cover
Contact Name
Ni Wayan Deswiniyanti
Contact Email
-
Phone
+6285237111633
Journal Mail Official
jmediasains@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Padangluwih, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Jurnal Media Sains
ISSN : 25497413     EISSN : 26203847     DOI : -
Jurnal Media Sains merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura yang fokus pada ilmu sains dasar dan terapan (Biologi, Fisika, Kimia dan Bioteknologi). Artikel yang dipublikasikan bisa berupa hasil penelitian dasar atau terapan dari peneliti Indonesia yang terkait bidang ilmu sains dasar dan terapan. Jurnal Media Sains akan memuat artikel-ratikel yang membahas teori, penemuan dasar dan aplikasi ilmu yang terkait.
Articles 43 Documents
Aktivitas Proteolitik Buah Mangga Bacang (Mangifera Foetida) Dan Umbi Keladi Tikus (Typhonium Divaricatum) Dibandingkan Dengan Proteolitik Buah Nanas (Ananas Comosus) Noviana Dewi, Ni Luh Made; Laksmiwati, A. A. I. A. Mayun; Ariati, Ni Komang
Jurnal Media Sains Vol 2, No 1 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.973 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v2i1.353

Abstract

ABSTRAKBuah nanas (Ananas Comosus) mengandung enzim bromelin yang dapat menimbulkan rasa gatal dan menyebabkan iritasi. Beberapa tumbuhan lain yang juga dapat menyebabkan rasa gatal dan mengakibatkan iritasi seperti mangga bacang (Mangifera Foetida), dan keladi tikus (Typhonium Divaricatum). Adanya rasa gatal kemungkinan besar disebabkan dengan adanya enzim proteolitik. Tujuan penelitian ini adalah uji aktivitas enzim proteolitik pada buah mangga bacang, dan umbi keladi tikus dibandingkan dengan buah nanas. Uji aktivitas proteolitik dilakukan secara spektrofotometri dengan metode Enggel. Hasil pengujian aktivitas proteolitik menunjukkan bahwa umbi keladi tikus dan buah mangga bacang memiliki aktivitas proteolitik, walaupun nilai aktivitasnya lebih rendah daripada buah nanas. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh aktivitas proteolitik dari buah mangga bacang, dan umbi keladi tikus berturut - turut yaitu 0,199 ? 0,015 U/mL dan 0,184 ? 0,021 U/mL. Perbandingan aktivitas proteolitik buah mangga bacang dan umbi keladi tikus terhadap buah nanas berturut ? turut 1 : 2 dan 2 : 5.Kata Kunci: buah nanas, mangga bacang, keladi tikus, proteolitikABSTRACTPineapple fruit (Ananas Comosus) is known to contain bromelin enzyme that can cause itching and irritation. Some plants that also can cause itching and irritation namely mango bacang (Mangifera Foetida) and keladi tikus (Typhonium Divaricatum). The presence of itching is most likely due to the presence of proteolytic enzyme. The aims of this study was to test the activity of proteolytic enzyme in mango bacang and keladi tikus compared to proteolytic that of in pineapple fruit. Proteolytic activity test was done by spectrophotometry based enggel?s method. The results found that mango bacang and keladi tikus had proteolytic activities, althougt the values of their activities were lower than that of pineapple fruit. The values of proteolytic activities of mango bacang and keladi tikus were 0.199 ? 0.015 U/mL and 0.184 ? 0.021 U/mL respectively. Comparison of proteolytic activity of mango bacang and keladi tikus against of that pineaple were 1 : 2 and 2 : 5, respectively.Keywords: pineapple fruit, mango bacang, keladi tikus, proteolytic
Studi Timbulan Sampah Dan Peran Serta Masyarakat Dalam Mendukung Konsep Banjar Pintar Berbasiskan Lingkungan (Studi Kasus : Desa Belatungan Kabupaten Tabanan Bali) Adisanjaya, Nyoman Ngurah; Lestari, Ni Kadek Dwipayani
Jurnal Media Sains Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jms 3.v2i2.430

