cover
Contact Name
Rudiansyah
Contact Email
rudiansyah@stikes-aisyiyah-palembang.ac.id
Phone
+6281368969347
Journal Mail Official
rudiansyah@stikes-aisyiyah-palembang.ac.id
Editorial Address
Alamat Kampus : Jl. Kol H. Burlian - M Husin No. 907 RT 12. RW. 04 Kel Karya Baru Kec. Alang-alang Lebar KM. 7,5 Palembang 30152 Telp 0711- 421981
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
ISSN : 20878362     EISSN : 26226200     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Babul Ilmi Merupakan Jurnal Ilimiah Multi Science Kesehatan dengan ISSN Cetak: 2087-8362 dan ISSN Online 2622-6200, dimana Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada setiap bulan Juni dan Desember. Bidang Publikasi jurnal ini Multi Science Kesehatan yang dikelolan dan diterbitkan Oleh LPPM STIKES Aisyiyah Palembang.
Articles 450 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG Fadilla, R A; Martinasari, Dwi
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 2 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i2.1500

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi kronis terhambatnya pertumbuhan karena malnutrisi dalam jangka waktu yang lama, disebabkan oleh faktor multidimensi, pengasuhan gizi yang kurang baik, kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan serta setelah ibu melahirkan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua ibu yang memiliki anak balita. Teknik pengambilan sampel purposive sampling, sampel sebanyak 30 responden. Waktu penelitian dilakukan bulan Desember 2024 – Januari 2025. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Pembina Palembang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: Analisis univariat yang tidak mengalami stunting 24 responden (80%), pendapatan tinggi 21 responden (70%), pengetahuan baik 23 responden (76,7%), pola makan baik 24 responden (80%). Hasil uji statistic chi square diketahui ada hubungan pendapatan (p value = 0,049), pengetahuan (p value = 0,016) dan pola makan (p value = 0,007) dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Pembina Palembang. Saran: Diharapkan dapat meningkatkan pelayanan konseling dan penyuluhan mengenai kejadian stunting pada anak, sehingga pemahaman masyarakat terutama ibu-ibu yang memiliki anak balita dapat mengetahui tanda-tanda stunting sejak dini.Kata Kunci: Kejadian Stunting, Pendapatan, Pengetahuan, Pola Makan
PENGARUH LOCUS OF CONTROL DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT Herawati, Vitri Dyah; Sutrisno, Sutrisno; Rosita, Erva; Indriyati, Indriyati
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 2 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i2.1526

Abstract

Latar Belakang: Tenaga kesehatan merupakan kunci utama dalam keberhasilan pencapaian tujuan pembangunan kesehatan. Tenaga kesehatan memberikan kontribusi hingga 80% dalam keberhasilan pembangunan kesehatan, jadi dalam meningkatkan kinerja maka hal dasar yaitu motivasi serta locus of control harus terus ditingkatkan. Tujuan: Mengetahui pengaruh locus of control dan motivasi terhadap kinerja perawat di RSUD Banyudono Boyolali. Metode: Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analitik. Populasi adalah  perawat di RSUD Banyudono 52 perawat berstatus PNS. Analisis menggunakan regresi linear berganda. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan 23 – 29 November 2024. Hasil: Karakteristik berdasarkan umur paling banyak pada 32-37 tahun sebanyak 22(43,1%), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 39 perawat (76,5 %) dan masa kerja paling banyak 3-8 tahun 29 perawat (56,9 %). Penilaian locus of control tertinggi adalah pada kategori internal kuat (65-80) yaitu sebanyak 35(68,6 %). Penilaian motivasi paling banyak cukup (66-80) sebanyak 20 perawat (39,2 %). Ada pengaruh antara locus of control dan motivasi terhadap kinerja hasil uji F terlihat bahwa untuk variabel locus of control dan motivasi terhadap kinerja memiliki nilai F sebesar 8,026 dengan nilai p value 0,01 (p value < 0,05). Saran: Hendaknya perawat menambah pengetahuan tentang pentingnya locus of control dan motivasi internal perawat untuk meningkatkan kinerja dan profesionalitas perawat,dimana kinerja  perawat yang baik akan meningkatkan kepuasan klien. Kata Kunci : Locus Of Control, Motivasi, Kinerja
HUBUNGAN PROMOSI KESEHATAN OLEH BIDAN, PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANC SECARA TERATUR: PENDEKATAN CROSS-SECTIONAL Handayeni, Ratih
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 2 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i2.1515

