Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan
Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan aims to facilitate interaction, discussion and updating of ideas from Students of Education, Sociology and Anthropology in Indonesia. Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan contains empirical research in the fields of Education, Sociology and Anthropology.
Articles
455 Documents
Populisme Dangdut dalam Bingkai Budaya Populer
Adriyani, Ayu;
Putera, AB Sarca;
Amran, Sri Oktika;
Triyandra, Annisa Citra;
Hendra, Muhammad David;
Giswhandani, Mariesa
Jurnal Perspektif Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v7i1.897
Dangdut adalah musik yang lahir dan populer di Indonesia. Tren dangdut yang terus menanjak dipandang sebagai sebuah potensi oleh media-media besar. Ragam acara dangdut pun mendapat ruang tersendiri di program-program televisi nasional. Menjamurnya program dangdut menandakan bahwa peminat dangdut adalah segmen penting dalam industri pertelevisian. Berbagai ajang pencarian bakat dalam musik dangdut juga terus digelar. Melalui fenomena ini, konsep budaya populer merupakan pisau analisis utama yang digunakan untuk membedah musik dangdut di dalam studi ini. Sehingga, sudut pandang ini memberi ruang ekplorasi yang lebih dalam terhadap konsep budaya populer untuk mengkaji musik dangdut itu sendiri. Studi ini adalah conceptual paper dan menggunakan teknik kepustakaan dalam proses pengumpulan data. Tujuan dari studi ini adalah untuk melihat dan menganalisis bagaimana posisi musik dangdut dalam dalam bingkai (perspektif) budaya populer. Hasilnya, studi ini menunjukkan bahwa dangdut sebagai musik yang populis menjadi arena pertarungan kekuasaan yang tidak pernah netral, dangdut sebagai produk budaya populer seringkali menjadi arena perebutan kekuasaan bagi kelompok-kelompok dominan. Sementara itu, dangdut yang acap kali dilekatkan dengan citra budaya rakyat kecil dan rakyat jelata, justru hari ini juga semakin menegaskan eksistensinya.
Measuring Community Satisfaction Through Smart Government and Quality of Service in Mal Pelayanan Publik
Triyandra, Annisa Citra;
Riyandra, Raudhah Mutiara;
Hendra, Muhammad David;
Amran, Sri Oktika;
Adriyani, Ayu
Jurnal Perspektif Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v7i1.903
The implementation of smart government and improving the quality of service at the Pekanbaru City Public Service Mall is a form of implementing the smart city program carried out by the Pekanbaru City government for the community. This realization is evidenced by faster, more effective, and economical services. The efforts made by the government aim to make it easier for the public to carry out government bureaucratic affairs, which are sometimes still considered complicated. Smart government and improving the quality of services that have been carried out are expected to satisfy the community in terms of service. In this study, the author uses the S-O-R theory to make it easier for researchers to analyze existing problems. This S-O-R theory is used as a basis by researchers to see the communication process that takes place in public services where the stimulus conveyed by the message source can be received and interpreted by the target of communication or the recipient of the message in the form of perception or attitude. This study aims to determine the effect of smart government and service quality simultaneously on community satisfaction at the Pekanbaru City Public Service Mall. The research method used is quantitative,e with data collection techniques using a questionnaire with a total sample of 100 respondents taken based on a random sampling technique for data processing in this study using SPSS with multiple regression analysis techniques. Based on the results of this study, it was found that there was an influence between smart government and service quality on community satisfaction at the Pekanbaru City Public Service Mall, partially or simultaneously. The coefficient of determination test shows that the contribution of smart government influence and service quality to community satisfaction at the Pekanbaru City Public Service Mall is 0.411, which means that the smart government variable influences the community satisfaction variable and also service rate of 41.1% and the rest is influenced by other factors that are not present in this research.