Abstract

ABSTRAKSampah merupakan produk sisa dari hasil kegiatan manusia yang sangat sulit untuk diatasi. Permasalahan sampah tidak pernah lepas dari jumlah sampah yang semakin banyak dan tidak diiringi dengan konsep pengolahan dan pengelolaan yang baik. Lokasi penelitian mengambil tempat di Desa Belatungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali dikarenakan lokasi desa tersebut memerlukan studi, penanganan dan penciptaan konsep sistem pengelolaan sampah guna mendukung konsep banjar pintar berbasiskan masyarakat yang dicanangkan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan Banjar Munduk Gawang terdiri atas 17 KK menghasilkan sampah seberat 2.53 kg/KK/hari atau ? 0.5 kg/orang/hari dan untuk volume sampah sebesar 8.36 liter/KK/hari atau 1.67 liter/orang/hari. Untuk Banjar Delod Ceking untuk total 33 KK menghasilkan sampah seberat 2.09 kg/KK atau ? 0.4 kg/orang/hari dan volume 4.28 liter/KK/hari atau ? 0,85 liter/orang/hari. Komposisi sampah di Banjar Munduk Gawang adalah sampah organik yang bersumber dari sampah dedaunan, sampah sayur-mayur dan sampah sisa hasil upacara keagamaan (canang) sedangkan di Banjar Delod Ceking didominasi oleh sampah organik, sisa canang, sisa sayuran dan buah yaitu sebesar 80 % dan yang terkecil adalah sampah tekstil sebesar 2%. Berdasarkan hasil analisis statistik variabel antara karakteristik internal individu dengan faktor eksternal dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga dalam penelitian diperoleh berpengaruh tidak nyata (p-value<0,05) atau tidak signifikan. Sedangkan, antara variabel karakteristik internal individu dengan variabel persepsi masyarakat desa berpengaruh nyata (p-value< 0,05) atau signifikan. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa keinginan peran serta masyarakat tinggi untuk mengelola sampah namun tidak didukung sarana dan prasarana serta tingkat pengetahuan yang memadai.Kata Kunci : Pengelolaan Sampah, Kompos, Pupuk Cair, Banjar PintarABSTRACT Garbage is a waste product from human activities which is very difficult to overcome. Waste problems are never separated from the increasing amount of waste and are not accompanied by the concept of good processing and management. The research location took place in Belatungan Village, Pupuan District, Tabanan Regency, Bali because the location of the village required study, handling and creation of the concept of a waste management system to support the concept of community-based smart banjar that was proclaimed earlier. The results of the study showed that the Munduk Gawang Banjar consisted of 17 families producing waste 2.53 kg / KK / day or ? 0.5 Kg / person / day and for the volume of waste of 8.36 Liters / KK / day or 1.67 liter / person / day. Banjar Delod Ceking consiste of 33 families, producingwaste 2.09 kg / KK or ? 0.4 kg / person / day and the volume was 4.28 Liter / KK / day or ? 0.85 liter / person / day. The composition of garbage in Banjar Munduk Gawang is organic waste sourced from leaf waste, vegetable waste and waste from the results of religious ceremonies (canang) while in Ceking Banjar Delod is dominated by organic waste, leftover canang, remaining vegetables and fruit by 80% and the smallest is textile waste by 2%. Based on the results of statistical analysis of variables between the internal characteristics of individuals with external factors and community participation in the management of household waste in the study obtained no significant effect (p-value <0.05) or insignificant. Meanwhile, between the variables of internal characteristics of individuals with perceptions of the village community have a significant effect (p-value 0.05) or significant. Based on the result can be concluded that the desire for high community participation for processing waste is not supported by facilities and infrastructure and an adequate level of knowledgeKeywords: Waste Management, Compost, Liquid Fertilizer, Smart Banjar
Terapi Testosteron Meningkatkan Jumlah Sel Leydig dan Spermatogenesis Mencit (Mus Musculus) yang Mengalami Hiperlipidemia Putri Permatasari, Anak Agung Ayu; Widhiantara, I Gede
Jurnal Media Sains Vol 1, No 2 (2017): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.188 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v1i2.265

