cover
Contact Name
Indah Riwayati
Contact Email
-
Phone
+628157772615
Journal Mail Official
cendekiaeksakta@unwahas.ac.id
Editorial Address
JL. Menoreh Tengah X / 22, Sampangan, Gajahmungkur, Sampangan, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Cendekia Eksakta
ISSN : 25285912     EISSN : 25482122     DOI : http://dx.doi.org/10.3194/ce
Cendekia Eksakta journal focuses upon aspects of exact sciences: engineering, agriculture, health and pharmacy . The Cendekia Eksakta journal is an research journal and invites contributions of original and novel fundamental research. The journal aims to provide a forum for the presentation of original fundamental research, interpretative reviews and discussion of new developments in chemical engineering. Papers which describe novel theory and its application to practice are welcome, as are those which illustrate the transfer of techniques from other disciplines. Reports of carefully executed experimental work, which is soundly interpreted are also welcome. The overall focus is on original and rigorous research results which have generic significance.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 195 Documents
ANTIBACTERIAL AND ANTIACNE ACTIVITY OF n-HEXANE FRACTION OF ALFALFA HERB (Medicago sativa L.) ETHANOL EXTRACT IN VITRO AND ON RABBIT (Oryctolagus cuniculus) Fithria, Risha Fillah; Safitri, Erika Indah; Khasanyzulaikhah, Kharista; Nurazisa, Nurazisa
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v8i1.8257

Abstract

Propionibacterium acnes (P. acnes) can cause inflammation of the polysebaceous glands and lead to acne. Flavonoids in alfalfa herb are thought to have antibacterial and antiinflammatory properties. Flavonoids can be absorbed into n-hexane solvents. This study aims to determine antibacterial activity of n-hexane fraction of alfalfa herb ethanol extract (nHFAH) against P. acnes in vitro, to calculate the total flavonoid levels in the fraction, and to determine antiacne activity of the fraction on rabbit. This study is an experimental study with post-test control group design. Extraction of alfalfa herb was done by maceration method using 70% ethanol and fractionated with n-hexane. Antibacterial activity test was carried out using disk diffusion with 5 series of concentrations (15%, 20%, 25%, 30% dan 35%), positive control (clindamycin 2 µg/disk) and negative control (DMSO 100%). Diameters of the inhibition area were analyzed statistically using a Kruskal Wallis test followed by Mann Withney test with 95% of confidence level. Rabbit back skin was shaved on 5 different areas (3x3 cm2/area). Induced with 0.2 mL of P. acnes suspension (3x109 CFU/mL) intradermal. Acne formed (24 hours) on all areas, then were treated with T1 (clindamycin 2%), T2 (DMSO 100%), T3 (nHFAH 20%), T4 (nHFAH 25%), T5 (nHFAH 30%). Erythema diameter reduction on day 9 was analyzed using one-way anova, continued by post hoc tukey with 95% of confidence level. Total nHFAH flavonoid levels were tested by colorimetric method using UVVis spectrophotometer at λ 429.5 nm. The results showed that nHFAH has antibacterial activity against P. acnes with an average value of diameter of inhibition area for each concentration were 7.30; 7.49; 7.75; 7.92 and 8.24 mm. nHFAH exhibits antiacne activity with the percentage for each concentration were 67.01%; 77.84% and 85.84% respectively. Total nHFAH flavonoid levels were 6.09 mgQE/ gram.Keywords: Alfafa herb, n-Hexane fraction, Propionibacterium acnes.
SISTEM DIAGNOSA PERMASALAHAN KOMPUTER BERBASIS WEB Azzam, Nashiruddin; Mauludin, Mochamad Subchan
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v8i1.8316

