cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Tekno Global
ISSN : 24776955     EISSN : 23386762     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Karya-karya ilmiah dalam jurnal Tekno Global yang pertama ini merupakan hasil dari tulisan dari Praktisi, Pakar dan dedikasi para Dosen Indo Global Mandiri yang senantiasa memiliki komitmen untuk mengembangkan Ilmu pengetahuan pada bidang Keteknikan baik dalam tataran praktis maupun teoritis sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan hidup. Meningkatan kualitas karya ilmiah dalam jurnal keteknikan merupakan suatu hal yang fundamental karena pembangunan adalah penopang berlangsungnya kehidupan sebuah negara. Jurnal Ilmiah Tekno Global diterbitkan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun pada bulan Juni dan Desember. Artikel yang diterbitkan bulan Juni diterima Dewan Redaksi paling lambat bulan Maret, dan yang diterbitkan bulan Desember diterima Dewan Redaksi paling lambat bulan September.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 02" : 6 Documents clear
Meningkatkan Kualitas Kuat Tekan Beton Menggunakan Bahan Modifikasi Serat Baja Affandi, Sufyan; Mahardana, Zendy Bima; Affandi, Hengki Arief; Sahdana, Okta Lubna; Dewi, Putri Candra; Astifah, Yeni; Mawardianingrum, Sulis
Jurnal Tekno Global Vol. 12 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v12i02.2185

Abstract

ABSTRACT Concrete is the construction material most often used in a building. Concrete has its advantages and disadvantages in its application. One of the disadvantages of concrete is the accuracy of the embodiment of the Job Mix Formula which tends to be low. Therefore, further analysis is needed to minimize these shortcomings. Fiber reinforced concrete (fiber reinforced additive) is one of the developments of concrete technology by adding fiber to the concrete mixture. In this study, an experimental method was used with the addition of steel fiber as much as 1.3% to analyze the compressive strength of concrete when modification of the constituent materials using steel fiber or steel fiber. The results showed that the material used by the concrete test material was in the category of feasible. The results of the control of the calculation of the aggregate proportion using the slump test media showed a decrease in the fresh concrete test object at a distance of 14 cm, it concluded that the proportion of the aggregate mixture that makes the concrete test object (job mix formula) is in accordance with the mixed criteria, namely at a distance of 10 cm to 14 cm (12 cm ± 2 cm). The result of the achievement of making concrete test objects is in the results of compressive strength tests. From the compressive strength results, it shows that the compressive strength value of the concrete of the first sample is 9.2 MPa, the second test object is 17.97 MPa and in the third test object, the compressive strength value is 18.53 MPa. In the compressive strength test, the highest value was obtained, namely in the 3rd sample with a maximum crush value of 18.53 Mpa. Thus, the addition of steel fiber material to concrete can improve the quality and compressive strength value of concrete from the target compressive strength value of Fc 16.60 MPa. Keywords : Aggregate, Concrete, Compressive Strength, Steel fibers.    ABSTRAK Beton adalah bahan konstruksi yang paling sering digunakan pada suatu bangunan. Beton memiliki kelebihan dan kekurangan dalam pengaplikasiannya. Salah satu kekurangan beton adalah akurasi dari perwujudan Job Mix Formula yang cenderung rendah. Oleh karena itu, diperlukan analisis lebih lanjut untuk meminimalisir kekurangan tersebut. Beton serat (fiber reinforced additive) merupakan salah satu pengembangan teknologi beton dengan menambahkan serat pada campuran beton. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan penambahan steel fiber sebanyak 1,3% untuk menganalisa kuat tekan beton apabila dilakukan modifikasi bahan penyusun dengan menggunakan serat baja atau steel fiber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material yang digunakan peda pembuatan benda uji beton adalah dalam kategori layak. Hasil kontrol perhitungan proporsi agregat menggunakan media uji slump test menunjukkan penurunan benda uji beton segar pada jarak 14 cm, hal tersebut menyimpulkan bahwa proporsi campuran agregat penyusun pembuatan benda uji beton (job mix formula) sesuai dengan kriteria campuran yaitu pada jarak 10 cm hingga 14 cm (12 cm ± 2 cm). Hasil capaian pembuatan benda uji beton adalah pada hasil uji kuat tekan. Dari hasil kuat tekan menunjukkan nilai kuat tekan beton sampel pertama adalah 9,2 MPa, Benda uji ke dua adalah senila 17,97 MPa dan pada benda uji ke tiga menujukkan nilai kuat tekan 18,53 MPa. Pada pengujian kuat tekan diperoleh nilai tertinggi yaitu pada sampel ke 3 dengan nilai hancur maksimum pada 18,53 Mpa. Dengan demikian, penambahan material steel fiber pada beton dapat meningkatkan mutu dan nilai kuat tekan beton dari target nilai kuat tekan Fc 16,60 MPa.  Kata Kunci : Agregat, Beton, Kuat Tekan, Serat baja.
Capacity to Use Parking Facilities The Lampung State Polytechnic Joint Lecture Building: Kapasitas Penggunaan Fasilitas Parkir di Gedung Kuliah Bersama Politeknik Negeri Lampung Agustina, Resti; Desniati, Emmi; Titi Ariyanti
Jurnal Tekno Global Vol. 12 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v12i02.3187

