cover
Contact Name
Octariana Sofyan
Contact Email
lppm@afi.ac.id
Phone
+62274-370458
Journal Mail Official
lppm@afi.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Gang Jambu Kebrokan Pandeyan Umbulharjo Yogyakarta 55151
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kefarmasian AKFARINDO
ISSN : 25287257     EISSN : 25287265     DOI : -
The journal includes various fields of pharmaceuticals sciences such as: -Pharmacology and Toxicology -Pharmacokinetics -Community and Clinical Pharmacy -Pharmaceutical Chemistry -Pharmaceutical Biology -Pharmaceutics -Pharmaceutical Technology -Biopharmaceutics -Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology -Alternative medicines
Articles 203 Documents
HUBUNGAN KARAKTERISTIK RESPONDEN TERHADAP KADAR GULA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KABUPATEN BANTUL Nur Fauzia, Nisrina; ‘Aina Urfiyya, Qarriy
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1156

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) merupakan diabetes melitus (DM) yang paling banyak diderita, yaitu 90-95% dari seluruh jenis DM. Kadar gula darah puasa berperan dalam memantau kondisi gula darah pasien DM tipe 2 untuk mencegah komplikasi, dimana karakteristik pasien mempengaruhi kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan karakteristik responden terhadap kadar gula darah puasa pasien DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, pada pasien prolanis DM tipe 2 di 3 puskesmas Kabupaten Bantul meliputi Puskesmas Sewon 1, Puskesmas Piyungan dan Puskesmas Pleret dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Data yang dikumpulkan berupa kadar gula darah puasa, jenis kelamin, usia, pekerjaan dan pendidikan. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan SPSS versi 23 untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien terhadap kadar gula darah puasa. Hasil penelitian menunjukkan responden yang memiliki kadar gula darah puasa tercapai sebanyak 30 (37,5%) responden, didominasi oleh perempuan sebanyak 21 (26,25%) responden, usia 22-64 tahun sebanyak 26 (32,5%) responden, status pekerjaan bekerja sebanyak 22 (27,5%) responden dan pendidikan SMP/SMA sebanyak 35 (43,75%) responden. Uji chi-square menunjukkan hasil jenis kelamin (p value = 0,283), usia (p value = 0,028), pekerjaan (p value = 0,026), dan pendidikan (p value = 0,454), dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan usia dan pekerjaan dengan kadar gula darah puasa pada pasien DM tipe 2.
PENETAPAN KADAR KUERSETIN EKSTRAK DAUN ALPUKAT BERDASARKAN WAKTU PANEN DENGAN KLT-DENSITOMETRI Rollando, Rollando; Monica, Eva; Kotimah, Chusnul
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1160

Abstract

Daun alpukat (Persea americana Mill.) diketahui mengandung kuersetin, suatu senyawa flavonoid yang memiliki berbagai aktivitas farmakologis. Kandungan senyawa aktif dalam tanaman dapat bervariasi tergantung pada waktu panen, namun informasi mengenai waktu panen optimal untuk memperoleh kadar kuersetin tertinggi masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar kuersetin dalam daun alpukat berdasarkan waktu panen (pagi, siang, dan sore) menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis-Densitometri (KLT-Densitometri) yang telah divalidasi. Penelitian ini dilakukan dengan mengeringkan daun alpukat segar, mengekstraksinya menggunakan etanol 70%, kemudian menganalisis kadar kuersetinnya menggunakan sistem fase gerak kloroform:metanol:asam asetat (8:1,5:0,5) dengan pemindaian pada panjang gelombang maksimum 366 nm. Validasi metode menunjukkan hasil yang memenuhi syarat dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,9987, akurasi dalam rentang 98-101%, dan presisi yang baik (RSD < 2,5%). Data dianalisis menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui signifikansi perbedaan antar waktu panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kuersetin tertinggi diperoleh dari daun yang dipanen pada siang hari, yaitu sebesar 5,84 ± 0,12 mg/g bahan kering, diikuti oleh sore hari (4,26 ± 0,10 mg/g), dan terendah pada pagi hari (3,12 ± 0,08 mg/g). Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p < 0,05) antar kelompok waktu panen. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa waktu panen berpengaruh nyata terhadap kadar kuersetin dalam daun alpukat, dan panen pada siang hari merupakan waktu terbaik untuk memperoleh kadar kuersetin yang maksimal.
PENGARUH PENGETAHUAN TERHADAP SIKAP APOTEKER PADA PENGGUNAAN OBAT HALAL DI KABUPATEN BANTUL Tarwiyah Rahmadani; Amrina Amalia Yogananda; Listiana Hidayati
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1180

