cover
Contact Name
Yosep Ginting
Contact Email
josep@jurnalvow.sttwmi.ac.id
Phone
+6282114130502
Journal Mail Official
jurnalvow@gmail.com
Editorial Address
Jl. Babakan Madang No. 40, Kec. Babakan Madang, Sentul City, Bogor, Jawa Barat, Indonesia,
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama
ISSN : 25807900     EISSN : 26860198     DOI : https://doi.org/10.36972/jvow
Jurnal Voice Of Wesley, terbit Sejak tahun 2017, Mulai Volume 1 Nomer 1 Tahun 2017 Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun dibulan Mei dan November. Jurnal Voice of Wesley bertujuan untuk kemajuan dan kreatifitas karya tulis ilmiah melalui media penelitian dan pemikiran kritis analistis di bidang kajian musik dan Agama dan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan Agama yang di terbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia
Articles 122 Documents
KESELAMATAN UNIVERSALISME VERSUS SOTERIOLOGI KRISTEN DALAM PERSPEKTIF ALKITAB Altin Sihombing
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 3, No 2 (2020): J.VoW Vol 3. No. 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v3i2.46

Abstract

Banyak paham tentang keselamatan yang berkembang di kalangan kekristenan yang pada umumnya betumpu pada Tuhan Yesus sebagai jalan keselamatan. Namun, paham universalisme adalah menyimpang dari Alkitab dan menyesatkan banyak orang. Karena itu, penulis tergerak untuk menulis Keselamatan Universalisme Versus Soteriologi Kristen Dalam Persfektif Alkitab. Melalui tulisan ini, penulis ingin mengkritisasi paham universalisme berdasarkan Alkitab sehingga dapat menemukan pemahaman yang sejati tentang keselamatan berdasarkan Alkitab. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa paham universlisme bertentangan dengan Alkitab karena meyakini bahwa pada akhirnya semua manusia akan selamat. Namun berdasarkan Alkitab dikethui bahwa ada manusia yang beroleh selamat dan ada juga yang binasa atau dihukum ; Paham univeraslisme juga meyakini bahwa karena kasih karunia Allah maka semua manusia akan diselamatkan. Namun berdasarkan Alkitab dapat diketahui bahwa kasih Allah akan manusia di dunia ini sehingga telah mangaruniakan  Anak-Nya yang tunggal. Begitu Tuhan Yesus mati di atas kayu salib, maka ada titik peralihan – hanya orang yang percaya yang beroleh selamat, sementara yang tidak percaya Tuhan Yesus akan binasa selama-lamanya ; Selain itu, paham universlisme juga meyakini bahwa manusia dapat menyelamatkan dirinya melalui perbuatan baik. Tetapi Alkitab mengajarkan bahwa manusia diselamatkan karena kasih karunia Allah dan karena iman kepad Tuhan Yesus. Perbuatan baik manusia tidak ampu untuik menyelamatkan manusia.
KRISTALISASI KEPEMIMPINAN BARNABAS DALAM KONTEKS RAKYAT INDONESIA MEMILIH PEMIMPIN PADA PEMILU 2019 Adolf Bastian Simamora
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 2, No 2 (2019): J.VoW Vol. 2 No. 2 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v2i2.26