Abstract

Pada saat ini, hampir semua pekerjaan pasti menggunakan komputer untuk mempermudah dan mempersingkat pekerjaan. Komputer juga akan mengalami kerusakan seiring dengan penggunaan dan berjalannya waktu. Komputer juga perlu perbaikan agar dapat berjalan kembali dengan normal. Sistem diagnosa permasalahan komputer ini memberikan kemudahan pada pengguna untuk mendiagnosa permasalahan pada komputer. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi pustaka. Metode waterfall juga digunakan sebagai prosedur pengembangan sistem. Sistem ini dibuat menggunakan PHP sebagai bahasa pemrogramannya. Rancangan juga digunakan sebagai prosedur yang digunakan untuk mengetahui gambaran sistem yang akan dibuat. Hasil dari penelitian ini, dapat ditunjukkan bahwa sistem dapat menerapkan referensi yang digunakan untuk mendiagnosa permasalahan komputer.Kata kunci : Komputer, PHP, Waterfall
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL TEMPE KORO BENGUK (Mucuna pruriens L.) SEBAGAI CHELATING AGENT LOGAM BERAT KADMIUM Raharjo, Hyacinta Trixie; Anggraini, Devina Ingrid
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v8i1.8258

Abstract

Pencemaran logam berat dapat berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya yaitu logam berat kadmium (Cd). Kadmium yang tidak sengaja termakan dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada sistem fisiologis tubuh. Metabolit sekunder yang mampu mengikat logam yaitu flavonoid, alkaloid, dan tanin. Salah satu makanan yang mengandung metabolit sekunder tersebut yaitu tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) dalam menurunkan konsentrasi logam kadmium (Cd). Uji pengikatan logam kadmium menggunakan ekstrak tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.), dengan mencampurkan larutan logam kadmium 20 ppm pada masing-masing konsentrasi sampel ekstrak tempe koro benguk dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 2 ppm, 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm dan 10 ppm selama 30 menit. Sisa logam kadmium diukur menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil dari penelitian ini dapat diketahui konsentrasi dari ekstrak etanol tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) yang mampu menurunkan kandungan logam kadmium (Cd) paling tinggi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol 70% tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) 6 ppm dapat menurunkan kadar logam kadmium (Cd) sebesar 76,21%.Kata kunci: kadmium, SSA, tempe koro benguk, chelating agent
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL TEMPE KORO BENGUK (Mucuna pruriens L.) SEBAGAI CHELATING AGENT LOGAM BERAT KADMIUM Anggraini, Devina Ingrid
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v8i1.7817

Abstract

Pencemaran logam berat dapat berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya yaitu logam berat kadmium (Cd). Kadmium yang tidak sengaja termakan dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada sistem fisiologis tubuh. Metabolit sekunder yang mampu mengikat logam yaitu flavonoid, alkaloid dan tanin. Salah satu makanan yang mengandung metabolit sekunder tersebut yaitu tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.). Pada penelitian ini dilakukan uji pengikatan logam kadmium menggunakan ekstrak tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.), dengan mencampurkan larutan logam kadmium 20 ppm pada masing-masing konsentrasi sampel ekstrak tempe koro benguk dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 2 ppm, 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm dan 10 ppm selama 30 menit. Sisa logam kadmium diukur menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom. Dengan dilakukannya penelitian ini dapat diketahui kemampuan ekstrak etanol 70% tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) dalam mereduksi kandungan logam kadmium (Cd) dan konsentrasi ekstrak etanol 70% tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) yang dapat menurunkan kandungan logam kadmium (Cd) tertinggi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol 70% tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) 6 ppm dapat menurunkan kadar logam kadmium (Cd) sebesar 76,21%. Kata kunci: Kadmium, SSA, Tempe koro benguk.
PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR (SPF) DARI EKSTRAK ETANOL, FRAKSI N-HEKSANA DAN FRAKSI ETIL ASETAT TANAMAN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) Wildan, Achmad
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v6i1.9916

