cover
Contact Name
Abdul Rohman
Contact Email
abdulrohman15@gmail.com
Phone
+628561717901
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Banjarsari Barat No. 1 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Neo Teknika: Jurnal Ilmiah Teknologi
Published by Universitas Pandanaran
ISSN : 24426504     EISSN : 25027662     DOI : -
Jurnal Neo Teknika merupakan salah satu Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Pandanaran secara berkala. Kami mengundang para cendikiawan, akademisi, peneliti, praktisi dan profesional untuk memberikan sedekah pemikirannya melalui paper atau makalah yang dapat dikirimkan. Dalam Jurnal Neo Teknika membuka kesempatan kaum akademisi dan non-akademisi (praktisi) untuk menuangkan pemikirannya untuk meperkaya khasanah ilmu pengetahuan, khususnya yang berhubungan dengan Teknik. Kami berfokus pada penelitian yang berhubungan dengan berbagai disiplin ilmu yang masih memiliki pertalian atau ikatan dengan dunia Teknik.
Articles 128 Documents
“RENCANA STRATEGI BENDUNG KARET BERISI AIR SEBAGAI INOVASI TEPAT GUNA DALAM PENANGGULANGAN BANJIR DAN ROB“ Fatchur Roehman
Neo Teknika Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Neo Teknika Vol 5 No.1 Juni 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.579 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v5i1.1377

Abstract

Di Indonesia banyak terdapat sumberdaya air, tentu saja tidak mudah untukmengolah sumberdaya tersebut, misalnya masalah banjir dan rob di Kota Semarang,ketika musim hujan air disungai tidak dapat mengalir ke laut karena air pasang / robyang masuk melalui muara sungai, sehingga meyebabkan banjir.Perumusan masalah dalam penelitian ini memahami bagaimana efektivitas bendungkaret isi air dari aspek hidrolik, karakteristik material bendung serta analisis stabilitasterhadap model numerik.Maksud dan tujuan penelitian adalah menganalisa efektivitas hidrolik bendung karet isiair dalam stabiltas menahan beban aliran, menganalisis karakteristik material sehinggadidapatkan material bendung yang baik.Metode yang digunakan dengan beberapa variasi simulasi model telah dilakukan untukmencari korelasi antara elevasi permukaan air di hulu dari (10 cm sampai dengan 40cm) dan simulasi elevasi dihilir (1cm sampai 4 cm) variabel yang dikaji diantaranyabeban sendiri bendung, tekanan lumpur, gempa, hidrostatis harapannya dihasilkansemakin tinggi safety faktor yang terjadi maka akan kuat bendung menahan terhadapgaya guling.Hasil sementara uji laboratorium yang diperoleh pada elevasi dihulu 40 cm dan di hilir25 cm maka didapatkan berat bendung sendiri yang mampu menahan gaya dari hulu0,155 (Ton.Meter), gaya hidrostatis 0,084 (Ton.Meter) sehingga bendung dengan beratsendiri mampu menahan gaya stabilitas dan mampu menahan gaya guling sehinggabendung tidak bergeser.Kata kunci: bendung karet isi air, inovasi, penanggulangan banjir dan rob
Pengaruh Laju Alir dan Konsentrasi Gas CO2 Terhadap Produksi Biomassa Oleh Mikroalga Chlamydomonas sp Rufaida Nur Rostika
Neo Teknika Vol 1, No 1 (2015): Vol 1 No 1 Juni 2015
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.386 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v1i1.353

