Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan
Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan aims to facilitate interaction, discussion and updating of ideas from Students of Education, Sociology and Anthropology in Indonesia. Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan contains empirical research in the fields of Education, Sociology and Anthropology.
Articles
455 Documents
Adaptasi Orang Tua Menghadapi Perubahan Belajar Anak dari Belajar Daring menjadi Pembelajaran Tatap Muka
Maya Lestari;
Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v5i3.675
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk adaptasi orang tua dalam menghadapi perubahan belajar anak dari belajar daring menjadi pembelajaran tatap muka, di Desa Kubu Pasaman. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang dihadapi orang tua terkait perubahan pembelajaran yang menyongsong era new normal dengan belajar tatap muka. Permasalahan tersebut membutuhkan penanganan dari orang tua selaku pendamping anak belajar dengan menerapkan langkah-langkah adaptasi di dalam keluarga, khususnya keluarga petani di lokasi penelitian yakni Desa Kubu. Hal ini menarik menurut peneliti untuk dikaji lebih dalam lagi. Jika penelitian lainnya fokus pada permasalahan pembelajaran tatap muka saat ini di desa, bedanya dengan peneliti memfokuskan di desa dengan merangkum pada orang tua yang bekerja sebagai petani yang dirasa membutuhkan kajian lebih lanjut tentang bagaimana penyelesaian permasalahan orang tua terkait perubahan pembelajaran tatap muka saat sekarang ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus intrinsik. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan informan sebanyak 23 orang, dengan kriteria 15 orang kepala keluarga, 4 orang anak, 2 kerabat, 5 tetangga dan seorang guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam menghadapi perubahan belajar anak dari yang semula belajar daring berubah menjadi pembelajaran tatap muka, orang tua menghadapi berbagai kendala. Hal ini menuntut orang tua untuk mampu bersikap adaptif atau mampu menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Bentuk adaptasi yang dilakukan orang tua diantaranya pendisiplinan belajar anak, pendampingan belajar anak, fasilitas belajar, dan kontrol bermain pada anak.
Strategi Bertahan Hidup Keluarga Buruh Tani Sawit Korban PHK di Era Pandemi COVID-19
Anjeli Anjeli;
Nora Susilawati
Jurnal Perspektif Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v5i3.676
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi bertahan hidup keluarga buruh tani sawit korban PHK di era pandemi covid-19 di Nagari Koto Nan Empat Dibawuh Kecamatan IX Koto Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dampak PHK oleh perusahaan selama pandemi covid-19, hal itu sangat mempengaruhi keluarga buruh tani sawit yang bekerja di PT DSL sebagai tempat bergantung hidup, penghasilan yang tidak ada cukup berpengaruh terhadap keharmonisan rumah tangga keluarga buruh tani sawit korban PHK hal inilah yang menjadi ketertarikan oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan analisis teori Pilihan Rasional James S Coleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus intrinsik. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan informan sebanyak 15 orang yang terdiri dari 10 orang buruh tani sawit korban PHK, 4 orang istri buruh tani sawit korban PHK, dan 1 orang kerabat dari buruh tani sawit korban PHK. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi yang dilakukan oleh buruh tani sawit korban PHK dalam bertahan hidup ditengah covid-19, strategi yang dilakukan buruh tani sawit diantaranya: pertama, meminjam uang kepada kerabat, kedua, beralih mata pencaharian, peralihan mata pencaharian dibagi tiga yaitu membuat kerajinan rumah tangga, beternak ikan, dan menjadi driver ojek online. Ketiga, menerapkan pola nafkah ganda.
