Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 14 No 2 (2023)"
:
13 Documents
clear
Peran Guru Sebagai Pemimpin Dengan Menggunakan E-Learning Untuk Melahirkan Generasi Digital
I Gusti Ngurah Wahyu Bawa Saputra
Lampuhyang Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i2.340
Pesatnya teknologi dewasa ini bagaikan jamur di musim hujan. Dimana teknologi bisa juga diartikan sebagai pengganti sebuah alat komunikasi tradisional. Teknologi saat ini sudah sangat berkembang pesat sehingga teknologi pun bisa dijadikan sebuah alat komunikasi agar bisa terhubung satu sama lain. Dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, para pengajar/pendidik (guru), siswa dan masyarakat umum diwajibkan “melek” teknologi. Pemanfaatan perangkat berbasis teknologi seperti telepon genggam, komputer, laptop adalah beberapa contoh yang saat ini bisa digunakan sebagai alat pembelajaran di sekolah. Hal tersebut sejalan dengan konsep pembelajaran di abad 21 yaitu dengan berbasis TI yang saat ini disebut e-learning (electronic learning) yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi batas ruang dan waktu agar pembelajaran bisa dilakukan dimana saja. Peran guru saat ini yang dikenal sebagai fasilitator dan motivator agar para siswa menjadi lebih pro-aktif di dalam pembelajaran sangatlah tepat, dikarenakan siswa akan lebih tertarik mendapatkan pembelajaran ketika di saat belajar para guru menggunakan pembelajaran berbasis TI atau e-learning. Di samping menggunakan e-learning sebagai strategi belajar, guru juga harus bisa menjadi seorang pemimpin untuk para siswa agar nanti kedepannya para siswa menggunakan teknologi dengan bijak dan tidak menyimpang. Semua yang guru lakukan di jaman sekarang ini harusnya bisa sebagai agen perubahan, pembaharuan pengetahuan dan konsultan pembelajaran. Lahirnya digitalisme di jaman sekarang seharsunya dapat membawa perubahan yang menjadi lebih positive. Di jurnal ini beberapa hal yang perlu dibahas yaitu: (1) peran guru sebagai pemimpin untuk menciptakan generasi digital yang bijaksana. (2) peran guru dalam pembelajaran era digital adalah guru sebagai: (a) sumber belajar; (b) fasilitator; (c) motivator; (d) evaluator. Dengan cara menjadikan dirinya sebagai pemimpin, sumber belajar, fasilitator, motivator dan evaluator yang menggerakkan anak didik untuk menggunakan teknologi yang baik dan berdampak positif.
Segehan Ongkara di Pura Taman Gandamayu dalam Upacara Bhuta Yadnya di Desa Adat Jasri Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem
I Gede Sugiarka
Lampuhyang Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i2.341
Upacara Bhuta Yadnya (upacara yang berkaitan dengan alam semesta) sebagai salah satu cara menjaga keseimbangan alam semesta. Karena bertujuan untuk pembersihan terhadap tempat (alam) dari gangguan dan pengaruh-pengaruh buruk, sehingga sifat baik dan kekuatannya dapat berguna bagi kesejahteraan umat manusia dan alam. Perlu keharmonisan itu dijaga dengan mengadakan upacara bhuta yadnya. Upacara pembersihan di halaman rumah dalam bhuta yadnya dilakukan dengan seperti mesegehan
Peran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Dalam Membentuk Karakter Pluralis Sejak Bangku Sekolah Dasar
I Gusti Ayu Adi Rahayuni
Lampuhyang Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i2.342
Pentingnya mengajak siswa sekolah dasar untuk memahami dan memiliki karakter plural di dalam diri siswa tidak dapat dilepaskan dari latar belakang Bangsa Indonesia yang sangat kaya dengan keragaman ras, suku, agama dan kebudayaanya. Di simbol Bhineka Tunggal Ika, segala bentuk perbedaan dan keragaman terangkul menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi dan menguatkan. Peran IPS diharapkan dapat menjembatani terbentuknya karakter plural pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetatui Konsep Dasar Pendidikan Pluralis Pada Siswa di Tingkat Sekolah Dasar dan Strategi Atau Metode Implementasi Konsep Pluralisme Dalam Pembelajaran IPS. Kulaitiatif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. library research dilakukan oleh penelitia sebagai upaya dalam mengkaji referensi yang relevan dengan topik pembahasan pada artikel ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa, melalui pengemsan konsep pluralis dalam pembelajaran IPS siswa dapat mengenali bahwa, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan ragam budayanya. Serta, implementasi dapat dilakukan dalam ruang lingkup pembelajaran IPS di dalam kelas maupun di luar kelas. Pengemasan materi ajar dalam hal ini haruslah menyentuh pada kebutuhan pembelajaran.
