cover
Contact Name
Ni Wayan Deswiniyanti
Contact Email
-
Phone
+6285237111633
Journal Mail Official
jmediasains@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Padangluwih, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Jurnal Media Sains
ISSN : 25497413     EISSN : 26203847     DOI : -
Jurnal Media Sains merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura yang fokus pada ilmu sains dasar dan terapan (Biologi, Fisika, Kimia dan Bioteknologi). Artikel yang dipublikasikan bisa berupa hasil penelitian dasar atau terapan dari peneliti Indonesia yang terkait bidang ilmu sains dasar dan terapan. Jurnal Media Sains akan memuat artikel-ratikel yang membahas teori, penemuan dasar dan aplikasi ilmu yang terkait.
Articles 43 Documents
Potensi Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Penurunan Kadar Histamin Pada Ikan Lemuru (Sardinella longiceps) Valent, Febryna Aurora; Oka Adi Parwata, I Made; Susanah Rita, Wiwik
Jurnal Media Sains Vol 1, No 2 (2017): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.082 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v1i2.262

Abstract

ABSTRAK ?Tanaman kelor merupakan suku Moringaceae yang telah menjadi obyek pada banyakpenelitian karena mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, tanin, dan senyawafenolik lain yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipotensi ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terhadap penurunan kadar histamin padaikan lemuru (Sardinella longiceps). Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minimum ekstrak etanol daun kelor dan penentuan kadar total flavonoid yang terdapat di dalamekstak etanol daun kelor. Variasi konsentrasi ekstrak etanol yang digunakan adalah 0%, 7%,8%, 9%, 10%, dan 15% dengan lama perendaman selama 0, 30, 60, dan 90 menit. Kadarhistamin diuji dengan alat Biofish dan hasilnya dianalisis dengan menggunakan Two WayANOVA untuk mengetahui perbedaan yang berarti sebagai respon terhadap perlakuan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak dan lama perendaman memilikiperbedaan yang nyata (P<0,05) dan konsentrasi minimum ekstrak yang dapat menurunkan kadar histamin adalah 8%. Kadar total flavonoid pada ekstrak etanol daun kelor yang digunakanadalah 3177,11 mg/100 g QE.Kata kunci: Sardinella longiceps, Moringa oleifera, histamin, flavonoidABSTRACT Moringa plants are Moringaceae tribes that have been the object of many studiesbecause they contain active compounds such as flavonoids, saponins, tannins, and other potentially antibacterial phenolic compounds. The aim of this research is to know the potency ofmoringa leaf ethanol extract (Moringa oleifera) to decrease histamine levels in lemuru fish(Sardinella longiceps). This study also aims to determine the minimum concentration ofmoringa leaf ethanol extract and the determination of total flavonoid content c ontained inethanol extract of moringa leaf. Variations of ethanol extract concentration used were 0%, 7%,8%, 9%, 10%, and 15% with soaking time for 0, 30, 60, and 90 min. Histamine levels weretested with a Biofish tool and the results were analyzed using Two Way ANOVA to determinethe significant differences in response to the treatment. The results showed that v ariation of extract concentration and soaking time had significant difference (P<0,05) and the minimumconcentration of extract which could decrease histamine level was 8%. The total flavonoidcontent of moringa leaf? ethanol extract used was 3177.11 mg/100 g QE.Keywords: Sardinella longiceps, Moringa oleifera, histamine, flavonoids
Pengaruh Kolkhisin dan Gliberilin pada Periode Pembungaan Anggrek Dendrobium sp Lestari, Ni Kadek Dwipayani; Deswiniyanti, Ni Wayan
Jurnal Media Sains Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.109 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v3i1.718

