cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Volume 3, Nomor 4, November 2020" : 39 Documents clear
PERBANDINGAN ANALISIS MULTI-TOWER DENGAN MODEL PENDEKATAN TERPISAH DAN MODEL UTUH Raynaldo Raynaldo; Hadi Pranata; Daniel Christianto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8812

Abstract

In this study a multi-tower analysis comparison is conducted by comparing a separate approach model and a complete model. There are three approach models used for multi-tower building analysis which are model with unattached towers and podium (Type 1), model with a single tower connected to a cut podium (Type 2) and model with a single tower connected to a whole podium (Type 3). The approach model is analyzed with response spectrum response and the results were compared with the complete model analyzed with response spectrum and time history. The building structure model in this study uses a dual system. The analysis procedure is carried out based on SNI 1726:2012 with ETABS. Based on the analysis results, the type 2 model produces the building period that is the closest to the complete model building period. Type 1 model is not suitable for use as an approach model in multi-tower building analysis. The type 2 model is most ideal for use as an approach model. Type 3 model is a very conservative approach and can be used if more conservative design is desired. The tensile stress that occurs on the podium roof is insignificant in the multi-tower building under study.Pada penelitian ini dilakukan perbandingan analisis multi-tower dengan model pendekatan terpisah dan model utuh. Ada tiga model pendekatan yang digunakan untuk analisis gedung multi-tower yaitu pemodelan menara dan podium terpisah (Tipe 1), pemodelan dengan menara tunggal terhubung pada podium terpotong (Tipe 2) dan pemodelan dengan menara tunggal terhubung pada podium utuh (Tipe 3). Model pendekatan dianalisis dengan prosedur respons spektrum dan hasilnya dibandingkan dengan model utuh yang dianalisis dengan respons spektrum dan riwayat waktu. Model struktur bangunan pada penelitian ini menggunakan sistem struktur ganda yaitu kombinasi antara sistem rangka pemikul momen dan sistem dinding geser. Prosedur analisis dilakukan berdasarkan SNI 1726:2012 dengan bantuan program ETABS. Berdasarkan hasil analisis, model tipe 2 menghasilkan periode bangunan yang paling mendekati dengan periode bangunan model utuh. Model tipe 1 kurang cocok untuk digunakan sebagai model pendekatan pada analisis bangunan multi-tower. Model tipe 2 paling ideal untuk digunakan sebagai model pendekatan. Model  tipe 3 adalah model pendekatan yang sangat konservatif dan dapat digunakan jika ingin memperoleh desain yang konservatif. Tegangan tarik yang terjadi pada atap podium tidak signifikan pada bangunan multi-tower yang ditinjau.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN CAIRAN ADITIF DALAM PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH ORGANIK Ignatius Ega Renaldi; Aniek Prihatiningsih
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8750