Abstract

ABSTRACT The increasing number of new student admissions for the 2023/2024 academic year at the Lampung State Polytechnic has an impact for increasing the number of vehicles that will go through the road or park their vehicles in lecture building. The use of the Joint Lecture Building facilities will be used in early 2023 cannot be separate from the available vehicle parking facilities. Reduce public transportation, which causes students, lecturers, Educational Laboratory Institution, technicians, and other employees switching to use private vehicles. The purpose of this study was to find out how much parking capacity is available for users of the Joint Lecture Building. Methods use by conduct on-site surveys, conducting measurements, calculation of PSU for motorcycles and passenger cars. Based on the survey results, three parking locations were obtained. With an area of Location 1 of 1196,184 m2, Location 2 of 3020,028 m2, and an additional Location 3 of 1319,628 m2. From the land area, then calculate the PSU for Passenger Cars 2.5 m x 5 m and PSU for Motorcycles 0.75m x 2 m. The width of the Alley Lane for 1-way Passenger Cars is at least 6 m and 2-way is at least 8 meters, while for motorcycles is 1.6 meters. Results obtained for Location 1 resulted in 57 PSU for Motorcycles and 27 PSU for Passenger Cars. Location 2 produces 672 PSU for Motorcycles and 47 PSU for Passenger Cars. An additional location 3 resulted in 540 PSU Motorcycles. Thus, the total for Motorcycles is 1244 PSU and Passenger Cars is 74 PSU, for a total of 1343 PSU. The area of land used for Location 1 for Motorcycles is 85.5 m2, Passenger Cars is 337.5 m2, and the remaining area of the alley lane width is 773,184 m2. Location 2 for Motorcycles is 1008.00 m2, Passenger Cars is 587.5 m2, and the remaining area of the alley lane width is 1424.528 m2. Location 3 for Motorcycles is 810.00 m2, remaining area of the alley lane width is 509.628 m2. Keywords : Parking, Parking Space Units (PSU), Parking Capacity   ABSTRAK Bertambahnya jumlah penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2023/2024 di Politeknik Negeri Lampung memberikan dampak bertambahnya jumlah kendaraan yang akan melalui jalan maupun memarkirkan kendaraannya di gedung perkuliahan. Pemanfaatan fasilitas Gedung Kuliah Bersama yang mulai digunakan awal tahun 2023 tidak dapat dipisahkan dari fasilitas parkir kendaraan yang tersedia. Berkurangnya transportasi umum, yang menyebabkan mahasiwa, dosen, PLP, teknisi, dan pegawai lainnya beralih mengunakan kendaraan pribadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kapasitas parkir yang tersedia untuk pengguna Gedung Kuliah Bersama. Metode yang digunakan dengan melakukan survei di lokasi, melakukan pengukuran, perhitungan SRP untuk sepeda motor dan mobil penumpang. Berdasarkan hasil survei diperoleh 3 lokasi parkir yang tersedia. Dengan luas Lokasi 1 sebesar 1196.184 m2, Lokasi 2 sebesar 3020,028 m2, dan Lokasi 3 tambahan sebesar 1319,628 m2.  Dari luas lahan tersebut, kemudian menghitung  SRP Mobil Penumpang 2.5m x 5 m dan SRP untuk Sepeda Motor 0.75m x 2 m. Lebar Jalur Gang untuk Mobil Penumpang 1 arah adalah minimal 6 m dan 2 arah minimal 8 meter, sedangkan untuk motor adalah 1.6 meter. Hasil diperoleh  untuk Lokasi 1 menghasilkan 57 SRP untuk Sepeda Motor dan 27 SRP untuk Mobil Penumpang. Lokasi 2 menghasilkan 672 SRP untuk Sepeda Motor dan 47 SRP untuk Mobil Penumpang. Lokasi 3 tambahan menghasilkan 540 SRP Sepeda Motor. Maka total untuk Sepeda Motor 1244 SRP dan Mobil Penumpang 74 SRP, dengan total keseluruhan 1343 SRP. Luasan lahan yang digunakan untuk Lokasi 1 untuk Sepeda Motor sebesar 85,5 m2, Mobil Penumpang sebesar 337,5 m2, dan Sisa luas Lebar jalur gang 773,184 m2. Lokasi 2 untuk Sepeda Motor sebesar 1008,00 m2, Mobil Penumpang sebesar 587,5 m2, dan Sisa luas Lebar jalur gang 1424,528 m2. Lokasi 3 untuk Sepeda Motor sebesar 810,00 m2, Sisa luas Lebar jalur gang 509,628 m2.  Kata Kunci : Parkir, Satuan Ruang Parkir (SRP), Kapasitas Parkir
Analysis of Cost and Time Implementation of Red Brick, Light Brick, and Precast Panel Wall Work in Housing Project Sukma, Diah Alifah Sukma; Girsang, Hamonangan
Jurnal Tekno Global Vol. 12 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v12i02.3334