Abstract

Penggunaan obat halal di Kabupaten Bantul telah menjadi perhatian utama dalam praktik farmasi karena nilai-nilai keagamaan yang kuat di masyarakat. Pengetahuan yang dimiliki apoteker tentang konsep halal sangat penting dalam memastikan bahwa obat-obatan yang disediakan di apotek memenuhi standar kehalalan yang diinginkan oleh konsumen muslim. Tingkat pengetahuan apoteker tentang obat halal secara langsung mempengaruhi sikap mereka terhadap pelayanan farmasi, termasuk dalam menjelaskan kepada pasien mengenai kehalalan obat yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap apoteker tentang penggunaan obat halal serta mengetahui pengaruh pengetahuan terhadap sikap apoteker tentang penggunaan obat halal di Kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat observasional dengan desain cross sectional menggunakan kuesioner terhadap 103 apoteker di apotek di Kabupaten Bantul. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yang harus memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah apoteker yang praktik di sarana pelayanan kefarmasian di Kabupaten Bantul dan apoteker yang bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah apoteker yang tidak mengisi kuesioner yang lengkap. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik Chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang obat halal dikategorikan baik (80,6%), sikap responden tentang obat halal dikategorikan positif (82,5%). Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap apoteker (Sig. 0,001 < 0,05). Kesimpulannya, pengetahuan yang baik berpengaruh positif terhadap sikap apoteker dalam mendukung penggunaan obat halal.
ANALISIS KOMPARATIF AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK PAKU KEPALA TUPAI (Drynaria quercifolia) DARI PEGUNUNGAN CIREMAI MENGGUNAKAN METODE DPPH DAN ABTS Mustofa, Rifqi; Fadhilati, Fiya; Urwatul Wutsqa, Yusfia; Muhammad Fauzi, Fawwaz
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1183

Abstract

Tumbuhan paku kepala tupai (Drynaria quercifolia) merupakan tumbuhan yang persebaranya dari India, Cina selatan, dan negara-negara Asia tenggara. Tumbuhan ini banyak ditemukan pada pohon yang berusia tua didaerah dataran rendah. Drynaria quercifolia memiliki rhizoma dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan tumbuhan paku epifit lain yaitu dengan diameter 2 cm lebih. Drynaria quercifolia merupakan tumbuhan yang memiliki kandungan flavonoid, fenolik, alkaloid, steroid, saponin dan tanin sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar antioksidan pada tumbuhan paku D. quercifolia dengan menggunakan metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil) dan ABTS (2,2- Azino - Bis (3-Etilbenzotiazolin -6- Asamsulfonat)). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH menggunakan pelarut metanol dan metode ABTS menggunakan pelarut etanol. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental. Data hasil uji dianalisis secara kuantitatif untuk menentukan nilai IC₅₀. Penelitian ini menunjukan ekstrak metanol D. quercifolia memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, fenolik, tanin, steroid dan saponin. Hasil uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH diperoleh nilai IC50 pada ekstrak metanol D. quercifolia sebesar 112,386 μg/ml sehingga termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan pada metode ABTS didapatkan hasil IC50 3,288 ppm yang artinya nilai IC50 tergolong sangat kuat. Kesimpulan dari penelitian ini, ekstrak metanol Drynaria quercifolia menunjukkan aktivitas antioksidan yang berbeda berdasarkan metode pengujian, yaitu aktivitas sedang pada metode DPPH, dan aktivitas sangat kuat pada metode ABTS.
UJI AKTIVITAS FIBRINOLITIK EKSTRAK ENZIM TEMPE GEMBUS DENGAN METODE CLOT LYSIS SECARA IN VITRO Jeny Suci Anggraini, Aliffia; Ana Indrayati; Endang Sri Rejeki
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1187