Abstract

Organic soil is soil with a mixture of organic materials and the remain of plants and animals. Organic soil is classified as soft soil and divided into several parts, namely organic clay, organic silt, and peat. Carrying capacity of soil is the strength of soil to hold a load acting on soil that is normally distributed through the foundation. In calculating the carrying capacity of the soil, parameters greatly affect are cohesion and angle of shear. Cohesion is the force between particles in rocks with the same molecule. Meanwhile, the angle of shear is the angle formed from normal stress and shear stress in the soil or rock material. Calculation of cohesion and angle of shear of soil can be done with direct shear and triaxial test based on American Standard in Test and Materials (ASTM). In this study, an analysis conducted to determine the best waste liquid additive material. Beside being able to increase the carrying capacity of organic soils, this study can reduce existing waste. The result of this test is all additive can be increasing the value of soil compressive strength. Oil is the best additive which effective to increasing about 300% value of compressive strength.[KS1] [IR2]  [KS1]Maks. 200 kata [IR2]okTanah Organik adalah tanah yang memiliki campuran bahan-bahan organik dan sisa-sisa pelapukan tumbuhan dan hewan. Tanah organik merupakan tanah yang tergolong tanah lunak dan terbagi menjadi beberapa bagian yaitu tanah lempung organik, lanau organik, dan gambut. Daya dukung tanah adalah kekuatan tanah untuk menahan suatu beban yang bekerja pada tanah yang biasa disalurkan melalui fondasi. Dalam perhitungan daya dukung tanah, parameter yang sangat mempengaruhi adalah kohesi dan sudut geser dalam tanah. Kohesi adalah gaya tarik menarik antar partikel dalam batuan yang molekulnya sama. Sementara itu, sudut geser dalam tanah merupakan sudut yang terbentuk dari hubungan antara tegangan normal dan tegangan geser dalam material tanah atau batuan. Cara mendapatkan nilai kohesi dan sudut geser dalam tanah dapat dilakukan dengan tes direct shear dan triaxial berdasarkan standar amerika. Bahan aditif yang digunakan dalam penelitian ini digunakan bahan cairan yang merupakan bahan sisa atau sampah yang ada dalam masyarakat. Sehingga, selain meningkatkan daya dukung tanah organik penelitian ini dapat mengurangi sampah yang ada. Kesimpulan pada penelitian adalah penambahan cairan aditif dinilai mampu meningkatkan kekuatan geser tanah. Oli bekas dinilai sebagai bahan aditif terbaik yang mampu meningkatkan sebesar 300% nilai kekuatan geser tanah.
ANALISIS ALTERNATIF PERANCANGAN DESAIN DALAM PEMBANGUNAN JALAN DI ATAS TANAH GAMBUT Fendy Hartanto; Chaidir Anwar Makarim
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8384

Abstract

The construction of a new capital city will be carried out in Kalimantan where there is a lot of land covered with peat soils. Peat soils might cause a lot of problems during construction projects, because peat soils usually have a weak shear strength and high permeability. In this case there will be a road construction with width of 12 meters and length of 20 meters on peat soils. To overcome this problem there are some solutions by using piles until it reached its needed bearing capacity or soil replacement will work as well, because not only its increasing its strength but it also prevent peat soils from catching fire since dry peat soils is quite flammable which happens in dry weather. From these methods there are advantages and disadvantages and will be analised which methods is better to be done for this road construction that is on peat soils. Calculations for piles will be done with program PLAXIS 2D to get the total displacements/settements to get the number of piles and dimensions, and for soil replacements will be counted by its soil volume that need to be replaced. The results will be reference to conclude which methods will be most suitable for this case.  Pembangunan ibu kota baru akan dilaksanakan di Kalimantan dimana disana terdapat banyak sekali tanah gambut. Tanah gambut bisa menjadi masalah ketika kita sedang melakukan pembangunan konstruksi karena tanah gambut biasanya memiliki kekuatan geser yang kecil dan permeabilitas yang tinggi. Pada kasus kali ini akan dibangun jalan selebar 12  meter dengan panjang 20 meter yang terdapat tanah gambut dibawahnya. Untuk mengatasi masalah tanah gambut ini bisa diterapkan beberapa metode yaitu dengan memancang di tanah gambut dengan tiang pancang hingga mencapai tanah keras yang berada dibawahnya, soil replacement juga bisa menjadi suatu solusi karena selain membuang tanah gambut itu sendiri yang dimana cukup berbahaya dikarenakan mudah terbakar ketika musim kering, tetapi juga meningkatkan kekuatan dari daya dukung tanah itu sendiri. Dari kedua metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan akan dianalisis metode apa yang lebih baik dan sesuai dalam membangun konstruksi jalan yang melintasi tanah gambut sepanjang 20 meter. Perhitungan tiang pancang menggunakan program PLAXIS 2D untuk membantu mendapatkan nilai total penurunan dan jumlah tiang dan ukuran yang dibutuhkan dan untuk metode soil replacement akan dihitung volume tanah yang akan dikeruk dan ditimbum Kembali. Hasil pengolahan data dari perhitungan akan menjadi acuan sebagai pembanding metode apa yang sesuai dalam kasus kali ini.
PRODUKTIVITAS PEKERJA DALAM PEKERJAAN PLESTERAN DINDING BATA DENGAN METODE CREW BALANCE CHART Indra Pratama Suharto; Hendrik Sulistio
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8378

