cover
Contact Name
Johan Wahyu Wicaksono
Contact Email
johanwahyuwicaksono@gmail.com
Phone
+6281330611527
Journal Mail Official
stailsby@gmail
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/1, Kec Mulyorejo, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah
ISSN : 24770469     EISSN : 25812785     DOI : -
Core Subject : Economy,
FOKUS Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Ekonomi Syariah dan Entrepreneurship baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. SKOP Jurnal ini berisi kajian Ekonomi Syariah yang meliputi Bisnis, lembaga keuangan Syariah
Articles 90 Documents
Ekspor Netto Indonesia di Masa Pandemi Johan Wahyu Wicaksono
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 5 No 2 (2022): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbukaan ekonomi didorong dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membuat ketergantungan antar negara semakin tinggi, termasuk Indonesia sebagai negara yang menganut sistem perekonomian terbuka. Perdagangan internasional akan memberikan pengaruh kepada kegiatan ekonomi negara karena berpengaruh terhadap pendapatan nasional. Situasi dan kondisi di masa pandemi mempengaruhi perekonomian setiap Negara termasuk Indonesia. Perekonomian dunia yang sedang stagnan akan menurunkan pula perdagangan antar negara di dunia. Hubungan ekonomi internasional menyangkut transaksi barang, jasa, modal dan moneter berpengaruh terhadap ekonomi dalam negeri. Setiap negara berbeda bila ditinjau dari sumber daya alamnya, iklimnya, letak geografisnya, penduduk, keahliannya, tenaga kerja, tingkat harga, keadaan struktur ekonomi dan sosialnya. Perbedaan-perbedaan ini menyebabkan negara yang satu dengan negara yang lainnya saling membutuhkan sehingga terciptalah perdagangan internasional. Perdagangan internasional merupakan salah satu aspek penting dalam perekonomiansuatu negara, karena selain dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, perdagangan internasional juga merupakan salah satu sumber pendapatan. Kebijaksanaan neraca perdagangan yang serasi dan terpadu dengan kebijaksanaan pembangunan merupakan faktor penting dalam pencapaian sasaran pembangunan. Kondisi neraca perdagangan yang mantap mendorong arus perdagangan luar negeri, meningkatkan lalu lintas modal luar negeri untuk kepentingan pembangunan nasional, serta mendukung pertumbuhan yang berlanjut dari perekonomian nasional. Sistem devisa bebas yang merupakan kebijaksanaan mendasar di bidang neraca perdagangan merupakan prasyarat dan perangkat ekonomi pokok bagi terciptanya efisiensi perekonomian nasional dalam berinteraksi dengan perekonomian internasional. Neraca perdagangan merupakan suatu catatan sistematis mengenai transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara dan penduduk negara lainnya dalam suatu periode tertentu. Transaksi tersebut diklasifikasikan ke dalam transaksi berjalan, transaksi modal, dan lalu lintas moneter. Transaksi berjalan terdiri atas ekspor ataupun impor barang dan jasa, sedangkan transaksi modal terdiri atas arus modal sektor pemerintah ataupun swasta, baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Dari neraca perdagangan internasional bisa dilihat posisi ekspor netto surplus atau defisist. Ekspor netto positif akan memberikan kontribusi meningkatkan pendapatan nasional. Begitu pula sebaliknya jika ekspor netto negative pendapatan nasional akan turun. Sebelum pandemi covid (2018-2019) ekspor netto Indoesia mengalami defisit, justeru diawal pandemi ekspor netto kembali positif dan menujukkan tren naik. Total perdagangan internasional sempat turun diawal pandemic (2020) namun perlahan bangkit pada 2021.