Abstract

Tanaman Pegagan  atau (Centella asiatica (L.) Urban) merupakan tumbuhan yang banyak tumbuh di  Indonesia. Tanaman pegagan mempunyai kandungan terpenoid, flavonoid dan minyak esensial  yang mempunyai efek farmakologis seperti antiinflamasi, antiantibakteri, antioksidan adan antiagieng.Gugus kromofor pada senyawa flavonoid mempunyai potensi sebagai tabir surya yang mampu menyerap sinar UV sehingga mengurangi intensitasnya pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu kemampuan ekstrak etanol, Fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat dari tanaman pegangan (Centella asiatica (L.) Urban) sebagai tabir surya yang dinyatakan dengan nilai SPF. Metode yang digunakan untuk mengukur nilai SPF adalah dengan perhitungan Metode Mansur. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol, fraksi n-heksana dan fraksi etil asetat masing-masing memberikan nilai SPF sebesar  7,34, 4,37 dan 6,39 pada konsentrasi  200 ppm.
ANALISIS PEMASARAN JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS) DI KECAMATAN TODANAN KABUPATEN BLORA Mu’adzim, Agus; Sasongko, Lutfi Aris; Ganestyani, Indah Arum
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v9i1.11024

Abstract

White oyster mushrooms are an agricultural product that is easily damaged so they must be marketed immediately through marketing activities. Obstacles in marketing efforts are the length and shortness of marketing channels which can affect margins, farmer's share and marketing effectiveness. The research method used is a quantitative descriptive method. The farmer sampling technique uses saturated sampling, while the trader sample uses snowball and incidental techniques. Based on the research results, three marketing channels for white oyster mushrooms were obtained in Todanan District, Blora Regency, namely marketing channel I: farmers → final consumers, channel II: farmers → retailers → final consumers, and channel III: “farmers → wholesalers → retailers → final consumer.”The margin and farmer's share for each channel formed, namely channel I, is IDR. 0/kg and 100%, channel II Rp. 9,000/kg 64%, and channel III Rp. 10,000/kg and 60%. All marketing channels for white oyster mushrooms in Todanan District, Blora Regency are efficient based on the marketing efficiency criteria, namely ≤ 50%. Kata kunci: Efficiency, farmer’s share, margin, marketing channels, white oyster mushrooms
PEMBUATAN BAHAN DASAR PULP DARI MAHKOTA NANAS DENGAN PROSES SODA Permatasari, Dyah Suci; Risky, Pradita Hasana; Kusumaningrum, Wening Bekti
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v8i2.10065

Abstract

Bahan dasar pembuatan pulp merupakan bahan yang mengandung selulosa seperti kayu dan non kayu. Proses soda adalah salah satu proses pembuatan bahan dasar pulp dengan menggunakan metode kimia. Proses dengan bahan dasar pulping soda umumnya menggunakan NaOH sebagai bahan pada larutan pemasaknya. Serbuk mahkota nanas memliki potensi untuk digunakan sebagai bahan dasar pulp karena mengandung alpha selulosa sebesar 69,057% dan lignin sebesar 6,79%.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh konsentrasi NaOH dan waktu delignifikasi terhadap yield, kadar alpha selulosa, kadar lignin, pada sintesa bahan dasar pulp dari mahkota nanas serta mengetahui ketahanan tarik pada bahan dasar pulp yang sesuai dengan SNI. Pada penelitian ini, dilakukan pembuatan bahan dasar pulp dengan proses soda menggunakan bahan baku mahkota nanas dengan variasi konsentrasi NaOH 2,5%; 5%; 7,5%; 10%; 12,5% dan waktu pemasakan 30; 60; 90; 120; 150 menit. Hasil penelitian terbaik diperoleh dengan menggunakan konsentrasi NaOH 10% dengan waktu pemasakan 150 menit, dengan diperoleh yield, kadar selulosa, dan kadar lignin secara berurutan sebesar 65,902%; 87,0628%; dan 5,3946%., serta diperoleh hasil pengujian kuat tarik kertas dari bahan dasar pulp mahkota nanas yaitu sebesar 4,67 N/mm2 atau 4670 kN/m2.Kata kunci: delignifikasi, proses soda, pulp
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L) Kahar, Kahar
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v6i2.5443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menetukan dosis akibat pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian ini  dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Madako Tolitoli Propinsi Sulawesi Tengah. Dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan September 2020.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu : Tanpa pemberian pupuk organik cair (M0), dosis pupuk organik cair 5 ml/liter air (M1), dosis pupuk organik cair 10 ml/liter air (M2), dosis pupuk organik cair 15 ml/liter air (M3), dosis pupuk organik cair 20 ml/liter air (M4), dan dosis pupuk organik cair 25 ml/liter air (M5).  Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 18 petak penelitian.  Jumlah populasi kacang hijau dalam satu petak sebanyak 32 tanaman dan jumlah keseluruhan tanaman sebanyak 576 populasi tanaman kacang hijau.  Jumlah sampel yang diamati untuk setiap perlakuan sebanyak 8 tanaman petak-1 sehingga terdapat 144 tanaman sampel.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair dengan dosis 25 ml/liter air, memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap tinggi tanaman kacang hijau pada umur 6 MST, yaitu rata-rata 55,33 cm dan jumlah daun pada umur 6 MST, yaitu rata-rata sebanyak 32,80 helai.  Demikian pula berat biji kering petak-1tanaman kacang hijau yaitu rata-rata 204,83 g, dan berat biji kering hektar-1 rata-rata seberat 1024,15 kg, lebih baik dibanding dengan perlakuan dosis pupuk organik cair lainnya. Kata kunci  :   Tanaman kacang hijau, Pupuk organik cair
SISTEM INFORMASI DATA PASIEN PADA KLINIK BERBASIS WEB (Studi Kasus Klinik Pratama RSI 2 Kendal) Putri, Ninda Sulistiani; Wijanarko, Rony
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v8i2.10140