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan kunjungan antenatal care (ANC) merupakan faktor penting dalam pencegahan komplikasi kehamilan. Promosi kesehatan oleh bidan berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil, namun bukti empiris pada tingkat praktik mandiri bidan (PMB) masih terbatas. Tujuan: Menggambarkan pelaksanaan promosi kesehatan dan kepatuhan kunjungan ANC, serta menganalisis hubungan promosi kesehatan oleh bidan dengan pengetahuan dan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil di PMB Palembang. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional terhadap 30 ibu hamil yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Jumlah responden merupakan total populasi terjangkau selama periode penelitian dan diposisikan sebagai studi pendahuluan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square atau Fisher Exact Test dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai promosi kesehatan dalam kategori baik (66,7%) dan memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai tanda bahaya kehamilan (73,3%). Kepatuhan kunjungan ANC ≥6 kali tercatat sebesar 60,0%. Terdapat hubungan yang bermakna antara promosi kesehatan oleh bidan dengan pengetahuan ibu hamil (p=0,031), serta kecenderungan hubungan positif dengan kepatuhan kunjungan ANC. Saran: Direkomendasikan untuk melakukan penguatan promosi kesehatan oleh bidan melalui konseling terstruktur dan media edukasi interaktif, serta peningkatan mutu layanan ANC melalui pelatihan komunikasi bidan. Penelitian selanjutnya perlu menggunakan desain longitudinal dengan sampel yang lebih besar untuk mengkaji hubungan kausal.Kata kunci: Antenatal care, Bidan, Kepatuhan, Pengetahuan ibu hamil, Promosi kesehatan
ANALISIS PERMASALAHAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS MENGGUNAKAN METODE PHARMACEUTICAL CARE NETWORK EUROPE DI PUSKESMAS X KOTA PEKALONGAN Kurniawan, Andre; Fatkhiya, Musa Fitri; Oktaviani, Nila; Izzul Haq, M Fahmi; Widyaningrum, Widyaningrum; Zahra, Ani Matuz
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 2 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i2.1505

Abstract

Latar Belakang: Kompleksitas terapi diabetes melitus meningkatkan risiko drug related problems (DRPs) yang dapat mempengaruhi keamanan dan efektivitas terapi. Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis DRPs pada pasien diabetes melitus menggunakan metode PCNE V9.1 di Puskesmas X Kota Pekalongan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif cross-sectional dengan data rekam medik pasien diabetes melitus di Puskesmas X Kota Pekalongan. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu pasien diabetes melitus periode Januari-Maret 2024. Sampel yang didapatkan adalah 140 yang telah memenuuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase untuk mengidentifikasi drug related problems. Hasil: Mayoritas pasien perempuan (68,57%), usia 50-60 tahun (57,14%), dengan 21,43% memiliki penyakit penyerta. Metformin HCl merupakan antidiabetik yang paling banyak diresepkan (63,57%), menunjukkan kepatuhan baik terhadap pedoman PERKENI 2021, sementara Glimipride hanya 0,71%. Namun, dokumentasi komorbiditas sangat rendah (10% memiliki komorbiditas spesifik yang tercatat) dengan peripheral circulatory sebagai yang tersering (4,29%). Penggunaan obat kardiovaskular sangat terbatas (<1%) meskipun prevalensi komorbiditas seharusnya lebih tinggi. Penggunaan NSAID ditemukan pada 2,85% kasus yang perlu mendapat perhatian terkait risiko keamanan. Saran: Puskesmas X perlu meningkatkan skrining dan dokumentasi komorbiditas serta peran apoteker dalam medication review.Kata kunci : Diabetes Melitus, Metformin, PCNE, Pharmaceutical Care, Puskesmas
POTENSI INTERAKSI WARFARIN SEBAGAI ANTIKOAGULAN PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PALEMBANG Hendik Riawan; Arie Firdiawan; Nilda Lely; Novi Nurleni
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 1 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i1.1391