EFEK OMICRON PADA UMKM DAN SOSIAL MASYARAKAT DI KECAMATAN KENJERAN SURABAYA Ahmad Fathoni; Samsudin
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 5 No 2 (2022): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara-negara di dunia masih menghadapi pandemi covid 19 yang berkepanjangan. Belum tuntas dengan varian delta, kini dunia diuji dengan varian baru covid 19, varian omicron dengan tren kasus yang meningkat. Varian omicron yang ditemukan pada November 2021 merupakan salah satu mutasi jenis variant of concern (VOC). Jenis ini berpotensi mempengaruhi peningkatan kekebalan virus dan menurunkan efektifitas vaksin. Menurut studi pendahuluan di Afrika Selatan menunjukkan bahwa jika dibandingkan dengan varian sebelumnya (delta dan beta), varian Sars COV-2 omicron tiga kali lipat lebih cepat memicu reinfeksi pada individu yang sebelumnya pernah terinfeksi covid 19. Omicron dengan cepat menyebar ke seluruh belahan dunia. Menurut data statista per 12 Januari 2022 terdapat 115 negara yang terpapar omicron. Statista juga mengemukakan bahwa Inggris menjadi negara dengan paparan omicron terbanyak (124.435 kasus), disusul Amerika Serikat (90.211 kasus) dan Denmark diurutan ketiga (18.255 kasus), dan masih banyak lagi negara-negara lainnya dengan variasi jumlah kasusnya. Di Indonesia, Menteri kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan pada 16 Desember 2021 lalu ada 5 kasus probable varian omicron di Indonesia.[1] Pada 17 Desember bertambah 2 kasus lagi, dan sekarang tercatat sudah lebih dari 400 kasus di Indonesia. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa sebanyak 88% dari 414 kasus omicron di Indonesia berasal dari para pelaku perjalanan Internasional. Di surabaya tercatat ada 17 pasien yang terpapar virus covid 19 varian omicron. Jika varian omicron ini naik drastis dan menjalar cepat dengan paparan yang luas, maka bisa saja PSBB diberlakukan lagi. Bahkan jika tidak terbendung, maka lockdown bisa saja diberlakukan. Dan dampaknya tidak hanya bagi kesehatan, tapi juga berdampak pada sosial budaya dan ekonomi. Untuk itu perlu diteliti sejak dini dampaknya pada sosial kemasyarakatan dan UMKM. Penelitian ini mengungkap efek omicrcon pada sosial kemasyarakatan dan UMKM di kecamatan Kenjeran (Bulak Banteng dan Sidotopo Wetan) Surabaya. Seberapa besar efek yang ditimbulkan oleh omicron ini pada UMKM di daerah tersebut. Dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, diharapkan mampu mendeskripsikan efek-efek yang ditimbulkan secara utuh. Hasilmnya ternyata hasil pengujian hipotesis dengan uji t (parsial) melalui bootstrapping menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh positif yang signifikan efek Omicron terhadap UMKM Kenjeran, dan begitu juga tidak terdapat pengaruh positif yang signifikan dampak Omicron terhadap sosial masyarakat Kenjeran. Begitu juga hasil hipotesis dengan uji f (simultan) melalui bootstrapping menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh positif yang signifikan efek Omicron terhadap UMKM dan Sosial Masyarakat Kenjeran. [1] Topan Yuniarto, Omocron dan Perkembangan Kasusnya, dalam: https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/omicron-dan-perkembangan-kasusnya?track_source=kompaspedia-paywall&track_medium=login-paywall&track_content=https://kompaspedia.kompas.id/baca/paparan-topik/omicron-dan-perkembangan-kasusnya/&status=sukses_login&status_login=login (Senin, 17 Januari 2022)
INTERVENSI PEMERINTAH DALAM BIDANG IBADAH DAN MUAMALAH Kholiq Budi Santoso
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 5 No 2 (2022): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hal absolut yang ada pada makhluk adalah perubahan. Hanya Allah al-Qadim al-Baqi yang tak berubah. Manusia adalah bagian dari makhluk, sehingga otomatis terkena hukum mutlak perubahan. Dalam bingkai hukum perubahan inilah Allah memberikan bekal instrumen internal given berupa kalbu dan instrumen internal al-kitab untuk menjalankan fungsi utamanya sebagai hamba Allah dan khalifahnya. Dua fungsi tersebut berkonsekwensi adanya dua klasifikasi prilaku interaksi manusia yaitu prilaku interaksi vertikal dan prilaku interaksi horizontal. Dalam istilah syariah yang pertama disebut dengan ibadah dan yang kedua diistilahkan dengan muamalah. Meski Allah telah memberikan petunjuk sikap tepat yang mengundang ridhanya dalam rangka menjalankan dua fungsi tersebut, namun sunnahnya berupa hukum alam yang bersifat pasti tidak dapat dielak, yaitu adanya perubahan, baik kondisi alam sekitar, teknologi, pemikiran yang semuanya