cover
Contact Name
I Komang Badra
Contact Email
-
Phone
+6285238148283
Journal Mail Official
pdpt.stkipamlapura@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ngurah Rai Nomor 35 Amlapura
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Lampuhyang
ISSN : 20870760     EISSN : 27455661     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal LAMPUHYANG Jurnal Ilmiah Pendidikan, Agama dan Kebudayaan merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penjamin Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura. Jurnal LAMPUHYANG terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 238 Documents
Eksistensi Pura Manik Kembar terhadap Kelahiran Anak Kembar di Bali I Ketut Seken
LAMPUHYANG Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i1.124

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan keberadaan Pura Manik Kembar terhadap kelahiran anak kembar di Bali. Prosodur pengumpulan dan pencatatan data penelitian dilakukan sebagai berikut: (1) observasi non partisipasi, (2) telaah pustaka lokal, (3) mengedarkan koesioner, dan (4) wawancara mendalam. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) sejarah Pura Manik Kembar tidak bisa lepas dengan hasil pesamuan sekta-sekta di Bali di bawah koordinator Empu Kuturan, (2) keberadaan Pura Pura Manik Kembar diyakini sebagai tempat memohon keselamatan dan penyucian bagi anak kembar di Bali, dan (3) berdasarkan perubahan nama yang terjadi beserta para pemedekyanya maka dapat diketahui bahwa terjadi/terdapat perubahan status pura dari Pura Kayangan Tiga (Dalem Bulakan) menjadi Pura Kayangan Desa Datah (Pura Batu Belah) dan selanjutnga menjadi Pura Kayangan Jagat (Pura Manik Kembar). Latar belakang Pura Manik Kembar disebut sebagai pura Kahyangan Jagat karena pura ini penyungsungnya adalah seluruh umat Hindu dari semua klen (catur wangsa) yang ada di Bali atau di Indonesia.
Implikatur Percakapan dalam Naskah Drama Gong Gusti Ayu Klatir Karya A.A. Wiyat S. Ardhi Ida Ayu Putu Purnami
LAMPUHYANG Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i1.125

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) fungsi implikatur percakapan dalam naskah drama gong Gusti Ayu Klatir dan (2) konstruksi kebahasaan dalam implikatur percakapan pada naskah drama gong Gusti Ayu Klatir. Sumber data dalam penelitian ini adalah naskah drama gong Gusti Ayu Klatir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi dokumentasi. Metode studi dokumentasi tersebut digunakan untuk mengumpulkan data fungsi dan konstruksi kebahasaan implikatur percakapan dalam naskah drama gong Gusti Ayu Klatir. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) implikatur percakapan dalam naskah drama gong Gusti Ayu Klatir berfungsi asertif, direktif, dan ekspresif. (2) konstruksi kebahasaan implikatur percakapan dalam naskah drama gong Gusti Ayu Klatir menggunakan tuturan bermodus deklaratif dan interogatif. Secara umum, hasil penelitian ini berimplikasi terhadap kegiatan pembelajaran berbahasa, terutama pada aspek berbicara. Dalam hal ini, implikasinya berkaitan dengan kompetensi komunikatif, yang salah satunya adalah kompetensi strategi. Kompetensi strategi itu berkaitan dengan kemampuan memilih bahasa untuk meningkatkan efektivitas penutur dalam berkomunikasi kepada mitra tutur.
Gunungan Kakung dan Gunungan Putri dalam Upacara Grebeg Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat Purwanto Purwanto
LAMPUHYANG Vol 3 No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i1.126

