cover
Contact Name
Abdul Rohman
Contact Email
abdulrohman15@gmail.com
Phone
+628561717901
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Banjarsari Barat No. 1 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Neo Teknika: Jurnal Ilmiah Teknologi
Published by Universitas Pandanaran
ISSN : 24426504     EISSN : 25027662     DOI : -
Jurnal Neo Teknika merupakan salah satu Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Pandanaran secara berkala. Kami mengundang para cendikiawan, akademisi, peneliti, praktisi dan profesional untuk memberikan sedekah pemikirannya melalui paper atau makalah yang dapat dikirimkan. Dalam Jurnal Neo Teknika membuka kesempatan kaum akademisi dan non-akademisi (praktisi) untuk menuangkan pemikirannya untuk meperkaya khasanah ilmu pengetahuan, khususnya yang berhubungan dengan Teknik. Kami berfokus pada penelitian yang berhubungan dengan berbagai disiplin ilmu yang masih memiliki pertalian atau ikatan dengan dunia Teknik.
Articles 128 Documents
KARAKTER FISIK DAN NON FISIK GANG BARU PECINAN SEMARANG Margareta Maria Sudarwani
Neo Teknika Vol 1, No 1 (2015): Vol 1 No 1 Juni 2015
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.437 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v1i1.352

Abstract

Ruang jalan Gang baru ini menarik untuk dikaji antara lain karena secara fisik merupakan perkampungan padat dengan bangunan khas (Cina) dan bangunan klenteng, yang kehudupan sehari-harinya dipenuhi aktivitas yang luar biasa, baik ekonomi maupun budaya serta upacara-upacara adat. Untuk itu, dapat dikatakan memiliki potensi yang bersifat tangibles dan intangibles. Potensi tangibles: peninggalan-peninggalan Cina yang secara fisik masih bisa dinikmati secara visual, seperti : klenteng, rumah-rumah Pecinan, dan lain-lain.Potensi intangibles: sejarah yang secara turun menurun masih dipelihara oleh Cina pendatang, budaya dan gaya hidup di permukiman Pecinan.Penelitian Karakter Fisik dan Non Fisik Gang Baru Pecinan Semarang bertujuan mencari komponen-komponen yang membentuk dan mempengaruhi karakter fisik dan non fisik Gang Baru Pecinan Semarang dan untuk mengetahui ciri-ciri karakter ruang yang masih bertahan dan terpelihara hingga saat ini dan seberapa jauh perubahan-perubahan yang terjadi.Pada penelitian ini metode yang dipergunakan adalah pendekatan rasionalistik dengan paradigma kualitatif. Pendekatan penelitian rasionalistik kualitatif ini sesuai dengan sifat masalah penelitian yaitu untuk mengungkap atau memahami karakter visual area kelenteng di kawasan Pecinan yang belum diketahui berdasar landasan berpikir dan dialog pengetahuan.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mendapatkan kesimpulan bahwa karakter fisik Gang Baru Pecinan Semarang dibentuk dan dipengaruhi oleh komponen-komponen: karakter fisik sebagai komponen utama dan karakter non fisik sebagai komponen penunjang dengan memperhatikan sejarah perkembangan Gang Baru Pecinan Semarang.Kata Kunci:Karakter Fisik, Karakter Non Fisik
PREPARASI MAGNETIT PASIR BESI TERDISPERSI NATRIUM SITRAT UNTUK ADSORPSI Au(III) Ricka Prasdiantika; Susanto Susanto
Neo Teknika Vol 2, No 2 (2016): Jurnal NeoTeknika Vol 2 No 2 Desember 2016
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.842 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v2i2.765

Abstract

This study aims to the preparation material magnetite (Fe3O4) of iron sand dispersed sodium citrate (Fe3O4 @citrate), and its application to adsorption of metal ions Au(III). Preparation was done by was separating the magnetic material of iron sand using an external magnet and washed with H2O. Magnetite was soaked with sodium citrate solution 0.5 M as the dispersion medium. Materials were characterized by Fourier Transform Infrared (FT-IR) Spectrophotometer, and Transmission Electron Microscope (TEM). Adsorption ability of the material to Au(III) was evaluated in HAuCl4 solution with a concentration of Au(III) 200 ppm and pH 3 for 120 minutes. Concentration of Au(III) which was not adsorbed was analyzed with Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). The characterization results indicate that Fe3O4@citrate successfully prepared by having a better particle dispersion and aggregate less than Fe3O4 iron sand without citrate. Material Fe3O4@citrate tested the ability of metal ion adsorption on Au(III) at 200 ppm HAuCl4 solution with a pH of 3. Material Fe3O4@citrate which was able to adsorb metal ions Au(III) with the amount of 83.667 ± 0.727 mg/g.Keywords: Magnetite Iron Sand, Particle Dispersion, Solution Sodium Citrate, Adsorption Au (III)
PENERAPAN MANAJEMEN KONSTRUKSI DALAM PELAKSANAAN KONSTRUKSI Ummi Chasanah; Sulistyowati Sulistyowati
Neo Teknika Vol 3, No 1 (2017): Jurnal NeoTeknika Vol 3, No 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.937 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v3i1.1050

