Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

UJI POTENSI EKSTRAK ETANOL BAWANG LANANG HITAM (Allium sativum L.) DALAM PENURUNAN KADAR KADMIUM DENGAN SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) Trisnawati, Febiana Ayu; Anggraini, Devina Ingrid; Kusuma, Eka Wisnu
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v13i1.270

Abstract

Pencemaran yang disebabkan oleh adanya buangan limbah ke dalam perairan akan berdampak pada kualitas perairan. Zat pencemar yang dapat menurunkan kualitas air yaitu logam berat kadmium. Logam berat kadmium ketika masuk tubuh manusia dapat menyebabkan efek toksik. Tubuh membutuhkan antidotum untuk menurunkan kadar logam. Bawang lanang hitam (Allium sativum L.) mengandung  flavonoid yang digunakan sebagai chelating agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kosentrasi terbaik ekstrak etanol bawang lanang hitam  (Allium sativum L.) yang dapat menurunkan kadar kadmium secara maksimal. Ekstrak etanol bawang lanang hitam dibuat lima seri kosentrasi yaitu 0,2 ppm, 0,4 ppm, 0,6 ppm, 0,8 ppm, dan 1 ppm. Logam kadmium (Cd) 20 ppm diberi perlakuan dengan penambahan tiap  kosentrasi ekstrak etanol bawang lanang hitam. Larutan dipisahkan dengan kloroform. Fasa air merupakan sisa logam kadmium yang dianalisis dengan Spektrometri Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 228,8. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etanol bawang lanang hitam konsentrasi 0,8 ppm terbaik dapat mereduksi logam kadmium (Cd) secara maksimal yang menunjukkan persentase sebesar 66,3906% dengan koefisien variasi sebesar 1,5873%.
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL TEMPE KORO BENGUK (Mucuna pruriens L.) SEBAGAI CHELATING AGENT LOGAM BERAT KADMIUM Anggraini, Devina Ingrid
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v8i1.7817

Abstract

Pencemaran logam berat dapat berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya yaitu logam berat kadmium (Cd). Kadmium yang tidak sengaja termakan dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada sistem fisiologis tubuh. Metabolit sekunder yang mampu mengikat logam yaitu flavonoid, alkaloid dan tanin. Salah satu makanan yang mengandung metabolit sekunder tersebut yaitu tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.). Pada penelitian ini dilakukan uji pengikatan logam kadmium menggunakan ekstrak tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.), dengan mencampurkan larutan logam kadmium 20 ppm pada masing-masing konsentrasi sampel ekstrak tempe koro benguk dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 2 ppm, 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm dan 10 ppm selama 30 menit. Sisa logam kadmium diukur menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom. Dengan dilakukannya penelitian ini dapat diketahui kemampuan ekstrak etanol 70% tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) dalam mereduksi kandungan logam kadmium (Cd) dan konsentrasi ekstrak etanol 70% tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) yang dapat menurunkan kandungan logam kadmium (Cd) tertinggi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol 70% tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) 6 ppm dapat menurunkan kadar logam kadmium (Cd) sebesar 76,21%. Kata kunci: Kadmium, SSA, Tempe koro benguk.
Uji Antipiretik Ekstrak Etanol Bawang Hitam (Black Garlic) Pada Tikus Putih Jantan Kusuma, Eka Wisnu; Anggraini, Devina Ingrid
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 7 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v1i7.1823

Abstract

Demam adalah salah satu ciri penanda dalam tubuh melawan infeksi. Bawang lanang hitam memiliki potensi tinggi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah bawang lanang hitam memiliki aktivitas antipiretik pada tikus putih jantan yang diinduksi ragi serta untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol bawang hitam (black garlic) pada dosis 50 mg/Kg BB; 100 mg/Kg BB; 200 mg/kg BB terhadap efek antipiretik pada tikus putih jantan yang diinduksi ragi. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (CMC Na1%), kontrol positif (Parasetamol dosis 45mg/kgBB), dan kelompok perlakuan ekstrak etanol bawang hitam (black garlic) (dosis 50mg, 100mg, 200mg/kg BB). Tikus diinduksi secara intraperitonial. Suhu tubuh diukur menggunakan termometer digital melalui rektal, suhu diukur setiap 30 menit selama 150 menit setelah pemberian peroral, kemudian diperoleh data To, Tdemam dan pengukuran suhu tubuh tiap waktu. Data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung AUC dan data perhitungan rata-rata AUC dianalisis dengan uji normalitas dan uji One way ANOVA. Ekstrak etanol bawang hitam (black garlic) pada ketiga variasi dosis memberikan memberikan efek antipiretik pada tikus putih jantan yang diinduksi ragi.
Uji Aktivitas Antikolesterol Ekstrak Kale (Brassica oleracea var. acephala DC) Amalia, Angelina Divanny; Anggraini, Devina Ingrid
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol 10, No 2 (2023): October
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i2.4931

