cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 238 Documents
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Observasional Bandura terhadap Hasil Belajar Teknik Dasar Bola Basket Ditinjau dari Kemampuan Koordinasi Mata dan Tangan (Studi pada Mahasiswa Semester III Jurusan Penjaskesrek FOK Undiksha Tahun 2009/2010) Made Agus Dharmadi
LAMPUHYANG Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v4i2.150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran observasional Bandura terhadap hasil belajar teknik dasar bola basket ditinjau dari kemampuan koordinasi mata dan tangan mahasiswa semester III jurusan Penjaskesrek, FOK Undiksha. Rancangan penelitian menggunakan posttest only control group design. Sampel 96 orang, terdiri dari 48 orang kelompok eksperimen dan 48 orang kelompok kontrol yang dipilih secara random. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur dan dilanjutkan dengan uji t-Scheffe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) terdapat perbedaan hasil belajar teknik dasar bola basket yang signifikan antara model pembelajaran observasional Bandura dengan model pembelajaran konvensional (FA = 11,647; p<0,05), (2) adanya interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan koordinasi mata dan tangan terhadap hasil belajar teknik dasar bola basket (FAB=60,884;p<0,05), (3) untuk kelompok berkemampuan koordinasi mata dan tangan tinggi, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar teknik dasar bola basket antara mahasiswa yang belajar melalui model pembelajaran observasional Bandura dengan model pembelajaran konvensional, (thitung = 7,292;p<0,05), (4) untuk kelompok berkemampuan koordinasi mata dan tangan rendah, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar teknik dasar bola basket antara mahasiswa yang mengikuti model pembelajaran observasional Bandura dengan model pembelajaran konvensional, (thitung = 3,105;p<0,05). Dari hasil temuan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran observasional Bandura berpengaruh terhadap hasil belajar teknik dasar bola basket ditinjau dari kemampuan koordinasi mata dan tangan.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Observasional Bandura terhadap Hasil Belajar Teknik Dasar Bola Basket Ditinjau dari Kemampuan Koordinasi Mata dan Tangan (Studi pada Mahasiswa Semester III Jurusan Penjaskesrek FOK Undiksha Tahun 2009/2010) Dharmadi, Made Agus
LAMPUHYANG Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v4i2.150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran observasional Bandura terhadap hasil belajar teknik dasar bola basket ditinjau dari kemampuan koordinasi mata dan tangan mahasiswa semester III jurusan Penjaskesrek, FOK Undiksha. Rancangan penelitian menggunakan posttest only control group design. Sampel 96 orang, terdiri dari 48 orang kelompok eksperimen dan 48 orang kelompok kontrol yang dipilih secara random. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur dan dilanjutkan dengan uji t-Scheffe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) terdapat perbedaan hasil belajar teknik dasar bola basket yang signifikan antara model pembelajaran observasional Bandura dengan model pembelajaran konvensional (FA = 11,647; p<0,05), (2) adanya interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan koordinasi mata dan tangan terhadap hasil belajar teknik dasar bola basket (FAB=60,884;p<0,05), (3) untuk kelompok berkemampuan koordinasi mata dan tangan tinggi, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar teknik dasar bola basket antara mahasiswa yang belajar melalui model pembelajaran observasional Bandura dengan model pembelajaran konvensional, (thitung = 7,292;p<0,05), (4) untuk kelompok berkemampuan koordinasi mata dan tangan rendah, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar teknik dasar bola basket antara mahasiswa yang mengikuti model pembelajaran observasional Bandura dengan model pembelajaran konvensional, (thitung = 3,105;p<0,05). Dari hasil temuan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran observasional Bandura berpengaruh terhadap hasil belajar teknik dasar bola basket ditinjau dari kemampuan koordinasi mata dan tangan.