Abstract

Aktivitas fibrinolitik merupakan proses pemecahan fibrin yang berperan penting dalam mencegah dan mengatasi pembentukan bekuan darah berlebih. Tempe gembus adalah hasil fermentasi dari sisa pembuatan tahu oleh mikroorganisme Rhizopus sp., diketahui masih mengandung protein yang berpotensi sebagai agen fibrinolitik alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein ekstrak enzim tempe gembus, menguji potensi aktivitas fibrinolitik, serta menentukan konsentrasi optimum dalam melisiskan bekuan darah secara in vitro menggunakan metode clot lysis. Pengambilan sampel dilakukan secara acak, kemudian dilakukan identifikasi gen pada tempe gembus dengan NCBI dan ClustalW. Tempe gembus yang didapat kemudian diekstraksi menggunakan buffer fosfat, dilanjutkan dengan pemurnian menggunakan ammonium sulfat 80%. Hasil ekstraksi digunakan untuk pengukuran kadar protein dengan metode Lowry. Pengujian aktivitas fibrinolitik dengan variasi konsentrasi 15%, 25%, 50%, dan 100% pada sampel dilakukan sebelum dan sesudah pemurnian. Nattokinase digunakan sebagai kontrol positif dan buffer fosfat sebagai kontrol negatif. Pengamatan lisis dengan metode clot lysis. Selanjutnya hasil clot lysis dianalisis menggunakan ANOVA pada aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar protein dalam ekstrak enzim tempe gembus menggunakan metode Lowry pada sampel sebelum pemurnian diperoleh 40,02µg/mL dan setelah pemurnian diperoleh 104,27 µg/mL. Persentase lisis bekuan darah yang optimum pada konsentrasi 100% dari sampel, dan setelah pemurnian sebesar 57%, yang berpotensi sebagai obat fibrinolitik secara in vitro.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK BIJI JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) DAN DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 Tria Agustina; Ismi Rahmawati; Fitri Kurniasari
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1191

Abstract

Pseudomonas secara intrinsik resisten terhadap antimikroba dan dapat mengembangkan resistensi selama kemoterapi antipseudomonal yang keduanya membahayakan pengobatan infeksi. Biji jintan hitam mengandung thymoquinone yang telah terbukti menghambat Pseudomonas, sementara daun cengkeh kaya eugenol yang memiliki aktivitas antibakteri signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol biji jintan hitam dan daun cengkeh terhadap Pseudomonas, serta mengidentifikasi kombinasi tersebut menghasilkan efek sinergis atau antagonis. Penelitian ini menggunakan metode True Experimental Design dengan metode uji difusi cakram dan pita kertas. Uji dilusi digunakan untuk menetapkan nilai KHM dan KBM berdasarkan perbandingan yang paling efektif dalam membunuh bakteri dengan seri pengenceran mulai dari konsentrasi 50%; 25%; 12,5%; 6,25%; 3,12%; 1,56%; 0,78%; 0,39%; 0,19%; 0,09%. Uji difusi dengan kertas cakram menggunakan perbandingan antara (1:1); (1:2); (2:1). Aktivitas antibakteri kombinasi dilakukan uji pola interaksi menggunakan metode pita kertas. Analisis data menggunakan SPSS dengan nilai signifikansi (p> 0,05). Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tidak dapat ditentukan nilai KHM karena ekstrak berwarna gelap. Ekstrak biji jintan hitam memiliki KBM 50% dan daun cengkeh memiliki KBM 50%. Hasil uji difusi pada ekstrak tunggal biji jintan hitam memiliki diameter 20 mm dan daun cengkeh 17,7 mm. Kombinasi (1:1) memiliki diameter daya hambat 14,43 mm, kombinasi (1:2) 17,1 mm dan kombinasi (2:1) 20,43 mm. Aktivitas antibakteri kombinasi biji jintan hitam dan daun cengkeh yang efektif adalah perbandingan (2:1). Pada uji pita kertas hasil yang didapatkan adalah bersifat sinergis.
HUBUNGAN KETEPATAN TERAPI DENGAN OUTCOME KLINIS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GAMPING Rizqiana Tri Aryaningrum; Saputri, Ginanjar Zukhruf; Akrom; Lalu M Irham; Woro Supadmi; Joko Sudibyo
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1221