Peran Tri Guru Dalam Pembentukan Karakter Siswa Di SD No 8 Ungasan Kuta Selatan Badung
I Wayan Lali Yogantara;
Devi Gayatri
Lampuhyang Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i2.343
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran, hambatan dan upaya yang dilakaukan Tri Guru dalam proses pembentukan karakter siswa di SD No 8 Ungasan Kuta Selatan Badung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) peran Tri Guru dalam pembentukan karakter siswa di SD No 8 Ungasan yaitu sebagai pembina, pendamping, pengajar dan pendukung. (2) Hambatan yang didapati Tri Guru dalam pembetukan karakter siswa di SD No 8 Ungasan yaitu: pengaruh lingkungan sekitar siswa di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, serta kurangnya perhatian orang tua siswa (3) Upaya yang dilakukan Tri Guru dalam mengatasi hambatan yaitu: melakukan pendekatan edukatif yang intensif terhadap siswa di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, serta membangun komunikasi dan kerja sama dengan orang tua siswa.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Koopratif Tipe Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SD
Ni Ketut Erna Muliastrini;
Ni Nyoman Lisna Handayani
Lampuhyang Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i2.345
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan buku siswa kelas IV SD dengan model pembelajaran Group Investigation yang valid, praktis dan efektif meningkatkan literasi sains siswa. Semua data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: (1) validitas perangkat dikategorikan valid dengan nilai validitas buku siswa 3,17 dan RPP 3,52, (2) kepraktisan perangkat dikategorikan sangat praktis, dengan nilai keterlaksanaan perangkat pembelajaran sebesar 3,43, rata-rata respon guru 3,71 dan respon siswa 3,54 , (3) perangkat pembelajaran berada pada kategori efektif, dengan rata-rata nilai tes literasi sains 79,54 dan ketuntasan 88,24%.
Metode Pembelajaran Hindu Melalui Ajaran Sad Dharma
Ayu Widha Erlia
Lampuhyang Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i2.349
Pembelajaran pendidikan agama Hindu memiliki keunikan yang tidak sama dengan pembelajaran lainnya. Secara spesifik pendidikan agama Hindu bertujuan untuk menciptakan manusia yang cerdas baik dalam susila, berbudi luhur, dan bijak serta menyiapkan kematangan dan daya resistensi peserta didik untuk menyesuaikan diri pada lingkungan fisik dan sosial dengan jalan meyakini dan mengamalkan ajaran agama dalam menjalani keseharian bermasyarakat. metode pembelajaran hindu adalah cara atau jalan yang ditempuh oleh guru di dalam menyampaikan materi pelajaran agama hindu kepada siswa untuk mencapai tujuan pengajaran itu sendiri. Metode penelitian yang digunakan saat ini adalah kualitatif, dengan menggunakan teknik penelitian studi dokumentasi. Tujuan penggunaan metode pengajaran adalah meningkatkan kegiatan belajar mengajar siswa sehingga hasil belajar mengalami peningkatan. Salah satu metode pembelajaran hindu yakni Sad Dharma yang terdiri dari dharma wacana, dharma tula, dharma gita, dharma shanti, dharma sadhana dan dharma yatra. Sad dharma merupakan enam cara yang dicapai untuk penanaman nilai-nilai agama Hindu ke dalam kepribadian peserta didik untuk memperkuat sradha dan bhakti yang senantiasa dan patut di tanamkan oleh peserta did
Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing
Putu Andyka Putra Gotama
Lampuhyang Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i2.350
Salah satu yang menjadi faktor penentu perkembangan suatu bangsa adalah bagaimana interaksi berjalan dengan baik. Komunikasi dengan bahasa memungkinkan setiap orang dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya. Jadi, bahasa dan manusia merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan sebab keduanya berhubungan erat. Era globalisasi dan internasionalisasi memberikan peluang yang luas bagi bangsa ini untuk mengembangkan diri. Situasi seperti ini sangat menguntungkan bagi pengajar bahasa Indonesia untuk penutur Asing. Saat ini pengajaran bahasa Indonesia sangat diminati oleh warga negara lain, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan Asia-Pasifik. Terlebih lagi Indonesia merupakan salah satu tujuan/destinasi yang sering dikunjungi baik itu untuk berlibur atau untuk menjalankan kegiatan usaha. