cover
Contact Name
Nailufar Firdaus
Contact Email
nay.amity@gmail.com
Phone
+6282132977772
Journal Mail Official
lppmnhm@yahoo.com
Editorial Address
JL.RE Martadinata No. 45 Bangkalan Madura
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
NURSING UPDATE JURNAL ILMIAH ILMU KEPERAWATAN
ISSN : 20855931     EISSN : 26232871     DOI : https://doi.org/10.36089/nu
Core Subject : Health, Science,
NURSING UPDATE is the official peer-reviewed research journal of the Nursing Science, and is devoted to publication of a wide range of research that will contribute to the body of nursing science and inform the practice of nursing, nursing education, administration, and history, on health issues relevant to nursing, and on the testing of research findings in practice.
Articles 792 Documents
ANALISIS HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA WANITA DENGAN USIA MENOPAUSE Vidayati, Lelly Aprilia
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 11 No 1 (2019): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause is permanent cessation of menstruation after preceded by amenorhea for atleast one year. Menopausal age in women can occur at age 45-50 years but in somecircumstances can occur early or late. Age of menopause is influenced by several factors onethem the use of hormonal contraception. The purpose of this study is to determine therelationship of contraceptive use in women with age of menopause in Polindes Tebul Kec.Kwanyar.This research use Analytical design with Cross Sectional approach. The independentvariable is Contraception method and Dependent variable is age of menopause. The totalpopulation of 48 postmenopausal women from the study sample was 43 menopausal women.Sampling using simple random sampling technique. The instrument used is questionnaire.Univariate data analysis using frequency and bivariate distribution using chi square test withsignificant level α 0.05.The results showed that almost all menopausal women 43 people had a history of usinghormonal contraception that is 24 people (55.8%). While 21 men (48.9%) of menopausalwomen had normal menopause, respondents who had a history of using hormonalcontraceptives nearly half had normal menopause (48.9%). After chi square test withsignificant level α 0.05 obtained ρ Value: 0,008 <α: 0,05 so that H0 is rejected. This suggeststhat there is a relationship of contraceptive use in women with menopausal age.The conclusion of this study is that there is a relationship between contraceptive usein women with menopausal age, therefore it is advisable to menopause women to followposyandu elderly to increase knowledge about menopause.
The The Effect of 5 Finger Hypnosis on Decreasing Stress Levels in the Family of Schizophrenia Patients in Puskesmas II Denpasar Timur Wayan Sukma Wati; Desak Made ari Dwi Jayanti; Dewa Putu Arwidiana
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 12 No 2 (2021): SPECIAL EDITION (MARET 2021)
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v12i2.173

Abstract

Stress is an unpleasant emotional reaction to real danger or imaginary that is accompanied by changes in the nervous system. The impact of people's stress is the IS, the Khawati is not calm, frustrated, angry, or nervous. One of the efforts to reduce stress on a person by giving hypnosis Therapy 5 fingers which is a form of self hypnosis purpose of this research to know the effect of hypnosis 5 fingers against the decline in stress levels in the family of schizophrenia patients in Puskesmas II East Denpasar. This research is a type of pre-experiment with the design of One-group Pre test Post Test Design with sample is 21 respondents, sampling techniques are purposive sampling. In pre-test results obtained as much as 19.05% of the data experienced mild stress levels and as many as 80.95% are experiencing moderate stress levels. After the 5-finger hypnosis therapy is obtained by post-test result data, which did not experience stress as much as 19.05% and which experienced a mild stress level of 80.95%. The pre-test and post-test results obtained a Z value of-4.025 with a signification value of P-value = 0.00. The value indicates there is a significant influence between before and after 5-finger hypnosis therapy to the level of the respondent's stress. Based on the results of this research that one form of therapy that can be applied to people with stress is with 5-finger hypnosis therapy.
Pengaruh Motivasi, Gaji dan Kepemimpinan Terhadap Kinerja Perawat (Systematic Review) Achmad Masfi; Soliha Soliha; Eddy Moeljono
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 11 No 2 (2020): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v11i2.180