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan informasi mengenai efek pemberian terapi testosteron untuk meningkatkan jumlah sel Leydig dan sel sel spermatogenikpada mencit yang mengalami hiperlipidemia. Sampel dalam penelitian ini adalah mencit jantandewasa strain Balb-C umur 2 ? 3 bulan dengan kisaran berat badan 20-25 gram, sebanyak 24ekor mencit secara random dibagi dua kelompok yaitu 12 ekor mencit kelompok kontrol(hiperlipidemia dan terapi aquadest steril) dan 12 ekor mencit kelompok perlakuan(hiperlipidemia dan terapi testosteron secara intramuscular). Sebelum perlakuan, mencit-mencittersebut dibuat hiperlidemia dengan memberi makanan lemak babi selama 30 hari. Pada prettestdilakukan pemeriksaan jumlah sel Leydig dan sel-sel spermatogenik secara histopatologi kelompok mencit hiperlipidemia sebanyak 6 ekor, dan 6 ekor sisanya merupakan posttestsetelah diberikan perlakuan terapi aquadest pada kelompok kontrol dan testosteron selama 30hari pada kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan jumlah selLeydig dan sel-sel spermatogenik secara bermakna (p<0,05) pada kelompok hiperlipidemia dansetelah diberi terapi testosteron menunjukkan adanya peningkatan jumlah sel Leydig dan sel-selspermatogenik secara bermakna (p<0,05) apabila dibandingkan dengan kelompokhiperlipidemia. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terapi testosteron dapat meningkatkan jumlah sel Leydig dan sel-sel spermatogenik pada mencit yang mengalamihiperlipidemia.Kata kunci : Testoseron, Sel Leydig, Spermatogenesis, Mencit, Hiperlipidemia ?ABSTRACTThis study aims to look at the histopathologic features of corvus muscle cavernosum penis wistar rat (Rattus novergicus) hyperlipidemia seen in terms of thickness as well as apicture of tissue abnormality. Hyperlipidemia is a risk factor for erectile dysfunctionateriosklerosis in men. This research is an experimental research with one group prettest -posttest design. Samples in this study were adult male aged 3-4 months wistar rats with a weightrange 150-200 grams, as many as 10 tails. Prior to treatment, surgery was performed for histopathology of 5-tailed rat samples at pretest. Sample mice were made hyperhidemic byfeeding pig fat for 50 days. Then performed surgery for histopathological preparation of corvuscavernosum muscle in posttest. The histopathological data of the corvus muscle of the wistar ratcavernosum was analyzed descriptively by comparing the pretest condition with posttest. Themean data of corvus cavernosum muscle thickness before and after treatment were analyzedstatistically to see the level of difference in the pretest group with posttest. Kata kunci : Testoseron, Sel Leydig, Spermatogenesis, Mencit, Hiperlipidemia
Uji Potensi Bakteri Bacillus cereus dalam Menurunkan Kadar Linier Alkil Sulfonat Ferry Sutrisna Putra, I Gusti Putu Agus; Juliantara, I K. Putra; Setiawati, Ni Putu Dinda
Jurnal Media Sains Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jms 3.v2i2.425