Abstract

Mikroalga Chlamydomonas sp memiliki potensi dalam membiofiksasi CO2 dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan tambahan. Perlakuan variasi laju alir dan konsentrasi gas CO2 pada kultur Chlamydomonas sp menunjukkan hasil akhir produksi biomassa dan laju biofiksasi CO2 yang berbeda. Produksi biomassa pada konsentrasi gas CO2 40% volume menghasilkan 5,685 gr/dm3, sedangkan pada konsentrasi gas CO2 10% volume menghasilkan 4,892 gr/dm3. Penyerapan gas CO2 oleh mikroalga paling besar terjadi pada konsentrasi 40% volume yaitu sebesar 12,09%. Laju pertumbuhan dan produktivitas mikroalga cenderung naik pada konsentrasi CO2 10% volume dan 20% volume namun mulai konstan pada konsentrasi CO2 30% volume dan 40% volume. Perlakuan penelitian terhadap Chlamydomonas sp dilakukan pada reaktor buble coloumn dan tubular dengan 6 liter medium kultur pada suhu 28oC dan tekanan atmosferik.Kata kunci : Mikroalga, chlamydomonas sp, biofiksasi CO2, biogas
KOMPARASI METODE KLASIFIKASI DATA MINING UNTUK PREDIKSI PENYAKIT JANTUNG Abdul Rohman
Neo Teknika Vol 2, No 2 (2016): Jurnal NeoTeknika Vol 2 No 2 Desember 2016
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.901 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v2i2.766

Abstract

Dalam dunia kesehatan, penyakit jantung merupakan penyakit yang mendorong angka kematian yang cukup tinggi, sehingga banyak penelitian yang dilakukan sebelumnya untuk memprediksi penyakit jantung. Dalam penelitian ini dilakukan perbandingan metode data mining yaitu algoritma neural network, k-nearest neighbordan C4.5 yang diaplikasikan pada data pasien baik yang sehat dan sakit. Dari hasil pengujian dengan mengukur kinerja ketiga metode tersebut menggunakan cross validation, confusion matrix dan kurva ROC, diketahui bahwa neural network memiliki nilai akurasi yang paling tinggi yakni sebesar 86,06%, diikuti oleh metode algoritma C4.5 dengan nilai akurasi 82.92%, kemudian metode k-nearest neighbordengan akurasi 77,58%. Nilai AUC untuk metode neural network menunjukan nilai tertinggi yakni 0,913 dan yang terendah adalah metode C4.5 yaitu 0,857.Kata Kunci: data Mining, algoritma neural network, k-nearest neighbord dan C4.5
PENENTUAN ZONA PRIORITAS PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN METODE SKORING PEMBOBOTAN DI KECAMATAN MAMASA Widi Astuti; Yustika Kusumawardani
Neo Teknika Vol 3, No 1 (2017): Jurnal NeoTeknika Vol 3, No 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.817 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v3i1.1051

Abstract

Pengelolaan air limbah domestik di Kabupaten Mamasa saat ini belum menjadi perhatian masyarakat maupun pemerintah. Akibat dari belum adanya sistem IPAL maupun SPAL menyebabkan masyarakat membuang limbah masih tergabung dengan drainase dan sungai. Sistem sanitasi komunal menjadi salah satu alternatif pada lokasi-lokasi yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi atau pada kawasan kumuh. Penelitian ini memberikan gambaran tentangcara menentukan wilayah prioritas pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik di Kecamatan Mamasa. Penelitian ini dianalisis melalui Penentuan Zona Perencanaan dan Zona Prioritas melalui metode scoring atau pembobotan berdasarkan kriteria tertentu. Hasil analisis penilaian rata-rata skor penentuan zona perencanaan, Desa/Kelurahan Mamasa dan Osango memerlukan SPAL terpusat skala kawasan. Hasil perhitungan skoring Penentuan Wilayah Prioritas Kelurahan Mamasa masuk dalam zona B skor 270, dengan skor tertinggi sehingga menjadi usulan prioritas lokasi pembangunan SPAL skala kawasan.Kata kunci : Pengelolaan Air Limbah, Metode Skoring, Kecamatan Mamasa
PRASARANA KOTA DI JALAN KOLONEL ATMO PALEMBANG Sisca Novia Angrini
Neo Teknika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1494.189 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v1i2.554