Abstract

Kadar kolesterol dalam tubuh yang berlebih memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan sehingga perlu dikontrol untuk menghindari resiko yang membahayakan tubuh. Alternatif pengobatan kolesterol selain dengan obat-obat sintetis dapat juga dengan memanfaatkan kandungan senyawa dalam tumbuhan seperti sayuran, buah, dan lain sebagainya. Kale (Brassica oleracea var. acephala DC) merupakan salah satu sayuran mengandung senyawa seperti flavonoid, tannin dan fenol yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak kale dalam menurunkan kadar kolesterol. Analisis kualitatif ekstrak kale menunjukkan positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan saponin. Analisis kuantitatif aktivitas antikolesterol dilakukan dengan menggunakan metode Lieberman-Burchard dengan seri konsentrasi ekstrak 15, 20, 25, 30, 35, dan 40 ppm. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kale memiliki aktivitas antikolesterol dengan nilai EC50 sebesar 32,350 ppm.
Deodoran Spray Sewangi (Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.)) untuk Mengatasi Dampak Sosial Bau Badan di Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo Anggraini, Devina Ingrid; Semartini, Atur; Mursiany, Anita; Rahmawati, Nabila Lutfi; Trihana, Arisa; Jeany, Agnestya Indria; Prahasti, Imaniar Dinar Kusuma; Putri, Fransisca Elva Murti; Hidayah, Dinda Nurul
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v5i2.404

Abstract

Suhu udara panas dan kering saat ini sedang terjadi di Indonesia sehingga memicu pengeluaran keringat berlebih. Pengeluaran keringat bertujuan untuk menjaga kestabilan suhu pada tubuh. Bau badan merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat mengganggu hubungan sosial dengan seseorang. Serai wangi (Cymbopogon nardus L) diketahui memiliki senyawa saponin, flavonoid, dan sitral yang mempunyai aktivitas antibakteri. Hal ini membuat serai wangi dapat digunakan sebagai bahan formulasi deodoran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberi edukasi kepada masyarakat desa Cemani terkait pemanfaatan minyak serai wangi menjadi deodoran spray untuk mengatasi bau badan.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan metode pemaparan materi dan workshop pembuatan deodoran spray dengan bahan alam minyak serai wangi. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat dikatakan bahwa kegiatan dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang formulasi minyak sereh sebagai deodoran spray dalam mengatasi bau badan, meningkatkan nilai tambah ekonomi serai wangi sebagai minyak atsiri yang mampu menunjang dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Tim pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional juga menunjukkan perbedaan serai wangi dengan serai dapur. Kemampuan peserta dalam menjawab soal pretest dan posttest juga meningkat sehingga menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta antara sebelum dengan sesudah pemberian penyuluhan. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon diketahui bahwa nilai sig. <0,005 artinya ada pengaruh pemberian edukasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut ditunjukkan dengan peningkatan nilai posttest.
UJI AKTIVITAS PENURUNAN KADAR GLUKOSA EKSTRAK DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) SECARA IN VITRO Yulia, Ita Rahma Putri; Anggraini, Devina Ingrid
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v13i2.323

Abstract

Red spinach leaves are a plant that is rich in fiber and antioxidants which can be used to lower blood glucose levels. Some secondary metabolites that play a role include flavonoids and phenols. The aim of this research was to determine whether red spinach leaf extract (Amaranthus tricolor L) has the potential to lower glucose levels in vitro and to determine the EC50 value of red spinach leaf extract (Amaranthus tricolor L) which can reduce glucose levels. Qualitative analysis shows that red spinach leaf extract contains flavonoids and phenols. Quantitative analysis was carried out using UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 744 nm and an operating time of 25 minutes. Based on the data obtained, it shows that red spinach leaf extract has the potential to reduce glucose levels with an EC50 value of 11.0069 ppm.
AKTIVITAS EKSTRAK DAUN SELADA MERAH (Lactuca sativa var. crispa) SEBAGAI PENURUNAN KADAR GLUKOSA SECARA IN-VITRO Rahmawati, Febriana; Anggraini, Devina Ingrid
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v9i2.12284

