cover
Contact Name
Abdul Rohman
Contact Email
abdulrohman15@gmail.com
Phone
+628561717901
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Banjarsari Barat No. 1 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Neo Teknika: Jurnal Ilmiah Teknologi
Published by Universitas Pandanaran
ISSN : 24426504     EISSN : 25027662     DOI : -
Jurnal Neo Teknika merupakan salah satu Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Pandanaran secara berkala. Kami mengundang para cendikiawan, akademisi, peneliti, praktisi dan profesional untuk memberikan sedekah pemikirannya melalui paper atau makalah yang dapat dikirimkan. Dalam Jurnal Neo Teknika membuka kesempatan kaum akademisi dan non-akademisi (praktisi) untuk menuangkan pemikirannya untuk meperkaya khasanah ilmu pengetahuan, khususnya yang berhubungan dengan Teknik. Kami berfokus pada penelitian yang berhubungan dengan berbagai disiplin ilmu yang masih memiliki pertalian atau ikatan dengan dunia Teknik.
Articles 128 Documents
ADITIF SERAT KAWAT BAJA UNTUK MENAIKKAN KEKANGAN KOLOM BETON PERSEGI Widayat Amariansah; Antonius Antonius; Soehartono Soehartono
Neo Teknika Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Neo Teknika Vol 4 No.2 Desember 2018
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.962 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v4i2.1227

Abstract

Gempa tektonik besar berkekuatan 7 skala Richter di Lombok pada 5 dan 19 Agustus 2018 serta gempa dan tsunami Palu-Donggala berkekuatan 7,40 skala Richter pada 28 September 2018, menyebabkan kolom bangunan berpeluang mengalami deformasi yang mengakibatkan selimut beton terkelupas sehingga tinggal inti beton yang harus mempertahankan kekuatan dan daktilitasnya. Hasil penelitian Antonius dkk (2012) menyatakan bahwa penggunaan beton berserat kawat baja pada suhu tinggi dapat meningkatkan sifat daktilitas beton sehingga cocok digunakan pada daerah rawan gempa.Penelitian ini merupakan lanjutan dari riset Antonius dkk tersebut yang dilakukan terhadap benda uji beton persegi bermutu normal dan mutu tinggi baik yang mengandung serat baja ataupun tidak, pada suhu normal. Hasil pengujian divalidasi terhadap nilai peningkatan tegangan kekang betonnya saat beban puncak (K) terhadap model-model yang telah dikembangkan para peneliti sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kekuatan dan daktilitas beton berserat baja terkekang dipengaruhi oleh : (1) kuat tekan beton (fc’), (2) ada tidaknya serat baja pada beton dan (3) jarak tulangan lateral (s).Kata kunci : Serat baja, kuat tekan, kolom persegi
PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN TERHADAP PEMBENTUKAN KERAK KALSIUM KARBONAT (CaCO3) DALAM PIPA BERALIRAN LAMINER . Jotho
Neo Teknika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.041 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v1i2.551