Abstract

Pesta demokrasi pada Pemilu April 2019 sudah semakin mendekat. Fokus dan topik dalam pemilu bukan saja bagaimana agar sukses terlaksana, namun yang sangat penting adalah apakah dan bagaimana rakyat mengetahui dan memahami siapa calon pemimpin yang akan mereka pilih. Tulisan ini mendeskripsikan kristalisasi kepemimpinan Barnabas dalam konteks rakyat Indonesia akan memilih pemimpin pada Pemilu April 2019 ini. Pemilu ini akan dilaksanakan secara serentak di seluruh negeri Indonesia. Momen ini sangat penting sebab akan menentukan bagaimana masa depan bangsa Indonesia. Sebab rakyat akan memilih siapa yang menjadi presiden dan wakil presiden untuk lima tahun ke depan. Selain itu, rakyat juga akan memilih para anggota DPR, anggota DPD, anggota DPRD untuk masa periode lima tahun mendatang. Pemilu 2019 ini dilakasanakan secara serempak di seluruh negeri Indonesia. Oleh karena itu, melalui tulisan ini penulis akan mendeskripsikan suatu solusi terhadap persoalan tentang bagaimana kriteria pemimpin yang berkualitas. Pada Bab 1, Pendahuluan mendeskripsikan Pemilu, dan masalah kepemimpinan serta harapan masyarakat terhadap pemimpin mereka yaitu presiden dan wakil presiden, anggota DPR, DPD, dan DPRD . Bab 2, Pembahasan tentang kristalisasi kepemimpinan Barnabas bersumber dari kajian eksegesis teks Kisah Para Rasul 4 : 36-37 ;11:19-30. Bab 3, relevansi dalam konteks rakyat Indonesia memilih pemimpin pada pemilu 2019. Apa dan bagaimana rakyat Indonesia memilih atau mencari pemimpin yang baik, amanah, taqwa yang memiliki integritas dan kompetensi yang dapat dipercaya dan diandalkan oleh rakyat Indonesia. Bab 4, penutup yang mendeskripsikan kesimpulan dan saran, dimana penulis menyimpulkan bahwa kepemimpinan Barnabas patut menjadi model dan pendekatan kepemimpinan dalam konteks rakyat Indonesia memilih pemimpinnya untuk masa lima tahun ke depan pada Pemilu 2019 ini.
POLITIK MENURUT ALKITAB DAN IMPLIKASINYA BAGI PERAN GEREJA DALAM PUSARAN POLITIK DI INDONESIA Adolf Bastian Simamora
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 2, No 1 (2018): J.VoW Vol. 2 No. 1 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v2i1.16

Abstract

Saat ini warga Indonesia disibukkan dengan kegiatan politik yakni berhubungan dengan Pemilihan Legislatif ditingkat dua, satu dan pusat secara serempak dan juga pemilihan Presiden dan wakil Presiden pada tahun 2019. Berita ini dimuat dalam media sosial, surat kabar maupun televisi tentang gereja-gereja atau perkumpulan pendeta dari aras tertentu yang mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Pilpres tertentu. Bagaimana pandangan gereja terhadap berita ini? Apakah yang menjadi dasar pedoman peran gereja dalam menjalankan hak dan kewajiban berpolitik di negara kita?Tulisan ini mengulas masalah penelitian tEntang pandangan politik Alkitab khususnya pandangan Kitab Injil dan Kitab Roma dan implikasinya bagi peran gereja dalam pusaran politik di Indonesia. Makalah ini membahas dasar teologis tentang pandangan yang setuju dan tidak setuju bahwa gereja harus terlibat dalam politik di tanah air ini. Tujuan penelitian dari makalah ini adalah menjelaskan pemahaman politik Alkitab dan implikasinya bagi peran gereja dalam pusaran politik di Indonesia. Prosedur Penelitian dari makalah ini menggunakan metode kajian kepustakaan khususnya pandangan politik Alkitab yang terdapat dalam kitab Injil dan kitab Roma dan implikasinya bagi peran gereja dalam pusaran politik di Indonesia.Kesimpulan makalah ini mengacu kepada pandangan politik Alkitab bahwa Gereja harus menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara menurut pandangan politik kitab Injil dan kitab Roma. Gereja bukan anti pluralistik dan mendukung kebebasan warganya berpolitik. Implikasi peran gereja secara nyata bahwa gereja secara individual dapat menjadi politikus, sedangkan gereja secara institusional tidak berpolitik praktis. Namun gereja tetap aktif menjalankan fungsi sosial kontrol melakukan “suara kenabian” di tengah-tengah bangsa dan negara Indonesia.
PEMAHAMAN PEMUDA TERHADAP MAKNA KEBAKTIAN MINGGU GEREJA PRESBYTERIAN INJILI INDONESIA JEMAAT SOLA SCRIPTURA MEDAN Sampitmo Habeahan; Yakobus Ndona; Liber Siagian
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 4, No 2 (2021): J.VoW Vol 4. No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v4i2.87