Abstract

ABSTRAKDetergen merupakan gabungan dari berbagai senyawa dimana komponen utama dari gabungan tersebut adalah surface active agents atau surfaktan. Surfaktan detergen yang paling sering digunakan adalah LAS atau Linier Alkil Sulfonat. LAS ternyata mempunyai efek buruk terhadap lingkungan, yaitu memberikan efek racun dalam air. Untuk mengurangi pencemaran air oleh limbah detergen, dibuat suatu mekanisme yang disebut biodegradasi. Berdasarkan sifat dari LAS yang lebih mudah didegradasi secara biologi, maka peneliti berniat meneliti kadar yang dapat diturunkan oleh bakteri Bacillus cereu. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan desain penelitian post test and pre test without control, sehingga pada akhirnya bakteri tersebut bias dimanfaatkan dalam biodegradasi limbah detergen di instalasi pengolahan limbah. Pengukuran kadar Linier Alkil Sulfonat konsentrasi 0,1%; 0,2%; 0,3%; 0,4%; 0,5% dilakukan pada 2 tahap yaitu tanpa penambahan suspensi bakteri dan setelah dilakukan penambahan bakteri uji. Bakteri Bacillus cereus dapat menurunkan kadar Linier Alkil Sulfonat dengan perlakuan inkubasi selama 2 minggu pada suhu ruang. Besar nilai korelasi penurunan kadar Linier Alkil Sulfonat bakteri Bacillus cereus yaitu 0,991 yang berarti bakteri tersebut mampu mendegradasi Linier Alkil Sulfonat dengan sangat kuat.Kata kunci: Detergen, LAS, Bacillus cereusABSTRACT Detergent is a compound of various compounds in which the main component of the compound is surface active agents or surfactants. The most commonly used detergent surfactant is LAS or Linear Alkyl Sulfonate. LAS turns out to have an adverse effect on the environment, which is to give toxic effects in water. To reduce water pollution by detergent waste, a mechanism called biodegradation is created. Based on the nature of the LAS that is more readily biodegradable, the researchers intend to examine the levels that can be derived by Bacillus cereu bacteria. This research is experimental research, with post test design and pre test without control, so that in the end the bacteria can be used in biodegradation of detergent waste in sewage treatment plant. Measurement of Linier content of Alkyl Sulfonate concentration 0.1%; 0.2%; 0.3%; 0.4%; 0.5% was performed at 2 stages ie without addition of bacterial suspension and after the addition of test bacteria. Bacillus cereus bacteria can decrease linear content of Alkyl Sulfonate with incubation treatment for 2 weeks at room temperature. The correlation value of Linier Alkyl Sulfonat Bacillus cereus bacteria is 0.991, which means that the bacteria are able to degrade linear alkyl sulphonate very strongly. Keywords: Detergent, LAS, Bacillus cereus
Aktivitas Antioksidan dan Penghambatan Enzim α-amilase Ekstrak Air Kombinasi Daun Papasan (Coccinia grandis [L.]) dan Daun Sembung (Blumea balsamifera [L.] DC) Atikawati, Atikawati; Kusumawati, I Gusti Ayu Wita; Putra, I Made Wisnu Adhi; Yogeswara, Ida Bagus Agung
Jurnal Media Sains Vol 3, No 2 (2019): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.915 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v3i2.911

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan penghambatan ?-amilase pada kombinasi ekstrak air daun papasan dan daun sembung. Ekstrak dibuat dengan cara menyeduh serbuk daun papasan dan daun sembung dengan berbagai rasio (1:3, 1:1, dan 3:1). Penyeduhan dilakukan menggunakan 100 ml air mendidih (100?C) selama 5 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan dalam menangkal radikal bebas DPPH tertinggi terdapat pada sampel kombinasi 1:3 yang dinyatakan dengan IC50 sebesar 1,58?0,06 mg/ml danaktivitas penghambatan ?-amilase tertinggi juga terdapat pada sampel kombinasi rasio 1:3 dengan nilai IC50 sebesar 1,29?0,02 mg/ml. Secara umum, semua kombinasi berpotensi sebagai minuman fungsional antidiabetes.Kata kunci: Daun papasan, daun sembung, aktivitas antioksidan, aktivitas penghambatan ?-amilase, ekstrak air.ABSTRACTThis study aims to determine the antioxidant and inhibition of ?-amylase activities of the combination of Coccinia grandis [L.] and Blumea balsamifera [L.] DC water extracs. The extracts wass made by decoctingthe leaves powder in various ratios (1: 3, 1: 1, and 3: 1). Decoction process was done using 100 ml of infuced water (100?C) for 5 minutes. The results showed that thethe highest antioxidant activity in counteracting free radicals DPPH was found in combination of 1:3 expressed by IC50 of 1.58?0.06 mg/ml and the highest ?-amylase inhibitory activity was also found in combination of 1:3sample with IC50 values of 1.29?0.02 mg/ml. In general, all combinations have potential to be antidiabetic functional drinks.Keywords: Coccinia grandis [L.], Blumea balsamifera [L.] DC, antioxidant and inhibition of ?-amylase, water extract.
Pemanfaatan Mikroorganisme Limbah Cair Tahu dalam Menurunkan Nilai COD dan BOD pada Limbah Cair Hotel Dwi Adhi Suastuti, Ni G.A.M.; Suaniti, Ni Made; Noviyanti, Ni Putu
Jurnal Media Sains Vol 1, No 2 (2017): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.993 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v1i2.260