Abstract

ABSTRACT Residential facilities as suit people's purchasing power requires at this moment although to achieve that’s target shall do innovation, one of innovation is the use of efficient and effective materials. Material choices are increasing in the current era of technological advances. The ease of doing a job will speed up the implementation time which affects the cost of project implementation. One of the technological innovations in the construction sector is the emergence of new innovations for walls are lightweight bricks and precast panels which can be an option for wall work other than red brick. This research was conducted to analyze the cost and time of work on the ImpresaHaus BSD housing project specifically for wall work by comparing wall materials are red brick, light brick and precast panels. The method used is quantitative with a case study in the ImpresaHaus BSD Cluster. Data collection uses primary data in the interviews with related parties in the project. Meanwhile, the secondary data used is RAB data, Time Schedule, Work Drawings. Cost and time implementation calculations use observation data from contractors for red brick work, while walls from light brick and precast panels use AHSP PUPR Cipta Karya 2022 calculations and previous research. It was found that the cost using red brick material was IDR 68, 516,498,-  lightweight brick IDR 74, 446,694, and precast panels IDR 350,535,962,-, while the time for carrying out red brick wall work required 60 days, lightweight brick 50 days, and precast panels 26 days.  Keywords :Cost, brick, housing, precast, time.   ABSTRAK Fasilitas hunian yang sesuai daya beli masyarakat sangat dibutuhkan jaman sekarang ini, tentu untuk mencapai hal tersebut perlu dilakukan inovasi, salah satu bentuk inovasi yang dilakukan penggunaan material yang efisien dan efektif, dimana pilihan material semakin banyak di era kemajuan teknologi saat ini. Kemudahan mengerjakan suatu pekerjaan akan mempercepat waktu pelaksanaan yang berpengaruh terhadap biaya pelaksanaan proyek. Salah satu inovasi teknologi pada bidang konstruksi yaitu munculnya inovasi baru untuk dinding berupa bata ringan dan panel precast yang dapat menjadi pilihan pekerjaan dinding selain bata merah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis biaya dan waktu pekerjaan proyek perumahan ImpresaHaus BSD khusus pada pekerjaan dinding dengan membandingkan material dinding bahan bata merah, bata ringan, dan panel precast. Metode yang dilakukan adalah kuantitatif dengan studi kasus di Cluster ImpresaHaus BSD. Pengumpulan data menggunakan data primer berupa hasil wawancara bersama pihak-pihak terkait di proyek. Sedangkan data sekunder yang digunakan adalah berupa data RAB, Time Schedule, Gambar Kerja. Perhitungan biaya dan waktu pelaksanaan menggunakan data pengamatan dari kontraktor untuk pekerjaan bata merah, sedangkan dinding berbahan material bata ringan dan panel precast menggunakan perhitungan AHSP Cipta Karya 2022 dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan biaya menggunakan material bata merah adalah Rp 68, 516,498,- bata ringan Rp 74, 446,694,- dan panel precast Rp.350,535,962,-, sedangkan waktu pelaksanaan pekerjaan dinding bata merah memerlukan 60 hari, bata ringan 50 hari, dan panel precast 26 hari.  Kata Kunci : Biaya, bata, perumahan, precast, waktu.
Analisis Jangkauan Jarak Fasilitas Kesehatan Terhadap Pemukiman Kumuh di Kecamatan Bukit Kecil Palembang (Studi Kasus: Rumah Susun 24 Ilir) Muhammad Fikri Ramadhan; Shalihat, Annisa Kurnia; Putri, Debi Nadia
Jurnal Tekno Global Vol. 12 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v12i02.3377