Abstract

The productivity of workers is one of the parameters for the success of a project. With the crew balance chart method, every worker's activity in the field will be displayed, and the results of the observations will be optimized. Observations were made on brick wall plastering in Cempaka Baru residential construction project, which consisted of 2 work groups. The results volume of plastering done by the 1st group, the productivity on the first day was 1.195 m2/hour, and the second day was 3.987 m2/hour, where if the worker was in ideal conditions the volume that could be produced was 1.647 m2/hour on the first day and 6.869 m2/hour on day 2. Whereas in the second group the productivity on the first day was 0.451 m2/hour, and on the second day it was 1.812 m2/hour, where if the worker was in ideal conditions the volume that could be produced was 0.643 m2/hour on the first day and 2.489 m2/hour on the second day. The low productivity of workers caused the contractor to suffer a loss of Rp. 339,782.00 on wall plastering work were observed. ABSTRAKProduktivitas pekerja pada proyek konstruksi merupakan salah satu parameter keberhasilan suatu proyek. Dengan metode crew balance chart akan ditampilkan setiap kegiatan pekerja yang dilapangan, dan dari hasil pengamatan tersebut akan dilakukan optimasi, untuk meningkatkan produktivitas pekerja. Pengamatan dilakukan pada pekerjaan plesteran dinding bata pada proyek pembangunan rumah tinggal Cempaka Baru, yang terdiri dari 2 group kerja. Dari hasil volume plesteran yang dikerjakan group ke-1, produktivitas dihari pertama sebesar 1,195 m2/jam, dan dihari ke-2 sebesar 3,987 m2/jam yang dimana bila pekerja dalam kondisi ideal, volume yang dapat dihasilkan sebesar 1,647 m2/jam dihari pertama dan 6,869 m2/jam dihari ke-2. Sedangkan pada group ke-2 produktivitas dihari pertama sebesar 0,451 m2/jam, dan dihari ke-2 sebesar 1,812 m2/jam, yang dimana bila pekerja dalam kondisi ideal volume yang dapat dihasilkan sebesar 0,643 m2/jam dihari pertama dan 2,489 m2/jam dihari ke-2. Rendahnya produktivitas yang dihasilkan pekerja mengakibatkan kontraktor mengalami kerugian sebesar Rp. 339.782,00 pada pekerjaan plesteran dinding yang diamati.
PENGARUH ERP TERHADAP PERBAIKAN PELAYANAN WAKTU TUNGGU DAN WAKTU TEMPUH TRANSJAKARTA PADA RUAS JALAN SUDIRMAN-THAMRIN Lorenzo Adiel Giovanni; Najid Najid
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8319