berkontribusi terhadap perubahan prilaku. Di tengah kepastian sunnatullah perubahan tersebut, manusia juga memiliki karakter sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup normal dengan menyendiri, melainkan memerlukan hidup bersama-sama saling melengkapi, sekaligus mutlak diperlukan adanya sistem kepemimpinan. Tidak heran jika Al-Mawardi al-Syafi’i menyebutkan bahwa hal demikian -yang populer dengan istilah nashb al-imamah- adalah wajib kifayah secara ijma’ kecuali menurut al-Ashamm. Kepemimpinan ini sekaligus bertugas untuk menjamin dua fungsi manusia melalui dua tugas imamamh yaitu hirasat al-din (menjaga agama) dan siyasah al-dunya(mengatur urusan dunia). Dengan demikian terdapat potensi besar pemerintah untuk melakukan intervensi pada dua urusan tersebut dalam bingkai syariat. Oleh sebab itu penulis tertarik untuk meneliti tema “Intervensi Pemerintah Dalam Bidang Ibadah dan Muamalah”. Tema tersebut didalami dengan mengkaji dua rumusan masalah. Pertama, adakah bukti-bukti historis tentang intervensi pemerintah dalam bidang ibadah dan muamalah? Kedua, apa pandangan ulama tentang intervensi pemerintah dalam bidang ibadah dan muamalah? Setelah dilakukan penelitian, maka ditemukan bahwa pertama, terdapat bukti-bukti kongkrit bahwa pemerintah melakukan intervensi dalam bidang ibadah maupun muamalah. Intervensi tersebut terjadi di masa klasik maupun era modern. Kedua, ecara umum ulama menerima keputusan intervensi tersebut, namun ada pula yang menolak utamanya pada momentum berbeda, sebagimana yang terjadi pada pendapat cerai tiga dalam satu forum.
Peran Wukuf Arofah Terhadap Praktek Ekonomi Muslimin
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 5 No 2 (2022): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the perception of entrepreneurs when the congregation towards the economy was in the area of ​​their Arofah wukuf arofah ritual. The existence of the Arofah field should be a solution to the accommodation needs needed by pilgrims worldwide, from sector entrepreneurs who are provided to support the smooth wukuf in Arofah because the purpose of wukuf is to realize the worship of khusu 'tadarru, taqarrub to Allah SWT. The method used in this research is qualitative which is supported by primary data. The research sample in this study was only a few organizers, one of which was PT Musafir Internasional. The results of this study are that there are approximately 200 congregations. The reasons for leaving this year include that the age of the congregation is limited to less than 65 years, they use this bureau to guarantee the fast issuance of the MoFA visa, the perpetrators of course have difficulty finding the exact date of departure because of the busy conditions of the congregation. And finance wukuf arofah is an embryo of economic strength in this country, in a season it is able to finance life in the next year, in this era it is able to become a system that can prosper the family. In times of crisis, he was able to escape bankruptcy, even though he did not receive any help from anywhere because the pilgrims had paid up front before attending Arofah. The concept that contains Arofah's accommodation has become a force in reviving the country's economy. The financial system, which is revolving around every year, is growing rapidly and plays an important role in allocating resources and promoting economic development.
ANALISIS PENGARUH VARIABEL MAKROEKONOMI TERHADAP PENGHIMPUNAN ZAKAT DI BAITUL MAAL HIDAYATULLAH Catur Rahman
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 5 No 2 (2022): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah potensi zakat di Indonesia yang sangat besar mencapai 233,8 triliun, sedangkan optimalisasi penghimpunan yang masih cukup minim, begitu juga hadirnya undang-undang pengelolaan zakat yang diharap bisa mengoptimalkan penghimpunan zakat. Penelitian ini menganalisis pengaruh variabel makroekonomi terhadap penghimpunan zakat di Baitul Maal Hidayatullah periode 2016-2021. Faktor makroekonomi meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Nilai Tukar, Harga Emas. Penelitian ini menggunakan pendekatan data panel dengan estimasi model Generalized Method of Moment (GMM) yang melibatkan 30 Provinsi di Indonesia yang sudah ada Perwakilan LAZ Baitul Maal Hidayatullah (BMH) periode 2016–2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PAD dan Harga Emas memiliki pengaruh positif signifikan, sedangkan Nilai Tukar memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap penghimpunan zakat.