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan mikroorganisme limbah cair tahu dalam menurunkan COD (Chemical Oxygen Demand) dan BOD (Biological Oxygen Demand) pada limbah cair hotel telahdilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur nilai COD dan BOD pada limbahcair hotel dengan penambahan mikroba limbah cair tahu serta efektivitasnya. Penelitian inidilakukan dengan dua tahapan yaitu penumbuhan mikroba limbah cair tahu dan pengolahan air limbah hotel dengan mikroba limbah cair tahu. Parameter yang digunakan dalam pengolahan airlimbah hotel yaitu COD dan BOD. Hasil penelitian menunjukkan persentase efektivitas ketigaparameter mengalami penurunan pada penambahan 25 mL volume mikroba limbah cair tahudengan pengolahan 6 hari masing-masing adalah 30,09 dan 60,93. Kata kunci: Efektivitas, Limbah Cair, Mikroba Limbah Tahu ABSTRACT The research about utilization of microorganism wastewater has been conducted. The aimof this research is to k now the ability microbial wastewater tofu and the effectiveness to decrease COD (Chemical Oxygen Demand) and BOD (Biological Oxygen Demand) in hotelwastewater. The result showed that COD and BOD can occurred decrease at optimum time of 6days with addition of 25 mL microbial volume, the COD decrease from 40,61 mg/L to 33 mg/Land BOD decrease from 12,23 mg/L to 9,86 mg/L. The percentage of effectiveness COD is30,09% and BOD is 60,93%.Keyword: wastewater, microbial of tofu wastewater and effectiveness.
Penentuan Kadar Parasetamol Pada Obat Dan Jamu Tradisional Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv/Vis Tanjung Aryasa, I Wayan; Rahayu Artini, Ni Putu; Risky VA, Desak Putu; Dwi Aprilianti, Ni Kadek
Jurnal Media Sains Vol 2, No 1 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.81 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v2i1.359

Abstract

ABSTRAKMaraknya jamu tradisional yang diedarkan di pasar pada daerah kota Denpasar membuat banyak orang beralih untuk mengkonsumsinya. Salah satu jenis jamu tradisional yang banyak dikonsumsi adalah jamu asam urat. Bahan kimia obat yang sering ditambahkan dalam jamu tradisional adalah parasetamol sebagai penghilang rasa nyeri. Menurut aturan pemerintah tidak diperbolehkan menambahkan bahan kimia obat pada jamu tradisional karena sangat berbahaya bagi masyarakat yang mengkonsumsi jamu asam urat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemungkinan kandungan kadar parasetamol dalam jamu asam urat. Jamu asam urat yang digunakan pada penelitian ini yaitu 4 macam merek jamu asam urat yang di jual di kota Denpasar. Dengan kriteria jamu asam urat paling diminati masyarakat. Penelitian ini berhasil menentukan kandungan parasetamol pada obat dan jamu tradisional secara kuantitatif dan kualitatif dengan metode spektrofotometri. Metode pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif yaitu dengan melakukan pengenceran dan identifikasi kandungan parasetamol pada sampel obat dan jamu tradisional dan kemudian dilanjutkan dengan rancangan experimental dengan prinsip laboratoris in vitro untuk menguji kandungan parasetamol pada obat komersial dan jamu tradisional. Penentuan kadar parasetamol pada 2 jenis obat parasetamol memberikan hasil yang cukup akurat dengan nilai persen perolehan kembali yaitu 101,27% dan 100,17%. Sedangkan untuk penentuan senyawa parasetamol secara kuantitatif pada 4 sampel jamu tradisional asam urat juga memberikan hasil yang positif dengan adanya senyawa parasetamol yang ditunjukkan dengan nilai konsentrasi pada jamu tradisional yaitu 9,570 ppm; 45,690 ppm; 47,382 ppm dan 45,262 ppm.Kata kunci: Parasetamol, spektrofotometer UV-VisABSTRACT The rise of traditional herbs that are circulated in the Market in the area of Denpasar City make many people switch to consume them. One type of traditional herbal medicine that is widely consumed is herbal uric acid. Drug chemicals that are often added in traditional herbal medicine are paracetamol as a pain reliever. According to the rules of the government is not allowed to add medicinal chemicals to traditional herbal medicine because it is very dangerous for people who consume herbal uric acid. This study was conducted to determine the possibility of the content of paracetamol levels in herbal uric acid. Herbal uric acid used in this study are 4 kinds of brand uric acid herbs are sold around the city of Denpasar, with the criteria of herbal medicine pungku linu most popular community. In this research the determination of paracetamol content quantitative and qualitative with spectrophotometric method has been successfully done. To determine the level of paracetamol on 2 types of drug paracetamol gives a fairly accurate results with a percentage of re-acquisition of 101.27% and 100.17%. While for the determination of paracetamol compounds quantitatively on 4 samples of traditional herbal medicine uric acid also gives positive results in the presence of paracetamol compound which is indicated by the concentration value on traditional herbal medicine is 9.570 ppm; 45.690 ppm; 47.382 ppm and 45.262 ppm.Keywords: Paracetamol, UV-Vis spectrophotometer
Uji Aktivitas Anti Fungi Ekstrak Daun Kamboja Putih (Plumeria acuminata) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida albicans Sari, Ni Kadek Yunita; Putri Permatasari, Anak Agung Ayu; Sumadewi, Ni Luh Utari
Jurnal Media Sains Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.238 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v3i1.697