Interaksi Sosial Siswa Suku Minangkabau Dengan Suku Batak Mandailing di SMAN 1 Padang Gelugur
Ahmad Fauzi Lubis;
Junaidi Junaidi
Jurnal Perspektif Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v5i3.677
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk interaksi sosial antara siswa suku Minangkabau dan siswa suku Mandailing di lingkungan SMA Negeri 1 Padang Gelugur, Pasaman. Hal yang menarik dari penelitian ini adalah di SMAN 1 Padang Gelugur banyak terdapat berbagai suku bangsa yang berbeda di sekolah tersebut tapi mereka hidup berdampingan dan tidak ada konflik yang terjadi walaupun mereka berbeda bahasa tetapi mereka tetap kompak sebagaimana sekolah pada umumnya. Hasil penelitian ini akan berguna bagi guru sebagai salah satu pedoman dalam bentuk interaksi sosial khususnya interaksi antara siswa Minangkabau dengan siswa Mandailing dengan meningkatkan solidaritas antar siswa yang berbeda suku agar dapat meningkatkan kerjasama dan toleransi dengan siswa. Teori yang relevan dalam penelitian ini adalah teori aksi yang dikemukakan oleh Talcott Parsons karena berkaitan dengan interaksi sosial antara siswa Minangkabau dengan siswa Mandailing di SMAN 1 Padang Gelugur. Dengan melihat tujuan dari penelitian ini sendiri maka dapat diketahui bahwa jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan deskriptif. Dimana teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data yang dihasilkan dianalisis dengan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi agar data yang dihasilkan dapat teruji keabsahannya. Hasil penelitian menunjukkan adanya: pertama, bersama-sama mengerjakan tugas. Kedua, persaingan dalam hal akademik. Ketiga, pertikaian, keempat, penyelesaian masalah. Maka dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial antara siswa suku Minangkabau dengan siswa suku Mandailing terdapat hubungan solidaritas, kerjasama, asosiatif dan disosiatif.
Aktivitas Waktu Luang Anak Jalanan Penjual Kantong Kresek di Pasar Raya Kota Padang
Vioni Susanti Ramadhani;
Ikhwan Ikhwan
Jurnal Perspektif Vol 5 No 4 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v5i4.680
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk aktivitas waktu luang anak jalanan penjual kantong kresek di Pasar Raya Kota Padang. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah teori Pilihan Rasional oleh James S. Coleman. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan tipe penelitian studi kasus. Lokasi penelitian ini di Pasar Raya Kota Padang bagian pasar sembako. Pemilihan informan dilakukan dengan cara teknik purposive sampling dengan 11 informan yang peneliti kelompokan menjadi 3 kelompok. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Berdasaran hasil penelitian yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa anak jalanan penjual kantong kresek mengisi aktivitas waktu luangnya dengan kegiatan yang tidak membutuhkan biaya, karena tujuan anak jalanan ini berjualan yaitu untuk membantu perekonomian keluarga. Ada pun hasil dari penelitian tersebut anak jalanan mengisi waktu luang dengan beberapa kegiatan yaitu pertama, Kegiatan relaksasi, anak jalanan penjual kanong kresek mengisi waktu luang dengan beristirahat sambil bercerita atau mengobrol dan menonton orang bermain bola. Kedua, Kegiatan hiburan yaitu dengan bermain bola di lapangan Imam Bonjol, bermain petak umpet, bermain sepak tekong, dan bermain kejar hand. Ketiga, kegiatan pengembangan diri yaitu dengan mengikuti kegiatan mengaji di mushalla dan dirumah ustadzah di dekat rumah anak jalanan penjual kantong kresek.
Pertukaran Sosial antara Petani dan Usaha Penggilingan Padi di Nagari Kambang Timur
Elvina Rusma Nengsih;
Delmira Syafrini
Jurnal Perspektif Vol 5 No 4 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v5i4.686
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk dan faktor penyebab terjadinya pertukaran sosial antara petani dan usaha penggilingan padi di Kenagarian Kambang Timur. Hal ini menarik untuk diteliti karena hubungan yang terjadi antara petani dan usaha penggilingan padi bukan hanya hubungan ekonomi saja tetapi terdapat hubungan lain di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus intrinsik.Teknik pemilihan informan, menggunakan teknik purposive sampling dengan informan sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi non partisipasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, teori pertukaran sosial George C Homans. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bentuk pertukaran sosial yang terjadi antara petani dan usaha penggilingan padi di Nagari Kambang Timur ada empat: Pertama, adanya pertukaran yang bersifat mengikat. Kedua, adanya pertukaran dalam bentuk jasa. Ketiga, adanya pertukaran dalam hubungan sosial dan keempat, pertukaran dalam bentuk bonus. Selanjutnya faktor penyebab terjadinya pertukaran sosial dalam interaksi antara petani dan usaha penggilingan padi: Pertama, faktor hutang piutang yaitu petani telah terikat utang dengan usaha penggilingan padi. Kedua, faktor pergaulan yaitu didasarkan atas interaksi yang terjadi antara petani dengan usaha penggilingan padi. Ketiga, faktor kekeluargaan yaitu didasarkan atas hubungan darah. Keempat, faktor status atau Kedudukan sosial yaitu didasarkan atas dasar kedudukan sosial seseorang dalam masyarakat.
