cover
Contact Name
Yosep Ginting
Contact Email
josep@jurnalvow.sttwmi.ac.id
Phone
+6282114130502
Journal Mail Official
jurnalvow@gmail.com
Editorial Address
Jl. Babakan Madang No. 40, Kec. Babakan Madang, Sentul City, Bogor, Jawa Barat, Indonesia,
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama
ISSN : 25807900     EISSN : 26860198     DOI : https://doi.org/10.36972/jvow
Jurnal Voice Of Wesley, terbit Sejak tahun 2017, Mulai Volume 1 Nomer 1 Tahun 2017 Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun dibulan Mei dan November. Jurnal Voice of Wesley bertujuan untuk kemajuan dan kreatifitas karya tulis ilmiah melalui media penelitian dan pemikiran kritis analistis di bidang kajian musik dan Agama dan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan Agama yang di terbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia
Articles 122 Documents
KONSEP SESAMAKU MANUSIA DALAM LUKAS 10: 25-37 HORBANUS JOSUA SIMANJUNTAK
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 3, No 1 (2019): J.VoW Vol. 3 No. 1 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v3i1.38

Abstract

“Siapakah sesamaku manusia?” Pertanyaan seorang ahli Taurat ini dilatarbelakangi oleh adanya pemahamannya tentang “sesamanya manusia” yang hanya terbatas pada orang Yahudi saja. Pemahaman seperti ini akan cenderung membatasi perilaku untuk mengasihi orang lain di luar satu ikatan hubungan tertentu. Bahkan praktek hidup primordial seperti ini dapat merusak kesKata kunci kurang atuan dan persatuan bangsa. Karena itu, diperlukan suatu kajian eksegetis tentang konsep “sesamaku manusia” dalam Lukas 10: 25-37, supaya mendapatkan konsep yang benar tentang sesama manusia. Penulis injil Lukas menunjukkan, konsep “sesama manusia” yang harus dikasihi tidak dibatasi oleh ikatan apapun, bahkan musuh atau yang memusuhipun harus dikasihi, seperti mengasihi diri sendiri. Dengan demikian, diharapkan setiap orang untuk mengasihi sesamanya manusia, seperti dirinya sendiri. Hal ini akan berdampak terhadap harmonisasi hubungan dengan siapa saja, sehingga dapat menjaga keutuhan, kesatuan dan persatuan, seperti satu bangsa. 
MANAJEMEN MUTU PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN KONTEMPORER BAGI PENINGKATAN PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN DI ABAD XXI Stevri Indra Lumintang
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 2, No 2 (2019): J.VoW Vol. 2 No. 2 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v2i2.24

Abstract

The objective of this research was to analize deeply and objectively the contemporary management quality of some leaders and their leadership at religiousity higher educations in Indonesia for finding a model of quality improvement the higher education. This research was based upon the naturalistic paradigm with qualitative approach, and the said methodology was a phenomenologic method, by using Ishikawa Fishbone Diagram as a technical tool to improve the quality. The datas were colleted through participant observation using interview, and document study. The data analysis and interpretation indicate that: (1) The real problem is the weak management quality; (2) The weak management quality is caused by the weak leaders and leadership. This main factor influences other factors, just as all influence one and another; (3) The root of weak management quality is caused by the weak leader and leadership. The findings lead to the recommendation to practice quality improvement, and to apply the model of quality improvement, in order for it be one of the quality religiousity higher education in this 21st century.
PANDANGAN POSTMILENIALISME DAN SUMBANGSIHNYA BAGI PEMULIHAN KONDISI MENTAL ORANG KRISTEN PADA MASA PASCA PANDEMI COVID-19 Theodorus Miraji; Felicia Irawaty
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 4, No 2 (2021): J.VoW Vol 4. No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v4i2.86

