cover
Contact Name
Johan Wahyu Wicaksono
Contact Email
johanwahyuwicaksono@gmail.com
Phone
+6281330611527
Journal Mail Official
stailsby@gmail
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/1, Kec Mulyorejo, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah
ISSN : 24770469     EISSN : 25812785     DOI : -
Core Subject : Economy,
FOKUS Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Ekonomi Syariah dan Entrepreneurship baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. SKOP Jurnal ini berisi kajian Ekonomi Syariah yang meliputi Bisnis, lembaga keuangan Syariah
Articles 102 Documents
THE ROLE OF ISLAMIC EKONOMICS IN REDUCING SOCIAL INEQUALITY: A LITERATUR REVIEW ON THE EFFECTIVENESS OF ISLAMIC FINANCIAL INSTRUMENTS IN SOCIAL DEVELOPMENT Eko Muliansyah
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol. 8 No. 2 (2025): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/dinar.v8i2.832

Abstract

Islamic economics has gained significant attention in recent years as a solution to address social inequality and promote sustainable development. Islamic finance, with its principles of social justice, equitable wealth distribution, and responsible management of natural resources, offers a unique approach to economic and social development. This literature review aims to explore the role of Islamic economics in reducing social inequality and the effectiveness of Islamic financial instruments in driving social development. Key instruments in Islamic economics, such as zakat, waqf, and Islamic banking, have proven effective in addressing poverty, promoting financial inclusion, and funding social programs and infrastructure development. This study employs a literature review methodology, gathering and analyzing various relevant sources, such as journal articles, books, and research reports, that discuss the application of Islamic economic principles, particularly zakat, waqf, and Islamic microfinance, in the context of poverty alleviation, welfare equality, and social development. The findings indicate that while Islamic financial instruments have great potential, their implementation still faces challenges related to uncoordinated management, infrastructure limitations, and socio-political barriers. Therefore, a more coordinated, integrated, and community-driven approach that considers local social and cultural contexts is necessary. The study also highlights the importance of increasing public awareness about the benefits of Islamic financial instruments in supporting sustainable social development.
THE IMPACT OF RAMADAN ON ECONOMIC GROWTH AND CHANGES IN THE CONSUMPTION PATTERNS OF MUSLIM COMMUNITIES IN SURABAYA THROUGH THE BUKBER CULTURE Syamsul Ma’arif; Ahmad Fathoni
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol. 8 No. 2 (2025): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/dinar.v8i2.833

Abstract

Ramadhan is a significant moment in the lives of Muslims, bearing not only spiritual meaning but also notable social and economic impacts. One of the distinctive traditions that emerges during Ramadhan is the culture of communal fast-breaking, known as Bukber, which strengthens social interaction while simultaneously driving economic activity, particularly in the culinary and retail sectors. This study aims to analyze the influence of Ramadhan on economic growth and shifts in consumption patterns among the Muslim community in Surabaya, with Bukber culture serving as a mediating variable. This research employs a mixed-method approach, combining quantitative and qualitative methods. Data collection was conducted through surveys involving 100 respondents using a Likert-scale questionnaire, in-depth interviews, and direct observation. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) via the SmartPLS 4.0 software. The findings indicate that Ramadhan significantly affects economic growth (? = 0.42, t = 5.25) and changes in consumption patterns (? = 0.55, t = 7.86). The Bukber tradition also significantly influences both economic growth (? = 0.37, t = 4.11) and consumption patterns (? = 0.48, t = 8.00), while also partially mediating the effect of Ramadhan on both endogenous variables. The coefficient of determination (R²) shows that consumption patterns are strongly influenced by Ramadhan and Bukber (R² = 0.63), while economic growth falls within the moderate-to-strong category (R² = 0.58). The mediation effects along the paths Ramadhan ? Bukber ? Economic Growth (? = 0.23) and Ramadhan ? Bukber ? Consumption Patterns (? = 0.30) are also statistically significant. The study concludes that Ramadhan and the Bukber tradition contribute significantly to the socio-economic dynamics of urban communities. Bukber not only reinforces social solidarity but also serves as a driver of local economic development. Therefore, strategic management of this tradition can be integrated into sustainable, community-based economic development policies.
STUDI KRITIS METODOLOGIS FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL MUI TENTANG JUAL-BELI EMAS SECARA TIDAK TUNAI Kholiq Budi Santoso
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol. 8 No. 2 (2025): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/dinar.v8i2.834