Perubahan Sosial Masyarakat dalam Mengembangkan Kearifan Lokal Anyaman Purun di Kampung Purun Kota Banjarbaru
Alfita, Rizqi Ananda;
Apriadi, Deny Wahyu
Jurnal Perspektif Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v7i2.904
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perubahan sosial yang terjadi dan dampak pada masyarakat setelah hadirnya kampung wisata ini. Penelitian ini dilakukan di Kampung Purun, Kelurahan Palam Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan pada penelitian ini melalui purposive sampling dengan informan berjumlah 5 orang yang terdiri dari pengrajin purun, anggota POKDARWIS, dan pihak Kelurahan Palam. Analisis data yang dilakukan menggunakan teknik analisis yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Kampung Wisata Purun mengalami perubahan sosial yang terjadi pada beberapa aspek kehidupan masyarakat. Hal tersebut dianalisis melalui teori AGIL Talcott Parsons, yaitu adaptation (adaptasi), goal attainment (pencapaian tujuan), integration (integrasi), dan latency (pemeliharaan pola). Seperti yang ditemui pada perubahan kegiatan mata pencaharian masyarakat dulunya mayoritas perempuan menjadi ibu rumah tangga saat ini sudah memiliki tambahan penghasilan, perkembangan kreativitas pada produk anyaman purun, sistem kerjasama masyarakat yang saat ini tergabung dalam kelompok gallery, serta bentuk pemasaran saat ini melalui sistem online hingga ke luar daerah. Berbagai perubahan dan perkembangan yang hadir pada masyarakat tentunya disambut positif karena dapat membawa dampak baik bagi kehidupan masyarakat Kampung Wisata Purun.
Resistensi Masyarakat Lokal Terhadap Pengelolaan Pariwisata Taman Nasional Komodo (Studi Kasus Desa Komodo)
Purnama, Andi Oktami Dewi Artha Ayu;
Ibrahim, Muhammad
Jurnal Perspektif Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v7i1.905
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan resistensi yang dilakukan oleh masyarakat lokal Desa Komodo terhadap pengelolaan Taman Nasional Komodo. Penelitian ini menarik untuk diteliti karena Taman Nasional Komodo menjadi salah satu wisata eksotik yang menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara namun dengan keindahannya menimbulkan polemik masyarakat lokal terhadap pengelola Taman Nasional Komodo. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dan menggunakan teori resistensi dari James C. Scott untuk menganalisis temuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat lokal tidak seluruhnya tunduk terhadap pengelolaan pariwisata di Taman Nasional Komodo. Tindakan resistensi (perlawanan) yang dilakukan oleh masyarakat lokal karena adanya aturan sistem zonasi dan konsevasi namun tidak ada pengetahuan masyarakat tentang sistem zonasi, konsevasi hingga berkaitan pengelolaan Taman Nasional Komodo. Bentuk resistensi yang dilakukan adalah menyampaikan aspirasi terhadap pengelolaan Taman Nasional Komodo dan masyarakat lokal yang mensiasati pengelolaan Taman Nasional Komodo. Resistensi disini merupakan bentuk perlawanan masyarakat lokal terhadap pengelola Taman Nasional Komodo sekaligus ini juga merupakan bentuk pertahanan masyarakat lokal dalam menghadapi kesulitan hidup dilingkungannya sendiri.
Kontrol Sosial Masyarakat Terhadap Wisatawan Pendaki Gunung Talang
Yanti, Isna Yunvi;
Hidayat, Muhammad
Jurnal Perspektif Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v7i2.913
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang kontrol sosial masyarakat terhadap wisatawan pendaki Gunung Talang. Penelitian ini penting dilakukan karena masih kurangnya kesadaran para wisatawan pendaki Gunung Talang dalam menjaga lingkungan alam. Maka dari itu, diperlukan kontrol sosial oleh masyarakat sekitar Gunung Talang. Teori yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah teori kontrol sosial oleh Travis Hirschi. Jenis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 14 orang. Terdapat tiga kriteria informan yaitu; pendaki gunung, masyarakat, perangkat desa yang terlibat dalam pengelolaan pos pendakian Gunung Talang sehingga tujuan penelitian tercapai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam (indepth interview) dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan mengemukakan bahwa kontrol sosial yang dilakukan masyarakat terhadap wisatawan pendaki Gunung Talang Kecamatan Danau Kembar, Solok meliputi 1) kontrol sosial secara tertulis, 2) tidak tertulis, dan 3) pemberian sanksi terhadap wisatawan pendaki yang melanggar aturan di kawasan pendakian Gunung Talang.