Abstract

Jalan Kolonel Atmo termasuk salah satu jalan utama dalam kota Palembang. Selain jalan tersebut terletak di pusat kota, pada jalan tersebut pula terdapat kawasan komersial terbesar di kota Palembang. Sebagai jalan utama dan pusat komersial, tentu saja banyak permasalahan muncul di sepanjang koridor jalan, baik itu dari sisi aktivitas pengguna jalan, pemilik bangunan di sepanjang jalan, juga fasilitas-fasilitas prasarana jalan. Kemunculan PKL juga menambah permasalahan pada koridor ini. Jalan kolonel atmo dengan lebar 15 meter tidak cukup menampung laju pergerakan lalu lintas. Hal ini menyebabkan kemacetan dan sirkulasi kendaraan tidak lancar terutama pada jam-jam sibuk. Pemanfaatan bahu jalan sebagai tempat parkir membuat badan jalan menjadi sempit dan menghambat laju kendaraan. Signage lalu lintas terkadang tertutupi oleh signages komersil sehingga membuat bingung pengendara dan pengguna jalan yang lainnya.Dengan kondisi saat ini perlu adanya penataan kawasan jalan kolonel atmo. Baik prasarana jalan maupun kebijakan pemerintah yang mengatur jalur sirkulasi kendaraan dan parkir. PKL sebaiknya di alokasi atau di sediakan tempat yang dapat digunakan untuk berjualan di sepanjang jalan sekaligus mengandung nilai estetika. Dengan penanganan baik dari pemerintah dengan peraturan-peraturan yang berlaku juga kesadaran masyarakat sangat penting untuk menjaga stabilitas kawasan ini agar kegiatan perdagangan tetap berjalan dengan lancar.Kata Kunci: Prasarana Jalan Kolonel Atmo, prasarana kota.
PENGKAJIAN DAMPAK LINGKUNGAN TERHADAP AIR TANAH KOTA TANGERANG Sri Subekti; Sukaryo Sukaryo
Neo Teknika Vol 3, No 1 (2017): Jurnal NeoTeknika Vol 3, No 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.571 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v3i1.1046

Abstract

Perubahan lahan membawa dampak kepada perubahan sumberdaya air terutama air tanah. Air tanah merupakan penunjang utama disamping air permukaan dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih bagi penduduk Kota Tangerang. Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup bahwa setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai bagian dari hak asasi manusia. Kawasan Kota Tangerang yang banyak tertutupi oleh bangunan permukiman, gedung dan industri adalah di Kecamatan Cipondoh dengan luas 1,145.33 Ha dan Kecamatan Jatiuwung sebesar 361.86 Ha, kondisi ini tentunya akan berpengaruh terhadah air tanah di masa mendatang terutama air tanah dangkal karena daerah resapan yang semakin berkurang. Berdasarkan analisa permasalahan yang ada pada Kota Tangerang, perlu merencanakan penanganan lebih lanjut sebagai langkah perbaikan untuk konservasi atau pemeliharaan air tanah. Dan dari kondisi eksisting yang ada sekarang ini kita melakukan 3 tahap rencana tindakan yaitu tahap jangka pendek (perencanaan tahun 2017- 2024), tahap jangka menengah (perencanaan tahun 2024-2030), dan tahap jangka panjang (perencanaan tahun 2030-2037)Kata Kunci: Dampak Lingkungan, Air Tanah, Konservasi, Rencana Tindak
KARAKTER VISUAL KAWASAN WISATA BATIK TULIS LASEM KABUPATEN REMBANG Mutiawati Mandaka; Adi Sasmito; Taufiq Rizza Nuzuluddin
Neo Teknika Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Neo Teknika Vol 4 No.2 Desember 2018
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.084 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v4i2.1223