Abstract

Upacara grebeg di Kasultanan Yogyakarta menonjolkan sistem relegi agama Islam mulai dari hari pelaksanaan upacara yang jatuh pada hari-hari kebesaran agama Islam, yakni Grebeg Mulud, setiap tanggal 12 Mulud; Grebeg Pasa pada tanggal 1 Sawal/Syawal dan Grebeg Besar pada tanggal 10 Besar/Dzul-Hijjah. Grebeg mulud dikaitkan dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad S.A.W; Grebeg Pasa dikaitkan dengan Hari Raya Idul Fitri: dan Grebeg Besar dikaitkan dengan Hari raya Idul Adha. Hal ini menjadi menarik untuk dikaji ulang. Sebab, upacara grebeg yang dahulu – menurut sejarah – menjadi kebiasaan ritual kerajaan dan orang-orang berkepercayaan Hindu, kini menjadi sangat ’dekat’ dengan agama Islam. Tentu saja leluhur kerajaan Hindu terutama Majapahit dahulu dalam melakukan ritual tidak sekedar melakukannya sebagai sebuah kebiasaan. Ada sebuah simbol-simbol yang hanya diketahui oleh leluhur pada jaman dahulu. Dengan kata lain, upacara grebeg yang dilakukan dipastikan memiliki arti, fungsi dan makna tersendiri yang ada kaitannya dengan ajaran-ajaran agama Hindu pada masanya. Terkait dengan penelitian ini, penulis tertarik untuk mengkaji ulang dari sisi bentuk, fungsi dan makna yang terkandung dalam gunungan kakung dan gunungan putri dalam upacara grebeg. Gunungan merupakan sarana inti dalam pelaksanaan upacara grebeg. Nilai-nilai luhur upacara grebeg Kasultanan Yogyakarta yang berkaitan dengan ajaran Agama Hindu, yaitu; Tatwa, Susila, dan Acara
Pengaruh Persepsi Siswa dan Guru tentang Kelas Bilingual terhadap Strategi Belajar dan Mengajar Mereka Kade Restika Dewi
LAMPUHYANG Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i2.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendikripsikan students' perceptions toward Bilingual class in Bali province . persepsi siswa tentang kelas Bilingual di Provinsi Bali, (2) mendikripsikan teachers' perceptions toward Bilingual class in Bali province . persepsi guru tentang kelas Bilingual di Provinsi Bali, (3) mendikripsikan pengaruh dari persepsi siswa tentang kelas Bilingual di Provinsi Bali terhadap strategi belajar mereka, dan (4) mendikripsikan pengaruh dari persepsi guru tentang kelas Bilingual di Provinsi Bali terhadap strategi mengajar mereka.Temuan dari penelitian ini menjelaskan bahwa sebagian besar siswa dan guru memiliki persepsi positif terhadap kelas Bilingual. Hasil kuesioner yang dibagikan kepada siswa menunjukkan bahwa 5,6% siswa memiliki persepsi yang sangat positif terhadap kelas bilingual, 74,7% dari mereka memiliki persepsi positif, 18,7% dari mereka memiliki persepsi sedang, dan hanya 1% dari mereka memiliki persepsi negatif. Di sisi lain, hasil dari kuesioner dibagikan kepada para guru menunjukkan bahwa 8,3% guru memiliki persepsi yang sangat positif, 66,7% dari mereka memiliki persepsi positif, dan 25% dari mereka memiliki persepsi moderat. persepsi siswa dan guru terhdap kelas bilingual mempengaruhi strategi belajar dan mengajar mereka. Berdasarkan hasil dari reflektif jurnal dibagikan kepada siswa dan hasil wawancara yang dilakukan terhadap para guru, dapat dilihat bahwa siswa dan guru yang memiliki persepsi positif menggunakan strategi belajar dan mengajar yang lebih bervariasi.
Penelitian (Kajian Persepektif Filosofis) I Wayan Dwija
LAMPUHYANG Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i2.129

Abstract

Dosen sebagai staf edukaitf pada suatu perguruan tinggi harus sadar akan kewajiban utamanya, yaitu melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. Tri dharma perguruan tinggi menyangkut bidang pendidikan dan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Di antara ketiga dharma perguruan tinggi tersebut, bidang penelitian merupakan kegiatan yang strategis. Namun demikian, masih banyak dosen pada suatu perguruan tinggi yang membuat laporan penelitiannya menurut seleranya sendiri. Selain itu, masih jarang pula seorang dosen berusaha mengetahui hakikat penelitian dari persefektif filosofis. Berpijak dari paparan di atas, dalam tulisan ini akan dibahas dasar folosofis penelitian ilmiah. Simpulanya adalah: penelitian mengadopsi teori-teori filsafat, khususnya filsafat ilmu. Teori pemecahan masalah dari Kant diadopsi menjadi kerangka berpikir/paradigma. Teori falsifikasi dari Popper diadopsi menjadi hipotesis. Teori skeptisitas dari Descartes diadopsi menjadi uji hipotesis, dan teori kembali ke alam dari Bacon diadopsi menjadi verifikasi data.
Deiksis Persona dan Deiksis Sosial dalam Bahasa Bali Ni Kadek Juliantari
LAMPUHYANG Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i2.130

