cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
(0351) 463208
Journal Mail Official
jpak.wina@gmail.com
Editorial Address
Jalan Soegijopranoto Tromol Pos 13 Madiun
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik
ISSN : 20850743     EISSN : 26557665     DOI : https://doi.org/10.34150/jpak
Journal of Catholic Religion Education (JPAK) is a scientific communication media intended to accommodate the results of research, study results, or scientific studies related to Catholic Religious Education as a form of contribution to STKIP Widya Yuwana for the development of Catholic Religious Education in general. Journal of Catholic Religion Education (JPAK) is published by the STKIP Research Institute Widya Yuwana. Publish twice a year (April and October).
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 4 (2012): April 2012" : 11 Documents clear
REMAJA: SUMBER DAYA INSANI MENYONGSONG KEMANDIRIAN BANGSA INDONESIA Jacobus Salesius Wibawa Singgih
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.74 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.155

Abstract

Enam puluh lima juta remaja di Indonesia dewasa ini merupakan “sumber daya insani”, penentu kemajuan bangsa dan negara Indonesia di masa mendatang. Persoalannya adalah bagaimana membuat para remaja itu memahami bahwa mereka adalah agen perubahan dan ditangan merekalah bangsa ini akan diwariskan? Satu-satunya jalan ialah menyadarkan para remaja bahwa mereka memiliki tanggung-jawab yang besar dalam membangun bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat atau ber”maksiat”. Penyadaran dilakukan melalui aktivitas-aktivitas ilmiah yang sangat penting bagi remaja untuk memperluas wawasan dan pengetahuanya yang sangat dibutuhkan dalam membangun bangsa. Dengan terciptanya budaya ilmiah di kalangan remaja merupakan titik tolak terciptanya generasi bangsa yang cerdas dan berilmu pengetahuan.
REMAJA DAN PENGHAYATAN EKARISTI: SUATU HABITUS BARU Ola Rongan Wilhelmus
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.942 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.156

Abstract

Pembaharuan liturgi akan memberi pengaruh yang bertahan lama kepada remaja dalam mengikuti perayaan Ekaristi jikalau para pemimpin Gereja dan petugas pastoral serta umat beriman itu sendiri secara terus menerus membawa remaja kepada Yesus dan InjilNya lewat pembinaan iman dan cara hidup komunitas Ekaristi yang berorientasi kepada Injil dan berakar dalam Yesus. Pembinaan iman dan cara hidup yang berakar pada Yesus dan berorientasi kepada Injil ini dapat melahirkan habitus baru dalam diri remaja yaitu perilaku hidup dimana kehidupan seorang remaja tidak lagi dituntun oleh keinginan atau kemauan sendiri melainkan oleh Yesus dan Injil. Hidup seperti ini pada gilirannya akan melahirkan sikap hidup remaja yang penuh kasih dan kebaikan, dan bukannya menjadi pokok persoalan dan kebencian.
REMAJA KATOLIK, GEREJA DAN EKARISTI Agustinus Supriyadi
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1688.187 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.157

Abstract

Di dalam Gereja, setiap anggota memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda. Perbedaan tugas dan fungsi tersebut merupakan kekayaan dan nilai terdalam darimisteri Gereja sebagai umat Allah. Remaja dengan segenap kekhasannya juga harus dilihat sebagai kekayaan dan bagian tak terpisahkan dari misteri komunio yang turut memperkaya kehidupan Gereja. Maka, Gereja selain harus memberi tempat kepada remaja dalam keseluruhan karya pastoralnya, berkewajiban pula untuk memberikan kekuatan dan kesegaran kepada remaja dengan memperkuat pondasi iman dan menyegarkannya dengan berbagai pelayanan sakramen, terutama Sakramen Ekaristi. Penghayatan Ekaristi yang benar menjadi dasar bagi penghayatan hidup menggereja sehingga setiap remaja yang merayakan Ekaristi semakin ekaristis dan eklesiologis.
PERAYAAN EKARISTI HARI MINGGU DI PAROKI DAN PERKEMBANGAN HIDUP ROHANI KAUM REMAJA: SEBUAH PELUANG Don Bosco Karnan Ardijanto
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1541.994 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.158

