cover
Contact Name
Ni Wayan Deswiniyanti
Contact Email
-
Phone
+6285237111633
Journal Mail Official
jmediasains@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Padangluwih, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Jurnal Media Sains
ISSN : 25497413     EISSN : 26203847     DOI : -
Jurnal Media Sains merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura yang fokus pada ilmu sains dasar dan terapan (Biologi, Fisika, Kimia dan Bioteknologi). Artikel yang dipublikasikan bisa berupa hasil penelitian dasar atau terapan dari peneliti Indonesia yang terkait bidang ilmu sains dasar dan terapan. Jurnal Media Sains akan memuat artikel-ratikel yang membahas teori, penemuan dasar dan aplikasi ilmu yang terkait.
Articles 43 Documents
Kualitas Tuak Aren Pada Berbagai Waktu Perendaman Dengan Sabut Kelapa Mirah Surya Dewi, Ni Putu Pande; Suaniti, Ni Made; Dharma Putra, Ketut Gede
Jurnal Media Sains Vol 2, No 1 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.573 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v2i1.349

Abstract

ABSTRAKTuak adalah hasil sadapan yang diambil dari tanaman aren (Arenga pinnata). Tuak merupakan minuman tradisional telah dikonsumsi secara turun temurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas tuak aren pada berbagai waktu perendaman dengan sabut kelapa. Kualitas tuak aren yang dianalisis antara lain kandungan gula reduksi, kadar etanol, serta kadar asam. Penelitian diawali dengan pemberian perlakuan pada sampel tuak aren, yaitu dengan perendaman sabut kelapa serta variasi waktu 1 hari; 3 hari; 5 hari; dan 7 hari. Penentuan kandungan gula reduksi dalam tuak aren dilakukan dengan metode Luff Schoorl. Prinsip metode Luff Schoorl adalah iodometri, yaitu proses titrasi terhadap iodium (I2) bebas dalam larutan. Hasil penentuan kandungan gula reduksi pada tuak aren pada 1 hari; 3 hari; 5 hari; dan 7 hari berturut-turut adalah 7,70; 7,14; 6,60; dan 5,40%b/v. Kadar etanol dalam tuak aren dianalisis menggunakan Gas Chromatography Flame Ionization Detector dengan metode standar internal. Kadar etanol pada 1 hari; 3 hari; 5 hari; dan 7 hari berturut-turut adalah 0,31; 0,42; 2,74; dan 3,27%v/v. Kadar asam dalam tuak aren pada 1 hari; 3 hari; 5 hari; dan 7 hari berturut-turut adalah 0,18; 0,22; 0,29; dan 0,32%v/v.Kata kunci: Kualitas, Tuak Aren, Sabut Kelapa, Waktu PerendamanABSTRACTTuak is the result taken from palm trees. Tuak is a traditional drink has been consumed for generations. The purpose of this research is to know the quality of tuak at various time soaking with coconut husk. The quality of tuak that is analyzed are content of reducing sugar, ethanol, and acetate acid. The research begins with the treatment on the sample of tuak with coconut husk immersion and variation of time 1 day, 3 days, 5 days, and 7 days. The determination of reducing sugar in tuak analyzed by Luff Schoorl method. The principle of the Luff Schoorl method is iodometry, the titration process of free iodine in the solution. The results showed reducing sugar in tuak on variation time 1 day, 3 days, 5 days, and 7 days respectively are 7,70; 7,14; 6,60; dan 5,40%b/v. Ethanol content in tuak analyzed by Gas Chromatography Flame Ionization Detector that used internal standard method. The results showed ethanol in tuak on variation time 1 day, 3 days, 5 days, and 7 days respectively are 0,31; 0,42; 2,74; dan 3,27%v/v. Acetate acid content in tuak on variation time 1 day, 3 days, 5 days, and 7 days respectively are 0,18; 0,22; 0,29; dan 0,32%v/v.Key words: Quality, Tuak Aren, Coconut Husk, Time of Immersion
Penyisihan Amonia, Nitrit Dan Nitrat Dengan Biofilter Menggunakan Plastik Bekas Sebagai Media Penopang Biofilm Pradnyadari, I Gusti Ayu Lia; Suyasa, I Wayan Budiarsa; Suastuti, Ni G. A. M. Dwi Adhi
Jurnal Media Sains Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jms 3.v2i2.426