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Kontrol gula darah sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi. Pemanfaatan bahan alam untuk menjaga kadar gula darah menjadi alternatif masyarakat. Kadar gula darah merupakan parameter kadar glukosa yang ada di dalam tubuh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi ekstrak daun selada merah (Latuca sativa var. crispa) sebagai penurunan kadar glukosa dan nilai EC50. Ekstrak daun selada merah (Latuca sativa var. crispa) diperoleh dengan metode ekstraksi maserasi. Hasil uji kualitatif ekstrak daun selada merah (Latuca sativa var. crispa) mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan fenolik. Metode Nelson-Somogyi digunakan untuk uji aktivitas penurunan kadar glukosa, hasil preparasi sampel dianalisis dengan instrumen Spektrofotometer UV-Vis pada operating time 25 menit dan panjang gelombang maksimum 744 nm. Penurunan kadar glukosa dilakukan dengan menggunakan 5 seri konsentrasi yaitu 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm, 10 ppm, dan 12 ppm. Hasil analisis menunjukan bahwa ekstrak etanol selada merah (Latuca sativa var. crispa) memiliki potensi menurunkan kadar glukosa secara in-vitro dengan nilai EC50 sebesar 9,1126 ppm.Kata kunci: ekstrak daun selada merah (Latuca sativa var. crispa), Metode Nelson-Somogyi, EC50, penurunan kadar glukosa
SERBUK JAHE, CENGKEH, DAN KAYU MANIS GUNA ATASI DEPRESI PADA KESEHATAN MENTAL Anggraini, Devina Ingrid; Setiawan, Iwan
SWAGATI : Journal of Community Service Vol. 1 No. 1 (2023): March
Publisher : Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/swagati.2023v1i1.1034

Abstract

Mental health is a condition when an individual does not experience feelings of guilt about himself, and has a realistic estimate of himself and can accept his own shortcomings or weaknesses, has the ability to face the problems that exist in his life, has satisfaction in his social life, and have happiness in life. There are several problems due to the pandemic, one of them is related to education, school dropped out. Based on the results of an interview with the Head of Youth Organization in Ngombakan Village, Sukoharjo, the rate on teenagers who dropped out of school were informed that from 10 teenagers, 6 of them did not continue their education and chose to work for money, 2 of them did not continue their Japanese language school due to the effects of the COVID-19 pandemic, and 2 of them did not continue their studies because they were lazy to think. The purpose of this community service activity was to treat depression in an effort to improve teenagers quality of life, provide education about how to use natural materials to help overcome depression, and gave training on making "SERJA CENGKANIS" (Serbuk Jahe Kombinasi Cengkeh dan Kayu Manis) Ginger Powder Combination of Cloves and Cinnamon. The results of the activity evaluation show that all the criteria and indicators success of the activity have been achieved. Targets and goals achieved up to 58%. The level of community knowledge on the pre-test value, which is 87, increases during the post-test, which is 90. The level of community satisfaction with the implementation of activities reaches 94%.
Si Cantik Bunga Telang (Clitoria Ternatae L.) Untuk Mengatasi Diabetes Mellitus Kusuma, Eka Wisnu; Anggraini, Devina Ingrid; Semartini, Atur
SWAGATI : Journal of Community Service Vol. 1 No. 3 (2023): November
Publisher : Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/swagati.2023v1i3.1220

Abstract

Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit tertua yang dikenal masyarakat, penyakit ini sangat kompleks yang melibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak.. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah Untuk memberikan edukasi mengenai bahan alam yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari khususnya terapi herbal bagi pasien penderita diabetes mellitus di prolanis Klub Dadi Waras klaten. Rangkaian kegiatan meliputi pengisian pre-test, penyuluhan mengenai penatalaksanaan diabetes melitus, workshop pembuatan seduhan bunga telang, pelatihan mengenai proses produksi dan keberlangsungan pengelolaan tanaman bunga telang serta pengisian post-test dan kuisioner. Evaluasi telah dilakukan sesudah kegiatan pengabdian. ada pengaruh pemberian materi penyuluhan dan workshop terhadap peningkatan pengetahuan anggota prolanis.
Pengembangan Potensi Serai (Cymbopogon Citratus) Untuk Mengatasi Pegal Dan Nyeri Sendi Di Desa Sepat Kabupaten Sragen Anggraini, Devina Ingrid; Hartonoa, Hartonoa; Assalam, Akbar Syifani
SWAGATI : Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2024): March
Publisher : Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/swagati.2024v2i1.1557

Abstract

Di desa Sepat, Masaran, Sragen mayoritas penduduknya tergolong sebagai penduduk lanjut usia (lansia). Usia tersebut mayoritas memiliki masalah yang sama yaitu pegal linu dan nyeri sendi. Desa Sepat merupakan daerah yang memiliki banyak potensi alam yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal salah satunya adalah serai. Serai wangi (Cymbopogon nardus L.) diketahui memiliki senyawa flavonoid dan sitral yang mempunyai aktivitas analgesik. Sehubungan dengan hal tersebut, maka program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk mengoptimalkan potensi alami yang dimiliki desa Sepat dengan memformulasikan minyak serai menjadi obat anti nyeri yang aman bagi masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif usaha membangkitkan kewirausahaan di dalam masyarakat desa Sepat. Dengan pengembangan serai sebagai obat herbal alami, masyarakat akan mendapatkan sumber pendapatan tambahan dan dapat mengurangi jumlah pengangguran dalam masyarakat desa Sepat. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa seluruh kriteria dan indikator keberhasilan kegiatan telah tercapai. Target dan sasaran tercapai hingga 65 %. Tingkat pengetahuan masyarakat 100% meningkat terlihat dari kenaikan nilai pada saat posttest. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan mencapai 98,5 %.