cover
Contact Name
Abdul Rohman
Contact Email
abdulrohman15@gmail.com
Phone
+628561717901
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Banjarsari Barat No. 1 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Neo Teknika: Jurnal Ilmiah Teknologi
Published by Universitas Pandanaran
ISSN : 24426504     EISSN : 25027662     DOI : -
Jurnal Neo Teknika merupakan salah satu Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Pandanaran secara berkala. Kami mengundang para cendikiawan, akademisi, peneliti, praktisi dan profesional untuk memberikan sedekah pemikirannya melalui paper atau makalah yang dapat dikirimkan. Dalam Jurnal Neo Teknika membuka kesempatan kaum akademisi dan non-akademisi (praktisi) untuk menuangkan pemikirannya untuk meperkaya khasanah ilmu pengetahuan, khususnya yang berhubungan dengan Teknik. Kami berfokus pada penelitian yang berhubungan dengan berbagai disiplin ilmu yang masih memiliki pertalian atau ikatan dengan dunia Teknik.
Articles 128 Documents
PENGARUH ALAM PEMIKIRAN MITIS PADA LINGKUNGAN ALAM DAN PERMUKIMAN Paulus Hariyono; Veronica Wijayanti
Neo Teknika Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Neo Teknika Vol 5 No.1 Juni 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.557 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v5i1.1378

Abstract

Alam dan manusia memiliki hubungan yang erat, dengan pola-polatertentu. Dalam kurun waktu tertentu pola hubungan itu dapat berubah. Polahubungan itu dapat dilihat pada alam pemikiran manusia. Menurut Peeursen(1988) ada tiga alam pemikiran manusia, yaitu 1) Alam Pemikiran Mitis, 2)Alam Pemikiran Ontologis, dan 3) Alam Pemikiran Fungsionalisme. Masingmasing memiliki pengaruh pada pola pengelolaan alam. Makalah ini akanmembahas pengaruh alam pemikiran mitis manusia pada alam semesta.Manusia yang berpemikiran mitis biasanya banyak dijumpai pada masyarakatkuno. Masyarakat ini tunduk pada alam, karena alam selain menyediakanbahan pangan dan bahan sarana hidup, juga menyimpan kepercayaankepercayaan yang membuat mereka mengalami “ketegangan” dengan alam.Secara internal para anggota masyarakat memiliki rasa solidaritas yang tinggi,hubungannya erat. Keeratan hubungan sosial, kedekatan dengan alam, danteknologi tradisional yang dimiliki ini berpengaruh pada pemanfaatan potensialam sekitarnya pada tata ruang permukiman dan tata ruang rumah tinggal yangdekat dengan alam. Pola tata ruang permukiman dan rumah tinggal cenderungmengelompok dan sarat dengan unsur alam da bahan-bahan yang terkandung dialam. Secara keseluruhan mereka memiliki kehidupan yang bersifat natural,dekat dan tunduk dengan alam.Kata kunci: alam pemikiran mitis, tunduk pada alam, permukimanmengelompok.
PEMBUATAN KITOSAN DARI KULIT UDANG SEBAGAI BAHAN PENGAWET TAHU Shintawati Dyah P
Neo Teknika Vol 1, No 1 (2015): Vol 1 No 1 Juni 2015
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.312 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v1i1.354

