesthetic
PEMBUATAN BIOETANOL DARI ECENG GONDOK ( Eichhornia crassipes ) DENGAN PROSES FERMENTASI Sukaryo Sukaryo; Shintawati Dyah Purwaningrum
Neo Teknika Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Neo Teknika Vol 1 No.2 Juni 2016
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.345 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v2i1.891

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan sejenis tanaman bakung yang hidup terapung di atas permukaan air, Tanaman ini banyak tumbuh liar di perairan seperti waduk, danau, rawa dan sungai. Eceng gondok umumnya dianggap sebagai gulma, tumbuh banyak hampir di perairan yang mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan cepat berkembang biak. Sering dimanfaatkan sebagai bahan baku kertas karena mengandung serat/selulosa dan eceng gondok juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan pakan ternak, bahan dasar kerajinan, media pertumbuhan jamur dan biogas. Dalam hal ini eceng gondok di manfaatkan sebagai bahan baku bioetanol. Bioetanol adalah salah satu sumber energi yang sangat potensial dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai energi alternatif adalah Bioetanol. Sumber bahan baku pembuatan Bioetanol dapat berasal dari bahan baku yang mengandung glukosa atau gula, pati dan bahan berselulosa. Bioetanol dari bahan baku eceng gondok ini dip roses dengan fermentasi dengan menggunakan ragi tape, nutrient urea dan NPK. Pada pemberian ragi tape 11 gr dan urea 15 gr dengan eceng gondok 1 kg diperoleh bioetanol sebesar 8 % selama fermentasi 12 hari. Sedangkan pada pemberian ragi tape 11 gr, urea 15 gr dan NPK 15 gr dengan eceng gondok 1 kg diperoleh bioetanol sebesar 14,5 % selama fermentasi 15 hari. Hasil studi ini eceng gondok dapat di manfaatkan sebagai bahan baku bioetanol sebagai sumber energi yang terbarukanKata kunci : Eceng gondok, Fermentasi dan Bioetanol
PENERAPAN KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI PADA TAHAP PELAKSANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG RUMAH SAKIT Ummi Chasanah; Sri Kiswati
Neo Teknika Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Neo Teknika Vol 4 No.2 Desember 2018
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.479 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v4i2.1221

Abstract

Peranan manajemen konstruksi adalah untuk mengelola manajemen proyek dan penerapan manajemen konstruksi dalam proyek berskala besar. Penerapan konsultan manajemen konstruksi untuk mengantisipasi terjadinya keterlambatan dan meminimalisir terjadinya kendala serta mencari solusi dari setiap kendala. Akan tetapi penggunakan jasa konsultan manajemen konstruksi tidak dapat menjamin suatu pelaksanaan proyek konstruksi dapat berjalan lancar sesuai rencana. Sering terjadi berbagai permasalahan pada setiap tahapan pelaksanaan. Sedangkan faktor-foktor penyebab diantaranya: sumber daya manusia yang kurang professional, desain yang kurang lengkap, dan faktor alam yang tidak terduga.Penelitian ini bertujuan konsultan manajemen konstruksi dapat mengidentifikasi berbagai faktor keterlibatan pada setiap tahapan pelaksanaan proyek dan dan mengkaji dari setiap pekerjaan yang dikerjakan. Pelaksanaan penelitian ini anatara lain : tinjauan pustaka, penentuan data yang diperlukan, data primer yang diambil dari objek yang di teliti berupa survey lapangan dan interview, data sekunder, dan analisa data serta kesimpulan yang diambil dari penerapan manajemen konstruksi. Penelitian ini dilakukan pada Rumah sakit di Jawa Tengah.Kata kunci : Konsultan manajemen konstruksi, tahap pelaksanaan, dan hasil analisa.
MANAJEMEN BAHAYA DAN RISIKO PADA PEKERJA GONDOLA PROYEK APARTEMEN MENARA ONE (Studi Kasus : Menara One Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah) Muhammad Nur Sahid; Aprilia Dana Eliska
Neo Teknika Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Neo Teknika Vol 5 No.1 Juni 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.653 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v5i1.1381