Abstract

ABSTRAKKandidiasis merupakan suatu infeksi yang disebabkan oleh jenis mikroorganisme jamur Candida albicans. Jamur ini dapat tumbuh pada rongga mulut, saluran pencernaan, pernafasan dan genital wanita. Dewasa ini masyarakat lebih banyak tertarik menggunakan pengobatan tradisional karena dipercaya memiliki efek samping yang lebih rendah dan tidak dapat menimbulkan efek resistensi dibandingkan dengan obat sintetis. Daun kamboja putih memiliki senyawa yang berpotensi menghambat aktivitas mikroorganisme seperti flavonoid, tanin,saponin, dan alkaloid. Masyarakat Bali secara umum belum mengetahui manfaat tanaman kamboja di bidang kesehatan, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang aktivitas ekstrak daun kamboja putih terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kamboja putih (Plumeria acuminata) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Jenis penelitian ini eksperimental laboratorik secara in vitro dengan post test only group design. Pengujian menggunakan metode Kirby-Bauer dengan kertas cakram. Sampel daun diekstraksi dengan proses maserasi menggunakan etanol 96%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun kamboja memberikan daya hambat kuat terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dengan terbentuknya zona bening sebesar 15,7 mm.Kata kunci: kandidiasis, Candida albicans, Plumeria acuminata, antifungiABSTRACTCandidiasis is an infection caused by a type of fungal microorganism Candida albicans. This fungi can grow in the oral cavity, digestive tract, respiratory and female genitalia. At this time more people are interested in using traditional medicine because it is believed to have lower side effects and can not cause resistance effects than synthetic drugs. White cambodia leaves have compounds that potentially inhibit the activity of microorganisms such as flavonoids, tannins, saponins, and alkaloids. Balinese people generally do not know the benefits of cambodia in the field of health, so it is necessary to do research on the activity of white Cambodia leaf extract on the growth of Candida albicans. The purpose of this study was to determine the effect of white cambodia leaf extract (Plumeria acuminata) on the growth of Candida albicans. Type of laboratory experimental research is in vitro with post test only group design. Tests used the Kirby-Bauer method with paper discs. Leaves sample were extracted by maceration process using 96% ethanol. The results showed that cambodia leaf extract gave a strong inhibition effect on the growth of Candida albicans with the formation of clear zone of 15,7 mm. Keywords: Candidiasis, Candida albicans, Plumeria acuminata, Anti fungal
Pembuatan dan Karakterisasi Katalis CaO/Zeolit Alam Putra, I Made Wisnu Adhi
Jurnal Media Sains Vol 1, No 1 (2017): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.345 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v1i1.190