Abstract

Maraknya penggunaan formalin dan borak pada bahan makanan dengan tujuan agar makanan lebih awet oleh pedagang yang tidak bertanggungjawab, membuat masyarakat menjadi resah. Bahan pangan yang sering ditambahkan formalin terutama untuk bahan makanan semi basah seperti tahu, mie, bakso, ikan, daging serta minyak/lemak . Produsen sering kali tidak tahu kalau penggunaan formalin sebagai bahan pengawet makanan tidaklah tepat karena bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan bagi konsumen yang memakannya. Beberapa penelitian terhadap tikus dan anjing menunjukkan bahwa pemberian formalin dalam dosis tertentu pada jangka panjang bisa mengakibatkan kanker saluran cerna. Penelitian lainnya menyebutkan peningkatan risiko kanker faring (tenggorokan), sinus dan cavum nasal (hidung) pada pekerja tekstil akibat paparan formalin melalui hirupan (Holipah,2010). Untuk itu perlu dikembangkan bahan pengawet yang aman bagi tubuh dan lingkungan, salah satunya kitosan. Khitosan banyak digunakan di berbagai industri. Salah satu penerapan khitosan yang penting dan dibutuhkan dewasa ini adalah sebagai pengawet bahan makanan pengganti formalin. Kualitas khitosan sering dinyatakan dengan besarnya nilai derajad deasetilasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektifnya kitosan sebagai bahan pengawet tahu. Proses deproteinisasi dengan larutan NaOH (3.5 % w/v) selama 2 jam pada suhu 65 oC dan proses demineralisasi dalam larutan HCl (1N) selama 30 menit pada suhu kamar. Proses deasetilasi dilakukan dengan memanaskan khitin dengan larutan NaOH 50%, pada suhu 70 oC selama 1 jam. Parameter respon adalah berapa lama mampu mengawetkan tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses deasetilasi khitin menjadi khitosan adalah pada konsentrasi NaOH 50% dan suhu 70oC selama 1 jam yang memberikan derajat deasetilasi sebesar 71,2%.. Total bakteri pada perendaman tahu selama 3 hari dalam larutan asam asetat ditambah chitosan, dalam larutan asam asetat saja 9,9. 105, sehingga bisa disimpulkan bahwa khitosan dapat menghambat pertumbuhan bakteri.Kata kunci: kulit udang, chitosan, derajat deasetilasi, pengawet tahu.
ANALISA PERPINDAHAN VERTIKAL PONDASI TOWER BTS DI DAERAH LERENG Arief Kusbiantoro; Widayat Amariansah
Neo Teknika Vol 2, No 2 (2016): Jurnal NeoTeknika Vol 2 No 2 Desember 2016
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.718 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v2i2.767

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin kompleksnya kebutuhan masyarakat,kebutuhan akan prasarana telekomunikasi pun semakin meningkat, terutama di daerah-daerah yangmemiliki potensi perkembangan ekonomi dan pusat-pusat pemerintahan. Adanya peningkatan kebutuhantelekomunikasi membuat perusahaan telekomunikasi meningkatkan pembangunan Base TransceiverStation (BTS) sebagai stasiun pemancar sinyal.Upaya peningkatan pembangunan BTS sebagai salah satu upaya peningkatan fasilitastelekomunikasi, ternyata mempunyai kendala terutama jika pembangunan BTS tersebut berada di daerahlereng dengan kondisi tanah dengan kapasitas dukung yang rendah serta letak tanah keras yang dalam.Penelitian meninjau struktur fondasi Base Transceiver Station (BTS) XL yang berlokasi di beberapalokasidi Jawa Tengah. Penelitian dititikberatkan pada analisis penurunantanah dasar denganmenggunakan metode elemen hingga.Parameter yg diambil pada penelitian ini dibatasi pada 2 jenis tanah (lanau dan lempung),ketinggian lereng dan jarak pondasi dari lereng. Tinggi lereng dan jarak pondasi mempengaruhi besarperpindahan vertikal. Semakin tinggi lereng dan semakin dekat jarak pondasi dengan lereng akanmemperbesar penurunan vertikal pondasi. Untuk jarak pondasi dan ketinggian lereng yang sama,perpindahan vertikal pada tanah lempung lebih besar dari yang terjadi pada tanah lanau.Kata kunci : pondasi tower, tinggi lereng, perpindahan vertikal
STUDI IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN K3 PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN NAYARA RESIDENCE BUKIT SEMARANG BARU Soehartono Soehartono; Widayat Amariyansah
Neo Teknika Vol 3, No 1 (2017): Jurnal NeoTeknika Vol 3, No 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.076 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v3i1.1052