Abstract

Seiring dengan ketidakpastian ekonomi global, meningkatnya kekhawatiran terhadap volatilitas pasar keuangan dan inflasi mendorong masyarakat untuk mencari bentuk aset yang stabil dan terlindungi dari penurunan daya beli. Salah satu bentuk investasi yang mengalami peningkatan signifikan adalah logam mulia emas. Emas dipandang sebagai safe haven asset—yaitu aset yang dianggap aman ketika terjadi gejolak ekonomi maupun politik. Tidak heran jika terjadi panic buying emas misalnya di bulan-bulan terakhir ini. Yang menjadi masalah adalah ketika terjadi ketimpangan antara suply dan demand, maka terjadi transaksi pesan di mana pembeli membayar cash sementara penjual baru kemudian mengirimkan atau bahkan mencari barang di pasar. Sebaliknya, terjadi pula penawaran emas untuk dibayar secara kredit. Secara umum praktek transaksi demikian tidak dibenarkan secara fikih menurut empat madzhab diakrenakan mengandung riba nasi’ah, namun ternyata Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa terkait hal ini dengan rumusan hukum yang berlawanan dengan konsensus empat madzhab klasik. Fatwa tersebut adalah fatwa DSN-MUI No. 77/DSN-MUI/V/2010 yang menetapkan kebolehan jual beli emas secara tidak tunai (deferred payment gold transactions). Berdasar hal di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mendalam atas fatwa tersebut dengan judul “Studi Kritis Metodologis Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI Tentang Jual-Beli Emas Secara Tidak Tunai”.Dalam analisis ini digunakan pendekatan penelitian kualitatif-deskriptif dengan metode analisis normatif dan kritik hukum Islam, yang menelusuri sumber primer berupa fatwa DSN-MUI, kitab-kitab fikih klasik empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali), serta pendapat ulama kontemporer, dan data sekunder seperti artikel ilmiah, referensi ekonomi syariah, serta standar internasional Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI). Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi dasar-dasar argumentasi fiqhiyah fatwa DSN-MUI yang menetapkan kebolehan transaksi jual beli emas tidak tunai di tengah perbedaan pendapat ulama klasik dan kontemporer, sekaligus mengkaji titik-titik lemah metodologis dan substantif dalam penyusunannya. Kajian ini menelaah kelengkapan norma hukum sesuai tartib al-adillah (hierarki dalil) dan kaidah ushul fiqh. Peneliti menemukan lima titik lemah penting. Pertama, nonkomprehensifitas dalil. Kedua, pembatasan ‘illah ribawi emas hanya pada sifat tsamaniyyah, padahal realitas masa Nabi menunjukkan bahwa semua bentuk emas, termasuk perhiasan dan batangan, tunduk pada aturan keribawian. Ketiga, inkonsistensi dalam penerapan prinsip tsamaniyyah pada materi lain. Keempat, prioritas ‘illah mustanbathah (hasil istinbath) atas nash (teks eksplisit), yang secara prinsipil bertentangan dengan kaidah ushul fiqh karena nash memiliki otoritas lebih tinggi. Kelima, ketidaksesuaian fatwa dengan standar yurisprudensi AAOIFI yang secara eksplisit mengharuskan serah terima langsung (taqabudh) dalam transaksi emas, tanpa memandang status emas sebagai alat tukar atau barang dagangan.
KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN PASAR BARANG DAN PASAR UANG DALAM PERSPEKTIF ISLAM Johan Wahyu Wicaksono
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol. 8 No. 2 (2025): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/dinar.v8i2.835