Abstract

2020 is a tough year for humans due to the Covid-19 pandemic which has attacked all sides of human life. One of the most affected is the human mentality, and this mentality must be restored so that in the post-pandemic era, humans can be active and do everything as before. The church also has a duty to carry out this and the church has teachings that can be given to humans in general and Christians in particular as material for healing, one of which is eschatology which relates to the teachings of Postmillennialism. The method of this research is descriptive method with literature study techniques. Some of the characteristics of Postmillennial teachings are: First, Postmillennialists believe that what mankind is waiting for, namely the coming of God's reign, has actually started since the first coming of Jesus. Second, the 1000 year reign is led by Jesus through the church and Third, Postmillennialism believes in the central role of the gospel. From these characteristics, the Postmillennial Viewpoint can contribute to raising hope for the future and as material for Christian Counseling / Pastoral Assistance, contributing to encouraging churches to be actively involved in human life, Postmillennialism Views Encourage evangelism as a human need in the post-pandemic era
KEBIJAKAN DISKRIMINATIF DAN KEKERASAN AGAMA Binsar A Hutabarat
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 1, No 2 (2018): J.VoW Vol. 1 No. 2 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v1i2.14

Abstract

Artikel yang berjudul “Kebijakan Diskriminatif dan Kekerasan Agama” ini fokus memaparkan bagaimana kekerasan agama yang terjadi dalam relasi dengan pemerintah, dan bangkitnya agama-agama yang secara bersamaan diikuti bangkitnya radikalisme agama. Kemudian memaparkan mengenai rumusan kebijakan publik terkait agama di Indonesia serta relasinya dengan kekerasan yang dilakukan negara terhadap agama. Setelah itu mengukur kualitas kebijakan publik terkait agama di Indonesia berdasarkan kriteria kebebesan beragama. Temuan penelitian ini adalah bahwa kebijakan diskriminatif agama di Indonesia masih tetap dilestarikan, dan secara langsung dapat dikatakan, pemerintah terbukti melakukan kekerasan agama
KEPEMIMPINAN YESUS TELADAN PEMIMPIN MASA KINI Ibelala Gea
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 3, No 2 (2020): J.VoW Vol 3. No. 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v3i2.52

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan kepemimpinan manusia dengan kepemimpinan Yesus dan mengapa  kepemimpinan Yesus direkomendasikan sebagai teladan pemimpin masa kini. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menganalisis, membandingkan dan menyimpulkan pendapat dari sebanyak 31 referensi, yaitu 18 jurnal ilmiah, 11 buku, 1 prosiding dan 1 Alkitab LAI. Hasil penelitian menyimpulkan kepemimpinan manusia cenderung mengutamakan kemampuan lahiriah seperti: kompentensi sumber daya manusia, strategi marketing komunikasi, metoda, materi yang dikemas dalam kesalehan, kesantunan yang bersifat drama dengan motif self interest. Kepemimpinan manusia cenderung menjadi sumber masalah di mana para pemimpin kurang mengaklimatisasi diri, bersahabat dengan orang–orang tertentu. Sehingga terbentuk kelompok pro-kontra dalam satu institusi, angkuh, senang dilayani dari pada melayani. Sedangkan kepemimpinan Yesus tidak mengabaikan kemampuan lahiriah, tetapi lebih mengutamakan  kepemimpinan dari hati berdasarkan kasih yang tulus ikhlas, tidak membedakan siapapun, musuh dikasihi dan dituntun-Nya kepada kebenaran. Yesus sebagai hamba, melayani dan bukan dilayani, bukan pencitraan. Dia bertindak sebagai gembala, tidak membiarkan seorang pun binasa, hadir di tengah-tengah  mereka yang menderita dan termarjinalkan. Seluruh kepemimpinan-Nya dan keputusan-Nya berdasarkan kehendak Allah, tidak mengorbankan siapapun. Kepemimpinan manusia cenderung tidak berintegritas, sedangkan Yesus mengutamakan integritas, hidup dalam kejujuran yang sempurna. Yesus mengajarkan bahwa “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat” (Mat.5:37). Kepemimpinan Yesus relevan sebagai teladan bagi pemimpin masa kini.
Pernikahan Lintas Iman Dalam Konteks Masyarakat Majemuk Robert Patannang Borrong
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 1, No 1 (2017): J.VoW Vol. 1 No. 1 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v1i1.3

