cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2011)" : 6 Documents clear
Upaya Peningkatan Keimanan dan Ketakwaan Siswa terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui Pengintegrasian Ajaran Widhi Sraddha dalam Pengajaran Konsep Struktur Atom I Gede Ariyasa
LAMPUHYANG Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v2i1.108

Abstract

Mempelajari ilmu kimia tidak saja diarahkan sebagai upaya untuk menyokong kehidupan manusia secara bendawi, tetapi juga mengenal Tuhan Sang Pencipta dengan segala keagungan dan kebesaranNya. Sehingga sangatlah tepat bila dalam pengajaran konsep-konsep kimia di sekolah diperlukan suatu integrasi nilai-nilai luhur ajaran agama. Hal ini guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Salah satu konsep kimia yang sangat abstrak bagi siswa kelas X SMA adalah konsep struktur atom. Guna memberikan keyakinan bahwa atom itu benar-benar ada sama seperti keyakinan kita terhadap adanya Tuhan, maka dilakukan integrasi ajaran Widhi Sraddha dalam pembelajaran struktur atom. Melalui integrasi ini, maka siswa dapat memahami bahwa pengetahuan tidak hanya dapat diperoleh melalui pengamatan (Pratyaksa Premana), tetapi dapat juga melalui logika atau pemikiran logis (Anumana Premana) dan dari keyakinan terhadap hasil-hasil penyelidikan para pakar terdahulu yang telah dituangkan dalam buku-buku (Agama Premana). Integrasi ajaran Widhi Sraddha dalam pembelajaran konsep struktur atom, dilakukan dengan langkah-langkah pembelajaran : (a) Perspektif konsep struktur atom kepada siswa; (b) Menyampaikan analogi-analogi yang dibahas dengan ajaran Widhi Sarddha yaitu dengan Agama Premana dan Anumana Premana.
Penerapan Metode Proyek dengan Memanfaatkan Kemampuan Berpikir Kritis untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Wacana Argumentasi Siswa Kelas X 5 Semester 2 SMAN 1 Selat, Karangasem Putu Andyka Putra Gotama
LAMPUHYANG Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v2i1.109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hasil pembelajaran menulis wacana argumentasi melalui metode proyek, (2) mengetahui langkah-langkah efektif penerapan metode proyek dengan memanfaatkan kemampuan berpikir kritis, dan (3) mengetahui respon Siswa Kelas X 5, semester 2, SMAN 1 Selat, Karangasem terhadap penerapan metode proyek dengan memanfaatkan kemampuan berpikir kritis. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan guru bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Selat, Karangasem pada semester II Tahun Pelajaran 2009/2010. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas melalui dua siklus. Data tentang keterampilan menulis wacana argumentasi itu dikumpulkan dengan metode tes yang dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif, langkah-langkah pembelajaran dikumpulkan dengan metode observasi yang dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif, dan respons siswa dikumpulkan dengan metode kuesioner/angket serta metode wawancara yang dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sebelum dilaksanakan kedua siklus tersebut, terlebih dahulu dilaksanakan kegiatan pretes. Kegiatan pretes ini digunakan untuk mengetahui nilai awal keterampilan menulis wacana argumentasi siswa kelas X 5 SMA Negeri 1 Selat, Karangasem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode proyek dengan memanfaatkan kemampuan berpikir kritis dapat (1) meningkatkan keterampilan menulis wacana argumentasi siswa, (2) dilakukan melalui langkah-langkah pembelajaran yang paling tepat yaitu sebanyak 20 langkah pembelajaran, dan (3) menumbuhkan respons positif siswa dalam pembelajaran menulis wacana argumentasi.
Pengembangan Strategi Pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) Berdasarkan Konteks Tri Kaya Parisudha untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VII D SMP Negeri 6 Singaraja Jero Budi Darmayasa
LAMPUHYANG Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v2i1.110

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk menetahui meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas VIID SMP Negeri 6 Singaraja dengan Pengembangan strategi pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) berdasarkan konteks Tri Kaya Parisudha mampu. Penelian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas tiga siklus. Subjek penelitian semua siswa kelas VII D SMP Negeri 6 Singaraja tahun ajaran 2006/2007 sebanyak 35 orang terdiri atas 18 orang siswa laki dan 17 orang siswa perempuan. Data yang dikumpulkan meliputi data motivasi dan prestasi belajar. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa angket motivasi yang dibuat dengan skala Likert dan tes prestasi belajar. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan skor rata-rata (), Mean Ideal (MI), dan Standar Deviasi Ideal (SDI). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan prestasi belajar siswa setiap siklus meningkat. Siklus I rata-rata prestasi belajar siswa 74,7 dengan daya serap (DS) 74,7% dan ketuntasan belajar klasikal (KB) 63 %. Siklus II prestasi belajar mengalami peningkatan dari 74,7 menjadi 77,9 dengan daya serap 77,9 % dan ketuntasan belajar 66%. Rata-rata prestasi belajar pada siklus III yaitu 83, daya serap (DS) 83%, dan ketuntasan belajar klasikal 89%. Sehingga dapa di simpulkan Pengembangan strategi pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) berdasarkan konteks Tri Kaya Parisudha mampu meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas VIID SMP Negeri 6 Singaraja, disamping itu prestasi belajar matematika siswa juga meningkat.
Kulit Bersisik Ditinjau dari Perkawinan Sapinda Perspektif Hindu I Made Subagia
LAMPUHYANG Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v2i1.111