Abstract

Equilibrium in the goods and money markets is a key requirement for generating aggregate demand in the macroeconomy. Without equilibrium between these two markets, economic stability is less likely to function effectively. In practice, economic equilibrium is difficult to achieve precisely, even though it can be determined theoretically. This is due to the lag in the implementation of policies, which always adapt to rapid economic changes. Therefore, policymakers can do their best to align the equilibrium points of the goods and money markets as closely as possible with theoretically formulated models based on existing data. The existence of theories and models in determining policy direction and formulation is crucial as a basis for decision-making. With appropriate theories and models, policies will be more focused, measurable, and on-target. One popular theory and model in economics is the IS-LM model. In the IS-LM model, economic equilibrium is the point where the IS curve and the LM curve intersect. This point indicates the interest rate r and income level Y, which satisfy the conditions for equilibrium in both the goods and money markets. In other words, at this intersection, actual expenditure equals planned expenditure, and the demand for real money balances equals supply. The IS-LM model of economic equilibrium continues to generate debate among Islamic economists regarding its relevance for use in Islamic economics. After conducting an analysis, the author concludes that the IS-LM model is not relevant for analyzing equilibrium in the goods and money markets from an Islamic economic perspective. However, if adjusted by replacing the interest rate variable with the expected rate of profit and the dues of idle funds/assets, the IS-LM model becomes more relevant to Islamic economic concepts. This approach creates a new equilibrium model for the goods and money markets in accordance with Islamic concepts. An increase in the expected rate of profit and dues of idle funds/assets will encourage increased investment and optimize the use of idle funds/assets, thereby driving economic growth and economic equilibrium.
THE IMPACT OF STORE APPEARANCE AND REVIEWS ON CONSUMER PURCHASE DECISIONS AT THE BAKUEL BUKU BERGIZI ONLINE STORE: AN ISLAMIC ECONOMIC PERSPECTIVE Samsuddin; Retno Dewi Zulaikah; Lukita Permanasari
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol. 8 No. 2 (2025): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/dinar.v8i2.836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh tampilan toko dan ulasan terhadap keputusan pembelian konsumen pada toko online Bakuel Buku Bergizi dalam perspektif ekonomi syariah. Fenomena pertumbuhan e-commerce yang sangat pesat menuntut setiap pelaku usaha untuk memperhatikan aspek non-harga, khususnya tampilan visual dan kredibilitas informasi yang disajikan. Dalam konteks ekonomi digital Islami, keindahan tampilan (ihsan) dan kejujuran dalam ulasan (amanah) merupakan dua prinsip fundamental yang berkontribusi terhadap pembentukan kepercayaan dan loyalitas konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada 80 responden yang pernah melakukan transaksi di toko online Bakuel Buku Bergizi. Instrumen penelitian terdiri dari tiga variabel utama, yaitu tampilan toko (X?), ulasan (X?), dan keputusan pembelian (Y), yang diukur dengan skala Likert lima poin. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antarvariabel dan mengukur kontribusi relatif masing-masing faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tampilan toko dan ulasan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen (Fhitung = 45,21; p < 0,01). Secara parsial, tampilan toko berpengaruh positif signifikan (? = 0,38; p < 0,01) dan ulasan memiliki pengaruh lebih dominan (? = 0,55; p < 0,01). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,67 menunjukkan bahwa 67% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Dalam perspektif ekonomi syariah, hasil ini menegaskan bahwa estetika desain toko yang profesional serta kejujuran ulasan pelanggan merupakan implementasi nyata dari prinsip ihsan dan amanah dalam transaksi muamalah modern. Oleh karena itu, pelaku bisnis daring perlu memperhatikan nilai-nilai etika Islam agar tercipta sistem perdagangan digital yang adil, transparan, dan bernilai keberkahan.
KONSEP RAHN DALAM PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH DAN RELEVANSINYA DENGAN KEUANGAN SYARAH MODERN Mohamad Lukmanul Hakim
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol. 8 No. 2 (2025): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/dinar.v8i2.837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep rahn (gadai) dalam perspektif fiqh muamalah dan menelusuri relevansinya dengan perkembangan keuangan syariah modern, khususnya pada lembaga seperti Pegadaian Syariah dan BMT. Rahn sebagai akad menahan barang bernilai sebagai jaminan utang merupakan bentuk transaksi yang memiliki landasan kuat dalam Al-Qur’an, Hadis, dan ijma‘ ulama, serta telah diatur dalam Fatwa DSN-MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002. Dalam praktiknya, rahn berfungsi sebagai sarana tolong-menolong (ta‘?wun) dan perlindungan harta (?if? al-m?l), bukan sebagai sarana mencari keuntungan melalui bunga (riba). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka (library research) dengan menganalisis sumber primer (kitab fiqh klasik) dan sekunder (literatur kontemporer, fatwa, dan regulasi nasional). Hasil analisis menunjukkan bahwa rahn bukan hanya akad tradisional dalam khazanah fiqh, tetapi juga merupakan instrumen strategis dalam sistem keuangan syariah modern. Dalam konteks maq??id al-syar?‘ah, rahn memiliki nilai keadilan, kemaslahatan, dan tanggung jawab sosial, sehingga tetap relevan dengan kebutuhan ekonomi kontemporer. Implementasi rahn di Pegadaian Syariah dan BMT membuktikan bahwa sistem ini mampu menyediakan akses pembiayaan yang cepat, aman, dan bebas riba bagi masyarakat kecil, serta mendukung program inklusi keuangan nasional. Meski demikian, muncul tantangan baru di era digital, seperti validitas rahn elektronik (e-rahn), keamanan data, dan kepemilikan aset digital (qab? ?ukm?). Tantangan tersebut menuntut reinterpretasi terhadap hukum fiqh agar tetap sejalan dengan prinsip maq??id al-syar?‘ah. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa rahn merupakan jembatan antara fiqh klasik dan ekonomi modern, sekaligus instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang mengedepankan keadilan sosial dan kemaslahatan universal.
DIGITAL TRAPS: "AN ANALYSIS OF THE IMPACT OF ONLINE GAMBLING ON MENTAL HEALTH AND FINANCIAL STABILITY" Ahmad Fathoni
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol. 9 No. 1 (2025): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/dinar.v9i1.868