Abstract

Konstruksi merupakan rangkaian yang hanya sekali dilaksanakan, dengan adanya batasan jangka waktu. Sehingga dalam kegiatan tersebut, terdapat suatu proses untuk dapat mengolah sumber daya manusia maupun sumber daya lain yang terlibat dalam pelaksanaan konstruksi menjadi hasil dari suatu kegiatan yang dapat dimanfaatkan. Dengan banyaknya pihak yang terlibat dalam konstruksi maka berpotensi terjadi adanya konflik yang besar pula sehingga disampaikan bahwa pelaksanaan konstruksi mengandung konflik yang cukup tinggi. Dunia konstruksi juga mengklasifikasikan jenis konstruksi menjadi 3 (tiga) bagian konstruksi besar antara lain: konstruksi gedung, konstruksi teknik, dan konstruksi manufaktur.Karakter proyek konstruksi dapat dilihat dengan 3 dimensi yaitu bahwa konstruksi dapat bersifat unik, adanya keterlibatan sejumlah sumber daya, dan konstruksi tersebut membutuhkan adalah organisasi. Dunia konstruksi membagi dan mengklasifikasikan lima sumber daya untuk membangun suatu proyek konstruksi dan pada saat mengatur proyek dengan menerapkan kelima unsur M yaitu manpower (tenaga kerja), machiners (alat dan peralatan), material (bahan bangunan), money (uang), dan method (metode). Proyek konstruksi dalam pelaksanaannya harus memperhatikan 3 hal yaitu kualitas/mutu, waktu, dan biaya yang telah dipersyaratkan dalam perencanaan sebelumnya.Kata Kunci : Konstruksi, Manajemen, Mutu, Waktu, Biaya
PENGARUH GROWTH RATE, KANDUNGAN NITRAT DAN INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PRODUKTIVITAS BIOMASSA OLEH MIKROALGA CHLAMYDOMONAS sp Rufaida Nur Rostika
Neo Teknika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.593 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v1i2.553

Abstract

Mikroalga Chlamydomonas sp dapat menghasilkan biomassa dengan cara mengubah CO2 dan dimanfaatkan sebagai penghasil energi biomassa. Pemberian laju alir dan konsentrasi gas CO2 yang bervariasi pada kultur Chlamydomonas sp menunjukkan adanya pengaruh terhadap growth rate dan pH pada masa kultivasi. Growth rate mikroalga Chlamydomonas sp mulai terbentuk secara maksimal dan produktivitas biomassa meningkat pada laju alir CO2 0,013 l/lmin sampai dengan 0,022 l/lmin. Pengaruh kandungan nitrat menyebabkan pH dapat menjadi asam maupun basa, dengan konsentrasi CO2 ditambah maka nitrat berlebih sehingga media kultivasi menjadi basa dan produktivitas biomassa meningkat. Kandungan nitrat tertinggi pada konsentrasi CO2 30% dan 40%. Laju pertumbuhan dan produktivitas mikroalga cenderung naik pada kondisi terang atau pencahayaan maksimal, sedangkan cenderung konstan pada kondisi gelap. Perlakuan penelitian terhadap Chlamydomonas sp dilakukan pada reaktor buble coloumn dan tubular dengan 6 liter medium kultur pada suhu 28oC dan tekanan atmosferik.Kata kunci: Mikroalga, chlamydomonas sp, biofiksasi CO2, biogas, growth rate, kandungan nitrat, intensitas cahaya
PERENCANAAN STRUKTUR BETON BERTULANG BANGUNAN HOTEL MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN Ummi Chasanah
Neo Teknika Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Neo Teknika Vol 1 No.2 Juni 2016
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1483.608 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v2i1.892