Abstract

ABSTRAKUpaya mendapatkan tanaman dan bunga yang bermutu tinggi diperlukan tehnik pengelolaan tanaman yang memadai. Kunci keberhasilan pembudidayaan dan membuat bunga tanaman anggrek dendrobium tetap indah dan cantik salah satunya ditentukan oleh teknik dan intensitas perawatan pada tahap fase pembungaan. Terdapat empat jalur regulasi pembungaan yaitu fotoperiode, otonom, vernalisasi, dan menggunakan zat pengatur tumbuh (GA/BA). Maka dari penelitian ini diharapkan mendapat konsentrasi hliberilin dan kolkhisin yang tepat untuk mempercepat periode pembungaan. Sampel diambil secara acak dengan membeli 30 bibit anggrek dendrobium dalam fase generative. Penyemprotan GA dan kolkhisin dilakukan pada saat sore hari pada pukul 15.00 Wita pada saat stomata daun terbuka. Hasil yang diperoleh Pemberian giberilin 0,1% efektif untuk mempercepat umur pembungaan, jumlah kuntum bunga, panjang tangkai bunga dan tinggi tanaman, namun tidak efektif untuk mempengaruhi ukuran luas daun anggrek Dendrobium sp. Pemberian kolkishin 0,1% efektif untuk mempengaruhi ukuran luas daun, namun tidak efektif untuk mempercepat umur pembungaan, jumlah kuntum bunga, panjang tangkai bunga dan tinggi tanaman anggrek Dendrobium sp.Kata kunci : Dendrobium sp., Gliberilin, Kolkhisin, PembungaanABSTRACTEfforts to obtain high-quality plants and flowers require adequate crop management techniques. The key of success of cultivation and to make beautiful dendrobium orchid flowers is one of them is determined by the technique and intensity of treatment at the flowering phase. There are four flowering regulatory pathways, photoperiod, autonomic, vernalization, and using growth regulators (GA / BA). Therefore, this study it is expected to get the right concentration of Giberellin (GA) and kolkhisin to accelerate the flowering period. Samples were taken randomly by 30 dendrobium orchids in the generative phase. Spraying GA and kolkhisin in the afternoon at 3:00 p.m. when the leaf stomata opens. The Result obtained by 0.1% giberelin were effective to accelerate flowering age, number of flowers, length of flower stalks and plant height, but were ineffective in influencing the size of Dendrobium Orchid leaves. It is not effective to speed up flowering age number of flowers, length of flower stalks and height of Dendrobium sp. orchid plants.Keywords: Dendrobium, Giberellin, Colchisin, flowering
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK AKAR TANAMAN BAMA (Plumbago zeylanica) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Trichophyton mentagrophytes PENYEBAB KURAP PADA KULIT Karta, I Wayan; Burhannuddin, Mr
Jurnal Media Sains Vol 1, No 1 (2017): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.469 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v1i1.192

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak etanol akar tanaman bama (Plumbago zeylanica) berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan jamur dermatofit Trichophyton mentagrophytes. Penelitian adalah eksperimen murni (true experiment) dengan posttest only control group design. Ekstraksi akar tanaman bama dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol absolut. Untuk menguji aktivitasnya dilakukan uji daya hambat dengan metode difusi dan penentuan konsentrasi hambatan minimum (KHM) dengan metode dilusi. Analisis dilakukan secara statisik menggunakan uji one way ANOVA dengan signifikansi p = 0,05. Ekstrak akar tanaman bama (P. zeylanica) berbagai konsentrasi mampu menghambat pertumbuhan jamur dermatofit T. mentagrophytes. Berdasarkan sensitivitasnya, konsentrasi pada 1,5%; 2,5%; 5%, dan 10% dalam kategori sensitif sama dengan kontrol positif ketokonazol 2%. Uji One Way Anova menunjukkan p lebih kecil dari 0,05 yang berarti terdapat perbedaan zona hambat ekstrak akar tanaman bama (P. zeylanica) berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan jamur dermatofit T. mentagrophytes. Konsetrasi 10% memiliki zona hambat yang lebih besar dibandingkan yang lainnya. Konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak akar tanaman bama (P. zeylanica) berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan jamur dermatofit T. mentagrophytes berada di bawah 0,08% (?0,08%). Hal ini karena pada rentangan konsentrasi yang telah diujikan tidak tumbuh koloni jamur (-).Kata Kunci: Plumbago zeylanica, antijamur, Trichophyton mentagrophytesABSTRACTThis study aims to determine the antifungal activity of ethanol extract of the roots of plants bama (Plumbago zeylanica) various concentrations on the growth of dermatophyte fungi Trichophyton mentagrophytes. The study is true experiment with posttest only control group design. Extraction plant roots bama done by maceration using ethanol absolute. To test the inhibitory activity test by the method of determining the concentration of diffusion and minimum barriers by the dilution method. Analysis performed statistical using one way ANOVA test with a significance of p = 0.05. Root extract of P. zeylanica with various concentrations to inhibit the growth of dermatophyte fungi T. mentagrophytes. Based on the sensitivity, the concentration at 1.5%; 2.5%; 5%, and 10% in the sensitive category equal to 2% ketoconazole positive control. One Way Anova test showed p less than 0.05 which means that there are differences in inhibition zone of various concentrations on the growth of dermatophyte fungi T. mentagrophytes Concentration of 10% have a zone of inhibition greater than others. The minimum inhibitory concentration of extract of various concentrations on the growth of dermatophyte fungi T. mentagrophytes is under 0.08% (?0,08%). This is because the range of concentrations that have been tested are not growing fungal colonies (-).Key words: Plumbago zeylanica, antifungal, Trichophyton mentagrophytes
Potensi Antibakteri Pada Beberapa Tanaman Obat Yang Tercatat Dalam Lontar Usada Taru Premana Darmawijaya, I Putu
Jurnal Media Sains Vol 2, No 1 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.835 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v2i1.356

