cover
Contact Name
Octariana Sofyan
Contact Email
lppm@afi.ac.id
Phone
+62274-370458
Journal Mail Official
lppm@afi.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Gang Jambu Kebrokan Pandeyan Umbulharjo Yogyakarta 55151
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kefarmasian AKFARINDO
ISSN : 25287257     EISSN : 25287265     DOI : -
The journal includes various fields of pharmaceuticals sciences such as: -Pharmacology and Toxicology -Pharmacokinetics -Community and Clinical Pharmacy -Pharmaceutical Chemistry -Pharmaceutical Biology -Pharmaceutics -Pharmaceutical Technology -Biopharmaceutics -Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology -Alternative medicines
Articles 195 Documents
GAMBARAN PENGOBATAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SEYEGAN SLEMAN YOGYAKARTA PERIODE JANUARI-MARET 2018 Agustina Susilowati; Annisa Meylana Wardani
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.37

Abstract

Hipertensi adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah lebih bescar dari 90/140 mmHg. Menurut profil kesehatan kabupaten Sleman (2012) penyakit hipertensi menempati peringkat ke dua dari sepuluh besar penyakit rawat jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola peresepan obat hipertensi dan penggunaan obat antihipertensi secara tunggal dan kombinasi obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Seyegan Sleman Yogyakarta periode Januari-Maret 2018. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif non eksperimental dengan pengumpulan data rekam medik pasien hipertensi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif yaitu menggambarkan dengan persentase, diagram atau tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola peresepan obat antihipertensi di Puskesmas Seyegan Sleman Yogyakarta adalah golongan diuretik, Calcium Channel Blocker (CCB), Angiotensin Converting Enzyme (ACE) Inhibitor, Angiotensin Reseptor Blocker (ARB), dan Beta Blocker. Penggunaan obat antihipertensi tunggal yang digunakan adalah golongan CCB 66,67%, ACE Inhibitor 6,41%, dan ARB 1,28%. Sedangkan penggunaan obat antihipertensi untuk kombinasi dua jenis 19,24%, kombinasi tiga jenis 6,40%. Pola peresepan obat antihipertensi yang digunakan di Puskesmas Seyegan Sleman Yogyakarta adalah golongan diuretik, CCB, ACE Inhibitor, ARB, dan Beta Blocker. Penggunaan obat antihipertensi tunggal yang paling banyak digunakan adalah golongan CCB dan untuk obat kombinasi dua jenis adalah golongan CCB dengan ACE Inhibitor.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT KORTIKOSTEROID DI APOTEK HS 23 PERIODE FEBRUARI – APRIL 2018 Ajeng Padma Kumala; Widianingtyas
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.38

Abstract

Kortikosteroid merupakan obat yang mempunyai khasiat dan indikasi klinis yang sangat luas, bahkan sering disebut sebagai life saving drug. Kortikosteroid merupakan obat yang sangat banyak dipakai dalam dunia kedokteran. Manfaat dari kortikosteroid cukup besar, tetapi efek samping yang tidak diharapkan cukup besar dan merugikan kesehatan. Efek samping yang cukup serius meliputi, diabetes mellitus, osteoporosis, hipertensi dan gangguan lambung. Dewasa ini penggunaan bat kortikosteroid meningkat. Banyak pasien membeli obat dari golongan kortikosteroid dalam jumlah banyak dan intensitas yang sering. Oleh sebab itu, peneliti melakukan penelitian untuk mengevaluasi pengetahuan pasien tentang obat kortikosteroid di Apotek Hs 23. Peneliti melakukan penelitian di Apotek Hs 23 karena tingkat penggunaan obat kortikosteroid tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif non eksperimental dengan menggunakan kuesioner. Setelah data dari kuesioner terkumpul kemudian data diolah lebih lanjut ke dalam pengecekan jawaban dan dianalisis secara deskriptif analitik. Dari hasil penelitian didapatkan hasil skor jawaban benar rata-rata 58,25%, termasuk kategori tingkat pengetahuan rendah karena skor jawaban < 60%. Tingkat penggunaan obat kortikosteroid di Apotek Hs 23 relatif tinggi yaitu 66,25%.
PENGARUH INTERVENSI PENYULUHAN OBAT GENERIK DAN OBAT BERMEREK TERHADAP PENGETAHUAN MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO Andi Wijaya; Ria Yunidha
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.39