PERAN PEMERINTAH DALAM MENANGGULANGI TINGKAT PENGANGGURAN MELALUI PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA (STUDI KASUS KELURAHAN KEJAWAN PUTIH TAMBAK MULYOREJO SURABAYA) Mohamad Lukmanul Hakim
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 5 No 2 (2022): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengangguran adalah masalah yang menjadi permasalahn serius di negara kita tercinta. Apabila masalah ini tidak segera diatasi, maka dapat menimbulkan kerawanan sosial dan berpotensi meningkatkan kemiskinan. Maka dari itu, peran pemerintah sangat diperlukan dalam hal ini. Daerah Kelurahan Kejawan Putih Tambak kecamatan Mulyorejo, Surabaya merupakan salah satu daerah di Indonesia yang juga dihdapakan dengan masalah ini. Uniknya, perkembangan pedagang kaki lima dari waktu ke waktu di daerah ini meningkat jumlahnya. Hal itu didukung semakin ramainya jalan yang ada di kelurahan ini karena terhubung langsung dengan kompleks pendidikan serta berbatasan langsung dengan perumahan pakuwon City. Dengan meningkatnya jumlah pedagang kaki lima ini dirasa ikut membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran. Maka dari itu kami ingin mengetahui peran pemerintah daerah tersebut alam menanggulangi penganguran melalui pemberdayaan pedagang kaki lima. Adapun peran pemerintah Kelurahan Kejawan Putih tambak dalam menanggulangi pengangguran di kota Surabaya Wilayah Kelurahan Kejawan Putih Tambak yaitu dengan memberikan izin kepada para pedagang kaki lima untuk berjualan di pinggir jalan Kejawan Putih Tambak. Selain itu pemerintah setempat juga memberikan kenyamanan dan kemanan dengan menyediakan tempat khusus untuk para pedagang kaki lima yang bisa digunakan selama 24 jam. Pemerintah setempat juga mempersilahkan para pedagang kaki lima menyediakan tempat khusus untuk dijadikan pasar malam setiap malam Ahad dan malam Senin.
PERUBAHAN POLA KONSUMSI MASYARAKAT INDONESIA DI MASA PANDEMI COVID 19 Johan Wahyu Wicaksono
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 6 No 1 (2022): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di negara berkembang dengan populasi penduduk besar seperti Indonesia, konsumsi memberi kontribusi besar terhadap agregat expenditure. Konsumsi dipengaruhi pendapatan disposabel seseorang, sehingga jika pendapatan seseorang meningkat maka besarnya konsumsi juga akan meningkat. Di masa pandemi, terjadi penurunan kegiatan ekonomi karena pembatasan interaksi sosial dan aturan protokol kesehatan. Hal ini menyebabkan berubahnya konsumsi masyarakat akibat menurunnya pendapatan. Laju konsumsi masyarakat menurun karena menurunnya daya beli masyarakat. Terjadinya penurunan konsumsi masyarakat di awal masa pandemi adalah suatu yang wajar dan terjadi pula di negara lain. Tapi yang terpenting adalah adanya perubahan pola konsumsi masyarakat. Masyarakat menjadi semakin cerdas financial terutama dalam memilah antara konsumsi bersifat kebutuhan dan mana yang bersifat keinginan. Di masa pandemi, masyarakat harus lebih banyak menunda keinginan dan memprioritaskan kebutuhan pokok karena keterbatasan anggaran. Penurunan konsumsi berdampak pada penurunan PDB di masa awal pandemi tahun 2020 sehingga laju pertumbuhan ekonomi negatif. Di tahun berikutnya laju pertumbuhan ekonomi mulai positif walaupun lanju pertumbuhan konsumsi masyarakat tidak setinggi sebelum pandemi. Pertumbuhan ekonomi didorong oleh laju pertumbuhan eksport dan investasi yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan tingkat konsumsi masyarakat lebih efisien dan produktivitas masyarakat meningkat.