Abstract

Kerak merupakan masalah yang cukup serius yang dijumpai pada sebagian besar proses industri, yaitu terjadinya pengendapan garam pada dinding-dinding peralatan proses aliran fluida, terutama pada permukaan transfer panas dan permukaan alat-alat evaporasi. Kerak yang menumpuk pada pipa-pipa saluran, lubang-lubang dan beberapa bagian aliran pada proses aliran fluida dapat menyebabkan gangguan yang serius pada pengoperasian, karena penumpukan kerak ini dapat mengakibatkan terjadinya korosi dan kerusakan pada peralatan proses produksi.Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen tentang CaCO3 dalam pipa uji dengan membuat larutan dari CaCl2 dan Na2CO3 dengan konsentrasi larutan masing-masing 3500 ppm, 4000 ppm dan 4500 ppm. Larutan dialirkan di dalam pipa dengan laju alir 30 ml/menit dan pada temperatur kamar. Untuk menghambat pertumbuhan kerak kalsium karbonat yang terbentuk digunakan zat aditive asam malat (C4H6O5) dengan konsentrasi 3 dan 5 ppm.Pembentukan kerak kalsium karbonat dapat dilihat dengan adanya penurunan yang signifikan dari nilai konduktifitas larutan. Bentuk kristal kalsium karbonat dapat dilihat dari kajian morfologi kristal dengan menggunakan SEM. Analisa mikro terhadap kristal kalsium karbonat dengan menggunakan micro analyser EDX dan XRD untuk menunjukkan bahwa kerak yang terbentuk adalah bener-benar kerak kalsium karbonat. Berat kerak yang dihasilkan ditimbang untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan dan zat aditif terhadap berat kerak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan konsentrasi larutan dari 3500 ppm ke 4000 ppm terjadi peningkatan berat kerak.Kata kunci : asam malat, kalsium karbonat, konsentrasi larutanPENDAHULUANKerak adalah tumpukan keras dari bahan anorganik terutama pada permukaan perpindahan panas yang disebabkan oleh pengendapan partikel mineral dalam air. Seperti air menguap dalam menara pendingin, uap yang murni hilang dan konsentrasi padatan terlarut dalam air yang tersisa. Jika konsentrasi siklus ini dibiarkan berlanjut, berbagai kelarutan padat akhirnya akan terlampaui. Padatan kemudian akan menetap di dalam pipa atau pada permukaan pertukaran panas, di mana ia sering membeku menjadi kerak ( Bhatia, 2003 ).Masalah yang cukup serius yang dijumpai pada
DESAIN KONSTRUKSI MEJA BETON PENYANGGA POWER TRANSFORMER 80 MVA PT KDL CILEGON Widayat Amariansah; Soehartono Soehartono
Neo Teknika Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Neo Teknika Vol 1 No.2 Juni 2016
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.921 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v2i1.890

Abstract

PT Krakatau Daya Listrik (KDL) merupakan anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang berfungsi membangkitkan energi listrik dari PLTU 5x80 MW milik sendiri dan menyalurkannya melalui jaringan transmisi 150 kV dan distribusi 30 kV, 20 kV, 6 kV, 400 V ke seluruh industri, kantor dan perumahan karyawan di lingkungan Krakatau Industrial Estate Cilegon-Banten. Untuk meningkatkan keandalan dan jumlah pasokan listriknya, PT KDL membangun Main Transfer Station unit IV (MTS IV) yang berfungsi sebagai gardu induk yang menerima, mengatur dan mendistribusikan suplai listrik dari PLTU ke masing-masing pabrik. MTS IV terdiri dari bangunan gedung kontrol 30 kV dan bangunan penyangga power transformer 3x80 MVA yang berimpit di dekatnya. Kedua bangunan ini dipisahkan dengan sistem dilatasi. Struktur beton penyangga power transformer 3x80 MVA ini berbentuk meja yang mempunyai 3 ruang untuk setiap transformer. Setiap ruang terdiri dari 1 lantai dasar dan 2 lantai basement yang dirancang untuk menahan berat setiap transformer sebesar 115 ton.Kata kunci : Beton, bangunan penyangga, power transformer
PERANCANGAN SISTEM PENGUNCI PINTU RUMAH MENGGUNAKAN TELEPON PINTAR Yuli Christyono; Jaka Windarta; Radhitya Wiratama
Neo Teknika Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Neo Teknika Vol 4 No.2 Desember 2018
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.507 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v4i2.1220