Abstract

Penggunaan obat generik yang rendah disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai obat generik. Hal tersebut dikarenakan kurangnya informasi tentang obat generik di kalangan masyarakat. Pendidikan sangat berpengaruh terhadap pengetahuan seseorang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo tentang obat generik dan obat bermerek. Desain penelitian adalah One Group Pre-test Post-test. Responden diperoleh dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo sebanyak 58 orang. Seluruh responden menjalani pre-test dan post- test dengan menjawab 10 pertanyaan tentang obat generik dan obat bermerek. Pertanyaan yang diberikan mewakili 4 aspek pengetahuan tentang obat generik dan obat bermerek. Pada hari yang sama pemberian edukasi dilakukan berupa penyuluhan sebelum diadakan post-test. Data diuji secara statistik dengan tingkat kepercayaan 95% . Hasil menunjukkan perbedaan bermakna antara nilai post-test dengan pre-test dengan nilai p = 0,000 < 0,05 yang berarti Ho ditolak sehingga terbukti bahwa edukasi dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo tentang obat generik dan obat bermerek.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP DIARE PADA BALITA DI DESA GAMBIRAN RT 35 RW 09 UMBULHARJO V YOGYAKARTA BULAN JANUARI-MARET 2018 Harti Astuti; Nurtias Eka Anggraeni
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.42

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu penyakit utama morbiditas dan mortalitas pada anak di seluruh dunia yang sampai saat ini diare dinyatakan sebagai “Child killer” peringkat pertama di Indonesia. Hal ini dapat terjadi karena masalah kurangnya pengetahuan keluarga penderita terutama ibu pada anaknya dalam penanganan diare. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu terhadap penanganan diare pada balita di Desa Gambiran RT 35 RW 09 Umbulharjo V Yogyakarta pada bulan Januari-Maret 2018. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi potong silang (Cross Sectional). Subjeknya adalah 32 orang ibu yang memiliki balita. Selanjutnya data dianalisis dengan analisis deskriptif program SPSS 20. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden mayoritas memiliki nilai cukup, nilai untuk masing-masing yaitu baik sebanyak 7 responden (21,9%), cukup sebanyak 14 responden (43,8%), dan kurang sebanyak 11 responden (34,4%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gambaran pengetahuan ibu terhadap diare pada balita di Desa Gambiran RT 35 RW 09 Umbulharjo V Yogyakarta pada bulan Januari-Maret tahun 2018 adalah cukup.
TINGKAT PENGETAHUAN ANTIBIOTIK DI DESA NGLIPAR LOR RT 02/RW03, NGLIPAR, GUNUNGKIDUL Sri Dadi Wiharti; Vitenza Pramudhitasari Nuruddin
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.43

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang paling banyak digunakan pada infeksi yang disebabkan oleh bakteri,namun di lapangan masih banyak ditemukan bahwa juga digunakaan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus. Intensitas penggunaan yang tinggi dapat menimbulkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik di desa Nglipar Lor RT02/RW03. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian non-eksperimental yang tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu secara purposive menggunakan kuisioner.Jumlah populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 40 orang.Variabel yang akan diteliti adalah berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan dari warga. Berdasarkan jenis kelamin, antara laki-laki dan perempuan yang memiliki pengetahuan baik tentang penggunaan antibiotic adalah perempuan. Berdasarkan usia warga, tingkat pengetahuan yang baik terdapat pada range usia antara 25-50 tahun, Berdasarkan tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan baik didapatkan dari warga dengan latar belakang pendidikan lulusan SMA dan SMK. Dari ketiga variable penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa warga desa Nglipar Lor RT 02/RW03 memiliki pengetahuan yang baik dan mengerti tentang penggunaan antibiotic dengan baik dan benar.
EVALUASI KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI PUSKESMAS KRETEK KABUPATEN BANTUL PERIODE JANUARI – MARET 2018 Dwi Hastuti; Alfi Rachmalia Fatimah
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.44