Partisipasi Lansia dalam Memanfaatkan Posyandu Lansia di Nagari Cupak
Selvia, Shindy;
Wirdanengsih, Wirdanengsih
Jurnal Perspektif Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v7i1.925
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya partisipasi lansia dalam memanfaatkan posyandu lansia di Nagari Cupak Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok. Penelitian ini penting dilakukan karena upaya untuk meningkatkan kesehatan lansia pemerintah melaksanakan program posyandu lansia dan dalam pelaksanaannya dibutuhkan partisipasi lansia agar tercapainya tujuan diadakannya posyandu lansia, tetapi pada realitanya partisipasi lansia masih termasuk rendah. Teori yang digunakan adalah teori struktural fungsional “AGIL” dari Talcott Parson. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Informan penelitian terdiri dari 44 orang yaitu lansia usia 45 tahun ke atas yang tidak berpartisipasi, keluarga lansia, petugas posyandu lansia dan tokoh masyarakat dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi dengan cara mengamati kehadiran dan aktivitas lansia pada saat kegiatan posyandu lansia. Wawancara dilakukan dengan cara memberikan beberapa pertanyaan kepada informan. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor internal dan faktor eksternal yang mengakibatkan rendahnya partisipasi lansia dalam memanfaatkan posyandu lansia. Pertama faktor internal di antara yaitu (1) kondisi kesehatan, (2) pekerjaan, (3) budaya masyarakat, (4) tidak terdapat motivasi untuk mengunjungi posyandu lansia. Kedua faktor eksternal di antaranya yaitu (1) kurangnya dukungan keluarga kepada lansia, (2) tidak adanya pendanaan untuk posyandu lansia, (3) kurangnya informasi atau sosialisasi tentang posyandu lansia.
Strategi Sosial dalam Pencegahan Bahaya HIV/AIDS pada Pekerja Seks Perempuan (PSP)
Azzahra, Nabila Fakhira;
Fitriani, Erda
Jurnal Perspektif Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v7i2.932
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi sosial dalam pencegahan bahaya HIV/AIDS pada Pekerja Seks Perempuan (PSP). Hal ini menarik untuk dikaji karena adanya strategi yang dilakukan oleh PKBI Sumbar dalam meningkatkan kesadaran pekerja seks perempuan terhadap infeksi menular seksual salah satunya adalah HIV/AIDS memlalui program pencegahan IMS dan HIV/AIDS pada PSP. Penelitian ini dianalisis dengan teori aksi dari Talcott Parsons. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif, dengan tipe penelitian studi kasus. Penelitian dilakukan di Jl. Sutan Syahrir No.50, Seberang Padang, Kec. Padang Sel., Kota Padang, Sumatera Barat. Pemilihan informan dilakukan secara teknik purposive sampling dengan 10 orang informan yakni para pekerja seks perempuan, mucikari atau germo, koordinator program pencegahan IMS dan HIV/AIDS pada PSP, anggota program pencegahan IMS dan HIV/AIDS pada PSP. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dengan cara mengamati perilaku anggota program pencegahan IMS dan HIV/AIDS pada PSP dengan menerapkan strategi pada pekerja seks perempuan. Wawancara dilakukan dengan cara memberikan beberapa pertanyaan kepada informan penelitian. Dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi yang dilakukan PKBI Sumbar dalam meningkatkan kesadaran PSP akan bahaya HIV/AIDS adalah : (1) mendekati pekerja seks perempuan secara individu, (2) membujuk, mengajak, menasehati, (3) kerja sama Bersama mucikari, (4) edukasi secara bertahap
Peran Relawan BAS (Bobi Alexander Siregar) dalam Kehidupan Masyarakat di Daerah Kavling Senjulung
Prisliani, Seftarina Dwi;
Susilawati, Nora
Jurnal Perspektif Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v7i1.935
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana peran relawan BAS dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena relawan demokrasi merupakan ujung tombak baru yang ikut membantu dalam kehidupan masyarakat di Kelurahan Kabil. Maka dari itu relawan BAS dibentuk untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilih dan kesejahteraan masyarakat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori gerakan sosial dari seorang ahli bernama Robert Miesel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan 15 orang informan. Terdapat 4 kriteria informan dalam penelitian ini yaitu anggota dewan legislatif, relawan BAS, perangkat desa/lurah, masyarakat yang membantu proses peneliti dalam mencapai tujuan penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi berulang kali dalam waktu dan situasi yang berbeda, wawancara mendalam (indepth interview) dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan peneliti adalah analisis data model Miles Huberman yang meliputi reduksi data, display data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa peran relawan BAS antara lain, pertama, melakukan sosialisasi melalui a). Media Sosial, b). Penyebaran Spanduk, c). Blusukan. Kedua, Menjemput aspirasi masyarakat terkait dari a). pembangunan jalan di Kelurahan Kabil, b). Pembuatan selokan di Kelurahan Kabil. Ketiga, menjadi perantara penerimaan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat setempat.