Abstract

Transjakarta is one of the public transportation facility provided by Indonesian government as a solution to decrease traffic problem, now the government plans to implement new traffic rules, Electronic Road Pricing. This study will focus on Jl. Jendral Sudirman and Jl. MH. Thamrin, this road is an access to offices and tourist attractions. To analyze vehicle volume, direct observation method will be used to get the volume, speed and traffic density. Direct observations were made by paying attention to private vehicles and heavy vehicles. With the observation data will get a graph of the relationship between speed and density that will be modified with questionnaire data. Questionnaire data is distributed to get the percentage of Transjakarta waiting time and travel time. It is expected that this analysis can find out the percentage of private vehicle users who will move to Transjakarta after the ERP implemented on the Sudirman and MH Thamrin street.ABSTRAKTransjakarta merupakan salah satu sarana transportasi umum yang diberikan pemerintah Indonesia sebagai solusi mengatasi kepadatan lalu lintas, namun untuk saat ini pemerintah berencana menerapkan aturan lalu lintas baru yaitu jalan berbayar atau Electronic Road Pricing. Pada penelitian ini, dibahas mengenai kondisi lalu lintas Jl. Jendral Sudirman dan Jl. MH. Thamrin, ruas jalan ini merupakan akses pengguna jalan untuk menuju perkantoran dan tempat wisata. Untuk menganalisa volume kendaraan akan digunakan metode observasi langsung untuk mendapatkan volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas. Observasi langsung dilakukan dengan memperhatikan kendaraan bermotor roda empat dan dua, serta kendaraan berat. Dengan data observasi akan didapat grafik hubungan antara kecepatan dan kedapatan yang akan dimodifikasi dengan data kuesioner. Data kuesioner disebar untuk mendapatkan persentase pelayanan waktu tunggu dan waktu tempuh bus Transjakarta, Diharapkan pada analisis ini dapat mengetahui presentase pengguna kendaraan pribadi yang akan beralih ke Transjakarta setelah diberlakukannya ERP di ruas jalan Jendral Sudirman dan MH. Thamrin. 
EVALUASI STRUKTUR GEDUNG DUAL SYSTEM DENGAN DINDING GESER BERSAYAP C MENGGUNAKAN PUSHOVER ANALYSIS Albert Albert; Daniel Christianto; Hadi Pranata
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8380

Abstract

ABSTRACTAlthough elastic analysis gives a good indication of the elastic capacity and behavior of a building, but the elastic method can’t predict when the first yield will occur, and the failure mechanism and account for redistribution of member forces when the plastic hinges progressively formed. The use of inelastic procedure for evaluation is an attempt made by engineer in the past days to better understand how the structure will behave when subjected to strong earthquake, assuming the elastic capacity of the structure will be exceeded. In this research the pushover analysis was done using the modelling criteria of FEMA 356. The modeling of C-flanged shear was done using line element with the equivalent strength and stiffness properties. Target displacement was calculated using the displacement coefficient method of FEMA 356. Based on the analysis the triangular load pattern resulted in larger target displacement than the uniform load. But the uniform load pattern gives larger seismic response than the triangular load pattern. The uniform load pattern resulted in Life Safety performance level, while the triangular load pattern resulted in Immediate Occupancy, based on the two load patterns used the structure resulted in Life Safety performance level.ABSTRAKWalaupun analisis elastik memberikan indikasi yang baik mengenai kapasitas dan perilaku elastik dari suatu gedung, tetapi metode elastik tidak dapat memperkirakan kapan pelelehan pertama terjadi, serta mekanisme kegagalan apa yang mungkin terjadi pada bangunan tersebut, dan memperkirakan redistribusi dari gaya- gaya dalam ketika pembentukan sendi plastis secara progresif terjadi. Fungsi dari analisis inelastik, sebagai prosedur untuk mengevaluasi bangunan, yang merupakan usaha dari insinyur-insinyur terdahulu memahami bagaimana struktur akan berperilaku apabila dikenai gempa kuat, dimana diasumsikan bahwa kapasitas elastik gedung telah terlampaui. Dalam penelitian ini dilakukan pushover analysis menggunakan kriteria pemodelan berdasarkan FEMA 356. Pemodelan dari dinding geser bersayap C dilakukan menggunakan line element dengan kekuatan dan kekakuan yang ekivalen. Target perpindahan dianalisis menggunakan metode coefficient of displacement dari FEMA 356. Berdasarkan analisis yang dilakukan didapat bahwa pembebanan segitiga lebih besar dibandingkan pembebanan merata. Namun, respons seismik yang didapat akibat beban merata, lebih besar dibandingkan beban segitiga. Pembebanan merata menghasilkan tingkatan kinerja Life Safety, sedangkan pembebanan segitiga menghasilkan tingkatan kinerja Immadiate Occupancy, berdasarkan kedua pembebanan tersebut didapat kinerja dari struktur tersebut adalah Life Safety.
MODELISASI NUMERIK ANALISIS GAYA LATERAL PADA PILE CAP DI TANAH KOHESIF Darwin Halim; Amelia Yuwono; Hendy Wijaya
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8465