Abstract

ABSTRAKSalah satu senyawa yang terkandung di dalam air limbah adalah amonia. Konsentrasi amonia yang tinggi dalam air buangan mengindikasikan adanya pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas domestik maupun industri. Penurunan konsentrasi amonia dapat dilakukan dengan pengolahan sistem biofiltrasi. Sistem ini memiliki kemampuan untuk mendegradasi senyawa polutan melalui akumulasi bakteri pada media yang membentuk sebuah film atau lendir pada lapisan biologis yang dikenal sebagai biofilm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan biofilm yang bermediakan plastik bekas dalam menyisihkan kadar amonia, nitrit dan nitrat. Proses menumbuhkan biofilm dilakukan selama 4 minggu menggunakan suspensi aktif dari sedimen selokan Rumah Potong Hewan sebagai sumber bibit. Hasil pengamatan selama 3 hari dengan sistem aerob mampu menyisihkan amonia hingga 7,27 mg/L dan menghasilkan efisiensi penyisihan sebesar 70,92%. Sedangkan pengolahan anoksik selama 4 hari mampu menyisihkan nitrit dan nitrat berturut-turut hingga 0,12 mg/L dan 3,01 mg/L. Mikroorganisme yang berperan dominan dalam proses biodegradasi yaitu berbentuk bacillus dan coccus dengan jumlah koloni sebesar 92 CFU/mL. Hasil ini lebih baik bila dibandingkan dengan perlakuan tanpa suspensi aktifKata kunci: amonia, biofilm, biofiltrasi, nitrat, nitrit, suspensi aktif.ABSTRACTOne of the compounds contained in waste water is ammonia. High concentration of ammonia in waste water indicates the pollutan by domestic and industrial activities. Decreasing ammonia concentration can be carried out by biofiltration system. This system has the ability to degrade the pollutant compounds through the accumulation of bacteria on the media forming a film or mucous biological layer known as biofilm. This study aimed is to determine the ability of biofilm with media of plastic used to remove concentration of ammonium, nitrite and nitrate. The process of growing the biofilm was carried out for 4 weeks using active suspension from the slaughter house sediment as a source of seedlings. The result for 3 days showed that the aerobic system was capable to reducing ammonia up to 7.27 mg / L and can produce ammonium removal efficiency up to 70.92%. The anoksik system for 4 days was capable to reducing nitrite and nitrate up to 0.12 mg / L and 3.01 mg / L. The identified microorganisms and take dominant role in the process of biodegradation are bacillus and coccus with the number of colonies 92 CFU / mL. This result is better if compared with process without active suspension.Key words: ammonia, biofilm, biofiltration, nitrate, nitrite, active suspension
Analisis Kadar Total Flavonoid dan Fenolik dari ekstrak air kombinsi daun papasan (Coccinia grandis L) dan buah belimbing wuluh (Averrhoa blimbi L) Ate, Olyn Tien; Putra, I Made Wisnu Adhi; Kusumawati, I Gusti Ayu Wita; Nursini, Ni Wayan
Jurnal Media Sains Vol 3, No 2 (2019): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.393 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v3i2.912