Stres Pengasuhan Orang Tua Pada Anak Berkebutuhan Khusus didalam Pendidikan Inklusi
Sari, Nirmala;
Susilawati, Nora
Jurnal Perspektif Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v7i1.937
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran stres pengasuhan dari orang tua yang memiliki ABK di SMP Pembangunan Laboratorium UNP, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena berdasarkan fenomena belum terdapat pengelolaan stres secara sosiologis terhadap pengasuhan anak oleh orang tua terhadap ABK di SMP Pembangunan Laboratorium UNP. Teori yang digunakan untuk menganalisis yaitu teori Fenomenologi oleh Alfred Schutz dengan fokus memahami tindakan dalam 2 tipe motif sebab (because motive) dan motif tujuan (in order to motive). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan tipe penelitian studi kasus (case studies). Penentuan informan penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan jumlah informan 9 orang dengan kriteria yaitu 2 guru BK, 1 guru kelas, 6 orang tua yang memiliki ABK. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam (indeph interview) dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan peneliti adalah analisis data model Miles Huberman yang meliputi reduksi data, display data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan stres pengasuhan oleh orang tua antara lain, pertama, Orang tua mencari solusi untuk ABK. Kedua, Adaptasi orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khsusus terhadap tekanan lingkungan sosial. Ketiga, Orang tua melakukan kontrol terhadap tugas sekolah dan perilaku anak berkebutuhuna khusus. Keempat, Orang tua yang memiliki ABK berkomunikasi berbagai pihak.
Makna Pernikahan bagi Perempuan Generasi Z Yang Sudah Menikah di Jorong Pasa Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara
Elviana, Clara;
Erianjoni, Erianjoni
Jurnal Perspektif Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/perspektif.v7i1.938
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana makna pernikahan bagi perempuan Generasi Z yang sudah menikah di Jorong Pasa Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan banyaknya perempuan generasi Z di Jorong Pasa Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara yang memilih untuk menikah muda di tengah isu bahwa sebagian besar perempuan Generasi Z memilih untuk menunda pernikahan. Penelitian ini menarik untuk dikaji karena sebagian besar perempuan generasi Z menolak untuk menikah dengan alasan untuk berfokus pada karir dan pendidikan berbeda dengan perempuan generasi Z di Jorong Pasa Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi oleh Alfred Schutz. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe studi fenomenologi. Teknik pemilihan informan menggunakan Purposive sampling, dengan jumlah infroman sebanyak 15 orang. Kriteria informan yaitu, perempuan, usia 15–27 Tahun atau masuk dalam generasi Z dan sudah menikah. Pengumpulan data melalui observasi dilakukan dengan melihat secara langsung bagaimana aktivitas sehari-hari perempuan generasi Z yang sudah menikah. Wawancara mendalam dilakukan dengan memberikan pertanyaan terkait dengan masalah penelitian. Studi dokumentasi berupa gambar para informan. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi dan model analisis data oleh Miles dan Huberman. Penelitian ini menemukan bahwa makna pernikahan pada perempuan Generasi Z yang sudah menikah di Jorong Pasa Tiku yaitu; pertama, pernikahan sebagai ibadah, kedua, pernikahan adalah jalan menuju kebahagian, ketiga, pernikahan sebagai tuntutan sosial dan keempat, pernikahan sebgaai kerja sama. Pemaknaan pernikahan oleh perempuan Generasi Z di Jorong Pasa Tiku dipengaruhi oleh pengalaman mereka terhadap kehidupan sehari-hari dalam pernikahan