cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2012)" : 6 Documents clear
Konstruksi dan Validasi Tes Hasil Belajar Agama Hindu I Wayan Dwija
LAMPUHYANG Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i1.121

Abstract

Penentuan kualitas hasil pendidikan hampir selalu dilakukan dengan tes, baik tes buatan guru maupun dari institusi yang berwenang, seperti Depdiknas. Namun kualitasnya belum terjamin, karena sangat jarang dilakukan uji mutu, seperti kajian validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda. Di samping itu butir-butir tes tersebut disusun sering kali secara tergesa-gesa dan tidak memperhatikan komposisi materi pelajaran yang telah diajarkan oleh guru. Fenomena semacam ini terjadi pula pada Pendidikan Agama Hindu. Tulisan ini disajikan agar tersedia imformasi yang objektif, guna menjawab rumusan masalah;yakni: bagaimana cara mengkontruksi tes, menguji validitas, menghitung reliabilitas, tingkat kesukaran, dan menentukan daya beda tes hasil belajar Agama Hindu. Atas dasar data teoretis yang bersumber pada buku-buku yang ada hubungannya dengan konstruksi dan validasi tes, dapat disajikan simpulan sebagai berikut. (a). Konstruksi tes hasil belajar Agama Hindu dapat dilakukan dengan 8 tata langkah, yaitu:1) menetapkan tujuan tes, 2) analisis kurikulum, 3) menyusun tabel kisi-kisi, 4) menulis butir Tts, 5) analisis kualitatif, 6) analisis kuantitatif, 7) revisi butir tes, dan 8) skoring hasil tes. (b). Kegiatan validasi ada dua jenis, yaitu: validasi secara teoretis dan empiris. Validasi teoretis adalah proses validasi untuk mengetahui ketepatan alat ukur secara isi, konstruk teori dan bahasa. Dalam hal ini perlu masukan dari para pakar dalam bidang content, ahli tes, dan bahasa. Sedangkan validasi empiris adalah kegiatan pembakuan alat ukur berdasarkan hasil uji coba yang dianalisis dengan cara –cara yang relevan. Validasi empiris bertujuan untuk mengetahui kualitas alat ukur yang menyangkut validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukaran.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Hasil Belajar Asuhan Kebidanan Komunitas Ditinjau dari Kecerdasan Emosional Ni Ketut Erawati
LAMPUHYANG Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i1.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran berbasis masalah ditinjau dari kecerdasan emosional mahasiswa. Dalam prosesnya penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa semester IV UPT Akademi Kebidanan Singaraja dengan menggunakan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 98 orang, yang terbagi dalam dua kelas, selanjutnya dipilih secara random satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan satu kelas lainnya sebagai kelompok kontrol. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan analisis kovarians (ANAKOVA) satu jalur. Hasil penelitiannya adalah : (1) hasil belajar Asuhan Kebidanan Komunitas pada mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah berbeda secara signifikan dengan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional (2) setelah dikendalikan oleh variabel kecerdasan emosional, terdapat perbedaan yang signifikan antara mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah dan model konvensional (3) terdapat kontribusi yang signifikan antara kecerdasan emosional mahasiswa dengan hasil belajar asuhan kebidanan komunitas Dari hasil temuan penelitian, disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh terhadap hasil belajar asuhan kebidanan komunitas ditinjau dari kecerdasan emosional mahasiswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Perubahan Konseptual Berbasis Kearifan Lokal dan Seting Kooperatif terhadap hasil Belajar IPA Siswa SD Tahun Ajaran 2009/2010 Kadek Dewi Wahyuni Andari
LAMPUHYANG Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i1.123

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen pada siswa kelas V SD tahun ajaran 2009/2010. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran perubahan konseptual berbasis kearifan lokal dan model pembelajaran konvensional, (2) menguji perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar dengan seting pembelajaran kooperatif GI dengan seting pembelajaran kooperatif STAD, dan (3) menguji pengaruh interaktif antara model pembelajaran dan seting pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah nilai hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan rancangan posttest only control group design versi faktorial 2×2. Populasinya seluruh siswa kelas V di SD Gugus V yang terdistribusi menjadi 8 kelas. Dengan teknik class random sampling, terpilih kelas Va SD Lab Undiksha dan kelas V SD 1 Baktiseraga yang dikenai model pembelajaran perubahan konseptual berbasis kearifan lokal (MPPK-KL), kelas Vb SD Lab Undiksha dan V SD 1 Banjar Tegal yang dikenai model pembelajaran konvensional (MPK). Data dianalisis secara deksriptif dan statistik dengan menggunakan ANOVA faktorial 2×2. Uji komparasi pasangan nilai-nilai rata-rata menggunakan statistik Least Significant Difference. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan: pertama, terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara kelompok MPPK-KL dan MPK (F = 5,370; p<0,05), kedua, terdapat perbedaan signifikan hasil belajar antara kelompok seting pembelajaran kooperatif GI dan STAD (F = 7,445; p<0,05), ketiga, dalam pencapaian hasil belajar, model pembelajaran dan seting pembelajaran kooperatif berinteraksi secara positif dan signifikan (F = 4,074 dan p<0,05).
Eksistensi Pura Manik Kembar terhadap Kelahiran Anak Kembar di Bali I Ketut Seken
LAMPUHYANG Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i1.124