Abstract

Penerapan prinsip K3 dimaksudkan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja dalam pelaksanaan konstruksi bangunan gedung. PT Karyadeka Alam Lestari sebagai kontraktor pembangunan Perumahan Naraya Residence (New Cluster) belum mengetahui sejauh mana pemahaman para pekerja dengan penerapan K3 tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Safety passport 7 Rules merupakan suatu pendekatan untuk menganalisis sistem keselamatan dan kesehatan kerja dari aspek pekerja dengan cara mengukur pemahaman pekerja (responden) dalam sistem keselamatan dan kesehatan dan kerja yang diterapkan oleh perusahaan. Penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja berdasarkan safety passport 7 rules pekerja (responden) pada rule 1,rule 2, rule 3, rule 4, rule 5 dan rule 7 dengan kategori baik, tetapi pada rule 6 dengan kategori buruk. Faktor yang menyebabkan program keselamatan dan kesehatan kerja menjadi terhambat pada rule 6 yaitu pekerja beranggapan keselamatan bersifat membatasi, keselamatan membutuhkan banyak uang dan keselamatan bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan.Kata kunci : Sistem Manajemen K3, Perumahan Nayara Residence, Safety Passport 7 Program
KOMPETENSI ARSITEK DALAM MENDUKUNG TERWUJUDNYA KOTA HIJAU Margareta Maria Sudarwani
Neo Teknika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.785 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v1i2.368

Abstract

Pembangunan wilayah perkotaan perlu memasukkan unsur lingkungan sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam pembangunan sumber daya alam dan lingkungan hidup sebagai suatu strategi Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development), bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan pembangunan dengan tetap menjaga kualitas sumber daya alam dan untuk mendayagunakan seluruh potensi sumber daya alam yang ada guna mencukupi kebutuhan pembangunan dan aktivitas kehidupan ekonomi masyarakat sebatas kemampuan dan daya tampungnya dalam kerangka pembangunan yang berwawasan lingkungan. Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai bagian dari penataan ruang kota perlu ditetapkan keberadaannya secara serius, direncanakan secara menyeluruh dan diperkuat dengan peraturan yang tegas untuk memperjelas status hukumnya. Dengan demikian pengembangan dan pengelolannya lebih terarah serta dapat menghindari perubahan fungsi Ruang Terbuka Hijau menjadi fungsi lainnya, dan mengupayakan terciptanya Kota Hijau sebagai bagian dari Ruang Terbuka Publik di kawasan perkotaan.Kajian ini bertujuan untuk meneliti seberapa besar capaian sasaran dan manfaat yang diperoleh dalam menambah besaran luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Semarang, serta bagaimana peran seorang Arsitek dalam mengimplementasikan komponen guna mendukung terciptanya Kota Hijau.Penelitian ini menggunakan Metode Rasionalistik berlandaskan pada cara berpikir rasionalisme, yang berasal dari pemahaman kemampuan intelektual dan dibangun atas kemampuan argumentasi secara logika, sehingga lebih ditekankan pada pemaknaan empiri (Sutrisno Hadi, 1984).Secara Kuantitas dan Kualitas, Sebaran dan Besaran Ruang Terbuka Hijau di wilayah Kota Semarang masih perlu ditingkatkan lagi karena masih sangat sulit untuk menyediakan luasan lahan yang cukup yang dapat dimanfaatkan sebagai Ruang Terbuka Hijau baru. Upaya untuk memanfaatkan lahan kosong, lahan kritis, sempadan sungai dan lahan bekas bongkaran bangunan publik merupakan salah satu upaya untuk menambah luasan RTH di Kawasan Perkotaan.Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, Ruang Terbuka Publik, Kota Hijau
SIRKULASI DAN PARKIR, ACTIVITY SUPPORT DI KAWASAN PETERONGAN SEMARANG (PENGGGAL JL. MT HARYONO MULAI PEREMPATAN LAMPER SARI SAMPAI PERTIGAAN SOMPOK) Taufiq Rizza Nuzuluddin
Neo Teknika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.548 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v1i2.555