Abstract

ABSTRACTThe foundation is a lower structure that serves to hold the burden that works from the structure above it the burden is passed on to the ground. The choice of foundation is based on the working load, the type of soil layer that supports the foundation, and the technology that can be used. Therefore, the performance of pile foundations in accepting lateral forces is important in geotechnical practice. In this journal, a centrifuged test model is tested to see the behavior of pile groups that are burdened by lateral loads. To find out the results of the trial, numerical modeling was carried out for the pile groups on clay. The clay soils modeled in this experiment were carried out under normally consolidated and over consolidated kaolin clay soils. The pile group model that was tested consisted of 2x2, 3x3, and 4x4 with a distance of center to center 3 times the width of the pile foundation. The results of this numerical analysis will be compared with the results of centrifuged tests that have been done before in other journals.Kata kunci: pile foundation, lateral force , numerical modeling, pile groups ABSTRAKFondasi merupakan struktur bawah yang berfungsi untuk menahan beban yang bekerja dari struktur bangunan diatasnya yang bebannya diteruskan ke tanah. Pemilihan fondasi didasarkan pada beban yang berkerja, jenis lapisan tanah yang menopang fondasi, serta teknologi yang dapat digunakan. Karena itu, kinerja fondasi tiang dalam menerima gaya lateral adalah hal yang penting dalam praktek geoteknik. Pada jurnal ini, sebuah model uji centrifuged di uji coba untuk melihat perilaku tiang kelompok yang terbebani oleh beban lateral. Untuk mengetahui hasil uji coba maka  dilakukan modelisasi numerik untuk kelompok tiang pada tanah lempung. Tanah lempung yang dimodelkan dalam percobaan ini dilakukan pada tanah kondisi normally consolidated dan over consolidated kaolin clay. Model kelompok tiang yang di uji coba terdiri atas 2x2, 3x3, dan 4x4 dengan jarak spasi pusat ke pusat 3 kali dari lebar tiang fondasi. Hasil analisis numerik ini akan diperbandingkan dengan hasil uji centrifuged yang sudah pernah dilakukan sebelumnya pada jurnal lain.  Kata kunci: fondasi tiang, gaya lateral , modelisasi numerik, kelompok tiang
STUDI LITERATUR KORELASI HASIL UJI BERDASARKAN UJI PLATE BEARING DAN UJI DYNAMIC CONE PENETROMETER Steven Lius; Inda Sumarli; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8383