Abstract

Prevalensi Diabetes Melitus tipe 2 disertai hipertensi masih tinggi, mencapai 50-75% secara global. Kejadian Medication error masih menjadi problem di beberapa negara, mencapai sekitar 70%, sehingga mempengaruhi kegagalan dalam pencapaian target terapi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan ketepatan terapi dengan outcome klinis pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan hipertensi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Metode penelitian menggunakan non-eksperimental berupa kajian deskriptif dan analitik dengan pendekatan retrospektif dengan 37 rekam medik pasien DMT2 -hipertensi rawat jalan periode Januari - Desember 2024 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping. Analisis ketepatan terapi mengacu pada guideline JNC VIII, PERHI, PERKENI, dan ADA. Analisis statistik dilakukan dengan analisis chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan analisis terapi antidiabetes meliputi tepat indikasi (100%), tepat pasien (100%), tepat dosis (100%), tepat frekuensi (100%), dan tepat rute pemberian (100%). Adapun pada analisis terapi antihipertensi menunjukan tepat indikasi (100%), tepat pasien (97,3%), tepat dosis (100%), tepat frekuensi (100%), dan tepat rute pemberian (100%). Hasil perbaikan outcome klinis rata-rata kadar GDS dan/atau GDP baik pada pemeriksaan bulan pertama dan kedua sebanyak 37 pasien (100%) mengalami penurunan dan terkontrol, begitu juga pada hasil perbaikan outcome klinis rata-rata tekanan darah diastole 37 pasien (100%) mengalami penurunan dan terkontrol, namun berbeda dengan rata-rata tekanan darah sistol, beberapa pasien masih belum terkontrol. Kesimpulan penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan antara ketepatan terapi dengan outcome klinis berupa GDS dan/GDP maupun tekanan darah dengan nilai p-value sebesar 1,000 (p>0,05).
UJI AKTIVITAS INHIBISI TIROSINASE EKSTRAK ETANOL RIMPANG PACING (Costus speciosus) Lestari, Kharina Septi; Wahyudi, Vierly Stephany Putri; Kaniawati, Marita; Istiqomah, Aulia Nurfazri; Pratama, Reza
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1235

Abstract

Melanin merupakan pigmen utama yang menentukan warna kulit, namun produksinya yang berlebihan dapat menyebabkan hiperpigmentasi seperti melasma. Enzim tirosinase memiliki peran penting dalam biosintesis melanin, sehingga penghambatan aktivitas enzim ini menjadi target utama dalam penanganan hiperpigmentasi. Rimpang pacing (Costus speciosus) diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin yang dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan serta berpotensi menghambat aktivitas tirosinase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas inhibitor tirosinase dari ekstrak etanol rimpang pacing (Costus speciosus), menentukan nilai persen inhibisi, serta nilai IC₅₀-nya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang dilakukan secara in vitro. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Penapisan fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, steroid, dan senyawa fenolik. Uji aktivitas tirosinase dilakukan secara in vitro menggunakan metode ELISA dengan substrat L-DOPA dan enzim mushroom tyrosinase, serta pengukuran absorbansi pada panjang gelombang 490 nm. Data persen inhibisi dihitung dari nilai absorbansi hasil pengujian, kemudian digunakan untuk menentukan nilai IC₅₀ melalui analisis hubungan antara konsentrasi sampel dan persen inhibisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol rimpang pacing memiliki aktivitas penghambatan enzim tirosinase dengan persentase inhibisi tertinggi sebesar 65,91% pada konsentrasi 10.000 ppm. Aktivitas penghambatan ekstrak tergolong lebih lemah dibandingkan kontrol positif asam kojat yang memiliki nilai IC₅₀ sebesar 45,96 ppm. Dengan demikian, ekstrak rimpang pacing memiliki potensi sebagai agen anti-hiperpigmentasi alami, namun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitasnya.
PERSEPSI PASIEN TERHADAP PERAN APOTEKER DALAM PELAYANAN KIE DI RSUD BANGGAI LAUT 2025 Moh. Djidan Putra Pratama Djibran; Lucia Vita Inandha Dewi; Santi Dwi Astuti
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1242