Studi Evaluasi Pelaksanaan Program Manajemen Berbasis Sekolah (Studi Pada Tiga Sekolah Menengah Pertama Yang Sebelumnya Menjadi Rintisan Program Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Di Kabupaten Jembrana) I Putu Pranatha Sentosa
LAMPUHYANG Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v4i2.152

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk menemukan efektivitas implementasi program Manajemen Berbasis Sekolah di Kabupaten Jembrana dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan pengumpulan data pada 3 (tiga) SMP Negeri di Kabupaten Jembrana.Penelitian ini bersifat ex post facto. Data tentang efektivitas implementasi program Manajemen Berbasis Sekolah diambil dengan menggunakan kuesioner, wawancara, observasi dan dokumen.Data yang dikumpulkan melalui kuesioner dianalisis secara deskriptif kuantitatif, sedangkan untuk data kualitatif (sekunder) yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumen dianalisis menggunakan analisis kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan: (1) Nilai komponen konteks adalah sebesar 4.058. Dengan demikian efektivitas komponen konteks adalah Amat Baik.(2) Nilai komponen input adalah sebesar 4,047. Dengan demikian efektivitas komponen Input adalah Amat Baik, (3) Nilai komponen proses adalah sebesar 3,904. Dengan demikian efektivitas komponen proses adalah Baik.(4) Nilai komponen produk adalah sebesar 3,823. Dengan demikian efektivitas komponen produk adalah Baik, (5) kendala yang dihadapi dalam implementasi program MBS adalah terkait dengan pola pikir dari sebagian stakeholder yang tidak sungguh-sungguh menyikapi perubahan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, (6)Upaya yang dilakukan dalam mengatasi masalah adalah dengan cara melakukan kerjasama antara sekolah dengan komite, dewan guru, orang tua siswa, dan tokoh masyarakat secara optimal.
Studi Evaluasi Pelaksanaan Program Manajemen Berbasis Sekolah (Studi Pada Tiga Sekolah Menengah Pertama Yang Sebelumnya Menjadi Rintisan Program Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Di Kabupaten Jembrana) Sentosa, I Putu Pranatha
LAMPUHYANG Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v4i2.152

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk menemukan efektivitas implementasi program Manajemen Berbasis Sekolah di Kabupaten Jembrana dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan pengumpulan data pada 3 (tiga) SMP Negeri di Kabupaten Jembrana.Penelitian ini bersifat ex post facto. Data tentang efektivitas implementasi program Manajemen Berbasis Sekolah diambil dengan menggunakan kuesioner, wawancara, observasi dan dokumen.Data yang dikumpulkan melalui kuesioner dianalisis secara deskriptif kuantitatif, sedangkan untuk data kualitatif (sekunder) yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumen dianalisis menggunakan analisis kualitatif. Dari hasil penelitian ditemukan: (1) Nilai komponen konteks adalah sebesar 4.058. Dengan demikian efektivitas komponen konteks adalah Amat Baik.(2) Nilai komponen input adalah sebesar 4,047. Dengan demikian efektivitas komponen Input adalah Amat Baik, (3) Nilai komponen proses adalah sebesar 3,904. Dengan demikian efektivitas komponen proses adalah Baik.(4) Nilai komponen produk adalah sebesar 3,823. Dengan demikian efektivitas komponen produk adalah Baik, (5) kendala yang dihadapi dalam implementasi program MBS adalah terkait dengan pola pikir dari sebagian stakeholder yang tidak sungguh-sungguh menyikapi perubahan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, (6)Upaya yang dilakukan dalam mengatasi masalah adalah dengan cara melakukan kerjasama antara sekolah dengan komite, dewan guru, orang tua siswa, dan tokoh masyarakat secara optimal.
