Articles
424 Documents
PENGARUH PAPARAN BAHAN KIMIA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI PADA PEKERJA 2023 : Literature Review
Yulia Hariani
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36729/bi.v15i1.1066
Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan suatu keadaan sehat secara menyeluruh mencakup fisik, mental, dan kehidupan sosial yang berkaitan dengan alat, fungsi serta proses reproduksi. Kesehatan reproduksi sangat menentukan kesuburan dari setiap individu sehingga penting bagi orang-orang untuk mendapatkan informasi yang tepat dan benar mengenai kesehatan reproduksi. Jenis pekerjaan dapat beresiko terhadap kesehatan reproduksi jika terdapat kemungkinan terpajan bahan kimia atau uap panas (suhu tinggi). Penggunaan yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan manusia karena bersifat racun dan kurang persisten di alam. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh paparan bahan kimia terhadap kesehatan reproduksi pada pekerja. Metode: penelitian ini menggunakan metode Literature Review yaitu dengan pencarian sumber data artikel yang diambil menggunakan Google Scholar, Portal Garuda dan Pubmed. Periode artikel yang dijadikan referensi adalah dari tahun 2019 - 2022. Dari hasil seleksi yang telah dilakukan dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan 10 artikel yang akan di review. Hasil: terdapat 10 artikel yang berkaitan dengan paparan bahan kimia terhadap kesehatan reproduksi pada pekerja direview semua menyatakan ada hubungan secara signifikan antara paparan bahan kimia dengan kesehatan reproduksi. Saran: Diharapkan bahwa pihak yang terkait dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja melakukan monitoring secara berkala agar kesehatan reproduksi pekerja bisa terpantau dan bisa dicegah sejak dini. Pihak yang terkait sebaiknya mengadakan pelatihan atau bimbingan bagi semua pekerja tentang kesehatan reproduksi dan cara menjaga agar tidak terpapar langsung dengan bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan pekerja.Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, Paparan Bahan Kimia
PENGARUH PEMBERIAN SUSU KEDELAI TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT PADA WANITA MENOPAUSE
Afrida Pratiwi;
Bela Purnama Dewi
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36729/bi.v15i1.1061
Latar Belakang: Wanita menopause memiliki resiko peningkatan kadar asam urat dalam darah, hal ini terjadi karena penurunan kadar hormon esterogen dalam eksresi asam urat. Pengobatan alamiah yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar asam urat ialah mengkonsumsi susu kedelai. Kandungan isoflavon yang terdapat didalam susu kacang kedelai berperan dalam menurunkan kadar asam urat. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap penurunan kadar asam urat pada wanita menopause. Metode: penelitian ini menggunakan desain pra-experimental dengan pendekatan One Group Pre-Post Test Design. Populasi pada penelitian ini ialah semua wanita menopause pada RT 01 Kelurahan Talang Jambe. Teknik pengambilan sampel adalah purpossive sampling dengan jumlah responden sebanyak 32 orang. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi pretest dan posttest. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil: Setelah dilakukan intervensi selama 7 hari didapatkan nilai rerata kadar asam urat sebelum intervensi adalah 7,809 sedangkan nilai kadar asam urat setelah intervensi adalah 7,869. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan ρ value = 0,013, dengan nilai α=0,05 (ρ < α), yang berarti terdapat pengaruh pemberian susu kedelai terhadap penurunan kadar asam urat pada wanita menopause. Saran wanita menopause dengan peningkatan kadar asam urat mengkonsumsi susu kedelai sebanyak 1 gelas (250 mL) per hari secara rutin sebagai pengobatan alamiah untuk menurunkan kadar asam urat. Kata kunci : Menopause, Asam Urat, Susu Kedelai
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PENERAPAN EARLY WARNING SCORE (EWS)
Ria Anggraini Afrianti;
Oscar Ari Wiryansyah
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36729/bi.v15i1.1077