Abstract

Peran apoteker dalam pelayanan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) sangat penting dalam menjamin penggunaan obat yang aman dan efektif serta meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi. Keberhasilan pelayanan KIE tidak hanya ditentukan oleh kompetensi apoteker, tetapi juga oleh persepsi pasien terhadap peran apoteker sebagai komunikator, informan klinis, dan edukator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan persepsi pasien terhadap apoteker dalam pelayanan KIE di instalasi farmasi RSUD Kabupaten Banggai Laut. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah 91 pasien rawat jalan berusia ≥19 tahun yang telah menerima pelayanan kefarmasian minimal dua kali dan bersedia berpartisipasi dengan menandatangani informed consent. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden, peran apoteker, dan persepsi pasien, serta analisis inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui perbedaan antara peran apoteker dan persepsi pasien, dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pasien terhadap peran apoteker dalam pelayanan KIE sebagian besar tergolong positif, dengan persentase tertinggi pada aspek komunikator (98,90%), diikuti informan klinis (97,70%) dan edukator (96,80%). Penilaian terhadap peran apoteker sendiri juga tergolong baik, dengan nilai 84,80% pada aspek komunikator, 84,61% pada informan klinis, dan 84,06% pada edukator. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank Test (Z = −8,294; p < 0,001), terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi pasien dan penilaian peran apoteker. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu peran apoteker dalam pelayanan KIE tergolong baik, sedangkan persepsi pasien terhadap peran apoteker tergolong positif.
UJI AKTIVITAS FIBRINOLITIK EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) DENGAN METODE CLOT LYSIS Apriyana; Ana Indrayati; Fitri Kurniasari
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1254

Abstract

Ketidakseimbangan sistem hemostasis dapat memicu pembentukan bekuan fibrin yang dapat menyumbat pembuluh darah berisiko menyebabkan gangguan sirkulasi. Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi untuk meningkatkan plasminogen menjadi plasmin enzim utama dalam proses fibrinolisis yang berperan memecah fibrin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fibrinolitik dari ekstrak etanol dan fraksi daun belimbing wuluh n-heksana, etil asetat, dan air menggunakan metode clot lysis. Daun belimbing wuluh dilakukan determinasi, diolah hingga menjadi serbuk. Penetapan susut pengeringan serbuk, ekstraksi serbuk dengan etanol 96%, penetapan kadar air ekstrak. Fraksinasi ekstrak dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Identifikasi senyawa kimia kromatografi lapis tipis. Uji fibrinolitik menggunakan metode clot lysis sampel darah kelinci dengan kontrol positif nattokinase dan kontrol negatif aquadest 1% tween, ekstrak etanol dan fraksi dibuat variasi konsentrasi 10, 20, dan 30 mg/ml. Pengujian fibrinolitik dengan metode clot lysis variasi konsentrasi 10, 20, dan 30mg/ml ekstrak dan fraksiSenyawa yang diduga memiliki aktivitas fibrinolitik yaitu flavonoid, saponin dan minyak atsiri. Hasil uji menunjukkan aktivitas tertinggi fraksi etil asetat konsentrasi 30mg/ml yaitu 89,72%. Hasil analisis data SPSS (Statistical Package For The Social Science) uji Post-Hoc Tukey menghasilkan fraksi etil asetat 30mg/ml memiliki aktivitas fibrinolitik yang tinggi karena berada pada subset yang sama dengan kontrol positif dan nilai yang didapatkan tidak berada jauh yaitu sebesar 96,54%. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) serta fraksi n-heksan, etil asetat, dan air, seluruhnya menunjukkan kemampuan fibrinolitik.