Abstract

Latar Belakang: Warfarin adalah obat antikoagulan oral yang digunakan untuk profilaksis dan pengobatan tromboemboli. Tromboemboli merupakan penyakit dan penyebab kematian yang paling sering terjadi. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien, profil penggunaan obat dan potensi interaksi obat pada pasien rawat inap yang mendapatkan terapi warfarin. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Data diambil dari 210 rekam medik pasien rawat inap RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode 2021-2023. Hasil: Hasil data penggunaan obat pasien didapatkan keluhan terbanyak nyeri dada (41,63%), diagnosa terbanyak CHF (53,33%), lama pemberian >7 hari (66,67%), dosis <35 mg (73,33%), tanpa kejadian efek samping (91,55%), penyakit penyerta terbanyak Hipertensi (18,75%) dan Diabetes Melitus (18,75%), terapi yang digunakan terbanyak antihipertensi (26,10%), nilai INR 3-4,9 (93,33%). Potensi interaksi obat terjadi pada (99,05%) pasien dan tanpa potensi (0,95%). Potensi interaksi obat berdasarkan mekanisme yaitu interaksi farmakokinetik (73,21%) dan farmakodinamik (26,79%). Potensi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan yaitu moderat (42,68%), minor (37,69%) dan major (19,63%). Potensi interaksi obat berdasarkan tingkat risiko yaitu C (47,98%), B (37,92%), dan D (15,11%). Saran: Peneliti selanjutnya  untuk melakukan penelitian secara prospektif agar data yang didapatkan lebih akurat dan diharapkan kolaborasi dokter dan apoteker dalam memonitoring interaksi obat terhadap pasien yang mendapatkan terapi warfarin untuk meningkatkan efek pengobatan. Kata Kunci : Antikoagulan, Warfarin, Interaksi Obat
ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN DI POLI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Choiriah Choiriah; Ali Harokan; Nurul Fitriah
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1661

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien di Poli Rawat Jalan RSUD Muara Beliti menunjukkan tren penurunan ditandai meningkatnya pengaduan pasien 7,6% tahun 2024 menjadi 14,2% tahun 2025 serta menurunnya nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari 95 menjadi 89. Keluhan utama pasien berkaitan dengan waktu tunggu pelayanan, perilaku petugas, serta kondisi sarana dan prasarana yang belum optimal. Tujuan: Menganalisis pengaruh reliability, responsiveness, assurance, empathy, tangibles, dan tarif pelayanan terhadap kepuasan pasien. Metode: Penelitian kuantitatif desain cross-sectional dilaksanakan di Poli Rawat Jalan RSUD Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas 4 Maret–20 April 2026. Populasi 2.535 pasien rawat jalan dengan sampel 97 responden dipilih menggunakan teknik stratified purposive sampling. Kriteria inklusi berusia >17 tahun, telah menerima pelayanan rawat jalan, bersedia menjadi responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berdasarkan dimensi SERVQUAL dan tarif pelayanan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil: Seluruh dimensi kualitas pelayanan dan tarif pelayanan berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa tarif pelayanan merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien (OR=5,239; p=0,009). Pasien yang menilai tarif pelayanan baik memiliki peluang 5,239 kali lebih besar untuk merasa puas dibandingkan pasien yang menilai tarif pelayanan kurang baik. Model regresi mampu menjelaskan 57% variasi kepuasan pasien. Saran: RSUD Muara Beliti perlu melakukan evaluasi tarif pelayanan secara berkala agar sesuai dengan kualitas pelayanan yang diterima pasien. Selain itu, peningkatan kualitas fasilitas fisik serta penguatan sikap empati petugas perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pasien secara berkelanjutan. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Kualitas Pelayanan, SERVQUAL, Rawat Jalan, Tarif Pelayanan
GAMBARAN PERSONAL HYGIENE, SANITASI LINGKUNGAN DAN KEJADIAN DERMATITIS Mala Saronah; Arie Wahyudi; Nurul Fitriah
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1677