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membuat ekstrak air dari kombinasi daun papasan dan buah belimbing wuluh. Selanjutnya total flavonoid dan total fenolik ekstrak diuji. Ekstrak dibuat dengan merebus kombinasi serbuk daun papasan dan buah belimbing wuluh pada berbagai rasio massa (1:0, 1:3, 1:1, 3:1, dan 0:1) dan jumlah sampel serbuk 1-5 g. Proses ekstraksi dilakukan dalam 100 ml air mendidih selama 5 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan flavonoid total tertinggi dan kadar fenolik total 135,1?0,18 mg QE/g bahan kering dan 48,5?3,09 mg GAE/g bahan kering, ditemukan dalam sampel dengan rasio kombinasi 1:3 (1 g). Secara umum, semua kombinasi daun papasan dan buah belimbing wuluh memiliki jumlah flavonoid dan fenolik yang besar dan memiliki potensi besar sebagai minuman kesehatan antidiabetik.Kata kunci: Papasan, belimbing wuluh, total flavonoid, total fenolikABSTRACTCoccinia grandis L and Averrhoa blimbi L have been known to have a great activity to treat type 2 diabetes mellitus. This study was aimed to make water extracts from the combination of Coccinia grandis L and Averrhoa bilimbi L. The total flavonoid and total phenolic content of the extracts was then tested. The extracts were made by brewing the combination of powdered Coccinia grandis L leaves and Averrhoa bilimbi L fruits at various mass ratios (1:0, 1:3, 1:1, 3:1, and 0:1) and amount of powdered samples (1-5 g). The process was done in 100 ml of boiling water for 5 minutes. The results showed that the highest total flavonoid content and total phenolic content of 135.1?0.18 mg QE/g d.m. and 48.5?3.09 mg GAE/g d.m., respectively, were found in the sample with combination ratio of 1:3 (1 g). This results revealed that, generally, all combinations of Coccinia grandis L leaves and Averrhoa bilimbi L fruits have a great amount of flavonoid and phenolic and have a great potential as antidiabetic health beverages.Keywords: Coccinia Grandis L, Averrhoa Bilimbi L, total flavonoid, total phenolic
Aplikasi Teknologi Crispr/Cas9 Dalam Anti-Aging Medicine Siswanto, Ferbian Milas; Kartiko, Bambang Hadi
Jurnal Media Sains Vol 1, No 2 (2017): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.645 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v1i2.261

Abstract

ABSTRAK?Seiring dengan proses penuaan, kemampuan gen yang mengontrol viabilitas sel mengalami penurunan, sejalan dengan meningkatnya aktivitas gen yang menyebabkan kematiansel dan berujung pada patogenesis? penyakit. Dengan memanipulasi aktivasi dan non-aktivasi gen yang terlibat dalam proses penuaan, maka kesehatan akan meningkat dan proses penuaandapat dihambat bahkan dikembalikan. Saat ini telah ditemukan teknologi CRISPR/Cas-9 yangmemungkinkan manipulasi pada tingkat genetik. CRISPR sebenarnya merupakan bagian prosesfisiologis pada bakteri, yang merupakan salah satu sistem imunitas bakteri. Namun saat iniCRISPR telah banyak dibuktikan dan diaplikasikan untuk reprogram DNA pada sel mamaliadan dapat mengembalikan perubahan genetik yang tidak diinginkan.Kata kunci: Penuaan, CRISPR/Cas-9, anti-aging medicine, manipulasi genetik ?ABSTRACTAs all living thing undergo aging, genes that maintain cellular viability and vitality are downregulated, in line with upregulated expression of genes that promote cells senescence anddisease-related pathogenesis. By manipulating the initiation and inhibition of aging-relatedgene expression, the youthful health may be systemically restored. Recently, a new technologycalled CRISPR is found to be usefull for manipulating gene and rapidly transform senescentcells to regain youthful function and structure. CRISPR is originally developed in nature by bacteria as a way to destroy the DNA of viruses which part of their immune system. A naturalversion of CRISPR has been adapted by scientists to enable the reprogramming of cellular DNAto rid cells of unfavorable genetic changes. Keyword: Aging, CRISPR/Cas-9, anti-aging medicine, genetic manipulation
Potensi Ekstrak Metanol Daun Andong Merah (Cordyline Fruticosa (L.) A Chev.) dalam Menurunkan Kadar Asam Lemak Bebas dan Glukosa Darah pada Tikus Obesitas Mahayani, Putu Ayu Erna; Bogoriani, Ni Wayan; Bawa Putra, Anak Agung
Jurnal Media Sains Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.447 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v3i1.698

