cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus.mailana@gmail.com
Phone
+6281222202006
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Pesantren, Kampung Ceger, RT. 003/003, Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15222
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam
ISSN : 20887981     EISSN : 26851148     DOI : https://doi.org/10.36670
Al Amin : Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam Pendidikan is an interdisciplinary publication of original research and articles on Islamic Studies and Educational Sciences. This journal aims to provide a forum for scientific understanding of the field of education and plays an important role in promoting processes that accumulate knowledge, values, and skills. Scientific texts related to the topic of Islamic Studies and Education are very welcome to be conveyed. This journal includes research articles, original research reports, scientific reviews in education including: Islamic Religious Education Learning, which includes material, curriculum, methods, strategies, media, design, psychology, and evaluation; Learning content of Islamic Religious Education includes learning al-Qur`an Hadith, Islamic creed, jurisprudence, and Islamic Cultural History Science integration in Islamic Religious Education learning.
Articles 143 Documents
POSISI AL-QUR’AN DALAM EPISTIMOLOGI HERMENEUTIKA Kamarusdiana Kamarusdiana; Ahmad Zaki M
Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam Vol 2, No 01 (2019): Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam
Publisher : STIT AL-AMIN KREO TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.474 KB) | DOI: 10.36670/alamin.v2i1.18

Abstract

Penafsiran teks-teks kitab Suci, termasuk Alquran didalamnya mendapat perhatian lebih dalam dinamika keilmuan. Perhatian ini lahir atas ditemukannya ketidakbakuan makna dalam teks Kitab Suci. Terlebih lagi hasil dari penafsiran yang bersifat relatif dapat menimbulkan spekulasi makna baru yang pada dasarnya akan terus berkembang tergantung pada siapa penafsirnya. Dalam persoalan ini, hermeneutika hadir merespon problem penafsiran teks Kitab Suci. Al-Quran sebagai teks suci juga mendapat tempat didalam hermeneutika. Akan tetapi, persoalan yang mucul kemudian adalah kemelut didalam Islam sendiri yang mempersoalkan metode hermeneutika, di mana dianggap sebagai produk barat. Dalam hal ini, terjadi kontroversi penolakan dan penemerimaan hermeneutika. Tulisan ini akan mencoba mengupas hermeneutika dalam Islam, di mana mensketsakan posisi Alquran dalam penafsiran hermeneutika, serta mencoba menggagas hermeneutika sebagai alternatif baru dalam penafsiran.
PERAN ORANG TUA DALAM MEMBINA KECERDASAN SPIRITUAL Ahmad Rifai
Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam Vol 1, No 02 (2018): Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam
Publisher : STIT AL-AMIN KREO TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.151 KB) | DOI: 10.36670/alamin.v1i2.12

Abstract

Family is the first and main place for the growth and development of children. If the condition in the family is good and happy so that the children will grow well. To develop SQ in the family, parents can develop by: duty, care, knowledge, personal change, brotherhood and dedicated leadership. The first place to grow spiritual quotient or spiritual intelligence is family. The children that are grown in high spiritual quotient family environment will be high spiritual quotient people also.
MORAL VALEUS INTERNALIZATION OF BHINNEKA TUNGGAL IKA: A SOLUTION TO THE PROBLEM OF RADICALISM Humaidi Humaidi; Dewi Puji Lestari
Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam Vol 2, No 02 (2019): Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam
Publisher : STIT AL-AMIN KREO TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.088 KB) | DOI: 10.36670/alamin.v2i02.25

Abstract

Bhinneka Tunggal Ika telah ditetapkan sebagai salah satu pilar bangsa selain Pancasila, NKRI, dan UUD 1945 yang umumnya dikenal sebagai empat pilar kebangsaan. Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya sebagai moto atau slogan, tetapi menjadi sumber nilai bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika adalah roh dan jiwa Republik Indonesia yang disarikan dari pengalaman hidup masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, sebagai sumber nilai, tidak hanya dalam hal hubungan horizontal yang terkait dengan kehidupan sosial antara manusia dan alam semesta, tetapi juga hubungan vertikal antara makhluk, makhluq dan Khaliq, Tuhan. Dengan mengetahui dan mengaktualisasikan nilai-nilai Persatuan dalam Keragaman, Indonesia akan lebih damai dan harmonis; kehidupan komunitas akan lebih toleran dan menghargai semua perbedaan; dan sebaliknya. Artikel ini akan menjelaskan secara analitis dan filosofis nilai-nilai yang terkandung dalam Unity in Diversity sebagai landasan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
SEBAB DAN AKIBAT STRES, DEPRESI DAN KECEMASAN SERTA PENANGGULANGANNYA Jamil Jamil
Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam Vol 1, No 01 (2018): Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam
Publisher : STIT AL-AMIN KREO TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.978 KB) | DOI: 10.36670/alamin.v1i1.6