Abstract

Latar Belakang: Kejadian dermatitis merupakan masalah kesehatan kulit yang dipengaruhi faktor perilaku dan lingkungan. Di Indonesia, penyakit kulit menempati urutan ketiga kunjungan pelayanan kesehatan dengan prevalensi 6,3%. Di wilayah kerja Puskesmas Mariana, kasus dermatitis meningkat dalam tiga tahun terakhir, dengan total 349 kasus pada tahun 2023, pada tahun 2024 sebanyak 519 kasus, dan meningkat di tahun 2025 dengan total 561 kasus. Tujuan: Mengetahui gambaran personal hygiene, sanitasi lingkungan, dan kejadian dermatitis di Desa Sungai Rebo Kabupaten Banyuasin Tahun 2026. Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan potong lintang dilaksanakan pada April 2026 dengan sampel 99 responden yang dipilih menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil: Sebagian besar responden memiliki personal hygiene buruk, meliputi kebersihan tangan dan kuku (70,7%), kulit (82,8%), pakaian (72,7%), handuk (71,7%), dan tempat tidur (70,7%). Sanitasi lingkungan juga didominasi kategori buruk, yaitu sarana air bersih (61,6%), pembuangan sampah (50,5%), jamban sehat (59,6%), dan pembuangan air limbah (55,6%). Kejadian dermatitis ditemukan pada 46,5% responden. Saran: Diperlukan intervensi berbasis masyarakat melalui perbaikan personal hygiene dan sanitasi lingkungan secara berkelanjutan.Kata Kunci: Personal Hygiene, Sanitasi lingkungan, Kejadian Dermatitis
EVALUASI KEPUASAN PENGGUNA REKAM MEDIS ELEKTRONIK MENGGUNAKAN METODE EUCS DI RUMAH SAKIT Rudiansyah Rudiansyah; Muhlisin Muhiisin; Aditya Purbayanti; Meri Rosita; Naila Fathiya Anjani; Carina Putri Intan Ridjani
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1667

Abstract

Latar Belakang: Rekam medis elektronik (RME) merupakan sistem informasi yang semakin banyak diterapkan di rumah sakit Indonesia sebagai upaya transformasi digital layanan kesehatan. Rumah Sakit Namira Palembang telah mengimplementasikan RME, namun kepuasan tenaga rekam medis sebagai pengguna utama belum pernah dievaluasi secara sistematis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan tenaga rekam medis terhadap sistem RME di Rumah Sakit Namira Palembang menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS). Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh tenaga rekam medis di RS Namira Palembang (n=32) dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner EUCS yang mencakup lima dimensi: Content, Accuracy, Format, Ease of Use, dan Timeliness. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan skala Likert 1–5. Hasil: Tingkat kepuasan keseluruhan berada pada kategori Puas dengan rata-rata skor 3,78. Dimensi Ease of Use memperoleh skor tertinggi (4,12), diikuti Format (3,92), Content (3,85), Timeliness (3,64), dan Accuracy (3,38). Dimensi Accuracy mendapat skor terendah, terutama terkait ketepatan sistem dalam pengisian otomatis data pasien. Saran: Manajemen RS Namira Palembang perlu memprioritaskan peningkatan akurasi sistem melalui audit algoritma validasi data dan optimasi fitur pengisian otomatis, serta meningkatkan kapasitas infrastruktur server untuk mengatasi kelambatan akses pada jam sibuk.Kata Kunci: End User Computing Satisfaction, EUCS, Kepuasan pengguna, Rekam medis elektronik, Tenaga rekam medis
PENERAPAN TEKNIK COUNTER PRESSURE DALAM MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF: LAPORAN KASUS Sri Handayani; Meita Hipson; Ririn Marta
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1657