Abstract

The objective of this research is to find out how the level of youth understanding about the meaning of Sunday service in Indonesia Evangelical Presbyterian Church (GPII) Sola Scriptura Medan. This research is descriptive it means that the result of the study describe what is in according to the result of the study. Research finding based on the result of observations and interviews concluded that most of the youths have been seriously followed and been active in the Sunday service but there are a few the youths whispered, talked, went in and out of the church when worship taking place. This is in accordance with the result of processed data netted using a closed questionnaire instrument which concluded that 6.3 % of the research subjects were in the very good category, 58,8 % were in good category and there were 45.15 % were in the bad or bad category. Therefore, the tendency of youth to understand the elements of the meaning of the Sunday service is likely to conclude well. The result of the study indicate the importance of more serious coaching for youth, namely in the form of religious education in schools, fostering parents in the family and supervision of church council when worship taking place.
SIGNIFIKANSI GAGASAN KRISTEN ANONIMUS KARL RAHNER TERHADAP KONTEKS KEMAJEMUKAN DI INDONESIA Viktor K Pamusu
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 1, No 1 (2017): J.VoW Vol. 1 No. 1 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v1i1.5

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji signifikansi gagasan Kristen Anonimus dari Karl Rahner, terhadap konteks keberagamaan yang majemuk di Indonesia. Kajiannya sendiri dibagun diatas dasar keyakinan bahwa pergumulan Karl Rahner tatkala merumuskan pemikirannya, relevan dengan fakta kemajemukan di Indonesia. Atas dasar keyakinan itu, peninjauan atas gagasan Karl Rahner di lakukan dalam pendekatan tafsir terhadap konteks Indonesia itu sendiri. Hal ini tentunya menarik untuk dilakukan, mengingat pentingnya suatu acuan kerangka berpikir teologis yang merefleksikan pergumulan kontekstual dalam menjawab kebutuhan mendasar dari konteks dimana pemikiran tersebut akan diterapkan. Dalam arti inilah, peninjaun atas gagasan “Anonimous Christian”  Karl Rahner dilakukan. Daripadanya akan ditarik prinsip prinsip yang diyakini akan menjawab kebutuhan masyarakat Kristen terhadap acuan dalam pengembangan sikap di tengah konteksnya yang majemuk. Dengan begitu, gereja Tuhan terhindar dari tuduhan akan  ketidak pedulian terhadap konteksnya yang mejemuk. Dalam hal ini, tafsiran yang baik, antara lain, terhadap pemikiran Karl Rahner, akan mempunkan gereja menegaskan sikapnya yang tidak anti kemajemukan.
PANDEMI COVID 19 DAN KEMISKINAN ; SUATU PRESPEKTIF TEOLOGI KRISTEN Yunus Doang
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 4, No 1 (2020): J.VoW Vol 4. No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v4i1.71