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa ketika mengajarkan bahasa Indonesia untuk penutur asing tentu akan mengalami berbagai macam kesulitan. Terlepas dari kemajuan teknologi penunjang atau sarana pembelajaran yang canggih dan suasana politik yang terjadi, strategi dan pendekatan pengajaran bahasa sangat penting untuk ditentukan sehingga dapat mengatasi berbagai macam kendala yang dihadapi dalam mengajarkan Bahasa Indonesia bagi penutur Asing. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dibahas mengenai pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur Asing, kesulitan berbahasa Indonesia bagi penutur Asing, dan strategi pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa Asing. Berdasarkan pembahasan diperoleh hasil bahwa pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing dipandang perlu dikembangkan karena hal ini berkaitan dengan internasionalisasi dan globalisasi yang telah lama dihembuskan. Program pemerintah, mengundang pengusaha asing untuk berinvestasi dan promosi kebudayaan yang gencar menjadi beberapa alasan mengapa bahasa Indonesia dipelajari. Tentunya Ketika mempelajari Bahasa Indonesia, pasti akan menemukan beberapa kesulitan, misalnya terkait dengan pemilihan materi, terperangkapnya pada struktur Bahasa, makna, termasuk bagaimana metode pembelajaran yang dapat digunakan. Namun, banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam mengajarkan bahasa Indonesia. Mulai dari mempersiapkan strategi dan metode yang akan dilakukan hingga pemanfaatan kecanggihan teknologi dengan cyber world-nya. Strategi dan metode yang dipakai tentunya untuk mengajarkan keterampilan berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Metode dan pendekatan yang dibahas dapat diterapkan pada kelas pemula, kelas menengah dan kelas atas. Perbedaannya ada pada teknik yang diberikan. Berdasarkan hasil di atas maka dapat disarankan bahwa pembaca terutama pengajar bahasa Indonesia bagi penutur Asing agar memahami isi artikel guna menambah pengetahuan mengenai strategi pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur Asing. Selain itu, bagi penulis lain diharapkan terus menggali pengetahuan terkait dengan strategi pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur Asing
Transformasi Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Upacara Malukat Di Desa Adat Susuan Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem
I Komang Badra
Lampuhyang Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i2.351
Berkaitan dengan proses panjang dan tahapan kehidupan manusia dalam masyarakat dari sejak lahir, masa kanak-kanak, dewasa hingga meninggal senantiasa diadakan suatu upacara. Tahapan-tahapan dari masing ritual tersebut bisa dijadikan sebagai pola transformasi Pendidikan Agama Hindu. Seperti halnya Krama Desa Adat Susuan melaksanakan Upacara Malukat. Upacara ini tetap dilaksanakan walaupun si pasien sudah dinyatakan sembuh secara medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) rangkaian Upacara Malukat, (2) fungsi Upacara Malukat, serta (3) nilai pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam Upacara Malukat di Desa Adat Susuan, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan Empiris, karena Upacara Malukat telah dilaksanakan masyarakat Hindu dari tahun ke tahun. Penelitian ini difokuskan pada rangkaian Upacara Malukat, fungsi Upacara Malukat, serta pola transformasi pendidikan Agama Hindu yang dalam Upacara Malukat di Desa Adar Susuan, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data skunder dengan data yang bersifat kualitatif. Sedangkan metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode wawancara, metode observasi dan metode pencatatan dokumen. Metode yang digunakan dalam pengolahan data adalah metode deskriptif dengan mengunakan tehnik induksi dan argumentasi, yaitu dengan menguraikan dan menerangkan persoalan-persoalan atas dasar faktor-faktor serta alasan-alasan rasional guna memperoleh suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Upacara Malukat bisa dilaksanakan di rumah/natah merajan dan di luar rumah, dan (2) Fungsi Upacara Malukat ini ialah untuk mengembalikan unsur – unsur negatif dari tubuh dan pikiran manusia. (3) Transformasi Nilai pendidikan Agama Hindu yang terdapat dalam Upacara Malukat adalah transformasi nilai pendidikan tattwa, susila, dan upacara. Akhirnya, menyadari akan pentingnya pelaksanaan Upacara Malukat diharapkan kepada pihak yang berwenang agar memberi penerangan kepada masyarakat tentang keberadaan Upacara Malukat sehingga masyarakat semakin percaya dan tetap melestariakan nilai – nilai yang terkandung didalamnya.