Abstract

Latar Belakang: Nyeri persalinan kala I fase aktif merupakan respons fisiologis akibat kontraksi uterus dan dilatasi serviks yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu bersalin. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri persalinan adalah teknik counter pressure, yaitu pemberian tekanan pada daerah lumbal untuk menghambat transmisi impuls nyeri melalui mekanisme gate control. Tujuan: Menerapkan asuhan kebidanan dengan teknik counter pressure untuk menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan di TPMB Rusmiati Kota Palembang pada tanggal 13–18 Maret 2025. Subjek penelitian terdiri dari dua ibu bersalin kala I fase aktif yang mengalami nyeri persalinan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi partograf. Intervensi berupa pijat counter pressure diberikan selama proses persalinan, kemudian dilakukan pengukuran intensitas nyeri sebelum dan sesudah tindakan menggunakan skala nyeri numerik. Hasil: Setelah diberikan teknik counter pressure, terjadi penurunan intensitas nyeri pada kedua responden. Pada pasien pertama, skala nyeri menurun dari 7 menjadi 3 pada pembukaan 6 cm dan dari 8 menjadi 2 pada pembukaan 8 cm. Pada pasien kedua, skala nyeri menurun dari 7 menjadi 4 pada pembukaan 6 cm dan dari 8 menjadi 2 pada pembukaan 8 cm. Hasil tersebut menunjukkan bahwa teknik counter pressure efektif dalam membantu mengurangi nyeri persalinan kala I fase aktif. Saran: Bidan diharapkan dapat menerapkan teknik counter pressure sebagai salah satu metode non-farmakologis dalam manajemen nyeri persalinan kala I fase aktif untuk meningkatkan kenyamanan ibu dan mendukung proses persalinan yang lebih optimal.Kata Kunci: Counter pressure, Fase aktif, Kala I, Nyeri persalinan
HUBUNGAN JENIS PEKERJAAN DAN USIA DENGAN KEJADIAN SINDROM ASTHENOPIA DI OPTIK Devi Susanti; M Fakhrudi Al Yahya Putra
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1672

Abstract

Latar Belakang: Asthenopia (kelelahan mata) merupakan masalah kesehatan kerja yang banyak dijumpai pada masyarakat aktif bekerja, terutama pada pekerjaan yang menuntut penggunaan mata secara intensif. Di Indonesia prevalensi asthenopia terus meningkat seiring perkembangan teknologi dan perubahan pola kerja. Tujuan: Mengetahui hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian sindrom asthenopia di Optik Junjungan  tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan di Optik Junjungan Palembang pada bulan Januari–Maret 2026. Populasi berjumlah 54 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstandar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square (α = 0,1). Hasil: Terdapat hubungan bermakna antara jenis pekerjaan dengan kejadian asthenopia (p value = 0,001 < 0,1), terdapat hubungan bermakna antara usia dengan kejadian asthenopia (p value = 0,000 < 0,1). Saran: Kepada pimpinan Optik Junjungan untuk menetapkan kebijakan pengembangan pelayanan kesehatan mata, khususnya terkait pencegahan asthenopia, serta memberikan edukasi kepada konsumen mengenai cara penggunaan mata yang sehat.Kata kunci: Asthenopia,, Jenis Pekerjaan, Optik, Usia