cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019" : 30 Documents clear
ANALISIS CREEP TERHADAP WAKTU PADA TANAH DASAR DALAM PROYEK REKLAMASI BANDARA KANSAI INTERNATIONAL AIRPORT Alvin Nicholson; Chaidir A Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5819

Abstract

Bandara Kansai International Airport adalah salah satu bandara di Jepang yang dibangun di tengah laut. Pembangunan ini dilakukan karena banyaknya protes penduduk terhadap polusi udara yang akan ditimbulkan  bila pembangunan bandara dilaksanakan di tengah pemukiman penduduk. Mengingat bandara ini dibangun di tengah laut dengan tanah dasar lempung, maka salah satu permasalahan yang harus dihadapi adalah creep. Creep adalah kondisi dimana tanah mengalami penurunan akibat beban statik di atasnya dalam jangka waktu panjang. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini  untuk mengetahui seberapa besar creep yang terjadi pada tanah dasar bandara Kansai International Airport dengan menggunakan program Settle 3D.  Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pentingnya memperhatikan creep dalam pembangunan konstruksi mengingat bahwa creep tidaklah kecil.
FAKTOR ASPEK LEGAL DOMINAN YANG MEMPENGARUHI PROYEK KONSTRUKSI DI PEDESAAN Rian Heriawan; Basuki Anondho
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5829

Abstract

Pembangunan Nasional telah berlangsung selama lebih dari 70 tahun sejak Indonesia merdeka, Namun proses pembangunan yang dilaksanakan selama ini masih mengalami masalah kesenjangan khususnya diwilayah pedesaan. Dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2015-2019) dinyatakan bahwa terdapat 122 kabupaten tertinggal. Banyak kendala yang dihadapi dalam proses pembangunan daerah salah satu kendalanya adalah permasalahan hukum yang menghambat laju pembangunan. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukan bahwa permasalahn hukum ini timbul karena beberapa faktor seperti ketidakstabilan sosiopolitik, perekonomian daerah, pendidikan daerah, kualitas lembaga hukum yang buruk. dan keberagaman model lingkungan di setiap daerah. Oleh karena itu, studi ini melakukan penelitian tentang faktor aspek legal dominan yang mempengaruhi proyek konstruksi di pedesaan Indonesia . Penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada sejumlah kontraktor sebagai responden yang mengerjakan proyek dari Kemendes PDTT (Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi). Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis multivariate yaitu metode analisi faktor yang dimulai dari uji validitas, uji reliabilitas, uji KMO (Kaiser-Mayer-Olkin measure of sampling adequacy), Uji Bartlett’s Test Sphericity, dan uji MSA (Measuresof Sampling Adequacy). Hasil dari analisi yang dilakukan menunjukan bahwa perekonomian daerah dan pemilihan pemenag lelang menjadi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laju pembangunan daerah tertinggal.
ANALISIS DINAMIK PERILAKU GEDUNG DENGAN KETIDAKBERATURAN MASSA PADA MASING-MASING TINGKAT TERHADAP BEBAN GEMPA Leonardus Ivan; Edison Leo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5836

Abstract

Di Indonesia, gempa bumi merupakan bencana alam yang sangat sering terjadi. Intensitas terjadinya gempa yang tinggi di Indonesia akibat posisinya yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik dan posisinya yang berada di daerah Cincin Api Pasifik yang merupakan sabuk gempa bumi terbesar di dunia. Namun, sebenarnya bukan gempa bumi yang menyebabkan korban, melainkan disebabkan oleh bangunan yang rubuh karena tidak mampu merespons dengan baik getaran gempa. Ketidakmampuan struktur merespons getaran gempa, salah satunya adalah akibat terdapatnya ketidakberaturan struktur. Ketidakberaturan struktur yang akan dibahas pada Skripsi ini adalah ketidakberaturan massa. Struktur yang dimodelkan adalah gedung bertingkat yang memiliki ketidakberaturan massa sebesar 300% pada setiap tingkat secara terpisah. Gedung yang dimodelkan memiliki 10 tingkat dan terletak pada Kota Lombok. Gedung dianalisis secara dinamik menurut SNI 1726:2012 dengan bantuan program ETABS, terhadap beban gempa. Analisis dinamik yang digunakan adalah analisis ragam respons spektrum dan analisis ragam riwayat waktu. Respons gedung yang ditinjau adalah gaya geser tingkat, simpangan lateral tingkat, dan simpangan antar lantai tingkat pada masing-masing pemodelan gedung. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa beban gempa hasil kedua analisis dinamik memiliki deviasi yang kecil. Dengan demikian, kedua analisis dinamik relatif dapat menggambarkan beban gempa yang akan terjadi sebenarnya. Hasil analisis yang didapat menggunakan kedua metode analisis dinamik tersebut, menunjukkan bahwa ketidakberaturan massa dinyatakan relatif aman jika berada pada 10-20% ketinggian gedung and dinyatakan berbahaya jika diletakkan pada ketinggian paling atas dan 90%, 70%, 40%, dan 30% dari ketinggian gedung.
PENENTUAN KAPASITAS JALAN DUA LAJUR DUA ARAH TIDAK TERBAGI DENGAN METODE MKJI, KONSEP PKJI, DAN SURVEI Louis Lowenta; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5675