Abstract

meninjau persoalan perkawinan campur beda agama yang diistilahkan perkawinan lintas iman, dalam konteks Negara majemuk, terutama dari sudut pandang etika/moral yang dikaitkan dengan sudut pandang hukum dan teologi. Dengan sengaja menggunakan istilah perkawinan lintas iman karena iman adalah sesuatu yang mencerminkan hubungan seseorang dengan Tuhan, apapun agamanya, sedangkan agama adalah institusi yang memfasilitasi iman. Orang yang mau menikah dengan orang yang berbeda agama tetapi suka mempertahankan agama masing-masing seharusnya dilandaskan pada keyakinan iman dan bukan sekedar agama
KEPEMIMPINAN DALAM GEREJA SEBAGAI PELAYANAN Robert P. Borrong
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 2, No 2 (2019): J.VoW Vol. 2 No. 2 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v2i2.29

Abstract

Kepemimpinan dalam gereja bukanlah pelaksanaan kekuasaan atau otoritas manusia melainkan suatu kegiatan pelayanan. Pelayanan yang ditujukan kepada Yesus Kristus, Pemilik dan Kepala Gereja. Gereja ada karena panggilan untuk mewartakan Kerajaan Allah di dunia. Oleh sebab itu kepemimpinan tidak terutama berkenaan dengan penataan organisasi gereja tetapi berkenaan dengan penataan pelayanan gereja kepada Tuhan dan bagi dunia. Kepemimpinan gereja tidak bertujuan membuat organisasi gereja dengan baik, tetapi menata organisasi gereja dengan baik supaya pelayanan dan kesaksian kepada dunia berjalan dengan baik.Pemimpin-pemimpin dalam gereja adalah pelayan-pelayan yang bekerja dengan sukacita dan sukarela karena adanya panggilan dari Tuhan bagi mereka untuk mengambil bagian dalam karya Yesus Kristus di dunia yaitu memberitakan keeselamatan yang telah diberikan kepada dunia oleh dan melalui pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib. Oleh sebab kepemimpinan adalah panggilan, maka kepemimpinan dijalankan dengan sukarela dan sukacita. Itulah hakekat kepemimpinan sebagai pelayanan gereja. Menjadi pemimpin yang melayani berarti menjadi pemimpin yang memberikan dirinya untuk mengabdi kepada Tuhan, bukan kepada manusia
PEDAGOGI HATI: MODEL PAK SEBAGAI PENDIDIKAN POLITIK BAGI WARGA GEREJA DI INDONESIA Oditha R. Hutabarat
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 2, No 1 (2018): J.VoW Vol. 2 No. 1 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v2i1.19

Abstract

Artikel ini berisi kajian tentang pedagogi hati ( istilah ini yang dikemukakan tokoh pendidikan Amerika latin secara khusus Paulo Freire berbicara tentang Brazil)1 dan relevansinya sebagai salah satu model Pendidikan Agama kristen (PAK) bagi warga gereja di Indonesia. Pedagogi hati adalah sebuah model pendidikan politik yang berpusat pada hati nurani. Relevansinya karena suasana dan kondisi pada saat itu ketika Freire menemukan pendapatnya tentang pedagogi hati menurut penulis ada kemiripan dengan suasana dan kondisi perpolitikan di Indonesia sekarang yang disebut sebagai tahun politik.Isu-isu kemiskinan, ketidakadilan, ekonomi yang tidak bertumbuh,multi partai, perkembangan teknologi, arus globalisasi menjadi ciri kondisi Brazil menjadi pergumulan Freire, sehingga kemudiani melahirkan pedagogi hati. Kondisi yang dialami Freire ada kemiripan dengan Indonesia sekarang bahakan dengan kondisi dunia. Freire berpendapat bahwa masyarakat Amerika Latin dan Tengah khususnya brazil memerlukan proses konsientisasi (penyadaran) akan realitanya sehingga kemudian dapat mengubah keadaannya melalui pedagogi hati, kemudian dapat berpartisipasi aktif secara demokratis membangun masyarakat dan bangsanya dalam berbagai sektor kehidupan.PAK sebagai bagian tugas Gereja menjadi media berteologi agar mendidik warga Gereja dalam kondisi dan situasi apapun termasuk kondisi Indonesia dalam tahun politik. Pengembangan pedagogi hati atau dalam istilah PAK pengembangan seutuhnya manusia khususnya ranah afektifnya sangat penting karena PAK berdasar pada Alkitab yang berisi tentang kesaksian dan pengenalan serta pertumbuhan iman warga Gereja pada Tuhan Yesus Kristus.
LAGU HIMNE KARYA CHARLES WESLEY DAN RELEVANSINYA BAGI PENGINJILAN MASA KINI Kezia Inriyani Pobuti; Rohani Siahaan
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 4, No 1 (2020): J.VoW Vol 4. No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v4i1.60

