cover
Contact Name
Johan Wahyu Wicaksono
Contact Email
johanwahyuwicaksono@gmail.com
Phone
+6281330611527
Journal Mail Official
stailsby@gmail
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/1, Kec Mulyorejo, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah
ISSN : 24770469     EISSN : 25812785     DOI : -
Core Subject : Economy,
FOKUS Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Ekonomi Syariah dan Entrepreneurship baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. SKOP Jurnal ini berisi kajian Ekonomi Syariah yang meliputi Bisnis, lembaga keuangan Syariah
Articles 102 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN: FIQH MUAMALAH KLASIK VS FATWA DSN-MUI TENTANG AKAD MURABAHAH KONTEMPORER Mohamad Lukmanul Hakim
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol. 9 No. 1 (2025): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/dinar.v9i1.872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif konsep akad mur?ba?ah dalam fiqh muamalah klasik dengan ketentuan mur?ba?ah yang diatur dalam fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), serta menilai implikasinya terhadap praktik lembaga keuangan syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap kitab-kitab fiqh klasik dari mazhab utama, fatwa DSN-MUI, serta literatur akademik kontemporer yang membahas ekonomi dan keuangan syariah. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif-analitis dan komparatif untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, serta implikasi penerapan akad mur?ba?ah dalam praktik keuangan syariah modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konseptual mur?ba?ah dalam fiqh muamalah klasik merupakan akad jual beli berbasis amanah yang menuntut transparansi harga pokok dan margin keuntungan, serta mensyaratkan kepemilikan riil atas barang oleh penjual sebelum akad dilakukan. Prinsip ini juga diadopsi dalam fatwa DSN-MUI yang menegaskan keharusan transparansi harga, kepemilikan barang oleh lembaga keuangan, serta kesepakatan margin keuntungan sejak awal akad. Namun demikian, terdapat beberapa perbedaan dalam aspek implementasi, khususnya terkait penggunaan mekanisme wak?lah, sistem pembayaran angsuran, pengaturan denda keterlambatan, serta orientasi akad yang lebih bersifat institusional dalam praktik perbankan syariah. Perbedaan tersebut muncul sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan sistem keuangan modern tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar syariah. Secara umum, fatwa DSN-MUI masih konsisten dengan prinsip fiqh muamalah klasik, terutama dalam menjaga transparansi harga, larangan riba, serta keharusan kepemilikan barang sebelum transaksi. Meskipun demikian, implementasi mur?ba?ah dalam lembaga keuangan syariah perlu terus diawasi agar tetap selaras dengan tujuan utama syariah (maq??id al-syar?‘ah), yaitu mewujudkan keadilan, kemaslahatan, dan kejujuran dalam aktivitas ekonomi
OPPORTUNITIES AND CHALLENGES OF ISLAMIC BANKING IN INDONESIA IN FACING FREE MARKET COMPETITION Mahmudah; Samsuddin
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol. 9 No. 1 (2025): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/dinar.v9i1.873

Abstract

The development of Islamic banking in Indonesia is a manifestation of public demand for an alternative banking system which not only provides sound banking or financial services, but also adheres to sharia principles. This paper attempts to review the journey of Islamic banking in Indonesia which began with the issuance of Government Regulation No. 72 of 1992 concerning banks based on profit-sharing principles, which later officially became Islamic banks in 1998. This paper also seeks to offer solutions in facing the current challenges of Islamic banking development. As is already known, Islamic Banking in Indonesia has entered the age of twenty-two years, yet in terms of market share it is still relatively very small compared to national banking, namely less than 5%. This condition is considered very contradictory considering that the majority of Indonesia’s population is Muslim, although it does not rule out the possibility that non-Muslim communities may also participate in developing Islamic banking in Indonesia, because basically Islamic banks or Islamic banking are Islamic only in terms of their system which is based on Islamic sharia. The many opportunities and challenges faced by the Islamic banking industry require special strategies to develop Islamic banking in facing competition with conventional banking. These strategies are directed toward improving business competence comprehensively by referring to the analysis of the strengths and weaknesses of Islamic banking in Indonesia, such as the New Image Program, Market Segment Development Program, Product Development Program, Service Improvement Program, and Open and Universal Communication Program.

Page 11 of 11 | Total Record : 102