Abstract

Perayaan Ekaristi hari Minggu di paroki sering dipandang sebagai kegiatan yang bersifat rutinitas belaka. Maka Perayaan Ekaristi masih kui'ang mendapatkan perhatianyang seharusnya. Namun fakta menunjukkan bahwa umat masih tetap datang dan berkumpul menghadiri Perayaan Ekaristi hari Minggu. Ini membuktikan bahwa Perayaan Ekaristi hari Minggu masih mendapat tempat yang istimewa di hati umat beriman, termasuk remaja. Untuk itu para petugas pastoral, khususnya para imam, hendaknya memanfaatkan dengan baik berbagai peluang perayaan Ekaristi hari Minggu untuk membantu mengembangkan hidup rohani umat maupun hidup rohani remaja. Melakukan persiapan yang serius, mengembangkan kreatifitas, serta memanfaatkan berbagai kemungkinan penyesuaian yang dapat dilakukan dalam perayaan Ekaristi membantu terwujudnya pengembangan hidup rohani umat, terutamahidup rohani remaja.
STRATEGI MENJADIKAN REMAJA MUSIM SEMI BAGI MASYARAKAT, BANGSA DAN GEREJA Antonius Tse
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1216.086 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.159

Abstract

Dalam beberapa kasus, misalnya; pencurian, pembunuhan, perampokan, penyebaran, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, dsb, remaja tidak hanya menjadi korban melainkan telah berperan sebagai aktor intelektual. Menyikapi kondisi ini dibutuhkan strategi yang bermutu berupa upaya-upaya prefentif yang bersifat praktis di antaranya: menata pola pikir, membangun citra diri yang positif, memupuk kepercayaan diri, memekarkan semangat orang kudus, merancang visi hidup, membangun sinergi, dan dilandasi semangat kasih Kristus. Dengan strategi ini diharapkan remaja sebagai "musim semi" bagi masyarakat, bangsa dan Gereja dapat diselamatkan. Ekaristi kudus merupakan sumber kekuatan supranatural bagi Gereja untuk melakukan apapun yang baik dan berguna bagi remaja.
PROBLEM REMAJA DAN ABORSI DITINJAU DARI MORAL KATOLIK SERTA USAHA MEMAKNAI LITURGI UNTUK MENGURANGI PRAKTEK ABORSI DI TENGAH REMAJA KATOLIK Antonius Virdei Eresto Gaudiawan
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1634.714 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.160

Abstract

Indonesia termasuk salah satu negara di mana aborsi banyak terjadi. Dari 2,3 juta aborsi yang terjadi di Indonesia, 30 persennya dilakukan oleh remaja. Aborsi dikalangan remaja umumnya disebabkan oleh kehamilan yang tidak diingink:an, rendahnya pendidikan seksualitas dan moral seksual bagi remaja, tiadanya pendidikan dan konsientitasi tentang aborsi, dan budaya patriarkal yang masih kuat. Gereja Katolik dipanggil untuk bersama dengan berbagai pihak bekerja keras menekan lajunyapertumbuhan aborsi di kalangan remaja dengan mengembangkan pola pendidikan seksualitas dan moral seksual yang tepat, konsientisasi tentang aborsi dan prosesaborsi, usaha konsientisasi untuk masyarakat umum terhadap realitas kehamilan tak diinginkan, mengembangkan serta mempromosikan berbagai tempat yang bisa menampung para wanita yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan.
DOSA DAN RAHMAT SAKRAMEN PENGAKUAN -- DOSA BAGI REMAJA Robertus Joko Sulistyo
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.938 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.163