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan. Data prevalensi kunjungan pasien diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Kretek tahun 2014 mengalami peningkatan sebesar 15%. Peningkatan jumlah kunjungan ini dikaitkan dengan meningkatnya komplikasi dan menurunnya tingkat kepatuhan pengobatan pasien diabetes mellitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran kepatuhan pasien diabetes mellitus tipe II di Puskesmas Kretek Kabupaten Bantul periode Januari - Maret 2018. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif noneksperimental dengan pengambilan data secara prospektif. Data diperoleh dari metode kuesioner MMAS-8 yang dibagikan kepada pasien yang memenuhi kriteria inklusi yaitu pasien diabetes mellitus tipe II yang mendapat obat antidiabetik oral dari Puskesmas Kretek pada bulan Januari – Maret 2018 dan bersedia menjadi responden. Jumlah sampel yang berhasil diperoleh peneliti sebanyak 44 responden dengan karakteristik yang telah ditentukan. Mayoritas responden pada penelitian ini berusia 45 – 54 tahun (43,18%), berjenis kelamin perempuan (77,27%), berpendidikan SMA ( 45,45%), dan ibu rumah tangga (38,63%). Hasil penelitian ini, sebagian besar responden dikategorikan tingkat kepatuhan rendah sebanyak 29 responden (66%), kepatuhan tinggi sebanyak 2 responden (4%), dan kepatuhan sedang sebanyak 13 responden (30%).
HUBUNGAN KEPELAYANAN KEFARMASIAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI APOTEK KIMIA FARMA 21 YOGYAKARTA PERIODE JANUARI-MARET 2018 Sheila P.V.J.; Fitri Sriwaty Situmorang
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.45

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peran penting dalam mewujudkan kesehatan bermutu, dimana apoteker sebagai bagian dari tenaga kesehatan mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang berkualitas (Anonim, 2016). Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasaan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma 21 Yogyakarta berdasarkan 5 dimensi kualitas pelayanan yang mencakup dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance serta empathy dan untuk mengetahui faktor-faktor yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian ini bersifat deskriptif dimana penelitian ini akan Mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma 21 Yogyakarta . Populasi adalah semua pasien yang berkunjung di Apotek Kimia Farma. Sampel penelitian ini adalah semua pasien yang membeli obat dengan resep di Apotek Kimia Farma yang berjumlah sebanyak 118 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Pengolahan data dilakukan dengan melakukan perhitungan persentase tiap jawaban yang diberikan oleh responden. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, dapat dilihat tingkat kepuasan pasien untuk setiap butir pertanyaan pada masing-masing dimensi . Hasil secara keseluruhan menunjukkan pasien memiliki persepsi puas terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma 21 yang diperoleh dengan menjumlahkan persepsi sangat puas dan puas, pada dimensi Tangible (bentuk fisik) sebesar 96,4%, pada dimensi Reliability (keandalan) 98,7%, pada dimensi Responsiveness (cepat tanggap) 98,9%, pada dimensi Assurance (jaminan) 99,4% , dan pada dimensi Empathy ( empati) 97,7% . Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma 21 dipersepsikan puas oleh sebagian besar pasien. Hal ini menunjukkan Apotek Kimia Farma 21 perlu mempertahankan kualitas pelayanan kefarmasiannya serta lebih ditingkatkan lagi.
TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS XII SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN “INDONESIA” YOGYAKARTA TERHADAP OBAT TRADISIONAL Sunardi; Sri Sumartini
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.46

Abstract

Penggunaan obat tradisional di Indonesia merupakan bagian dari budaya bangsa dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat sejak berabad-abad yang lalu. Pengetahuan tenaga kesehatan tentang obat tradisional yang benar dapat memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Sekolah Menengah Kejuruan “Indonesia“Yogyakarta mendidik siswa dengan kompetensi lulusan sebagai asisten Tenaga Teknik kefarmasian yang mempunyai kemampuan dibidang kefarmasianmeliputi obat modern dan obat tradisional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan tentang penggunaan obat tradisional pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan”Indonesia“ Yogyakarta. Penelitian ini dirancang secara non eksperimental (observatif) dengan data yang diperoleh melalui kuesioner. Penentuan responden secara accidental sampling yaitu pengambilan sampel yang mengambil sampel secara kebetulan. Data yang diambil adalah karakteristik responden meliputi usia dan jenis kelamin sertapengetahuan respondententang obat tradisional. Tingkat pengetahuan dikategorikan dalam tingkat rendah, sedang dan tinggi.Data di analisa secara diskriptif meliputi persentase demografi responden dan persentasetingkat pengetahuan pada tiap katagori. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan siswa Sekolah Menengah Kejuruan “Indonesia”Yogyakarta tentang penggunaan obat tradisional yaitu sebesar 79,02% dengan kategori baik, sebanyak 19,75% dengan kategori cukup dan 1,23% dengan kategori kurang.
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK SEDIAAN KRIM DAN SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN PARE (Momordica charantia L.) Fara Azzahra; Hastin Prastiwi; Solmaniati
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.47