Abstract

ABSTRAKLontar usada taru premana merupakan salah satu lontar yang berisikan tentang beberapa tumbuhan yang berkhasiat untuk pengobatan. Dalam lontar usada taru premana tercatat 168 jenis tumbuhan yang berkhasiat untuk pengobatan. Kebanyakan dari tumbuhan obat tersebut yang memiliki khasiat sebagai antibakteri, namun ada beberapa dari tumbuhan obat tersebut yang potensi antibakterinya belum diketahui. Dalam penelitian ini akan dibandingkan potensi antibakteri dari tumbuhan buwu (Albizia procerabenth), tumbuhan paspasan (Coccinia cordifolia L.), dan tumbuhan gandasuli (Hedychium coronarium K.). Dari ketiga tumbuhan tersebut untuk mengambil komponen senyawa bioaktifnya dengan metode maserasi menggunakan etanol 85 %. Ketiga ekstrak etanol tumbuhan yang dihasilkan, diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Micrococcus luteus dan Eschericia coli dengan menggunakan pembanding kloramfenikol dan etanol. Hasil penelitian didapatkan bahwa Tumbuhan Paspasan mempunyai potensi antibakteri yang paling besar yaitu dengan menghasilkan zona hambat sebesar 60,6 mm terhadap bakteri Micrococcus luteus dan sebesar 70,6 mm terhadap bakteri Eschericia coli.Kata kunci: Lontar usada taru premana, etanol 85 %, Micrococcus luteus, Eschericia coliABSTRACTLontar usada taru premana is one of the papyrus that contains about some plants that are efficacious for the treatment. In the palm usada taru premana recorded 168 types of plants that are efficacious for treatment. Most of these medicinal plants that have antibacterial properties, but there are some of these medicinal plants whose antibacterial potential is unknown. In this study we compared the antibacterial potency of Buwu Plant (Albiziaprocerabenth), Paspasan Plant (Cocciniacordifolia L.), and Gandasuli Plant (Hedychiumcoronarium K.). From these three plants to take the component of its bioactive compound by maseration method using ethanol 85%. The three extracts of plant ethanol produced, tested their antibacterial activity against Micrococcus luteus and Escheriacia coli bacteria using chloramphenicol and ethanol. The result showed that Paspasan plant has the greatest antibacterial potency by generating resistor zone power 60,6 mm to Micrococcus luteus bacteria and 70,6 mm to Escherichia coli bacteria.Keywords: Lontar usada taru premana, ethanol 85 %, Micrococcus luteus, Eschericia coli
Pengendalian Jumlah Angka Mikroorganisme Pada Tangan Melalui Proses Hand Hygiene Wulansari, Nadya Treesna; Parut, Anselmus Aristo
Jurnal Media Sains Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.037 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v3i1.694