Abstract

The subgrade soils must be able to withstand the load that is transferred. The quality of the subgrade soil is important because if it is sturdy, the construction above it can also be sturdy as well. Therefore, in designing a construction, soil investigation, such as plate bearing test and dynamic cone penetrometer test, must be conducted. However, one method may be superior compared to others, that the author will analyze the correlation between them. Plate bearing test is an in-situ test used for determining the ultimate bearing capacity of soil by only applying pressure to it. Whereas, dynamic cone penetrometer test is a testing method to measure the thickness and strength of soil. In this research, the collected data will be analyzed and correlated. The result of correlation between ks and CBR from DCP test is the determinant coefficient value. The value for clayey soils is 0.6198 which means that the correlation value is strong. Meanwhile, for sandy soils, the values are 0.9841 and 0.9878 which means both of the correlation values are very strong. Furthermore, the correlation of Su values from both tests cannot be determined because the soil samples have not reached the fracture condition. Lapisan subgrade merupakan lapisan yang menahan seluruh beban di atasnya. Kualitas dari lapisan ini sangat penting, karena jika lapisan subgrade tersebut kokoh, maka konstruksi di atasnya juga akan kokoh. Oleh karena itu, dalam merencanakan sebuah konstruksi, penyelidikan tanah, seperti uji plate bearing dan uji dynamic cone penetrometer, di lokasi suatu bangunan yang akan dibangun itu sangat penting. Namun, setiap metode penyelidikan tanah tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga penulis akan menganalisa korelasi antara kedua pengujian. Uji plate bearing merupakan metode pengujian untuk menentukan nilai daya dukung tanah dengan hanya memberikan tekanan pada tanah. Sedangkan, uji dynamic cone penetrometer merupakan metode pengujian untuk mengetahui nilai ketebalan dan kekuatan suatu lapisan tanah. Pada penelitian ini, data yang sudah dikumpulkan akan dianalisa dan dikorelasikan. Hasil korelasi antara nilai modulus reaksi tanah dasar dan CBR dari uji DCP untuk jenis tanah lempung menghasilkan koefisien determinan sebesar 0.6198 yang artinya nilai korelasi tersebut kuat. Sedangkan, untuk jenis tanah pasir, didapatkan koefisien determinan sebesar 0.9841 dan 0.9878 yang artinya nilai korelasi tersebut sangat kuat. Kemudian, untuk korelasi nilai kuat geser tanah dari masing-masing pengujian belum bisa dijelaskan karena sampel tanah yang digunakan belum mencapai kondisi fracture.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN WAKTU PADA PEKERJAAN BASEMENT GEDUNG BERTINGKAT SEMI TOP-DOWN Joshua Wangsadiputra; Jane Sekarsari
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 4, November 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i4.8371

Abstract

Time delays in construction project will be very detrimental for both the provider and user of construction service because it can cause a conflict which leads to time demand and additional cost. The timeliness in construction of basement is one of the important aspect to gain a success at construction project, remembering basement is an early phase of development at high-rise building project. The purpose of this study is to analyze the factors that can cause time delay in high-rise building semi top-down basement work. The research method used in this study is quantitative and descriptive approach with questionnaire distribution to some high-rise building projects with semi top-down basement. With the help of SPSS software, next step is to analyzing the data in the form of a validity test, reliability test, normality test, and Relative Importance Index (RII) test. The result of this study shows 5 factors that cause the most influence the delay of semi top-down basement work based on the importance ranking is variation and changes of order by owner, low productivity level of labors, leak on the diaphragm wall, repeated changes rebar layout due to space that too narrow, and material delivery delays. ABSTRAKKeterlambatan waktu pada pelaksanaan proyek akan sangat merugikan para pelaku jasa konstruksi karena dapat menyebabkan konflik yang berujung terjadinya tuntutan waktu dan biaya tambahan. Ketepatan waktu pada pekerjaan basement merupakan salah satu aspek penting dalam kelancaran suatu proyek konstruksi, mengingat basement merupakan salah satu pembangunan tahap awal pada proyek gedung bertingkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keterlambatan waktu pada pekerjaan basement semi-top down. Metode penelitian yang digunakan pada studi ini adalah pendekatan secara deskriptif kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada beberapa proyek gedung bertingkat dengan basement semi top-down. Selanjutnya, dilakukan pengolahan data dengan bantuan software SPSS berupa uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, dan Relative Importance Index (RII). Hasil penelitian menunjukkan, terdapat 5 faktor yang paling mempengaruhi keterlambatan pekerjaan basement semi top-down menurut tingkat pengaruhnya yaitu perubahan perintah kerja dan variasi dari owner, produktivitas pekerja lapangan yang rendah, terjadi kebocoran pada Dinding Penahan Tanah (DPT), pengaturan tata letak penyimpanan tulangan yang berulang-ulang akibat lahan yang terlalu sempit, dan pengiriman material yang terlambat.

Page 4 of 4 | Total Record : 39