Abstract

A B S T R A C T Permasalahan pelayanan keperawatan di indonesia salah satu faktornya adalah Sumber Daya Manusia dalam melakukan kinerja. Tujuan dalam penelitia ini mengetahui pengaruh faktor motivasi, gaji dan kepemimpinan terhadap kinerja perawat. Metode Penelit merupakan Systematic Review dengan Pencarian literatur dilakukan di beberapa database mayor seperti PROQUEST, SCIENCEDIRECT, MEDLINE, dan GOOGLE SCHOLAR sebanyak 15 jurnal dengan 53 Varibel. Hasil penelitian menunjukkan dari 27 variabel, faktor motivasi terdapat di 7 jurnal, faktor gaji terdapat di 6 jurnal, sedangkan faktor kepemimpina terdapat 5 jurnal. Adanya pengaruh antara faktor motivasi, gaji dan kinerja terhadap kinerja perawat.
HUBUNGAN ANTARA MEKANISME KOPING KELUARGA DENGAN PENERIMAAN DIRI (SELF ACCEPTANCE) KELUARGA PASIEN HIV/AIDS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKALAN soliha M.Kep; Achmad Masfi
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 11 No 2 (2020): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit HIV dapat menimbulkan dampak psikologis pada keluarga pasien, salah satunya masalah mekanisme koping keluarga pasien. Masalah yang sering dihadapi oleh keluarga pasien HIV/AIDS adalah masalah penerimaan diri (self acceptance) keluarga pasien HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara mekanisme koping keluarga dengan penerimaan diri (self acceptance) keluarga pasien HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 33 responden dengan tehnik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai mekanisme koping yang adaptif (72%), memiliki penerimaan diri yang baik (36,3%). Hampir setengahnya responden berusia 31-40 tahun yaitu sebanyak 10 (30,3%), hampir seluruhnya responden kawin yaitu sebanyak 28 (84,9%), hampir setengahnya responden berjenis kelamin wanita yaitu sebanyak 20 orang (60,5%), sedangkan responden laki-laki yaitu sebanyak 10 orang (30,3%), hampir setengahnya responden Bekerja yaitu sebanyak 19 orang (57,6%), hampir setengahnya responden penghasilan perbulan >1juta yaitu sebanyak 21 orang (63,6%) , hampir setengahnya responden mengetahui anggota keluarganya divonis terinfeksi HIV oleh dokter >1 tahun yaitu sebanyak 20 orang (60,7%). Pada analisis korelasi didapatkan adanya hubungan yang signifikan yang kuat dan searah antara mekanisme koping keluarga dengan penerimaan diri keluarga pasien HIV/AIDS (p=0,002 & p=0,529). Hasil uji menunjukkan responden yang mempunyai mekanisme koping adaptif akan memiliki penerimaan diri (self acceptance ) yang baik. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu dilakukan intervensi untuk memberdayakan keluarga agar dapat senantiasa memiliki penerimaan diri (self acceptance ) yang baik pada pasien HIV/AIDS.
HIV PREVENTION BEHAVIOUR (CONDOM USE) AMONG COMMERCIAL SEX WORKERS BASED ON HEALTH BELIEF MODEL Yasinta Betan; Hendra Andryanus Bire Logo; Yohanes Dion
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 11 No 2 (2020): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v11i2.210