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan uji aktivitas ekstrak metanol daun andong merah (Cordyline fruticosa (L.) A Chev.) dalam menurunkan kadar glukosa darah dan asam lemak bebas pada tikus wistar betina yang obesitas. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak mengandung senyawa polifenol, flavonoid, saponin, alkaloid, dan steroid. Hasil uji kadar glukosa dan asam lemak bebas menunjukkan bahwa pemberian ekstrak dosis 35mg/kg BB dan 70mg/kg BB dapat menurunkan kadar glukosa darah dan asam lemak bebas dibandingkan dengan kelompok tikus yang hanya diberi pakan tinggi lemak dengan perbedaan nyata p<0,05.Kata kunci: asam lemak bebas, Cordyline fruticosa (L.) A Chev., glukosa darah, obesitasABSTRACTThe activity of methanol extract of red andong leaf (Cordyline fruticosa (L.) A Chev.) to decrease blood glucose level and free fatty acid were investigated in obese female wistar rats. The results of phytochemical tests showed that the extract contains polyphenolic, flavonoid, saponin, alkaloid, and steroid compounds. The results of glucose and free fatty acid test showed that giving of extract with dose 35mg / kg BW and 70mg / kg BW could decrease blood glucose level and free fatty acid compared to the group of wistar rats were fed high fat with significant difference p <0,05.Keywords: blood glucose, Cordyline fruticosa (L.) A Chev., free fatty acid, obesity
Efektifitas Instalasi Pengolahan Air Limbah Dalam Menurunkan Konsentrasi Logam Berat Di PT. Geoservices Balikpapan Rusba, Komeyni; Purwanti, Sri; Sujarwadi, M. Teguh
Jurnal Media Sains Vol 1, No 1 (2017): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.76 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v1i1.191

Abstract

ABSTRAKPT. Geoservices Balikpapan adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa laboratorium untuk analisa batubara dan laboratorium lingkungan. Dalam melakukan aktifitasnya, PT. Geoservices Balikpapan menghasilkan limbah baik limbah padat ataupun limbah cair. Limbah cair yang terbuang lewat saluran pembuangan, diolah dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat dalam air limbah sebelum dan sesudah pengolahan melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah sehingga dapat diketahui efektifitas Instalasi Pengolahan Air Limbah dalam menurunkan kandungan logam berat di PT. Geoservices Balikpapan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode observatif yang mengukur kandungan logam berat pada Sampel air limbah sebelum dan sesudah melewati Instalasi Pengolahan Air Limbah. Kemudian untuk mengetahui efektifitas IPAL dalam menurunkan kandungan logam berat, dilakukan perhitungan dengan metode t-test (paired sampel t-test) dengan pendekatan rancangan sebelum dan sesudah (before-Sesudah design/ designs treatments by subjects).Terdapat perubahan nilai yang signifikan pada kandungan logam berat tersebut yang dibuktikan dengan metode t-test (paired sampel t-test) dengan pendekatan rancangan sebelum dan sesudah (before-Sesudah design/ designs treatments by subjects) dengan ? = 0,05. Hal ini membuktikan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah PT. Geoservices Balikpapan efektif dalam menurunkan kandungan logam berat.Kata Kunci: Uji efektifitas, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), limbah logam berat, metode t-testABSTRACTPT. Geoservices Balikpapan is a company engaged in laboratory services for the analysis of coal and environmental laboratories. In practices, PT. Geoservices Balikpapan produce waste either solid or liquid waste. Liquid waste is wasted through sewers, treated in the waste water treatment plant. This research was aimed to determine the content of heavy metals in waste water before and after processing through the Wastewater Treatment Plant, so that, it can be seen the effectiveness of wastewater treatment in reducing the heavy metal content in PT. Geoservices Balikpapan. This research is quantitative with observational approach that measure the concentration of heavy metals in waste water samples before and after treatment. The effectiveness of the Wastewater Treatment Plant in reducing the heavy metal content, was calculated by t-test (paired sample t-test) method with pre and post design (before-After designs treatments by subjects). There was a significant change in the value of the heavy metal content that was confirmed with the t-test (paired sample t-test) with ? = 0.05. This proves that the waste water treatment plant of PT. Geoservices Balikpapan was effective in reducing the heavy metal content.Key words: Effectiveness test, wastewater treatment plant, heavy metal wastes, t-test method
Optimalisasi Produk PCR (Polymerase Chain Reaction) Pada Analisa Keragaman Genetik Mikrosatelit Burung Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) Rosiana, I Wayan; Widhiantara, I Gede
Jurnal Media Sains Vol 2, No 1 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.713 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v2i1.355