Abstract

Rahmat sakramen tobat berdayaguna untuk memulihkan kembali hidup remaja dan membuatnya menjadi anak Allah lagi setelah jatuh dalam dosa. Namun minimnya pemahaman remaja tentang hakikat sakramen tobat, kekayaan rahmat yang terkandung di dalamnya, maupun tata cara penerimaannya menyebabkan remaja enggan untuk menerima sakramen to bat. Di sini Gereja, terutama para petugas pastoral dipanggil untuk memberikan gambaran yang terang tentang kekayaan rahmat Allah dalam sakramen tobat sehingga remaja sadar dan giat untuk menimba rahmat Allah yang melimpah dalam sakramen tobat.
REMAJA DAN MASA DEPANNYA: SEBUAH UPAYA PASTORAL BAGI REMAJA Albert I Ketut Deni Wijaya
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.095 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.164

Abstract

Ketidakpastian tentang masa depannya menyebabkan remaja sering gelisah. Secara positifkegelisahan ini wajar karena remaja tidak memahami akan seperti apa masa depannya sehingga terdorong untuk menyiapkan diri sebaik mungkin. Namun apabila keadaan ini tidak disikapi secara tepat justru akan menyebabkan remaja putus asa dan jatuh terpuruk, bahkan teralienasi dari Gereja, lingkungan sekitar dan Tuhan. Gereja dipanggil untuk membantu remaja mempersiapkan masa depannya melalui pendampingan pastoral dengan tujuan memberi kemampuan dan kepercayaan diri pada remaja agar mampu mengatasi sendiri berbagai persoalan dan konflik yang dihadapi serta mempersiapkan masa depan remaja dan Gereja itu sendiri. Bentuk pendampingan yang paling riil adalah pendampingan melalui sakramen rekonsiliasi dan reksa pastoral remaja.
BELAJAR SEBAGAI AKTIVITAS REMAJA MEMPERSIAPKAN MASA DEPAN Agustinus Wisnu Dewantara
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1386.401 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.165

Abstract

Masa depan, cepat atau lambat niscaya akan menghampiri remaja. Karena itu remaja harus menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menyongsong masa depan. Belajar mempakan salah satu aktivitas yang perlu dikembangkan sejak dini oleh remaja sebagai bekal menghadapi masa depan. Selain sebagai bekal menghadapi masa depan, dengan belajar remaja semakin mengenal, mengimani dan hidup sesuai dengan kehendak Allah. Sebab, aktivitas belajar pada hakekatnya merupakan aktivitas pencarian kebenaran, hingga sampai kepada Kebenaran Tertinggi, yakni Allah sendiri. Melalui Ekaristi remaja benar-benarbersatu dengan Sang Kebenaran dan belajar memaknai peristiwa kekinian untuk meraih masa depan yang gemilang dalam terang iman.
PROBLEM REMAJA DAN PENILAIAN MORAL KATOLIK TENTANG SEX DI LUAR NIKAH Andreas Suparto
Bahasa Indonesia Vol 7 No 4 (2012): April 2012
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.287 KB) | DOI: 10.34150/jpak.v7i4.167

Abstract

Pengaruh perkembangan zaman sering menempatkan remaja pada posisi dilematis di mana di satu sisi mereka diharapkan menjadi generasi penerus, tetapi pada sisi lain mereka dihadapkan pada masalah rawannya pergaulan akibat arus perkembangan zaman tersebut. Minimnya pengetahuan tentang sex dan kurangnya keteladanan serta lemahnya pendampingan dari orang dewasa semakin memperparah situasi ini. Oleh karena itu peran serta berbagai pihak khususnya pihak Gereja Katolik sangat diperlukan dalam proses pendampingan dan pembentukan pribadi remaja yang bertanggungjawab dan bermoral baik. Melalui pendampingan yang baik diharapkan remaja senantiasa bertindak benar, termasuk dalam prilaku seksual.

Page 1 of 2 | Total Record : 11