Campur Kode dalam Pembelajaran Bahasa Bali Putu Andyka Putra Gotama
LAMPUHYANG Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v4i2.153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana bentuk campur kode yang dilakukan oleh guru bahasa Bali dalam kegiatan pembelajaran, (2) mengetahui apa faktor penyebab terjadinya campur kode tersebut, dan (3) mengetahui apakah campur kode dalam pembelajaran bahasa Bali dapat dibenarkan.Kemudian, subjek dari penelitian ini adalah guru bahasa Bali yang mengajar di kelas X TKJ 2 SMK Negeri 1 Abang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi campur kode ke dalam pada tataran kata dan kalimat yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran bahasa Bali di kelas. Selanjutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode, yaitu karena sulitnya mencari padanan kata dalam bahasa Bali, sehingga guru terpaksa menggunakan kata dalam bahasa Indonesia, campur kode itu terjadi karena guru menginginkan siswa lebih memahami materi yang dijelaskan, kebiasaan dalam pemakaian, keakraban hubungan partisipan, kesantaainsituasi pembicaraan,topik pembicaraan, internasionalisasi, promosi bahasa, keanekaragaman suku/etnik, peran,ragam bahasa, faktor keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan, penutur, dan bahasa. Terakhir, campur kode itu bisa benarkan dengan beberapa alasan, yaitu pertama, campur kode itu bisa dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah lawan bicara di dalam memahami informasi yang kita sampaikan. Kemudian kedua, Campur kode bisa dilakukan, namun dengan catatan, campur kode yang kita gunakan harus memerhatikan bentuk atau unsur kata, frasa, kalimat dari bahasa tertentu agar tidak terjadi kekeliruan.
Campur Kode dalam Pembelajaran Bahasa Bali Gotama, Putu Andyka Putra
LAMPUHYANG Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v4i2.153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana bentuk campur kode yang dilakukan oleh guru bahasa Bali dalam kegiatan pembelajaran, (2) mengetahui apa faktor penyebab terjadinya campur kode tersebut, dan (3) mengetahui apakah campur kode dalam pembelajaran bahasa Bali dapat dibenarkan.Kemudian, subjek dari penelitian ini adalah guru bahasa Bali yang mengajar di kelas X TKJ 2 SMK Negeri 1 Abang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi campur kode ke dalam pada tataran kata dan kalimat yang dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran bahasa Bali di kelas. Selanjutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode, yaitu karena sulitnya mencari padanan kata dalam bahasa Bali, sehingga guru terpaksa menggunakan kata dalam bahasa Indonesia, campur kode itu terjadi karena guru menginginkan siswa lebih memahami materi yang dijelaskan, kebiasaan dalam pemakaian, keakraban hubungan partisipan, kesantaainsituasi pembicaraan,topik pembicaraan, internasionalisasi, promosi bahasa, keanekaragaman suku/etnik, peran,ragam bahasa, faktor keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan, penutur, dan bahasa. Terakhir, campur kode itu bisa benarkan dengan beberapa alasan, yaitu pertama, campur kode itu bisa dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah lawan bicara di dalam memahami informasi yang kita sampaikan. Kemudian kedua, Campur kode bisa dilakukan, namun dengan catatan, campur kode yang kita gunakan harus memerhatikan bentuk atau unsur kata, frasa, kalimat dari bahasa tertentu agar tidak terjadi kekeliruan.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap Prestasi Belajar IPS Ditinjau dari Minat Belajar IPS (Studi Eksperimen pada Siswa Kleas VIII SMP N 1 Seririt) Gede Widiadnyana Pasek
LAMPUHYANG Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v5i1.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara prestasi belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran koperatif tipe STAD dengan yang mengikuti pembelajaran secara konvensional sebelum dan sesudah minat belajar IPS dikendalikan Sampel diambil dengan cara random sampling dengan jumlah sampel 126 orang. Rancangan penelitian ini adalah post test only control group design. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran koperatif tipe STAD dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (2) terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran koperatif tipe STAD dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, setalah variabel minat belajar IPS dikendalikan (3) terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara minat belajar IPS dengan prestasi belajar IPS.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap Prestasi Belajar IPS Ditinjau dari Minat Belajar IPS (Studi Eksperimen pada Siswa Kleas VIII SMP N 1 Seririt) Pasek, Gede Widiadnyana
LAMPUHYANG Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v5i1.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara prestasi belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran koperatif tipe STAD dengan yang mengikuti pembelajaran secara konvensional sebelum dan sesudah minat belajar IPS dikendalikan Sampel diambil dengan cara random sampling dengan jumlah sampel 126 orang. Rancangan penelitian ini adalah post test only control group design. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran koperatif tipe STAD dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (2) terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran koperatif tipe STAD dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, setalah variabel minat belajar IPS dikendalikan (3) terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara minat belajar IPS dengan prestasi belajar IPS.
