cover
Contact Name
Atik Maria
Contact Email
atikmaria41@yahoo.co.id
Phone
+6285640183897
Journal Mail Official
lp2makbidarrum@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Joko Tingkir Lor No. 5 Salatiga
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga
ISSN : 25283685     EISSN : 25983857     DOI : https://doi.org/10.36409/jika
Core Subject : Health,
The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga has a pISSN: 2528-3685 and eISSN: 25-98-3857. This journal as a facility of academic facilities in doing tri darma college in research field. The Journal Scientific Health of Ar-Rum Salatiga received various articles / texts in the form of relevant original research results, case reports, meta-analysis with the health sector. Script selection is published in The Journal Scientific Health of Ar Rum Salatiga using a peer-reviewed system, published twice a year in August and February.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2017)" : 16 Documents clear
HUBUNGAN PERILAKU PERSONAL HIGYENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA WARGA BINAAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KLAS IIA YOGYAKARTA Dheska Arthyka
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i1.5

Abstract

Keputihan adalah keluarnya sekret atau cairan dari vagina yang bervariasi dari bau, konsistensi dan warna. Keputihan dapat bersifat normal (fisiologis) dan juga penyakit (patologis). Faktor yang menjadi pencetus keputihan yaitu faktor infeksi dan non infeksi. Faktor infeksi diakibatkan karena bakteri dan faktor non infeksi bisa diakibatkan karena perilaku personal higyene yang kurang baik seperti membersihkan daerah vagina yang kurang bersih, penggunaan celana . Akibat dari keputihan patologis apabila tidak ditangani dengan baik dan cepat dapat mengakibatkan kemandulan, kehamilan di luar rahim dan juga kanker serviks. Warga binaan perempuan di lembaga pemasyarakatan perempuan bisa menjadi faktor resiko keputihan dikarenakan berbagai faktor seperti sanitasi dan perilaku dalam menjaga kebersihan personal higyene. Mengetahui hubungan perilaku personal higyene dengan kejadian keputihan pada warga binaan di lembaga pemasyarakatan Klas IIA Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah kuantitif dengan metode Comparative Study dan design penelitian cross-sectional. Subyek penelitian adalah warga binaan dalam usia reproduksi sehat (20 tahun sampai 50 tahun) di lembaga pemasyarakatan Klas IIA Yogyakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan jumlah sampel 60 orang. Analisis data yang digunakan adalah Cross Sectional. Perilaku warga binaan dalam menjaga personal higyene dalam kategori baik (60,0%), gambaran kejadian keputihan pada warga binaan dalam kategori tidak keputihan (60,0%). Tidak ada hubungan antara perilaku personal higyene dengan kejadian keputihan pada warga binaan di lembaga pemasyarakatan perempuan Klas IIA Yogyakarta (0,197>0,005). Tidak Ada Hubungan Perilaku Personal Higyene dengan Kejadian Keputihan pada Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Yogyakarta.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN SINDROM PREMENSTRUASI PADA SISWI KELAS XI SMA NEGERI 8 YOGYAKARTA TAHUN 2016 Nadiawati Nadiawati; Vitrianingsih Vitrianingsih; Istri Yuliani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i1.4

Abstract

Sindrom premenstruasi merupakan gangguan kesehatan yang dialami oleh wanita umur produktif menjelang menstruasi. Berdasarkan etiologi, sindrom premenstruasi yang dapat menganggu kualitas hidup remaja baik secara psikologi maupun terhadap pendidikannya belum dapat diketahui secara pasti. Salah satu faktor yang dicurigai sebagai pemicu terjadinya sindrom premenstruasi dapat berupa perilaku aktivitas fisik. Studi pendahuluan menunjukkan 80 % siswi mengalami sindrom premenstruasi dengan aktivitas fisik yang ringan. Untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian sindrom prementruasi. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling. Subyek penelitian adalah siswi kelas XI di SMAN 8 Yogyakarta yaitu sebanyak 113 siswi. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian pada 113 siswi, didapatkan 37,2% mengalami sindrom premenstruasi, dan 62,8% tidak sindrom premenstruasi, dan berdasarkan tingkat aktivitas didapatkan 18,6% kategori ringan, 38 % sedang, dan 43,4% kategori berat. Berdasarkan uji statistic Chi-square didapatkan nilai p-value 0,000X2 tabel yaitu 18,335>5,991 menunjukkan hasil ada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian sindrom premenstruasi dan coefisien contingensi didapatkan 0,378 sehingga aktivitas fisik hanya berkontribusi 37,8% terhadap kejadian sindrom premenstruasi dan koefisien korelasinya berada pada kategori rendah (0,378). Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan Aktivitas fisik dengan kejadian sindrom premenstruasi.
Gambaran Penatalaksanaan Perawatan Bayi Prematur di Ruang Perinatologi RSUD Ambarawa Isri Nasifah; Erna Setyawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i1.6