Abstract

The phenomenon of online gambling has experienced a significant rise among the Indonesian population, particularly among youth. The "digital traps" factor plays a substantial role in influencing online gambling behavior in Indonesia. First, ease of access: online gambling can be played anytime and anywhere using smartphones or digital devices. Second, the illusion of control: players often feel they have control over game outcomes, although these are purely based on luck. Third, massive advertisements: the frequent promotion of online gambling on social media exacerbates public interest. Online gambling has negative impacts on mental health and financial well-being, making it highly detrimental to the nation's younger generation. This study aims to identify the factors influencing online gambling behavior and analyze its effects on mental health and financial well-being. The research employs a mixed-methods approach, combining quantitative and qualitative research methods. The study design uses a Sequential Exploratory Design and an exploratory research model to understand the phenomenon of online gambling. A mixed-methods approach was implemented with a sample of 400 respondents and interviews with 20 participants. The findings indicate that digital traps (96%), demographics (73.2%), psychological factors (89%), and social influences (94%) significantly affect online gambling behavior. Online gambling also has negative impacts on mental health (stress and anxiety 70%, addiction and dependency 97%, depression 45%, social relationship disorders 20%, sleep disturbances 92%, impulsivity and lack of self-control 87%, productivity decline 24%) and financial well-being (financial losses 95%, mounting debt 75%, financial dependency 70%, asset damage 60%, and difficulty obtaining financial assistance). The study recommends prevention and intervention measures to mitigate the negative impacts of online gambling.
ASET KRIPTO DALAM PERSPEKTIF FIKIH Kholiq Budi Santoso
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol. 9 No. 1 (2025): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/dinar.v9i1.869