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan keberadaan Pura Manik Kembar terhadap kelahiran anak kembar di Bali. Prosodur pengumpulan dan pencatatan data penelitian dilakukan sebagai berikut: (1) observasi non partisipasi, (2) telaah pustaka lokal, (3) mengedarkan koesioner, dan (4) wawancara mendalam. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) sejarah Pura Manik Kembar tidak bisa lepas dengan hasil pesamuan sekta-sekta di Bali di bawah koordinator Empu Kuturan, (2) keberadaan Pura Pura Manik Kembar diyakini sebagai tempat memohon keselamatan dan penyucian bagi anak kembar di Bali, dan (3) berdasarkan perubahan nama yang terjadi beserta para pemedekyanya maka dapat diketahui bahwa terjadi/terdapat perubahan status pura dari Pura Kayangan Tiga (Dalem Bulakan) menjadi Pura Kayangan Desa Datah (Pura Batu Belah) dan selanjutnga menjadi Pura Kayangan Jagat (Pura Manik Kembar). Latar belakang Pura Manik Kembar disebut sebagai pura Kahyangan Jagat karena pura ini penyungsungnya adalah seluruh umat Hindu dari semua klen (catur wangsa) yang ada di Bali atau di Indonesia.
Implikatur Percakapan dalam Naskah Drama Gong Gusti Ayu Klatir Karya A.A. Wiyat S. Ardhi Ida Ayu Putu Purnami
LAMPUHYANG Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i1.125

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) fungsi implikatur percakapan dalam naskah drama gong Gusti Ayu Klatir dan (2) konstruksi kebahasaan dalam implikatur percakapan pada naskah drama gong Gusti Ayu Klatir. Sumber data dalam penelitian ini adalah naskah drama gong Gusti Ayu Klatir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi dokumentasi. Metode studi dokumentasi tersebut digunakan untuk mengumpulkan data fungsi dan konstruksi kebahasaan implikatur percakapan dalam naskah drama gong Gusti Ayu Klatir. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) implikatur percakapan dalam naskah drama gong Gusti Ayu Klatir berfungsi asertif, direktif, dan ekspresif. (2) konstruksi kebahasaan implikatur percakapan dalam naskah drama gong Gusti Ayu Klatir menggunakan tuturan bermodus deklaratif dan interogatif. Secara umum, hasil penelitian ini berimplikasi terhadap kegiatan pembelajaran berbahasa, terutama pada aspek berbicara. Dalam hal ini, implikasinya berkaitan dengan kompetensi komunikatif, yang salah satunya adalah kompetensi strategi. Kompetensi strategi itu berkaitan dengan kemampuan memilih bahasa untuk meningkatkan efektivitas penutur dalam berkomunikasi kepada mitra tutur.
Gunungan Kakung dan Gunungan Putri dalam Upacara Grebeg Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat Purwanto Purwanto
LAMPUHYANG Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i1.126

Abstract

Upacara grebeg di Kasultanan Yogyakarta menonjolkan sistem relegi agama Islam mulai dari hari pelaksanaan upacara yang jatuh pada hari-hari kebesaran agama Islam, yakni Grebeg Mulud, setiap tanggal 12 Mulud; Grebeg Pasa pada tanggal 1 Sawal/Syawal dan Grebeg Besar pada tanggal 10 Besar/Dzul-Hijjah. Grebeg mulud dikaitkan dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad S.A.W; Grebeg Pasa dikaitkan dengan Hari Raya Idul Fitri: dan Grebeg Besar dikaitkan dengan Hari raya Idul Adha. Hal ini menjadi menarik untuk dikaji ulang. Sebab, upacara grebeg yang dahulu – menurut sejarah – menjadi kebiasaan ritual kerajaan dan orang-orang berkepercayaan Hindu, kini menjadi sangat ’dekat’ dengan agama Islam. Tentu saja leluhur kerajaan Hindu terutama Majapahit dahulu dalam melakukan ritual tidak sekedar melakukannya sebagai sebuah kebiasaan. Ada sebuah simbol-simbol yang hanya diketahui oleh leluhur pada jaman dahulu. Dengan kata lain, upacara grebeg yang dilakukan dipastikan memiliki arti, fungsi dan makna tersendiri yang ada kaitannya dengan ajaran-ajaran agama Hindu pada masanya. Terkait dengan penelitian ini, penulis tertarik untuk mengkaji ulang dari sisi bentuk, fungsi dan makna yang terkandung dalam gunungan kakung dan gunungan putri dalam upacara grebeg. Gunungan merupakan sarana inti dalam pelaksanaan upacara grebeg. Nilai-nilai luhur upacara grebeg Kasultanan Yogyakarta yang berkaitan dengan ajaran Agama Hindu, yaitu; Tatwa, Susila, dan Acara

Page 1 of 1 | Total Record : 6