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi tentang penderita kulit bersisik yang merupakan penyakit menurun, di desa terisolasi secara geografis dan sosial di kecamatan Kintamani, Kabuparen Bangli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) cara penurunan penyakit kulit bersisik di desa terisolasi di Kintamani, (2) pandangan masyarakat tentang penyakit kulit bersisik, dan (3) upaya preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah munculnya penyakit kulit bersisik. Populasi penelitian berjumlah 22.308 orang. Subjek penelitian adalah penderita kulit bersisik dan objeknya adalah penyakit kulit bersisik. Metoda yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, dan kajian pustaka. Data yang terkumpul dianalisis secara deskririf. Dari observasi dan wawancara didapatkan penderita kulit bersisik di daerah terisolasi di Kintamani berjumlah 20 orang, terdiri dari enam orang perempuan dan 14 orang laki-laki dengan rentangan umur dua bulan sampai 40 tahun. Penderita tersebar di empat desa yaitu di desa Abang Batudinding, Sukawana, Suter, Songan A, dan Songan B. Semua penderita dihasilkan dari pasangan keluarga yang melakukan perkawinan sapinda, sehingga menguatkan bahwa kulit bersisik merupakan penyakit kulit yang bersifat menurun (genetik). Keadaan fisik penserita kulit bersisik sangat memprihatinkan. Masyarakat sekitar meandang bahwa kulit bersisik merupakan penyakit kulit biasa, tidak menular,dan tidak bersifat menurun. Upaya preventif yang dapat dilakukan antara lain: (1) menghindari perkawinan antar keluarga (sapinda), (2) membuat “ awig-awig” yang berisikan himbauan bahwa perkawinan keluarga (sapinda) bersifat “panas”.
Pengaruh Konsep Penghijauan dan Konsep Pembangunan Perumahan terhadap Konsep Daya Dukung Lingkungan pada Siswa Kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja Putu Jaya Wiriasa
LAMPUHYANG Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v2i1.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh konsep penanaman dan pengembangan konsep perumahan dengan konsep daya dukung lingkungan pada siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja, 2) pengaruh konsep penanaman untuk daya dukung konsep lingkungan dalam siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja, dan 3) pengaruh konsep pembangunan perumahan dengan konsep daya dukung lingkungan siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja. Populasi penelitian ini adalah 200 siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja. Itu diambil 50 siswa sebagai sampel penelitian secara acak. Data konsep penanaman, konsep perumahan, dan konsep daya dukung lingkungan dikumpulkan dengan kuesioner. Pengumpulan data, kemudian dianalisis dengan analisis regresi multivariat dan univariat (Anareg). Temuan penelitian ini adalah: 1) konsep penanaman dan konsep pembangunan perumahan dipengaruhi konsep daya dukung lingkungan siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja, 2) konsep tanam mempengaruhi konsep daya dukung lingkungan pada siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja, dan 3) konsep pembangunan perumahan dipengaruhi konsep daya dukung lingkungan pada siswa siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja. Berdasarkan temuan itu, dapat disimpulkan bahwa konsep penanaman dan konsep pembangunan perumahan berpengaruh secara signifikan konsep daya dukung lingkungan pada siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha.
Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal Ni Kadek Juliantari
LAMPUHYANG Vol 2 No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v2i1.113

Abstract

Artikel mengenai pembelajaran bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan BI di masyarakat yang tidak mencerminkan kearifan lokal dan (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sementara metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi berbantuan catatan lapangan dan metode studi dokumentasi. Hasilnya adalah banyak ditemukan gejala penggunaan BI yang terjadi di masyarakat yang jauh dari harapan kompetensi komunikatif tersebut dan tidak mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal. Gejala penggunaan BI yang tidak santun, misalnya. Penggunaan bahasa yang tidak santun tersebut sangat memicu terjadinya konflik. Sementara itu, pembelajaran BI berbasis kearifan lokal dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan komunikatif, yakni dengan cara menampilkan beberapa contoh peristiwa komunikasi yang senyatanya dan selanjutnya menuntut siswa agar mampu mempraktikkan komunikasi sesuai dengan tata cara berkomunikasi atau etika berkomunikasi yang santun, yang di dalamnya terkandung nilai-nilai yang arif dan bijaksana.

Page 1 of 1 | Total Record : 6