Abstract

Psychologically, humans often suffer from various disorders and mental illnesses, such as stress, depression, anxiety, envy, jealousy, sorrow unreasonable, arrogant and many others are. Challenges and struggles of life as well as moral and ethical values change, at certain conditions can lead to tension stress. Stress is part of life that cannot be avoided. Therefore, what we have to do is arrange life so that stress does not cause a reaction, such as physical or psychological complaints. This is called distress
PENDIDIK HARUS MELEK KOMPETENSI DALAM MENGHADAPI PENDIDIKAN ABAD KE-21 Maya Meilia; Murdiana Murdiana
Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam Vol 2, No 01 (2019): Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam
Publisher : STIT AL-AMIN KREO TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.929 KB) | DOI: 10.36670/alamin.v2i1.19

Abstract

Pendidikan memegang peranan terpenting dalam meningkatkan eksistensi yang  mengasilakan Sumber Daya Manusia berkualitas, kompetitif dalam menyongsong pembanguan pendidikan yang lebih baik di era abad ke-21. Oleh karena itu berbagai upaya peningkatan mutu atau kualitas dilakukan secara berkelanjutan. Guru memegang peranan terpenting untuk mejalankan proses pembelajaran di kalas, oleh karena itu diperlukannya guru yang profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya yang dapat melak kompetensi dimana guru menguasi dan mengimplementasikan empat standar kompetensi: komptensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial, serta guru melek sertifikasi yang dituntut untuk selalu dinamis mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi. Sebagai pendidik, sudah seharusnya guru harus belajar seumur hidup, membangun dan mengembangkan dirinya, sehingga mampu mempertahankan kompetensi dan profesionalitas yang dimilikinya seperti aktif dalam kajian ilmiah seperti PTK, aktif dalam pelatihan serta melakukan studi lanjut yang dapat menujang profesionalitas guru dalam jabatan dan profesinya, Pembuktian nyata yang harus dilakukan guru profesional untuk menghadapi tantangan globalisasi antara lain menguasai berbagai metode dan media pembelajaran mutakhir, seperti metode group investigation sangat cocok diterapkan untuk materi-materi yang sulit, dan abstrak sekalipun, yaitu dengan cara mengangkat topik aktual yang tejadi dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik, mengajak peserta didik berpikir kritis dan kreatif dalam menghadapi permasalahan ekonomi serta mempersipakan peserta didik yang mampu bersaing dalam kemajuan pendidikan abad ke-21.
ARGUMENTASI TEORI MASLAHAT SEBAGAI RUH PERUNDANG-UNDANGAN Zainuddin Zainuddin
Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam Vol 2, No 01 (2019): Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam
Publisher : STIT AL-AMIN KREO TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.207 KB) | DOI: 10.36670/alamin.v2i1.13

Abstract

Teori maslahat dapat menjadi model strategis. Implementasi teori maslahat dapat menjadi metode ijtihad paling tepat untuk kebutuhan hukum. Maslahat juga dianggap sebagai sistem nilai yang berkeadilan dan relevan dengan situasi dan konteks zaman. Sementara aplikasi teori maslahat sebagai strategi integrasi hukum pidana Islam ke dalam hukum pidana nasional punya relevansi yang kuat dan relatif jauh dari resistensi sosial-politik dibandingkan dengan formalisasi syariat Islam dengan labelisasi Islam yang memiliki resistensi sosial-politik yang tinggi dan menuai banyak kritik.
INTEGRASI NILAI KEARIFAN LOKAL TERHADAP PENANAMANAN NASIONALISME BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Fajar Syarif
Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam Vol 2, No 02 (2019): Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam
Publisher : STIT AL-AMIN KREO TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.183 KB) | DOI: 10.36670/alamin.v2i02.26

Abstract

Penelitian ini membuktikan bahwa semakin integritas suatu pembelajaran, maka semakin nasionalis substansi dalam sebuah pendidikan. Derasnya arus globalisasi dikhawatirkan anak berdampak pada terkikisnya rasa kecintaan terhadap budaya lokal. Agar eksistensi budaya lokal tetap kukuh, maka kepada generasi penerus bangsa perlu ditanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah untuk menumbuhkan rasa nasionalisme. Nasionalisme adalah suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai bagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warga negara, etnis, budaya, keagamaan, dan ideologi. Salah satu cara yang dapat ditempuh guru di sekolah adalah dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses pembelajaran Agama Islam di sekolah. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam pembelajaran agama Islam diharapkan nasionalisme siswa akan tetap kukuh terjaga di tengah-tengah derasnya arus globalisasi.. Nasionalisme adalah suatu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.. Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai bagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warga negara, etnis, budaya, keagamaan, dan ideologi.
HERMENEUTIKA KESADARAN DALAM MEMAHAMI TEKS AL-QUR’AN Abd Muid N; Muhammad Adlan Nawawi
Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam Vol 3, No 01 (2020): Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam
Publisher : STIT AL-AMIN KREO TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36670/alamin.v3i1.42