Abstract

Yogyakarta dianggap sebagai daerah rawan gempa. Hal ini dibuktikan dengan gempa berskala kuat melanda wilayah Yogyakarta seperti yang terjadi pada tahun 2007, 2009, dan 2013. Oleh karena itu, bangunan tahan gempa perlu direncanakan dengan baik agar terhindar dari kerugian material dengan perencanaan struktur tahan gempa secara maksimal. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk merencanakan struktur beton bertulang bangunan hotel di Yogyakarta. Struktur bangunan meliputi lempengan struktural, balok, kolom, sloof dan pondasi. Perhitungan struktur tersebut didasarkan pada SNI 03-2847-2013, SNI 03-1726 - 2012, PBI 1983 dan literatur pendukung desain struktural lainnya. Perencanaan struktur dilakukan dengan menggunakan aplikasi ETABS untuk mendapatkan kekuatan internal yang terjadi. Dari kekuatan internal tersebut, diperoleh pelat penguat dengan tebal 10 cm, alas tumpuan dengan diameter 10 cm, jarak 15 cm, dan untuk diameter lapangan 10 cm jarak 20 cm, balok 25 cm / 45 cm dengan tulangan tarikan tiga dengan D22 mm, dan dua tekan dengan D22 mm. Kolom penguat Ø12, D16, sloop 35 cm / 60 cm dengan tulangan tekan 4 dengan D22 mm dan tarik 3 dengan D22 mm. pile cap dengan tebal 60 cm dan 40 cm x 40 cm tumpukan dengan 4 tulangan D16 mm dengan kedalaman 26 m.Kata kunci : Bangunan, Tahan Gempa, aplikasi ETABS.
RELASI MANUSIA DAN ALAM Paulus Hariyono; Veronika Dewi Aryati
Neo Teknika Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Neo Teknika Vol 4 No.2 Desember 2018
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.903 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v4i2.1224

Abstract

Ilmu lingkungan pada dasarnya mempelajari hubungan antara manusia dengan unsur-unsur di permukaan bumi. Manusia hidup tidak jauh dengan lingkungannya, bahkan erat dengan lingkungannya, seperti mata uang dengan dua sisinya; baik itu terjadi pada zaman kuno, industri, maupun modern. Sekalipun alam merupakan bagian yang erat dengan manusia, namun sekelompok manusia yang satu dengan yang lain memiliki perbedaan dalam melakukan relasi dengan alam. Perbedaan relasi ini secara tidak disadari disebabkan oleh perbedaan sudut pandang manusia dalam berpikir terhadap obyek ataupun lingkungannya. Sudut pandang ini dipengaruhi oleh tiga alam pemikiran manusia, yaitu alam berpikir mitis, ontologis, dan fungsional. Alam pemikiran manusia akan memberikan garis besar yang mendasar tentang alam sejak jaman kuno hingga modern. Alam pemikiran manusia akan menunjukkan bagaimana manusia berelasi dengan alam; sehingga secara garis besar manusia memiliki sikap relasi: 1) tunduk pada alam, 2) menaklukkan alam, dan 3) melakukan keseimbangan dengan alam.Kata kunci: alam pemikiran manusia, tunduk pada alam, menaklukkan alam, keseimbangan alam.
Performance Modeling of Kaligawe Road in Semarang Using Markov Chains Sulistyowati Sulistyowati; Soehartono Soehartono
Neo Teknika Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Neo Teknika Vol 5 No.1 Juni 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.536 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v5i1.1382

Abstract

here are two kinds of pavement performance modeling, deterministic and stochastic.Among the stochastic modeling, Markov Chains receives a considerable attention ( PerezAcebo et al. 2017 ). Modeling pavement performance using Markov Chains were aboutdeveloping Transition Probability Matrix (TPM) and present state vector. A model thencan be developed by multiplying these two factors. This paper aimed to model pavementperformance of a rigid pavement road. The object was Kaligawe road. Kaligawe road is inthe northern part of the city of Semarang. It is a 6 km long and 15 meter wide road,divided into two lanes. There were two pavement performance models in this paper; thefirst one compared the real IRI data and the predicted one. The second model predictedIRI values using July’17 IRI data for the next two cycle times. The first model suggested anew IRI data should be used if there was a Maintenance and Rehabilitation work (MRwork) before. The second model showed that the accuracy of the prediction was not reach100%, it can be seen from the gap between the real total number of no MR work sectionand the predicted one.Keywords :PavementPerformanceModeling; RigidPavement; MarkovChains
PERANCANGAN SISTEM BASISDATA ERP (ENTREPRISE RESOURCE PLANNING) PENDIDIKAN TINGGI DENGAN METODE SOA (SERVICES ORIENTED ARCHITECTURE) Anief Rufiyanto
Neo Teknika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.053 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v1i2.547