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari proses hand hygiene terhadap jumlah angka mikroorganisme pada tangan. Penelitian ini merupakan quasi exsperiment dengan menggunakan rancangan pretest-posttest control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah telapak tangan mahasiswa Keperawatan Tingkat I STIKES Bali yang bersih dan sehat jasmani. Penelitian dilakukan di Laboratorium Keperawatan STIKES Bali dan UPT. Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali. Pengambilan sampel dilakukan sebelum dan setelah melakukan proses hand hygiene baik secara hand washing dan hand rubbing. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan uji Kruskal Wallis yang dilanjutkan dengan analisis post hoc menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase penurunan jumlah mikroorganisme tertinggi ditunjukkan dengan perlakuan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer cair dan persentase yang paling rendah menggunakan air mengalir. Berdasarkan uji post hoc, adanya perbedaan antara perlakukan menggunakan sabun antiseptik cair, hand sanitizer gel dan hand sanitizer cair dengan air mengalir. Hasil yang signifikan ditunjukkan perlakuan sabun antiseptik cair, hand sanitizer gel dan hand sanitizer cair terhadap air mengalir (p<0,05).Kata kunci: hand hygiene, hand washing, hand rubbingABSTRACTThis study aims to determine the effectiveness of hand hygiene process in controlling microorganisms on hands. This research is a quasi-experiment with a pretest-posttest control group design. The subjects in this study were students? palm of first grade nursing students in STIKES Bali. The study was conducted at STIKES Bali Nursing Laboratory and UPT. Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali. The sampling was done before and after the hand hygiene process both hand washing and hand rubbing. Data obtained in this study were analyzed by Kruskal Wallis test followed by post hoc analysis using Mann Whitney test. The results of this study showed that the highest percentage reduction number of microorganisms is removed by hand sanitizer and the lowest percentage by flowing water. Based on the post hoc test, there was different treatment among using liquid antiseptic soap, gel hand sanitizer and liquid hand sanitizer with flowing water. The significant results were seen in liquid antiseptic soap, gel hand sanitizer and liquid hand sanitizer toward flowing water (p <0.05).Key words: hand hygiene, hand washing, hand rubbing
Efektivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Kemuning (Murraya Paniculata (L) Jack) Terhadap Pertumbuhan Salmonella Typhi Secara Invitro Ferry Sutrisna Putra, I Gusti Putu Agus; Juliantara, I K. Putra; Sukmayanti, Ni Luh Putu Ari
Jurnal Media Sains Vol 2, No 1 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.936 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v2i1.351

Abstract

ABSTRAKDemam tifoid merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan di masyarakat. Demam tifoid merupakan infeksi yang menyerang saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Terapi antibakteri untuk infeksi ini biasanya menggunakan ampisilin, trimethoprim-sulfametoksazol atau kloramfenikol. Hal yang dapat mempersulit proses pengobatan adalah adanya resistensi terhadap obat yang biasanya dipindahkan secara genetik oleh plasmid antar bakteri. Kemuning digunakan sebagai obat, karena kulit batang kemuning mengandung flavonoid, saponin, polifenol, dan tanin diketahui memiliki sifat antibakteri. Penelitian ini berbentuk eksperimental, yaitu dengan melakukan percobaan untuk mengetahui daya hambat ekstrak kulit batang kemuning terhadap pertumbuhan Salmonella typhi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kulit batang kemuning mengandung Flavonoid dengan kandungan 892,35 mg/100 g QE , Fenol 2089,345/100 g GAE dan Tannin 1876,87 mg/100g GAE. Zona hambatan terkecil pada konsentrasi 12,5 % dan zona hambatan terbesar pada konsentrasi 75 %. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak kulit batang kemuning, semakin kuat daya antibakterinya. Hasil uji one way anova menunjukkan bahwa harga F hitung sebesar 332,792dengan signifikansi 0,000. Harga F hitung lebih besar dibandingkan dengan F tabel sehingga ada pengaruh berbagai konsentrasi ekstrak kulit batang kemuning terhadap pertumbuhan Salmonella typhi.Kata kunci: Demam tifoid, Kemuning, Salmonella typhiABSTRACT Typhoid fever is one of the infectious diseases that become a health problem in our society. Typhoid fever is an infection that attacks the digestive tract caused by Salmonella typhi bacteria. Antibacterial therapy for this infection usually uses ampicillin, trimethoprim-sulfamethoxazole, or chloramphenicol. What can complicate the treatment process is the presence of resistance to drugs that are normally transferred genetically by plasmids between bacteria. Kemuning is used as a medicine, because the skin of yellow stems contains flavonoids, saponins, polyphenols, and tannins are known to have antibacterial characteristics. This is experimental research that is by doing experiment to know the inhibitory power of buns skin extract on Salmonella typhi growth. The results showed that the bark of yellow stalk contains Flavonoid with 892,35 mg / 100 g of QE, Phenol 2089,345 / 100 g GAE and Tannin 1876,87 mg / 100g GAE. The smallest resistance zones at the concentration of 12.5% and the largest resistance zone at 75% concentration. The higher the concentration of yellow bark extract, the stronger the antibacterial power. One way anova test results indicate that the price of F arithmetic amounted to 332,792 with a significance of 0.000. F arithmetic value is higher than the F table, so that there is influence of various concentration of bark extract of kemuning against Salmonella typhi growth.Keywords: Typhoid fever, Kemuning, Salmonella typhi
Aktivitas Antimakan Daun Tenggulun (Protium javanicum Burm. F.) terhadap Ulat Kubis Plutella xylostella Sukadana, I Made; Santi, Sri Rahayu; Monikayani, Ni Wayan
Jurnal Media Sains Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jms 3.v2i2.428