Abstract

ABSTRACT  One of the impacts of high levels of urbanization is the increase in the number of urban residents. This problem causes an increase in the need for housing. If this is not balanced with residential development, it will lead to illegal or slum housing. The increasing number of urban residents will also encourage the emergence of various urban activities. To accommodate and support various emerging activities, adequate land is needed, especially for low-income communities (MBR). To fulfill the need for affordable housing for MBR, certainty of ownership and control is provided in the form of a Sarusun Building Ownership Certificate (SKBG Sarusun) for Flats (sarusun) for MBR. Flat 24 Ilir, Bukit Kecil District is one of the flats in Palembang where most of the people living there have economic limitations or are classified as poor. However, the existence of health facilities around the 24 Ilir flats is not evenly distributed so that the community's ability to access health facilities is limited. This research discusses the gap between health facilities and slum areas. The aim of this research is to determine the distribution pattern and distance of accessibility of health facilities in the 24 Ilir flats, Bukit Kecil District, Palembang. This research uses the nearest neighbor method and buffer analysis using a Geographic Information System. The data collection technique used is primary and secondary data collection. Based on the results of the research and discussion, it was concluded that the distribution of health facilities in the 24 Ilir flats, Bukit Kecil District, Palembang has a uniform pattern. Meanwhile, only 2 health facilities are affordable with 24 ilir flats with a reach of 0-300 m. And there are 3 health facilities that are difficult to reach and take quite a long time with a range of 600-1200 m and 1200-3000 m.  Keywords: Nearest Neighbor, Distribution Pattern, Accessibility Distance, Buffer    ABSTRAK Salah satu dampak dari tingginya tingkat urbanisasi adalah bertambahnya jumlah penduduk perkotaan. Permasalahan ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan perumahan. Jika hal ini tidak diimbangi dengan pembangunan pemukiman maka akan menimbulkan perumahan liar atau kumuh. Meningkatnya jumlah penduduk perkotaan juga akan mendorong munculnya berbagai aktivitas perkotaan. Untuk menampung dan mendukung berbagai kegiatan yang bermunculan, diperlukan lahan yang memadai, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Untuk memenuhi kebutuhan hunian terjangkau bagi MBR, diberikan kepastian kepemilikan dan penguasaan dalam bentuk Surat Keterangan Pemilikan Bangunan Gedung Sarusun (SKBG Sarusun) untuk Rumah Susun (sarusun) bagi MBR. Rumah Susun 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil merupakan salah satu rumah susun di Palembang yang sebagian besar masyarakatnya yang tinggal di sana memiliki keterbatasan ekonomi atau tergolong miskin. Namun keberadaan fasilitas kesehatan di sekitar rumah susun 24 Ilir belum merata sehingga kemampuan masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan terbatas. Penelitian ini membahas kesenjangan antara fasilitas kesehatan dan permukiman kumuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran dan jarak aksesibilitas fasilitas kesehatan di rumah susun 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang. Dalam penelitian ini menggunakan metode nearest neighbor dan analisis buffer dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka diperoleh kesimpulan bahwa persebaran fasilitas kesehatan di rumah susun 24 ilir, Kecamatan Bukit Kecil Palembang memiliki pola yang seragam. Sedangkan keterjangkauan fasilitas kesehatannya hanya 2 yang terjangkau dengan rusun 24 ilir dengan jangkauan 0-300 m. Dan fasilitas kesehatan yang sulit dijangkau dan memerlukan waktu lumayan lama ada 3 dengan jangkauan 600-1200 m dan 1200-3000 m. Kata Kunci: Nearest Neighbor, Pola Persebaran, Jarak Keterjangkauan, Buffer
Pemetaan Kerentanan Tanah Longsor di Kabupaten Lahat Muhammad Rijalullah; Natul, Al Shida; Shalihat, Annisa Kurnia
Jurnal Tekno Global Vol. 12 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v12i02.3378