Abstract

Saat Virus COVID-19 menjadi pandemic dampaknya hamper disemua bidang kehidupan dan rasakan oleh banyak negara di dunia ini. Salah satu dampaknya adalah meningkatnya angka kemiskinan. Di Indonesia sendiri diperkirakan 1, 2 juta akan terinfeksi dan akan menurunkan laju pertumbuhan ekonomi  1 – 4 persen kemudian menaikan juga tingkat kemiskinan dari 9, 2 % pada September 2019 ke 9,7 % pada akhir 2020. Ini berarti aka nada 1,3 juta orang yang akan jatuh miskin, dengan proyeksi terburuk tingkat kemiskinan akan menjadi 12,4 % dan ini berarti bahwa 8,5 juta orang akan jatuh miskin. Dalam alkitab kemiskinan banyak disinggung, kemiskinan dalam PL adalah suatu keadaan yang buruk dan keji yang menghina martabat manusia dan berlawanan dengan kehendak Allah. Sedangkan dalam PB konsep Miskin dimaknai secara utuh yaitu miskin secara rohani (Matius 5:3) dan juga miskin secara sosial (Lukas 4: 18-19). Perhatian Allah kepada kemiskinan sering ditekankan dalam Perjanjian Lama: (1) Allah menjadi pembebas dan pelindung kaum miskin. (2) melalui nabi-nabi-Nya Allah mengutuk bentuk-bentuk penindasan dan ketidakadilan kepada orang-orang miskin. (3) perhatian Allah dinyatakan dalam hukum-hukum-Nya. Tuhan Yesus dalam Injil memproklamasikan gerakan Tahun Yobel. Dia mengasihi orang-orang miskin dan mengutuk penindasan terhadap kaum miskin. Kabar baik-Nya diproklamasikan kepada orang-orang miskin, buta, tuli, kelaparan, dan kusta. Gereja harus berpihak kepada kaum miskin karena hal ini merupakan refleksi dari solidaritas Allah kepada mereka yang menderita dan hina. Kasih dan pembelaan Allah kepada orang miskin.. Pandemi COVID-19 dan dampaknya terhadap kemiskinan harus juga menjadi bagian umat Kristen secara bersama-sama dengan komponen bangsa yang lain untuk menangulanginya. Prespektif teologis yang harus dibangun adalah bahwa Allah mengasihi dan adil bagi mereka kaum marginal dan miskin. Gereja harus menjadi bagian dari solusi dari setiap kondisi apapun yang terjadi di dalam masyarakat, bangsa dan negara.
PROFESIONALITAS DAN PERSONALITAS GURU KRISTEN: PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA BERKARAKTER DAN KOMPETEN MENUJU INDONESIA UNGGUL Nurasyah Dewi Napitupulu
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 3, No 1 (2019): J.VoW Vol. 3 No. 1 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v3i1.39

Abstract

Many studies assume that the professionalism of teachers is influenced by his personality. Personality is a psychological characteristic that contributes to learning outcomes and academic achievement. However, research that proves this assumption is limited in the domain of Christian teachers as part of teachers inIndonesia. This study aims to analyze the correlation between teachers’ personality and professionalism obtained through questionnaires and interviews. The analysis was carried out on 16 Christian teachers participated who were attending the Postgraduate Program in "Educational Professional Development" instruction. The results of the correlation test using the SPSS Version 21 program showed that Sig. (2-tailed) = 0.042 <0.05. It concluded that there is a positive correlation between the personality and professionalism of Christian teachers. Qualitative analysis is discovered that the teachers' personality is in the criteria of good and very good, as well as their professionality. The lowest percentage of personality is on the positive self-concept indicator (62.9%) with good criteria, whereas professionality is on the self-confidence indicator (64.5%) with good criteria. The results of interviews as the self-assessment be discovered that Christian teachers with high performance are 18.75%; the adjusted teachers are 43.75%; the teachers hopeless are 43.75%, and not giving answering by 25%. It was concluded that assumptions about teachers’ personality and professionalism have a proven correlation for Christian teachers participated. Therefore, to improve professionalism as an Indonesian teachers’ competence, it has to develop the personality of Christian teachers sustainable. The personality of the Christian teachers is an entity of Christ's character and professionalism is the existence of ability, attitude, and skills based on common sense. The researcher argues that toward a superior Indonesia is marked by teachers who excel in professionalism and personality.
TEOLOGI POLITIK UNTUK KEADILAN Respons Teologis Gereja di Tengah Menguatnya Politik Identitas Dr. Djoys Anneke Rantung
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 2, No 1 (2018): J.VoW Vol. 2 No. 1 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v2i1.21