Abstract

Adanya tindak pencurian seringkali membuat pemilik rumah merasa khawatir pada saat meninggalkan rumahnya. Seringkali pemilik rumah melakukan pengecekan berkali-kali untuk memastikan semua pintu telah terkunci dengan baik. Untuk itu diperlukan suatu teknologi yang dapat mengontrol sebagian besar perangkat rumah melalui jaringan internet yang dikenal dengan Internet of Things. Sistem pengunci rumah memungkinkan pengguna dapat mengunci, menutup, memantau, pada rumah tersebut melalui jaringan internet. Sebagai otak dari pengendalian digunakan mikrokontroler ATMega 16 yang menggerakkan relaydengan metode kontrol on-off. Berdasarkan hasil pengujian, pengendalian melalui ponsel ke mikrokontroler memerlukan waktu rata-rata 1 detik dan pengiriman kondisi pintu dari mikrokontroler ke ponsel memerlukan waktu rata-rata 1 detik. Respon waktu yang diberikan dapat bervariasi tergantung dari kondisi kecepatan internet yang dimiliki oleh mikrokontroler maupun ponsel.Kata kunci : Smart home, Security System, Android, Door Lock System.
MODEL PENGELOLAAN BENDUNG KARET UNTUK PERTANIAN DAN PENANGGULANGAN BANJIR DI PANTAI UTARA JAWA Fatchur Roehman
Neo Teknika Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Neo Teknika Vol 4 No.2 Desember 2018
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.136 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v4i2.1380

Abstract

Wilayah pantai utara banyak terdapat sumberdaya air, baik yang berupa airtanah, sungai, maupun laut. Tentu saja tidak mudah untuk mengolah sumberdayasumberdaya tersebut, banyak permasalahan yang harus diselesaikan dalam mengolahsumberdaya tersebut, misalnya masalah banjir dan rob di pantai utara Jawa Tengah,kekeringan saat kemarau melanda, bagaimana kita harus menyediakan air baku dan airuntuk irigasi ketika kekeringan melanda, dan permasalahan lainnya. Salah satu solusiyang tepat adalah dengan membuat bendung karet.Perumusan masalah dengan model bendung karet isi air yang tepat harus diikutidengan sistem stabilitas bendung dalam menahan aliran. Oleh karena itu masalah utamayang akan dikaji dalam penelitian ini adalah model bendung karet isi air dalam sistempengelolaan yang lebih mudah, kajian terhadap efektivitas hidrolik model bendungkaret isi air,Maksud dan tujuan penelitian adalah menganalisa efektivitas hidrolik bendungkaret dalam stabiltas menahan beban aliran, menganalisis karakteristik bendung karetsehingga didapatkan material bendung yang baik berdasarkan teknologi tepat guna,melakukan analisis stabilitas terhadap aliran yang terjadi pada model bendung karet isiair, simulasi prototipe bendung karet isi air.Kata kunci : Bendung Karet, Model Pengelolaan, Penanggulangan Banjir
PENJERNIHAN AIR DENGAN SARINGAN PASIR DAN DESINFEKTAN ALAMI Soehartono .
Neo Teknika Vol 1, No 1 (2015): Vol 1 No 1 Juni 2015
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.607 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v1i1.356

Abstract

Air kotor dapat membahayakan bagi kesehatan dan keselamatan jiwa bagi manusia, yang bisa menjadikan wabah penyakit kolera, kurap, kudis, diare/disentri dan  tipus adalah sebagian dari penyakit yang timbul dari air kotor yang  tetap dikonsumsi tanpa pengolahan yang lebih lanjut. Kebutuhan akan air bersih untuk konsumsi masyarakat masih terhambat dikarenakan air kotor dan sumber air yang ada tidak didayagunakan secara maksimal. Salah satu sumber air baku yang mudah diperoleh adalah air sungai,  tetapi masih dikatagorikan/tergolong sebagai air kotor dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang membuang limbah ke sungai.  Untuk mengatasi air kotor dari sungai solusi dengan sistem penyaringan air sungai dengan menggunakan metode penjernihanpasir, dengan dua kali tahapan yang menggunakan penjernihandan desinfeksi alami menggunakan biji kelor, selain itu dalam konsep ini kita memanfaatkan gaya ke atas air (upflow). Dengan sistem penyaringan ini diharapkan dapat menghasilkan air yang memenuhi standar air bersih yang dapat diminum serta memenuhi standar kesehatan dan dapat dikonsumsi bagi masyarakat di daerah aliran sungai bahkan bisa menyuplai ke daerah yang kekurangan air bersih, sehingga masyarakat mengkonsumsi air dengan standar kualitas kesehatan. Keyword: Penjernihan Air, Dengan Pasir Biji Kelor
ANALISA PERKUATAN TOWER TELEKOMUNIKASI AKIBAT PENAMBAHAN BEBAN ANTENA Arief Kusbiantoro
Neo Teknika Vol 2, No 2 (2016): Jurnal NeoTeknika Vol 2 No 2 Desember 2016
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1227.648 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v2i2.1366