Latar Belakang: Kegawatdaruratan dapat terjadi tidak hanya pada pasien masuk rumah sakit, tetapi juga terjadi pada saat pasien dirawat. Strategi yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi tersebut dengan melakukan deteksi dini kegawatan pasien. Pengenalan deteksi dini tanda dan gejala perburukan klinis pada pasien. Deteksi dini kondisi klinis pasien dengan menggunkan Early Warning Score (EWS). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan penerapan EWS di RS Khusus Mata Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross Sectional. Sampel responden 40 orang, total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi. Dianalisis dengan uji statistic Chi Square. Hasil: Tingkat pengetahuan berdasarkan tahu dengan kategori baik 29 (72,5%), berdasarkan memahami memiliki tingkat baik 26 (65%) dan berdasarkan aplikasi sebanyak 27(67,5%). Responden telah mengikuti pelatihan EWS sebesar 39(97,5%). Penerapan EWS mayoritas dengan katogori baik berjumlah 24(60%). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil nilai p value sebesar 0,000 (p value <0,05). Hal ini berarti tingkat pengetahuan perawat memiliki pengaruh dengan penerapan EWS. Saran: Diharapkan pihak rumah sakit dapat lebih meningkatkan lagi penerapan EWS sehingga dapat mendeteksi dini kondisi kegawatdaruratan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Early Warning Score (EWS), Kegawatdaruratan
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI BOOKLET “MANAJEMEN KESEHATAN GAGAL GINJAL KRONIK
Dedek Puspasari;
Ani Syafriati
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36729/bi.v15i1.1072
Latar Belakang : Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 dan 2018 menunjukan bahwa prevalensi penyakit gagal ginjal kronis di Indonesia ≥ 15 tahun berdasarkan diagnosis dokter pada tahun 2013 adalah 0,2% dan terjadi peningkatan pada tahun 2018 sebesar 0,38%. Pada tahun 2013, sebanyak 2 per 1000 penduduk atau 499.800 penduduk Indonesia menderita Penyakit Gagal Ginjal. Sebanyak 6 per 1000 penduduk atau 1.499.400 penduduk Indonesia menderita Batu Ginjal (Kemenkes, 2017). Tujuan: Diberikannya edukasi menggunakan booklet kepada pasien gagal ginjal kronik di Unit Hemodialisa RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah pra-experimental dengan pendekatan (One Group Pre-Post Test Design). Populasi pasien gagal ginjal kronik kurang dari 2 tahun. Sampel yang digunakan 32 orang. Teknik pengambilan sampel accidental sampling dan alat ukur menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah non parametrik (wilcoxon). Hasil: Adanya pengaruh pendidikan kesehatan melalui media booklet terhadap tingkat pengetahuan pasien dengan Gagal Ginjal Kronik (GGK). Berdasarkan analisis statistik non parametrik (wilcoxon) adalah 0,000 (p value 0,000 < 0,05). Saran: Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat menambah program pemberian pendidikan kesehatan untuk lansia khususnya dan masyarakat pada umumnya baik untuk penyakit Gagal Ginjal Kronik (GGK) ataupun penyakit lainnya, sebagai bentuk penerapan pelayanan keperawatan. Kata Kunci : Hemodialisa, Booklet, Gagal Ginjal Kronik
HUBUNGAN LAMA MASA HEMODIALISIS DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK
Agusdiman Saputra;
Oscar Ari Wiryansyah
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36729/bi.v15i1.1067
Latar Belakang: Salah satu tindakan pengobatan dari penyakit gagal ginjal kronik yaitu dengan tindakan hemodialisis. Prevalensi untuk Hemodialisis pada penduduk umur ≥15 tahun dengan GGK berdasarkan provinsi Sumatera Selatan sebesar 17,79%. Hemodialisis akan mempengaruhi kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan lama masa hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di Unit Hemodialisis RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik. Sampel yang digunakan yaitu 38 pasien. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dan alat ukur Kuesioner SF-36. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Hasil: Penelitian ini menunjukkan Hasil uji statistik diperoleh nilai P value = 0,001 yang berarti p < α = 0,05 sehingga hipotesis diterima, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan lama masa hemodialisis dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di Unit Hemodialisis RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan. Saran Untuk itu pasien gagal ginjal kronik perlu adanya motivasi agar dapat melakukan tindakan hemodialisis dengan rutin sehingga kualitas hidup pasien akan menjadi lebih baik lagi. Kata kunci: Hemodialisis, Kualitas Hidup, Gagal Ginjal Kronik
PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN PRA KATETERISASI JANTUNG TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PASIEN