Peran Kompas dalam Proses Pemenangan Ahmadi-Antos pada Pilkada 2020 di Kota Sungai Penuh
Wulan Famelya Despita;
Mohammad Isa Gautama
Jurnal Perspektif Vol 5 No 4 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v5i4.687
Latar belakang penelitian ini bermula dari kemenangan Ahmadi-Antos dalam Pilkada Sungai Penuh tahun 2020. Dengan segala keterbatasan dalam masa pandemi, paslon Ahmadi-Antos melakukan pengorganisasian tim sukses dalam kampanye daring. Di dalam wadah KOMPAS (Komunitas Milenial Pendukung Ahmadi-Antos), milenial lahir dan tumbuh dengan perbedaan suku dan budaya untuk bertekad menyatukan visi dan persepsi guna mewujudkan peranannya dalam proses pembangunan Kota Sungai Penuh maju berkeadilan. KOMPAS difungsikan sebagai sentral informasi dalam rangka pemenangan Ahmadi-Antos. Terlepas apakah KOMPAS membuatnya menang atau tidak, tapi menarik untuk dilihat bagaimana kinerja, program kerja, pengorganisasian, serta peran dari KOMPAS dalam melakukan aktivitas kampanye Ahmadi-Antos secara daring. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Peran KOMPAS Dalam Proses Pemenangan Ahmadi-Antos Pada Pilkada 2020 di Kota Sungai Penuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Pemilihan informan memakai teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 11 orang. Dalam penelitian ini dianalisis dengan teori Kontingensi oleh Joan Woodwoard dan Paul Lawrence.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peran KOMPAS antara lain, pencitraan pasangan calon Ahmadi-Antos, Strategi Mobilisasi, Optimalisasi Kampanye di Media Sosial.
Pengendalian Represif oleh Keluarga Pada Pelaku Penyalahgunaan Narkoba
Ayu Maireza;
Eka Vidya Putra
Jurnal Perspektif Vol 5 No 4 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v5i4.688
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengendalian represif oleh keluarga pada pelaku penyalahgunaan Narkoba. Objek dari penelitian ini adalah remaja di Kenagarian Koto Tangah Batu Ampa Kecamatan Akabiluru. Berdasarkan data ditemukan Remaja di Kenagarian Koto Tangah Batu Ampa banyak terlibat dalam pemakaian Narkoba Khususnya jenis sabu-sabu, beberapa pernah di rehabilitasi dan dikembalikan kepada keluarga. Masalahnya adalah rehabilitasi belum tentu memberikan efek jera kepada remaja untuk tidak mengulangi kesalahan kedua kalinya. Oleh karena itu, penting pengendalian represif oleh keluarga kepada remaja, penelitian ini beranjak dari cara berfikir tersebut. Penelitian ini menggunakan teori kontrol sosial oleh Travis Hirschi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik dalam pemilihan informan adalah dengan purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 8 orang informan. Pengumpulan data dengan cara observasi,wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis Miles dan Huberman. Lokasi penelitian dilakukan di Kenagarian Koto Tangah Batu Ampa Kecamatan Akabiluru Kabupaten 50 Kota. Hasil analisis menunjukan bentuk-bentuk pengendalian represif oleh keluarga pada pelaku penyalahgunaan Narkoba jenis sabu-sabu di kalangan remaja, yaitu dengan cara pertama teguran keras yang disampaikan secara lisan, kedua pengawasan ketat, ketiga ancaman dan yang keempat pemberian sanksi.