Abstract

Bertambahnya kemajuan zaman dan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan telekomunikasimembuat operator seluler terus meningkatkan layanan, baik layanan dari sisi coverage, kapasitas, ataupunkualitas jaringan. Untuk peningkatan kapasitas ataupun kualitas jaringan bisa dilakukan dengan pemutakhiranperangkat ataupun penambahan perangkat di tower telekomunikasi. Penambahan perangkat bisa dilakukanmeliputi penambahan antena sektor ataupun antena transmisi. Penambahan perangkat di towertelekomunikasi membawa akibat berupa bertambahnya beban yang harus dipikul oleh tower telekomunikasitersebut. Pertambahan beban yang terjadi harus dianalisa, apakah penambahan beban tersebut akanmembahayakan stabilitas struktur tower telekomunikasi tersebut.Pengecekan stabilitas tower telekomunikasi meliputi beberapa hal yaitu : rasio tegangan yang terjadi dielemen tower, goyangan tower, puntiran tower, pergeseran tower, dan reaksi tumpuan yang terjadi. Apabilapenambahan perangkat di tower telekomunikasi masih dalam batas kapasitas tower tersebut, penambahanperangkat tidak menjadi masalah. Lain halnya jika penambahan perangkat sudah melebihi ambang bataskapasitas tower, maka hal tersebut akan menjadi masalah. Apabila salah satu dari kriteria di atas ada yangterlewati walau kriteria yang lain aman, struktur tower dianggap tidak aman dan harus dilakukan perhitunganulang.Kata kunci : beban, kapasitas, stabilitas struktur
IDENTIFIKASI KAWASAN PERMUKIMAN PENDUKUNG: ANALISIS PROXIMITY PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA DANAU TOBA Andreas Agung Widhijanto; Esti Yulitriani Tisnaningtyas
Neo Teknika Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Neo Teknika Vol 4 No.1 Juni 2018
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1304.914 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v4i1.1062

Abstract

Danau Toba dengan 3 (tiga) komponen wisata yaitu wisata alami danau, wisata geopark atau taman bumi dan wisata budaya daerah (Batak)menjadi daerah tujuan wisata. Teori siklus hidup destinasi pariwisata menunjukkan bahwa kehidupan kegiatan kepariwisataan Danau Toba mengalami peningkatan. Hal inilah yang menjadikan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) meliputi 7 (tujuh) Kabupaten pada tepian Danau Toba, yaitu Toba Samosir, Samosir, Simalungun, Tapanuli Utara, Karo, Humbang Hasundutan, dan Dairi.Tourism development atau pembangunan pariwisata yang dilakukan dengan mengembangkan konsep 3A - Attraction, Amenitiesand Accessibility (atraksi, amenitas/kenyamanan dan aksesibilitas) – menjadi parameter keberhasilan pembangunan kepariwisataan suatu daerah, termasuk kawasan pariwisata Danau Toba.Riset yang dilakukan ini memiliki 2 (dua) pertanyaan riset. Pertama adalah bagaimana menganalisis hasil identifikasi kawasan permukiman pendukung kepariwisataan Danau Toba, sedangkan kedua adalah bagaimana konsep untuk menjawab kebutuhan pengembangan Destinasi Wisata Danau Toba. Kerangka Riset ini dialurkan dalam variable berdasar atas indikator yang dihasilkan melalui rangkuman kajian-kajian. Selanjutnya akanditajamkan melalui proses analisis spasial dengan menggunakan metoda proximity. Analisis dengan menggunakan metoda proximity merupakan analisis secara spasial untuk mendapatkan penentuan kawasan permukiman prioritas pendukung pariwisata Danau Toba.Penentuan ini mengunakan variable lokasi strategis, obyek wisata unggulan, tourism linkages pada obyek wisata unggulan, lokasi prioritas pendukung wisata Danau Toba dan permukiman pendukung lokasi prioritas wisata.Kata Kunci : kawasan permukiman, destinasi wisata, danau toba, analisis proximity.
PERANCANGAN VEKTOR KENDALI SPWM INVERTER SEBAGAI KONTROL MOTOR TURBIN ANGIN PADA GENERATOR INDUKSI 3 FASA Heru Heru Danarbroto
Neo Teknika Vol 1, No 1 (2015): Vol 1 No 1 Juni 2015
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.499 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v1i1.351