Ajaran Susila Dalam "Pikiran dan Realita" Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya Oleh Ajahn Brahm
Ni Kadek Ayu Paramanandani
Lampuhyang Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i2.352
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ajaran susila yang terdapat dalam pikiran dan realita serta untuk mengkaji kaitan ajaran susila yang terdapat dalam pikiran dan realita yang terdapat pada buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya dalam kehidupan sehari-hari. Buku yang dijasikan sebagai obyek penelitian adalah buku filsafat karya seorang Biksu sekaligus penceramah bernama Ajahn Brahm, yang terdiri dari XI BAB dengan 108 kisah yang berbeda, tetapi peneliti hanya memfokuskan penelitian pada BAB VIII yang berjudul Pikiran dan Realita yang terdiri dari delapan cerita. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan pencatatan dokumen kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat ajaran susila dalam buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya khususnya pada BAB Realita dan Pikiran, yaitu Tat Twam Asi, Tri Hita Karana, dan Tri Kaya Parisudha. Selain itu, ajaran susila yang dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari adalah adanya pengajaran kebijaksanaan dalam mengendalikan diri berikut dengan mengendalikan pikiran, perkataan, dan perbiatan.
Peningkatan Literasi Digital Dan Karakter Peserta Didik Melalui Implementasi Kurikulum Merdeka
Ni Nyoman Lisna Handayani
Lampuhyang Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i2.354
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan literasi digital dan karakter peserta didik antara yang mengikuti kurikulum merdeka dengan peserta didik yang mengikuti kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 1V Kecawatan Sawan. Sampel diambil dengan cara random sampling. Data literasi digital dan karakter peserta didik diukur dengan menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis dengan Manova. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat perbedaan literasi digital antara siswa yang dibelajarkan melalui kurikulum merdeka dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan kurikulum 2013 pada siswa kelas IV Kecamatan Sawan, pada hasil uji anava A diperoleh nilai F = 31,708 P<0,05 ini berarti nilai signifikansi F hitung lebih kecil dibandingkan dengan F tabel 0,05; 2) Terdapat perbedaan karakter antara peserta didik yang dibelajarkan melalui dengan peserta didik yang mengikuti kurikulum 2013 pada siswa kelas IV Kecamatan Sawan, pada hasil uji anava A diperoleh nilai F = 7,071 P<0,05 ini berarti nilai signifikansi F hitung lebih kecil dibandingkan dengan F tabel 0,05; 3) Terdapat perbedaan literasi digital dan karakter peserta didik secara simultan antara antara peserta didik yang dibelajarkan melalui dengan peserta didik yang mengikuti kurikulum 2013 pada siswa kelas IV Kecamatan Sawan, pada hasil uji manova diperoleh nilai F = 15,516 P<0,05 ini berarti nilai signifikansi F hitung lebih kecil dibandingkan dengan F tabel 0,05.