Abstract

ABSTRAKDaun tenggulun (Protium javanicum Burm. F.) secara tradisional telah dimanfaatkan sebagai obat dan insektisida seperti repelan dan antimakan terhadap larva Epilachna sparsa suatu bioindikator universal terhadap hama ulat sehingga dapat dikembangkan untuk ulat lain seperti ulat kubis. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi golongan senyawa aktif antimakan daun tenggulun (Protium Javanicum Burm. F.) terhadap ulat kubis Plutella xylostella. Hasil maserasi 1000 g serbuk kering daun tenggulun dengan metanol menghasilkan 42,7218 g ekstrak kental metanol. Ekstrak ini menunjukkan aktivitas antimakan 71,01% pada konsentrasi 0,1% (b/v) yang selanjutnya dipisahkan dengan n-heksana, etil asetat, dan air. Ekstrak n-heksana, etil asetat, dan air pada konsentrasi 0,1% (b/v) menunjukkan aktivitas antimakan berturut-turut 30,56%, 84,24%, dan 5,05%. Pemurnian ekstrak aktif etil asetat dilakukan menggunakan kromatografi kolom dengan fase diam silika gel dan fase gerak etil asetat-n-heksana (1:1) menghasilkan tiga fraksi. Fraksi B yang menunjukkan aktivitas antimakan paling tinggi yaitu 87,26% pada konsentrasi 100 ppm dan relatif murni secara KLT. Hasil identifikasi menunjukkan isolat merupakan senyawa golongan triterpenoid alkohol dengan gugus fungsi OH, CH3, CH2, CH, C=O, -Vis pada 282,5 nm (???*), 403 nm (n??*), dan 437,5 nm (n??*).Kata kunci: Protium javanicum Burm. F., tenggulun, antimakan, Plutella xylostella, triterpenoid alkoholABSTRACTTenggulun leaves (Protium javanicum Burm. F.) have been used traditionally as a medicine and insecticide such as repellant and antifeedant for Epilachna sparsa larva a universal bioindicator to larva that can be developed for other larva such as cabbage larva. This research aimed to isolate and identify antifeedant active compounds from tenggulun leaf (Protium javanicum Burm. F.) to cabbage larva Plutella xylostella. Dry powder of tenggulun leaves extracted with methanol was obtained 42,7218 g of methanol crude extract. This extract showed 71,01% antifeedant activity at 0,1% (w/v) subsequently separated by partition to obtain n-hexane, ethyl acetate, and water extracts. Extract of n-hexane, ethyl acetate, and water at concentration 0,1% (w/v), showed the antifeedant activity of 30,56%, 84,24%, and 5,05%. Purification of etil acetat extract using silica gel column chromatography and mobile phase ethyl acetate-n-hexane (1:1) yielded three fractions. Fraction B is the most active which showed 87,26% antifeedant activity at 100 ppm was found relatively pure with thin layer chromatography. The antifeedant active isolate was identified as triterpenoid alcohol group of compounds which have functional group OH, CH3, CH2and gives UV-Vis rays at 282,5 nm (???*), 403 nm (???*), and 437,5 nm (n??*).Keywords: Protium javanicum Burm. F., tenggulun, antifeedant, Plutella xylostella, triterpenoid alcohol
Fitoremediasi Limbah Cair UPT Laboratorium Analitik Universitas Udayana Menggunakan Tanaman Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Ditinjau dari Penurunan Nilai COD dan Kandungan Logam Berat Cu dan Cr Welhelmus Djo, Yuliana Herman; Suastuti, Dwi Adhi; Eka Suprihatin, Iryanti; Sulihingtyas, Wahyu Dwijani
Jurnal Media Sains Vol 1, No 2 (2017): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.153 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v1i2.263