Abstract

Penilitian Kawasan Peterongan pada penggal jalan MT Haryono mulai perempatan Lamper Sari sampai pertigaan Sompok bertujuan untuk mendapatkan pengaruh parkir dan activity support terhadap sirkulasi dan mencari optimalisasi koridor jalan tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah seberapa besar kemampuan sirkulasi yang dapat ditampung di koridor Jalan MT Haryono kawasan penelitian dan bagaimana pengaruh parkir dan activity support terhadap sirkulasi di koridor tersebut.Kajian teori tentang sirkulasi dan parkir, jalur pedestrian, figure ground dan linkage, path dan nodes dan teori tentang infrastruktur kota, rekayasa lalu lintas dan peraturan daerah perlu dilakukan untuk melihat sirkulasi di koridor kawasan penelitian. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, interview dan dokumentasi. Analisis datanya menggunakan metode kualitatif rasionalistik. Variabel pada penelitian ini adalah volume sirkulasi, parkir dan activity support (PKL, pasar, pertokoan, perkantoran).Hasil dari penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa koridor Jalan MT Haryono kawasan penelitian sudah tidak optimal dimanfaatkan untuk sirkulasi kendaraan. Derajat kejenuhan menunjukkan arus lalu lintas yang tidak stabil khususnya pada sore hari kerja. Faktor yang mempengaruhi kelancaran sirkulasi kendaraan adalah volume parkir yang melebihi kapasitasnya di lajur pinggir jalan terutama di sekitar depan Pasar Peterongan. Sedangkan faktor yang mempengaruhi kelancaran sirkulasi pejalan kaki adalah parkir dan PKL yang menempati pedestrian ways. Aktivitas PKL juga menempati lajur parkir pinggir jalan, sehingga mengurangi kapasitas ruang untuk parkir.Kata kunci: Sirkulasi, Parkir dan Activity Support
ANALISIS KOLOM BETON DENGAN BEBAN AKSIAL MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Arief Kusbiantoro; Widayat Amariansyah
Neo Teknika Vol 3, No 1 (2017): Jurnal NeoTeknika Vol 3, No 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.004 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v3i1.1047

Abstract

Kolom merupakan bagian yang sangat penting dalam sebuah strukur bangunan. Berdasarkan prinisp perencanaan “Strong column weak beam”, kolom sangat menentukan dalam stabilitas suatu bangunan. Pada tulisan ini dilakukan analisa teoritis menggunakan metode elemen hingga, ANSYS. Perkembangan program komputer di bidang teknik sipil semakin mempermudah dalam melakukan analisa. Salah satunya adalah ANSYS, sebuah program metode elemen yang sangat membantu dalam melakukan analisa terhadap suatu bahan sehingga bisa dianggap sebagai virtual laboratorium. ANSYS dapat digunakan untuk membantu melakukan simulasi dan menentukan dugaan awal sebelum melakukan percobaan sesungguhnya di laboratorium. Pada simulasi ini menggunakan kolom beton berbentuk silinder dengan diameter 20 cm dan tinggi 150 cm. Kolom mendapat beban aksial sentris sebesar 15000 N. Pada program elemen hingga, elemen dibagi menjadi bagian2-bagian yang kecil sehingga dari analisa akan diketahui hasil akhir berupa momen, gaya geser dan lendutan di tiap titik-titik sesuai dengan pembagian elemen nya ( meshing ). Lendutan terbesar 0,023583 mm di bagian atas kolom, sedangkan di dasar kolom tidak terjadi lendutan. Tegangan yang terbesar di dasar kolom bagian samping sebesar 0,52378 MPa, dan tegangan terkecil di dasar kolom bagian tengah sebesar 0,32789 Mpa.Kata kunci : kolom, metode elemen hingga, beban aksial
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KARAKTER KAWASAN CENTRAL BUSSINESS DISTRICT (CBD) AKIBAT PERKEMBANGAN SPRAWL Studi Kasus Kawasan Segitiga Pandanaran, Pemuda, Gajahmada Kota Semarang Anityas Dian Susanti; Bambang Setioko; Titien Woro Murtini
Neo Teknika Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Neo Teknika Vol 4 No.2 Desember 2018
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.851 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v4i2.1225