Interaksi Pengasuh Asrama dengan Anak Berkebutuhan Khusus dalam Membentuk Karakter di Asrama Sekolah Luar Biasa Negeri Muara Bungo
Aruni Widya Kusuma;
Mira Hasti Hasmira
Jurnal Perspektif Vol 5 No 4 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v5i4.689
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana interaksi pengasuh asrama dengan anak berkebutuhan khusus dalam membentuk karakternya di Asrama Sekolah Luar Biasa Negeri Muara Bungo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku tidak baik yang ditunjukkan oleh anak berkebutuhan khusus di asrama, yang dapat menyebabkan penurunan kualitas nilai karakter pada anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simbolik yang dikemukakan oleh George Herbert Mead. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial yang dilakukan antara pengasuh dan anak berkebutuhan khusus dalam membentuk karakternya di asrama, dilakukan dengan secara langsung, seperti menyebut nama dan berbicara secara jelas terhadap anak autisme, tunagrahita dan tunadaksa. Dan juga dilakukan interaksi secara tidak langsung, yaitu dengan menggunakan bahasa isyarat bagi anak tunarungu. Sehingga, dengan interaksi yang dilakukan pengasuh dengan anak berkebutuhan khusus, dapat meningkatkan kualitas karakter yang tertanam dalam diri anak kebutuhan khusus. Pembentukan nilai-nilai karakter tersebut antara lain, religius, disiplin, kreatif, mandiri, peduli lingkungan dan peduli sosial. Terdapat satu karakter yang belum tertanam dengan baik dalam anak berkebutuhan khusus, yaitu karakter jujur. Kendala yang dihadapi pengasuh asrama dalam membentuk karakter anak berkebutuhan khusus adalah, dalam penggunaan bahasa yang dilakukan untuk berinteraksi dengan anak berkebutuhan di asrama.
Perilaku Memilih Masyarakat Maek dalam Pemilihan Wali Nagari
Deovan Adrian;
Eka Vidya Putra
Jurnal Perspektif Vol 5 No 4 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v5i4.691
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perilaku memilih masyarakat Maek dalam Pemilihan Wali Nagari. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Pilihan Rasional James Coleman. Teori pilihan rasional merupakan tindakan perorangan yang menuju ke suatu tujuan. Aktor dilihat sebagai manusia yang memiliki tujuan dan maksud. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik purposive sampling. Informan penelitian 12 orang, meliputi masyarakat Nagari Maek, Niniak Mamak, anggota Badan Musyawarah Nagari Maek, Ketua Kerapatan Adat Nagari, Pemuka Ulama. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Untuk menganalisis data digunakan triangulasi data dan menggunakan model Miles dan Huberman, tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa kecenderungan perilaku memilih masyarakat Nagari Maek dalam menentukan pilihanya pada PILWANA berdasarkan Tingkat Pendidikan dari calon wali nagari, dari hasil wawancara hal yang dilihat oleh masyarakat Nagari Maek yaitu berdasarkan latar belakang pendidikanya, karena masyarakat Maek beranggapan wali nagari itu harus orang yang pintar, berpendidikan tinggi dan inovatif, sehingga bisa memajukan Nagari Maek kedepannya. Usia, juga menjadi pertimbangan oleh masyarakat Maek dalam memilih wali nagari, dibuktikan dengan beberapa wali nagari terpilih di Maek rata-rata berusia muda yakni 30 tahun hingga 42 tahun dan berdasarkan kedekatan kekerabatan, pengalaman kepemimpinan.
Perilaku Sehat Mahasiswa (Studi Kasus Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang)
Ema Karlina;
Erda Fitriani
Jurnal Perspektif Vol 5 No 4 (2022): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v5i4.696
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan perilaku sehat yang diterapkan oleh mahasiswa FIS UNP. Hal ini menarik untuk dikaji karena banyaknya ancaman berbagai macam penyakit yang mampu mengganggu kondisi kesehatan mahasiswa FIS UNP. Temuan penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori aksi Talcott Parsons. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang dari tanggal 1 Agustus 2022 sampai dengan 1 November 2022. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Wawancara dilakukan kepada 16 orang informan terdiri dari mahasiswa aktif FIS UNP, mahasiswa yang tergabung kedalam organisasi kemahasiswaan, dan teman terdekat informan penelitian. Teknik triangulasi yang digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber dan teknik. Analisis data yang digunakan adalah model analisis data menurut Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan diperoleh bahwa: perilaku sehat yang diterapkan oleh mahasiswa FIS UNP yakni, Menjaga pola makan minimal 2 kali, mengkonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan dan suplemen atau vitamin dalam menjaga daya tahan tubuh mereka. Melakukan aktivitas fisik seperti, aktivitas olahraga ringan minimal 10 menit sehari, memperbanyak berjalan kaki, dan lain sebagainya, serta membiasakan tidur jam 10 dan tidak membiasakan untuk begadang. Menjaga kebersihan diri mereka dengan rutin mandi minimal 2-3 kali sehari, membiasakan untuk mencuci tangan dan membiasakan mencuci pakaian setelah dipakai satu kali. Menjaga kebersihan lingkungan, dengan menyapu dan membuang sampah agar kost bersih, nyaman dan layak sebagai tempat tinggal.