Abstract

Latar Belakang : Menurut data yang di peroleh dari Rekam Medik RSUD Ambarawa, angka prevalensi BBLR dari tahun 2013 – 2015 cukup tinggi pada tahun 2013 sebanyak 258 kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), komplikasi ( kematian ) 35 kasus. Tahun 2014 sebanyak 274 kejadian BBLR Berdasakan studi pendahuluan pada bulan Januari- Desember Tahun 2015 jumlah 282 kasus.Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada umur kehamilan kurang dari 37 minggu dengan perkiraan berat janin kurang dari 2500 gram. Bayi prematur beresiko mengalami hipotermi, asfiksia dan kematian. Peran tenaga kesehatan sangat membantu dalam pelaksanaan perawatan bayi prematur untuk mencegah terjadinya komplikasi. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penatalaksanaan perawatan bayi prematur ( pencegahan hipotermi, pencegahan infeksi, pemberian nutrisi, penimbangan berat badan) di ruang perinatologi RSUD Ambarawa. Metode : yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, pengambilan data menggunakan data primer (lembar observasi). Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi prematur pada bulan Januari sampai dengan Juni 2016 di ruang perinatologi RSUD Ambarawa. Sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling yaitu 275 bayi prematur. Kesimpulan, Saran : Hasil penelitian penatalaksanaan perawatan bayi prematur di ruang Perinatologi RSUD Ambarawa dapat diketahui bahwa 239 bayi prematur (86.7%) diberikan penanganan dengan baik, dan 36 bayi prematur (13.3%) diberikan penanganan dengan cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan penatalaksanaan perawatan bayi prematur dengan lebih maksimal.
PENGARUH JAMU CEKOK TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA USIA 12-36 BULAN DI DESA KEDAWUNG KECAMATAN KEDAWUNG KABUPATEN SRAGEN Amrin Nurfieni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i1.8

Abstract

Kesulitan makan pada anak merupakan keluhan utama orang tua, terutama pada golongan balita. Pada usia toddler anak mengalami penurunan kebutuhan nutrisi yang dimanifestasikan dengan berkurangnya nafsu makan (Wong, 2008). Sebagian masyarakat Jawa meyakini bahwa jamu cekok memiliki khasiat sebagai perangsang nafsu makan anak. Data studi pendahuluan yang dilakukan pada 5 balita yang diberi jamu cekok menunjukkan bahwa pemberian jamu cekok dapat menyebabkan kecenderungan peningkatan berat badan, rata-rata 260 gram sebulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jamu cekok terhadap peningkatan berat badan balita usia 12-36 bulan di Desa Kedawung, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita usia 12-36 bulan di Desa Kedawung, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen pada bulan November 2013 sebanyak 226 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah balita yang diberi jamu cekok 1 kali seminggu 4 kali berturut-turut selama satu bulan, yaitu sebanyak 22 balita. Peningkatan berat badan balita yang diberi jamu cekok yaitu rata-rata 381,82 gram sebulan sedangkan yang tidak dicekok rata-rata 113,64 gram sebulan. Hasil uji analisis dengan Uji Mann-Whitney diperoleh nilai kemaknaan (p)=0,000. Nilai kemaknaan
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM TATALAKSANA DIARE BALITA DI WILAYAH KALONGAN KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG Eka Adimayanti; Siti Haryani; Ana Puji Astuti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i1.7