Abstract

Kapasitas jalan merupakan kemampuan suatu ruas jalan untuk dapat menampung arus atau volume lalu lintas yang terjadi dalam waktu satu jam (kend/jam). Dalam penelitian ini diambil 3 buah sample jalan yaitu Jalan Meruya Selatan, Jalan Sacna, Sunter, dan Jalan Kebon Pedes, Bogor yang akan dijadikan sebagai wilayah studi untuk mendapatkan nilai kapasitas pada jalan tersebut, sehingga nilai kapasitas tersebut dapat dibandingkan dengan nilai kapasitas dari MKJI yang selama ini menjadi acuan. Digunakan 3 buah jalan yaitu untuk melakukan 2 buah perbandingan yaitu dengan 2 jalan di Jakarta untuk membandingkan faktor dari hambatan samping sedangkan jalan antara di Jakarta dan Bogor untuk membandingkan faktor ukuran kota. MKJI itu sendiri sudah dijadikan sebagai acuan dan sudah dibuat sejak dibuat pada 1997, karena dianggap sudah tidak relevan dengan keadaan saat ini dan sudah sangat lama maka muncullah konsep PKJI yang diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan yang baru untuk menggantikan MKJI yang sudah lama. Hasil dari penelitian ini adalah untuk jalan dua lajur dua arah tidak terbagi dengan hambatan samping sangat tinggi, hasil dari nilai kapasitas yang diperoleh ternyata melewati hasil rencana dari MKJI sedangkan untuk jalan dengan hambatan samping sedang maka hasil kapasitas masih belum melewati MKJI. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa MKJI perlu diadakan pengkajian ulang.
ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN FONDASI SEMI-RAFT PILES DENGAN FONDASI RAFT PILES PADA BANGUNAN APARTEMEN 21 LANTAI Jossev Chrystalloy; Alfred J Susilo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5810

Abstract

Dengan adanya peningkatan estetika konstruksi bangunan dimana perencana struktur sulit menetapkan jarak antar kolom secara teratur sehingga sangat sulit juga untuk membuat pijakan yang terisolasi atau pijakan di setiap konstruksi. Sebagian besar bangunan sipil didukung oleh tanah, sehingga daya dukung dan penurunan tanah menjadi permasalahan. Oleh sebab itu fondasi tikar bertiang atau fondasi rakit bertiang menjadi konstruksi yang populer sehingga dijadikan opsi oleh perencana, karena dapat menangani masalah perbedaan penurunan tersebut serta dapat membantu dalam mengurangi faktor biaya yang akan datang. Kekurangan dari fondasi rakit adalah kurang efektifnya dalam dimensi, volume betonnya dan Inersia yang sama, sehingga awalnya dibutuhkan biaya yang lebih dalam penggunaan volume beton. Perencanaan fondasi semi-rakit bertiang atau fondasi tiang-rakit yang dimodifikasi adalah fondasi yang dirancang sebagai opsi lain untuk menutupi kekurangan dari fondasi rakit bertiang. Fondasi semi-rakit bertiang memiliki kelebihan karena memiliki variasi pada nilai inersianya, dan daya dukungnya serta penurunan yang relatif lebih kecil dibandingkan fondasi rakit bertiang. Dalam studi ini penulis akan membandingkan kekurangan dan kelebihan antara fondasi rakit bertiang dengan fondasi semi-rakit bertiang pada sebuah bangunan apartemen 21 lantai.
STUDI PERBANDINGAN PENCAMPURAN 4 JENIS LIMBAH YANG SULIT DIDAUR ULANG TERHADAP PENINGKATAN PROPERTI TANAH Stanislaus Stanislaus; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5815

Abstract

Keadaan tanah memiliki peran penting terhadap keperluan konstruksi dalam bidang teknik sipil, tanah berfungsi untuk menopang suatu bangunan konstruksi di atasnya, namun di beberapa tempat di Indonesia terdapat daerah yang memiliki tanah yang kurang baik seperti memiliki daya dukung rendah, hal ini sangat berpengaruh terhadap proses konstruksi. Selain tanah yang kurang baik limbah juga merupakan faktor permasalahan utama yang terjadi di Indonesia, limbah yang dibuang dan tertumpuk pada satu wilayah tertentu dapat menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan. Untuk menghindari hal tersebut maka dilakukanlah suatu penelitian agar limbah yang tidak dapat didaur ulang tersebut dapat digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah, dan diharapkan dapat meningkatkan daya dukung dari tanah itu sendiri.Penelitian ini menggunakan tanah clay shale dari daerah Cietereup Sentul Bogor. Pengujian menggunakan unconfined compression test dengan komposisi variasi limbah yaitu serbuk kaca, abu sekam padi, styrofoam, dan fly ash type F sebesar 10% berdasarkan volume mold unconfined compression test.
ANALISIS PUSHOVER TERHADAP FONDASI TOWER SUTET Edwardus Emmanuel S; Giovanni Pranata; Amelia Yuwono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5820