Abstract

Di kawasan Central Business District (CBD) Pandanaran, Pemuda, Gajahmada Kota Semarang telah berdiri bangunan hotel, bank, rental office, mall, dan berbagai tempat hiburan. Tingginya aktivitas bisnis di kawasan tersebut mempengaruhi tata ruang kawasan serta membentuk karakter tertentu yang menunjukkan aktivitas di dalamnya. Sehingga timbul permasalahan bahwa pembangunan fisik sudah tidak lagi melihat lingkungan sekitarnya, konfigurasi bangunan dan penampilan bangunan menjadi tidak menarik, ruang terbuka hijau menjadi berkurang serta lalu lintas dan parkir yang menjadi masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan postpositivistik rasionalistik. Metode penelitian dengan analisa faktor menggunakan software SPSS, dan disimpulkan dengan metode deskriptif kualitatif. Metode penelitian dengan tetap menggunakan paradigma kuantitatif dan metodologi kuantitatif statistik : empirik analitik, tetapi membuat grand concept agar data empirik tersebut dapat dimaknai dalam cakupannya yang lebih luas. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kawasan CBD yaitu Figure Ground Urban solid, Leapfrog Development, Linkage Visual, Figure Ground Urban Void, Place: estetika kota, Linkage struktural, Place, Linkage: kolektif . Adanya fenomena pertumbuhan yang melompat-lompat (Leapfrog Development) dalam 1 kawasan mempengaruhi linkage visualnya, sehingga membentuk pola garis, koridor dan sumbu yang unik.Kata kunci : Karakter Kawasan, Central Business District, Sprawl, Leapfrog Development
KESTABILAN DINDING PENAHAN BATU KALI PADA TANAH LUNAK Widayat Amariansah; Ummi Chasanah; Lintang Enggartiasto
Neo Teknika Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Neo Teknika Vol.3 No.2 Desember 2017
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.641 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v3i2.1390

Abstract

Lapisan tanah lunak di daerah pantai Tambak Lorok Semarang mengalami penurunan 4 cmper tahun dan kenaikan muka air laut 1 cm per tahun membutuhkan penimbunan tanah ketika akanmembuat bangunan baru di atasnya. Timbunan tanah ini memerlukan dinding penahan tanah atautalud dari pasangan batu kali agar timbunan tersebut tidak longsor sekaligus sebagai bataskepemilikan lahan. Talud yang dibuat harus stabil terhadap gaya vertikal, lateral, momen, dayadukung ijin tanah, gaya dalam dan penurunan tanah lunak yang bakal terjadi. Pada kondisi tertentupenambahan tiang pancang kayu dapat menambah kestabilan talud terutama terhadap efek penurunanstruktur talud.Kata kunci :Kestabilan, dinding penahan, tanah lunak
PENERAPAN ALGORITMA DECISION TREE ID3 UNTUK PREDIKSI KELULUSAN MAHASISWA JENJANG PENDIDIKAN D3 DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PANDANARAN Abdul Rohman; Anief Rufiyanto
Neo Teknika Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Neo Teknika Vol 5 No 2 Desember 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.751 KB) | DOI: 10.37760/neoteknika.v5i2.1391

Abstract

Data mahasiswa menjadi hal yang sangat penting untuk mengambil suatu keputusan, jika datatersebut dianalisa dengan menggunakan data mining. Setiap kumpulan dapat memberikan pengetahuanpenting yang menjadi informasi yang sangat berharga bagi perguruan tinggi. Pada perguruaan tinggi,suatu sistem informasi dapat digunakan untuk memperoleh informasi yang menunjang setiap padapengambilan suatu keputusan. Data mining dengan algoritma Decision Tree ID3 dapat digunakan untukmenyusun sistem yang mempunyai kemampuan melihat pola kelulusan mahasiswa.Banyak penelitian tentang penerapan data mining untuk memprediksi kelulusan mahasiswa denganmenggunakan algoritma Decision Tree, dengan data mahasiswa reguler dan mayoritas statusnya belumbekerja. Sedangkan dalam penelitian ini mahasiswa Universitas Pandanaran, memiliki data mahasiswakelas reguler dan mahasiswa kelas karyawan, dan kebanyakan statusnya sudah bekerja.Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu; (1) pengumpulan data mahasiswauniversitas pandanaran, (2) mengolah data awal mahasiswa (3) pengolahan data selanjutnyamahasiswa dengan menggunakan klasifikasi data mining algoritma Decision Tree ID3 (4)eksperimen dan pengujian algoritma (5) evaluasi dan validasi hasil (8) MenghasilkanPola/Model Kelulusan Mahasiswa yang dapat dimanfaatkan untuk sebuah keputusandiperguruan tinggi.Eksperimen dan pengujian algoritma Decision Tree ID3 terhadap data kelulusan mahasiswamenghasilkan nilai akurasi 73,19% dengan nilai AUC 0,806.Kata Kunci:Data Mining, Decision Tree, ID3, Mahasiswa

Page 6 of 13 | Total Record : 128