Abstract

ABSTRAKPenurunan populasi burung kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea) kian mengkhawatirkan. Kajian genetik diperlukan dalam mendukung upaya konservasi eksitu satwa tersebut. Keragaman genetik dapat dianalisa dengan Teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) namun teknik ini sensitif terhadap beberapa variabel dimana salah satunya adalah suhu annealing. Berdasarkan hal ini diperlukan penelitian optimalisasi produk PCR menggunakan primer mikrosatelit. Sampel penelitian diperoleh dari PT. Taman Burung Citra Bali International sebanyak 4 sampel. Ekstraksi DNA menggunakan modifikasi metode Phenol-Kloroform (Sambrook dan Russel, 2001). Amplifikasi DNA menggunakan mesin PCRx merk Sensoquest menggunakan dua pasang primer mikrosatelit Prob06 dan Prob15?. Campuran untuk proses PCR adalah: PCR Master Mix Solution (i-Taqm) intron biotechnology 9,5 ?l, DNA template 2 ?l dan primer mikrosatelit 2 ?l dengan volume total 13,5?l. Untuk Proses optimasi PCR menggunakan tiga suhu berbeda pada masing masing primer yaitu : suhu annealing 600, 650 dan 700 C pada Prob06 dan suhu 570, 620 dan 670 C pada Prob15?. Analisis DNA mikrosatelit dilakukan di Laboratorium Serologi dan Molekuler UPT Forensik Universitas Udayana, Bukit Jimbaran. Pada lokus Prob 06 semua suhu yang digunakan dalam amplifikasi tidak menghasilkan pita-pita alel DNA atau null alelle. Pada lokus Prob 15 ? dengan menggunakan suhu 620C menghasilkan alel 133 pb serta 137 pb. Pada suhu 570C tidak menghasilkan pita-pita atau alel DNA dan pada suhu 670C pita DNA yang dihasilkan berupa pita yang berbentuk smear.Kata Kunci: Produk PCR, suhu annealing, burung Kakatua kecil jambul kuning, keragaman genetik.ABSTRACTThe declining population of the Lesser Crested Cockatoo (Cacatua sulphurea) are increasingly. Genetic studies are needed to support exude conservation. Genetic diversity can be analyzed by PCR (Polymerase Chain Reaction) technique but this technique is sensitive to several variables which is one of them is annealing temperature. So, it is necessary to research the optimization of PCR product using microsatellite primer. This research obtained four samples from PT. Taman Burung Citra Bali International. DNA extraction using modification of Phenol-Chloroform method (Sambrook and Russel, 2001). DNA amplification using the Sensoquest PCRx machine and uses two pairs loci microsatellite primers Prob06 and Prob15?. The mixtures for the PCR process are: PCR Master Mix Solution (i-Taqm) intron biotechnology 9.5 ?l, 2 ?l DNA template and 2 ?l microsatellite primer. The PCR optimization process using three different temperatures in each primary are : 600, 650 and 700 C at Prob06 and 570, 620 and 670C at Prob15?. Microsatellite DNA analysis was conducted at Laboratorium Serologi dan Molekuler UPT Forensik Universitas Udayana, Bukit Jimbaran. Band DNA are not produce at Prob 06 in all of temperatures used in amplification. At Prob 15? using 620C temperature yields an allele of 133 pb and 137 pb. At 570C temperature does not produce DNA bands or alleles and at a temperature of 670C DNA bands are smear.Keywords: PCR product, temperature annealing, Cacatua sulphurea, Genetic diversity
Analisis Kadar Logam Besi dalam Susu Bubuk Formula Kehamilan Secara Spektrofotometri Serapan Atom Sudiarta, I Wayan; Ratnayani, Oka; Veliyana, Ayu Kadek
Jurnal Media Sains Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.405 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v3i1.693