Abstract

Penelitian Karakter Visual Kawasan Wisata Batik Tulis Lasem Kabupaten Rembang bertujuan mencari komponen-komponen yang membentuk dan mempengaruhi karakter visual area kawasan wisata Batik Tulis Lasem dan untuk menemukan kaitan visual antara karakter visual beberapa area Batik Tulis Lasem yang ada di Kawasan Wisata Batik Lasem Kabupaten Rembang. Ada beberapa hal yang dikaji untuk melihat karakter visual kawasan yaitu komponen karakter fisik arsitektur yang meliputi: Karakter Bangunan: fasade Bangunan, skala ketinggian bangunan, langgam/gaya, material, tekstur, warna; Karakter Lingkungan: path, edge, node, landmark. Dan kemudian untuk melihat karakter visual kawasanjuga perlu mengkaji tentang karakter non fisik yang melatarbelakangi pembentukan fisik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mendapatkan kesimpulan bahwa karakter visual area Desa Wisata Batik Lasem pada Desa Babagan terlihat paling menonjol diantara tiga Desa lainnya. Permukiman Cina pada Desa Babagan terlihat sangat mendominasi area wisata Batik Tulis ini. Dan permukiman penduduk asli lainnya tersebar di tiga desa lainnya yaitu Karasgede, Karaskepoh dan Tuyuhan. Karakter visual pada desa wisata Batik Tulis ini terbentuk dari karakter fisik sebagai komponen utama dan ditunjang oleh keberadaan karakter non fisik sebagai komponen penunjang, dengan memperhatikan sejarah perkembangan Lasem. Karakter pada sequence area rumah mengalami pergeseran menyesuaikan dengan lokasi masing-masing desa. Pada Desa Babagan, karakter rumah tinggal yang bertahan ini merupakan karakter asli yang menjadi identitas kawasan. Da ri hal tersebut terlihat bahwa area permukiman Kawasan Desa Wisata Batik Lasem mempunyai karakter visual yangrelatif bertahan dan perlu dijaga keberadaannya, sehingga penting untuk menemukan jenis karakter visualnya agar dapat ditentukan cara menjaganya dan agar dapat memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan aspek atau komponen yang perlu dipertahankan dan komponen yang harus dikembangkan dalam revitalisasi kawasan Desa Wisata Kabupaten Rembang.Kata Kunci: Karakter Visual, Rumah Tinggal, Desa Wisata Batik Lasem
ASPEK KENYAMANAN PEJALAN KAKI TERHADAP IKLIM TROPIS DAN AKSESIBILITAS PEJALAN KAKI DI LAPANGAN KOTA SEBAGAI KAWASAN PEDESTRIAN (KAJIAN KAWASAN SIMPANG LIMA SEMARANG ) Esti Yulitriani Tisnaningtyas
Neo Teknika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v1i2.548

Abstract

Lapangan atau plaza area berfungsi sebagai tempat aktifitas manusia, sebagai ruang transisi untuk bergerak dari bangunan satu ke bangunan lain atau dari satu tempat ke tempat lain (Cliff, 1992), sebagai tempat interaksi sosial masyarakat kota dan lain-lain. Sebagai negara yang beriklim tropis, Indonesia memiliki dua musim yaitu musim kemarau dengan panas yang cukup terik serta curah hujan yang cukup tinggi di musim hujan. Sebagai kawasan pedestrian harus dapat mengakses seluruh kepentingan kegiatan masyarakat lewat moda berjalan kaki, termasuk yang berkaitan dengan iklim.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek kenyamanan berjalan kaki terhadap faktor iklim tropis dan aspek aksesibilitas pejalan kaki dalam bergerak di lapangan kota di Indonesia di kawasan pusat kota dalam hal ini Kawasan Simpang Lima Semarang.Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitiatif dengan pendekatan perilaku pejalan kaki. Data diambil dengan pendekatan beahvioral mapping yaitu person centered mapping dan place centerd mapping.Dari hasil penelitian, diperoleh belum diperoleh kenyamanan berjalan kaki terkait dengan perlindungan terhadap iklim tropis di Lapangan Pancasila maupun di ruang terbuka di sekelilingnya. Aksesibilitas pejalan kaki juga sangat kurang. Hal ini dipengaruhi lalu lintas yang cukup padat dan kencang, adanya PKL di trotoar, pagar dan fasilitas pejalan kaki yang digunakan untuk parkir dan kegiatan lainnya.Keyword : Pedestrian, kenyamanan, tropis
ISOLASI KURKUMIN DARI TEMU LAWAK DENGAN PROSES EKSTRAKSI MENGGUNAKAN PELARUT ALKOHOL 96 % Sukaryo Sukaryo
Neo Teknika Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Neo Teknika Vol 1 No.2 Juni 2016
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.371 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v2i1.888