Abstract

ABSTRAKUPT Laboratorium Analitik Universitas Udayana menghasilkan limbah khususnya limbah cair yang mengandung bahan kimia berbahaya. Sistem pengolahan limbah yaituFitoremediasi menggunakan eceng gondok (Eichhornia crassipes) bertujuan untuk mengetahui efektivitas penurunan COD (Chemical Oxygen Demand), kandungan logam berat Cu dan Crlimbah cair laboratorium analitik dan mengetahui daya serap eceng gondok terhadap COD danlogam berat Cu dan Cr. Penelitian ini dilakukan dengan membiarkan 840 gram eceng gondoktumbuh dalam 5 liter sampel limbah cair UPT Laboratorium Analitik Universitas Udayanaselama 14 hari. COD dan kandungan logam berat Cu dan Cr dalam limbah diukur setiap hariselama perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan COD, kandungan logamberat Cu dan Cr, yang diduga akibat adanya aktivitas biologi yang mengoksidasi senyawa organik maupun anorganik yang terkandung dalam air limbah. Konsentrasi awal COD, Cu danCr sebelum perlakuan adalah 47,04; 0,375; dan 2,58 mg/L dan setelah perlakuan selama 14 harimenjadi 26,34; 0,111; dan 0,72 mg/L. Efektivitas penurunan COD, Cu dan Cr berturut-turut42,36%, 68,73%, dan 42,40%. Daya serap eceng gondok terhadap COD, Cu, dan Cr berturutturut0,1232;0,0016; dan 0,0051 mg/g eceng gondok. Kata kunci: COD, daya serap, eceng gondok, fitoremediasi, limbah laboratorium ABSTRACT ?The study research processing of liquid waste of the Udayana University AnalyticalLaboratory in way phytoremediation using water hyacinth (Eichhornia crassipes).Phytoremediation using water hyacinth (Eichhornia crassipes) was conducted to reduce theCOD, Cu, and Cr contents of liquid waste of the Udayana University Analytical Laboratory.The study was conducted by allowing 840 grams of water hyacinth to grow in 5 dm?of theliquid waste for 14 days. The COD, Cu and Cr concentrations in the liquid waste weremeasured everyday for 14 days, to determine the reduction efectivity and the adsorption capacity of the water hyacinth on those parameters. Results show that all parameters droppedwithin the 14 day treatment from 47.04; 0.375; and 2.58 mg/L to 26.34; 0.111; and 0.72 mg/Lfor COD, [Cu], and [Cr] respectively. The reduction efectivity for the respective parameterswere 42.36%, 68.73%, and 42.4%. The adsorption capacity were 0.1232; 0.0016; and 0.0051mg/g water hyacinth respectively.Keywords: Adsorption,COD, Eceng Gondok, Liquid Waste, Phytoremediation
Efektivitas Ekstrak Daun Cem-cem (Spondias pinnata (L.f) Kurz) dalam Menghambat Pertumbuhan Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Salmonella typhi Wulansari, Nadya Treesna; Armayanti, Luh Yenny
Jurnal Media Sains Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jms 3.v2i2.423

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun cem-cem (Spondias pinnata (L.f) Kurz) dalam menghambat pertumbuhann Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Salmonella typhi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Efektivitas ekstrak daun cem-cem dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Salmonella typhi menggunakan metode sumur difusi dengan variasi ekstrak 20%, 40% dan 60%. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA). Rerata hambatan semua perlakuan menunjukkan hasil yang berbeda nyata (p<0,05) terhadap kontrol baik kontrol positif maupun kontrol negatif. Rerata diameter zona hambat yang tertinggi adalah konsentrasi ekstrak 60% dengan rerata 13,98 ? 0,75 mm, 9,33 ? 0,42 mm dan 11,08 ? 0,46 mm masing-masing terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Salmonella typhi. Daun cem-cem mengandung senyawa fenol, flavonoids, tanin, alkaloid dan terpenoid yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri.Kata kunci: Daun cem-cem, zona hambat, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Salmonella typhiABSTRACTThis study aims to determine the effectiveness of cem-cem leaf extract (Spondias pinnata (L.f) Kurz) in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Salmonella typhi. This research is an experimental research using Completely Randomized Design. The effectiveness of cem-cem leaf extract in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Salmonella typhi using diffusion well method with variation of extract 20%, 40% and 60%. Data obtained in this study were analyzed by analysis of variance (ANOVA). The average barrier of all treatments showed significantly different results (p < 0.05) to control both positive and negative controls. The highest mean inhibitory zone diameter was 60% extract concentration with mean of 13.98 ? 0.75 mm, 9.33 ? 0.42 mm and 11.08 ? 0.46 respectively against Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Salmonella typhi bacteria. Cem-cem leaves contains phenol, flavonoids, tannins, alkaloids and terpenoids that can potentially inhibit the bacterial growth.Keywords: Cem-Cem leaves, inhibition zone, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Salmonella typhi
COVER JMS JMS, COVER
Jurnal Media Sains Vol 3, No 1 (2019): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.607 KB) | DOI: 10.36002/jms 3.v3i1.719

Abstract

COVER