Penerapan Model Pembelajaran CTL Berbasis Inquiry untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Hindu pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Negeri 1 Tianyar Tahun Pelajaran 2013/2014 Luh Suci Purwandani
LAMPUHYANG Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v5i1.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar pendidikan Agama Hindu pada siswa kelas III SD Negeri 1 Tianyar melalui penerapan model pembelajaran CTL berbasis inquiry untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar pendidikan Agama Hindu. Rancangan penelitian ini adalah PTK. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri 1 Tianyar tahun pelajaran 2013/2014,siswanya berjumlah 21 orang yang terdiri dari laki-laki 15 orang dan perempuan 6 orang. Metode Pengumpulan Data: observasi digunakan untuk mendapatkan data aktivitas belajar siswa, metode tes untuk mengumpulkan data tentang prestasi belajar. Metode analisis datanya adalah analisis diskritif kualitatif, artinya memaparkan aktivitas belajar siswa berdasarkan hasil pengumpulan data melalui observasi secara naratif dan memaparkan perkembangan prestasi melaui metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan : aktivitas belajar siswa pada siklus I menunjukan hasil 76% dan pada siklus II meningkat menjadi 86%, dan prestasi belajar siswa pada siklus I nilai rata-rata kelas sebesar 60,00, daya serap 60,00% dan Ketuntasan Klasikal sebesar 57,14%. Hasil ini meningkat pada siklus II yaitu nilai rata-rata kelas sebesar 72,14%, daya serap sebesar 72,14%, dan Ketuntasan Klasikal sebesar 85,71%. Berdasarkan hasil penelitian ini,maka melalui penerapan model pembelajaran CTL berbasis Inquiry ternyata dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar.Maka dari itu diharapkan guru bidang studi pendidikan Agama Hindu agar menjadikan model pembelajaran ini sebagai salah satu model pembelajaran alternatif untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar.
Penerapan Model Pembelajaran CTL Berbasis Inquiry untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Hindu pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Negeri 1 Tianyar Tahun Pelajaran 2013/2014 Purwandani, Luh Suci
LAMPUHYANG Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v5i1.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar pendidikan Agama Hindu pada siswa kelas III SD Negeri 1 Tianyar melalui penerapan model pembelajaran CTL berbasis inquiry untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar pendidikan Agama Hindu. Rancangan penelitian ini adalah PTK. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri 1 Tianyar tahun pelajaran 2013/2014,siswanya berjumlah 21 orang yang terdiri dari laki-laki 15 orang dan perempuan 6 orang. Metode Pengumpulan Data: observasi digunakan untuk mendapatkan data aktivitas belajar siswa, metode tes untuk mengumpulkan data tentang prestasi belajar. Metode analisis datanya adalah analisis diskritif kualitatif, artinya memaparkan aktivitas belajar siswa berdasarkan hasil pengumpulan data melalui observasi secara naratif dan memaparkan perkembangan prestasi melaui metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukan : aktivitas belajar siswa pada siklus I menunjukan hasil 76% dan pada siklus II meningkat menjadi 86%, dan prestasi belajar siswa pada siklus I nilai rata-rata kelas sebesar 60,00, daya serap 60,00% dan Ketuntasan Klasikal sebesar 57,14%. Hasil ini meningkat pada siklus II yaitu nilai rata-rata kelas sebesar 72,14%, daya serap sebesar 72,14%, dan Ketuntasan Klasikal sebesar 85,71%. Berdasarkan hasil penelitian ini,maka melalui penerapan model pembelajaran CTL berbasis Inquiry ternyata dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar.Maka dari itu diharapkan guru bidang studi pendidikan Agama Hindu agar menjadikan model pembelajaran ini sebagai salah satu model pembelajaran alternatif untuk meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar.

Page 6 of 24 | Total Record : 238