Abstract

Latar belakang: Pekerja seks komersial adalah kelompok yang paling rentan terhadap infeksi HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku pencegahan HIV dan prediktor penggunaan kondom pada pekerja seks komersial berdasarkan teori Health Belief Model. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Survei dilakukan di lokalisasi prostitusi dari Juli hingga Agustus 2017. Sebanyak 118 wanita pekerja seks komersial dipilih secara purposive. Data diperoleh dari kuesioner. Regresi logistik digunakan untuk menentukan prediktor perilaku penggunaan kondom di kalangan pekerja seks komersial. Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa 12,7% pekerja seks komersial berisiko tertular HIV dan berisiko menularkan HIV kepada klien karena mereka tidak secara konsisten menggunakan kondom dengan klien selama berhubungan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap penggunaan kondom adalah external cues to action terkait informasi dari peer educator dan media massa (OR = 1.43, CI 95% = 1.15-1.79), diikuti oleh persepsi severity (OR = 1.41, 95% CI = 1.06-1.89). Namun, persepsi kerentanan, persepsi manfaat, dan persepsi hambatan tidak mempengaruhi penggunaan kondom di kalangan pekerja seks komersial dalam penelitian ini. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye media massa tentang tingkat keparahan infeksi HIV dan program pendidikan sebaya sangat penting dalam meningkatkan penggunaan kondom di kalangan pekerja seks di rumah bordil. Selain itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menggali lebih banyak pengalaman pekerja seks yang tidak konsisten menggunakan kondom dengan klien saat berhubungan dengan pendekatan kualitatif.
THE INFLUENCE OF YOUNG COCONUT WATER (COCOS NUCIFERA L.) ON THE DECREASE IN SYSTOLIC BLOOD PRESSURE IN HYPERTENSIVE PATIENTS mulia mayangsari
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 11 No 3 (2020): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v10i1.211

Abstract

Hypertension is the condition where the blood pressure of systolic more then 120 mmHg and the pressure diastolic more then 80 mmHg (Muttaqin, 2009). Based on the previous study at the Ganding community health center there are many patients got high blood pressure before and after the young coconut water have been given to the sufferer hypertinsion at ganding community heat center, subdistrict ganding, sumenep regency.This research used quasy experiment method, independeny variable of young coconut water and dependent variable blood pressure. The population is from the society at community health center ganding the suffeer hypertension, on March 2017 with sample as many as 18 persons. 9 persons are treatment and 9 persons are control used technique of simple Consicutive sampling. The result of research used paired t test and independent test with α:0,05.In analysis of group control and treatment used independent test got from the value ρ:0,000<α:0,05. It means that H0 rejected so, there is difference blood pressure between the group of treatment and control subdistrict ganding, sumenep regencyThe result of this research expected to be an information and knowledge about one of way in traditional therapy to the sufferer hypertention as efforts in lowering blood pressure. And also developed as reference in the next research. Key words: young coconut, hypertensive
Hubungan Peran Teman Sebaya dengan Perilaku Merokok Pada Remaja di Kota Kupang Maria Yasintha Goa
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 11 No 2 (2020): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v11i2.212

Abstract

Perilaku merokok dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Sebagian besar perokok adalah remaja. Peran teman sebaya berkontribusi pada perilaku merokok remaja. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara peran teman sebaya dengan perilaku merokok remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan cross sectional dengan simple random sampling. Sampel 91 remaja laki-laki di SMAK Sint Carolus Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner peran teman sebaya dan perilaku merokok. Data dianalisis dengan uji statistik chi square menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas remaja yang merokok pada kelas XII IPA, X IPS, XII IPS 1 dan XII IPS 2; Hasil uji statistik menunjukkan p value=0,009 yang menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara peran teman sebaya dengan perilaku merokok remaja. Saran bagi guru, orang tua dan tenaga kesehatan agar dapat mengoptimalkan tindakan preventif dalam perilaku merokok remaja. Hal ini dapat dilakukan dengan pemberian edukasi terkait dengan kandungan rokok, bahaya merokok dan peran teman sebaya dalam menurunkan prevalensi perilaku merokok remaja.
TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 DI KOTA KUPANG Erna Febriyanti
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 11 No 3 (2020): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v11i3.213