Abstract

ABSTRAKLogam besi merupakan jenis mineral yang sering ditambahkan ke dalam produk susu kehamilan untuk memenuhi angka kecukupan gizi dan nutrisi bagi ibu dan janin. Analisis kadar logam besi (Fe) pada susu bubuk formula ?A? dan ?B? menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (AAS) dengan teknik kurva kalibrasi. Preparasi sampel menggunakan metode destruksi kering melalui pengabuan sampel pada suhu 4200C dan destruksi basah menggunakan asam kuat HNO3 dan HCl pekat untuk melarutkan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar besi pada susu ?A? dan ?B? dengan metode destruksi kering dan basah secara berturut-turut 247,97 ? 0,98 mg/kg dan 397,40 ? 13,31 mg/kg untuk sampel A, 284,96 ? 4,08 mg/kg dan 517,72 ? 12,00 mg/kg untuk sampel B. Hasil validasi metode menunjukkan bahwa metode destruksi kering relatif lebih baik digunakan untuk analisis logam Fe dibandingkan dengan metode basah dengan prosentase recovery (akurasi) dan simpangan baku (presisi) 100,95 ? 0,031% dan 1,00% untuk sampel susu A, 96,79 ? 0,021% dan 0,54% untuk sampel susu B. Sedangkan dengan metode destruksi basah diperoleh prosentase recovery (akurasi) dan simpangan baku (presisi) sebesar 98,41 ? 0,67% dan 2,43% untuk sampel susu A, 93,81 ? 0,110% dan 3,20% untuk sampel B.Kata kunci: Logam besi, Destruksi Basah, Destruksi kering, Susu bubuk kehamilanABSTRACTThe iron metal is a type of mineral that is often added to pregnancy dairy products to meet the number of nutritional adequacy and nutrition for the mother and fetus. Analysis of iron (Fe) contain in milk powder of formula "A" and "B" using by atomic absorption spectrophotometry method (AAS) with calibration curve technique. Sample preparation using dry destruction was carried out by ashing the sample at 420 oC and wet destruction using the concentrated nitric and chloride acid to dissolve the sample. The results showed that iron content in milk "A" and "B" with dry destruction methods was 246.48 ? 0.99 mg / kg and 283.93 ? 4.08 mg / kg and with wet destruction of 216.66 ? 6.44 mg / kg and 257.36 ? 2.28 mg / kg. The result of method validation showed that dry destruction method was better than wet method with recovery percentage (accuracy) and standard deviation (precision) 100,95 ? 3,10% and 0,41% for milk "A", 96,76 ? 1 , 76% and 1.43% for milk "B". While the wet destruction method obtained the percentage of recovery (accuracy) and standard deviation (precision) of 97.80% ? 2.00 and 3.39% for milk "A", and 93.31% ? 0.93 and 2.34 for milk "B".Key words: Iron metal, Wet Destruction, Dry destruction, Milk powder pregnancy
Identifikasi Rhodamin B Dalam Saus Sambal Yang Beredar Di Pasar Tradisional Dan Modern Kota Denpasar Laksmita W, Ayu Saka; Widayanti, Ni Putu; Fitriayu Refi, Maria Agustina
Jurnal Media Sains Vol 2, No 1 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.675 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v2i1.350

Abstract

ABSTRAKRhodamin B merupakan zat adiktif yang dilarang penggunaannya pada bahan makanan. Jika senyawa ini masuk ke dalam tubuh, bisa menyebabkan kerusakan hati, ginjal, dan perubahan anatomis pada organ tubuh. Dalam penelitian ini, dilakukan identifikasi Rhodamin B pada saus sambal yang dijual di pasar tradisional dan modern kota Denpasar. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tiga pasar tradisional dan tiga pasar modern di kota Denpasar dengan total 12 sampel. Penelitian ini menggunakan uji kualitatif yang bisa dilihat dari perubahan warna benang wol. Berdasarkan hasil uji kualitatif, identifikasi Rhodamin B dalam saus sambal yang beredar di pasar tradisional dan modern kota Denpasar, bahwa dari 5 sampel pasar tradisional terdeteksi 2 sampel mengandung Rhodamin B sedangkan semua sampel di pasar modern dinyatakan aman dari zat pewarna sintetis Rhodamin B.Kata kunci: Saus sambal, analisis kualitatif, Rhodamin B, pasar kota DenpasarABSTRACTRhodamin B is an addictive substance that is prohibited from its use in foodstuffs. If these compounds enter the body, it can cause liver damage, kidney, and anatomic changes in the organs of the body. In this study, identification of Rhodamin B in chilli sauce sold in traditional and modern markets of Denpasar. This research is descriptive-qualitative. The location used in this study are three traditional markets and three modern markets in Denpasar city with a total of 12 samples. This research uses qualitative test which can be seen from the color change of wool yarn. Based on the results of qualitative tests, the identification of Rhodamine B in chili sauce circulating in traditional and modern markets of Denpasar city, that of 5 samples of traditional markets detected 2 samples containing Rhodamin B while all samples in the modern market are declared safe from synthetic dyes Rhodamin B.Keywords: chili sauce, qualitative analysis, rhodamine B, Denpasar city market
Efektifitas Ekstrak Air Daun Gaharu (Gyrinop versteegii) Dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah Pada Tikus Wistar Hiperglikemia Nasution, Dina Munawaroh; Parwata, I Made Oka Adi; Suirta, I Wayan; Wasudewa, Kresna Murti
Jurnal Media Sains Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jms 3.v2i2.427