Abstract

ABSTRACT Lahat Regency is one of the areas in Indonesia that is prone to landslides. Efforts to minimize the risk of landslides are by mapping landslide-prone areas. The aim of this research is to determine the distribution of landslide-prone areas in Lahat Regency and to find out appropriate mitigation measures for landslide-prone areas. This research utilizes a geographic information system (GIS) using scoring, weighting and overlay methods. The data used is administrative data, rainfall data, geological data, soil type data, elevation data and land cover data for Lahat Regency. The results of the data processing are a landslide hazard map for Lahat Regency which is grouped into four levels of vulnerability classes, namely low, medium, high and very high levels. Landslide-prone areas in Lahat district with a low level covering 5.2%, a medium level covering 56.32%, a high level covering 32.94%, and a very high level covering 5.54%. The high level of vulnerability includes the sub-districts of Tanjung Sakti Pumi, Tanjung Sakti Pumu, West Merapi, South Merapi, Mulak Ulu, Pagar Gunung, Gumay Ulu, South Kikim, Gumay Talang, East Kikim, Pseksu, Pajar Bulan, Pulau Pinang, Tanjung Tebat, Jarai Sukamerindu and Kota Agung. The very high level of vulnerability includes the sub-districts of Kota Agung, Pagar Gunung, Tanjung Sakti Pumi, Mulak Ulu, Tanjung Sakti Pumu, South Merapi, Jarai, South Kikim, Pajar Bulan, Pseksu, Sukamerindu and Gumay Ulu. Mitigation efforts for areas that have a high level of vulnerability to landslides include installing an Early Warning System (EWS), compiling a database of potential disaster areas, providing information to the community, training and simulating disasters in the community, making terraces, reforesting with deep-rooted plants and avoiding disaster-prone areas to build settlements.  Keywords : Landslide, Geographic Information System, Mitigation, Scoring, Overlay   ABSTRAK Kabupaten Lahat merupakan salah satu daerah di Indonesia yang rawan terjadi bencana tanah longsor. Upaya untuk meminimalisir risiko dari longsor yaitu dengan pemetaan daerah rawan longsor. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk menentukan sebaran daerah rawan longsor Kabupaten Lahat serta mengetahui upaya tindakan mitigasi yang tepat terhadap daerah rawan longsor. Penelitian ini memanfaatkan sistem informasi geografis (SIG) menggunakan metode skoring, pembobotan, dan overlay. Data yang digunakan berupa data administrasi, data curah hujan, data geologi, data jenis tanah, data elevasi dan data tutupan lahan Kabupaten Lahat. Hasil pengolahan data tersebut berupa peta rawan tanah longsor Kabupaten Lahat yang dikelompokkan menjadi empat tingkatan kelas kerentanan yaitu tingkat rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Daerah rawan longsor kabupaten Lahat dengan tingkat rendah mencakup 5,2%, tingkat sedang mencakup 56,32%, tingkat tinggi mencakup 32,94% , dan tingkat sangat tinggi mencakup 5,54%. Tingkat kerentanan tinggi mencakup daerah Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Tanjung Sakti Pumu, Merapi Barat, Merapi Selatan, Mulak Ulu, Pagar Gunung, Gumay Ulu, Kikim Selatan, Gumay Talang, Kikim Timur, Pseksu, Pajar Bulan, Pulau Pinang, Tanjung Tebat, Jarai Sukamerindu dan Kota Agung. Tingkat kerentanan sangat tinggi mencakup daerah Kecamatan Kota Agung, Pagar Gunung, Tanjung Sakti Pumi, Mulak Ulu, Tanjung Sakti Pumu, Merapi Selatan, Jarai, Kikim Selatan, Pajar Bulan, Pseksu, Sukamerindu dan Gumay Ulu. Upaya mitigasi terhadap wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terjadi terhadap bencana longsor yaitu pemasangan Early Warning System (EWS), penyusunan database daerah potensi bencana, pemberian informasi pada masyarakat, pelatihan dan simulasi bencana pada masyarakat, pembuatan terasering, penghijauan dengan tumbuhan berakar dalam dan menghindari daerah rawan bencana untuk membangun pemukiman. Kata Kunci : Tanah Longsor, Sistem Informasi Geografis, Mitigasi, Skoring, Overlay
Relevansi Peraturan Daerah Kota Palembang No 5. Tahun 2022 Terhadap Permasalahan Backlog dan Banjir di Kota Palembang Ali, Raden Ahmad Nur; Putri, Tengku Aurelia Melinda Anissawari
Jurnal Tekno Global Vol. 12 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v12i02.3577