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan kasus Covid-19 yang secara signifikan di Indonesia, tidak saja berdampak pada kesehatan tapi juga berdampak pada berbagai sektor, mulai dari sektor perekonomian, sosial masyarakat, lingkungan, budaya dan pendidikan. Pada situasi pandemi saat ini mahasiswa rentan mengalami kecemasan. Kecemasan yang dialami memiliki tingkatan yang berbeda-beda pada setiap individu. Kecemasan dapat memberikan dampak pada berbagai aspek. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan dalam menghadapi pandemic Covid-19 di kota Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deksriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di salah satu institusi keperawatan di Kota Kupang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 171 orang responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisa data dengan univariat menggunakan distribusi frekuensi dalam bentuk persentase . Hasil: hasil penelitian ini menunjukkan 43,3 % mahasiswa mengalami kecemasan ringan, 56,7 % mahasiswa mengalami kecemasan sedang. Kesimpulan: Tingkat kecemasan mahasiswa Keperawatan dalam menghadapi pandemic Covid-19 adalah kecemasan sedang. Kata Kunci: Kecemasan , Mahasiswa, Pandemik Covid -19
STUDI FENOMENOLOGI: STRESS NARAPIDANA PEREMPUAN PELAKU HUMAN TRAFFICKING Fepyani Thresna Feoh
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 11 No 3 (2020): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v11i3.214

Abstract

Terpenjara dan berstatus narapidana merupakan sebuah pengalaman yang dapat menyebabkan stres pada narapidana perempuan. Stres tersebut tidak hanya berasal dari dalam diri narapidana sendiri, namun juga berasal dari keluarga dan lingkungan penjara. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman narapidana pelaku human trafficking di Lembaga Pemasyarakatan wanita. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif. Pemilihan partisipan melalui purposive sampling, dan dilakukan wawancara mendalam pada lima orang partisipan. Hasil analisa data menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) ditemukan 4 tema yaitu merasa kecewa karena masuk penjara, merasa bersalah pada anak, merasa khawatir dengan tanggapan orang-orang setelah keluar dari penjara, merasa takut tidak mendapatkan pekerjaan setelah keluar dari penjara. Pengalaman sebelum dan setelah terpenjara menjadikan narapidana mengalami berbagai masalah psikologis seperti perasaan kecewa, khawatir, dan takut. Hal tersebut dapat menyebabkan rendahnya harga diri dan krisisnya makna hidup pada narapidana. Proses keperawatan jiwa diperlukan untuk meningkatkan dan mempertahankan perilaku yang mendukung integrasi, meningkatkan kemampuan narapidana untuk dapat berhasil dalam menghadapi kehidupan dan tantangan, serta membangun ketahanan dalam menghadapi stres dalam penjara. Kata kunci: Pengalaman, Narapidana perempuan pelaku human trafficking, Masalah psikologis
Koping Sebagai Faktor Protektif Resiliensi Keluarga Yang Memiliki Remaja Dengan Gangguan Jiwa (Pendekatan Teori Keperawatan “Resilience” Haase&Peterson) Maryati Agustina Barimbing
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 11 No 3 (2020): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v11i3.215

Abstract

Gangguan jiwa terjadi pada semua usia termasuk pada remaja. Pengobatan dan pemulihan remaja dengan gangguan jiwa tidak lepas dari peran keluarga, oleh karena itu dibutuhkan resiliensi keluarga agar mampu mengatasi stresor yang muncul selama merawat remaja. Haase & Peterson mencetuskan teori “Resilience”. Penguatan resiliensi keluarga berfokus pada faktor protektif yaitu koping yang positif dari masing-masing anggota keluarga. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis hubungan koping dengan resiliensi keluarga yang memiliki remaja dengan gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif dengan desain korelasi menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 60 orang anggota keluarga dari remaja dengan gangguan jiwa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji korelasi pearson. Penelitian dilakukan di RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Hasil analisa bivariat menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara koping dengan resiliensi keluarga, dibuktikan dengan nilai p=0,000 dan nilai r=0,734. Semakin adaptif koping, semakin tinggi resiliensi keluarga. Dengan adanya hubungan antara koping dengan resiliensi keluarga yang memiliki remaja dengan gangguan jiwa maka perawat dalam pelayanan asuhan keperawatan yang diberikan kepada penderita gangguan jiwa dan keluarganya dapat menyampaikan pentingnya koping dan resiliensi keluarga dalam perawatan pasien.

Page 8 of 80 | Total Record : 792