Abstract

Aset kripto pada awalnya muncul sebagai eksperimen teknologi berbasis blockchain yang berorientasi pada desentralisasi dan kebebasan transaksi tanpa otoritas tunggal. Namun dalam perkembangan lebih dari satu dekade terakhir, kripto bertransformasi menjadi instrumen investasi global dengan kapitalisasi pasar triliunan dolar. Fenomena ini menimbulkan dilema, di satu sisi, kripto diakui bernilai ekonomi, diperdagangkan secara luas, dan bahkan menjadi instrumen lindung nilai alternatif, namun di sisi lain, sifatnya yang tidak berwujud, volatil, serta belum diakui sebagai legal tender pada mayoritas negara dunia, menimbulkan pertanyaan serius mengenai status hukumnya dalam perspektif fikih. Perdebatan fikih kontemporer berfokus pada apakah aset kripto dapat dikategorikan sebagai mal (harta) yang sah untuk diperjualbelikan, serta sejauh mana ia memenuhi syarat mabi‘ (komoditi) dalam akad muamalah. Sejumlah ulama menyoroti unsur gharar, ?arar, dan qimar karena fluktuasi harga dan spekulasi pasar, sementara regulasi Indonesia melalui Bappebti menempatkan aset kripto dalam kategori komoditas legal untuk diperdagangkan, bukan alat pembayaran atau uang resmi. Situasi ini menuntut kajian komprehensif yang mampu menjembatani perspektif fikih klasik, pandangan ulama kontemporer, dan ketentuan hukum positif di Indonesia.Penelitian ini merumuskan kerangka penilaian fikih atas aset kripto sebagai komoditas yang halal diperjualbelikan, sekaligus mengklarifikasi batasan penggunaannya sebagai uang di yurisdiksi Indonesia. Penelitian kualitatif-deskriptif dengan pendekatan analisis normatif dan kritik hukum Islam atas sumber primer keputusan ijtima’ ulama komisi fatwa (MUI) se-Indonesia ke VII tahun 2021 , kitab-kitab fiqih klasik (madzhab empat), serta pendapat ulama kontemporer, kitab-kitab mu’tabar empat mazhab, dan pendapat ulama kontemporer. Adapun sumber sekunder berupa literatur ekonomi syariah dan regulasi domestik. Terdapat temua bahwa (1) Ditinjau dari definisi mal lintas mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi‘i, Hanbali), aset kripto memenuhi kriteria harta bernilai ekonomi yang dapat dimiliki, dialihkan, dan diserahterimakan secara sah, meski tak berwujud fisik. (2) Syarat-syarat mabi‘—kepemilikan, kejelasan jenis/kuantitas, keberadaan saat akad, dan taqawwum—pada praktik perdagangan kripto dapat terpenuhi melalui infrastruktur blockchain, custody, dan mekanisme penyelesaian transaksi. (3) Klaim gharar/?arar/qimar tidak otomatis melekat pada kripto, ia bersifat kasuistik dan bergantung pada desain produk serta perilaku pasar. Volatilitas harga tidak menjadi ‘illah yang membatalkan keabsahan komoditas menurut kaidah fikih. (4) Di Indonesia, aset kripto berstatus komoditas (bukan legal tender), sehingga penggunaannya sebagai alat bayar tetap dilarang; namun perdagangannya pada bursa fisik kripto yang terlisensi berada dalam koridor hukum positif. Dengan demikian disimpulkan bahwa sepanjang terpenuhi syarat mabi‘ dan terhindar dari gharar/?arar/qimar, perdagangan aset kripto sebagai komoditas adalah muba? (boleh) secara fikih; penggunaan sebagai uang tetap terlarang dalam konteks Indonesia, namun dapat dianggap sebagai uang asing mengingat sebagian negara telah mengadopsinya sebagai mata uang.
STRATEGI PEMASARAN SEKOLAH INTERNATIONAL ISLAMIC BOARDING SCHOOL (IIBS) AR ROHMAH PUTRI 2 MALANG Ahmad Rochimin; Syamsul Maarif
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol. 9 No. 1 (2025): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/dinar.v9i1.870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang digunakan oleh sekolah Ar Rohmah Putri 2 Malang dalam memasarkan sekolah. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya peran humas dalam memasarkan sekolah, khususnya di era sekarang. Alasan memilih Ar Rohmah Putri 2 Malang yaitu karena penulis turun langsung ke sekolah tersebut dan lokasi penelitian ini sesuai dengan karakter permasalahan yang diangkat. Penulis juga mempunyai ketertarikan sendiri yang memotivasi untuk menggali lebih dalam tentang pemasaran sekolah tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Sedangkan untuk metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, data dianalisis dengan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui verifikasi data. Untuk memastikan data akurat, peneliti melakukan uji keabsahan data dengan teknik triangulasi. Penelitian ini membahas tentang bagaimana strategi pemasaran sekolah Ar Rohmah putri 2 Malang. Dalam pemasaran sekolah, humas membuat strategi meliputi: Menyusun strategi komunikasi dan branding lembaga, menjalin hubungan baik dan membangun branding-branding positif dengan walisantri dan masyarakat, membangun kemitraan eksternal, pemasaran melalui iklan di media sosial dan konten digital, kunjungan ke sekolah-sekolah setiap setahun sekali, promosi dari mulut ke mulut. Adapun faktor pendukung pemasaran meliputi: kualitas layanan Pendidikan, profesionalitas guru/staf, program unggulan, branding kuat, kepuasan walisantri, sarana prasarana dan fasilitas, jaringan dan kemitraan eksternal, and media sosial public. Dan Adapun faktor penghambat pemasaran yaitu; proses periklanan melalui media sosial yang terkadang mengalami pemblokiran akun oleh platform media sosial, kurang bisa menggiring calon pendaftar (calon orangtua santri) langsung memutuskan untuk melakukan pendaftaran, adanya isu-isu buruk tentang sekolah, dan banyaknya tumbuh sekolah-sekolah yang sejenis.
PENERAPAN ETIKA KERJA ISLAMI UNTUK MENGEMBANGKAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI PERUSAHAAN PUSAT GONI SURABAYA Fina Tazkiyatul Mufidah; Johan Wahyu Wicaksono
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol. 9 No. 1 (2025): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/dinar.v9i1.871