Abstract

Relasi antara Al-Qur’an sebagai obyek penafsiran dan manusia sebagai subyek penafsiran adalah relasi yang dinamis. Keragaman metode penafsiran dan keragaman hasil penafsiran adalah bukti kenyataan tersebut. Justru, jika terjadi keseragaman metode penafsiran dan keseragaman hasil penafsiran, maka pasti ada yang keliru di dalam relasi antara Al-Qur’an dengan penafsirnya. Kesimpulan tersebut diambil setelah menelaah relasi antara Al-Qur’an dengan penafsirnya dari sudut pandang fenomenologi. Al-Qur’an merupakan teks yang hidup dan beritentraksi dengan horison yang mengitarinya. Demikian pula horison pembaca dan penafsir. Keberadaan subjek sebagai pembaca dan penafsir menghasilkan beragam cara dan output pemahaman. Subjek berbicara dengan teks dalam ruang lingkup keduanya yang saling berinteraksi adalah sebentuk aktivitas fenomenologis. Subjek mempersepsi teks sebagai tanda yang menunjuk pada beragam realitas. Dalam kajian fenomenlogi, fenomena tidak terselubung oleh tirai realitas yang dihasilkan dari persepsi subjek. Dengan demikian, makna-makna teks tidaklah lahir dalam ruang hampa, melainkan selalu melibatkan kesadaran subjek. Konsekuensi dari hal ini adalah bahwa perkembangan pemahaman dan perkembangan metodologi dalam memahami Al-Qur’an (teks) adalah sebuah keniscayaan. Horison teks akan senantiasa berinteraksi dengan horison subjek berdasarkan kesadaran yang tumbuh dalam kurun waktu dan zaman.
ETIKA MENUNTUT ILMU MENURUT KITAB TA’LIM MUTA’ALIM Saihu Saihu
Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam Vol 3, No 01 (2020): Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam
Publisher : STIT AL-AMIN KREO TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36670/alamin.v3i1.43

Abstract

Tulisan ini membahas etika menuntut ilmu menurut kitab Ta’lim al-Muta’alim karya dari Syekh al-Zarnuzi. Tulisan ini memfokuskan kajiannya pada deskripsi-konsepsi serta langkah-langkah yang harus dilakukan peserta didik dalam menuntut ilmu. Sumber data dalam artikel ini diperoleh dari kitab Ta’lim al-Muta’alim karya dari Syekh al-Zarnuzi dan beberapa sumber sekunder berupa referensi-referensi pendukung dan pembanding yang sesuai dengan tema artikel. Tulisan ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu berusaha untuk menggambarkan tentang suatu variable, gejala atau keadaan “apa adanya”, dan tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu. Hasil dari tulisan ini memperlihatkan bahwa etika menuntut ilmu peserta didik dalam kitab Ta’lim al-Muta’alim adalah 1) Memiliki niat yang sungguh dalam belajar; 2) Cerdas dalam memilih Guru, ilmu, teman, dan memiliki Ketabahan dalam Belajar; 3) Menghormati ilmu dan ulama; 4) memiliki kesungguhan, kontinuitas dan memiliki minat yang kuat; 5) Tertib; 6) Tawakal; 7) Pintar memanfaatkan waktu belajar; 8) Kasih sayang kepada sesama para penuntut ilmu; 9) dapat mengambil hikmah dari setiap yang dipelajari: 10) Wara’ dengan menjaga diri dari yang syubhat dan haram pada masa belajar. Dari konsepsi etika menuntut ilmu ini, akan melahirkan sebuah model pendidikan yang lebih mengedepankan moral tidak hanya terorientasi pada pengetahuan dan keterampilan.
AL-QUR’AN DALAM SEJARAH (Diskursus Seputar Sejarah Penafsiran al-Qur’an) Abdul Rouf
Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam Vol 3, No 01 (2020): Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam
Publisher : STIT AL-AMIN KREO TANGERANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36670/alamin.v3i1.34

Abstract

Secara normatif al-Qur’an diyakini memiliki kebenaran mutlak namun kebenaran produksi penafsiran al-Qur’an bersifat relatif dan tentatif. Sebab tafsir adalah respons mufassir ketika memahami teks kitab suci, situasi dan problem sosial yang dihadapinya. Sehingga tidak ada penafsiran yang benar-benar objektif karena penafsiran terhadap suatu teks termasuk di dalamnya teks al-Qur’an sangatlah dipengaruhi oleh sejarah latar belakang keilmuan, kultural dan anggapan-anggapan yang melatarbelakngi penafsirnya. Sehingga kajian tentang sejarah penafsiran al-Qur’an memiliki daya tarik sendiri bagi mereka yang serius ingin memahami al-Qur’an. Karenanya tidak lah mengherankan jika di kalangan umat Islam selalu bermunculan produk-produk tafsir yang sarat dengan berbagai metode dan pendekatan penafsiran seiring dengan derap langkah perubahan dan tantangan zaman. Pada artikel ini penulis mencoba mendeskripsikan tentang sejarah penafsiran al-Qur’an melalui pembahasan tentang sejarah turunnya al-Qur’an, sejarah penafsiran al-Qur’an mulai dari penafsiran dengan menggunakan riwayat, akal dan olah batin.

Page 3 of 15 | Total Record : 143