Abstract

ABSTRAKCaO telah banyak digunakan sebagai katalis heterogen dalam reaksi transesterifikasi. Dalam penelitian ini, katalis CaO/zeolit alam telah berhasil disintesis menggunakan metode impregnasi basah. Campuran zeolit alam dan CaO diaduk di dalam refluks selama 90 oC selama 3 jam. Variasi rasio massa CaO/zeolit alam yaitu 5%, 10%, dan 15% yang selanjutnya diberi label CaO/NZ5%, CaO/NZ10%, and CaO/NZ15%, secara berturut-turut. Analisis menggunakan FTIR menunjukkan bahwa gugus-gugus fungsi zeolit alam tidak mengalami perubahan ketika pengembanan CaO dilakukan. Hasil ini didukung oleh hasil pengukuran menggunakan XRD yang menunjukkan kemunculan puncak-puncak difraksi dari mineral-mineral zeolit alam. Luas permukaan katalis yang diukur manggunakan N2 sorption analyzer menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah CaO yang diembankan pada zeolit alam, semakin kecil luas permukaan katalis dari 15,201 m2/g sampai 12,928 m2/g. hasil tersebut mengindikasikan bahwa CaO menyusutkan ukuran pori zeolit, sehingga luas permukaan zeolit menurun. Analisis menggunakan metode titrasi asam basa menunjukkan bahwa kebasaan katalis meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah CaO yang diembankan pada zeolit alam.Kata kunci : Katalis, CaO, zeolit alam, impregnasi basah.ABSTRACTCaO has been well known as a great heterogenous catalyst in the transesterification reaction to produce biodiesel. In the present study, synthesis of CaO/natural zeolite catalyst has been succesfully conducted using wet impregnation method. Impregnation was done by stirring the mixture of natural zeolite and CaO in reflux apparatus at 90 oC for 3 hours. The amount of CaO impregnated into natural zeolite were 5%wt, 10%wt, and 15%wt. These catalysts were then labeled as CaO/NZ5%, CaO/NZ10%, and CaO/NZ15%, respectively. Analysis using FTIR showed no change in functional groups when CaO was impregnated into the pores of the zeolite. This result was supported by the result of the XRD pattern which shows the appearance of natural zeolite diffraction peaks. Surface area measurement using N2 sorption analyzer showed the greater the amount of CaO impregnated into zeolite, the smaller the surface area of the catalyst from 15.201 m2/g to 12.928 m2/g. This result indicates that the CaO shrinked the pore size of zeolite, thus, the surface area of natural zeolite decreased. Acid-base titration result showed that the basicity of catalyst increased as the amount of CaO impregnated into natural zeolite increased.Keywords: Catalyst, CaO, natural zeolite, wet impregnation
Asupan Glikosida Flavonoid Terong Belanda (Solanum betaceum Cav.) Terhadap Aktivitas Superoksida Dismutase Dan Kadar Malondialdehid Tikus Wistar Yang Diberi Aktivitas Fisik Maksimal Jeane, Magda; Astiti Asih, Ida Ayu Raka; Bogoriani, Ni Wayan
Jurnal Media Sains Vol 2, No 1 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.402 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v2i1.354

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asupan glikosida flavonoid terong belanda (Solanum betaceum Cav.) terhadap aktivitas Superoksida Dismutase (SOD) darah tikus Wistar yang diberi aktivitas fisik maksimal. Sampel penelitian adalah 24 ekor tikus yang dibagi kedalam 4 kelompok perlakuan yaitu: kontrol negatif, kontrol positif, pemberian ekstrak etanol, dan pemberian fraksi n-butanol. Aktivitas SOD diukur menggunakan kit Biovision. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan memberikan perbedaan yang signifikan (p<0,05) terhadap aktivitas SOD. Pemberian glikosida flavonoid fraksi n-butanol meningkatkan aktivitas SOD tikus Wistar yang diberikan aktivitas fisik maksimal sebanyak 22,79% lebih tinggi dibandingkan pemberian asupan ekstrak etanol terong belanda. Keyword : Solanum betaceum Cav., Superoksida Dismutase, Aktivitas fisik, stres oksidatifABSTRACTThis study was conducted to determine the effect of flavonoid glycoside of Tamarillo (Solanum betaceum Cav.) on the activity of Wistar rat?s blood Superoxide Dismutase (SOD) enzyme provided maximum physical activity. Twenty four rats divided into 4 groups; negative control, positive control, ethanol extract, and n-butanol fraction. Superoxide Dismutase Enzyme activity was measured using Biovision kit. Results showed that the treatments gave significant difference (p<0.05) to SOD. Flavonoid glycoside from n-butanol fraction increased SOD activity of Wistar rat 22,79% higher than ethanol extract. Keyword : Solanum betaceum Cav., Superoxide Dismutase, Physical activity, oxidative stress