Abstract

Temu lawak merupakan tanaman yang mudah di budidayakan di negara di Indonesia. Temu lawak banyak di gunakan sebagai bahan baku jamu dan minuman segar karena di percaya sebagai anti kolesterol, anti inflamasi, antioksidan, anemia, mencegah kanker, anti mikroba dan meningkatkan nafsu makan.Selain itu temu lawak mempunyai kandungan bahan kimia utama minyak atsiri dan kurkuminoid yang merupakan senyawa kimia berwarna kuning. Kurkumin merupakan zat yang berwarna kuning dalam suasana asam dan berwarna merah pada suasana basa. Kurkumin dari umbi temu lawak dapat diambil dengan cara di ekstraksi dan menggunakan pelarut dari ethanol 96 %. Volume pelarut dan jumlah sampel akan mempengaruhi kurkumin yang diperoleh. Berat sampel 40 gr dengan pelarut alkohol 100 ml di peroleh kurkumin sebesar 0,3198 gr . Sedangkan volume pelarut 200 ml diperoleh kurkumin sebesar 0,4273 gr. Perbandingan kurkumin yang di hasilkan antara volume pelarut 100 ml dengan 200 ml adalah 0,3198 gr : 0,4273 gr. Jumlah pelarut akan mempengaruhi jumlah kurkumin yang terlarut.Kata kunci : Temu lawak, ekstraksi dan Kurkumin
PENGARUH LANSEKAP TERHADAP PERKEMBANGAN PERMUKIMAN DI KAWASAN KALISARI SEMARANG Arnis Rochma Harani; Anityas Dian Susanti; Hermin Werdiningsih
Neo Teknika Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Neo Teknika Vol 4 No.1 Juni 2018
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.182 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v4i1.1065

Abstract

Menurut Forman Godron (1986) lansekap adalah suatu lahan heterogen dengan luasan tertentu yang terdiri dari kumpulan ekosistem yang saling berinteraksi, kumpulan tersebut dapat ditemukan secara berulang dalam suatu wilayah dengan bentuk yang sama. Sedangkan pengertian lain menyatakan lansekap adalah penafsiran visual atas susunan tanah (wikipedia). Semarang merupakan kota yang memiliki lansekap yang sangat menarik. Wilayah kota Semarang bertansis membuat beberapa wilayah memiliki perbedaan kondisi lansekap. Ada yang berkontur tajam, ada yang pada wilayah datar dan ada yang terletak ditepi pantai. Salah satu wilayah yang berada pada posisi bertransis tajam adalah kawasan permukiman kalisari, selain itu lokasinya berada di tengah pusat kota Semarang. Sejak dahulu kala kawasan ini merupakan kawasan permukiman yang padat, semakin lama perkembangan permukiman diwilayah ini pesat. Pada kondisi lansekap yang sangat curam ini pasti memiliki pengaruh terhadap pola permukimannya, sehingga hal ini sangat menarik untuk diteliti. Metode yang akan digunakan adalah metode kualitatif deskriptif yang akan mengacu pada grand concept yang telah disusun. Teori lansekap dan permukiman menjadi acuan dalam pencarian data. Kepekaan peneliti untuk mencari data dilapangan menjadi sesuatu yang penting. Analisis terhadap temuan-temuan dilapangan diperlukan yang tajam, sehingga akan perpengaruh terhadap hasil. Dari pengaruh bentuk lansekap terhadap tata ruang permukiman yang ada didaerah Kalisari, diperoleh temuan berupa terdapat ruang bersama diantara perbedaan level lantai pada rumah tinggal masyarakat setempat, .dapat berupa teras rumah, dan ruang jemur. Sementara sirkulasi jalan merupakan tempat untuk bersosialisasi dan pusat kegiatan berada di masjid yang lokasinya ada ditengah-tengah permukiman.Keyword : Lansekap, Tata Ruang, Permukiman, Kalisari

Page 5 of 13 | Total Record : 128