Abstract

ABSTRACT Regional regulation No. 5 Of 2022, which requires a minimum PSU  40% of site plan area. This has raised doubts about the relevance of these regulations to problems in Palembang (Backlogs and flooding). So, this research aims to find out how big the impact and risks will arise from implementing this rule. To carry out this proof, the method applied is to carry out calculations / simulations of property development (in this case housing) which is directed towards subsidized housing as a benchmark for the impact of implementing this regulation. And after carrying out 2 property development cases, it was found that regional regulation No. 5 of 2022, is unable to resolve the backlog problem and even risks exacerbating the flooding problem. The implementation of regulation also indirectly reduces opportunities for the development of subsidized housing in the Palembang city area. For this reason, it would be a good idea for the Palembang city government to review this regulation in order to provide certainty of adequate housing and maintain investment (economic) growth in the city of Palembang. Keyword : Regulation No. 5 of 2022, Housing, Palembang   ABSTRAK Dengan terbitnya peraturan Daerah Kota Palembang No. 5 Tahun 2022 dimana didalamnya terdapat pasal 7 yang mewajibkan persentase PSU minimal 40% dari luasan Siteplan. Telah menimbulkan keraguan akan relevansi aturan tersebut dengan permasalahan di Kota Palembang seperti (Backlog dan banjir). Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar dampak yang ditimbulkan dan resiko apa yang akan ditimbulkan dari penerapan aturan ini. Untuk melakukan pembuktian itu maka metode yang diterapkan adalah melakukan perhitungan / simulasi pengembagan properti (dalam hal ini perumahan) yang diarahkan untuk perumahan subsidi sebagai tolak ukur dampak dari penerapan perda ini . dan setelah dilakukan pada 2 (dua) kasus pengembangan properti didapatkan bahwa perda No. 5 Tahun 2022, tidak mampu menyelesaikan permasalahan backlog dan bahkan beresiko memperparah masalah banjir. Penerapan perda no 5. Tahun 2022 juga secara tidak langsung memperkecil peluang pengembangan perumahan subsidi di wilayah kota Palembang. untuk itu ada baiknya pemerintah kota Palembang untuk meninjau Kembali peraturan ini demi memberikan kepastian akan hunian yang layak dan menjaga pertumbuhan investasi (ekonomi) di Kota Palembang.  Kata Kunci : Perda No. 5 Tahun 2022, Kota Palembang, Hunian  

Page 1 of 1 | Total Record : 6