Abstract

Metode vektor kontrol SPWM inverter merupakan metode pengaturan vektor tegangan yang digabungkan dengan pengaturan amplitudo dan frekuensi untuk mengendalikan kecepatan motor induksi melalui teknik pengendalian inverter. Pengaturan vektor berfungsi untuk mentransformasikan sistem arus 3 fasa kerangka acuan tetap (a,b,c) menjadi elemen dua fasa kerangka acuan tetap (α,β) melalui transformasi clarke. Kemudian dari kerangka acuan tetap diubah menjadi elemen dua fasa kerangka acuan bergerak (d,q) melalui transformasi park.Didalam sistem 2 fasa inilah analisis vektor ruang dilakukan untuk menghasilkan konfigurasi penyaklaran IGBT pada rectifier atau inverter.Spacevector PWM ditujukanuntukmembentuktegangankeluarandari PWM converter mendekatiteganganreferensinyamelalui proses switching dari 8 konfigurasipenyaklaran IGBT yang dihasilkandari 6 buah vector yang membentuk 6 interval waktu yang masing-masing tergeser 600 danduabuahvektortegangannol (zero voltage vectors) yang berada di pusatkoordinat.Dengan metode ini berhasil meningkatkan efisiensi kerja motor-generator induksi melalui peningkatan kerja inverter 3 fasa jika dibandingkan dengan teknik SPWM ataupun scalar kontrol yang hanya menitik beratkan pada pengendalian frekuensi dan tegangan tanpa mempertimbangkan acuan gerak stator motor.Kata kunci : Space vector control, Rectifier, Inverter, Transformasi Clarke, Transformasi Park.
PENGARUH WAKTU DAN TEMPERATUR PENGAMBILAN PEKTIN PADA BUAH TOMAT DENGAN CARA EKSTRAKSI Sukaryo Sukaryo
Neo Teknika Vol 2, No 2 (2016): Jurnal NeoTeknika Vol 2 No 2 Desember 2016
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.962 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v2i2.764

Abstract

Pektin merupakan salah satu senyawa yang dapat membentuk gel. Pektin adalah salah satu bahan dalam pembuatan jelly, jams, kembang gula, obat-obatan dan kosmetik. Produksi pectin umumnya menggunakan buah apel yang harganya sangat mahal. Salah satu alternatif bahan baku yang digunakan adalah buah tomat (Lycopersium esculentum) yang mempunyai kandungan pektin yang diambil . Pengaruh waktu ekstraksi, suhu ekstraksi dan pH larutan akan mempengaruhi terambilnya pektin yang diperoleh. Proses ini dilakukan dengan proses ekstraksi dan distilasi untuk pemurniannya. Dengan berat sampel 40 gr, jumlah solvent 200 ml dengan waktu ekstraksi 30 menit, temperatur ekstraksi 84,9 oC, pH larutan 1 dan pada tekanan operasi 1 Atm. Diperoleh kadar air dan kadar abu masing-masing 76,2 % dan 9,03 %. Sedangkan pektin yang diperoleh dari hasil percobaan 2,267 gr dan hasil perhitungan diperoleh pektin sebesar 2,451 gr masing-masing dalam 40 gr tomat. Hasil studi menunjukan bahwa tomat tersebut layak digunakan sebagai sumber bahan produksi pektin.Kata kunci : Pektin, Tomat, Ekstraksi, pengaruh suhu, pengaruh waktu

Page 2 of 13 | Total Record : 128