Abstract

Penulisan artikel tentang deiksis persona dan deiksis sosial dalam bahasa Bali ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai deiksis persona dan deiksis sosial dalam bahasa Bali dan mendeskripsikan penggunaan deiksis persona dan deiksis sosial tersebut dalam peristiwa percakapan sehari-hari. Penyajian hasil dalam penulisan artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Maksudnya, paparan hasil disajikan apa adanya sesuai gejala yang diamati secara objektif dan disampaikan secara naratif verbal (tanpa statistik). Sementara itu, metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi atau metode simak berbantuan penggunaan catatan lapangan. Hasilnya menunjukkan bahwa nama generik telah menjadi bagian dari deiksis persona. Walaupun nama diri hanya ditujukan kepada pemilik nama tersebut, tetapi tetap dikatakan sebagai deiksis persona. Nama diri mengacu kepada penutur atau petutur dalam konteks tertentu. Tidak menutup kemungkinan bahwa ada nama diri yang sama dimiliki pula oleh orang lain sehingga acuan nama diri tersebut pun akan berubah sesuai konteksnya.
Biosing untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Biologi Siswa Kelas XG SMA Negeri 1 Selemadeg Tahun Pelajaran 2010/2011 Ni Putu Damayanti
LAMPUHYANG Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i2.131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, pengaruh penggunaan Biosing terhadap prestasi belajar kognitif, dan sikap siswa kelas XG SMA Negeri 1 Selemadeg Tahun Pelajaran 2010/2011. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan dua siklus, yang masing-masing terdiri dari empat tahap: perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Masing-masing siklus dilaksanakan dalam empat kali pertemuan .Sampel adalah kelas XG yang memiliki masalah dengan prestasi belajar (kognitif, dan sikap) terutama pada lemahnya daya ingat siswa. kemampuan kognitif siswa, dikumpulkan dengan tes hasil belajar, skor sikap siswa terhadap pelajaran biologi dikumpulkan dengan tes sikap. Data penelitian dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa, dan sikap yang belajar dengan penggunaan biosing mengalami peningkatan yaitu diatas nilai KKM (Kriteria ketuntasan Minimal) kelas X SMA Negeri I Selemadegtahun pelajaran 2010/2011 yaitu 72. Bertitik tolak dari temuan penelitian ini disarankan agar penggunaan Biosing dapat diterapkan pada kelas yang memiliki masalah yang serupa dengan kelas XG SMA Negeri 1 Selemadeg tahun pelajaran 2010/2011 dipertimbangkan untuk diterapkan dalam pembelajaran biologi, dalam upaya maningkatkan prestasi belajar siswa.
Pengajaran Keterampilan Menyimak di Sekolah Dasar I Wayan Jatiyasa
LAMPUHYANG Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i2.132

Abstract

Pengajaran bahasa adalah mengajarkan untuk berkomunikasi. Oleh karena itu, pengajaran bahasa yaitu untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi, baik secara lisan maupun secara tertulis. Agar siswa dapat memahami bahasa lisan dengan baik, diperlukan latihan menyimak yang berkelanjutan mengingat menyimak merupakan salah suatu keterampilan berbahasa yang tidak kalah penting dengan keterampilan yang lain. Namun, cenderung guru belum memahami hakikat dan belum menemukan teknik yang variatif dalam kegiatan belajar mengajar sehingga pembelajaran dirasakan siswa tidak menarik. Oleh karena itu, artikel sederhana ini bertujuan untuk memaparkan hakikat dan mendeskripsikan teknik guru dalam mengajarkan keterampilan menyimak di Sekolah Dasar. Menyimak pada hakikatnya merupakan proses mendengarkan dengan penuh pemahaman, apresiasi dan evaluasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang hendak disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran. Untuk meningkatkan keterampilan menyimak dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran di Sekolah Dasar, maka dapat digunakan beberapa cara/teknik yaitu sebagai berikut; (1) teknik ulang-ucap (menirukan), (2) teknik informasi beranting, (3) teknik satu mulut satu kelas, (4) teknik satu rekaman satu kelas, (5) teknik group cloze, (6) teknik parafrase, (7) teknik simak libat cakap, dan (8) teknik simak bebas libat cakap.
Upacara Sapuh Leger di Desa Pakraman Saren, Kecamatan Bebandem Karangasem Ni Wayan Apriani
LAMPUHYANG Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v3i2.133