Abstract

Seiring berjalannya waktu, peranan teknologi mulai berkembang, dan semakin canggih. Teknologi berdampak dalam aspek kehidupan manusia, salah satunya bidang kesehatan. Klinik Pratama RSI 2 Kendal merupakan sebuah jasa pelayanan yang bergerak dalam bidang kesehatan, di dalam klinik tersebut terdapat berbagai kegiatan operasional yang banyak, mengolah  data pasien. Oleh karena itu, memerlukan  sistem yang terkomputerisasi dalam mengolah  data untuk menampilkan informasi yang mempermudah klinik untuk melakukan pelayanan  yang baik untuk masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan sebuah sistem informasi data pasien pada klinik yang berbasis web. Dalam penelitian ini menggunakan metode Waterfall untuk mengembangkan sistemnya, script pemrograman PHP dengan framework Codeigniter serta mysql sebagai databasenya. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu sebuah sistem informasi data pasien yang berbasis web pada Klinik Pratama RSI 2 Kendal. Kata kunci: Sistem Informasi, Pasien, Klinik, Codeigniter, Waterfall.
EFFECT OF PH AND ADSORBENT DOSES ON MN (II) METAL ADSORPTION IN THE KALIGARANG RIVER SEMARANG CITY USING SYNTHETIC COCONUT SHELL POWDERED ACTIVATED CARBON (PAC) Pradnya, Irene Nindita; Triwibowo, Bayu; Wulansarie, Ria; Hanifah, Ririn; Prakasita, Iffat Ganjar Fadhila
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v8i1.7578

Abstract

Kaligarang River is the largest river in the Semarang, which looks clear but actually containing Mn metal above the permitted threshold. Excessive presence of Mn metal can cause problems for human being, which can agglomerate inside the brain, liver, and kidneys.Moreover, it can lead to Parkinson's syndrome and damaging the central nervous system. The river water sample testing conducted at Tirta Moedal PDAM, Semarang; contaminated with heavy metal Mn of 1.075 mg/L. Based on Government Regulation No. 82 of 2001, the maximum allowable concentration of Mn in water is 0.1 mg/L. Adsorption with activated carbon is an effective and efficient method in processing Mn metal pollution. Activated carbon formed as powderis from coconut shell synthetic, with trademark Haycarb particle size of 500 microns. The adsorption process was carried out with a contact time of 90 minutes with a stirring speed of 210 rpm. The pH variables were pH 3, 7, and 12 and the adsorbent dose was 1, 5, 10 and 15 g /L. The adsorption results showed that the optimum conditions of the adsorption process occurred at pH 3 with an adsorbent dose of 15 g / L with percent absorption of manganese metal (Mn) of 87.18%.