Abstract

ABSTRAKPengobatan tradisional yang bersumber dari bahan alam saat ini sedang banyak dilakukan untuk penanganan diabetes mellitus. Penelitian terhadap ekstrak air daun gaharu (Gyrinop versteegii) ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penurunan kadar glukosa darah pada tikus wistar hiperglikemia. Hiperglikemia disebabkan adanya kenaikan jumlah radikal bebas. Senyawa antioksidan yang terkandung dalam daun gaharu berperan dalam menghambat stress oksidatif yang menjadi sumber penyakit salah satunya diabetes. Uji aktivitas antihiperglikemik dilakukan terhadap hewan uji coba berupa tikus wistar. Keadaan hiperglikemia pada hewan diperoleh melalui induksi aloksan secara intraperitroneal. Kelompok pembagian hewan uji dibagi menjadi lima dengan perlakuan dan dosis berbeda yaitu kelompok DP1 (100 mg/kgBB), kelompok DP2 (200 mg/kgBB), kelompok DP3 (400 mg/kgBB), kelompok DP4 (Kontrol Negatif), kelompok DP5 (Kontrol Positif). Pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan dengan glukotest selama interval hari ke-3, 7 dan 14. Data dianalisis secara statistika dengan One Way Anova dan Post Hoc Study menunjukkan nilai signifikansi (p<0,05) dalam menurunkan kadar glukosa darah. Hasil penelitian menunjukkan kelompok DP3 (400 mg/kgBB) memiliki efektifitas dalam penurunan kadar glukosa darah paling baik diantara kelompok dosis lain. Persentase penurunan kadar glukosa darah pada kelompok DP3 dan DP5 tidak berbeda jauh dengan nilai sebesar 74,78 % dan 75,80 %. Hasil ini didukung dengan kandungan total fenol dan flavonoid sebesar 6,0112 mg GAE/100 g dan 3,1533 mg QE/100 g.Kata kunci: daun gaharu (Gyrinop versteegii), kadar glukosa darah, tikus wistar, aloksan, hiperglikemiaABSTRACTTraditional medicine sourced from natural ingredients is currently being carried out for the treatment of diabetes mellitus. A study of gaharu leaves water extract (Gyrinop versteegii) was conducted to determine the effectiveness of decreased blood glucose level in hyperglycemic wistar rats. Hyperglycemia is caused by an increasing number of free radicals. Antioxidant compounds contained in gaharu leaves play a role in inhibiting oxidative stress which is the source of disease as diabetes. An antihyperglycemia activity test was performed on experimental animal as wistar rat. Hyperglycemia in the animals is obtained through intraperitroneal alloxan induction. The animal distribution group was divided into five different treatments and doses of DP1 (100 mg / kgBB), DP2 (200 mg / kgBB), DP3 (400 mg / kgBB), DP4 (Negative Control), DP5 (Positive Control). Blood glucose level examined by blood glucose examiner (Glucotest) during the 3rd, 7th and 14th day intervals. Data were analyzed statistically by One Way Anova and Post Hoc Study showed significant (p<0,05) in decreasing blood glucose level. The results showed that DP3 (400 mg / kgBB) has the best effectiveness indecreasing blood glucose levels than other dosage group. Decreased blood glucose percentage of DP3 and DP5 has close differences, it is 74,78 % and 75,80 %. These results were supported by total phenol and flavonoid content of 6.0112 mgGAE/100g and 3.1533 mgQE/100 g.Keywords: Gaharu leaves, antihyperglycemic, blood glucose concentration, wistar rat, alloxan.