Fatimah Hafliah;
Ani Syafriati
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36729/bi.v15i1.1062
Latar belakang: Angka kematian yang disebabkan oleh Penyakit Jantung Koroner (PJK) di Indonesia cukup tinggi mencapai 1,25 juta jiwa dengan populasi penduduk Indonesia mencapai 250 juta jiwa (Kemenkes, 2020). Hasil riset Kesehatan Dasar Tahun 2019 menunjukkan bahwa sebesar 1,5% atau 15 dari 1.000 penduduk Indonesia menderita penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner dapat dideteksi dengan pemeriksaan diagnostik non invasif ataupun pemeriksaan invasif. Pemeriksaan secara invasif yang dilakukan adalah kateterisasi jantung.. Kurangnya pengetahuan serta rendahnya pendidikan kesehatan tentang kateterisasi jantung mengakibatkan pelaksanaan kateterisasi jantung menjadi tertunda. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan kesehatan pra-kateterisasi terhadap peningkatan pengetahuan pasien. Metode: Metode penelitian ini menggunakan desain pra-experimental dengan pendekatan (One Group Pre-Post Test Design). Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien dengan rencana pra kateterisasi Jantung di Poliklinik RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan sebanyak 32 responden. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling. Analisa data dengan analisis univariat, uji normalitas data dan uji non parametic test yaitu uji wilcoxon. Hasil: Terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan pra-kateterisasi jantung terhadap peningkatan pengetahuan pasien di poliklinik RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan (p value 0,000 < α 0,05). Saran: rekomendasi dari penelitian ini, diharapkan kepada rumah sakit untuk meningkatkan edukasi kepada pasien dan keluarga khususnya dengan rencana kateterisasi jantung. Kata kunci: Kateterisasi Jantung, Pendidikan Kesehatan
EFEKTIVITAS BUAH SEMANGKA MERAH DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA WANITA MENOPAUSE
Nurliana Nurliana;
Bela Purnama Dewi
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36729/bi.v15i1.1078
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyebab kematian yang seringkali tidak diketahui dan menjadi penyebab penyakit jantung, gagal ginjal serta stroke, prevalensi hipertensi sebesar 34,1%. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Buah semangka merah merupakan buah yang murah dan mudah didapat di masyarakat. Semangka mengandung asam amino sitrulin, kalium air, vitamin C, vitamin A (karotenoid), vitamin K, sehingga semangka dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk hipertensi. Tujuan: Diketahuinya efektifitas buah semangka merah pada ibu menopause. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pra- eksperimen. Rancangan yang digunakan adalah one group pretest-posttes design. Populasi pada penelitian ini seluruh ibu menopause hipertensi di RT.04 Kelurahan Talang Jambe Kota Palembang. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak 30 orang. Instrumen pada penelitian ini adalah lembar observasi dan tensi digital merek omron yang telah diuji kalibrasi. Uji data menggunakan wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Setelah dilakukan intervensi selama 4 hari terdapat perbedaan yang signifikan, tekanan darah sistol p-value 0,001, diastol p-value 0,000 (< 0,05). Buah semangka merah efektif dalam penurunan tekanan darah pada pada ibu menopause. Saran: Bagi ibu menopause dengan hipertensi mengkonsumsi buah semangka merah tanpa biji secara rutin sekali dalam sehari sebagai salah satu pengobatan alamiah untuk hipertensi. Kata Kunci : Buah Semangka Merah, Wanita Menopause, Hipertensi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE DENGAN KEPUTIHAN PADA REMAJA (LITERATURE REVIEW)
Indah Hamida
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36729/bi.v15i1.1073