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah 1) untuk mengetahui sarana apa saja yang digunakan pada Upacara Sapuh Leger di Desa Pakraman Saren Kecamatan Bebandem-Karangasem; 2) untuk mengetahui bagaimana prosesi/pelaksanaan Upacara Sapuh Leger di Desa Pakraman Saren Kecamatan Bebandem-Karangasem dari awal sampai akhir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: 1) metode kepustakaan, 2) metode wawancara, 3) metode observasi. Dari pengolahan data dapat diperoleh simpulan sebagai berikut: 1) sarana yang digunakan di dalam Upacara Sapuh Leger yaitu mendirikan sanggah tutuan dengan bantennya yaitu suci lan pajatian, mendirikan lapan dengan bantennya pabangkit, pula gembal adandanan maiwak bawi guling, menggelar caru manca sata, mendirikan sanggah bucu telu bantennya suci maulam bebek betutu miwah pajatian, membuat banten panebasan baya yang terdiri dari sesayut sungsang sumbel, sesayut tadah kala, sesayut sapuh leger, sesayut lara malaradan, daksina panebusan baya, membuat banten wayang dan banten gender, menyiapkan perlengkapan malukat seperti kamen sudhamala, padi, dan perabotan; 2) prosesi/pelaksanaan Upacara Sapuh leger diawali dengan nganteb bebantenan di sanggah tutuan, lapan, sanggah buju telu, dan caru manca sata, dilanjutkan dengan nganteb banten wayang dan gender, lalu mementaskan wayang dengan lakon Sapuh Leger, membuat tirtha panglukatan, ngruwat anak yang lahir wuku wayang, natab/ngayab sesayut panebasan baya, melaksanakan panca sembah, nunas wangsuh pada, terakhir adalah nyarub caru dan nglebar caru serta banten panebasan baya ke pempatan agung.
Pengaruh Latihan Plaiometrik terhadap Hasil Lompat Jauh Ditinjau dari Daya Ledak Otot Tungkai pada SMP Negeri 3 Sawan I Komang Bagiasa
LAMPUHYANG Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v4i1.134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara hasil lompat jauh pada siswa yang mengikuti pelatihan plaiometrik dengan siswa yang mengikuti pelatihan konvensional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sawan semester II tahun ajaran 2010/2011 berjumlah 221 orang. Sampel diambil dengan cara random, jumlah sampel 76 orang dengan rincian putra 40 orang dan putri 36 orang. Sampel dibagi sebanyak dua kelas yaitu 38 orang pada kelas eksperimen (VIIIB), dan 38 orang pada kelas kontrol (VIIIF). Rancangan penelitian menggunakan post test only control group design. Pengumpulan data menggunakan metode tes dan pengukuran.Setelah eksperimen berakhir data dianalisis dengan analisis statistik anakova satu jalur. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan ditemukan 1) Sebelum dikendalikan oleh kovariabel daya ledak otot tungkai, terdapat perbedaan hasil lompat jauh antara siswa yang mengikuti pelatihan plaiometrik dan pelatihan konvensional (Fhitung 84.006 > Ftabel 3.98).Dan rata-rata hitung pelatihan plaiometrik diketahui 36.55 sedangkan pelatihan konvensional 34.55 ini berarti bahwa hasil lompat jauh siswa yang mengikuti pelatihan plaiometrik lebih baik dari siswa yang mengikuti pelatihan konvensional. 2) Setelah dikendalikan oleh kovariabel daya ledak otot tungkai terdapat perbedaan hasil lompat jauh antara siswa yang mengikuti pelatihan plaiometrik dan pelatihan konvensional (Fhitung 71.60 > Ftabel 3,98). Dan rata-rata residu yang diperoleh untuk pelatihan plaiometrik 266.96 sedangkan pelatihan konvensional 262.63 ini berarti bahwa hasil lompat jauh siswa yang mengikuti pelatihan plaiometrik lebih baik dari siswa yang mengikuti pelatihan konvensional. 3) Kontribusi daya ledak otot tungkai terhadap hasil lompat jauh pada siswa yang mengikuti pelatihan plaiometrik sebesar 39.80% dan pada pelatihan konvensional sebesar 10.80% sedangkan secara keseluruhan kontribusi daya ledak otot tungkai terhadap hasil lompat jauh adalah sebesar 26.80%. Berdasarkan temuan tersebut diatas, disimpulkan bahwa pelatihan plaiometrik berpengaruh terhadap hasil lompat jauh, baik sebelum maupun setelah dikendalikan oleh kovariabel daya ledak otot tungkai.

Page 4 of 24 | Total Record : 238