Abstract

Latar belakang: Diare adalah penyebab utama kedua kematian balita di seluruh dunia saat ini. Salah satu penyebab hal tersebut yaitu perilaku keluarga tentang perawatan balita diare masih sangat rendah di Indonesia, oleh karena itu sangat penting agar petugas kesehatan yang memberikan perawatan balita diare perlu menginformasikan dan melibatkan keluarga dalam tatalaksana diare dan memberitahukan kepada ibu/pengasuh balita cara melakukan tatalaksana diare di tingkat rumah tangga. Pendidikan kesehatan dipandang sebagai salah satu kunci utama dari beberapa kebijakan dan strategi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit diare. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh antara pemberian pendidikan kesehatan diskusi kelompok menggunakan booklet dengan pemberian pendidikan kesehatan diskusi kelompok menggunakan poster terhadap sikap dan pengetahuan ibu dalam tatalaksana diare balita di rumah. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi experimental design dengan pendekatan rancangan nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah ibu yang memiliki balita dengan rentang usia 6 bulan-5 tahun, sebanyak 60 responden. Kelompok intervensi diberikan pendidikan kesehatan diskusi kelompok menggunakan booklet, sementara kelompok kontrol diberikan pendidikan kesehatan diskusi kelompok menggunakan poster. Pemilihan sampel secara purposive dengan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap. Data diolah dengan program komputer menggunakan uji statistik Kolmogorof-smirnov, paired t-test dan regresi linier. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap setelah pendidikan kesehatan pada masing-masing kelompok(p0,05). Kesimpulan: Pendidikan kesehatan diskusi kelompok menggunakan booklet dan poster terbukti memberikan pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam tatalaksana diare balita di wilayah dengan akses sarana kesehatan terbatas.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPESERTAN KB HORMONAL DI BPM DINI MELANI, CONDONGCATUR DEPOK SLEMAN, DIY Aurora Ranims; Sukmawati Sukmawati; Sri Wulandari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i1.3

Abstract

Keluarga Berencana merupakan target SDGs tahun 2015 diharapkan pada 2030 terjamin akses semesta kepada pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi, termasuk KB, informasi dan edukasi, serta integrasi kesehatan reproduksi kedalam strategi dan program nasional. Pencapaian peserta KB aktif di Kota Yogyakarta sebesar 60,8%, Gunung Kidul 54, 6%. Kulonprogo 57,5%, Bantul 66% dan Sleman sebesar 67,7%. Program Keluarga Berencana dari sasaran 153.703 PUS (Pasangan Usia Subur) di Kabupaten Sleman, 16.347 PUS (10,6%) adalah peserta KB aktif baru. Jumlah KB aktif sebanyak 123.264 PUS (80,2%) terdiri dari 42.865 orang (34,8%) sebagai akseptor KB dengan MKJP (metode kontrasepsi Jangka Panjang), akseptor Non MKJP meliputi: suntik, 59.770 PUS (48,5%), PIL sebanyak 12.394 (10,1%), dan Kondom sebanyak 8.235 (6,7%). Berdasarkan hasil studi pendahuluan di BPM Dini Melani, Gempol, Condong Catur pada tanggal 04 Desember 2015 terdapat 175 orang akseptor KB hormonal dan 21 akseptor KB IUD yang melakukan kunjungan ulang dan konsultasi KB. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kepesertaan KB hormonal. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional, di BPM Dini Melani pada tanggal 5-19 Agustus 2016. Sampel dalam penelitian ini adalah akseptor KB hormonal sebanyak 60 orang. Instrumen penelitian ini adalah kuisioner dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling, menggunakan analisis chi kuadrat (X2). Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara faktor umur (X2=2,911, p-palue= 0,718), pendidikan (X2=4,511, p-value 0,312), pekerjaan (X2=2,766 0, p-value=230) dan paritas (X2=1,901, p-value=0,917) dengan kepesertaan KB hormona. Faktor pengetahuan berhubungan dengan kepesertaan KB hormonal (X2=16,668, p-value=0,001). Simpulan penelitian ini mayoritas jenis kepesertaan KB hormonal adalah suntik. Tidak ada hubungan faktor umur, pendidikan, pekerjaan dan paritas dengan kepesertaan KB hormonal, faktor pengetahuan berhubungan dengan kepesertaan KB hormonal.
MANFAAT BUAH BIT (Beta vulgaris) TERHADAP PENINGKATAN KADAR HAEMOGLOBIN (Hb) IBU HAMIL Farida Utaminingtyas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i1.9