Latar Belakang: Keputihan kondisi cairan yang berlebihan keluar dari vagina. Keputihan di katakan abnormal bila di sertai dengan perubahan warna serta bau, rasa gatal dan keluar dalam jumlah yang banyak. Keputihan bisa dicegah dengan kebiasaan personal hygiene yang baik, sedangkan kebisaan ini sendiri merupakan perilaku yang harus dibiasakan oleh setiap individu. Tujuan: Penulisan Literatur Review ini melihat hubungan pengetahuan dan perilaku personal hygiene dengan keputihan pada Remaja. Metode: yang digunakan yaitu metode Literature review yaitu dengan mengambil sumber data artikel yang diambil menggunakan Google scholar dan Pudmed. Periode artikel yang dijadikan referensi adalah dari tahun 2019-2021. Setelah dilakukan seleksi dengan menggunakan kriteria inklusi, terdapat 10 artikel yang akan di review. Hasil: Diperoleh dari 10 artikel yang direview semua menyatakan ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan dan perilaku personal hygiene dengan keputihan pada remaja. Saran: Diharapkan untuk lebih menggali informasi pengetahuan tentang personal hygiene yang baik dan benar, bisa melalui media sosial karena itu merupakan hal yang penting untuk para remaja putri guna mencegah terjadinya keputihan dan menjaga Kesehatan organ reproduksinya. Kata Kunci :Pengetahuan , Personal Hygiene, Keputihan
HUBUNGAN PERILAKU PERAWATAN MANDIRI DENGAN KOMPLIKASI DM TIPE 2
Elisabet Aliandu;
Suyamto Suyamto;
Aan Deviantos
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36729/bi.v15i1.1068
Latar Belakang: Berdasarkan data dari Puskesmas Ngaglik II, jumlah kasus penyakit Diabetes Mellitus tahun 2020 berada pada urutan ke 4 dengan jumlah 59,378 kasus, berdasarkan Klub Prolanis:yang diselenggarakan oleh UPK mengenai penyakit DM Tipe 2 sebagai amanat BPJS Kesehatan bagi Klinik Pratama UPK Kemenkes terdapat data 10 penyakit terbanyak di UPK ternyata hipertensi dan diabetes mellitus memiliki peringkat 1 dan 2 dengan tingkat kepatuhan kontrol masih di bawah 50% tahun 2022. Tujuan : Mengetahui Hubungan Perilaku Perawatan Mandiri dengan Komplikasi Diabetes Melitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik II Sleman Yogyakarta. Metode Penelitian : Jenis penelitian Deskriptif, menggunakan rancangan Cross- Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Pada penelitian ini menggunakan Instrumen berupa Kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis Spearman Rho. Hasil : Hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh perilaku perawatan mandiri dalam kategori cukup sebesar 57,4%, sedangkan yang mengalami komplikasi dalam kategori ringan 89,4%. Tidak ada hubungan perilaku perawatan mandiri dengan komplikasi Diabetes Melitus di wilayah kerja Puskesmas Ngaglik II Sleman Yogyakarta dengan nilai signifikan 0,466. Saran: dilakukan penelitian lebih lanjut tidak hanya DM tipe 2, tetapi juga DM tipe 1 Kata kunci : Diabetes Melitus, Perilaku, Perawatan mandiri, Komplikasi
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN DISIPLIN KERJA PERAWAT
Gusti Kurnia;
R A Fadilah
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 15, No 1 (2023): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36729/bi.v15i1.1063
Latar Belakang: Pemberdayaan sumber daya manusia yang dimiliki rumah sakit diarahkan untuk mencapai kinerja yang tinggi. Hilangnya disiplin akan berpengaruh terhadap efisiensi kerja dan efektifitas tugas pekerjaan.Fenomena yang terjadi di berbagai rumah sakit dimana beban kerja yang diberikan kepada perawat terlalu berat sementara itu, tidak ada sama sekali reward yang mereka akan terima apabila mereka dapat memenuhi kinerja dengan baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan disiplin kerja perawat di Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross secitonal. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat di Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan yang berjumlah 58 orang pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel jenuh. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik uji chi square. Hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi disiplin kerja perawat sebagian besar pada kategori baik sebanyak 43 responden (74,1%), distribusi frekuensi responden sebagian besar mendapatkan motivasi kategori baik sebanyak 42 responden (72,4). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang bermakna antara motivasi kerja dengan disiplin kerja Perawat di Rumah Sakit Khusus Mata Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan tahun 2023 (p.value = 0,002). Saran: Dapat meningkatkan motivasi kepada tenaga kesehatan dalam melakukan praktek keperawatan sehingga dapat meningkatkan disiplin kerja perawat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga mutu pelayanan rumah sakit dapat menjadi lebih baik dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Kata Kunci : Motivasi Kerja, Disiplin Kerja, Perawat