Abstract

ERP system for higher education is a software in order to accommodate the resource needs in an educational institution. ERP (entreprise resource planning) is an information system companies that designed to coordinate all resource, information and activities that need for complete business process. ERP system based in database, at general and software plan modular. Primal condition from ERP system is integration. Integration, it’s mean to unite various need in one software in one logical database. Database as base application, built consideringly base SOA (service oriented architecture). SOA be software planning that designed in such a manner, up to there flexible moment development phase system and or integration process, where prepare loosely-integrated suit of services that at use in various business domain. The system assesses the development of the utilization of existing resources in an educational institution. Because after all educational institutions should have policies not only make a profit as an economic enterprise. Implemented starting from the data of teachers, students, subject matter to, evaluation of students' learning, including the annual report. Design and implementation of system 3 components, namely: People (human resources and student), Process (interaction of the learning process and the system) and Product (learning content, output).Keywords: higher education, ERP, database, SOA
PENGELOLAAN PRODUKSI AIR BERSIH PDAB TIRTA UTAMA UNIT BREGAS (BREBES, TEGAL, SLAWI) Yustika Kusumawardani
Neo Teknika Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Neo Teknika Vol 1 No.2 Juni 2016
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.119 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v2i1.887

Abstract

Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik dapat menyebabkan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik. PDAB Tirta Utama bertanggung jawab mendistribusikan air bersih ke masing PDAM yang telah melakukan kerjasama. Untuk menjaga ketersediaan pasokan air tersebut maka PDAB Tirta Utama Jateng selalu menjaga kualitas air besih, kebutuhan air, serta perawatan terhadap jaringan distribusi mulai dari sumber mata air sampai ke batas wilayah pendistribusian yang telah ditentukan. Dari hasil kajian yang telah dilakukan pengelolaan produksi air bersih di PDAB Tirta Utama Unit BREGAS meliputi tiga tahap yakni: Penangkapan dari mata air, Pengolahan air dan Pendistribusian air. Penyaluran air dibagi menjadi dua yaitu Jaringan Eksisting menuju reservoir Lebaksiu dengan daya tampung air 1500 m3 dan Jaringan Bregas II yang dialirkan ke reservoir Yamansari dengan daya tampung air 2500 m3. Pengolahan air dilakukan di reservoir dengan pembubukan kaporit kadar 90 % menggunakan sistem injeksi klorinasi. Pengujian kualitas air hasil pemeriksaan total koloni dan total coliform di beberapa daerah lokasi sampel didapatkan memenuhi standart kesehatan. Pengelolaan produksi air sudah dilakukan dengan baik dan telah dilakukan upaya preventif maupun rehabilitasi dalam menanggulangi kerusakan jaringan pipa.Kata kunci : pengelolaan produksi air bersih, PDAB Tirta Utama Bergas
PENYISIHAN LOGAM CU (II) DARI LARUTAN DENGAN FLY ASH BATU BARA Lita Darmayanti; Suprihanto Notodarmodjo; Enri Damanhuri Enri Damanhuri
Neo Teknika Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Neo Teknika Vol 4 No.1 Juni 2018
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.119 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v4i1.1064

Abstract

Banyak polutan yang dilepaskan ke lingkungan dari berbagai operasi industri setiap harinya dan ini bisa dimanfaatkan secara kontinu untuk mencari adsorben baru. Salah satu limbah industri yang dihasilkan dalam jumlah banyak adalah fly ash yang merupakan limbah pembakaran batu bara. Fly ash merupakan bahan antropogenik yang kaya dengan alumina dan silika yang berpotensi untuk dijadikan adsorben logam berat. Penelitian adsorpsi untuk menyisihkan ion Cu (II) dilakukan secara batch dengan menggunakan fly ash yang didapat dari pembangkit listrik tenaga uap. Adsorpsi dipelajari sebagai fungsi pH larutan dan waktu kontak. Kinetika menunjukkan sorpsi mengikuti model pseudo second-order. Isoterm adsorpsi ion Cu (II) mengikuti persamaan Langmuir dengan baik. Kapasitas adsorpsi maksimum mencapai 10,9 mg ion Cu/g fly ash. Jumlah adsorben yang dibutuhkan untuk penyisihan maksimum ion Cu (II) adalah 10 g/L dengan efisiensi penyisihan 93,9%. Hasil penelitian menunjukkan fly ash dapat digunakan sebagai adsorben yang murah dan efektif untuk menyisihkan ion Cu (II) dalam larutan.Kata kunci: adsorpsi; fly ash; ion Cu; isoterm; kinetika

Page 4 of 13 | Total Record : 128