Abstract

Anemia adalah salah satu faktor penyebab tidak langsung terjadinya kematian ibu. Anemia pada ibu hamil salah satunya terjadi akibat defisiensi zat besi, pengaruhnya dapat menyebabkan keguguran, partus prematus, inersia uteri, partus lama, atonia uteri, perdarahan, dan syok. Jus buah bit (Beta vulgaris) merupakan salah satu sumber makanan alternatif non farmakologi mengandung zat besi yang dapat dimanfaatkan oleh ibu hamil untuk meningkatkan kadar haemoglobin. Bit secara signifikan mengandung vitamin A, C, kalsium, zat besi, fosfor, potassium, protein, karbohidrat, tinggi folat, serat makanan, antioksidan, dan tinggi betaine. Metode studi ini merupakan suatu tinjauan literatur (Literatur review) tentang manfaat buah bit (Beta vulgaris) terhadap peningkatan kadar haemoglobin (Hb) ibu hamil. Sumber untuk melakukan tinjauan literatur ini meliputi studi pencarian sistematis database terkomputerisasi dalam bentuk penelitian yang berjumlah 9 jurnal (Indian J Med Res, Hindawi Publishing Corporation Journal of Pregnancy, Jurnal Keperawatan, J Makara Kesehatan, NIH Public Access, BioMed Central, JITK, J Nutrients, IOSR-JNHS, dan Google Scholar), didukung oleh data WHO, Riskesdas, Depkes RI, buku teks, dan buku panduan. Berdasarkan hasil penelitian Sundari dan Happinasari tahun 2013, terdapat perbedaan kenaikan kadar Hb setelah diberikan Fe dan Fe + buah bit di wilayah kerja puskesmas Purwokerto Selatan dengan nilai ρ=0,009, dengan kelompok perlakuan diberikan jus buah bit 500 ml selama tujuh hari berturut-turut dengan tetap mengkonsumsi tablet Fe yang sudah diberikan Puskesmas/Bidan.
PERKEMBANGAN ANAK USIA 1-2 TAHUN ANTARA ANAK YANG MEMILIKI RIWAYAT ASFIKSIA NEONATORUM DENGAN ANAK YANG TIDAK MEMILIKI RIWAYAT ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD AMBARAWA Anggun Trisnasari; Jesicca Tarabit
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i1.2

Abstract

Masa emas (Golden Age) merupakan masa-masa dimana kemampuan otak anak untuk menyerap informasi sangat tinggi. Riwayat kelahiran asfiksia merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada perkembangan anak usia 1-2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perkembangan anak usia 1-2 tahun antara anak yang memiliki riwayat asfiksia neonatorum dengan anak yang tidak memiliki riwayat asfiksia neonatorum di RSUD Ambarawa. Rancangan penelitian ini adalah comparative study dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yaitu 60 anak, terdiri dari 30 anak untuk masing- masing kelompok anak yang tidak memiliki riwayat kelahiran asfiksia dan 30 anak yang memiliki riwayat asfiksia neonatorum dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji komparatif chi- square. Perkembangan anak usia 1-2 tahun yang tidak memiliki riwayat kelahiran dengan perkembangan sesuai berkisar 63,3 % (19 anak) sedangkan perkembangan anak yang memiliki riwayat kelahiran asfiksia neonatorum dengan perkembangan menyimpang sejumlah 17 anak (56,7). Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada perbedaan perkembangan anak usia 1-2 tahun antara anak yang memiliki riwayat asfiksia neonatorum dengan anak yang tidak memiliki riwayat asfiksia neonatorum dengan nilai p-value = 0,004 < 0,05. Ada perbedaan perkembangan anak usia 1-2 tahun antara anak yang memiliki riwayat asfiksia neonatorum dengan anak yang tidak memilikiriwayat asfiksia neonatorum.
HUBUNGAN PERILAKU PERSONAL HIGYENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA WARGA BINAAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KLAS IIA YOGYAKARTA Arthyka, Dheska
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i1.5