STRATEGI MENINGKATKAN PENJUALAN BERAS DI TOKO RITEL BAROKAH JAYA SURABAYA SAAT PANDEMI COVID 19 Mohamad Lukmanul Hakim
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 6 No 1 (2022): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid 19 di Indonesia yang terdeteksi pertama kali pada tanggal 2 maret 2020 memberikan dampak yang besar dalam perekonomian, termasuk pelaku bisnis kecil. Maka dari itu diperlukan strategi khusus yang berbeda dengan strategi sebelum datang pandemi.Toko Barokah Jaya Surabaya merupakan salah satu toko ritel tradisional yang turut terdampak oleh adanya pandemi Covid-19, yaitu dengan terjadinya penurunan pendapatan atau omset yang diperoleh oleh toko ini terutama penjualan beras yang menjadi salah satu komoditi utama kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana strategi penjualan beras pada Toko Barokah Jaya Surabaya sebelum pandemi Covid 19 dan strategi meningkatkan penjualan setelah terkena dampak oleh pandemi covid 19 dengan harapan dapat bermanfaat sebagai referensi bagi para pelaku pasar serta pengamat ekonomi untuk melakukan peningkatan dalam menangani imbas dari sebuah pandemi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif fenomenologis. Hal ini dilakukan untuk mengungkap secara lebih mendalam apa yang ada dibalik fenomena-fenomena yang muncul terkait obyek penelitian. Yang mana pengumpulan datanya menggunakan teknik partisipan observation (observasi berperan serta)dan in depth interview (wawancara mendalam). Hasil dari penelitian ini yaitu sebelum terjadi pandemi covid 19 menggunakan strategi pelayanan yang terbaik dan strategi WOM (Word of Mouth) alias mulut ke mulut. Kemudian strategi yang digunakan dalam meningkatkan penjualan beras pada Toko Barokah Jaya Surabaya di saat pandemi Covid 19 adalah dengan mengganti penjualan merk beras yang kurang diminati dengan yang lebih murah, memasang spanduk, memberikan potongan harga pembelian diatas 1 sak, membanting harga, dan order dan promosi online. Strategi yang dilakukan saat pandemi cukup berhasil, karena mengalami peningkatan omset. Pada bulan Agustus 2020, di mana terjadi penurunan omset karena pandemi, total omset adalah Rp. 51. 178.000, - kemudian pada bulan Desember 2021 naik menjadi Rp. 41.155.000.
STRATEGI PENYELESAIAN WANPRESTASI PADA AKAD PEMBIAYAAN MURABAHAH TAHUN 2022 DI BAIT AL TAMWIL (BTH) AS SAKINAH SURABAYA Ahmad Fathoni
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 6 No 1 (2022): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembiayaan jual beli dengan keuntungan terdiri dari dua bentuk, yaitu pembelian barang untuk nasabah dengan pembayaran dilunasi pada jangka waktu tertentu, yang disebut dengan pembiayaan Murabahah, dan pembeli barang untuk nasabah dengan pembayaran dilakukan secara mencicil sampai lunas, yang disebut pembiayaan Baitul Mal Wat Tamwil. Akan tetapi dalam pembiayan juga tidak semata-mata berjalan dengan mulus banyak terjadi pembiayan bermasalah. Pembiayaan bermasalah terjadi dikarenakan terdapat suatu penyimpangan utama dalam pengembalian pinjaman yang berakibatkan terjadi kelambatan dalam pengembalian sesuai dengan waktu pengembalian yang telah disepakati atau diperlukan tindakan yuridis dalam pengembalian atau kemungkinan terjadinya bagi koperasi. Karena sering terjadi, maka perlu Analisa bagaimana mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa latarbelakang terjadinya wanprestrasi pada akad murabahah di Bait al-Tamwil Hidayatullah (BTH) as-Sakinah Surabaya dan untuk mengetahui solusinya strategi penyelesaian wanprestasi pada akad pembiayaan murabahah di Bait al-Tamwil Hidayatullah (BTH) as-Sakinah Surabaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan pendekatan fenomenologis yang bersifat deskriptif. Sedangkan untuk pengumpulan datanya menggunakan wawancara terstruktur maupun tidak tersetruktur, observasi, dan dokumentasi. Kemudian data di uji keabsahan datanya dengan triangulasi. Setelah data dinyatakan sah, maka dianalisa dengan melalui 3 tahapan, yaitu reduksi data, display data, kemudian verivikasi data. Adapun hasil penelitiannya adalah faktor kepribadian, musibah, ekonomi, dan bangkrut merupakan tiga factor yang melatarbelakangi terjadinya wanprestasi nasabah Bait al-Tamwil Hidayatullah (BTH) as-Sakinah Surabaya pada akad pembiayaan murabahah. Kemudian Strategi yang diterapkan oleh Bait al-Tamwil Hidayatullah (BTH) as-Sakinah Surabaya dalam menyelesaikan kasus wanprestasi pada akad murabahah adalah dengan: Strategi preventif, strategi klarifikatif, strategi solutif.