Abstract

Dalam konteks situasi kontemporer gereja hadir dan bergumul dengan tantangan-tantangannya. Ada tiga tantangan sekaligus yang didapati oleh penulis, yakni pertama, gereja berada di tengah situasi menguatnya politik identitas yang muncul pasca orde baru. Kedua, gereja bergumul dengan dirinya sendiri yang juga dibayang-bayangi oleh para politisi dari kalangan umatnya. Ketiga, gereja bergumul dengan idealisme Injil Yesus Kristus dalam menghadirkan keadilan sosial dan perdamaian bagi dunia.Penulisan ini mengangkat pergumulan-pergumulan tersebut dan meletakkan teologi politik sebagai praksis gereja untuk proklamasi Injil Yesus Kristus dalam upaya memahami secara teologis cita-cita Indonesia merdeka, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tulisan ini kemudian berkembang hingga pada pemahaman, bahwa masalah politik identitas yang berorientasi pada kekuasaan hanya untuk kelompok identitas tertentu direspon oleh gereja dengan teologi politik yang berorientasi pada keadilan sosial bagi semua demi perdamaian dan kesejahteraan.Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, berdasarkan hasil studi pustaka berbagai sumber dalam meneliti teologi politik untuk keadilan sebagai respon gereja di tengah menguatnya politik identitas. Maksud dan tujuan penelitian ini untuk mengetahui tantangan-tantangan yang dihadapi gereja dengan menguatnya politik identitas yang muncul pasca orde baru, pergumulan gereja yang dibayang-bayangi oleh para politisi dari kalangan umatnya dan gereja yang bergumul dengan idealisme injil Yesus Kristus dalam menghadirkan keadilan sosial bagi perdamaian dunia. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini adalah teologi politik untuk keadilan sosial untuk tujuan keadilan sosial. Memperjuangkan hak-hak hidup orang lemah, miskin, tertindas dan mendatangkan keadilan dan kesejahteraan sebagaimana tujuan injil Yesus Kristus dalam menghadirkan keadilan sosial dan menghadirkan perdamaian bagi semua orang.
ANALISIS LAGU THE SOLID ROCK WILLIAM B. BRADBURY usat USAT laing
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 5, No 1 (2021): J.VoW Vol 5. No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v5i1.97

Abstract

 Tidak dapat disangkal bahwa generasi milenial lebih menyukai music ibadah yang bersifat kekinian yang terus mengalami perkembangan seiring perkembangan jaman ini, dan secara perlahan-lahan minat terhadap gaya music ibadah yang bersifat Hymne semakin berkurang. Bagi pemimpin gereja-gereja yang masih mempertahankan gaya himne Ini menjadi satu pergumulan, sementara selera music sering menentuan pilihan waktu dan tempat beribadah bagi sesorang.  Tujuan dari tulisan ini adalah untuk memahami analisa bentuk music yang begitu variatif dan yang memiliki makna teologis yang sangat dalam dari salah lagu Himne yaitu The solid Rock.  Sehingga dengan memahami analisa bentuk music yg variatif dan mana teologis yang dalam menambah minat terhadap lagu himne.Keywords:  Analisis Bentuk Musik, Lagu The Solid Rock,  Makna Syair
HISTORY OF CHRONICLES AS AN EDITORIAL WORKS: Editorial analysis of the Book of Chronicles, Ezra and Nehemiah Pieter Anggiat Napitupulu; Agus Santoso; Bobby Kurnia Putrawan
Voice of Wesley: Jurnal Ilmiah Musik dan Agama Vol 5, No 1 (2021): J.VoW Vol 5. No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Wesley Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36972/jvow.v5i1.98

Abstract

The books of Chronicles (1 and 2 Chronicle), Ezra and Nehemiah usually been understood as three separate  books, written by different authors. But lately The Old Testament experts claim, that these three books were written in a school  called Historical Work of Chronicles or "HWC. There are two groups of  experts  on HWC, namely the first group states that HWC was written in one period by this school , and the second  group HWC was written  stages and  different times (separated by a long period of time) but having the same point of view. This article uses an exegetical study method with an editor-critical approach. The aim of this is to demonstrate the viewpoint of evidence (b) above, that there is a multi-layered editorial process that shows the process of the Chronic Historical Work (which will then be abbreviated as HWC).

Page 8 of 13 | Total Record : 122