Abstract

Keputihan adalah keluarnya sekret atau cairan dari vagina yang bervariasi dari bau, konsistensi dan warna. Keputihan dapat bersifat normal (fisiologis) dan juga penyakit (patologis). Faktor yang menjadi pencetus keputihan yaitu faktor infeksi dan non infeksi. Faktor infeksi diakibatkan karena bakteri dan faktor non infeksi bisa diakibatkan karena perilaku personal higyene yang kurang baik seperti membersihkan daerah vagina yang kurang bersih, penggunaan celana . Akibat dari keputihan patologis apabila tidak ditangani dengan baik dan cepat dapat mengakibatkan kemandulan, kehamilan di luar rahim dan juga kanker serviks. Warga binaan perempuan di lembaga pemasyarakatan perempuan bisa menjadi faktor resiko keputihan dikarenakan berbagai faktor seperti sanitasi dan perilaku dalam menjaga kebersihan personal higyene. Mengetahui hubungan perilaku personal higyene dengan kejadian keputihan pada warga binaan di lembaga pemasyarakatan Klas IIA Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah kuantitif dengan metode Comparative Study dan design penelitian cross-sectional. Subyek penelitian adalah warga binaan dalam usia reproduksi sehat (20 tahun sampai 50 tahun) di lembaga pemasyarakatan Klas IIA Yogyakarta. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan jumlah sampel 60 orang. Analisis data yang digunakan adalah Cross Sectional. Perilaku warga binaan dalam menjaga personal higyene dalam kategori baik (60,0%), gambaran kejadian keputihan pada warga binaan dalam kategori tidak keputihan (60,0%). Tidak ada hubungan antara perilaku personal higyene dengan kejadian keputihan pada warga binaan di lembaga pemasyarakatan perempuan Klas IIA Yogyakarta (0,197>0,005). Tidak Ada Hubungan Perilaku Personal Higyene dengan Kejadian Keputihan pada Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Yogyakarta.
PENGARUH JAMU CEKOK TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA USIA 12-36 BULAN DI DESA KEDAWUNG KECAMATAN KEDAWUNG KABUPATEN SRAGEN Nurfieni, Amrin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v2i1.8

Abstract

Kesulitan makan pada anak merupakan keluhan utama orang tua, terutama pada golongan balita. Pada usia toddler anak mengalami penurunan kebutuhan nutrisi yang dimanifestasikan dengan berkurangnya nafsu makan (Wong, 2008). Sebagian masyarakat Jawa meyakini bahwa jamu cekok memiliki khasiat sebagai perangsang nafsu makan anak. Data studi pendahuluan yang dilakukan pada 5 balita yang diberi jamu cekok menunjukkan bahwa pemberian jamu cekok dapat menyebabkan kecenderungan peningkatan berat badan, rata-rata 260 gram sebulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jamu cekok terhadap peningkatan berat badan balita usia 12-36 bulan di Desa Kedawung, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita usia 12-36 bulan di Desa Kedawung, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen pada bulan November 2013 sebanyak 226 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah balita yang diberi jamu cekok 1 kali seminggu 4 kali berturut-turut selama satu bulan, yaitu sebanyak 22 balita. Peningkatan berat badan balita yang diberi jamu cekok yaitu rata-rata 381,82 gram sebulan sedangkan yang tidak dicekok rata-rata 113,64 gram sebulan. Hasil uji analisis dengan Uji Mann-Whitney diperoleh nilai kemaknaan (p)=0,000. Nilai kemaknaan

Page 1 of 2 | Total Record : 16