Abstract

Apartemen Menara One termasuk konstruksi bangunan tingkat tinggi. Kegiatan konstruksipada bangunan tingkat tinggi membutuhkan alat yang cukup beragam, salah satunya adalahGondola. Gondola merupakan pesawat angkat yang biasanya digunakan pada pekerjaanfinishing, seperti pengecatan dinding luar, repair dinding luar, pemasangan ACP, dan lainlain. Pengoperasian gondola di ketinggian sangat membutuhkan kestabilan. Oleh karena itu,dilakukan manajemen risiko untuk meminimalisir risiko dalam pekerjaan. Tujuan penelitianini untuk mengetahui potensi bahaya dan risiko, penilaian risiko, pengendalian risiko, sertaantisipasi risiko. Hasil identifikasi bahaya yaitu, ceroboh saat merakit tiang dan lenganpenggantung, panik saat sling macet, dan pengaruh angin. Hasil identifikasi risiko yaitutangan terjepit, pekerja terjatuh dari ketinggian, dan mata pekerja kemasukan debu. Padapenilaian risiko terdapat risiko berperingkat ekstrim, yaitu tangan terjepit, terjepit tali sling,mata pekerja kemasukan debu, pekerja terjatuh dari ketinggian, dan pekerja panik sehinggameloncat ke bawah dari ketinggian. Pengendalian risiko yang dapat dilakukan yaitu, perakitanstandar berdasarkan manual book dan dirakit oleh pekerja yang sudah berkompetensi dibidang gondola, dilakukan pengecekan sling sebelum dioperasikan, dan pekerja gondola harusmemiliki Surat Ijin Operator, serta pekerja harus berbadan sehat menurut keterangan dokter.Antisipasi risiko yang dapat dilakukan seperti penggunaan tali safety personal, pengecekanbaut sambungan keranjang gondola, trial pada tombol power naik-turun sebelum dioperasikanoleh pekerja, pemasangan police line disekitar area kerja, dan pekerja wajib menggunakanAPD.Kata kunci : apartemen, gondola, manajemen bahaya dan risiko
ANALISIS SARANA PENYEBERANGAN DAN PERILAKU PEJALAN KAKI MENYEBERANG DI RUAS JALAN PROF. SUDARTO, SH KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG Soehartono .
Neo Teknika Vol 1, No 1 (2015): Vol 1 No 1 Juni 2015
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.444 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v1i1.357

Abstract

Pejalan kaki memiliki hak yang sama dengan pemakai jalan lainnya pengendara motor atau mobil yang kerap kali pejalan kaki menjadi korban pengendara lain yang merasa superior, padahal bila pejalan kaki dan pengendara motor atau mobil mengerti petunjuk dasar keselamatan di jalan mereka tentu tidak perlu berbenturan. Pejalan kaki juga merupakan bagian dari sistem transportasi tak terpisahkan dibandingkan dengan moda transportasi lainnya, meskipun tindakan berjalan kaki terlihat sangat sederhana, akan tetapi mempunyai peranan penting dalam sistem transportasi, karena jika pejalan kaki mengalami gangguan akan mempengaruhi bagian lain dari sistem transportasi.Tujuan dari analisis pejalan kaki di sepanjang ruas Jalan Prof. Sudarto, SH adalah untuk mengetahui karakteristik pejalan kaki, mencari hubungan persamaan antara kecepatan berjalan serta menentukan fasilitas penyeberangan yang sesuai dengan karakteristik pejalan kaki.Fasilitas penyeberangan pelican dengan pelindung diusulkan dengan menggunakan pulau pelindung dengan dilengkapi lampu isyarat mengingat jalan Prof. Sudarto, SH Kota Semarang adalah jalan dua arah dengan dua lajur.Kata Kunci : Pejalan Kaki, Efektifitas, Pelican Dengan Pelindung.
PERBANDINGAN ANALISA BALOK BAJA DENGAN CARA TEORITIS DAN FINITE ELEMENT ANALYSIS Arief Kusbiantoro
Neo Teknika Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Neo Teknika Vol 1 No.2 Juni 2016
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1216.977 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v2i1.886

Abstract

Balok merupakan salah satu bagian elemen struktur yang berfungsi menerima beban yang ada. Akibat pembebanan, komponen struktur tersebut pasti memiliki reaksi terhadap beban yang bekerja, contohnya balok baja. Jika dibebani maka akan mengalami lendutan yang besarnya tergantung dari besarnya beban yang diberikan dan material balok baja. Pada tulisan ini menyajikan hasil analisa terhadap balok baja dengan ukuran 40 mm x 40 mm x 1000 mm. Analisa dilakukan dengan teoritis dan menggunakan program berbasis elemen hingga. Hasil yang diperoleh adalah dengan perhitungan teoritis diperoleh lendutan terbesar sebesar 1,453 mm, tegangan terbesar yang terjadi sebesar 58,59 Mpa, dan gaya geser terebsar 2,5kN. Program berbasis elemen hingga yang dipakai adalah ANSYS dengan hasil yang didapat : lendutan terbesar sebesar 1,463 mm, tegangan tebesar yang terjadi sebesar 58,61 Mpa, dan gaya geser terbesar 2,496kN. Dari hasil yang didapat menunjukkan bahwa terdapat kemiripan hasil antara perhitungan teoritis dan menggunakan elemen hingga.Kata kunci : balok baja, lendutan, tegangan, gaya geser, elemen hingga
SOCIAL HOUSING DI INDONESIA: KAJIAN PROSPEK MENGGUNAKAN ANALISIS MODEL SYSTEM DYNAMIC Andreas Agung Widhijanto; Iwan Priyoga
Neo Teknika Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Neo Teknika Vol 4 No.1 Juni 2018
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.777 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v4i1.1063