Abstract

Daun pare (Momordica charantia L) mempunyai kandungan flavonoid, tanin, saponin, steroid, alkaloid, dan terpenoid yang dapat digunakan sebagai penyembuh luka. Berdasarkan aktivitasnya, penggunaan daun pare sebagai penyembuh luka dapat diupayakan menjadi bentuk sediaan yang lebih efektif, yaitu sediaan krim dan salep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik sediaan krim dan salep ekstrak etanol daun pare. Daun pare diekstraksi menggunakan metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diformulasikan dalam bentuk sediaan krim dan salep. Uji sifat fisik sediaan krim dan salep, meliputi organoleptik, homogenitas menggunakan mikroskop, pH dengan indikator pH universal, daya lekat, dan daya sebar. Hasil penelitian menunjukkan krim ekstrak etanol daun pare memiliki berwarna hijau kecoklatan, memiliki bau khas, berbentuk semipadat, homogen, daya lekat 1,09±0,10 detik, daya sebar 5,51 ± 0,37 cm. Salep ekstrak etanol daun pare memiliki berwarna hijau kecoklatan, memiliki bau khas, berbentuk semipadat, tidak homogen, daya lekat 6,76±0,88 detik, daya sebar 4,69±0,29 cm. Sediaan krim ekstrak etanol daun pare memenuhi persyaratan uji fisik, meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya lekat dan daya sebar. Sediaan salep ekstrak etanol daun pare memenuhi persyaratan uji fisik untuk pengujian organoleptis, uji pH, daya lekat, tetapi tidak memenuhi persyaratan homogenitas dan daya sebar.
PENGARUH PENGGUNAAN KARBOPOL DAN CMC-Na TERHADAP SIFAT FISIK PADA FORMULASI LOTION EKSTRAK KULIT PISANG AMBON (Musa paradisiaca var sapientum) Erma Yunita; Annisa Ayu Rinanda; Sukatrin Amalia Nur Habibah
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v0i0.48

Abstract

Kandungan kulit pisang Ambon (Musa paradisiaca var sapientum) adalah flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Aktivitas dari antioksidan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber kolagen, maka kulit pisang dapat dikembangkan menjadi suatu sediaan farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk formulasi lotion ekstrak kulit pisang Ambon dan menguji fisik lotion. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Penelitian menggunakan 6 formula dengan konsentrasi ekstrak kulit pisang Ambon 4%. Perbedaan konsentrasi terletak pada variasi konsentrasi karbopol dan CMC-Na. Formula I, II dan III masing-masing untuk formula dengan karbopol konsentrasi 0,3%, 0,4%, dan 0,5% dan Formula IV, V, dan VI masing-masing untuk formula dengan konsentrasi CMC-Na 0,25%, 0,5% dan 1,0%. Lotion diuji sifat fisiknya meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, dan daya lekat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi karbopol menyebabkan lotion menjadi lebih kental, namun tidak mempengaruhi pH, homogenitas, daya sebar, dan daya lekat lotion. Pada formulasi menunjukkan bahwa dalam penyimpanan selama empat minggu, lotion ekstrak kulit pisang Ambon Formula I,II, dan III memiliki bentuk, warna, bau, pH, homogenitas, kemampuan daya sebar dan lekat tidak mengalami perubahan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit pisang Ambon dapat dibuat sediaan lotion. Penggunaan karbopol menghasilkan sediaan dengan sifat fisik yang lebih stabil selama 4 minggu penyimpanan.

Page 9 of 20 | Total Record : 195