HUKUM KEPESERTAAN MUSLIMAH DALAM KEGIATAN EKONOMI DAN POTENSI PERSEPSI KENDALA SYAR’I Kholiq Budi Santoso
Dinar : Jurnal Prodi Ekonomi Syariah Vol 6 No 1 (2022): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak luput dari interaksi dengan yang lain dengan berbagi latar belakang kepentingan yang mendasarinya. Satu diantara aspek kepentingan manusia adalah memenuhi kebutuhannya yang tidak mungkin tanpa peran serta pihak lain dan sebaliknya. Relasi demikian menjadikan manusia disebut juga sebagai makhluk ekonomi. Hal demikian berlaku tanpa pandang latar belakang agama, suku, ras dan sebagainya. Termasuk dalam hal ini adalah kedua jenis manusia pria dan wanita, muslim maupun non muslim. Walaupun demikian, dalam perannya sebagai makhluk ekonomi, seorang muslim memiliki pedoman dengan karakteristik ilahiyyah berdasar dogma al-Qur’an dan sunnah. Karakteristik tersebut menyangkut jenis barang dan jasa, jenis transaksi maupun etika dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Berdasar kaidah bahwa asal mula segala hal adalah boleh, namun terdapat beberap hal yang diharamkan, demikian pula menyangkut jasa. Dalam perspektif etika, dalam berinteraksi ekonomi, adab interaksi meliputi tutup aurat, adab memandang dan sentuhan tetap berlaku, sesuai dengan tingkat kepentingan. Khusus mengenai adab interaksi antar lawan jenis, Islam memberi tuntunan yang menjamin kehormatan masing-masing pihak. Namun di balik itu, terdapat beberapa pandangan ulama terkait dengan muslimah yang potensial menjadi kendala bagi muslimah untuk menjalani haknya dalam kegiatan ekonomi. Pendapat tersebut memang berdasar pada dalil, namun memerlukan penempatan sesuai dengan proporsi yang tepat. Pemahaman yang kurang proporsional potensial berdampak besar terhadap kontribusi yang semestinya terjadi dari setengah jumlah manusia dalam kurun kehidupan. Perkara khilafiyah memang tidak akan putus, namun seiring dengan perkembangan realitas yang tidak mungkin ditolak, serta kajian obyektif yang semakin komprehensif dapat menemukan solusi yang memadahi, yang dalam hal ini terkait dengan potensi persepsi kendala syar’i. Atas dasar latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini, penulis merumuskan dua masalah:Pertama, apa hukum kepesertaan muslimah dalam aspek ekonomi? Kedua, apa ketentuan syar’i yang potensial dipersepsi menjadi kendala kesertaan muslimah dalam aspek ekonomi? Jawaban atas dua rumusan masalah tersebut diharapkan memberikan tambahan wawasan dan solusi tepat atas problematika muslimah kontemporer. Setelah dilakukan penelitian pustaka dengan metode deskriptif kualitatif disimpulkan bahwa, pertama kepesertaan muslimah dalam kegiatan ekonomi pada dasarnya adalah mubah, dengan memenuhi adab syar’i yang semestinya. Kedua, ada beberapa hal yang potensial dipersepsi menjadi kendala syar’i dalam kepesertaan muslimah pada kegiatan ekonomi diantaranya adalah (a) Larangan memandang lawan jenis yang bukan suami atau mahram (b) Larangan bepergian tanpa suami atau mahram. Setelah dilakukan pembahasan mendalam tentang dua aspek tersebut tidak terbukti bahwa keduanya dapat menghalangi keikutsertaan muslimah dalam kegiatan ekonomi dengan alasan (a) Larangan memandang lawan jenis tidak bersifat mutlak, dan dibenarkan menurut semua madzhab dalam kondisi dibutuhkan atau darurat, contohnya adalah kegiatan ekonomi. (b) Larangan muslimah bepergian tanpa mahram atau suami juga tidak bersifat mutlak, melainkan berdasar ‘illat hukum yaitu ketiadaan jaminan keamanan baik menyangkut fisik maupun kehormatan. Dengan demikian jika ada kegiatan ekonomi yang menghendaki adanya bepergian dapat dibenarkan semasa ada jaminan keamanan serta adab syar’i lain yang terkait dipenuhi.