Abstract

This study aims to examine the implementation of Islamic work ethics among employees at Pusat Goni Surabaya. The selection of Pusat Goni Surabaya as the research site is based on the author's direct observations and involvement with the company, ensuring alignment with the characteristics of the issues examined. Additionally, the author's interest in the subject serves as a motivation to conduct an in-depth exploration of the company. From a practical perspective, the availability of data and supporting sources further justify the feasibility of this research. Strengthening Islamic work ethics among employees is also expected to enhance their work productivity. Given that employees play a crucial role in achieving organizational goals, it is essential for them to adhere to the established Islamic work ethics. This study is expected to provide valuable insights for the company regarding the implementation of Islamic work ethics. This research employs a descriptive method with a qualitative approach. The data sources consist of both primary and secondary data. Data collection methods include interviews, observations, and documentation. The collected data is analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, which is verified through data triangulation to ensure accuracy. The findings indicate that the implementation of Islamic work ethics at Pusat Goni Surabaya has positively contributed to employee productivity and work quality. Despite certain challenges, continuous improvement efforts will support the company's long-term success. By upholding Islamic values, the company can serve as a model for the implementation of Islamic work ethics in the business sector. However, challenges remain, particularly in employees' educational backgrounds, which limit their understanding of product innovation. Additionally, the implementation of Islamic cultural practices, such as communal prayer before starting work, has yet to be fully optimized

Page 10 of 11 | Total Record : 102