Abstract

Sebagai pemasok listrik utama, PT PLN(Perusahaan Listrik Negara) terus mengembangkan jaringan transmisi sebagai bentuk pengembangan sistem kelistrikan di Indonesia. Dengan adanya kebutuhan listrik tersebut,  Pemerintah memberikan pasokan listrik kepada masyarakat yang berupa sistem sumber listrik menggunakan konstruksi tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Untuk membangun sebuah konstuksi seperti tower SUTET diperlukannya fondasi yang kuat  untuk memikul beban dari Suatu bangunan. Dengan melakukan Analisa statis non-linear (pushover analysis) digunakan untuk mengetahui perilaku tiang pondasi akibat gempa besar dan merupakan salah satu performance based design dengan konsep memberikan suatu pola beban lateral statik terhadap tiang fondasi secara bertahap sampai memenuhi target perpindahan lateral yang direncanakan.
ANALISIS VALUE ENGINEERING PADA PROYEK PERUMAHAN DJAJAKUSUMAH RESIDENCE Hanifah Amelia; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5831

Abstract

Pemilihan material pada konstruksi sebuah bangunan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk mencapai perencanaan proyek yang efisien. Terdapat berbagai macam pilihan material mulai dari material komposit sampai dengan material non komposit. Dengan menggunakan value engineering dapat memungkinkan tercapainya perencanaan proyek yang efisien. Pada proyek perumahan djajakusumah residence terdapat beberapa pekerjaan konstruksi. Pekerjaan dinding merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki biaya tertinggi sehingga memiliki kemungkinan untuk dilakukan value engineering. Penelitian ini bertujuan untuk memndapatkan pilihan material terbaik untuk pekerjaan dinding menggunakan value engineering. Alternatif yang terdapat untuk pilihan material dinding dalam penelitian ini adalah bata merah, batako dan m-panel. Material dinding pada desain awal proyek djajakusumah residence adalah bata ringan. Metode yang digunakan untuk pengambilan keputusan dalam penelitian ini dengan membandingkan antara net present value (NPV) dengan value masing-masing alternatif.  Didapatkan hasil perbandingan antara NPV dengan value untuk desain awal bata ringan sebesar 5.34, bata merah sebesar 5.46, batako sebesar 4.87, dan m-panel sesbesar 5.05. Berdasarkan perbandingan tersebut didapatkan bahwa yang tertinggi adalah bata merah dengan hasil perbandingan 5.46 dan biaya konstruksi yang dimiliki bata merah adalah Rp52,942,866,059.83, sehingga menghemat biaya desain awal sebesar Rp 258,762,864.47. Dapat dinyatakan bahwa bata merah merupakan alternatif yang terbaik pada proyek perumahan djajakusumah residence.
ANALISIS STRUKTUR JEMBATAN BOX GIRDER DENGAN PENAMPANG KURVA PARABOLIK SINGLE CELL Jason Ongkosurya; FX Supartono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5837

Abstract

Box Girder adalah salah satu kompenen penting dari sekian banyak komponen struktur dari pembuatan jembatan segmental box girder yang berperan dalam menyalurakan gaya yang diterima dari lapisan perkerasan ke pier (kolom). Bentuk dari box girder sangat mempengaruhi ketahanan dan kekuatan dari suatu jembatan, serta effisiensi dari jembatan. Merubah bentuk dari box girder akan mempengaruhi inersia, beban sendiri, perletakan tendon. Yang menjadi komponen utama dalam perancangan jembatan post – tension box girder. Dengan bantuan program MIDAS CIVIL 2019 akan dianalisa  gaya, berat sendiri. Lendutan dan jumlah tendon yang terjadi serta perubahannya akibat perubahan bentuk box girder.
ANALISIS TANAH EKSPANSIF DENGAN PERBAIKAN SEMEN PUTIH DAN SEMEN HITAM MENGGUNAKAN UCT Elendra Elendra; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 2, Nomor 3, Agustus 2019
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v2i3.5781

Abstract

Dalam bidang geoteknik tanah berperan penting dan merupakan langkah awal yang pen-ting dalam bidang konstruksi yang berkaitan erat dengan struktur sebuah bangunan. Tanah ekspansif adalah tanah yang kandungan lempungnya memiliki potensi kembang-susut akibat perubahan kadar air sehingga mengakibatkan perubahan volume tanah.   Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat pengaruh perbaikan tanah ekspansif yang dicampur semen hitam dan semen putih dengan kadar 3%, 6%, dan 9% dalam waktu pemeraman 9 hari, 12 hari, dan 15 hari. Kesimpulan yang dapat ditarik dari pengujian ini adalah tanah ekspansif yang dicampur dengan semen putih memiliki daya dukung tanah dalam bentuk nilai kuat tekan bebas yang lebih besar dibandingkan dengan semen hitam. Nilai kuat tekan bebas tertinggi didapatkan dari pengujian dengan campuran semen putih 9% dengan waktu peram 15 hari yaitu 1004.02 kN/m2.

Page 2 of 3 | Total Record : 30