Abstract

Social housing adalah rumah sewa yang diselenggarakan oleh pemerintah yang diperuntukan bagi masyarakat tidak mampu secara finansial atau kondisi tertentu. Social housing memiliki 3 prinsip penyelenggaraan yaitu: dilakukan oleh pemerintah, dalam bentuk rumah sewa dan diperuntukkan bagi kelompok yang tidak/kurang mampu, termasuk hal finansial. Pemahaman penyelenggaraan di Indonesia dengan merujuk Undang-undang No. 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman lebih bersifat ‘charity’ atau akan di-support oleh pemerintah melalui pembiayaan public pada pasal 21 untuk rumah “kebutuhan khusus”, antara lain: kebutuhan untuk perumahan transmigrasi, pemukiman kembali korban bencana, dan rumah sosial untuk menampung orang lansia, masyarakat miskin, yatim piatu, dan anak terlantar, serta termasuk untuk pembangunan rumah yang lokasinya terpencar dan rumah di wilayah perbatasan negara Kondisi-kondisi di atas menjadi isu generik karena menimbulkan pertanyaan tentang pembangunan perumahan. Riset ini menggunakan analisis analisis secara kritis, critical analysis/review. Proses analisis menggunakan metoda menyusun konseptual melalui pendekatan secara sistem. Metoda ini adalah metoda ‘Berpikir Sistem’ dengan memiliki keterkaitan sifat causa dan affect antara variabel satu dengan lainnya dalam kerangka berpikir sebagai sistem atau system thinking. Akhirnya, kesimpulan riset Prospek Social Housing di Indonesia merupakan prospek membangun karakter social housing dan mengembangkan kriteria dan parameter keberadaan social housing. Prospek ini memberikan pemahaman kembali bahwa social housing merupakan instrumen pembangunan (kesejahteraan) sosial melalui penyediaan perumahan sesuai dengan standar baku. Penyediaan dilakukan melalui kemitraan sebagai pengembangan sistem (delivery). Sistem yang dikembangkan untuk mengendalikan akses dan alokasi pasar perumahan, sehingga social housing diselenggarakan berdasarkan stratifikasi karakter kelompok sasaran di perkotaan/urban dalam mengembangkan produktivitas melalui akomodasi perumahan.Kata Kunci: right to housing, social welfare housing, social housing, system thinking, dan prospek.
ANALISIS KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI TERHADAP PENERAPAN MANAJEMEN WAKTU PADA PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT DI JAWA TENGAH Sri Kiswati; Ummi Chasanah
Neo Teknika Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Neo Teknika Vol 5 No.1 Juni 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.275 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v5i1.1367

Abstract

Konsultan manajemen konstruksi merupakan manajemen pengelolaan proyek konstruksi dengan proyekberskala besar. Analisis penerapan manajemen konstruksi dapat diberlakukan pada pelaksanaan proyek untukmengelola, mengatur, dan mencari solusi, diantaranya waktu pelaksanakan proyek tersebut. Pengaturan danpengelolaan waktu yang baik merupakan salah satu faktor keberhasilan suatu proyek konstruksi. mengelolamanajemen proyek dan penerapan manajemen konstruksi dalam proyek berskala besar. Pengaturan danpengelolaan waktu dengan tujuan untuk meminimalkan dan mengurangi risiko yang mungkin terjadi di suatuproyek gedung rumah sakit di Jawa Tengah. Risiko waktu yang mungkin terjadi adalah keterlambatan (delay)penyelesaian proyek.Pengaturan waktu yang tepat, cepat, dan aman merupakan hal yang sangat membantu terselesainya pekerjaanpada proyek konstruksi gedung di salah satu rumah sakit di Jawa Tengah. Manajemen waktu yang baikadalah proses merencanakan, mengatur, dan mengendalikan pelaksanaan proyek. Sehingga ketepatan waktudi setiap tahapan pekerjaan harus sesuai dengan waktu yang direncanakan. Penerapan, pengelolaan, danpengendalian waktu dalam pelaksanaan proyek merupakan salah satu faktor terselesainya sesuai dengan yangdirencanakan. Sedangkan adanya perpanjangan waktu itu didasarkan pada hal-hal yang telah dikoordinasikanterhadap semua pihak dan dapat dipertanggungjawabkan.Tujuan dari penelitihan ini untuk mengidentifikasi berbagai faktor keterlibatan adanya konsultan manajemankonstruksi pada setiap tahapan proyek. Hal ini diperlukan menejemen waktu yang tepat di setiap tahapanpekerjaan, sehingga penyelesaian pekerjaan sesuai yang diharapkan. Pelaksanaan penelitian ini anatara lain :tinjauan pustaka, penentuan data yang dibutuhkan, data primer yang diambil dari objek yang di teliti berupasurvey lapangan dan interview, data sekunder, dan analisa data serta kesimpulan yang diambil dari analisispenerapan manajemen waktu pada proyek konstruksi dan penelitian ini dilakukan pada Rumah sakit di JawaTengah.Kata kunci : Manajemen waktu, pengaturan, dan metode critical path method

Page 3 of 13 | Total Record : 128