Abstract

Penulisan karya ilmiah ini dilatar belakangi dengan sebuah tujuan untuk melihat lagu hymn karya Charles Wesley memiliki relevansi di dalam sebuah penginjilan, yang dilakukan oleh Wesley bersaudara. Wesley bersaudara merupakan salah satu tokoh gerejawi yang mempunyai peran besar dalam berkembangnya pelayanan penginjilan di Inggris. Masing-masing diantara Wesley bersaudara mempunyai peran tersendiri ketika menjalankan pelayanan. John Wesley terkenal dengan khotbahnya yang membangun dan displin dalam iman kepada Yesus Kristus, sedangkan Charles Wesley terkenal dengan kemampuannya dalam menulis lirik lagu.  Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif. Dan untuk melakukan metode penelitian tersebut hal yang akan dilakukan, yaitu: Pertama, pengambilan dan pengumpulan data melalui buku, jurnal, dan skripsi online yang berkaitan dengan judul yang dibahas dalam karya tulis ini. Kedua, observasi lagu-lagu ciptaan Charles Wesley. Dalam karya ilmiah ini, penulis mencoba untuk membuktikan bahwa lagu hymn karya Charles Wesley mempunyai relevansi di dalam penginjilan Wesley bersaudara berperan sejauh mana nyanyian yang diciptakan oleh Charles Wesley, mendukung khotbah dari John Wesley, dan pelayanan penginjilan yang dikerjakan menghasilkan makna baru. Setiap syair mengandung makna yang mendalam dalam menggugah hati jemaat, sehingga lewat nyanyian mampu membuat jemaat bertobat, dan mengalami peneguhan iman di dalam Yesus kristus.The writing of this scientific work was motivated to see the role of a song in evangelism, carried out by the Wesley brothers. The Wesley brothers were one of the ecclesiastical figures who had a large role in developing evangelistic services in England. Each of the Wesley brothers has its role when running services. John Wesley is famous for his constructive preaching and discipline in faith in Jesus Christ, while Charles Wesley is famous for writing song lyrics. The research method used in writing this thesis is to use qualitative methods. And to do the research method, the things that will be done are: First, data collection and collection through books, journals, and online thesis related to the title discussed in this paper. Second, observation of songs by Charles Wesley. In this scientific work, the author tries to prove that the role of singing in the Wesley evangelization of brothers plays the extent to which the song was created by Charles Wesley, supporting John Wesley’s sermon. Each poem contains a profound meaning in moving the congregation's hearts so that singing can make the church repent and experience the confirmation of faith in Jesus Christ.
PERAN PEMIMPIN GEREJA TERHADAP AKSI KEKERASAN Dr.Heryanto M.Th., D.Th
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 1, No 2 (2018): J.VoW Vol. 1 No. 2 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v1i2.10

Abstract

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil. Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati dan menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Menciptakan dan menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia. Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi dibanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik. Namun terkadang tidak terelakkan dengan timbulnya masalah kekerasan selalu menarik dan menuntut perhatian yang sungguh serius dari waktu ke waktu. Terlebih lagi, berdasarkan asumsi umum serta beberapa hasil pengamatan dan penelitian berbagai pihak terdapat kecenderungan perkembangan peningkatan dari bentuk dan jenis tindak kekerasan tertentu baik secara kualitas maupun kuantitasnya khususnya terhadap pelayanan ibadah dalam gereja. Untuk itu, perlu dibangun satu persepsi yang holistik prihal kekerasan secara umum beserta faktor dan penyebab timbulnya kekerasan untuk memberikan sebuah worldview bagi pemimpin gereja masa kini dalam mengambil langkah-langkah strategis yang menguntungkan semua pihak dalam mengwujudkan kedamaian dan kesejahteraan. Selanjutnya, berbicara tentang konsep dan pengertian tindak kekerasan itu sendiri, masih terdapat kesulitan dalam memberikan definisi yang tegas karena masih terdapat keterbatasan pengertian yang disetujui secara umum sebab kekerasan juga memiliki arti yang berbeda-beda berdasarkan pendapat para ahli dan para sarjana yang berbeda

Page 6 of 13 | Total Record : 122